0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan17 halaman

Slow Deep Breathing Excercise - Kelompok 3

Dokumen ini membahas pengaruh teknik pernapasan dalam yang lambat terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa slow deep breathing dapat menurunkan tekanan darah dan memiliki manfaat kesehatan lainnya seperti mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif eksperimental dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan17 halaman

Slow Deep Breathing Excercise - Kelompok 3

Dokumen ini membahas pengaruh teknik pernapasan dalam yang lambat terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa slow deep breathing dapat menurunkan tekanan darah dan memiliki manfaat kesehatan lainnya seperti mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif eksperimental dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP

PERUBAHAN TEKANAN DARAH


PADA PASIEN HYPERTENSI

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK III

DIAN PRITA PUJIANI 2412021


HUZAIR TARMIZI 2412005
MUHAMMAD SUTRISNO 2412039
REZA ABIDAH ANGGRAENI 2412020
SYAMFITRI MUFIDAH 2412019
YEFRI ANDRIYANI 2412022
YULI WIJAYANTI 2412023

PROGRAM STUDI RPL S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH


TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA 2024
PENDAHULUAN

Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular


dimana memiliki prevalensi yang tinggi dan
cenderung mengalami peningkatan (suiraoka 2012) secara
global prevalensi hypertensi 30%dari total populasi dan
merupakan penyebab kematian terbesar 7,1jt pertahun
(Mortimer 2011) prevalensi ini diperkirakan akan
meningkat sebanyak 29% ditahun 2025.
PEMBAHASAN MATERI

Hypertensi
Hypertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi
ketika tekanan darah diatas normal. Gangguan ini dapt
menyebabkan peningkatan resiko terjadinya penyakit
jantung, stroke, hingga kematian.

Penyebab Hypertensi
Hypertensi dibagi 2 jenis yaitu Hypertensi primer dan Hypertensi
sekunder berikut penjelasan tentang penyebab hypertensi

1. Hypertensi primer

cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-


tahun yang akhirnya semakin parah jika tidak dilakukan
penanganan
2. Hypertensi sekunder

Hypertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan


menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan
hypertensi primer.
Gejala Hypertensi
Seseorang yang mengalami hypertensi akan
merasakan beberapa

Gejala yang timbul antara lain:


Sakit kepala
Mimisan
Masalah penglihatan
Nyeri dada
Telingga berdengung
Sesak nafas dan
Aritmia

Untuk hypertensi yang berat gejalanya bisa


berupa:
Kelelahan
Mual dan Muntah
Kebingungan
Merasa cemas
Nyeri pada dada
Tramor Otot
Slow Deep Breathing
Slow deep breathing atau pernapasan dalam yang
lambat merupakan salah satu teknik sederhana namun
efektif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Teknik ini melibatkan pengaturan napas dengan cara
menarik napas dalam-dalam secara perlahan
melalui hidung, menahan napas sejenak, kemudian
menghembuskannya perlahan melalui mulut.

Manfaat Slow Deep Breathing bagi


Kesehatan
1.Mengurangi Stres dan Kecemasan
2.Meningkatkan Kualitas Tidur
3.Menurunkan Tekanan Darah
4.Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
5.Meningkatkan Fungsi Sistem Pencernaan
Teknik Slow Deep
Breathing

Untuk mendapatkan manfaat yang


maksimal dari slow deep breathing,
penting untuk melakukannya dengan
benar. Berikut adalah langkah-langkah
yang dapat diikuti :

1.Cari Posisi Nyaman


2.Tarik Napas Perlahan Melalui Hidung
3.Tahan Napas Sebentar
4.Hembuskan Perlahan Melalui Mulut
5.Ulangi Siklus Ini Beberapa Kali
Jurnal Penelitian Terdahulu

Judul, Nama
Jenis Intervensi dan
No Penulis/ jurnal, volume, Sampel/ Variabel Temuan/findings
penelitian dosis
author nomor, bulan responden
dan tahun
1 Juli Andri Penurunan Metode 30 orang Dimana 15 1. Tekanan Ada
Tekanan Darah penelitian pasien untuk Darah pengaruh
pada Pasien quasy hipertensi intervensi slow sebelum dan
2. Slow
Hipertensi experime deep setelah
Dibagi menjadi Deep
Menggunakan nt breathing dan pemberian
2 Breathin g
Intervensi Slow 15 intervensi slow
kelompok Exercise
Deep Breathing intervensi deep breathing
a. 15 org
Exercise alternate nostril terhadap
b 15 org breathing penurunan
tekanan darah
pada pasien
hipertensi

