Anda di halaman 1dari 10

POWER SUPPLY REGULATOR 15 VOLT DAN -15 VOLT SERTA ADC (ANALOG TO DIGITAL CONVERTER)

LAPORAN Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Perancangan dan Fabrikasi Sistem II Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Telekomunikasi

Disusun Oleh: Agustina Aryanti (061130330959) Dinia Aristanti (061130330963) Herdani Agustina (061130330967) Popi Nila Shandy (061130330975) Wilujeng Retno Palupi (06113033079)

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG 2012/2013

JOB I POWER SUPPLY REGULATOR 15VOLT DAN -15 VOLT SERTA ADC (ANALOG TO DIGITAL CONVERTER)

1.1. Tujuan Percobaan Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan dapat: a. Mampu membuat atau merancang Power Supply DC dan ADC b. Mengetahui cara kerja dari rangkaian Power Supply dan ADC c. Mengetahui prinsip kerja dan aplikasi dari komponen yang ada pada power supply dan ADC

1.2. Dasar Teori Semua peralatan elektronika menggunakan sumber tenaga untuk beroperasi, sumber tenaga tersebut bermacam-macam ada yang dari baterai, accu, ada juga yang langsung menggunakan tegangan listrik jala-jala PLN, untuk konsumsi tegangan yang berasal dari tegangan listrik untuk alat-alat elektronika tertentu tidak bisa langsung di konsumsi akan tetapi harus disesuaikan oleh peralatan tersebut. Penyesuaian tegangan ini dilakukan oleh sebuah alat yang dinamakan Power Supply atau adaptor. Power Supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolakbalik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply disesuaikan adalah jenis catu daya yang memiliki tegangan bervariasi. Melalui semacam pasokan listrik, kita dapat mengatur arus pada nilai yang di inginkan. Ada situasi yang dihadapi oleh desainer sirkuit ketika sebuah power supply yang tidak diatur atau konstan hanya gagal untuk bekerja. Dalam situasi seperti itu, para desainer memilih untuk pasokan listrik yang disesuaikan.

Dalam mekanisme pasokan, arus-membatasi-perangkat yang diperlukan untuk mencegah bagian-bagian dari sistem dari terbakar atau meledak dalam kasus korsleting. Power supply dasar dipecah menjadi 4 elemen dasar yaitu: a. Transformator Biasanya berupa trafo step up dan trafo step down dimana input tegangan tergantung padakebutuhan listrik. Output berupa tegangan AC dan kemudian diumpankan ke penyearah. b. Bagian penyearah/Rectifier Merupakan rangkaian terbentuk dari komponen dioda yang mengubah sinyal ac untuk menjadi sinyal dc. Dc berdenyut ini adalah kemudian diaplikasikan pada filter. c. Penyaring/filter Adalah sebuah rangkaian yang mengurangi variasi kebisingan dalam tegangan dc. Dapat mencakup satu atau beberapa component pasif seperti resistor, kapasitor, dan inductors.biasanya digunakan kapasitor sebagai filter. Dc yang disaring kemudian diberikan kepada pengatur tegangan stabil(voltage regulator. d. Voltage Regulator Digunakan untuk menjaga konstan tegangan di keluaran catu daya juga menstabilkan/ meratakan lebih lanjut dari tegangan dc.menggunakan dioda zener sebagai regulator tegangan. saat ini zener digantikan oleh suatu IC regulator.

Power supply banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada penggunaan di komputer, uji peralatan modul, praktikum pengobatan, peralatan komunikasi system. Power Supply ini menggunakan IC 7815 dan 7819 dimana IC 7915 sebagai output +15volt dan IC 7915 digunakan sebagai output tegangan 15volt. Tujuan dari pembuatan power supply ini sebagai pencatu daya yang akan

digunakan sebagai pencatu daya ADC (Analog to Digital Converter). ADC (Analog to Digital Converter) adalah suatu perangkat yang mengubah suatu data kontinu terhadap waktu (analog) menjadi suatu data diskrit terhadap waktu (digital). ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam sample per second (SPS). ADC dapat di aplikasikan dalam pengolahan sinyal analog menjadi sinyal digital sebagai alat bantu pengukuran dalam komputer kontrol. Proses yang terjadi dalam ADC adalah: 1. Pencuplikan adalah proses mengambil suatu nilai pasti (diskrit) dalam suatu data kontinu dalam satu titik waktu tertentu dengan periode yang tetap. 2. Pengkuantisasian adalah proses pengelompokan data diskrit yang didapatkan pada proses pertama ke dalam kelompok-kelompok data. Kuantisasi, dalam matematika dan pemrosesan sinyal digital, adalah proses pemetaan nilai input seperti nilai pembulatan. 3. Pengkodean adalah meng-kode-kan data hasil kuantisasi ke dalam bentuk digital (0/1) atau dalam suatu nilai biner.

