Anda di halaman 1dari 3

PENGAUDITAN II BAB 18

DOSEN PENGAMPU : Dr. H. SUGENG PAMUDJI, M.Si, Akt

Oleh : SEKAR NIKEN KARTIKA 12030110130174 AUDIT II / KELAS C

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO

1.

Aktiva tidak berwujud memiliki keistimewaan yang melekat pada produk, proses atau lokasi. Keistimewaan yang bersifat eksklusif mungkin diperoleh dari pemerintah atau mungkin diciptakan atau mungkin diperoleh dari pemiliknya. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dalam penyajian aktiva tidak berwujud di dalam neraca ialah sebagai berikut : a) Aktiva tidak berwujud harus disajikan secara terpisah dalam neraca. b) Jika mungkin, aktiva tidak berwujud yang mempunya umur ekonomis tidak terbatas harus disajikan terpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas. c) Dasar penilaian aktiva tidak berwujud harus disebutkan dan metode amortisasinya harus dijelaskan dalam laporan keuangan. Tujuan pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud : Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud. Membuktikan keberadaan aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwwujjud yang dicantumkan di neraca. Membuktikan asersi kelengkapan aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. Membuktikan asersi penilaian aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca.

2.

3.

4. Prosedur audit aktiva tidak berwujud yang dilakukan adalah : Usut saldo aktiva tidak berwujud yang tercantum ke neraca ke saldo akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar. Hitung kembali saldo akun aktiva tidak berwujud di buku besar. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun aktiva tidak berwujud dan akumulasi amortisasinya. Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu. Usut posting pendebitan dan perkreditan akun aktiva tidak berwujud ke dalam jjurnala yang bersangkutan. 5. Prosedur audit untuk membuktikan eksistensi terhadap aktiva tidak berwujud dalam neraca : Pengujian analitik Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud

Inspeksi terhadap dokumen yang menunjukkan hak kepemilikan atas aktiva tidak berwujud Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak

6. Prosedur untuk membuktikan hak pemilikan terhadap aktiva tidak berwujud dalam neraca : a) Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud b) Inspeksi terhadap aktiva tetap tidak berwujud c) Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak 7. Untuk membandingkan kesesuaian penyajian aktiva tidak berwujud dalam neraca dengan PABU maka prosedur audit yang digunakan yakni : Aktiva tidak berwujud harus disajikan secara terpisah dalam neraca. Jika mungkin, aktiva tidak berwujud yang mempunya umur ekonomis tidak terbatas harus disajikan terpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas. Dasar penilaian aktiva tidak berwujud harus disebutkan dan metode amortisasinya harus dijelaskan dalam laporan keuangan. 8. Yang diperhitungkan untuk menentukan biaya aktiva tidak berwujud : Paten Hak cipta Nama dan merk dagang Franchise