Jakarta, 23 Desember 2008
Baseline Assessement
Industrial Hygiene
Oleh
Boedi Setyono
Disampaikan dalam rangka Program BPS-P TH.2008
Bst/H.Out/Bps-P’2008
BIODATA
Nama : Ir. Boedi Setyono, M.Si.
No. Pekerja : 695948
Tempat & tgl. Lahir : Banjarmasin , 6 September 1961
Status Keluarga : 203
Pendidikan : S-1/TK , S-2/Ilmu Lingkungan
Email Address : boedi-s@pertamina.com
boedisety@yahoo.com
Riwayat Pekerjaan :
1. Shift Supv. PROSES-III/Kilang , UP-II Dumai 1988
2. Pengawas Rekayasa KK&LL , UP-IV Cilacap 1992
3. Ahli PE-LK3 / Eng.& Bang. , UP-IV Cilacap 1999
4. Kabag. PE / Eng. & Bang. , UP-IV Cilacap 2005
5. Kabid. LKKK , UP-VI Balongan 2005
6. Manajer Ren & Ekon. , UP-VI Balongan 2007
7. Ahli Utama K3LL , Dit. P
2008
Bst/H.Out/Bps-P’2008
URAIAN DASAR
Unit Kerja / Fungsi / Jabatan yang terkait
dalam pelaksanaan Penilaian
(Assessment) Higiene Industri adalah :
K3LL / Kesehatan Kerja Korporat Direktorat
Umum dan SDM
K3LL/ HSE Direktorat
K3LL/ HSE Unit / Daerah Operasi
Fungsi Terkait
Tim Penilai (Assessment) Higiene Industri
Pimpinan Tertinggi setempat
Bst/H.Out/Bps-P’2008
TUJUAN ASSESSMENT IH
Penilaian (assessment) Higiene Industri ini
dimaksudkan untuk mengetahui sejauh
mana program Higiene Industri telah
dilaksanakan, dengan tujuan untuk :
Mengidentifikasi permasalahan Higiene Industri di
perusahaan
Mengetahui tingkat penerapan program Higiene
Industri
Merekomendasikan upaya tindak lanjut yang
harus dilakukan guna meningkatkan kinerja
Higiene Industri
Bst/H.Out/Bps-P’2008
MANFAAT ASSESSMENT
Dengan melaksanakan Penilaian (assessment)
Higiene Industri ini, maka Unit / Daerah Operasi
yang dinilai akan memeproleh manfaat yaitu :
Memperoleh gambaran yang jelas tentang
tingkat penerapan program Higiene Industri.
Membantu manajemen untuk mendeteksi secara
dini tentang kelemahan/ kekurangan yang ada
dan melakukan upaya peningkatan/perbaikan.
Meningkatkan kinerja dan efisiensi program
Higiene Industri.
Terpenuhinya peraturan dan perundangan yang
berlaku.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
RUANG LINGKUP
TKO Penilaian (Assessment) Higiene Industri ini
meliputi mekanisme koordinasi pelaksanaan
Penilaian (Assessment) Higiene Industri dan berlaku
bagi seluruh Unit/Daerah Operasi Pertamina
Direktorat Pengolahan, Direktorat Pemasaran dan
Niaga, PT Pertamina EP, PT Pertamina Geothermal
Energy dan Anak Perusahaan Pertamina.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
• REFERENSI
• Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
• Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
• Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-50/MENLH/II/1996
tentang Baku Tingkat Kebauan.
• Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-05/MEN/1996 tentang Sistem
Manajemen K3 (SMK3).
• Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-01/MEN/1997 tentang Nilai
Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja.
• Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep-51 MEN/1999 tentang Nilai
Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja.
• Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas
Air Minum.
• Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri
• Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE.05/BW/1997 tentang Penggunaan Alat
Pelindung Diri.
• Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan Kerja No. A-001/I00400/2002-S0.
• Kebijakan Direktur Utama Pertamina tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja
dan Lindungan Lingkungan, 01 Mei 2006.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas
Air Minum.
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri
Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE.05/BW/1997 tentang Penggunaan
Alat Pelindung Diri.
Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan Kerja No. A-001/I00400/2002-S0.
