Anda di halaman 1dari 1

Tindakan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan 1.

Pukullah kentongan untuk memberitahu tetangga, warga kampung Anda dan pemerintah daerah setempat. 2. Buatlah tim kecil 4 - 5 orang dan masing-masing menggunakan mesin robin (mesin pompa air yang menggunakan bensin) dan selang yang tersedia untuk melakukan pemadaman. Bawalah parang dan cangkul. 3. Bila dirasa air tak akan mampu menghentikan kebakaran, lakukan cara ini : • Tebang pohon yang ada di daerah tersebut sebanyak-banyaknya dan tumpuk di mana api akan datang. Ingat! api datang berdasarkan arah angin. Basahi telunjuk Anda dan acungkan ke atas untuk merasakan dari mana arah angin datang. Mulailah menggali dengan jarak lebih kurang 10 meter dari tumpukan pohon. Gali dengan kedalaman dan lebar 30 x 30 centimeter, lalu dengan mesin robin tuangkan air sebanyakbanyaknya ke dalam saluran tersebut. Pada lahan gambut, Anda hanya cukup membelah tanah gambut dengan parang yang tajam sedalam mungkin pada dua sisi yang berbeda dengan jarak antar sisi 30 centimeter. Bila persediaan air dalam gambut masih cukup banyak maka tanah hasil tebasan parang Anda akan tenggelam dengan sendirinya dan membentuk parit. Bersiap-siaplah untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan diri dan keluarga Anda.

Yang dilakukan bila kebakaran hutan dan lahan mengurung Anda : 1. Jangan panik 2. Basahi telunjuk Anda dan ancungkan untuk mengetahui arah angin 3. Kumpulkan keluarga Anda, minta mereka untuk memakai sepatu yang bukan terbuat dari karet dan supaya memakai celana panjang dari bahan katun yang cukup tebal 4. Ambil selimut atau seprai tebal atau kain sarung dari katun atau bahan non-sintetis (misalnya rayon, polyester dll.) berlapis-lapis dan tutuplah sekujur tubuh Anda kecuali mata 5. Siramlah air sebanyak-banyaknya sehingga selimut, seprai, sarung dan tubuh Anda menjadi basah kuyup 6. Teroboslah api sambil berlari mengikuti arah angin sampai ke tempat yang benar-benar aman. Jangan lari melawan arah angin.