Anda di halaman 1dari 48

PEMBINAAN SIKAP

PRILAKU
BIO DATA
• N a m a : HARIANTO SALOTAN, SE
• Tempat & tgl lahir : ABASON 19 PEBRUARI 1971
•Status : Nikah dgn 1 istri & mempunyai anak 2
• DASAR HUKUM PENGEMBANGAN SDM

Amanat UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

ASN Sebagai Profesi Hak Pengembangan


Kompetensi

• Integritas Moral ASN berhak


memperoleh
• Pelayanan Publik pengembangan
 Profesional kompetensi
Profesionalisme bergantung
pada 3 buah faktor, yaitu :

KOMPETENSI :
KINERJA :
Pendidikan
Prestasi yang diberikan seseorang atas
Keterampilan unjuk kerja yang dicapainya

Pengalaman INTEGRITAS :
Disiplin
Jujur
Adil
Loyal
PELUANG DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN INDONESIA
 Sebagai negara dengan kekayaan alam
melimpah dan populasi keempat terbesar di Indonesia menjadi kekuatan 10
dunia, sudah selayaknya Indonesia menjadi
kekuatan besar ekonomi dunia. besar dunia di tahun 2030 dan
 Dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan
melesat ssampai dengan ebesar 7% per tahun, 6 besar dunia pada tahun 2050
Morgan Stanley optimis bahwa Indonesia layak
dimasukkan sebagai negara ‘I’ kedua setelah
India di negara-negara BRIC (Brazil, Rusia, India,
dan Cina).
 Menggunakan prediksi moderat menurut EIU,
2050
PDB nominal : ~ $26,679 milyar
PDB nominal/kapita : $78,478
Indonesia diperkirakan mencapai PDB nominal Kekuatan ekonomi 6 besar di dunia
sebesar $4,977 milyar di tahun 2030 dan
$26,679 milyar di tahun 2050.
 Dengan kondisi tersebut, diperkirakan bahwa
Indonesia paling tidak mampu menjadi kekuatan
10 besar dunia di tahun 2030 dan 6 besar dunia 2030
PDB nominal : ~ $4,977 milyar
pada tahun 2050. PDB nominal/kapita : $17,240
 Untuk mencapai hal tsb diperlukan perubahan Kekuatan ekonomi 10 besar di dunia
agar ASN dapat Profesional artinya mempunyai
Kompetensi ,Integritas dan Kinerja yang
memadai sebagai pengelola kegiatan
Pemerintahan dan Pembangunan
Sumber : IMF, EIU, Goldman Sachs
Tantangan Internasional
Human Development Index 2011, 2012 dan 2014 (Source : UNDP)
Ranking 2011 Ranking 2012 Ranking 2014
Country
(187 countries) (176 countries) (188 countries)
Norway 1 1 1
U.S.A 4 2 8
Switzerland 11 9 3
South Korea 15 12 17
Singapore 26 18 11
Malaysia 61 64 62
China 101 40 90
Thailand 103 103 93
Philippines 112 114 115
Indonesia 124 121 110
Vietnam 128 127 116
Ghana 135 135 140
6
TIGA PROBLEM POKOK BANGSA

1. Merosotnya kewibawaan negara

2. Melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional

3. Merebaknya intoleransi dan krisis kepribadian Bangsa

Masalah ini semua bisa terpecahkan kalau Integritas Bangsa terutama Aparatur Sipil Negara dan
Masyarakat bisa berubah serta mempunyai jiwa profesionalisme yang tinggi.
PEMBANGUNAN INTEGRITAS

POLA PIKIR MEMBANGUN INTEGRITAS MELALUI KODE ETIK

• Pengertian Integritas Melalui Kode Etik


• Pola Pikir yang Menentukan Sikap dan Perilaku
• Peraturan
• Pola Pikir, Sikap, dan ASN yang Dikehendaki
• Langkah Penerapan Penegakan Integritas
• Pola Pikir, Sikap, dan ASN yang Tidak Dikehendaki
• Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai
• Merubah Pola Pikir, Sikap Perilaku Negatif ke Pola Pikir, Sikap, dan Perilaku
• Pelaksanaan Kode Perilaku
Positif
• Jenis-jenis Pola Pikir
• Budaya Kerja
MATERI POKOK 1

POLA PIKIR

INDIKATOR KEBERHASILAN

MEMAHAMI DAN MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU MELALUI POLA PIKIR