Kebijakan Direktur Utama Pertamina tentang Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Lindungan Lingkungan, 01 Mei 2006.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Pengertian
Higiene Industri merupakan penerapan ilmu teknik
dan prinsip-prinsip manajerial secara ilmiah
meliputi kegiatan/program antisipasi, pengenalan,
evaluasi dan pengendalian terhadap bahaya
kesehatan kerja baik fisik, kimia, biologi maupun
masalah ergonomi untuk melindungi kesehatan
pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang
sehat, aman dan nyaman.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Bahaya Fisik adalah potensi bahaya Kesehatan kerja yang diakibatkan
oleh bising, getaran, panas, dingin, kelembaban, tekanan udara ekstrim,
radiasi meng-ion dan tidak mengion, penerangan.
Bahaya Kimia adalah potensi bahaya Kesehatan kerja yang disebabkan
oleh cairan, gas, uap, debu, fume, mist, kabut, asap.
Bahaya Biologi adalah potensi bahaya Kesehatan kerja yang
disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, serangga, ular dan binatang buas
lainnya.
Bahaya Ergonomi adalah potensi bahaya Kesehatan kerja karena
ketidak sesuaian antara pekerja dan lingkungan/alat kerja.
Lingkungan Kerja adalah tempat berlangsungnya aktivitas pekerjaan,
yang dipengaruhi oleh lingkungan abiotik dan biotik.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Nilai Ambang Batas adalah parameter bahaya Kesehatan di lingkungan
kerja yang merupakan keadaan dimana diyakini bahwa tenaga kerja yang
terpapar/terpajan pada keadaan tersebut, dari hari ke hari hamper
semuanya tidak mengalami gangguan Kesehatan (definisi ACGIH =
American Conference of governmental Industrial Hygienists).
Penilaian (Assessment) Higiene Industri adalah kegiatan penilaian
terhadap program Higiene Industri yang telah dilaksanakan di kegiatan
perusahaan dengan menggunakan sistem penilaian secara sistematik,
terdokumentasi, periodik dan obyektif.
Fungsi K3LL/HSE adalah fungsi yang bertanggung jawab dalam
pengelolaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
di Tingkat Korporat, Direktorat dan Unit/Daerah Operasi
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Fungsi Terkait adalah fungsi Kesehatan, operasi,
teknik atau fungsi lain yang dipandang perlu.
Unit/ Daerah Operasi adalah unit kegiatan Pertamina
yang meliputi kegiatan Direktorat Hulu, Direktorat
Pengolahan, Direktorat Pemasaran dan Niaga dan
Anak Perusahaan.
Pimpinan Tertinggi Setempat adalah Pimpinan
Tertinggi di Unit/ Daerah Operasi.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
BATASAN
Pelaksanaan Penilaian Higiene Industri dilakukan oleh
Tim Penilai yang terdiri dari pekerja K3LL Korporat,
K3LL/HSE Direktorat dan K3LL/HSE Unit/Daerah
Operasi.
Jumlah Tim Penilai minimal 3 (tiga) orang dan sebagai
Ketua/Koordinator adalah K3LL Korporat, sedangkan
Sekretaris disepakati dalam rapat intern Tim Penilai.
Ketua Tim Penilai Higiene Industri minimal setingkat
manajer.
Tim Penilaian Higiene Industri bertanggung jawab kepada
Vice President K3LL Korporat.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Tim Penilai harus memiliki kompetensi dan pemahaman
terhadap program Higiene Industri dan peraturan
perundangan serta ketentuan tentang Higiene Industri.
Tugas Tim Penilai adalah :
1. Menentukan sasaran, cakupan, rencana kerja dan jadwal
pelaksanaan penilaian.
2. Tim penilai membuat jadwal, program dan Daftar Periksa
Penilaian.
3. Mengembangkan/memfokuskan pertanyaan
4. Tim Penilai mengirimkan jadwal, program dan Daftar Periksa
Penilaian ke Unit/Daerah Operasi
5. Menyusun laporan penilaian
Bst/H.Out/Bps-P’2008
TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB
Ketua Tim Penilai
Mengadakan koordinasi dengan semua pihak terkait baik
di tingkat Pusat, Direktorat maupun Unit/ Daerah
Operasi.
Memimpin rapat baik intern tim maupun di Unit/ Daerah
Operasi
Mengkoordinasikan pelaksanaan penilaian di lapangan
Mengkoordinasikan hasil penilaian
Bertanggung jawab menyampaikan laporan hasil
penilaian.
