ASURANSI
MARINE CARGO
Dipersiapkan Oleh :
Team Manajemen
PT. ASURANSI ASEI
Cabang Surabaya
1. JENIS-JENIS POLIS
a. Open Cover: b. Open / Floating Policy
- Kontrak / perjanjian antara - Polis terbuka utk seluruh
Penanggung (Perush. Asuransi) pengapalan
dengan Tertanggung - Jangka waktu tertentu
- Pengiriman Cargo (Impor/Ekspor - Cara pembayaran dimuka
/Inter Insuler) (biasanya dibebankan 75 % dari
- Jangka waktu 12 bulan total premi)
# Seluruh terms/kondisi/rate dan # Tertanggung diminta melaporkan
lain sebagainya tercantum (declare) seluruh pengapalan
# Bila ada realisasi pengapalan, (awal s.d. akhir)
Penanggung menerbitkan # Premi sebenarnya (actual
Certificate of Insurance / premium) akan dihitungkan
Individual Policy dengan deposit premium
(adjustable)
2. Jangka Waktu Pertanggungan
a. Jangka Waktu Dimulainya b. Jangka Waktu Berakhirnya
Pertanggungan : Pertanggungan :
- saat barang - saat br diserah terimakan kpd
meninggalkan gudang Penerima/Gudang terakhir
milik org lain / tempat
- saat barang penimbunan;
meninggalkan tempat - saat diserahterimakan di
penimbunan gd/tempat penimbunan lain
baik sebelum atau ditempat
tujuan yg tercantum pd Polis yg
dipilih Tertanggung utk tujuan
penimbunan, yg bukan dalam
rangkaian pengangkutan atau
utk tujuan alokasi dan
distribusi
2. Jangka waktu ……..
b. Jangka Waktu Berakhirnya Pertanggungan :
- Telah berakhir 60 hari terhitung sejak :
Barang yg dipertanggungkan selesai dibongkar dari
kapal di pelabuhan pembongkaran, mana yg lebih dulu
terjadi.
3. KONDISI – KONDISI PERTANGGUNGAN
a. TOTAL LOSS ONLY
b. INSTITUTE CARGO CLAUSE
“C” 1/1/82
c. INSTITUTE CARGO CLAUSE
“B” 1/1/82
d. INSTITUTE CARGO CLAUSE
“A” 1/1/82
3. Kondisi-kondisi…………..
a. Total Loss Only :
1. Actual Total Loss 2. Constructive Total Loss
- Br/kepentingan ybs - Apabila biaya perbaikan
musnah sama sekali
atas br yg rusak dan
barang musnah krn
biaya meneruskan br
kebakaran);
ketujuan (bilamana br
- Br/kepentingan ybs
mengalami kerusakan
mengalami kerusakan
sedemikian rupa, shg dalam perjalanan,
hilang bentuk dan sebelum tiba ditempat
kegunaan (beras kena tujuan) telah melebihi
air laut,rusak tdk dpt dari nilai barang
dimakan);
- Br ybs tidak mungkin
lagi didapatkan kembali
(br logam jatuh ke
laut,krn dalamnya, tdk
mungkin diangkat)
b. Institute Cargo Clause “C” 1/1/82
* Risiko-risiko yang dijamin :
1. Kerugian / kerusakan thd barang yg
diasuransikan, yg disebabkan oleh :
- Pengorbanan br krn ada kerusakan
yg bersifat umum dalam pelayaran;
- Dibuang.
2. Kerugian yg timbul akibat tindakan
General Average.
(kerugian yg menyangkut seluruh kepentingan
diatas kapal dan biaya-biaya yg timbul dlm
penyelamatan /salvage).
c. Institute Cargo Clause “B” 1/1/82
• Risiko-risiko yang dijamin :
Semua cover ICC “C” ditambah dg kerugian /
kerusakan yg scr wajar disebabkan oleh :
1. Barang terlempar kedalam laut;
2. Masuknya air laut, air danau ke dlm alat
pengangkut/palka/petikemas/liftvan/tempat
penumpukan barang;
3. Kerugian mutlak yg dialami suatu peti krn
terlepar kedlm laut/air, atau terjatuh
sewaktu
diadakan pemuatan dan atau pembongkaran ke
atau dari dalam kapal.
