Laparatomi

a. Pengertian Laparatomi Eksplorasi Bedah laparatomi merupakan tindakan operasi pada daerah abdomen, bedah laparatomi merupakan teknik sayatan yang dilakukan pada daerah abdomen yang dapat dilakukan pada bedah digestif dan kandungan. b. Tidakan yang sering dilakukan : Herniotorni, gasterektomi, kolesistoduodenostomi, hepateroktomi, splenorafi/splenotomi, apendektomi, kolostomi, hemoroidektomi dan fistulotomi atau fistulektomi. Tindakan bedah kandungan yang sering dilakukan dengan teknik sayatan arah laparatomi adalah berbagai jenis operasi uterus, operasi pada tuba fallopi dan operasi ovarium (Prawirohardjo), yaitu: histerektomi baik itu histerektomi total, histerektomi sub total, histerektomi radikal, eksenterasi pelvic dan salingo-coforektomi bilateral. Selain tindakan bedah dengan teknik sayatan laparatomi pada bedah digestif dan kandungan, teknik ini juga sering dilakukan pada pembedahan organ lain, menurut Spencer (1994) antara lain ginjal dan kandung kemih. c. Indikasi dilakukannya laparatomi :

d. Empat cara melakukan laparatomi : 1) Midline incision 2) Paramedian, yaitu : panjang (12,5 cm) ± sedikit ke tepi dari garis tengah 3) Transverse upper abdomen incision, yaitu : sisi di bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy 4) Transverse lower abdomen incision, yaitu : 4 cm di atas anterior spinal iliaka, ± insisi melintang di bagian bawah misalnya : pada operasi appendictomy. e. Komplikasi laparatomi : 1) Ventilasi paru tidak adekuat 2) Gangguan kardiovaskuler : hipertensi, aritmia jantung 3) Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit 4) Gangguan rasa nyaman dan kecelakaan f. Post laparatomi Perawatan post laparatomi adalah bentuk pelayanan perawatan yang diberikan kepada pasien-pasien yang telah menjalani operasi pembedahan perut.

Proses penyembuhan luka a). Selsel darah baru berkembang menjadi penyembuh dimana serabut-serabut bening digunakan sebagai kerangka. 3). . Eviserasi luka adalah keluarnya organ-organ dalam melalui insisi. Dehisensi Luka atau Eviserasi Dehisensi luka merupakan terbukanya tepi-tepi luka. timbul jaringan-jaringan baru dan otot dapat digunakan kembali. Fase ketiga (Maturasi) Sekitar 2 sampai 10 minggu kolagen terus menerus ditimbun. Stapilokokus mengakibatkan pernanahan. seluruh pinggiran sel epitel timbul sempurna dalam 1 minggu.   Tujuan Perawatan Post Laparatomi 1) Mengurangi komplikasi akibat pembedahan 2) Mempercepat penyembuhan 3) Mengembalikan fungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum operasi 4) Mempertahankan konsep diri pasien 5) Mempersiapkan pasien pulang Komplikasi post laparatomi 1) Tromboplebitis Tromboplebitis post opersi biasanya timbul 7-14 hari setelah operasi. ambulatif dini dan kaos kaki TED yang dipakai klien sebelum mencoba ambulatif. Fase kedua (Proliferatif) Dari hari ke 3 sampai hari ke 14. Organisme yang paling sering menimbulkan infeksi adalah stapilokokus aureus. Infeksi Infeksi luka sering muncul pada 36-46 jam setelah operasi. hati dan otak. b).gram positif. Batang lekosit banyak yang rusak/rapuh. Jaringan baru tumbuh dengan kuat dan kemerahan. ketegangan yang berat pada dinding abdomen sebagai akibat dari batuk dan muntah. Pencegahan tromboplebitis yaitu latihan kaki post operasi. Faktor penyebab dehisensi atau eviserasi adalah infeksi luka. c). Untuk menghindari infeksi luka yang pali penting adalah perawatan luka dengan mempertahankan aseptik dan antiseptik. organisme . Pengisian oleh kolagen. 2). Fase pertama (Inflamasi) Berlangsung sampai hari ke 3. Bahaya besar tromboplebitis timbul bila darah tersebut lepas dari dinding pembuluh darah vena dan ikut aliran darah sebagai emboli ke paru-paru. kesalahan menutup waktu pembedahan.

latihan batuk. Menghindari obat-obat anti radang seperti steroid 3). Intervensi untuk meningkatkan penyembuhan 1). menggerakan otot-otot kaki. Latihan alih baring dan turun dari tempat tidur. menggerakan otot-otot bokong. . Meningkatkan intake makanan tinggi kalori dan tinggi protein ( TKTP) 2). Fase keempat (fase terakhir) Pada fase penyembuhan akan menyusut dan mengkerut. Pengembalian Fungsi Fisik Pengembalian fungsi fisik dilakukan segera setelah operasi dengan latihan nafas dan batuk efektif. Pencegahan infeksi h. semuanya dilakukan hari ke 2 post opersi. latihan mobilisasi dini. Latiahn-latihan fisik diantaranya latihan nafas dalam. d).