0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
645 tayangan21 halaman

Karakterisasi dan Analisis Simplisia

Dokumen ini membahas karakterisasi simplisia, yaitu bahan alamiah yang digunakan sebagai obat tanpa pengolahan. Tujuan karakterisasi adalah untuk memastikan kebenaran simplisia melalui berbagai metode analisis, termasuk mikroskopik, organoleptis, dan penetapan kadar senyawa. Selain itu, dokumen ini juga mencakup metode penentuan kadar air, kadar abu, dan kadar sari dalam simplisia.

Diunggah oleh

Ahmad Yusril
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
645 tayangan21 halaman

Karakterisasi dan Analisis Simplisia

Dokumen ini membahas karakterisasi simplisia, yaitu bahan alamiah yang digunakan sebagai obat tanpa pengolahan. Tujuan karakterisasi adalah untuk memastikan kebenaran simplisia melalui berbagai metode analisis, termasuk mikroskopik, organoleptis, dan penetapan kadar senyawa. Selain itu, dokumen ini juga mencakup metode penentuan kadar air, kadar abu, dan kadar sari dalam simplisia.

Diunggah oleh

Ahmad Yusril
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Karakterisa

si
Simplisia
Pendahuluan

Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan
sebagai obat yang belum mengalami pengolahan
apapun juga dan kecuali dinyatakan lain berupa
bahan yang telah dikeringkan.

Simplisia nabati adalah simplisia berupa tumbuhan utuh,


bagian tumbuhan atau isi sel yang dengan cara


tertentu dikeluarkan dari selnya atau senyawa
nabati lainnya yang dengan cara tertentu
dipisahkan dari tumbuhannya dan belum berupa
senyawa kimia murni.
Variasi kandungan kimia tumbuhan obat (in vivo)
disebabkan oleh :


Genetik (bibit)
Lingkungan (tempat tumbuh, iklim)
Rekayasa agronomi
Panen (waktu dan pasca panen)
Tujuan Karakterisasi
Simplisia

Memahami pentingnya uji kebenaran
simplisia
Dapat melakukan uji kebenaran simplisia
secara kimia
Dapat menjamin kebenaran simplisia
Penetapan Standar Analisis
Simplisia
1. Mikroskopik
mencakup pengamatan terhadap
penampang melintang simplisia atau bagian
simplisia dan terhadap fragmen pengenal
serbuk simplisia
2. Organoleptis
meliputi pengamatan wujud, rupa, warna, bau
dan rasa
3.Penetapan Kadar senyawa tertentu dalam simplisia
4. Uji Identifikasi
Untuk membuktikan bahwa bahan yang
diperiksa mempunyai identitas yang sesuai
dengan yang tertera pada etiket
Metode Analisis
MMI
1. Penetapan Kadar Minyak Atsiri
2. Penetapan Kadar Abu
3. Penetapan Kadar Abu Larut Air
4. Penetapan Kadar Abu Tidak Larut
Asam
5. Penetapan Susut Pengeringan
6. Penetapan Kadar Air
7. Penetapan Kadar Sari Larut Air
8. Penetapan Kadar Sari Larut Etanol
9. Penetapan Bahan Organik Asing
10. Penetapan Kadar Tanin
WHO (Quality Control Methods
for Medicinal Plant Materials)
1. Determination of foreign matter
2. Macroscopic & microscopic examination
3. Determination of ash
4. Determination of extractable matter
5. Determination of water & volatile
matter
6. Determination of volatile oil
7. Determination of bitterness value
8. Determination of haemolytic activity
9. Determination oftannins
10. Determination of swelling index
11. Determination of pestisides residues
12. Determination of arsenic & heavy
metals
13. Determination ofmicroorganism
Ruang
Lingkup
Karakteristik simplisia meliputi :
Mikroskopik

