Anda di halaman 1dari 2

jawaban tentang otak sebelah Efek Pemotongan Corpus Callosum Beberapa orang terpaksa memotong korpus kalosumnya sebagai

pengobatan untuk serangan epilepsi. Biasanya epilepsi bisa diobati dengan obat akan tetapi untuk beberapa kasus dimana beberapa individu gagal untuk merespon obat-obatan antipireptik. Jika serangan kekejangan pada pasien sangat kuat dan sangat sering yang dapat membahayakan nyawa pasien, maka dokter akan mencoba segala cara untuk menyelamatkannya. Di beberapa kasus, dokter terpaksa memotong korpus kalosum dengan harapan serangan epilepsi akan berkurang karena impuls saraf tidak dapat terus-menerus memantul antara hemisfer kiri dan kanan sehingga serangan hanya akan menyerang setengah bagian badan saja. Pasien split-brain memiliki korpus kallosum yang telah rusak atau dipotong. Salah satu pemotongan korpus kalosum terjadi sebagai pengobatan untuk serangan epilepsi. Mereka tetap memiliki kemampuan intelektual, motivasi, kemampuan berjalan yang normal dan kegiatan- kegiatan yang lain yang menggunakan kedua bagian atau sisi tubuh. Akan tetapi mereka kurang mampu untuk merespon stimulus sensoris yang datang hanya dari salah satu sisi badan. Pasien split-brain dapat menggunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas yang familiar, seperti mengikat tali sepatu tapi tidak untuk tugas-tugas yang tidak terbiasa mereka lakukan sebelum menjalani operasi. Pasien split-brain juga dapat menggunakan tangan kanan dan kiri mereka secara bersamaan, seperti menggambar dengan tangan dan kiri pada saat yang bersamaan. Hal ini karena kedua hemisfer seorang pasien split-brain dapat memproses informasi secara terpisah sehingga para pasien dapat dengan mudah merencanakan dua tindakan berbeda secara bersamaan. Penelitian Roger Sperry pada tahun 1974 dengan pasien split-brain menandakan bahwa hemisfer kiri lebih dominan dalam fungsi bahasa. Pasien split-brain mampu menamakan atau mendeskripsikan benda jika benda tersebut terletak di visual filed sebelah kanan dan terhubung ke hemisfer kiri. Jika benda terletak di visual field sebelah kiri maka pasien tidak dapat mendeskripsikan atau menamakan benda yang dimaksud akan tetapi pasien dapat menunjukkan benda tersebut dengan tangan kirinya. Pasien split-brain terkadang mengatakan bahwa mereka adalah dua orang berbeda yang berbagi satu badan. Kadang tanpa disadari, tangan kanan pasien split-brain memasang kancing baju dimana tangan kiri mereka melepas kancing tersebut. Untuk menghindari konflik antara kedua hemisfer, otak split-brain akhirnya belajar untuk menggunalan hubungan-hubungan kecil antara hemisfer kiri dan kanan. Walaupun begitu, hemisfer kanan hanya bisa menjawab pertanyaan dengan benar jika pertanyaan itu merujuk ke dua kemungkinan (ya atau tidak, benar atau salah) dan ketika pasien diperbolehkan memperbaiki jawaban sesaat setelah mereka menebak jawabannya.

http://nurilsb.wordpress.com/2011/05/10/psikolinguistikperkembangan-bahasa/

Jawaban tentang ketakutan terkondisi Ketakutan terkondisi adalah ketakutan yang dilakukan secara bertahap dan terus-menerus oleh pemberi rasa takut kepada penerima rasa takut sehingga menyebabkan penerima rasa takut terbiasa dan trauma. Misalnya seorang anak yang disiksa oleh orang tuanya baik dalam penyiksaan fisik maupun emosional terus-menerus. Ketika sang anak mendengar suara orang tuanya saja akan menimbulkan ketakutan. Ketakutan itu dipelajari dengan sedikit pemikiran atau kesadaran, sulit untuk dilawan dengan penenangan verbal. Terapi yang paling baik adalah prinsip pengkondisian (pembiasaan). http://pemberi-inspirasi.blogspot.com/2010/04/lingkup-psikkologi.html