BIAYA PRODUKSI
Pertemuan ke 7
(Anisa Nur Andina, S.E., [Link])
Pengantar
• Biaya produksi tidak dapat dipisahkan dari proses produksi sebab
biaya produksi merupakan masukan atau input dikalikan dengan
harganya.
• Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ongkos produksi adalah
semua pengeluaran atau semua beban yang harus ditanggung oleh
perusahaan untuk menghasilkan suatu jenis barang atau jasa yang
siap untuk dipakai konsumen
2
Konsep Biaya
Produksi
Salah satu maksimisasi keuntungan produsen/ perusahaan
adalah dengan minimisasi biaya produksi.
Opporunity Cost, selisih biaya produksi tertinggi terhadap
biaya produksi alternatif atas sumber daya yang digunakan.
Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi)
perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses
produksi.
Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan
sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.
• Dalam teori produksi dikenal adanya periode
produksi jangka pendek dan jangka panjang,
• maka dalam teori biaya produksi juga
mengenal biaya produksi jangka pendek dan
biaya produksi jangka panjang.
• Biaya produksi jangka pendek meliputi biaya
tetap (fixed cost) dan biaya berubah (variable
cost).
4
Analisis Biaya Produksi
Jangka Pendek
Biaya Produksi
• 3 konsep (fungsi) tentang TC
biaya produksi, yaitu;
TVC
1. Biaya Tetap Total (Total
Fixed Cost),
TFC = f (Konstan).
2. Biaya Variabel Total
TFC
(Total Variabel Cost),
TVC = f (output atau Q).
3. Total Cost (Total Cost), Q
TC = TFC + TVC
Biaya tetap (fixed
cost)
• Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu,
yang mana biaya tersebut besarnya tetap tidak tergantung
dari output yang dihasilkan.
6
produksi jangka
panjang
• Sedangkan dalam produksi jangka panjang, semua biaya
adalah biaya berubah (variable cost). Biaya berubah adalah
biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung dari sedikit
banyaknya jumlah output yang dihasilkan
7
Biaya Produksi Dalam
Jangka Pendek
a. Biaya Tetap dan Biaya Variabel
• Kalau dalam jangka pendek ada faktor produksi tetap dan faktor
produksi berubah, maka dengan sendirinya biaya produksi yang
ditimbulkan oleh proses produksi juga menyangkut biaya tetap dan
biaya variabel.
8
biaya tetap
• Yang dimaksud biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak
tergantung dari banyak sedikitnya jumlah output. Bahkan bila untuk
sementara produksi dihentikan, biaya tetap ini harus tetap
dikeluarkan dalam jumlah yang sama.
9
• Yang termasuk dalam biaya tetap ini misalnya:
gaji tenaga administrasi, penyusutan mesin, penyusutan gedung dan
peralatan lain, sewa tanah, sewa kantor dan sewa gudang. Dalam
jangka panjang biaya tetap ini akan mengalami perubahan.
10
• Biaya variabel
• Biaya variabel merupakan biaya yang besarnya berubah-ubah
tergantung dari banyak sedikitnya output yang dihasilkan.
Semakin besar jumlah output semakin besar pula biaya variabel
yang harus dikeluarkan.
• Yang termasuk dalam biaya variabel ini adalah biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung, bahan bakar, listrik dsb. Biaya tetap
dan biaya variabel ini jika dijumlahkan hasilnya merupakan biaya
total. Jika digambarkan dalam kurva, maka pola biaya tetap total
(TFC), biaya variabel total (TVC) dan biaya total (TC) dapat dilihat
sebagai berikut:
11
Biaya Tetap Total
(TFC)
TC
TFC
C
0
Q
12
Biaya tetap total
(TFC)
• Biaya tetap total (TFC) dilukiskan sebagai garis lurus (horizontal)
sejajar dengan sumbu kuantitas. Hal ini menunjukkan bahwa
berapapun jumlah output yang dihasilkan, besarnya biaya tetap total
(TFC) tidak berubah yaitu sebesar C.
13
Biaya variabel total (TVC)
• Biaya variabel total (TVC) adalah biaya yang besar kecilnya mengikuti
banyak sedikitnya output yang dihasilkan. Gambar yang menunjukkan
bahwa kurva biaya variabel total terus menerus naik. Jadi semakin
banyak output yang dihasilkan maka biaya variabel akan semakin
tinggi.
14
• Misalnya adalah pengeluaran untuk pembelian bahan baku.
Semakin banyak barang yang dihasilkan, maka semakin besar
pula pengeluaran untuk pembelian bahan baku. Namun
demikian laju peningkatan biaya tersebut berbeda-beda (tidak
konstan). Laju peningkatan mula-mula dari titik asal adalah
menurun hingga titik A. Pada titik A ini tidak terjadi peningkatan
sama sekali. Kemudian sesudah titik A laju kenaikannya terus
menerus naik.