2 Agung Efektivitas Metode 32 responden Isometric 1. Tidak ada


Waluyo Isometric Penelitia n yang Handgrib Isometric perbedaan
Handgrip Quasy dibagi kedalam Exercise Handgrip baik
Exercise dan experime dua kelompok diberikan Exercise isometric handgrip
Slow Deep ntal dengan intervensi, selama 5 hari exercise
2. Slow
Breathing two group yaitu kelompok bertutrut maupun slow
Deep
Exercise isometric deep
Breathing
handgrip breathing
exercise (n=16)
dan
terhadap pretest deep breathing dengan Exercise exercise dapat
Perubahan postest exercise (n=16) Frekuensi menurunkan
Tekanan design. 1 kali tekanan darah
Darah pada sehari sistolik dan
Penderita durasi 3 diastolic secara
Hipertensi menit bermakna pada
pasien
Slow Deep
hipertensi.
Breathing
diberikan
selama 4
hari
frekuensi
2 kali
sehari
durasi 15
menit
3 Andry Sartika Perbedaan Metode 30 orang 1. Terdapat
Efektivitas Penelitia Progress Penurunan TD
Pasien yang ive
Progressive n sistolik dan
memiliki kriteria Muscle
Muscle eksperim Relaxati diastolik
laki-laki dan
Relaxation ent on setelah
wanita yang (PMR)
(PMR) dengan dengan dilakukan
berusia 18-60
Slow Deep rancanga 2. Slow intervensi pada
tahun,
Breathing n Deep semua
tekanan darah
Exercise randomiz Breathin kelompok, tidak
sistolik 140-180
(SDBE) edpretest g terdapat
mmHg
terhadap andpostt perbedaan
Tekanan Darah est efektifitas yang
Penderita three signifikan antar
hipertensi group ketiga
design kelompok
setelah diberikan
intervensi, waktu
optimal
penurunan TD
sistolik pada
kelompok PMR
dan SDBE terjadi
pada hari ke 3,
sedangkan pada
TD diastolik tidak
terlihat waktu
optimal
penurunan TD.
Simpulan
penelitian ketiga
teknik relaksasi
efektif
menurunkan
tekanan darah
penderita
hipertensi, waktu
efektif
penurunan
tekanan darah
terjadi pada hari
ketiga.
4 Faradilla Slow Deep Penelitian Dimana 36 orang Intervensi menunjukk Tujuan penelitian
Miftah Breathing Dan ini dalam studi setuju Slow Deep an ini mengetahui
Suranata Alternate menggun untuk Breathing bahwa efektifitas
Nostril akan berpartisipasi. usia rata- slow deep
metode Responden Intervensi
Breathing kuantitatif pada penelitian ini pada rata breathing
Terhadap dengan adalah sebanyak responden dan alternate
rancanga 95%. penelitian
Penurunan kelompok nostril breathing
nquasi- Partisipan yang ini
Tekanan Darah Intervensi terhadap
experime telah setuju diberikan
Pada Pasien ntal design slow deep penurunan
untuk dijadikan secara
Hipertensi dengan breathing tekanan darah
responden individual
pendekata pada pada pasien
n pretest- menandatangani dilakukan
penelitian dengan
posttest inform concent. oleh
group ini hipertensi.
Peneliti peneliti
design. (60,89±7 Penelitian ini
menetapkan selama 4
Alat ,98) menggunakan
responden ke hari
pengump kelompok desain quasi-
dalam kelompok setiap
ulan data intervensi experimental
intervensi SDB dan minggu
pada alternaten dengan
ANB setelah dalam 4
penelitian ostril pendekatan
dilakukan minggu
ini berupa breathing pretest-posttest
pengundian. dengan
kuesioner (60,78±6 group design.
(meliputi Penelitian dilakukan durasi 5 ,49). Hasil uji
dengan menit. Di
karakteris Usia Friedman
mengunjungi implement
menunjukkan
Responden Sesudah 2 Intervensi responden diastolik
yaitu usia, minggu Alternate pada penelitian (x2=28,74;
jenis kelamin, diberikan Nostril ini p<0,001) pada
riwayat intervensi berada pada
merokok, (post test 1) Breathing kelompok
Intervensi rentang 39 intervensi slow
obesitas, jenis dan sesudah
obat yang 4 minggu kedua yang sampai deep breathing.
diminum, diberikan diimpleme dengan 71
ntasikan Berdasarkan
frekuensi intervensi tahun.
minum obat (post test 2) pada uji post
penelitian Mayoritas hoc, pengukuran
dan disiplin
minum obat), ini yaitu responden dari waktu ke
instrumen alternate pada
nostril waktu
pengukur an penelitian ini
tekanan darah breathing didapatkan nilai
diberikan adalah p (p=0,001)
pada masing-
masing secara perempuan baik pada
intervensi dan individual (n=22;
dilakukan tekanan darah
pengukur 61,11%),
oleh sistolik dan
an tekanan peneliti lebih dari 50% diastolik.
darah selama 4 reponden
memiliki Sementara
dilakukan hari setiap
minggu riwayat itu ada
dengan
dalam 4 merokok perbedaan
menggun akan
minggu (n=19; tekanan darah
sphygmo dengan 52,78%) pada kelompok
manomet er durasi 5
dan memiliki alternate nostril
merk ABN dan menit.
berat badan breathing sistolik
stethosco pe
dalam kategori (x2=15,50;
merek general
non obesitas p<0,001),
care.
(n=28; diastolik
77,78%). (x2=17,18;
Seluruh p<0,001). Uji
responden Post hoc
pada penelitian Didapatkan
ini tekanan darah
mendapatkan sistolik dan
terapi amlodipi Diastolik yang
ne (n=36; Signifikan dari
100%) masing-maing
yang diminum waktu
1x sehari pengukuran
(n=36; selama periode
100%). intervensi
Rata- rata dengan masing-
respond en masing nilai p
menjawab 0,005 dan
patuh dalam 0,025.Simpulan,
meminum obat dalam penelitian
(n=33; ini yaitu slow
91,67%). deep breathing
Rata- rata jauh lebih efektif
tekanan darah dalam
slow
deep
breathin g
dengan rata-
rata 151,11
mmHg
(SD=8,3
2) yang
lebih rendah
dibandin gkan
kelompo k
alternate
nostril
breathin g
dengan rata-
rata 151,67
(SD=9,8 5)
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif


eksperimental dengan desain pre-test dan post-test
control group design. Penelitian ini melibatkan dua
kelompok: kelompok intervensi yang melakukan slow
deep breathing dan kelompok kontrol yang tidak
melakukan teknik ini. Data tekanan darah akan diukur
sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok
untuk membandingkan hasilnya.

Populasi dan Sampel

A.Populasi
B.Sampel
C.Kriteria Inklusi
Prosedur Penelitian
1.Pengukuran Awal (Pre-test)
2.Intervensi Slow Deep Breathing
3.Pengukuran Akhir (Post-test)
4.Kelompok Kontrol
5.Analisa Data

Instrumen Pengumpulan Data


Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
 Sphygmomanometer digital untuk mengukur tekanan
darah.
 Kuesioner untuk mengumpulkan data demografi
seperti usia, jenis kelamin, durasi hipertensi, dan
penggunaan obat antihipertensi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini membuktikan dan menjawab pertanyaan
penelitiaan yang diajukan bahwa ada pengaruh terapi Slow
Deep Breathing terhadap perubahan tekanan darah pada
pasien hipertensi.
Frekuensi
Karakteristik Responden n %
Umur
36-45 tahun 3 9.375
46-55 tahun 6 18.75
56-65 tahun 18 34.375
66-75 tahun 5 37.5
Jenis Kelamin
Laki-laki 15 46.875
Perempuan 17 53.125
Pendidikan
Tidak sekolah 10 31.3
SD 16 50.0
SMP 4 12.5
SMA 2 6.3
Pekerjaan
Tidak Bekerja 12 37.5
Pedagang 11 34.4
Buruh 5 15.6
Wiraswasta 3 9.4
Karyawan 1 3.1
Total 32 100
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil karakteristik
responden berdasarkan umur sebagian besar kategori umur antara 56-65
tahun yaitu sebanyak 18 responden (34.375%), karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan yaitu sebanyak 17
responden (53.125%), karakteristik responden berdasarkan pendidikan
paling banyak Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 16 responden (50.0%),
sedangkan untuk karakteristik responden berdasarkan pekerjaan paling
banyak adalah tidak bekerja yaitu sebanyak 12 responden (37.5%) (Lihat
pada Tabel 1). Pada analisis bivariat menggunakan uji T didapatkan bahwa
ada pengaruh.

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengaruh Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Terapi
Slow Deep Breathing Pada Pasien Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kalinyamatan Kabupaten Jepara
Variabel N Mean Selisih SD P Value

Tekanan sistolik 31 172.06 6.87 6.350 0.000


Sebelum eksperimen
Sesudah eksperimen Tekanan 31 165.19 4.53 8.364 0.000
diastolik
Sebelum eksperimen 31 92.50 3.473
Sesudah eksperimen 31 87.97 3.737

Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dilakukan terapi Slow Deep


Breathing adalah sebesar 172.06 dengan standar deviasi sebesar 6.350.
Sedangkan pada tekanan darah sistolik setelah dilakukan terapi Slow Deep
Breathing terjadi penurunan nilai rata-rata menjadi 165.19 dan peningkatan
standar deviasi menjadi 8.364.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang
dilakukan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa
hipotesis (Ha) yang digunakan dalam penelitian ini
diterima, yang berarti bahwa ada pengaruh slow deep
breathing (SDB) terhadap kadar glukosa darah pada
klien hipertensi di puskesmas Kalinyamatan I kabuapten
Jepara. Peneliti merekomendasikan agar Slow Deep
Breathing dapat digunakan sebagai salah satu
intervensi keperawatan mandiri, dalam menjaga
stabilan tekanan darah. Menjadi sumber informasi bagi
perawat, mahasiswa, dosen, institusi pelayanan
kesehatan, dan peneliti lain yang ingin melakukan
penelitian terkait pemberian Slow Deep Breathing pada
pasien hipertensi.
Thank
You

Anda mungkin juga menyukai