Anda di halaman 1dari 8

BAB1 KON SEP DASAR MATEMATIKA EKON OMI

1.1 Ruang Lingkup Matematika Ekonomi Matematika ekonomi sebagai cabang ilmu ekonomi membahas masalahmasalah ekonomi dengan menggunakan pendekatan dan lambang-lambang ekonomi. Pembahasan pada matematika ekonomi memanfaatkan konsep dan teknik perhitungan yang relevan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi. Dalam mempelajari matematika ekonomi topik-topik matematika murni yang digunakan, misalnya fungsi, kalkulus, himpunan, deret dan matriks. Topiktopik inilah yang dipakai dalam penerapan ekonomi. Berbeda halnya dengan matematika murni, yang menggunakan simbolsimbol yang umum digunakan, yaitufx, y, z, simbol-simbol dalam matematika ekonomi sesuai dengan variabel ekonominya, misalnya harga (P= price), kuantitas (Q= quantity), biaya (C= cost), tabungan (S= saving), konsumsi (C= consumption), dan lain-lainnya. Pada matematika ekonomi nilai-nilai variabel harus bernilai positif. Matematika ekonomi tidak mengenal variabel yang nilainya negatif. Dengan demikian, secara grafis nilai-nilai variabel ekonomi hanya berlaku pada kwadran pertama.

1.2 Model-model Ekonomi Model ekonomi adalah abstraksi tentang hubungan ekonomi untuk menyederhanakan penanganan masalah-masalah ekonomi yang kompleks. Model ekonomi dibentuk untuk mempelajari tingkah laku unit-unit ekonomi dalam hubungannya dengan kegiatan-kegiatan ekonomi, misalnya kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi barang dan jasa. Bentuk-bentuk model antara lain: 1) Fungsi umum kualitatif, 2) Tabel/ grafik, dan 3) Fungsi Aljabar/ matematis. Ketiga bentuk model tersebut akan diuraikan satu persatu.

1.3 Fungsi Umum Kualitatif Adalah suatu model ekonomi atau persamaan yang menunjukkan perubahan perilaku sebagai akibat perubahan lain yang ada hubungannya. Misalnya: perubahan perilaku konsumsi sebagai akibat dari pendapatan nasional, atau perubahan permintaan barang sebagai akibat perubahan harga barang tersebut atau harga barang lain. Contoh: Qdx= f (Px,Py,T,M) Dimana: Qdx = kuantitas permintaan barang x Px = harga barang x Py = harga barang y M = pendapatan perseorangan T = selera Dari contoh model atau persamaan di atas dapat dilihat bahwa hubungan yang sebetulnya kompleks dapat disederhanakan dalam satu persamaan atau fungsi.

1.4 Model Tabel atau Grafik Untuk melengkapi bentuk fungsi umum yang bersifat kualitatif seringkali dianggap tidak cukup. Ekonom akan melengkapinya dengan ilustrasi angka-angka dan dinyatakan dalam bentuk tabel yang kemudian digambarkan dalam grafik. Contoh: Qd 4 10 16 P 30 20 20 Qs 18 10 2 Titik A B C

1.5 Fungsi Aljabar atau Matematis Dalam pembuatan model-model Aljabar atau matematis yang penting diperlukan adalah bentuk persamaan (equation) dengan unsur-unsur utamanya: variabel, konstanta, koefisien, dan parameter. Variabel adalah sesuatu yang nilainya dapat berubah-ubah dalam suatu masalah tertentu. Konstanta adalah sesuatu yang nilainya tetap atau tidak berubah. Jika konstanta dengan variabel digabungkan menjadi satu, maka angka konstanta yang ada di depan variabel disebut koefisien dari varibel tersebut. Koefisien atau konstanta yang bervariabel atau dinyatakan dalam huruf atau lambang huruf awal abjad Yunani atau Arab disebut parameter. Persamaan selanjutnya dapat dibedakan menurut: a. Persamaan Definisi adalah bentuk persamaan yang mempunyai arti sama. = TR TC b. Persamaan Keseimbangan adalah persamaan yang menggambarkan kondisi keseimbangan model antara lain adalah: 1. Keseimbangan pasar, yaitu keseimbangan antara Quantity demand (Qd) dan Quantity supply (Qs) atau Qd = Qs. 2. Keseimbangan pendapatan Nasional (National Income) S+T+ M=I+ G+ X Nasional Income = Y = Aggregate expenditure dan Windrawal (Saving + Taxes + Import) = Injection (Investment + Government expenditure + Export). c. Persamaan Tingkah Laku (Behavioral) Adalah persamaan yang menunjukkan hubungan tingkah laku antara variabel sebagai akibat perubahan variabel yang lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut: Qd = 10 - 2P Persamaan tersebut menunjukkan hubungan tingkah laku antara P (price atau harga) dengan Qd (jumlah barang yang akan diminta). Angka "10" adalah konstanta, sedangkan angka "2" yang bergabung dengan variabel harga (P) disebut koefisien.

Contoh lain persamaan tingkah laku adalah perubahan perilaku pada konsumsi sebagai akibat dari perubahan pendapatan: C = a + b Yd. Dalam persamaan ini besarnya pengeluaran konsumsi (C) dipengaruhi oleh besarnya disposable income (Yd). Yang perlu diperhatikan dalam persamaan perilaku selalu harus dibuat asumsi-asumsi mengenai pola perubahan perilaku dari variabel yang diteliti.

