Anda di halaman 1dari 6

GETARAN SELARAS TEREDAM (GST)

A. Penjelasan Singkat GST


Selain gaya balik linear, terdapat gaya lain yang menimbulkan redaman pada getaran
selarasnya, yakni gaya gesek (sebanding dengan kecepatan partikel tetapi melawan arah
gerak), sehingga persamaan gayanya
x c x k F


Persamaan diferensial getaran selaras teredam
0 + + x
m
k
x
m
c
x

Penyelesaian persamaan diferensial tersebut : tergantung nilai c (konstanta gesek), m


(massa) dan k (konstanta pegas). Ada 3 penyelesaian yang memunculkan tiga jenis
getaran teredam, yaitu:
0 4
2
> k m c Getaran Selaras Teredam Kuat (overdamped)
0 4
2
k m c Getaran Selaras Teredam Kritis (critical damped)
0 4
2
< k m c Getaran Selaras Teredam Lambat (underdamped)
B. GST Kuat
Ada 2 akar negatif :
t t
e A e A t x
m
k
m
c
m
c
q
m
k
m
c
m
c
q
2 1
2 1
2
2 / 1
2
2
2
1
2 / 1
2
2
1
) (
4 2
4 2

,
_

,
_

+
Sistem setelah diberi simpangan awal akan kembali ke posisi setimbang secara
eksponensial (tanpa osilasi).
Faktor redaman cukup besar melawan gaya balik sehingga sistem tidak bergetar
melainkan langsung menuju ke keadaan setimbang setelah mula-mula
disimpangkan.
Contoh penerapan GST Kuat ialah pada pegas pembalik daun pintu. Artinya bila
bila pintu kita buka dan kita lepas maka daun pintu akan kembali menutup secara
perlahan lahan. Gerak yang perlahan itu menguntungkan karena orang yang
berada di belakang kita tidak akan terpukul oleh daun pintu, dan juga ketika pintu
tertutup tidak terdengar bunyi gaduh. Adapun contoh penerapan lainnya ialah
dawai biola yang berhenti bergetar setelah dipetik.
C. GST Kritis
Ada akar kembar negatif :
( )
t
e B t A t x
m
c
q q


+ ) (
2
2 1
Sistem juga tidak menjalani getaran, tetapi menuju titik atau posisi setimbang
secara asimtotis.
Dapat berlaku hukum peralihan dari GST Kritis ke GST Lemah.
Dalam hal ini apabila beban massa suatu benda terlampaui banyak sehingga pegas
terlalu berat menopang massa benda tersebut maka menyebabkan getaran tidak
lagi teredam kritis melainkan berubah menjadi getaran teredam lemah sehingga
terjadi osilasi.
Contoh penerapan GST Kritis ialah pada sistem pegas roda mobil sehingga bila
roda menumbuk batu atau melewati lubang maka gangguan itu tidak terasakan
oleh pengendara atau penumpang. Hanya saja bila penumpang terlalu banyak
sehingga beban yang diangkat oleh pegas terlalu berat. Inilah yang menyebabkan
mulai berlakunya hukum peralihan dari GST Kritis ke GST Lemah.
Adapun contoh lainnya ialah runtuhnya Jembatan Taoma Narrows di Amerika
Serikat. Hubungan peristiwa runtuhnya Tahoma Bridge dengan konsep resonansi :
angin yang berhembus dengan kecepatan tertentu (32 mil/jam) akan menghasilkan
frekuensi tertentu. Hubungan antara kecepatan angin (v) dengan frekuensi yang
dihasilkan berbanding lurus artinya semakin besar kecepatan makin besar pula
frekuensinya ( frekuensi=kecepatan/ panjang gelombang ). Jembatan sendiri
terbuat dari bahan tertentu dalam hal ini baja yang mempunyai massa, panjang,
rapat jenis, tegangan tertentu. Sehingga jembatan mempunyai frekuensi tertentu.
Karena pembuat jembatan tidak memperhatikan faktor alam, maka frekuensi
angin sama atau hampir sama atau kelipatan genap dari frekuensi jembatan yang
akan menyebabkan terjadinya resonansi. Akibat dari resonansi tersebut akan
timbul getaran pada jembatan, getaran yang bergerak atau berjalan akan
menimbulkan gelombang. Sedangkan angin yang bertiup kecepatannya berubah-
ubah ( frekuensinya juga akan berubah ubah ), hal ini yang menyebabkan
gelombang puntir sehingga menyebabkan jembatan runtuh.
D. GST Lemah
Ada 2 akar kompleks :

,
_

,
_

+
2
2 / 1
2
2
2
1
2 / 1
2
2
1
4 2
4 2

m
c
m
k
i
m
c
q
m
c
m
k
i
m
c
q
dengan mengingat
( )
2 / 1
0
2 / 1
2 2
0
2 / 1
2
2
dan
2
dimana
4

,
_

,
_


m
k
m
c
m
c
m
k
d

maka
( )




+

t A e t x
i q
i q
d
t
d
d
cos ) (
2
1
Pada getaran selaras lambat ini, masih terjadi osilasi atau getaran tetapi amplitudo
mengecil dikarenakan faktor tenaga yang diperlukan untuk mengatasi redaman.
Tenaga sistem getaran tidak konstan, tetapi berkurang secara berangsur oleh
adanya gaya peredam yang bersifat disipatif sebagaimana gaya gesek pada
umumnya.
Laju perubahan tenaga (daya disipasi pada sistem) dapat dituliskan
( )x kx x m x kx x x m E
kx x m E

+ +
+
2 2
2
1
2
1
Jika dari persamaan diferensial telah didapatkan
x c kx x m +
maka disimpulkan
2
x c E

berkurang secara kontinu sebagaimana pengurangan amplitudonya.


Adapun contoh penerapannya ialah pada sistem ayunan pada bandul berayun,
dimana ketika bandul berayun secara sinusoida (getaran yang terjadi karena
gerakan bandul membentuk gelombang sinus) terjadi peristiwa osilasi sehingga
gaya gesekan lebih lemah dibanding gaya baliknya yang menyebabkan benda
melakukan gerak periodik dengan amplitudo yang berkurang secara eksponensial
terhadap waktu.
Nama : I Putu Deny Arthawan Sugih P.
NIM : 0910680023