Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , yang telah berkenan memberi

petunjuk dan kekuatan kepada penulis sehingga makalah , Penyalahgunaan internet ini dapat di selesaikan . Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi materi yang ada . Materi materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam menggunakan internet dengan semestinya . Serta siswa juga dapat memahami nilai nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak. Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, para siswa akan mampu mengerti bagaimana cara menggunakan internet dengan sebaik-baiknya . Dan dengan harapan semoga siswa mampu memahami akan dampak positif dan negative dari penggunaan internet , serta mampu menggunakan internet dengan sebaik-baiknya . Terimakasih banyak kepada ibu atas waktunya membaca makalah yang saya buat ini , semoga makalah ini bermanfaat

Bandung , 8 juni 2012

Hansa amiyananda Npm : 10080011402

DAFTAR ISI : KATA PENGANTAR ...................................................................... i DAFTAR ISI ..................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................1 1.1. Latar Belakang Masalah ...................................................... 1 1.2. Tujuan Penulisan ................................................................. 2 1.3. Rumusan Masalah ............................................................... 2 1.4. Identifikasi masalah ................................................................ 3 1.5. Tujuan penulisan........................................................... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan pustaka .. 6 BAB III PEMBAHASAN 3.1. Dampak positif dari perkembangan internet. 9 3.2. Dampak negatif dari perkembangan internet ...11 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan dan saran ........ 13 DAFTAR PUSTAKA BIODATA PENULIS BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini teknologi sudah semakin maju. Komunikasi antar pulau, Negara bahkan benua, tidaklah sulit lagi dengan tersedianya jaringan global antar komputer yang dapat berkomunikasi dari berbagai lokasi di belahan dunia bernama internet. Internet terhubung dengan ribuan katalog perpustakaan sehingga penggunanya dapat meneliti ribuan database yang terbuka untuk umum. Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari internet. Penggunaan internet oleh masyarakat menjadikan dunia internet semakin lama semakin canggih. Komunikasi dan pencarian informasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan internet menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak. Dengan perkembangan internet yang begitu pesat ini, pepatah yang menyatakan bahwa Dunia tak selebar daun kelor sepantasnya berubah menjadi Dunia seakan selebar daun kelor. Hal ini disebabkan karena semakin cepatnya akses informasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di daerah lain atau bahkan di negara lain, misalnya Amerika Serikat walaupun kita berada di Indonesia. Saat iniperkembangan internet sangat pesat dan semakin populer dikalangan remaja saat ini. Sekarang internet tidak hanya sekadar teknologi untuk berbagi data via e-mail, ftp, dan lain-lain. Namun, internet juga menawarkan berbagai situs yang menyediakan berbagai hal seperti jejaring sosial yang sangat populer di kalangan remaja. Jejaring social ini memungkinkan remaja untuk berkomunikasi dengan orang lain di daerah lain atau di negara lain.

Di kalangan remaja sekarang internet sebagai alat multifungsi karena multifungsinya tersebut para remaja dapat menggunakan internet secara positif ataupun negatif tergantung setiap individu. Contoh positif dari penggunaan internet adalah memanfaatkan internet untuk membantu mereka dalam proses pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikhawatirkan dalam pemanfaatan internet oleh para remaja seperti penggunaan tidak sesuai kondisi. Mislanya, menggunakan fasilitas internet untuk mengakses situs-situs porno, dan lain-lain. Berdasarkan argumentasi di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang dampak perkembangan internet di kalangan remaja di cimalaka.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam tulisan ini adalah. 1. Apa pengertian internet ? 2. Bagaimana dampak positif dari perkembangan internet pada kalangan remaja ? 3. Bagaimana dampak negatif dari perkembangan internet pada kalangan remaja ? 4. Apa tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan internet ? 1.3 Identifikasi Masalah

