Anda di halaman 1dari 4

ILEUS PARALITIK

January 19, 2010 by yuda handaya 1. Apa yang dimaksud dengan ileus paralitik? Adalah suatu keadaan akut abdomen berupa kembung (distensi abdomen) karena usus tidak berkontraksi akibat adanya gangguan motilitas 2. Gejala yang ditemukan pada pasien ileus paralitik? Gangguan pada siklus BAB Perut kembung (distensi) Muntah Badan meriang (panas) 3. Bagaiman patofisiologi dari ileus paralitik? Ileus paralitik terjadi karena peristaltik usus dihambat sebagian akibat pengaruh toksin ataupun trauma yang mempengaruhi kontrol otonom pergerakan usus. 4. Bagaimana hasil pemeriksaan fisik pada pasien ileus paralitik Distensi abdomen Meteoristik Bising usus menurun atau bahkan menghilang Keadaan umum sakit bisa ringan atau bahkan berat 5. Sebutkan faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan resiko terjadinya ileus paralitik? v Batu empedu v Trauma v DM (Diabetes Mellitus) v Obat-obat spasmolitik v Pancreatitis akut v Pnemonia

v Tindakan bedah di abdomen 6. Pemeriksaan apa saja yang dlakukan untuk menegakan Dx? v Pemeriksaan darah lengkap v Analisa gas darah v Foto rontgen abdomen v USG v Colok dubur 7. Pada pemeriksaan colok dubur apa yang didapatkan? Rektum tidak kolaps dan tidak didapatkan kontraksi dari usus 8. Pada pemeriksaan foto abdomen gambaran apa yang didapatkan? Gambaran herring bone atau gambaran tulang ikan 9. Apa diagnosa banding dari ileus paralitik? Dx bandingnya adalah ileus obstruktif Perbedaan Pmx fisik Hasil Foto Abdomen Ileus paralitik Peristaltik dihambat dari permulaan / BU (-) Herring bone (gbran Spt Duri ikan) Ileus obstruktif Peristatik diperkuat kemudian lamalam hilang /BU ? BU (-) Air Fluid Level

10. Penatalaksanaan IP secara non medis? v KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang penyakit ini v Tirah baring v Puasa, pasien mendapat nutrisi parenteral sampai BU (+)/ Flatus (+) v Pasang NGT / Naso Gastric tube (selang lambung) v Kateterisasi urin 11. Apa fungsi pemasangan NGT? Untuk dekompresi udara di saluran cerna 12. Apa Fungsi pemasangan kateterisasi urin? Untuk mengukur jumlah produksi urin per24 jam

13. Berapa kebutuhan nutrisi parenteral yang diberikan selama perawatan? Diberikan sesuai kebutuhan kalori basal (25-30 kal/KgBB/hr) atau dapat diberikan 1000-1500 kal/hr ditambah kebutuhan yang lain. 14. Diet yang dianjurkan setelah kondisi stabil? Hari 1(bubur saring) Hr 2 (Bubur Kasar) Hr 3 (Nasi tim) Hr 4 (Nasi biasa) 15. Penatalaksanaan secara farmakologi? v Infus cairan untuk mengatasi syok v Koreksi keseimbangan elektrolit Na/K sesuai kebutuhan) v Prostigmin (neostigmin) 31 ampul untuk memacu motilitas usus. v Antibiotik tergantung penyebab. 16. Apa penyulit yang biasa didapat pada kasus ini? v Syok hipovulemik v Septikemia v Syok sepsis v Malnutrisi 17. Mengapa bisa sampai terjadi kondisi syok pada kasus ini? Karena kehilangan H2O dan elektrolit melalui muntah dan penyedotan usus sehingga berpengaruh pada penciutan ruangan cairan extrasel yang mengakibatkan syok. 18. Mengapa pada IP memberi gambaran distensi abdomen? Karena secara patofisiologi lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas sehingga terjadi peningkatan tekanan intra lumen sehingga terjadi distensi abdomen. 19. Bagaimana prognosanya? Tergantung dari kecepatan dan ketepatan mendiagnosa dan mengobati.dan biasanya buruk DAFTAR PUSTAKA

Simade brata dkk. Gastro Enterologi dalam Pedoman Dignosis dan Terapi Dibidang Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FK UI, 1999 : 32,33 Syamsul Sjamsuhidajat dan Win Decong. Usus Halus Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Refeisi. Jakarta : EGC, 1997 : 841-844

Trice and filson. Usus Kecil Dalam Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 4 alih bahasa dr. Peter anugerah. Jakarta : EGC, 1995 : 402,405 Grace and boeley. Obstruksi Usus dalam at a glance Ilmu Bedah edisi 3. Jakrta : EMS, 2005 : 116-117