POLA PIKIR SEBAGAI UNSUR STRATEGIS
.
Pola Pikir adalah sentralnya dari Potensi SDM dan SDM merupakan unsur yang
sangat penting dari semua unsur manajemen sehingga SDM akan bersifat
Fundamental dan Strategis mengingat :
- Tidak ada satu pekerjaan pun tanpa campur tangan manusia
- Berhasil tidaknya suatu pekerjaan akan sangat bergantung
kepada faktor Manusianya
Oleh sebab itu mengingat negara kita memiliki potensi yang begitu besar maka
ASN sebagai penyelenggara negara dituntut untuk mempunyai Pola Pikir, Sikap
dan Prilaku yang Profesional artinya mempunyai Kompetensi yang memadai,
Kinerja yang tinggi serta Integritas yang bertanggung jawab sebagai abdi Negara,
abdi Masyarakat dan stake holder lainnya.
POLA PIKIR SEBAGAI UNSUR STRATEGIS
.
- Pola Pikir adalah perubahan sesuatu pemikiran manusia dari
yang bersifat negatif menuju kearah yang positip (Dari yang
biasa2 saja kearah yang lebih baik )
- Pola Pikir merubah mind setting Individu dari sebagai
Penguasa menjadi Pelayan Masyarakat (Rowing menjadi
Steering)
- Pola Pikir merubah dari aktifitas yang inefesiensi menjadi
efisien dan efektif
POLA PIKIR SEBAGAI UNSUR STRATEGIS
( LANJUTAN)
.
- Pola Pikir adalah Pola Pikir Pegawai yang bangga dengan
statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara sehingga sadar dan
bertanggung jawab serta berupaya untuk menggapai
prestasi dan berupaya terus memperbaiki dirinya dalam
meningkatkan Profesionalismenya sebagai Aparatur Sipil
Negara demi kemajuan bangsa dan negara agar masyarakat
Indonesia menjadi lebih sejahtera sesuai sila ke 5 (lima) dasar
negara kita Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
POLA PIKIR SEBAGAI UNSUR STRATEGIS
( LANJUTAN)
.
- Pola Pikir adalah Pola Pikir yang bangga dengan
statusnya sebagai Pegawai Pemerintah kabupaten Banggai Kepulauan
sehingga sadar dan bertanggung jawab untuk menjaga nama
baik Pemerintah kabupaten Banggai Kepulauan
- Pola Pikir adalah Pola Pikir yang bangga dengan
statusnya sebagai ASN dan menjaga Profesionalisme
oleh sebab itu SDM butuh perubahan pola pikir untuk menjadi Profesional
dibidangnya untuk membangun Pemerintahan dan Pembangunan sebagai
wujud dari Nawa Cita.
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan
memberikan rasa aman pada seluruh warganya.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan
yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dg memperkuat daerah2 dan desa2 dlm
kerangka negara persatuan.
4. Menolak negara lemah dan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum
yg bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kwalitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan diklat dg
program Indonesia Pintar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan
program Indonesia dan Indonesia Sejahtera dg mendorong Land Reform dan
program kepemilikan tanah seluas 9 Ha, rumah kampung deret atau rumah

14
(Lanjutan )
Susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakya di tahun 2019.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar
internasional sehingga bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia bisa
maju dan bangkit bersama2 dg bangsa Asia lainnya
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dan menggerakan sektor2 strategis
ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan
kembali kurikulum pend. nasional dg mengedepankan aspek pend .
Nasional spt pengayaan sejarah pembentukan bangsa,

15
(Lanjutan )
Nilai2 patriotisme dan cinta tanah air, semangat bela negara dan budi
pekerti didalam kurikulum pendidikan Indonesia.
9. Memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia
melalui kebijaksanaan memperkuat pendidikan, kebinekaan dan
menciptakan tata ruang dialog antar warga.

16
POLA PIKIR
Pola Pikir adalah Proses Mental seseorang yang menentukan respon dan
pemaknaan terhadap situasi dan kondisi yang dihadapinya tentang sesuatu
pemikiran baik dan buruk yang dihadapinya.