Sekretaris
Menyelesaikan administrasi penilaian
Menyiapkan rapat dan bahannya
Mendokumentasikan semua data dan hasil penilaian
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Anggota
Menyiapkan dan memutakhirkan Daftar Periksa
Mengumpulkan informasi dari Unit/ Daerah yang akan
dinilai
Menyusun konsep rekomendasi penanganan masalah
Memberikan masukan untuk penyusunan laporan hasil
penilaian
Pelaksanaan Penilaian Higiene Industri dilakukan secara
berkala minimum 3 (tiga) tahun sekali atau sesuai
kebutuhan.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
PROSEDUR
A. Persiapan
Fungsi K3LL/ Kesehatan Kerja Korporat menyiapkan susunan
Tim Penilai Higiene Industri yang terdiri dari K3LL
Korporat, K3LL/ HSE Direktorat dan ditetapkan dengan
surat perintah dari Vice President K3LL Korporat.
Tim Penilai Higiene Industri mengadakan rapat koordinasi
untuk menyusun rencana pelaksanaan, jadwal,
pembagian tugas dan tanggung jawab serta menyiapkan
Daftar Periksa Penilaian.
K3LL Korporat menginformasikan tentang rencana Penilaian
Higiene Industri oleh Tim Penilai yang dilengkapi dengan
jadwal, daftar dokumen yang diperlukan dan Daftar
Periksa Penilaian kepada Pimpinan Unit/ Daerah Operasi.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Unit/ Daerah Operasi mengisi dan mengembalikan
Daftar Periksa yang sudah diisi serta persetujuan
terhadap rencana dan jadwal penilaian Higiene Industri
ke Tim Penilai.
Tim Penilai menilai Daftar Periksa dari Unit/ Daerah
Operasi yang sudah diisi.
Pelaksanaan
Sesuai jadwal, Tim Penilai Higiene Industri melakukan
pertemuan pembuka (entry meeting) dengan Pimpinan
Tertinggi setempat untuk menjelaskan program
penilaian dan mendiskusikan hal-hal yang berkaitan
dengan kebijakan pengelolaan Higiene Industri.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Pelaporan
Setelah Tim Penilai melakukan verifikasi data dan meninjau
Unit/ Daerah Operasi, maka Tim Penilai mengadakan rapat
intern guna mengevaluasi dan menganalisa secara
menyeluruh terhadap hasil penilaian di lapangan dan
menyusun laporan hasil penilaian dan rekomendasinya yang
ditandatangani oleh Ketua Tim Penilai.
K3LL Korporat mengirimkan Laporan Hasil Penilaian Higiene
Inudstri kepada Pimpinan Unit/ Daerah Operasi dalam waktu
2 (dua) minggu setelah kunjungan lapangan.
o jenis
Unit/ Daerah kontaminan
Operasi (debu,
menindaklanjuti fumes, uap
rekomendasi hasil& gas),
o
Penilaiankecepatan dan arah keluaranya aliran udara.
Higiene Industri.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
Format laporan penilaian adalah sebagai berikut :
Ringkasan
Menguraikan hasil penilaian secara umum
Pendahuluan
Mencakup tujuan, referensi, jadwal pelaksanaan
Hasil Penilaian
Berisikan hasil penilaian mencakup aspek positif maupun negatif yang
berhubungan dengan pengelolaan Higiene Industri.
Kesimpulan
Merupakan gambaran atau potret dari pengelolaan Higiene Industri di Unit/
Daerah Operasi pada sat penilaian dilakukan
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Meliputi saran-saran untuk perbaikan terhadap kelemahan dalam pengelolaan
Higiene Industri yang harus ditindaklanjuti oleh Unit/ Daerah Operasi.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
INDIKATOR DAN UKURAN KEBERHASILAN
Ukuran keberhasilan dari Penilaian Higiene Industri adalah
dihasilkannya Laporan Temuan Penilaian Higiene Industri
yang telah ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi
setempat dan Ketua Tim Penilai.
Temuan hasil Penilaian Higiene Industri dapat ditindaklanjuti
dan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang
ditetapkan.
Bst/H.Out/Bps-P’2008
TERIMA KASIH
Bst/H.Out/Bps-P’2008