15
Biaya Variabel Total
(TVC)
TC TVC
0
Q
16
• Jika antara biaya tetap dan biaya variabel dijumlahkan, maka hasilnya
disebut biaya total (TC). Jadi, TC = TFC + TVC.
• Total Cost (TC) berada pada jarak vertikal di semua titik antara biaya
tetap total (TFC) dan biaya berubah total (TVC), yaitu sebesar c.
17
Total Cost
(TC)
Rp TC
TVC
c A TFC
0
Q
18
b. Biaya rata-rata
• besarnya biaya tetap per satuan produk :
AFC= TFC
Q
• AFC = biaya tetap rata-rata
• TFC = biaya tetap total
•Q = jumlah output
19
• Biaya variabel rata-rata menggambarkan besarnya biava variabel per
satuan produk. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan rumus :
• AVC = TVC / Q
• AVC = biaya variabel rata-rata
• TVC = biaya variabel total
•Q = jumlah output
20
BERBAGAI KONSEP BIAYA
JUMLAH FC VC TC MC AC AFC AVC
Q (Rp) (Rp) (RP) (Rp) (RP) (RP) (RP)
FC+VC TC/Q FC/Q VC/Q
0 55 0 55 TAK TENTU TAK TENTU TAK TENTU
1 55 30 85 30 85 55 30
2 55 55 110 25 55 27,5 27,5
3 55 75 130 20 43,5 18,33 25
4 55 105 160 30 40 13,75 26,25
5 55 155 210 50 42 11 31
6 55 225 280 70 46,6 9,17 37,5
7 55 315 370 110 52,8 7,84 45
8 55 425 480 130 60 6,88 53,13
9 55 555 610 150 67,8 6,11 61,66
10 55 705 760 76 5,5 70,5
Biaya Variabel Rata-rata (AVC)
22
• Pada gambar AVC dapat dilihat perilaku biaya variabei rata-rata, yaitu
menurun dengan cepat pada kuantitas produksi dan kemudian laju
penurunannya semakin lambat sampai pada kuantitas produksi
tertentu. Bila kuantitas produksi diperluas lagi, maka kurva AVC akan
naik lagi dengan laju kenaikan yang semakin cepat. Biaya variabel
rata-rata menggambarkan besarnya biaya variabel per satuan produk.
23
• Biaya rata-rata menggambarkan besarnya biaya per satuan produk.
Besarnya biaya rata-rata per satuan produk (AC) dapat dihitung
dengan rumus:
• AC = TC/Q
• AC = biaya total rata-rata
• TC = biaya total
•Q = jumlah output
24
Gambar AC
Biaya Total Rata-rata (AC)
25
• Rumus menghitung :
• TC: TFC + TVC
• ATC: TC/Q
• AVC: TVC/Q
• MC: ΔTC / ΔQ
• AFC: TFC/Q
• Biaya total rata-rata mempunyai perilaku yang sama dengan
biaya variabel rata-rata, yaitu menurun dengan cepat pada
kuantitas produksi rendah dan kemudian laju penurunannya
semakin lambat sampai pada kuantitas produksi tertentu. Bila
kuantitas produksi diperluas lagi, maka kurva AC akan naik lagi
dengan laju kenaikan yang semakin cepat. Penurunan biaya
rata-rata di atas disebabkan karena kenaikan produktivitas
yang terjadi pada kuantitas produksi yang masih rendah.
27
• Semakin luas kuantitas produksi semakin menurun produktivitas faktor
produksinya,sehingga laju penurunan biaya rata-rata pun semakin lambat.
Apabila produksi terus ditingkatkan dengan menggunakan skala pabrik yang
sama, penurunan biaya rata-rata akan berhenti dan selanjutnya justru akan naik
dengan laju kenaikan semakin cepat. Jadi pada saat hukum kenaikan tambahan
produksi(law of increasing returns) berlaku, produktivitas naik, sedangkan biaya
rata‑rata menurun. Dan biaya rata-rata akan naik pada saat produktivitas faktor
produksi menurun, yaitu pada saat berlakunya hukum penurunan
tambahanproduksi
28
• Jadi pada saat hukum kenaikan tambahan produksi(law of increasing
returns) berlaku, produktivitas naik, sedangkan biaya rata‑rata
menurun. Dan biaya rata-rata akan naik pada saat produktivitas
faktorproduksi menurun, yaitu pada saat berlakunya hukum
penurunan tambahanproduksi
29
• Dengan demikian ada perilaku yang berkebalikan antara perilaku
produksi (yang dicerminkan pada kurva produksi) dan perilaku biaya
produksi(yang dicerminkan oleh kurva biaya rata-rata dan biaya
variabel rata-rata).
