0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
139 tayangan28 halaman

Transformasi Kesehatan Rujukan NTT 2024

Diunggah oleh

Helena Kidi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
139 tayangan28 halaman

Transformasi Kesehatan Rujukan NTT 2024

Diunggah oleh

Helena Kidi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Transformasi Pelayanan

Kesehatan Rujukan serta


Dukungan Pemerintah
Pusat untuk Prov. NTT

Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan

Juni 2024
Kemenkes berkomitmen melakukan transformasi di sektor kesehatan
Pelayanan pada penyakit yang menjadi layanan prioritas
Jantung
Perubahan pola penyakit penyebab kematian tertinggi selama 10 tahun terakhir Stroke

Uronefrologi Kanker

Penyakit Katastrofik &


Penyebab Kematian Tertinggi

​Sumber: Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME)


Kesehatan Ibu &
Infeksi Emerging Anak
Kelompok penyakit tersebut menimbulkan beban pembiayaan terbesar (80% Layanan Prioritas
dari seluruh biaya katastrofik pada KJSU)
​Jumlah pembiayaan berdasarkan penyakit, IDR miliar

Gastro- Tuberkulosis
hepatologi

Diabetes Mellitus
Kesehatan Jiwa

Sumber: BPJS Kesehatan, 2021


Indonesia mengalami krisis penyakit katastrofik
yang menyebabkan kematian tinggi ​Alasan utama dalam
peningkatan penyakit
katastrofik

4-12 bulan ~70%


​pasien kanker sering datang dengan  Kurangnya akses ke layanan
​waktu tunggu antri operasi jantung
stadium lanjut ke rumah sakit rumah sakit rujukan, terutama
di daerah terpencil
 Kemampuan Rumah Sakit
untuk mendiagnosa penyakit
~50,000 katastropik yang belum
​anak dengan Penyakit Jantung Bawaan +70% optimal terutama di daerah
tidak tertangani ​kenaikan jumlah kasus Penyakit Ginjal
 Kurangnya pemerataan alat
Tahap Akhir di tahun 2019 dan dokter spesialis di seluruh
Indonesia
 Masalah pembiyaan

2,5 dari 1000 AKI dan AKB


​orang beresiko mengalami stroke per
​Di ASEAN kita sekelas dengan Laos,
tahun, dimana 15% beresiko meninggal
Myanmar, dll
Antrian Tindakan Pasien BPJS di RSV
​lebih dari 1 bulan
Rerata
Nama RS KSM Tindakan Penyebab Waktu Tunggu Lama
Hari

Ablasi 3D
RSJPD Harapan Kita 600 Kardiologi Pembiayaan
pada Aritmia Atrial Fibrilasi

RSUP dr. Kariadi 300 Urologi Ekstirpasi Spermatocele+Sirkumsisi Keterbatasan Sarana Prasarana

EP Ablasi (konvensional)
RSUP dr Hasan Sadikin 270 Kardiologi Keterbatasan Sarana
pada Aritmia

RSUP dr. Ciptomangunkusumo 240 Urologi Rekonstruksi cakut Keterbatasan SDM, Sarana Prasarana

Craniotomy removal tumor (Endoskopi&Craniotomy


RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo 180 Bedah Saraf Keterbatasan Sarana
bedah mikro)

RSUP Prof. Ngoerah 165 Onkologi radiasi Radiasi eksterna Keterbatasan Sarana

Keterbatasan Alat , Sarana Prasarana


RSUP dr. Mohammad Hoesin 40 Obsgyn divisi onkologi Onkologi obsgyn
(OK)

Thyroidektomi, Parotidektomy, Isthmolobektomi, MRM


(Modified Radical Mastectomi) ± SOB (Salphingo
Keterbatasan SDM, Sarana prasarana
RS Kanker Dharmais 390 Bedah Onkologi Oophorectomy Bilateral), BCS (Breast Conserving
(OK & ruang rawat inap)
Surgery), RND (Radical Neck Disection), Wide Eksisi,
Hemiglosektomi + Microsurgery Rekonstruksi

Sumber: Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 12-13 Desember 2023 (https://link.kemkes.go.id/DataAntrianLayanan)
Tugas Utama Dirjen Pelayanan Kesehatan
​dalam Transformasi Pelayanan Kesehatan

