0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
577 tayangan11 halaman

Konsep Dasar Bilangan Cacah

Dokumen tersebut membahas tentang pendahuluan matematika dasar yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat pembelajaran bilangan cacah dan operasinya. Bilangan cacah didefinisikan sebagai bilangan bulat non-negatif yang meliputi pengertian, ketidaksamaan, sifat-sifat, dan pengoperasian seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Diunggah oleh

Dwi Fajar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
577 tayangan11 halaman

Konsep Dasar Bilangan Cacah

Dokumen tersebut membahas tentang pendahuluan matematika dasar yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat pembelajaran bilangan cacah dan operasinya. Bilangan cacah didefinisikan sebagai bilangan bulat non-negatif yang meliputi pengertian, ketidaksamaan, sifat-sifat, dan pengoperasian seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Diunggah oleh

Dwi Fajar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Matematika merupakan sebuah mata pelajaran yang urgen karena
didalamnya mempelajari konsep perhitungan, dan perhitungan merupakan
suatu hal yang selalu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada mata
pelajaran matematika banyak peserta didik yang merasa kesulitan dalam
mempelajari pelajaran tersebut, karena hal itu timbul ketidaksukaan terhadap
mata pelajaran matematika. Agar anak didik dapat menyukai mata pelajaran
matematika, biasanya mereka lebih menyukai dengan pengajaran yang
menarik dan menyenangkan dengan cara membuat model pembelajaran setiap
penyampaian meteri.
Pembelajaran matematika di SD/MI terdiri dari beberapa pembahasan,
yang salah satunya membahas bilangan cacah dan operasinya. Bilangan cacah
merupakan salah satu konsep dasar dari pembelajaran matematika yang harus
diketahui oleh peserta didik dari tingkat SD/MI.

II. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud bilangan cacah ?
2. Bagaimana ketidaksamaan pada bilangan cacah ?
3. Bagaimana sifat-sifat urutan bilangan ?
4. Bagaimana pengoperasian penjumlahan dalam bilangan cacah ?
5. Bagaimana pengoperasian pengurangan dalam bilangan cacah ?
6. Bagaimana pengoperasian perkalian dalam bilangan cacah ?
7. Bagaimana pengoperasian pembagian dalam bilangan cacah ?
8. Bagaimana pengoperasian perpangkatan dalam bilangan cacah ?

III. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian bilangan cacah.
2. Untuk mengetahui ketidaksamaan pada bilangan cacah.

Pendidikan Matematika Dasar I | 1


3. Untuk mengetahui sifat-sifat urutan bilangan.
4. Untuk mengetahui pengoperasian penjumlahan dalam bilangan cacah.
5. Untuk mengetahui pengoperasian pengurangan dalam bilangan cacah.
6. Untuk mengetahui pengoperasian perkalian dalam bilangan cacah.
7. Untuk mengetahui pengoperasian pembagian dalam bilangan cacah.
8. Untuk mengetahui pengoperasian perpangkatan dalam bilangan cacah.

IV. Manfaat
Agar bisa mengetahui pengoperasian-pengoperasian pada bilangan cacah.

Pendidikan Matematika Dasar I | 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. Bilangan Cacah
Bilangan cacah di dalam matematika dapat kita definisikan sebagai sebuah
himpunan bilangan dimana didalamnya terdiri dari bilangan bulat yang dimulai
dari nol dan bukan merupakan bilangan negatif. Tidak pernah ada bilangan cacah
yang memiliki tanda negatif. Bilangan cacah adalah bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5....dst.
Contoh : kita lihat kumpulan mahasiswa di kelas. Banyaknya mahasiswa
yang ada di kelas tersebut dinyatakan dengan suatu bilangan.
Setiap kumpulan dapat dihubungkan dengan suatu bilangan dan setiap bilangan
memiliki lambang bilangan. Misalnya 5 mewakili bilangan lima. Kata lima
adalah nama untuk bilangannya.
Coba bayangkanlah kumpulan sapi-sapi berwarna hijau atau kumpulan kambing
berwarna orange. Kumpulan tersebut tidak memiliki anggota. Maka kita sebut
kumpulan demikian itu himpunan kosong. Bilangan untuk bilangan kosong adalah
nol, lambangnya adalah 0.
Contoh : kumpulan kucing di kelas PGSD adalah himpunan kosong.
Banyaknya anggota himpunan tersebut adalah 0.
Dengan demikian bilangan cacah adalah bilangan-bilangan 0,1,2,3,4,5,..dst.

