KELOMPOK 2
ANGGOTA :
ALDY
KEYSHAFA
IQBAL
RIKO
Pendahuluan
Snowball sampling adalah salah satu metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
sosial untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan peserta yang sulit dijangkau atau memiliki
karakteristik khusus. Metode ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif dan penelitian lapangan
di mana peneliti ingin mendapatkan akses kepada individu atau kelompok yang mungkin sulit
diidentifikasi melalui cara konvensional.
Pengertian Snowball Sampling Menurut Para Ahli
Adapun definisi snowball sampling menurut para ahli, antara lain:
Sugiyono (2010), Snowball sampling adalah sebagai teknik penentuan sample yang mula-mula
jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel
begitu seterusnya, sehingga jumlah sample semakin banyak. Ibarat bola salju yang
menggelinding semakin lama semakin besar.
Sistematika
1. Identifikasi Partisipan Awal: Peneliti memulai dengan mengidentifikasi satu atau beberapa partisipan awal yang
memiliki pengetahuan atau hubungan dengan kelompok atau fenomena yang akan diteliti. Partisipan awal ini
seringkali disebut sebagai "pembuka jalan."
2. Wawancara atau Kontak Awal: Peneliti melakukan wawancara atau berkomunikasi dengan partisipan awal untuk
mendapatkan informasi yang relevan dan mengembangkan pemahaman tentang subjek penelitian.
3. Permintaan untuk Merujuk: Setelah berinteraksi dengan partisipan awal, peneliti meminta mereka untuk
merujuk atau merekomendasikan orang lain atau kelompok yang relevan untuk penelitian ini. Biasanya,
partisipan awal akan memberikan kontak atau informasi lebih lanjut.
4. Kontak Baru: Peneliti menghubungi individu atau kelompok yang dirujuk oleh partisipan awal. Proses ini dapat
melibatkan wawancara, survei, observasi, atau metode penelitian lainnya sesuai dengan tujuan penelitian.
5. Lanjutan Rujukan: Setelah berinteraksi dengan partisipan kedua, peneliti kembali meminta mereka untuk
merujuk partisipan lain yang mungkin relevan. Langkah ini dapat diulang beberapa kali, membentuk "efek bola
salju" di mana jumlah partisipan terus bertambah.
6. Penghentian Sampling: Peneliti menghentikan proses snowball sampling saat telah mencapai jumlah partisipan
yang cukup atau data jenuh, di mana tidak ada informasi baru yang muncul.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Kekurangan
• Bias sampel dan margin kesalahan:
• Lebih cepat menemukan sampel: Rujukan Karena orang merujuk orang yang mereka kenal dan
memudahkan dan cepat menemukan subjek memiliki sifat yang serupa, metode pengambilan sampel
karena berasal dari sumber yang dapat ini dapat memiliki potensi bias pengambilan sampel dan
diandalkan. margin kesalahan. Ini berarti seorang peneliti mungkin
hanya dapat menjangkau sekelompok kecil orang dan
• Hemat biaya: Metode ini hemat biaya mungkin tidak dapat menyelesaikan penelitian dengan
karena rujukan diperoleh dari sumber data hasil yang meyakinkan.
primer. Ini nyaman dan tidak terlalu mahal
dibandingkan dengan metode lain. • Kurangnya kerja sama:
Ada peluang yang adil bahkan setelah rujukan, orang
mungkin tidak kooperatif dan menolak untuk
berpartisipasi dalam studi penelitian.
CONTOH KASUS
Contoh 1
Jika seorang peneliti ingin mewawancarai imigran
tidak berdokumen dari Meksiko. Misalnya, dia
mungkin mewawancarai beberapa individu tidak
berdokumen yang dia kenal atau dapat temukan,
mendapatkan kepercayaan mereka, kemudian
mengandalkan subjek tersebut untuk membantu
menemukan individu yang lebih tidak berdokumen.
Proses ini berlanjut sampai peneliti memiliki semua
wawancara yang dia butuhkan atau sampai semua
kontak telah habis. Banyak waktu sering
dibutuhkan untuk studi yang mengandalkan
pengambilan sampel bola salju.
Contoh 2
Jika peneliti mungkin pernah membaca buku atau pernah menonton film “The Help”,
peneliti akan mengenali bahwa karakter utama (Skeeter) menggunakan sampel bola
salju saat dia mencari subjek wawancara untuk buku yang dia tulis tentang syarat
perempuan kulit hitam melakukan pekerjaan rumah untuk keluarga kulit putih di
tahun 1960-an.
Dalam kasus ini, Skeeter mengidentifikasi satu pekerja rumah tangga yang bersedia
berbicara dengannya tentang pengalamannya. Orang itu, Aibileen, kemudian
merekrut lebih banyak pekerja rumah tangga untuk diwawancarai oleh Skeeter.
Mereka kemudian merekrut beberapa lagi, dan seterusnya. Dalam pengertian ilmiah,
metode tersebut mungkin tidak menghasilkan sampel yang mewakili semua pekerja
rumah tangga Afrika-Amerika di Selatan pada waktu itu dalam sejarah, tetapi
pengambilan sampel bola salju memberikan metode yang berguna untuk penelitian
kualitatif karena kesulitan menemukan dan menjangkau subjek.
Penjelasan
Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa ciri sampel yang dipergunakan
dalam teknik pengumpulan data ini bisa mulai dari yang kecil tetapi “bola salju” menjadi sampel
yang lebih besar selama penelitian berlangsung. Pengambilan sampel bola salju merupakan teknik
populer di kalangan ilmuwan sosial yang ingin bekerja dengan populasi yang sulit diidentifikasi atau
ditemukan.
Teknik pengambilan sampel ini juga pada umum dipergunakan dengan orang-orang yang keanggotaannya
dalam kelompok tertentu tidak banyak diketahui, seperti kaum gay tertutup atau individu biseksual
atau transgender
KESIMPULAN
Snowball sampling adalah alat yang berguna dalam penelitian sosial, terutama ketika
tujuannya adalah mendapatkan akses ke kelompok atau populasi yang sulit dijangkau.
Namun, peneliti harus berhati-hati dalam menghadapi potensi bias, mengelola ukuran
sampel, dan membangun hubungan yang baik dengan partisipan awal. Metode ini
sesuai dengan situasi penelitian tertentu, tetapi tidak selalu menjadi pilihan yang tepat
dalam semua konteks penelitian.