Pola Pikir adalah suatu perubahan individu dari sesuatu yang dinilainya kurang
baik menjadi yang lebih baik

Pola Pikir adalah pikiran bawah sadar yang telah tertanam dan mengakar dalam
dirinya tersebut akan terlihat dalam Sikap dan Prilaku sehari-hari yang dapat
memicu pelaksanaan/ tindakan pekerjaan yang dilaksanakan.
POLA PIKIR SANGAT
DIPENGARUHI OLEH 3 FAKTOR :

1. GENETIKA/KETURUNAN

2. EDUKASI/PENDIDIKAN

3. LINGKUNGAN / SOSIAL
BENTUK PERUBAHAN POLA PIKIR

SISTEM GENETIKA KARAKTER

PENDIDIKAN

POLA PIKIR SIKAP

NILAI KELUARGA

LINGKUNGAN PERILAKU
PENGARUH LINGKUNGAN DALAM POLA PIKIR

Beberapa pengaruh lingkungan yang terekam dalam pikiran bawah sadar seseorang
bisa positif dan juga negatif.

Pengaruh lingkungan tersebut di antaranya adalah lingkungan keluarga di mana


seseorang tersebut di besarkan, lingkungan sosial, adat istiadat, lingkungan
agama, pendidikan serta lingkungan pergaulan seseorang. Kesemuanya tersebut
direkam secara permanen dalam pikiran bawah sadarnya.

Apabila ada rangsangan yang membangkitkannya rekaman tersebut berputar kembali


secara utuh.
PENGARUH LINGKUNGAN DALAM POLA PIKIR
(LANJUTAN)

Pola pikir yang sudah mengakar dalam dirinya akan terlihat dalam pola sikap
dan perilakunya sehari-hari.

Oleh karena itu faktor dominan yang membentuk pola pikir seseorang adalah
lingkungan dimana dia berada.

Pola pikir ini dapat memicu pelaksanaan pekerjaan sekaligus juga bisa menghambat
pelaksanaan pekerjaan.
POLA PIKIR

Pola Pikir adalah pola – pola dominan yang menjadi acuan utama seseorang dalam
bertindak. Dikatakan bahwa pola pikir adalah pola yang menetap dalam pikiran alam
bawah sadar seseorang. Pola pikir dapat menentukan bentuk sikap dari seseorang.

POLA PIKIR PERFEKSIONIS POLA PIKIR OBSESIF POLA PIKIR PESIMIS

POLA PIKIR BERGANTUNG POLA PIKIR


POLA PIKIR OPTIMIS
ORANG LAIN BIROKRAT/DOGMATIK

POLA PIKIR REALISTIS POLA PIKIR TAOISME POLA PIKIR MANDIRI


JENIS POLA PIKIR :
• Pola Pikir Perfeksionis :

Dimana seseorang menilai dirinya begitu tajam sehingga ybs hanya ingin melakukan sesuatu yang sempurna dan ybs
tidak berani mencoba sesuatu yang tidak ia kuasai dengan sempurna.

• Pola Pikir Obsesif :

Seseorang yang dengan pola pikir selalu mengingat terus menerus suatu yang mengakibatkan kegagalan dan akhirnya dia
takut untuk melakukan sesuatu.

• Pola Pikir Pesimis:

Pola pikir dimana seseorang selalu takut menghadapi sesuatu yang akan dilakukan sebelum dia melalakukan.

• Pola pikir bergantung pada orang lain :

Sesorang merasa sangat ingin untuk bebas tapi dilain pihak dia akan merasa bahwa hanya orang lain yang akan
menyelematkannya.
JENIS POLA PIKIR (LANJUTAN) :
• Pola Pikir Birokrat/Dogmatik :

Pola Pikir yang harus mengikuti aturan yang berlaku dalam keadaan apapun dan merasa dirinya paling tahu segalanya.

• Pola Pikir Optimis :

Seseorang merasa percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin dan semua bisa dilakukan.

• Pola Pikir Realistis:

Pola pikir seseorang yang berfikir realistis /apa adanya dan dapat mengalahkan rasa takut terhadap hal2 yang negative terhadap sesuatu yang
dihadapinya dan melihat sesuat tanpa menggunakan emosi lalu dia mempersiapka dan membuat rencana secara bertahap.

• Pola pikir Taoisme:

Pola Pikir yang memiliki bahwasanya hitam tidak selalu buruk dan putih tidak sealu baik dan sesuatu yang jelek dapat diambil hikmahnya dan yang
baik kalau tidak hati2 bisa menjadi malapetaka.