Penyalahgunaan internet di Indonesia masih tinggi dan menduduki peringkat kedua setelah Ukraina. Internet yang seharusnya digunakan untuk mencari/mengakses suatu informasi malah digunakan untuk mengakses situs-situs porno. KRMT Roy Suryo Notodiprojo mengungkapkan bahwa dari 24,5 juta pengakses internet sekitar 54% berusia 15-20 tahun dan lebih dari 90% di antaranya pernah masuk situs porno. Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa pengakses situs-situs porno kebanyakan adalah para pelajar SMA dan mahasiswa. Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka dapat merusak moral masyarakat, terutama para generasi muda. Dengan diberlakukannya UU Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ) mulai 25 Maret 2008, seharusnya membuat masyarakat berpikir dua kali bila ingin masuk situs-situs porno. Fathul Wahid ST MSc, salah satu Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII (Suara Merdeka, 10 April 2008), mengemukakan bahwa Yogyakarta dan Semarang menduduki peringkat pertama yang memanfaatkan jasa pelayanan untuk menemukan segala sesuatu yang berkaitan dengan kata sex dan porno. Situs-situs porno dapat diakses kapan, dimana, dan oleh siapa saja. Bagi seorang remaja/pelajar yang di rumahnya tersedia komputer atau laptop yang sudah terkoneksi dengan internet, mempunyai peluang atau keinginan yang lebih besar untuk mengakses situs-situs porno tersebut. Apalagi jika mereka tidak mendapat pengawasan dan perhatian dari orang tuanya. Dari penelitian baru-baru ini, ditemukan bukti bahwa jika seseorang sering mengakses situs-situs porno akan mengakibatkan komputernya rawan terkena virus. Jika computer mudah terkena virus maka beberapa data penting yang disimpan dalam computer bisa hilang. Lantas dalam hal ini, pihak mana yang mengalami kerugian paling besar? Tentu adalah mereka para pengakses situs-situs porno. Untuk mencegah rusaknya moral generasi muda, pemerintah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA langkah tegas ini dilandasi akal sehat yang universal. Pemblokiran dilakukan agar akses ke situs-situs yang tidak memberikan pendidikan dapat dicegah. Dengan pemblokiran ini diharapkan

masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah sebagai bagian dari membangun masyarakat berbasis informasi tanpa adanya penyalahgunaan. Pemerintah Indonesia memblokir situs-situs porno menggunakan 3 level yaitu, grassroot, level jaringan terbatas, dan level jaringan provider. Pada level grassroot (akar rumput) masyarakat diharapkan meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran tentang self-censoring atau self-filtering yaitu kemampuan mandiri dalam memilih situs yang baik dan layak. Level jaringan terbatas Depkominfo menjalin kerja sama dengan instansi dan lembaga pendidikan. Dan yang terakhir level jaringan provider dimana Depkominfo bekerja sama dengan Internet service provider (ISP) untuk memblokir situs-situs porno. Langkah pemerintah dalam mengantisipasi situs porno ditanggapi oleh berbagai masyarakat. Mereka ada yang menyatakan setuju namun adapula yang menyatakan sebaliknya. Bagi orang yang tahu betapa merusaknya situs-situs porno bagi generasi muda tentu akan sangat mendukung rencana pemerintah tersebut. Sebaliknya orang yang suka sekali mengakses situs-situs porno pasti tidak akan mendukung rencana pemerintah karena mereka tidak dapat lagi mengakses situs-situs porno. Pemblokiran terhadap situs-situs porno ternyata juga mempunyai dampak terhadap situs-situs yang lain. Beberapa situs yang penting, seperti situs pendidikan juga bisa ikut terblokir. Tentu saja hal ini sangat merugikan karena dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat situs yang baru. Sedangkan bagi seorang pelajar yang lebih suka mencari bahan-bahan pelajaran lewat internet harus bersedia bersabar menunggu sampai situs yang baru itu selesai. Sebagai seorang pelajar, saya sangat mendukung dengan diberlakukannya UU ITE oleh pemerintah. Dengan begitu setidaknya akan mengurangi tingkat terjadinya kejahatan secara seksual, seperti pemerkosaan, pelecehan seksual, dan sebagainya. Tentunya langkah pemerintah di atas akan efektif atau berhasil jika semua pihak,termasuk para generasi muda atau pelajar ikut berperan aktif dan melakukan langkah nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

1.4. Tujuan Penulisan Berdasasrkan rumusan masalah di atas , tujuan dari penulisan ini adalah. 1. Untuk mengetahui pengertian dari internet. 2. Untuk mengetahui dampak positif dari perkembangan internet pada kalangan remaja. 3. Untuk mengetahui dampak negatif dari perkembangan internet pada kalangan remaja. 4. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan internet.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UU ITE: NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK BAB VII PERBUATAN YANG DILARANG Pasal 27 Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Pasal 28 1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. 2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 36 Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain. Pasal 38 1. Setiap Orang dapat mengajukan gugatan terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang menimbulkan kerugian. 2. Masyarakat dapat mengajukan gugatan secara perwakilan terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang berakibat merugikan masyarakat, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangundangan. Pasal 39 1. Gugatan perdata dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangundangan. 2. Selain penyelesaian gugatan perdata sebagaimana dimaksud pada ayat (1), para pihak dapat menyelesaikan sengketa melalui arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 45 1. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 2. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Pasal 51 1. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah). 2. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Dampak Positif dari Perkembangan Internet Saat ini para remaja sudah tidak asing lagi dengan namanya internet. Bahkan hampir semua remaja ataupun orang dewasa sudah kenal dengan namanya internet dan sudah pernah menggunakan internet. Internet disebut juga mesin pencari data kilat dengan demikian pencarian informasi menjadi semakin cepat dan tentunya internet menjadi sumber informasi baik informasi positif maupun negatif. Sebuah informasi dikatakan bernilai positif jika informasi tersebut memberikan manfaat bagi penelitian. Berikut ini akan dijelaskan dampak-dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi. 1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. 3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. 4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