Kadar air
Susut pengeringan

Kadar abu
Kadar sari larut air dan larut etanol
Bahan organik asing
Penetapan Kadar
Abu
Parameter kadar abu merupakan pernyataan dari jumlah
abu fisiologik bila simplisia dipijar hingga seluruh unsur
organik hilang. Abu fisiologik adalah abu yang diperoleh dari
sisa pemijaran (Depkes RI, 2000).
 Penetapan fisis dari sediaan jamu (simplisia) dilakukan
berupa penetapan kadar abu sisa pemijaran (kadar abu
total) dan kadar abu yang tidak larut dalam asam
(Anonim, 2007).
 Pemeriksaan ini digunakan untuk mengidentifikasi suatu
simplisia karena tiap simplisia mempunyai kandungan atau
kadar abu yang berbeda-beda, dimana bahan anorganik
yang terdapat dalam simplisia tersebut ada yang terbentuk
secara alami dalam tumbuhan. (Anonim, 2007)
Kadar
Prinsipnya
Abu
adalah bahan dipanaskan pada
temperature dimana senyawa organik dan
turunannya terdekstruksi dan menguap hingga tersisa
unsur mineral organik, penetapan kadar abu
bertujuan memberi gambaran kandungan mineral
internal dan eksternal dalam simplisia, mulai dari
proses awal sampai terbentuknya ekstrak. Kadar abu
diperiksa untuk menetapkan tingkat pengotoran oleh
logam-logam dan silikat (Anonim, 2007).
 Kadar Abu :
a.Kadar Abu Larut Air
b. Kadar Abu Tidak Larut Asam
Kadar
Abu
Kadar abu total (sisa pemijaran) dan abu yang tidak dapat
larut dalam asam dapat ditetapkan melalui metode yang
resmi.
 Dalam hal ini terjadi pemijaran dan penimbangan, total abu
kemudian dididihkan dengan asam klorida, disaring,
dipijarkan dan ditimbang abu yang tidak larut dalam asam
dimaksudkan untuk melarutkan kalsium karbonat, alkali
klorida sedangkan yang tidak larut dalam asam biasanya
mengandung silikat yang berasal dari tanah atau pasir.
Jumlah kotoran, tanah, tanah liat dan lain-lain yang terdapat
dalam sample uji disebut sebagai zat anorganik asing yang
terbentuk dalam bahan obat atau melekat pada bahan obat
pada saat pencampuran (Anonim, 2007).
Kadar
Sari

Uji kadar sari dari suatu ekstrak bahan obat
alam dimaksudkan agar dapat memberikan
gambaran awal sejumlah kandungan, dengan
cara melarutkan ekstrak sediaan dalam
pelarut organik tertentu (etanol atau air)
(Anonim, 2007).
Kadar Sari :
a. Kadar Sari Larut Air
b. Kadar Sari Larut Etanol
Kadar
Sari
Dalam menetapkan besarnya kadar sari yang terkandung
dalam bahan obat tradisional (ekstrak) dilakukan beberapa
kali penimbangan hingga diperoleh bobot tetap/konstan.
Bobot konstan yang dimaksud adalah dua kali penimbangan
berturut-turut berbeda tidak lebih dari 0,5 mg tiap gram
sisa yang ditimbang (Anonim, 2007).
 Cara perhitungan kadar sari (Anonim, 2007) :
Berat ekstrak = [berat penimbangan total berat
cawan kosong]
 Kadar sari larut etanol (N) = 5 x berat
ekstrak/Berat sample x100%
Kadar Air
Air dalam bahan pangan: bebas dan terikat.
Air bebas, terdapat dalam ruang-ruang antarsel dan intergranular
dan pori-pori yang terdapat pada bahan.
Air yang terikat secara lemah karena terserap (teradsorbsi) pada
permukaan koloid makromolekulaer seperti protein, pektin pati,
sellulosa. Selain itu air juga terdispersi di antara kolloid tersebut dan
merupakan pelerut zat-zat yang ada di dalam sel. Air yang ada
dalam bentuk ini masih tetap mempunyai sifat air bebas dan dapat
dikristalkan pada proses pembekuan.
 Air yang dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat.
Ikatannya berifat ionik sehingga relatif sukar dihilangkan
atau diuapkan. Air ini tidak membeku meskipun pada suhu
0o F.
Penetapan Kadar
Air

