Anda di halaman 1dari 6

_

BAB X
SIFAT KEMAGNETAN BAHAN

TIK : (1) Menghitung momen dipol magnet dan suseptibilitas magnet untuk logam
diamagnetik
(2) Mengklasifikasi logam paramagnetik

- Magnetisasi (kemagnetan) tidak dapat dipisahkan dari mekanika kuantum
- Momen dipole magnet (momen magnet) untuk sebuah atom bebas berasal dari 3
sumber utama
o Spin elektron
o Orbit elektron
o Perubahan momen magnet orbit yang diinduksi oleh medan magnet luar.
Magnetisasi (M) didefinisikan sebagai momen dipol magnet () per satuan volume (V) maka:

Bila suseptibilitas medan magnet (daya tembus medan magnet) per satuan volume
didefinisikan (X)


Contoh untuk superkonduktor :



Pengelompokan Zat Magnetik
Berdasarkan suseptibilitas magnet, bahan magnetik dapat dikelompokkan menjadi:
Bahan dengan 0 < _ disebut diamagnetik
Bahan dengan 0 > _ disebut paramagnetik

Perlakuan diamagnetik adalah dengan menggunakan teorema LARMOR yaitu: Dalam
sebuah medan magnet, gerak elektron disekitar inti adalah sama dengan gerak tanpa medan
magnet, kecuali untuk superposisi dari sebuah presisi elektron dengan frekuensi sudut sebagai
berikut:
mc
eB
2
= e frekuensi Larmar untuk gerak presisi
m
eB
2
= e

Bila arus listrik akibat gerak presisi dari z buah elektron adalah
I = (muatan) (frekuensi)
= ( )
|
.
|

\
|

t
e
2
ze
( )
|
|
.
|

\
|
=
m
eB
ze I
2 2
1
t

Tanda (-) pada persamaan di atas menunjukan muatan elektron.
Momen dipole magnet ( ) adalah A I =
Dengan A adalah luas lingkaran yaitu:
2
t = A , adalah jari-jari lingkaran
Maka : ( )
2
2 2
1
t
t

|
|
.
|

\
|
=
m
eB
ze

2
2
4

m
B ze
= dalam SI
B
Z
P
e
Presisi
B
Z

x
y
r
x
y
atom inti







Lintasan elektron pada suatu saat
Dari gambar diatas dapat diketahui:
( )
2 2 2
2 2 2
z r
y x
+ =
+ =

maka
2 2 2 2
z y x r + + =
Untuk distribusi elektron yang simetris berlaku
2 2 2
z y x = = maka:
2 2
2 2
2
3
x
x r
=
=

sehingga atau
2 2
2 2
3
2
2
3
r
r
=
=


Jadi nilai momen dipol magnet adalah:
2
2
2
2
2
2
6 3
2
4 4
r
m
B ze
r
m
B ze
m
B ze
e e e
= = =
Jika : N = jumlah atom per satuan volume
M = jumlah momen dipole per volume
N M =
Maka harga suseptibilitas dalam cgs dan mks masing-masing adalah sebagai berikut:
Dalam cgs
2
3
2
2
=

r

Dengan :
dan
Maka:


Persamaan Langevin Untuk Diamagnetisme dalam cgs
Dengan :
_ = suseptibilitas magnet (A/m.T)
N = jumlah atom per satuan volume
z = banyaknya muatan
r = jarak inti atom ke lintasan elektron (m)

Dalam mks

Dengan:


Maka:





Persamaan Langevin Untuk Diamagnetisme dalam mks


Logam Paramagnetik > 0
(1) Ferromagnetik ||||||||
(2) Anti Ferromagnetik |+|+|+
(3) Ferrimagnetik
(4) Canted anti ferromagnet
(5) Helical Spin

Suseptibilitas untuk paramagnetik ditentukan oleh :
Hukum : Curie Weiss
m
r NZe
6
2 2
0

_ =



Dengan : C = konstanta Curie

c
T = suhu Curie
Suhu Curie adalah suhu yang memisahkan antara ferromagnetik dengan non ferromagnetik.


Sebuah bahan yang paramagnetik bisa berlaku sebagai ferromagnetik apabila suhunya
diturunkan sampai dengan suhu tertentu (suhu Curie).
Sebuah bahan yang paramagnetik bisa berlaku sebagai anti ferromagnetik apabila suhunya
dinaikan sampai dengan suhu tertentu (suhu Weiss).



Feromagnetik
Paramagnetik