5. Mempermudah proses pembelajaran.Layanan online dalam pendidikan pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (siswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat didownload oleh siswa. 6. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturahmi, pada situs jejaring social di internetseperti (facebook, twitter, plurk, yahoo koprol, dll). 7. Sarana untuk hiburan. Beberapa perangkat hasil dari perkembangan internet menyediakan fasilitas game, audio, dan video. 8. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. 9. Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam waktu, energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang memudahkan urusannya. 3.2.Dampak Negatif dari Perkembangan Internet Perkembangan internet, adalah hal yang patut disyukuri. Sebab dengan sentuhan teknologi internet, berbagai pemenuhan pencarian dan komunikasi

manusia menjadi lebih mudah. Pada dasarnya, internet membawa implikasi positif dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan, perkembangan internet menjadi bukti perkembangan kemampuan manusia untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam mengelola alam dan potensi diri manusia itu sendiri. Akan tetapi, jika hasil capaian internet kemudian disalahgunakan, maka yang muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun penyalahgunaan rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu. Berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari perkembangan internet pada kalangan remaja. 1. Pornografi. Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Di internet terdapat gambargambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. 2. Kekejaman dan Kesadisan. Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. 3. Penipuan. Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

4. Meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya. Dan yang lebih mengkhawatirkan jika situs perjudian tersebut dikunjungi oleh remaja-remaja yang masih labil sehingga sangat rentan merusak moral mereka. 5. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. 6. Penggunaan tidak sesuai kondisi, Misalnya, menggunakan Internet pada saat proses belajar mengajar berlangsung untuk membuka situs jejaring sosial (facebook, twitter, plurk, yahoo koprol, dll) pada saat belajar. 7. Mengganggu kesehatan. Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. 8. Menghamburkan uang. Akses internet untuk membuka Internet jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg gratis

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

1. Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia,dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif. 2. Dampak positif dari perkembangan internet, antara lain : a.Internet sebagai media komunikasi b. Media pertukaran data c. Media untuk mencari informasi atau data d. Fungsi komunitas e. Mempermudah proses pembelajaran f. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturahmi g. Sarana untuk hiburan h. Kebutuhan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. f. Siswa tidak gagap teknologi 3. Dampak negatif perkembangan internet adalah pornografi, kekejaman dan kesadisan, penipuan, perjudian, mengurangi sifat sosial manusia, bisa membuat seseorang kecanduan, dan penggunaan tidak sesuai kondisi, menghamburkan uang, mengganggu kesehatan. 4. Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi adalah dengan menggunakan teknologi komunikasi seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi. 4.2 Saran 1. Diharapkan kepada masyarakat pada umumnya dan remaja khususnya untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam memanfaatkan internet,

menggunakan internet seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi agar beragam dampak buruk dari internet tidak terjadi. 2. Dengan penugasan membuat karya tulis seperti ini, akan memacu kreativitas berpikir, memperluas cakrawala berpikir, dan meningkatkan minat membaca para siswa. 3. Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritikan yang bersifat membangun sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan ini dapat berguna bagi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Gnupi, Ipung. Internet Bisa Berbahaya Juga. http://www.gnupi.com/bahaya-internetdan-cara-menanggulangi-dampak-negatif/html. diakses tanggal 23 Oktober 2011. Hakim, Nurul. Pengertian Internet dan Sejarah Internet. http://www.nurulhakim. com/2011/07/internet-sejarah-dan-pengertian-tentang-internet-part2.html.diakses tanggal 20 Oktober 2011. Hyuuga, Okta. Dampak Negatif dan Positif dari Internet. http://www.

octahyuuga.wordpress.com/2009/03/02/dampak-negatif-dan-positif-dariinternet.html. diakses tanggal 21 Oktober 2011. Supriansyah, Haris. 2008. Problogger, Buku Pintar Surfing. Oase Media: Bandung. http://www.batan.go.id/prod_hukum/extern/uu-ite-11-2008.pdf

Dampak positif dan negatif penggunaan internet

Makalah UAS Mata Kuliah Hukum dan Kebijakan Komuikasi Disusun oleh : Hansa Amiyananda 10080011402

Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba Bandung 8 juni 2012