• Pola Pikir Mandiri :


. POLA PIKIR POSITIP DAN NEGATIP

•Sebagaimana diatur dalam UU Aparatur sipil negara no 5 tahun 2014 bahwa Aparatur Sipil
Negara adalah profesi bagi Aparatur Sipil Negara dengan demikian Pola pikir dimaksud sangat
menunjang dalam mendukung kegiatan ASN/PNS ,sehingga secara garis besar sifat Pola Pikir
tersebut dibagi dua yaitu :

•Pola pikir positif yaitu pola pikir yang dinamis dan berkembang

serta menghasilkan suatu yang dapat bermanfaat dan dirasakan bagi

kehidupan masyarakat , bangsa dan negara ( terdapat motivasi dan

inovasi yang dapat diandalkan)


. POLA PIKIR NEGATIP
Pola pikir negatif yaitu pola pikir yang bersifat statis atau tetap
dimana individu atau kelompok maupun Lembaga yang bersangkutan
membiarkan terhadap sesuatu yang sudah ada dan berjalan apa
adanya dan atau yang bersangkutan telah merasa puas dengan apa
yang telah diperoleh selama ini sehingga banyak diasumsikan bahwa
telah melakukan pembiaran dari apa yang terjadi dan biar berjalan
secara alami, sehingga tidak memperlihatkan adanya motivasi untuk
bekerja lebih baik lagi dan atau tidak memperlihatkan adanya inovasi-
inovasi untuk berkembang dan menemukan sesuatu yang baru yang
lebih efisien dan efektif.
CIRI-CIRI POLA PIKIR POSITIF
Diantara ciri-ciri yang berpikir positif antara lain:
Melihat masalah sebagai tantangan untuk menikmati hidupnya
Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Menghilangkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas dalam
benak
Mensyukuri apa yang telah di miliki
Tidak mendengarkan issue/gossip yang tak menentu
Tidak bikin ALASAN tapi langsung bikin TINDAKAN
Menggunakan bahasa lisan dan bahasa tubuh yang positif
Peduli pada citra diri.
POLA PIKIR PEGAWAI

Pola Pikir Positif ASN/PNS tercermin dalam berbagi


prestasi yang telah dicapai oleh para ASN/PNS
selama ini sesuai dengan bidang tugasnya masing –
masing, maupun dalam bentuk acuan dan aturan
tersebut diarahkan oleh ASN dalam bentuk menjaga
sikap dan perilakunya. Karena secara periodik
dijadikan acuan penialain antara lain dalam bentuk
SKP.
• Oleh sebab itu Aparatur Sipil Negara mempunyai peranan yang sangat
penting dan strategis dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan sebagai salah satu wujud dari cita-cita
bangsa dan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
• Dengan semakin tingginya tantangan dan bertambahnya volume serta
kompleksitas tugas – tugas negara yang diemban melalui lembaga
pemerintahan dan dengan menyesuaikan terhadap dinamika regulasi yang
begitu cepat perlu upaya – upaya preventif untuk memperlancar tugas –
tugas yang harus diemban oleh Aparatur Sipil Negara dalam hal ini Pegawai
Negeri Sipil/PPPK maka diperlukan adanya perubahan Pola Pikir, sikap dan
prilaku menunju profesionalitas melalui Pembangunan Integritas.
BUDAYA KERJA

• Secara sederhana Budaya Kerja diartikan sebagai cara pandang


seseorang dalam memberi makna terhadap “ bekerja”.
• Budaya kerja diartikan sebagai sikap dan perilaku
individu dan kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini
kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam
melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari.
• Budaya kerja merupakan suatu komitmen organisasi, dalam upaya
membangun sumber daya manusia, proses kerja, dan hasil kerja yang
lebih baik.
ADA PENDAPAT YANG MENGATAKAN BAHWA
BUDAYA KERJA BISA DIUPAYAKAN
MELALUI :

- Dipaksa (untuk melakukan )


- Terpaksa (dalam melakukan )
- Biasa ( terbiasa dalam melakukan )
- Budaya Kerja Individu
- Budaya kerja Organisasi
KESUKSESAN IMPLEMENTASI DALAM
BUDAYA KERJA AKAN BERGANTUNG :

1. Aspek kepemimpinan
2. Aspek kelembagaan
3, Aspek individu pegawai
MEMBANGUN INTEGRITAS MELALUI KODE ETIK

INDIKATOR KEBERHASILAN

MEMAHAMI DAN MENERAPKAN PEMBANGUNAN INTEGRITAS MELALUI KODE ETIK


INTEGRITAS
INTEGRITAS

Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta
kode etik profesi

Mengkomunikasikan / menjelaskan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung
sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.