d. Institute Cargo Clause “A” 1/1/82
Klausula ini menjamin semua
risiko kerugian atau
kerusakan terhadap objek
yang diasuransikan, kecuali
yang diatur dalam
pengecualian – pengecualian
pada point 4
4. Point - point Pengecualian
Yang tidak dijamin / ditanggung menurut ICC
“A”/”B”/ “C” adalah :
Kerusakan/kerugian/biaya yang ditimbulkan oleh :
1. Salah pengurusan/pengaturan yg diperbuat dg
sengaja oleh Tertanggung;
2. Kebocoran biasa, penyusutan, dan keausan;
3. Pembungkusan yg kurang baik, penyusunan
(storage) br dlm kontainer /liftvan oleh
Tertanggung /orang yg bekerja padanya
sebelum polis berjalan;
4. Kerusakan sendiri/sifat alamiah barang;
4. Point-point …………
5. Secara langsung disebabkan oleh keterlambatan walaupun
keterlambatan tsb disebabkan oleh risiko dan average
serta salvage, sebagaimana diatur pada klausula no.2
(General Average Clause);
6. Yg timbul karena ketidakmampuan/kesulitan keuangan
Pemilik,Pengusaha,Penyewa / operator kapal;
7. Yg timbul akibat penggunaan senjata, pemakaian tenaga
atom,nuklir,atau reaksi lain sejenis (radioaktif);
8. Kerugian yg disebabkan karena berkarat, berubah
warna, kecuali yg disebabkan karena alat angkut /kapal
kandas, tenggelam, tabrakan dan terbakar;
9. Kerugian/kerusakan/biaya akibat risiko perang, perang
saudara/revolusi pemberontakan,kerusuhan sipil yg timbul
akibat dari kejadian-kejadian tsb atau tindakan
permusuhan atau terhadap penguasa, dll;
4. Point-point …….
10. Kerugian/kerusakan/biaya yg disebabkan oleh tindakan
pemogokan,penghentian pekerjaan, perbuatan orang-
orang yg mlkk gangguan pekerjaan, huru-hara, dan
pertikaian sipil, dll;
11. Kerugian/kerusakan/biaya yg timbul akibat dari :
a. Ketidaklayak lautan kapal/tongkang;
b. Alat angkut,kontainer/liftvan tidak memenuhi
persyaratan kelayaklautan, yg seharusnya secara
wajar diketahui oleh Tertanggung/agennya/orang-
orang yg bekerja padanya, pada saat dilakukan
pemuatan barang.
5. General Average
* Kejadian yg menimbulkan kerugian maupun biaya-
biaya yg harus ditanggung oleh pihak-pihak yg
mempunyai kepentingan yg berada diatas kapal.
* Tindakan yg dilakukan Kapten Kapal (Master) hrs
bertujuan utk menyelamatkan seluruh
kepentingan yg berada diatas kapal.
* Yang biasa terdapat dalam General Average :
A. Pengorbanan (sacrifice);
B. Biaya yg hrs dikeluarkan (expenditure);
C. Syarat-syarat berlakunya General Average;
D. Salvage charges;
E. Sue & Labour charges.
5. General Average…..
Yang biasa terdapat dalam General Average :
A. Pengorbanan (Sacrifice) :
1. Membuang barang kelaut;
2. Barang-barang lain yg rusak terkena air
sewaktu mematikan api yg akan terjadi
diatas kapal;
3. Sengaja merusak bagian kapal demi
penyelamatan;
4. Kerusakan mesin dalam usaha re-floating
karena kapal kandas.
5. General Average …..
B. Biaya yang harus dikeluarkan
(expenditure) :
1. Biaya bongkar muat barang karena kapal
kandas;
2.Ongkos gudang menyimpan barang
sewaktu perbaikan kapal yg rusak;
3. Ongkos menarik kapal yg memuat br dan
berada dalam keadaan bahaya.
5. General Average ……….
C. Syarat-syarat berlakunya General Average :
1. Saat terjadi kecelakaan, seluruh kepentingan
diatas kapal benar-benar berada dlm keadaan
bahaya;
2. Pengorbanan/pengeluaran biaya yg tjd hrs
dilakukan dg sengaja & sukarela, tdk dpt
dihindarkan;
3. Tindakan yg dilakukan hrs beralasan, masuk
akal, dan pengorbanan dilakukan scr bijaksana;
4. Sifat kerugian yg tjd dlm keadaan luar biasa;
5. Kerugian/pengorbanan yg dilakukan hrs dimaksudkan
utk menyelamatkan seluruh kepentingan yg
mengalami bahaya;
6. Usaha penyelamatan yg dilakuakn dg adanya
pengorbanan /pengelauaran biaya tsb hrs berhasil;
7. Kerugian yg tjd hrs sbg akibat lsg dari tindakan
General Average.
5. General Average …….
D. Salvage Charges E. Sue & Labour
Charges
Biaya-biaya yg timbul Biaya pengemasan/biaya
disebabkan oleh usaha yg dikeluarkan dlm
pertolongan Pihak usaha utk
Ketiga (Salvor), thd mencegah/menghindari
kerugian yg lbh besar.
kapal dan seluruh
kepentingan didlmnya, Biaya ini adalah yg
dikeluarkan oleh Kapten
krn adanya bhy laut.
Kapal dan Crew.