• Memperbanyak fasilitas kesehatan dari segi jumlah (RS dan


Puskesmas)
Meningkatkan Akses
1
• Memperluas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat (Tren
Penyakit PTM terutama KJSU semakin tinggi)
Meningkatkan Mutu
2
Pelayanan Kesehatan • Memperbaiki mutu pelayanan (Patient and Quality Oriented)
Jejaring KJSU & KIA

Pemerataan layanan rujukan melalui optimalisasi jejaring RS untuk 5 penyakit


(Jantung, Kanker, Stroke, Uro-nefrologi dan KIA) ditargetkan mencapai 100% kab/kota di
2027
ILUSTRA
TIF

Percepatan peningkatan cakupan pelayanan RS


rujukan untuk 5 penyakit katastropik utama,
dengan visi:
• 34 provinsi memiliki minimal 1 RS tingkat
Paripurna / Utama

• 514 kab/kota memiliki minimal 1 RS tingkat Madya

Target
50% kabupaten/kota sebelum 2024 dan
50 100%
100% sebelum 2027 2022
%2024 2027
Program jejaring rujukan mengelompokkan RS menjadi Madya, Utama, dan
Paripurna, di mana masing-masing memiliki kapabilitas yang berbeda

​RS Madya ​RS Utama ​RS Paripurna

​Jantung dan  Mampu diagnostik invasif dan intervensi  Mampu melakukan bedah jantung terbuka  Mampu melakukan pelayanan bedah dan
non-bedah, misal pasang ring dan dan bedah syaraf terbuka/clipping intervensi non-bedah jantung dan saraf
Stroke trombektomi/coiling advanced
 Mampu melakukan bedah tumor dasar  Mampu melakukan terapi radiasi, bedah  Mampu melakukan terapi kanker
​Kanker dan kemoterapi kanker stadium lanjut, dan kemoterapi komprehensif dan mutakhir, misal
microsurgery, proton therapy
 Mampu melayani hemodialisis dan CAPD  Mampu melayani hemodialisis dan CAPD  Mampu melakukan transplantasi ginjal
anak dewasa
​Uronefrologi dewasa
 Mampu melakukan terapi batu saluran  Mampu melayani hemodialisis teknik  Mampu melakukan biopsi ginjal dengan
kemih dan prostat dewasa dengan teknik khusus imunofluoresensl
invasif minimal  Mampu skiring calon transplantasi ginjal  Mampu pelayanan bedah kelainan
 Mampu terapi keganasan urologi kongenital ginjal
 Mampu skrining dan diagnosis penyakit
gagal ginjal kronis, keganasan urologi  Mampu melakukan biopsi ginjal  Mampu terapi keganasan urologi dan
dan CAKUT CAKUT dengan teknik invasif minimal

 Minimal mampu melakukan persalinan  Minimal mampu melakukan persalinan  Mampu melakukan tindakan bendah
​Kesehatan Ibu Caesar dengan berat bayi >1800 gr atau Caesar dengan berat bayi >1000 gr atau jantung anak kompleks
& Anak usia kehamilan >34 minggu, bantuan usia kehamilan >28 minggu, bantuan
napas non invasif, bedah sederhana napas invasif, bedah kompleks  Mampu memberikan bantuan invasif &
penunjang pernapasan
 Minimal mampu melakukan pelayanan  Minimal mampu melakukan pelayanan
kehamilan dengan masalah obstetrik kehamilan dengan kelainan medis lain  Mampu pelayanan kelainan metabolik
bawaan (rare disease)
Program jejaring rujukan mengelompokkan RS menjadi Madya, Utama, dan
Paripurna, di mana masing-masing memiliki kapabilitas yang berbeda
​RS Madya ​RS Utama ​RS Paripurna
• Mampu melakukan pelayanan Layanan • Mampu melakukan pelayanan komplikasi DM • Mampu melakukan pelayanan transplantasi
Diabetes DM Dasar, perawatan kaki DM, HD dan intervensi KV bedah, terapi laser mata dan ginjal, pump clinic, metabolic surgery, layanan
Mellitus intervensi KV non bedah prostesa kaki DM DM presisi , genetika

• Mampu melakukan pelayanan • Mampu melakukan pelayanan • Mampu melakukan deteksi berbasis genomic, kultur
Penyakit biomolekuler terbatas dan kultur bakteri biomolekuler, kultur bakteri&jamur virus, bakteri, jamur dan parasit
Infeksi • Mampu pelayanan biorepository pathogen spesifik
• Mampu melakukan terapi suportif standar • Mampu pelayanan terapi suportif lanjutan,
Emerging biorepositori pathogen non spesifik • Mampu pelayanan terapi suportif lanjutan dgn life
support

