0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
149 tayangan9 halaman

Gelombang Stasioner

Gelombang stasioner adalah gelombang dengan amplitudo yang berubah-ubah, terbentuk dari perpaduan dua gelombang dengan amplitudo yang berbeda. Terdapat dua jenis gelombang stasioner, yaitu ujung bebas yang tidak mengalami pembalikan fase dan ujung tetap yang mengalami pembalikan fase. Dokumen ini juga mencakup rumus dan cara menentukan letak perut dan simpul pada kedua jenis gelombang stasioner.

Diunggah oleh

zs6834620
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
149 tayangan9 halaman

Gelombang Stasioner

Gelombang stasioner adalah gelombang dengan amplitudo yang berubah-ubah, terbentuk dari perpaduan dua gelombang dengan amplitudo yang berbeda. Terdapat dua jenis gelombang stasioner, yaitu ujung bebas yang tidak mengalami pembalikan fase dan ujung tetap yang mengalami pembalikan fase. Dokumen ini juga mencakup rumus dan cara menentukan letak perut dan simpul pada kedua jenis gelombang stasioner.

Diunggah oleh

zs6834620
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GELOMBANG STASIONER

A. Pengertian Gelombang Stasioner


Gelombang stasioner adalah jenis gelombang yang mempunyai
amplitudo tidak tetap atau berubah-ubah. Gelombang stasioner adalah hasil
perpaduan dua buah gelombang yang amplitudonya selalu berubah. Artinya,
tidak semua titik yang dilalui gelombang ini memiliki amplitudonya sama. Saat
membahas gelombang stasioner, Anda akan bertemu dengan istilah perut
dan simpul. Perut adalah titik amplitudo maksimum, sedangkan simpul
adalah titik amplitudo minimum.
Gelombang stasioner ini dikenal juga dengan nama gelombang berdiri
atau gelombang tegak. Gelombang stasioner ini dapat dibagi menjadi dua
kelompok besar yaitu:
a. Gelombang stationer yang diakibatkan oleh pemantulan di ujung terikat
b. Gelombang stasioner dengan ujung bebas
1. Gelombang Stasioner Ujung Bebas
Gelombang stasioner ujung bebas tidak mengalami pembalikan
fase. Artinya, fase gelombang datang dan pantulnya sama. Dengan
demikian, beda fasenya sama dengan nol.
Rumus Gelombang Stasioner Ujung Bebas

Kita langsung bisa menyimpulkan bahwa amplitudo gelombang stasioner ujung bebas adalah :

Karena nilai sin 𝜔𝑡 nilai maksimumnya adalah 1

Keterangan:
Ap = amplitudo gelombang stasioner (m);

𝜔
Yp = simpangan gelombang stasioner (m);
= kecepatan sudut gelombang (rad/s);
t = lamanya gelombang beretar (s);
k = bilangan gelombang; dan
x = jarak titik ke sumber getar (m)
Untuk menentukan letak perut dari ujung bebas, kita bisa menggunakan persamaan berikut :

Dengan n = 0, 1, 2, 3, ….

Untuk menentukan letak simpul dari ujung bebas, kitabisa menggunakan persamaan berikut :

Dengan n = 0, 1, 2, 3, ….
2. Gelombang Stasioner Ujung Tetap

tetap terjadi pembalikan fase sebesar 𝜑 = 𝜋 sehingga beda fasenya


Berbeda dengan gelombang stasioner ujung bebas, pada ujung

menjadi ∆𝜑 = 𝜋
Rumus Gelombang Stasioner Ujung Tetap

Kita langsung bisa menyimpulkan bahwa amplitudo gelombang stasioner ujung tetap adalah :

Karena nilai cos 𝜔𝑡 nilai maksimumnya adalah 1

Keterangan:
Ap = amplitudo gelombang stasioner (m);

𝜔
Yp = simpangan gelombang stasioner (m);
= kecepatan sudut gelombang (rad/s);
t = lamanya gelombang beretar (s);
k = bilangan gelombang; dan
x = jarak titik ke sumber getar (m)
Untuk menentukan letak perut dari ujung tetap, kita bisa menggunakan persamaan berikut :

Dengan n = 0, 1, 2, 3, ….

Untuk menentukan letak simpul dari ujung tetap, kita bisa menggunakan persamaan berikut :

Dengan n = 0, 1, 2, 3, ….
SOAL
1. Pada gelombang stasioner, titik simpul ke – 10 berjarak 133 m dari ujung
bebasnya. Jika diketahui frekuensi gelombang 50 Hz. Tentukan panjang
gelombang dan cepat rambatnya gelombangnya.
2. Suatu gelombang stasioner mempunyai persamaan:
y = 0,4 ( cos 4 π x ) sin ( 8 π t )
dimana x dan y dalam meter serta t dalam sekon. Hitunglah jarak antara
perut dan simpul yang berurutan pada gelombang ini.

Anda mungkin juga menyukai