30
Hubungan Biaya Produksi dengan Hasil
Produksi
• Biaya = f (Q) dimana Q = Output
• Output = f(X)dimana X = Input
• Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output
(besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output,
besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input
yang digunakan).
• Perilaku biaya produksi , dipengaruhi;
1. Karakteristik fungsi produksi
2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi.
Analisis Biaya Produksi Jangka Pendek
• Biaya Rata-rata; Biaya Produksi
1. Average Fixed Cost,
AFC = TFC/Q MC
2. Average Variabel Cost,
AVC = AVC/Q AC
3. Average Cost, AVC
TC TFC TVC
AC AFC AVC
Q Q
• Biaya Marjinal (Marginal Cost);
MC = ∆TC/ ∆Q TFC
Q
Pada umumnya sebuah perusahaan akan menutup usahanya dalam
jangka pendek ketika ia tidak dapat menutup biaya variabelnya lagi.
Ingat bahwa meskipun sebuah perusahaan tidak berproduksi sama
sekali, ia masih tetap harus membayar biaya tetap seperti bunga
obligasi, sewa, dan gaji direktur.
Kaidah penghentian usaha:
Bila harga turun sedemikian rendahnya sehingga penerimaan totalnya
lebih kecil dari biaya variabel, dan harga lebih kecil dari biaya variabel
rata-rata, maka perusahaan dapat meminimumkan kerugian dengan
cara menutup usahanya.
Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek
• Perubahan output menaik (Increasing return to input
variable);
fungsi output; Q = bX + cX2
fungsi biaya; TC = a +bQ – cQ2
TVC = bQ – CQ2 ; TFC = a
AC > AVC > MC
• Perubahan output tetap (constan return to input variable);
fungsi output;Q = bX
fungsi biaya; TC = a + bQ
TVC = bQ ; TFC = a
AC > AVC = MC
Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek
• Perubahan Output Menurun (Decreasing Return to input variable);
fungsi output;Q = bX – cX2
fungsi biaya; TC = a + bQ +cQ2
TVC = bQ + cQ2 ; TFC = a
MC > AC > AVC
• Perubahan Output Menaik dan Menurun (Increasing Decreasing Return to
input variable);
fungsi output;Q = bx + cX2 – dX3
fungsi biaya; TC = a + bQ – cQ2 + dQ3
TVC = bQ – cQ2 + dQ3 ; TFC = a
MC > AC > AVC
Analisis Biaya Jangka Panjang
(Long-run average cost atau LAC)
• Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input
tetap, seluruh biaya produksi adalah variabel.
• Perilaku biaya produksi jangka panjang; keputusan
penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam
jangka pendek.
• Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata jangka
panjang (LAC), Biaya marjinal jangka panjang (LMC),
yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC).
Perilaku Biaya
K (a)
Jalur Ekspansi
Jangka Panjang
K3 C Q3
K2 B
K1 A Q2
Q1
0 L1 L2 L3 L
TC (b)
LTC
TC3 C`
TC2
B`
TC1 C`
0 Q1 Q2 Q3 Q
AC (c)
MC LMC
LAC
A``
B``
C``
0 Q1 Q2 Q3 Q
Perilaku Biaya Jangka Panjang
• Long-run average cost (LAC), menunjukkan biaya rata-rata
terendah dari kombinasi input yang digunakan untuk
menghasilkan setiap tingkat output tertentu (least cost
combination)
LAC
SAC1 LMC SAC10 LAC
SAC2 SAC9
SAC3
SAC8
SAC4 SAC7
SAC5 SAC6
0 Q
SOAL
• Biaya tetap total (TFC) yang dikeluarkan suatu
perusahaan bernilai Rp. 10.000. Biaya berubah total
(TVC) pada berbagai tingkat produksi adalah seperti
ditunjukkan dalam
Jumlah Produksi (unit) tabel berikut :
Biaya Berubah Total
1 12.000
2 18.000
4 23.000
7 37.000
11 57.000
17 89.000
26 130.000
29 211.000
a. Hitunglah :
• Biaya Total (TC) dan Biaya Total Rata-rata (ATC)
• Biaya Berubah Rata-rata (AVC)
• Biaya Marginal (MC)
• Biaya Tetap Rata-rata (AFC)
b. Lukiskan Grafik :
• Kurva Biaya Tetap (TFC), Biaya Total (TC) dan Biaya Berubah
Total (TVC)
• Kurva Biaya Tetap Rata-rata (AFC), Biaya Total Rata-rata
(ATC), Biaya Berubah
• Rata-rata (AVC), dan Biaya Marginal (MC)
• Buat dua grafik saja!