• Mampu melakukan pelayanan TB sensitif • Mampu melakukan pelayanan intervensi paru • Mampu melakukan pelayanan
Respirasi & obat rawat jalan dan rawat inap non bedah dan bedah komprehensif dan pelayanan mikrobiologi
Tuberkulosis • Mampu melakukan pelayanan TB resisten • Mampu pelayanan Paru Kerja Lingkungan
(lab. mandiri)
obat rawat jalan dan rawat inap dan Upaya Berhenti Merokok • Mampu pelayanan Asma dan PPOK,
onkologi paru

• Minimal mampu melakukan diagnostik • Minimal mampu melakukan diagnostik • Mampu melakukan transplantasi hati
Gastro- dan pengobatan hepatitis dan sirosis hati dan penganangan kanker hati dan
hepatologi serta diagnosis kanker hati kanker hati kasus kompleks

• Minimal mampu melakukan layanan IGD, • Minimal mampu melakukan standar strata ▪ Minimal mampu melakukan standar strata
Kesehatan rawat jalan dan inap akut Psikiatri, hotline madya ditambah rawat inap psikiatri dan 2 utama namun dengan 3 jenis layanan
Jiwa service (gadar psikiatri) dan layanan CLP jenis layanan subspesialis psikiatri subspesialistik psikiatri
• Layanan MPE, rehab NAPZA dan rehabi
psikososial dan keswamas (untuk RSJ dan
RS dg unggulan jiwa).
​Skema Pengampuan
1 RS Koordinator Pengampu untuk masing-masing penyakit, dan diturunkan ke RS regional
​Rumah Sakit ​Kriteria Rumah Sakit ​Contoh
RS Pengampu • RS Kelas A dengan strata Paripurna • RSJPD Harapan Kita
Nasional • RS Pendidikan • RSUPN Cipto Mangunkusumo
(Koordinator • Pelayanan spesialistik dan subspesialistik di lingkup yang • RS PON
Pengampu) diampu • RS Kanker Dharmais

RS • RS milik Pemerintah Pusat / Daerah dengan strata minimal • RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah
Pengampu Utama • RSUP Dr. Hasan Sadikin
Regional • RS Pendidikan • RSUD Dr. Soetomo
• Pelayanan spesialistik dan/atau subspesialistik di lingkup • RSUD Ulin Banjarmasin
yang diampu

RS Diampu • Memiliki pelayanan dasar dari program pelayanan prioritas • RSUD Bandung Kiwari
• Belum sesuai target strata dalam hal: standar pelayanan, SDM, • RSUD Sekayu
sarana prasarana, alat kesehatan • RSUD dr. Soediran Wonogiri
• RSUD Manambai Abdul Kadir
Bentuk dan Komponen Pembiayaan Kegiatan Pengampuan
Bentuk Kegiatan Output Metode Komponen Sumber pembiayaan

Sosialisasi Peningkatan pemahaman RS dan Daring • Computer supply • APBN


Pemda dalam program
pengampuan

Visitasi dan Kesiapan fasilitas (SDM, SPA & Luring • Transportasi • APBN
Alkes) RS. • Uang harian
advokasi Dukungan Pemda dalam program • Penginapan
pengampuan.

Proctorship Peningkatan keilmuan dan Luring • Transportasi & akomodasi • APBD/ RS Diampu
keterampilan tenaga • Jasa pendampingan • Sumber pendanaan lain
pendampingan di RS diampu • BMHP

Pelatihan/ Peningkatan keilmuan dan Blended (luring • Transportasi & akomodasi • APBN
workshop keterampilan tenaga medis di RS & daring) • Paket pelatihan • APBD/ RS Diampu
diampu • Honor fasilitator • Sumber pendanaan lain
• Honor penceramah (external)

Monitoring dan Pendataan capaian program Luring • Transportasi • APBN


pengampuan • Uang harian
evaluasi
• Penginapan
8 RS Vertikal sebagai koordinator jejaring pengampuan 10 layanan
prioritas

RSCM sebagai Pengampu Layanan DM, RSAB Harapan Kita sebagai Pengampu
Ginjal, Hepar, dan KIA* Layanan KIA*