B. Ketidaksamaan Pada Bilangan Cacah


Kita bandingkan dua bilangan yang tidak sama, yaitu:
3 < 8 ( 3 kurang dari 8 )
9 > 5 ( 9 lebih dari 5 )
Pernyataan-pernyataan diatas disebut ketidaksamaan.

C. Sifat-sifat Urutan Bilangan


1. Dua bilangan itu sama atau tidak sama. Jika tidak sama tentulah salah satu
lebih kecil daripada yang lain. Dengan demikian kita temukan satu sifat urutan

Pendidikan Matematika Dasar I | 3


bilangan, yakni : Jika a dan b bilangan cacah maka tepat satu dari yang
dibawah ini harus benar.
a = b atau a < b atau b < a
2. Urutan dua bilangan tidak berubah jika kedua bilangan itu ditambah dengan
bilangan yang sama. Jika a < b tentu a + c < b + c

D. Penjumlahan
Pengerjaan jumlah atau penjumlahan merupakan pengerjaan yang pertama
kali dikenal anak-anak. Bukan saja dikenal di sekolah tetapi juga mungkin dikenal
di masyarakat sebelum anak-anak mengenal sekolah.
Anak-anak untuk pertama kali memperoleh pengajaran penjumlahan pada
umumnya di kelas I SD. Jadi taraf berpikirnya masih kongkret. Oleh karena itu
pengajaran akan lebih dipahami apabila diberikan menggunakan benda-benda
kongkret atau alat peraga dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Ada 4 pendekatan atau jalan untuk menerangkan penjumlahan, yaitu dengan :
1) Penjumlahan melalui kumpulan
Penjumlahan dengan menggunakan dasar kumpulan didasarkan pada
gabungan dua kumpulan lepas. Mengingat dunia anak-anak masih real maka
kumpulan yang diambil harus kumpulan dengan anggota real atau gambar
dengan anggota real.
2) Penjumlahan melalui pengukuran
Pada penjumlahan dengan pengukuran,yang dijumlahkan itu bukan bilangan
cardinal dari kumpulan-kumpulan, tetapi ukuran panjangnya. Penjumlahan
dengan pengukuran dapat diperagakan dengan garis bilangan, timbangan
bilangan atau batang Cuisenaire (berwarna).
3) Penjumlahan melalui mesin fungsi
Pada umumnya mesin fungsi tidak dipergunakan untuk menerangkan
penjumlahan atau pengerjaan hitung lainnya, tetapi lebih banyak dipergunakan
untuk latihan dan pengenalan pada fungsi.
4) Penjumlahan dengan cara bersusun panjang dan bersusun pendek
Contoh : 438 + 562 =

Pendidikan Matematika Dasar I | 4


Jumlah ini dapat kita tentukan dengan
a. cara bersusun panjang
438 = 400 + 30 + 8
562 = 500 + 60 + 2
= 900 + 90 + 10
= 900 + ( 90 + 10 ) + 0
= 900 + 100
= 1000
b. cara bersusun pendek/penjumlahan berdasarkan nilai tempat dengan
menyimpan
11
438
562
1000
Sifat- sifat Penjumlahan
1. Sifat tertutup
Hasil penjumlahan bilangan cacah a dan b berupa bilangan cacah
0 + 1 = 1 ( bilangan cacah)
1 + 2 = 3 ( bilangan cacah )
2. Sifat komutatif ( pertukaran )
Pada operasi penjumlahan sembarang bilangan cacah a dan b berlaku
a+b=b+a
contoh : 1 + 0 = 0 + 1 = 1
3+1=1+3=4
3. Sifat asosiatif ( pengelompokan )
Pada operasi sembarang bilangan cacah a , b dan c berlaku
(a + b) + c = a + (b + c)
contoh : (1 + 2) + 3 = 1 + (2 + 3) = 6
(3 + 1) + 6 = 3 + (1 + 6) = 10

