BILANGAN RASIONAL DAN BILANGAN IRASIONAL
SERTA CARA MENGAJARKANNYA
PENDIDIKAN MATEMATIKA 1
Anggota Kelompok :
Muhammad Rizal Maulana
Taofiq Khimas
Neneng Aminah
BILANGAN RASIONAL DAN SIFAT-SIFATNYA
PENGERTIAN BILANGAN RASIONAL
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat di
buktikan dengan bentuk perbandingan atau A dan
B yang merupakan bilangan bulat serta B ≠ 0.
Selanjutnya, dari bilangan , a disebut pembilang
(numerator) atau pengatas dan b disebut penyebut
(demurator) atau pembawah
KESAMAAN BILANGAN RASIONAL
Relasi sama dengan ( = ) pada bilangan rasional
bersifat :
Reflektif
ab = ba dengan catatan =
Simetris
cb = da dengan catatan =
Transitif
af = be dengan catatan =
SIFAT-SIFAT BILANGAN RASIONAL
“Jika a, b, c, I, b 0 dan c 0, maka “
Harus dibuktikan bahwa , berati contoh ambil bilanga rasional dan bilangan
harus dibuktikan bahwa a (bc) = b (ac) bulat 5 maka dapat ditentukan bahwa:
a(bc)=(bc)a (sifat komutatif)
a(bc)=b(ca) (sifat asosiatif) (perhatikan bahwa 3∙20 = 4∙15= 60)
a(bc)=b(ac) (sifat asosiatif)
“ jika a dan b mempunya faktor persekutuan
terbesar 1 maka bilangan rasional disebut
sederhana”
• bilangan rsional adalah sederhana sebab faktor
persekutuan terbesar dari 2 dan 5 adalah 1 atau 2 relatif
prima dengan 5.
• Bilangan reasional tidak sederhana sebab faktor
persekutuan terbesar dari 12 dan 16 adalah 4.
Setelah pembilang dan penyebut dibagi 4 maka di
peroleh , yang mana adalah bilanga rasional
ssederhana.
Jadi, bilangan dapat disederhanakan sehingga
diperoleh .
PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN
RASIONAL
“Jika p, q, r, s, I , q 0, dan s 0 maka “Jika p, q, r, s, I , q 0, dan s 0 maka”
contoh contoh
PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN
RASIONAL
“Jika p, q, r, s, I , q 0, dan s 0 maka” “Jika
Contoh :
contoh
SIAT-SIFAT OPERASI BILANGAN
RASIONAL
Sifat Ketertutupan (Closure Property )
dan adalah sebarang unsur Q maka
Sifat Komutatif ( Commutative Property )
adalah sebarang unsur Q maka
Sifat Assosiatif (Associative Property)
adalah sebarang unsur Q maka
dan
Sifat Identitas (Identity Property)
Untuk sebarang ada
suatu yang masing-
masing adalah tunggal
sehingga :
Sifat Inverse ( Inverse Property)
Untuk sebarang ada
suatu yang masing-
masing adalah tunggal
sehingga:
Sifat Distributif (Distributive Property)
Perkalian terhadap Penjumlahan
adalah sebarang unsur Q
maka
“suatu group adalah suatu himpunan
dengan satu operasi tertentu yang
memenuhi sifat ketertutupan, asosiatif,
identias dan invers.”
BILANGAN RASIONAL
DESIMAL
Dalam kaitannya dengan bilangan rasional
pecahan, Simon Stevin (Belanda), pada abad 16,
memperkenalkan cara menuliskan pecahan dalam
bentuk desimal sebagai berikut :
1. Tanda koma di letakkan setelah angka satuan.
2. Satu angka bilangan setelah koma menyatakan per
sepuluhan.
3. Setiap satu angka bilanga setelahnya, secara berturut-
turut menyatakan per seratusan, per seribuan dan
seterusnya.
4. Bilangan-bilangan rasional dengan penyebut 10
mempunya satu tempat desimal, penyebut 100
BILANGAN IRASIONAL DAN SIFAT-SIFATNYA
“Suatu bilangan yang tidak rasional disebut bilangan
irasional.
Bilangan irasional tidak dapat dinyatakan sebagai desimal
berakhir atau desimal berulang”
buktikan : kuadrat suatu bilangan genap adalah bilangan
genap.