Kadar air adalah banyaknya hidrat yang
terkandung zat atau banyaknya air yang
diserap dengan tujuan untuk memberikan
batasan minimal atau rentang tentang
besarnya kandungan air dalam bahan (Depkes
RI, 2000).
Metode Penentuan Kadar
Air

Oven Pengering
(Thermogravimetri) Titrasi Karl
Fisher  Reaksi Kimia

Destilasi Azeotrop
Penentuan Kadar Air dengan Oven
Pengering (Thermogravimetri)

Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan
atau menghilangakan sebagian air dari suatu bahan
dengan cara menguapkan air tersebut dengan
menggunakan energi panas. Biasanya kandungan air
bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar
mikroba tidak dapat tumbuh lagi didalamnya

Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air
yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap
bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105o C
selama waktu tertentu. Perbedaan antara berat
sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air.
Kelemahannya antara lain:
 Bahan lain di samping air juga ikut menguap
dan ikut hilang bersama dengan uap
misalnya alkohol, asam asetat, minyak atsiri,
dan lain- lain.
 Dapat terjadi reaksi selama pemanasan yang
menghasilkan air atau zat mudah menguap
lain. Contoh gula mengalami dekomposisi atau
karamelisasi, lemak mengalami oksidasi dan
sebagainya.
 Bahan yang mengandung bahan yang dapat
mengikat air secara kuat sulit melepaskan
airnya meskipun sudah dipanaskan.
Penentuan Kadar Air dengan cara
Destilasi (Thermovolumetri)
Prinsip penentuan kadar air dengan destilasi adalah
menguapkan air demgan “pembawa” cairan kimia yang
mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air dan tidak
dapat campur dengan air serta mempunyai berat jenis
lebih rendah daripada air.
 Zat kimia yang dapat digunakan antara lain: toluen,
xylen, benzen, tetrakhlorethilen dan xylol.
 Cara penentuannya adalah dengan memberikan zat
kimia sebanyak 75-100 ml pada sampel yang
diperkirakan mengandung air sebanyak 2-5 ml,
kemudain dipanaskan sampai mendidih. Uap air dan zat
kimia tersebut diembunkan dan ditampung dalam
tabung penampung.
Karena berat jenis air lebih besar daripadazat kimia tersebut
maka air akan berada dibagian bawah pada tabung
penampung. Bila pada tabung penampung dilengkapi skala
maka banyaknya air dapat diketahui langsung.
Penetapan Susut
Pengeringan
Susut Pengeringan adalah pengukuran sisa zat setelah pengeringan
pada temperature 1050C selama 30 menit atau sampai berat
konstan, yang dinyatakan sebagai nilai prosen.

Dalam hal khusus (jika bahan tidak mengandung minyak


menguap/atsiri dan sisa pelarut organic menguap) identik dengan
kadar air, yaitu kandungan air karena berada di atmosfer/lingkungan
udara terbuka.

Tujuannya adalah untuk memberikan batasan maksimal (rentang)


tentang besarnya senyawa yang hilang pada proses pengeringan.
Nilai atau rentang yang diperbolehkan terkait dengan kemurnian dan
kontaminasi.
Tugas
Kelompok
Buatlah makalah dalam bentuk Power Point Presentation mengenai satu
jenis tanaman dibawah ini :
1. Rimpang Jahe Merah
2. Daun Sirih Merah
3. Daun Kumis Kucing
4. Herba Sambiloto
5.RimpangTemu Lawak
Meliputi :
- Tinjauan Biologi (Sistem Klasifikasi Tanaman, morfologi, Kandungan Zat
Aktif dan Khasiat)
- Parameter Standarisasinya meliputi :
Parameter Spesifik ( Makroskopik, Mikroskopik, Kadar Sari, Kandungan
Zat Aktif tertentu ini metode pnetapan kadar senyawa
sekundernya)
Parameter Non Spesifik (Kadar Air, Kadar Abu, Susut Pengeringan)

Anda mungkin juga menyukai