Pendidikan Matematika Dasar I | 5


4. Unsur identitas
Hasil penjumlahan bilangan nol dengan bilangan cacah a adalah bilangan a itu
sendiri, sehingga berlaku
0+a=a+0=a
contoh : 0 + 3 = 3 + 0 = 3
5+0=5
E. Pengurangan
Pada penjumlahan kita mencari jumlahnya, sedangkan pada pengurangan
kita mencari selisihnya. Kita ketahui penjumlahan itu berkaitan dengan
penggabungan atau penyatuan himpunan benda-benda sejenis. Oleh karena itu
pengurangan berkaiatan dengan pemisahan himpunan benda-benda sejenis. Pada
umumnya persoalan pengurangan dapat dilihat dalam 3 macam keadaan, yaitu
membuang, mencari suku yang hilang dan membandingkan.
Seperti penjumlahan, pengurangan dapat dilakukan dengan 4 pendekatan
yaitu kumpulan, pengukuran, mesin fungsi dan cara bersusun pendek.
Sifat- sifat Pengurangan
1. Apakah operasi pengurangan tertutup pada bilangan cacah?
Dengan mengambil beberapa pasangan bilangan cacah sembarang, kita akan
mengetahui bahwa sifat pengurangan itu tidak tertutup pada bilangan cacah.
Sebab selisih dua bilangan cacah tidak selalu hasilnya bilangan cacah lagi.
Contoh 4 9 = - 5
Meskipun 4 dan 9 itu bilangan cacah tetapi -5 bukan bilangan cacah.
2. Apakah operasi pengurangan memenuhi sifat pertukaran ?
Tidak, karena tidak setiap bilangan cacah, bila dikurangkan letaknya dapat
dipertukarkan.
3. Untuk setiap a, b,c, p,q dan r bilangan cacah berlaku
a(a b) + c = (a + c) b ; syarat : a > b.
b. (a b) + c = a (b c) ; syarat ; a > b dan b > c.
c. A b = (a + c) (b + c) ; syarat ; a > b.
d. (a b) c = (a c) b ; syarat a > b dan (a b) >c.
e. (a b) c = a (b + c) ; syarat a > b dan (a b) >c.

Pendidikan Matematika Dasar I | 6


f. a b = (a c) (b c) ; syarat a > b dan b > c.
g. (a + b + c) (p+ q +r)= ( a p)+ (b q) + (c r) ; syarat a > p, b > q, c > r.
F. Perkalian
Untuk menerangkan perkalian ada beberapa pendekatan yang dapat
ditempuh.
1. Perkalian melalui himpunan (kumpulan).
2. Perkalian melalui pengukuran.
a. Perkalian dengan garis bilangan.
b. Perkalian dengan timbangan bilangan.
c. Perkalian dengan batang kuisener.
d. Perkalian dengan luas.
3. Perkalian melalui jajaran.
4. Perkalian melalui produk Cartesius.
5. Perkalian dengan alat peraga nilai tempat.
6. Perkalian melalui mesin fungsi.
7. Perkalian sebagai penjumlahan berulang.
8. Perkalian dengan cara mendatar,bersusun panjang dan bersusun pendek.
Sifat-sifat Perkalian
Untuk setiap a, b, c bilangan cacah berlaku
1. Sifat tertutup
Karena setiap hasil kali bilangan cacah hasilnya adalah bilangan cacah
2. Sifat Komutatif ( pertukaran) : a x b = b x a
3. Sifat Asosiatif ( pengelompokan ) : (a x b) x c = a x (b x c)
4. Sifat Distributif
- perkalian terhadap penjumlahan : (b + c) x a = ( b x a) + ( c x a)
- perkalian terhadap pengurangan : a x (b c) = (a x b) (a x c)
5. Unsur identitas pada perkalian
ax1=1xa=a
6. Sifat perkalian dengan bilangan nol
ax0=0xa=0
7. Sifat perkalian untuk urutan