6. Persyaratan Lain Yang Biasa
Tercantum Dalam Polis Marine Cargo
A. Institute Classification Clause 13/4/92;
B. Preshipment Survey;
C. Deductible;
D. Franchise
A. Institute Classification Clause 13/4/92
Ketentuan bhw kapal yg mengangkut hrs msk dlm
“Classification Bureau”; umur kapal kurang dr 15 th;
dan bila lbh dr 15 th dikenakan premi tambahan (Over
Age Surcharge)
6. Persyaratan Lain ….
B. Preshipment Survey
1. Dilakukan bilamana alat angkutnya adl
Tongkang yg ditarik dg Tugboat;
2. Survey dilakukan utk mengetahui kondisi
& kelayakan Tongkang dan Tugboat;
3. Semua biaya adalah beban Tertanggung;
4. Survey dilakukan oleh Independent
Surveyor yg tlh disetujui Penanggung;
5. Cara penyusunan dan pengkaitan br,
cara penarikan hrs sesuai dg persyaratan
yg berlaku.
6. Persyaratan Lain ….
C. Deductible
Jumlah yg mrpk beban dari Tertangung
sendiri apabila tjd suatu kerugian
D. Franchise
Jumlah tertentu spt Deductible, kecuali
apabila melebihi jumlah tersebut, maka
kerugian akan dibayarkan secara penuh
7. Ketentuan – ketentuan Bilamana
Terjadi Klaim
A. Dokumen Klaim Standar Yg Diperlukan :
1. Polis Asli & Duplikat / Certificate of
Insurance;
2. Copy Bill of Lading;
3. Laporan Klaim Tertanggung beserta
perincian dan besarnya kerugian;
4. Survey report (bila ada);
5. Foto-foto atas Barang Yg Rusak;
6. Invoice, Packing List & Breakdown Invoice.
7. Ketentuan - ketentuan Lain …
* Dokumen – dokumen klain tsb adalah dokumen
pendukung, bukan mjd jaminan bhw tuntutan
ganti rugi yg akan diajukan Tertanggung akan
mendapat ganti rugi dari Penanggung.
* Apabila diketahui bhw kehilangan/kerusakan
cargo adalah akibat kesengajaan/packing tdk
sesuai dg sifat cargo, tuntutan ganti rugi akan tdk
diterima oleh Penanggung
* Sebaliknya, apabila Tertanggung dpt
membuktikan bhw kerusakan/kekurangan/non
delivery atas cargo adalah sbg akibat resiko yg
dijamin, maka tuntutan ganti rugi akan
ditindaklanjuti oleh Penanggung dg meminta
dokumen-dokumen lainnya, utk mengetahui
dimana sebenarnuya kerusakan/kehilangan/non
delivery atas cargo tsb terjadi.
7. Ketentuan – ketentuan lain …
Dokumen-dokumen klaim penunjang
lainnya:
a. Outturn Report;
b. Joint Survey Report (survey yg
dilakukan oleh Tertanggung &
Shipping Agent);
c. Damage/Survey Report yg dikeluarkan
oleh perush.pelayaran;
d. Delivery Note/Godown Report;
e. Surat tuntutan kpd Pihak III (Shipping
Co.,PBM,Freight Forwarder), apabila
pihak-pihak ybs dianggap bertanggung
jawab.
7. Ketentuan – ketentuan Lain ...
* Untuk menetapkan besar ganti rugi, Penanggung
dapat menunjuk Average Adjuster, dan biayanya
ditanggung oleh Penanggung.
* Dalam hal tuntutan ganti rugi dijamin dan
kasusnya sederhana, Penanggung menyelesaikan
klaim lsg kpd Tertanggung.
* Bilamana ganti rugi telah dibayarkan oleh
Penanggung, maka kpd Tertanggung akan
diberikan Subrogation Form utk ditandatangani
sbg bukti penyelesaian klaim, dan hak
Tertanggung utk menuntut kpd Pihak yg dianggap
bertanggung jawab atas kerugian beralih kpd
Penanggung utk menuntut Pihak III tsb.
7. Ketentuan – ketentuan lain …
* Dalam hal General Average Claims, kasus ini lsg
ditandatangani oleh Average Adjuster, krn biasanya
nahkoda kapal yg membawa cargo dari tiap-tiap
pemilik cargo mendeclare General Average tsb, dan
pemilik kapal menunjuk Average Adjuster.
* Dalam kasus diatas, pihak - pihak yg terlibat a.l :
- Pihak Pelayaran / shipowners;
- Pihak pemilik cargo / Tertanggung;
- Freight (hull, cargo, freight), yg masing-masing hrs
membayar kontribusi atas klaim General Average
tsb.
* Kontribusi yg hrs dibayar Tertanggung (cargo owners)
mjd beban tg jwb Penanggung, dg menandatangani
Average Guarantee yg diterbitkan Average Adjuster.
(dlm kasus ini tdk ada tuntutan kpd Pihak III yg
dianggap bertanggung jwb akibat terjadinya
General Average tsb).