“SATUNYA KATA DAN PERBUATAN”


INDIKATOR INTEGRITAS

Bertindak berdasarkan nilai (values) walaupun ada resiko atau biaya yang cukup

besar.

Mengambil tindakan atas perilaku orang lain yang tidak etis, meskipun ada resiko
yang signifikan untuk diri sendiri dan pekerjaan.

Bertanggung Jawab atas kesalahan yang dilakukan.


PRINSIP INTEGRITAS

1 Bertindak sesuai dengan prinsip legitimasi kekuasaan .

2 Menghargai hasil dari proses yang sah secara hukum dan pertimbangan profesional

3 Akuntabel terhadap semua tindakan baik terhadap atasan maupun publik

4 Bertindak secara efisien dan efektif

5 Menghindari favoritisme, berusaha independen & objektif

6 Bekerja secara hati2 dan menggunakan dana publik secara hati-hati

7 Menjaga kepercayaan dan legitimasi lembaga-lembaga


NILAI UTAMA

EFISIEN DAN EFEKTIVITAS

JUJUR DAN LOYAL RASIONAL

MENGABDI INOVASI KERJASAMA TIM

BERTAKWA TRANSPARANSI

AKUNTABILITAS KEMITRAAN RESPONSIF


INTEGRITAS yang merupakan bagian dari POLA PIKIR, SIKAP
dan PRILAKU yang terdiri dari :

1. Disiplin a. Waktu ( Time oriented )


b. Hasil ( product oriented )
2. Loyal / setia terhadap :
a. Pimpinan
b. Teman sejawat
c. Anak buah
d. Organisasi
e. Negara / bangsa
f. Mitra
g. Almamater
h. Peraturan / Per-UU-an
3. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja
sama
4. Menjalankan tugas secara kompetensi dan
konsisten
5. Bekerja berbasis hasil yang efisien dan efektif
6. Akuntable / dapat dipertanggung jawabkan
7. Memberikan pelayanan / public services
8. Mendorong penciptaan lingkungan yang kondusif
9. Mendorong kesetaraan / gender
10. Menghargai perbedaan pendapat
11. Menjunjung etika profesi
ETIKA PROFESI

Merupakan ikatan moral yang mendukung sikap melayani kepentingan


masyarakat serta kewajiban kepada pemberi tugas dan atau aturan untuk
menghindarkan seseorang dari perbuatan yang menyalahi
ketentuan/tercela.
MELANGGAR ETIKA PROFESI
 Pelanggaran terhadap nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh
profesi (tidak dibenarkan melakukan mark-up, nepotisme,
kolusi, atau komersialisasi)

 Layanan jasa yang tidak mencerminkan kualitas keahlian


dan sulit dipertanggung-jawabkan menurut bakuan kinerja/
kriteria profesional (penyalahgunaan mal-praktek,
pelanggaran hak intelektual)

 Mendiamkan atau membiarkan terjadinya pelanggaran


etika profesi oleh rekan seprofesi 42
LANDASAN HUKUM

UNDANG-UNDANG NO.5 Tahun 2014


Tentang ASN pasal 3 (profesi)

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 49 TAHUN 2018


Tentang MANAJEMEN PPPK

PERJANJIAN KERJA
NILAI DASAR

VISIONER

PROFESIONAL INTEGRITAS TANGGUNG JAWAB

MELAYANI
OLEH SEBAB ITU KITA HARUS
BISA MEMBANGUN
INTEGRITAS KINERJA

KOMPETENSI AKUNTABILITAS
DENGAN MENINGKATNYA INTEGRITAS DAN
BERUBAHNYA POLA PIKIR,SIKAP DAN PRILAKU
DIHARAPKAN ASN DILINGKUNGAN PEMERINTAH
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN akan menjadi :
-Profesional
-Berwibawa
-Netral
-Perekat Bangsa
-Sejahtera
SEKIAN DAN TERIMAH KASIH
WASSALUMUALAIKUM WAROHMATULLAHI
WABAROKATUH DAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai