Siphilis Faktor yang Memperparah Perkembangan Selulitis a.

Usia

Semakin tua usia, kefektifan sistem sirkulasi dalam menghantarkan darah berkurang pada bagian tubuh tertentu. Sehingga abrasi kulit potensi mengalami infeksi seperti selulitis pada bagian yang sirkulasi darahnya memprihatinkan. b. Melemahnya sistem immun (Immunodeficiency)

Dengan sistem immune yang melemah maka semakin mempermudah terjadinya infeksi. Contoh pada penderita leukemia lymphotik kronis dan infeksi HIV. Penggunaan obat pelemah immun (bagi orang yang baru transplantasi organ) juga mempermudah infeksi. c. Diabetes mellitus

Tidak hanya gula darah meningkat dalam darah namun juga mengurangi sistem immun tubuh dan menambah resiko terinfeksi. Diabetes mengurangi sirkulasi darah pada ekstremitas bawah dan potensial membuat luka pada kaki dan menjadi jalan masuk bagi bakteri penginfeksi. d. Cacar dan ruam saraf

Karena penyakit ini menimbulkan luka terbuka yang dapat menjadi jalan masuk bakteri penginfeksi. e. Pembangkakan kronis pada lengan dan tungkai (lymphedema)

Pembengkakan jaringan membuat kulit terbuka dan menjadi jalan masuk bagi bakteri penginfeksi. f. Infeksi jamur kronis pada telapak atau jari kaki

Barrier tersebut dibentuk oleh tulang rahang dan otot-otot yang berinsersi pada tulang tersebut (Berini. Penyebab utama selulitis adalah proses penyebaran infeksi melalui ruangan subkutaneus sellular / jaringan ikat longgar yang biasanya disebabkan dari infeksi odontogenik. h. Penggunaan steroid kronik Contohnya penggunaan corticosteroid. menyebar ke segala arah waktu mencari jalan keluar. mempermudah timbulnya penyakit ini. Periodontitis apikalis akut atau kelanjutan dari infeksi/abses periapikal.1999). . Malnutrisi Sedangkan lingkungan tropis. menyebabkan selulitis. panas. hal tersebut dapat dijadikan acuan penyebaran infeksi pada proses septik.Infeksi jamur kaki juga dapat membuka celah kulit sehinggan menambah resiko bakteri penginfeksi masuk g. i. Penyalahgunaan obat dan alcohol Mengurangi sistem immun sehingga mempermudah bakteri penginfeksi berkembang. banyak debu dan kotoran.4 % kasus selulitis fasialis disebabkan infeksi odontogenik yang berasal dari pulpa dan periodontal. et al. Ketika itu biasanya periosteum ruptur dan infeksi menyebar ke sekitar jaringan lunak intra dan/atau extra oral. Penyebaran ini dipengaruhi oleh struktur anatomi lokal yang bertindak sebagai barrier pencegah penyebaran. Patofisiologis Pada 88.

Pterigoideus Medialis (sebelah dalam ramus mandibula) o Lateral : ke daerah pterigomandibula . Masseter (sebelah luar ramus mandibula) o Di antara m. Masseter : ke daerah submasseterik o Lateral : ke daerah temporal . Buccinator (bagian luar body mandibula) o Di bawah perlekatan otot : ke daerah fasial o Di atas perlekatan otot : ke intraoral .M. Perlekatan otot-otot pada tulang fasial (Topazian. Mylohyoid (sebelah dalam body mandibula) o Di bawah perlekatan otot : ke daerah sublingual dalam o Di atas perlekatan otot : ke daerah sublingual luar o Anterior : ke daerah submental .M.1997): a.Gambar. 2004) Jalur penyebaran infeksi odontogenik (Dimitroulis.M. Gigi-gigi Rahang Bawah .M.

Philadelphia . Gigi-gigi Rahang Atas . sebagai berikut: mekanisme pertahanan local (barrier anatomi tubuh yang intak dan populasi bakteri normal dalam tubuh). St.M. Oral and Maxillofacial Infection. sistem imun. efektivitas sistem pertahanan)). et al. Wright. Peterson (2002) menguraikan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dengan lebih jelas lagi. umur) dan faktor lokal (suplai darah. G. asal infeksi (pulpa. A Synopsis of Minor Oral Surgery. Louis Topazian. Dimitroulis. granulosit. Mosby. (p337-50). 1997.G & Golberg. periodontal. luka jaringan) dan toksisitas yang dihasilkan dan dikeluarkan dari mikroorganisme) dan host (keadaan Umum (status kesehatan. M H. 1997. monosit dan limfosit). Medica Oral: Buccal and Cervicofacial Cellulitis. 2002. et al.o Medial : ke daerah pharyngeal o Posterior : ke retropharyngeal b. WB Saunders.Palatum durum (di medial) . Buccinator (di lateral) o Di atas perlekatan otot : ke daerah fasial o Dibawah perlekatan otot : ke daerah intraoral . Volume 4. R.Sinus maksilaris ( di superior) Menurut Dimitroulis (1997) faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dari infeksi adalah mikroorganisme (Virulensi mikroorganisme. Sumber : Berini. 2002. Oral and Maxillofacial Surgery. mekanisme pertahanan hurmoral (imunoglobulin dan komplemen) serta mekanisme selular (fagosit. Oxford (71-81) Peterson. jumlah mikroorganisme.