RS Kanker Dharmais sebagai Pengampu RSUP Persahabatan sebagai Pengampu


Layanan Kanker Layanan Respirasi dan Tuberkulosis

RS PON sebagai Pengampu Layanan RSPI Sulianti Saroso sebagai Pengampu


Stroke Layanan Penyakit Infeksi Emerging

RSJPD Harapan Kita sebagai Pengampu RSJ Marzoeki Mahdi sebagai Pengampu
Layanan Jantung Layanan Kesehatan Jiwa

* RSAB dan RSCM menjadi Pengampu Nasional Bersama pada Layanan KIA
Pengampu Regional Provinsi NTT

Layanan Pengampu Regional

Kanker

Jantung
Surat Direktur Jenderal Pelayanan
Stroke Kesehatan tentang Pemberitahuan
Regionalisasi Pelaksanaan Kegiatan
Uronefrologi Pengampuan Layanan Prioritas
RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah
Kesehatan Ibu dan Anak dapat diakses melalui:

Diabetes Mellitus
https://link.kemkes.go.id/Regi
Penyakit Infeksi Emerging onalisasiPengampuan
Gastrohepatologi

Respirasi & Tuberkulosis RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo

Kesehatan Jiwa RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang & RSKO

Keterangan:
• Pengampu Regional di Layanan Jantung akan mengampu untuk tindakan Diagnosis dan Intervensi Non Bedah (DINB).
• Bagi Rumah Sakit Target Utama di Layanan Jantung, untuk tindakan Bedah Jantung Terbuka akan diampu langsung oleh RSJPD Harapan Kita.
Jejaring RS Layanan Prioritas di Provinsi NTT (1/2)
Strata target berdasarkan KMK pengampuan

P : Paripurna U : Utama M : Madya

NAMA RS KAB/KOTA K J S U KIA TB DM PIE GH KJ

RSUP dr. Ben Mboi Kupang Kota Kupang U U P U U U P M

RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang Kota Kupang U U U U U U U U M M

RSUD Soe Timor Tengah Selatan M M M M M M M M

RSUD S.K. Lerik Kota Kupang M M M M M

RSUD Ruteng Manggarai M M M M M M

RSUD dr. T.C. Hillers Maumere Sikka M M M M M M M M

RSUD Komodo Manggarai Barat M M M M M M M

RSUD Ende Ende M M M M M


Jejaring RS Layanan Prioritas di Provinsi NTT (2/2)
Strata target berdasarkan KMK pengampuan

P : Paripurna U : Utama M : Madya

NAMA RS KAB/KOTA K J S U KIA TB DM PIE GH KJ

RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Sumba Timur M M M M M M M

RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka Flores Timur M M M M M M

RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua Belu M M M M M

RS Daerah Kalabahi Alor M M M M M M

RSUD Bajawa Ngada M M M M M M

RSUD Waikabubak Sumba Barat M M M M M M

RS Jiwa Naimata Kota Kupang U


Payung Hukum Program Pengampuan dituangkan dalam Keputusan Menteri
Kesehatan tentang RS Jejaring Pengampuan Pelayanan Prioritas

Kanker Kardiovaskuler ​DM ​TB & Respirasi

​Stroke ​PIE

​Uronefrologi ​KIA ​Gastrohepatologi ​Kesehatan Jiwa

Dokumen Regulasi terkait Program Jejaring Pengampuan Pelayanan Prioritas dapat diakses melalui : https://link.kemkes.go.id/RegulasiPengampuan
PEDOMAN
PENGAMPUAN

Telah terbit Keputusan Menteri Kesehatan


tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah
Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan
Kesehatan Prioritas

Dokumen Regulasi terkait Program Jejaring Pengampuan Pelayanan Prioritas dapat diakses melalui : https://link.kemkes.go.id/RegulasiPengampuan
PETUNJUK TEKNIS PENGAMPUAN
Telah terbit pula Keputusan Direktur Jenderal
Pelayanan Kesehatan tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaraan RS Jejaring Pengampuan Kanker,
Jantung, dan Uronefrologi*

3
*Draft Kepdirjen Juknis Layanan Stroke & KIA dalam proses pembahasan dengan Tim Hukum Setditjen Yankes

Dokumen Regulasi terkait Program Jejaring Pengampuan Pelayanan Prioritas dapat diakses melalui : https://link.kemkes.go.id/RegulasiPengampuan
​1
​Pemetaan jejaring RS dan penambahan
fasilitas sesuai strata
Kami telah membuat
rencana detail mengenai
kebutuhan fasilitas dan
SDM
​2
​Kebutuhan tambahan SDM misal dokter
spesialis dan penunjang