Pendidikan Matematika Dasar I | 7


Jika a < b , c 0, maka a x c < b x c
G. Pembagian
Konsep pembagian diperkenalkan kepada siswa setelah ia memahami
konsep perkalian. Kita dapat menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam
menanamkan pengertian tentang pembagian.
1. Pembagian melalui himpunan.
2. Pembagian melalui pengukuran.
a. Dengan garis bilangan.
b. Dengan timbangan bilangan.
c. Denagn batang kuisener.
3. Pembagian melalui jajaran.
4. Pembagian melalui mesin fungsi.
5. Pembagian sebagai pengurangan berulang.
6. Pembagian sebagai kebalikan perkalian.
7. Membagi dengan cara bersusun pendek.
Sifat-sifat pembagian
Untuk setiap a, b, c, p, q dan r bilangan cacah berlaku :
1. Sifat bilangan 0 dalam pembagian
0 : a = 0 untuk a 0
a : 0 = tak didefinisikan
0 : 0 = tidak tentu
2. (a: b) : c = a : (b : c) ; syarat : b faktor dari a dan c faktor.
3. a : b = (ca) : (cb) ; syarat : c 0 dan b factor dari a.
4. a : b = [a/c] : [b/c] ; syarat b faktor dari a dan c faktor dari b.
5. (a : b) : c = a : (b : c) ; syarat : b dan c faktor-faktor dari a.
6. (a : b) : c = (a : c) : b ; syarat : b dan c faktor-faktor dari a.
7. Sifat distributive pembagian terhadap penjumlahan:
(a + b) : c = [a/c] + [b/c] ; syarat : c faktor dari a dan b.
8. Sifat distributive pembagian terhadap pengurangan :
(a b) : c = a/c b/c ; syarat : a > b dan c faktor dari a dan b.
9. Jika a < b , c faktor dari a dan b maka a/c < b/c.

Pendidikan Matematika Dasar I | 8


H. Perpangkatan
Bilangan kuadrat adalah bilangan yang diperoleh dari hasil perkalian suatu
bilanagn dengan bilangan itu sendiri.Untuk sembarang bilangan a, lambang a
berarti a x a. a dibaca a kuadrat atau a pangkat dua.
Sifat- sifat perpangkatan
Untuk setiap a, b, c bilangan cacah berlaku :
1. ( a x b )c = a c x b c
2. [ a/b] c = a c : b c
3. a b x ac = a b+c
a b : a c = a b-c ; syarat : b c , ( a b ) c = a bc
4. Bilangan nol dalam perpangkatan
0a=0
a0=1

Pendidikan Matematika Dasar I | 9


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Bilangan cacah di dalam matematika dapat kita definisikan sebagai sebuah
himpunan bilangan dimana didalamnya terdiri dari bilangan bulat yang dimulai
dari nol dan bukan merupakan bilangan negatif. Bilangan cacah adalah bilangan 0,
1, 2, 3, 4, 5.dst. Pengoperasian pada bilangan cacah dibagi menjadi tujuh,
yaitu :Ketidaksamaan Pada Bilangan Cacah, Penjumlahan, Pengurangan,
Perkalian, Pembagian, dan Perpangkatan.

Saran
Mengingat pentingnya pelajaran Matematika karena Matematika termasuk
pelajaran yang di ujikan dalam Ujian Nasional untuk itu kami menyarankan bagi
siswa harus rajin berlatih berhitung, berlatih mengerjakan soal-soal, selalu aktif
dan mengerjakan tugas yang diberikan dan rajin belajar. Karena tidak ada ruginya
dalam belajar Matematika dan juga untuk mendapatkan nilai yang kita inginkan
dan juga jika kita mau berlatih dan berusaha semua kata sulit itu bisa diatasi,
tingkatkan prestasi dan belajar dalam pelajaran Matematika.

Pendidikan Matematika Dasar I | 10


DAFTAR PUSTAKA

Fathani, Abdul Halim, 2009. Matematika Hakikat & logika. Yogyakarta: Arruz
Media.
Rahayu, Nurhayati. 2009. Matematika itu Gampang. Jakarta: Transmedia
Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika, di Sekolah Dasar. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya
Mulatsih (2013) Bilangan Cacah. [Online] Tersedia :
Retnomulatsih2010.blogspot.com/2013/07/bilangan-cacah.html?m=1

Pendidikan Matematika Dasar I | 11

Anda mungkin juga menyukai