Sebarang bilangan bulat genap dapat dinyatakan dengan
2k dengan k I (2k)2 = 4k2 = 2.2k2 = 2(2k)2 =2t
Jadi (2k)2 adalah bilangan genap. Dengan kata lain, kuadrat
suatu bilangan genap adalah bilangan genap.
MENGAJARKAN BILANGAN RASIONAL DAN IRASIONAL di SD
MEMPERKENALKAN PECAHAN
Pecahan pembilangnya pecahan
1 dan penyebutnya pecahan Pecahan penyebutnya
selain 2, 4 atau 8 2, 4, 8 dan pembilangnya
pembilangnya bukan 1 bukan 1, dan
penyebutnya selain,
2, 4 , 8
PECAHAN CAMPURAN
Dengan sedikit pengembangkan, pecahan-pecahan
campuran dapat di tunjukkan dengan memilih atau
menetapkan salah satu potongan sebagai satuan.
Misal jika d digunakan sebagai satuan maka
potongan-potongan yang lain akan mempunya
nilai sebagai berikut :
u=
d=1
a=
b= dan lain
sebagainya
PECAHAN SAMA
Anda tentu sudah memahami betul bahwa suatu pecahan
mempunya banyak nama. Nama-nam lain dari adalah , ...
merupakan pecahan-pecahan yang nilainya sama dan
disebut dengan pecahan-pecahan ekuivalen.
dari g = u dari g =
4u
dari g = a dari g=
4u
dari g = c dari g=
4u
Karena c = 2a = 4u maka
menyatakan panjang sama
sehingga di katakan :
MENJUMLAHKAN DAN
MENGURANGKAN PECAHAN
untuk memahami jumlah maka cara terbaik adalah menggunakan
ukuran a, b, dane serta di bantu u.
b = dari e atau e = 2b
a = dari e atau e = 3a
u = dari e atau b = 3u
b + a = 5u maka dapat ditentukan
bahwa :
MENGALIKAN DAN MEMBAGI PECAHAN
Menentukan Perkalian Pembilang
1. Ambil ukuran b, letakkan mendatar.
2. Ambil ukuran a, letakkan tegak di atas b.
a
b b
3. Lengkapilah dengan ukuran b yang lain
1.1 1.2
saehingga terbentuk bangun perseji
panjang.
b b b
4. Ambil semua ukuran b dan letakkan a
b
1.4
berisian memanjang sehingga dapat 1.3
ditentukan ukuran panjangnya dengan
menggunakan u.
Menentkan perkalian penyebut
•Ambil ukuran c, letakkan mendatar
c c
•Ambilo ukuranb b, letakkan tegas diatas c
•Lengkapilah dengan ukuran c yang lain
sehingga terbentuk bangun persegi panjang.
c
•Ambil semua ukuran c dan letakkan bersisian
memanjang sehingga dapat ditentukan ukuran
panjangnya dengan menggunakan u. c c c
Membandingkan Perkalian Pembilang Dan Perkalian Penyebut.
b b
c c
c
Menetukan hasil perkalian
MENGAJARKAN BILANGAN IRASIONAL
Sebagai bahan pertama, bilangan irasional akan diberikan melalui metode pendekatan.
Bilangan irasional dinyatakan sebagai bilangan r sehingga r x r = 2 ∙ Dalam hal ini, siswa
diminta untuk mencoba-coba menemukan nilai r sehingga r x r = 2 Ada baiknya anda
mengarahkan mereka untuk memperoleh pendekatan terbaik untuk satu tempat
desimal, dua tempat desimal dan tiga tempat desimal. Beberapa bilangan akar yang
dapat diberikan adalah .
Usahan mereka memahami bahwa proses mencari nilai pendekatan bilangan akar
yang irasional, dapat dikerjakan terus-menerus sampai berapa pun tempat
desimal yang diinginkan. Nilai hasil pendekatan juga perlu diminta untuk diamati
sehingga siswa mengerti bahwa tidak ada pola beruang teratur dari lambang
bilangan hasil pendekatan.
Selanjutnya siswa diajak berpikir untuk mampu membedakan bilangan rasional
dengan irasional. Dengan menggunakn contoh-contoh pengubahan pecahan
menjadi desimal berakhir atau desimal berulang (teratur), mereka akhirnya tahu
bahwa pengubahan ini tidak terjadi pada bilangan irasional.
TERIMA KASIH