19
Kemenkes memberikan bantuan penyediaan Alkes dan SDM user di RS
jejaring jantung, stroke, kanker, dan uronefrologi
Paripurna Utama Madya

​Layanan Alkes User Layanan Alkes User


​Jantung (J) Echocardiograph Sp.JP Stroke (S) Mikroskop neurosurgery Sp.BS

Heart lung machine Sp. BTKV Bor High Speed


Uronefrologi APD Sp.PD KGH
IABP
Sp.JP intervensi/ Sp.PD- (U) USG Doppler Sp.Rad
OCT/IVUS KKV intervensi
Set endourologi basic Sp.U
FFR
Set endourologi pediatrik
Rotablator
Laser holmium
C-Arm
​Kanker (K) LINAC Sp.Onk-Rad
ESWL
Brachytherapy

CT Simulator

IHK set Sp.PA Alkes yang digunakan bersama di beberapa layanan penyakit
SPECT CT Sp.KN K, J, S, U CT Scan 128 Sp.Rad
PET CT Scan CT Scan 64 Sp.Rad
Cyclotron K, S MRI Sp.Rad

Mammografi Sp.Rad J, S Cathlab Sp.JP intervensi/ Sp.PD-KKV


intervensi, Sp.S Intervensi/ Sp.Rad
Cytotoxic handling biosafety Sp. dengan keahlian Intervensi/ Sp.BS Neurovaskular
cabinet onkologi/ fellow Sp.PD
IFO
Kemenkes memberikan bantuan penyediaan Alkes dan SDM user di RS Jejaring
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) (1) Paripurna Utama Madya

​Layanan Alkes User Layanan Alkes User


Kemenkes memberikan bantuan penyediaan Alkes dan SDM user di RS Jejaring
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) (2) Paripurna Utama Madya

​Layanan Alkes User Layanan Alkes User


Strategi Pemenuhan Kebutuhan Sarana Prasarana &
Alkes
Tahapan dukungan alkes
2022
Target s.d. 2027 adalah tersedianya alat kesehatan untuk penanganan penyakit
prioritas di • 465 alat diadakan melalui DAK dan
Banper 2022 dengan total anggaran
514 Kab 34 Prov dan 24 RS Pusat Rp 3.2 Triliun.

2023
• 234 alat diadakan melalui DAK 2023
Penyediaan1030 Alat Penyediaan 138 Alat
KJSU di 338 RS KJSU di 35 RS dengan total anggaran Rp 2.4
Penyediaan 234
Alat KJS di 109 melalui SIHREN, 668 melalui DAK & 93 Triliun.
RS melalui DAK Sarana di 218 RS Sarana di 35 RS
melalui DAK melalui DAK
2024-2027
2022 2023 2024 2025 2026 2027 • Pendanaan bersumber dari DAK dan
465 Alat KJSU KIA Penyediaan 1685 Penyediaan 504 Alat dukungan superloan (program
di 172 RS melalui Alkes KJSU di 364 KJSU di 180 RS
melalui SIHREN &
SIHREN)
skema Banper RS melalui
SIHREN, 2071 368 Sarana di 169 RS
Sarana di 473 RS melalui DAK
melalui DAK

23
Bantuan Pemerintah Pusat dalam rangka pemenuhan kebutuhan Jejaring RS di
Provinsi NTT untuk mencapai strata yang ditargetkan
​PEN 2022 Dari total 11 alkes alokasi PEN 2022 & DAK 2023, terdapat 1
Nama RS Alat Kesehatan alkes yang masih proses operasional

RSUD S.K. Lerik Mammografi


OCT/IVUS 1
RSUD Komodo Mammografi, CT Scan 64 Slice

RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Echocardiografi Mammografi 3

RSUD Waikabubak Mammografi


IABP 1
RSUD dr. T.C. Hillers : proses
​DAK 2023 perizinan Bapeten
Echocardiografi 2
Nama RS Alat Kesehatan

RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes OCT/IVUS, IABP, Cathlab


CT Scan 64 2 1
RSUD dr. T.C. Hillers Maumere Echocardiografi

RSUD Ruteng CT Scan 64 Slice Cathlab 1

RSUD dr. T.C. Hillers Maumere CT Scan 64 Slice


Siap operasional Proses operasional

Mohon update progress pengadaan dan operasional alkes DAK 2023 melalui https://link.kemkes.go.id/monevDAK23
Strategi pemenuhan kebutuhan SDM