1.6 Teori Himpunan Himpunan adalah kelompok obyek-obyek (elemen) yang dapat dibedakan secara jelas. Sebagai contoh misalnya: Himpunan Mahasiswa Ekonomi, Himpunan Bilangan Nyata, Himpunan Binatang Berkaki Empat, Himpunan Bilangan Bulat Positif dan lain-lain. Secara umum cara penulisan atau notasi dari himpunan adalah: ) Misalnya: A = {a, b, c, d, . .} a, b, c, d, adalah elemen atau anggota himpunan dari himpunan A (ditulis huruf besar). Dengan demikian a, b, c, d adalah elemen himpunan A yang dinotasikan a A, b A, c A, d A, ... . Himpunan yang tidak mempunyai anggota himpunan disebut Null set atau A = 0. Disebut himpunan nol jika hanya mempunyai satu anggota, yaitu bilangan nol A = 0 1. Seluruh totalitas dari elemen-elemen himpunan terkumpul ke dalam suatu universal himpunan atau disebut Sample space = S .

1.7 Hubungan Antar Himpunan a. Suatu himpuan A sama dengan B, jika anggota himpunan A sama dengan elemen-elemen himpunan B misal: a E A dan a juga elemen himpunan B, a E B, maka A = B Contoh: A = {10, 15, 20, 25} B = {25, 10, 20, 15} Maka A = B b. Jika A dan B adalah 2 buah himpunan, maka himpunan A memiliki interseksi atau himpunan bagian () dengan himpunan B. A = { 1, 2, 3, 4) dan B = { 2, 4, 8, 14}, maka A B = {2,4}.

c.

Himpunan bagian (sub-set) dinotasikan dengan

. Jika himpunan A adalah

suatu himpunan bagian dari B, maka setiap elemen dari A juga adalah suatu elemen dari B. A= {a, b, c, d} dan B= {a, b, c, d, e, f, g, h) maka A d. B (A himpunan bagian dari B)

Gabungan atau Union dari himpunan A dan B adalah suatu himpunan baru yang berisikan elemen-elemen baik yang dimiliki A maupun B. A B =C (dibaca A gabungan B) Contoh : A = {1, 3, 6, 10} B = {4, 8,} Maka C =A B= {1, 3, 4, 6, 8, 10}

Cara lain untuk menyatakan hubungan antar dua atau lebih himpunan adalah cara menyajikan dalam bentuk diagram, yang sering disebut diagram Venn. AB AB = A AB B A A B A B

AB = A B

e.

Himpunan Komplemen = A' Himpunan komplemen adalah himpunan obyek yang bukan merupakan elemen A, melainkan merupakan unsur dari himpunan universal = Sample space. Contoh : S = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8} A = {0, 1, 2, 3} B = {2, 3, 4, 5, 6}

Maka: A` = {4, 5, 6, 7,8} B` = {0, 1, 7, 8} (A B)` = {7, 8} (AB)` = {0, 1, 4, 5, 6, 7, 8} (A B)` = {0, 1, 4, 5, 6, 7, 8} (AB)` = {7, 8} Dalam bentuk diagram Venn

A` f. Operasi Himpunan

(A B)`

(AB)`

Perkalian dua buah himpunan A dan B dapat ditulis A x B. Contoh: A = {3, 4} dan B = {a, b} Maka A x B = {(3xa), (3,b), (4,a), (4,b)} B x A = {(ax3), (a,4), (bx3), (bx4)} AxB=BxA Selisih himpunan antara dua buah himpunan dapat ditulis A - B atau B - A. Contoh: A = {4, 5, 6, 7, 8} B = {1, 2, 3, 4, 5} A - B = {6, 7, 8} B - A = {1, 2, 3}

Soal-soal latihan

1.

Tulislah dengan menggunakan cara penulisan himpunan. a. Himpunan bilangan bulat positif. b. Himpunan bilangan pecahan. c. Himpunan bilangan bulat negatif.

2.

Jika a. AB b. A B

S = (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10) A = {1, 2, 3, 4, 5} dan B = {2, 4, 6}. Carilah

c. (A B)` d. (AB)` e. A - B 3. Jika A B = {5, 6, 7, 8}, A B = {5, 7} dan A - B = {6}, cari A dan B 4. Sebuah Perusahaan Daerah yaitu PT. Keramik Jaya mempunyai 80 orang karyawan. Terdapat informasi sebagai berikut; 50 orang mempunyai televisi berwarna. 44 orang mempunyai radio. 38 orang mempunyai almari es. 22 orang mempunyai televisi berwarna dan radio 16 orang mempunyai televisi berwarna dan almari es dan 10 orang punya radio dan Almari es 6 orang mempunyai ketiganya.

Berapa orang karyawan yang tidak mempunyai televisi, dan tidak mempunyai radio maupun tidak mempunyai almari es? 5. Dalam suatu kelas yang terdiri dari 70 mahasiswa, terdapat 32 mahasiswa yang senang matematika, 36 mahasiswa yang senang akuntansi, dan 10 mahasiswa yang senang matematika dan akuntansi. Berapa banyak mahasiswa yang tidak senang, kedua mata kuliah tersebut?.

6.

Dari diagram di samping, arsirlah daerah yang merupakan himpunan. A(BC) A(BC)'

7.

Diketahui: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, } A B C = {1, 2, 3 ,7} = {1, 3, 5, 6} = {3, 4, 5, 7}

Gambarkan diagram Venn dari S, A, B, dan C 8. Gambarkan diagram Venn dari: a. (A - B) (B - A) b. A' (BC) c. (AB) (BC) d. A - (BC) e. A(BC)'