1.3. Daftar Alat dan Bahan a. Daftar Bahan No 1 2 3 4 Nama Bahan Dioda bridge Kapasitor 35V/220 F Kapasitor 25V/470 F C 63V/100 nano paraf Jumlah 2 4 4 6

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 17 18 19

Resistor 10 K Resistor 330 ohm Resistor 1,2 K IC 7915 IC 7815 IC CD4077BE IC HCF4011BE IC UA741CN Soket IC Switch Jumper 3 kabel Jumper 4 kabel PCB Feritklorit Connector banana Baut PCB Box hitam Acrylic

5 4 3 2 2 2 2 4 4 1 1m 1m 3 1bgks 10psng 6 2 2

b. Daftar Alat No 1 2 3 4 5 6 Solder Timah Penyedot Timah Bor Mata Bor Tang Jepit Nama Alat Jumlah 1 Secukupnya 1 1 1 1

1.4. Langkah Kerja 1.4.1. Proses PCB a. Siapkan semua peralatan dan bahan. b. Cuci papan PCB. c. Pindahkan rangkaian yang telah dibuat pada papan PCB, dapat dengan menggunakan metode menggosok. Langkah-Langkah metode menggosok: 1. 2. 3. Print layout pada kertas kalender atau kertas foto Kemudian tempelkan pada PCB yang telah di amplas. Perlahan-lahan gosok kertas yang telah di tempelkan pada PCB selama kurang lebih 10 menit. 4. Setelah itu, celupkan pada air, tunggu hingaa kertas terlepas dari PCB. d. Buat larutan FeCl3 dan air sesuai perbandingan. Lalu masukkan papan PCB yang telah ada rangkaiannya. e. Setelah tembaga pada papan PCB telah larut, angkat dan cucilah dengan air bersih.

f. Keringkan PCB, lalu amplas sebelum memertin dan memasang komponen.

1.4.2. Proses Pengeboran a. Gunakan mata bor 1 mm atau 0,8 mm untuk melubangi PCB. b. Borlah dengan kedudukan bor tegak lurus terhadap PCB. c. Bersihkan kotoran-kotoran sehabis pengeboran.

1.4.3. Proses Pemertinan dan Pemasangan Komponen a. Amplaslah kembali PCB yang telah di bor, kemudian bersihkan. b. Solder atau pertinlah rangkaian yang terdapat pada PCB dengan timah dan gunakan sedikit lotfet agar hasil pertinan terlihat rapi dan tipis. c. Setelah selesai, pasanglah komponen-komponen yang diperlukan pada PCB sesuai dengan tempatnya masing-masing. d. Lalu solder atau pertinlah semua kaki komponen dengan rapi. e. Setelah selesai periksa kembali rangkaian dan komponen yang telah dipasang apakah bekerja dengan baik.

1.4.4. Proses Akhir a. Siapkan sebuah box yang berukuran 15 x 20 cm. b. Posisikan atau letakkan PCB dan Trafo pada posisi yang benar dan baik, agar tidak saling mengganggu. c. Lalu bor atau lobangi bos sesuai posisi dari PCB atau Trafo agar dapat direkatkan di box tersebut menggunakan mur . d. Selanjutnya untuk bagian tutup box, gunakan acrilyc. Terlebih dahulu sablon acrilyc lalu bor atau lobangi acrilyc sesuai dengan ukuran komponen atau bahan yang akan dipasang. e. Pasang socket banana, potensiometer, led dan switch pada bagian tutup dengan baik.

f. Setelah itu, sambungkan switch dan kabel power pada trafo dengan benar, dan juga pasangkan kabel untuk keluaran pada socket banana sesuai dengan besar nilai keluarannya. g. Pasang tutup box acrilic tersebut, rekatkan dengan sekrup, pastikan terpasang dengan baik dan benar.

1.5. Gambar Rangkaian

Gambar 1. Rangkaian Power Supply

Gambar 2. Rangkaian ADC

Gambar 3. Layout Power Supply

Gambar 4. Layout ADC

1.6.

Prinsip Kerja Rangkaian

Pada dasarnya rangkaian power supply simetris 15 volt DC diatas disusun dari beberapa bagian yaitu bagian step down, bagian rectifier dan bagian regulator. Bagian step down berfungsi menurunkan tegangan AC 220 volt menjadi tegangan AC 15 volt. Komponen yang digunakan adalah trafo step down 1A dengan tegangan output 15 volt dengan CT. Bagian rectifier berfungsi untuk menyearahkan tegangan AC 15 Volt menjadi tegangan DC +15 volt dan -15 volt. Komponen yang digunakan sebagai rectifier adalah rangkaian yang terdiri dari 1 buah diode bridge, kapasitor 220 F dan 470 F. Bagian regulator berfungsi

untuk menentukan output power supply agar memiliki tegangan +15 volt dan -15 volt yang stabil. Komponen yang digunakan sebagai regulator tegangan +15volt adalah IC LM7815 dan regulator tegangan -15 volt menggunakan IC regulator tipe LM7915. Prinsip kerja ADC umumya memiliki banyak masukan, terutama yang berasal dari transduser, merupakan isyarat analog yang harus disandikan menjadi informasi digital sebelum masukan itu diproses, dianalisa atau disimpan didalam kalang digital. Pengubah mengambil masukan, mencobanya, dan kemudian memproduksi suatu kata digital bersandi yang sesuai dengan taraf dari isyarat analog yang sedang diperiksa. Keluaran digital bisa berderet (bit demi bit) atau berjajar dengan semua bit yang disandikan dan disajikan serentak. Dalam sebagian besar pengubah, isyarat harus ditahan mantap selama proses pengubahan. Rangkaian ADC ini menggunakan IC CD4077BE, IC HCF4011BE, IC UA741CN. Semakin rapat range pembagian yang digunakan pada rangkaian adc maka keluaran yang didapat akan semakin bagus dan mendekati sempurna. Sehingga dengan begitu kemungkinan pembalikan kembali sinyal keluaran menjadi sinyal analog akan lebih bisa dilakukan.