Jangka Pendek
• Pemenuhan SDM melalui fellowship/pelatihan (6 – 12 bulan) dengan
SDM Penambahan center dan kuota fellowship/pelatihan (peserta SDM eksisting RS ​Tindak lanjut
jejaring)
• Penugasan dokter melalui skema kontrak/honor BLU-D (Menggunakan SIP  Perlu dukungan Pemerintah
ataupun Surat Tugas dari Kemenkes) Daerah dan Fasilitas
• Penugasan Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) Kesehatan untuk
• mempercepat pemenuhan
Program penempatan residen senior (penugasan khusus tenaga Kesehatan)
kebutuhan SDM
• Penugasan dokter melalui Pendayagunaan Nakes WNI LN/ WNA (Khusus
Dokter Spesialis yang memiliki supply sedikit misal, Sp.KN)  Perlu dukungan percepatan
regulasi terutama untuk
pembukaan fellowship baru
 Perlu dukungan Kolegium
Jangka Panjang terutama untuk penempatan
• Program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis (2 – 5 tahun) melalui lulusan baru
beasiswa Kemenkes dan LPDP
• Rekrutmen ASN (PPPK)
• Pemenuhan SDM melalui program college based
• Penambahan center dan kuota pendidikan dokter spesialis dan subspesialis
Progress penandatanganan MoU dengan Kepala Daerah
Provinsi J K S U KIA TB DM GH PIE KJ Provinsi J K S U KIA TB DM GH PIE KJ
1 Aceh ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 21 Kalimantan Timur ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
2 Sumatera Utara ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 22 Kalimantan Selatan ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
3 Sumatera Barat ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 23 Kalimantan Tengah ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
4 Riau ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 24 Kalimantan Utara ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● Sudah
5 Kepulauan Riau ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 25 Sulawesi Utara ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
● Belum
6 Bengkulu ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 26 Gorontalo ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● J : Jantung
7 Jambi ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 27 Sulawesi Barat ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● K : Kanker
8 Sumatera Selatan ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 28 Sulawesi Tengah ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● S : Stroke
9 Bangka Belitung ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 29 Sulawesi Selatan ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● U : Uro-nefrologi

10 Lampung ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 30 Sulawesi Tenggara ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● KIA : Kesehatan Ibu & Anak


TB : Tuberkulosis
11 Banten ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 31 Maluku ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● DM : Diabetes Mellitus
12 DKI Jakarta ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 32 Maluku Utara ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● GH : Gastro-hepatologi
13 Jawa Barat ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 33 Papua ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● PIE : Penyakit Infeksi Emerging
14 Jawa Tengah ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 34 Papua Barat ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● KJ : Kesehatan Jiwa

15 DI Yogyakarta ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 35 Papua Barat Daya ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●


16 Jawa Timur ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 36 Papua Pegunungan ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
17 Bali ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 37 Papua Tengah ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
18 NTT ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● 38 Papua Selatan ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
19 NTB ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● TOTAL 33 32 32 30 25 29 24 24 29 25
26
20 Kalimantan Barat ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● Persentase 87% 84% 84% 79% 66% 76% 63% 63% 76% 66%
• Perlu komitmen Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam penyiapan sarpras
pendukung dan SDM layanan prioritas baik tenaga medis maupun tenaga
kesehatan (rekrutmen dan insentif) melalui pemetaan fasilitas kesehatan secara
komprehensif.
• Percepatan produksi dokter spesialis melalui penambahan prodi spesialis/sub
spesialis/fellowship dan program college based
• Perlu kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk akselerasi capaian
Kesimpulan dan menjaga sustainabilitas program pengampuan melalui sharing cost program
pengampuan dan proctorship
• Perlu dukungan Lintas Sektor lainnya baik Pemerintah maupun Swasta dalam
program transformasi layanan rujukan
• Dukungan BPJS dalam peningkatan akses dan mutu pelayanan untuk
mempermudah persetujuan Kerjasama pelayanan yang sedang dikembangkan oleh
Kemenkes (KJSU, dll) sehingga perluasan pelayanan ini dapat segera dirasakan
masyarakat (cukup syaratnya ada SDM, Sarana dan Prasarana, Alat Kesehatan dan
perizinan Bapeten (jika diperlukan))

27
Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav 4-9 Blok X-5, RT.1/RW.2, Kuningan, Kecamatan
Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

@Kemenkes_RI; @lifeatkemenkes www.kemkes.go.id Kementerian Kesehatan RI

Anda mungkin juga menyukai