Anda di halaman 1dari 15

STANDARISASI KOMPUTER LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE BACKUP AND RESTORE VIA NETWOK

Oleh: Tri Susanto Staf Pengajar STMIK AMIKOM Yogyakarta e-mail: m3susanto@gmail.com

Abstraksi

Standard adalah suatu ukuran baku yang merupakan alat pengukur atau penilai dari pada setiap aktivitas yang dikerjakan, yang dijadikan ketentuan atau pedoman pokok dalam pengerjaan tersebut. Dengan distandarkannya software dan hardware akan memudahkan dalam menangani permasalahan yang terjadi pada komputer user dengan cepat. Dengan menggunakan software Norton Ghost CE 8.3 kita dapat membuat standard software sendiri dari system operasi sampai aplikasi sebuah komputer kemudian dibackup dan direstore ke semua client pada laboratorium komputer yang mempunyai spesifikasi hardware yang sama.
Keyword:

Standarisasi Komputer Laboratorium, Metode Backup and Restore Via Network

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Laboratorium komputer merupakan salah satu sarana pembelajaran yang digunakan untuk penelitian maupun peningkatan ketrampilan. Agar dapat digunakan secara maksimal maka diperlukan perawatan dan perbaikan pada sisi hardware maupun software. Laboratorrium komputer yang mempunyai banyak client tentunya juga mempunyai beberapa pekerjaan diantaranya installasi system operasi, aplikasi dan konfigurasi yang harus sama, jika dilakukan satu persatu maka akan muncul permasalahan berkaitan dengan waktu pengerjaan yang lama. Jika installasi komputer dapat dilakukan dengan cepat, perbaikan komputer juga tidak terlalu lama proses maintenancennya mudah maka dengan sendirinya user akan merasa nyaman dan puas, sehingga kegiatan praktikum berjalan lancar Maka dari itu diperlukan sebuah metode yang dapat membantu di dalam menangani permasalahan yang terjadi pada laboratorium komputer secara cepat dengan jumlah client yang banyak. 1.2 Batasan Masalah Adapun batasan masalah pada pembahasan ini adalah bagaimana melakukan metode backup dan restore lewat jaringan dengan menggunakan media usb flashdisk, sehingga dapat meningkatkan pelayanan di laboratorium, memudahkan dalam maintenance komputer serta meningkatkan efektifitas kerja. 1.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah standarisasi sitem operasi dan aplikasi pada laboratorium komputer.

Sedangkan manfaat yang bisa diperoleh dari penelitian ini yaitu hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu dalam installasi, perbaikan dan maintenance pada laboratorium komputer. 2. Dasar Teori 2.1 Konsep Dasar Jaringan Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan suatu protokol komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berbagi data atau berbagi sumber daya (sharing resources).

Sistem pemasangan jaringan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1. Jaringan Terpusat Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa node (workstation) yang terhubung dengan sebuah komputer pusat atau disebut Server. Pada jaringan ini sistem kerja workstation tergantung dari komputer pusat. Dan komputer pusat tugasnya melayani permintaan akses dari workstation. 2. Jaringan Peer-to-Peer Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya tanpa komputer pusat (server base). Pada masing-masing komputer workstation terdapat media penyimpanan (hard disk) yang berfugsi sebagai server individu.

2.2 Pemanfaatan Jaringan Komputer

Pembentukan sebuah jaringan komputer sangat erat dengan manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya jaringan tersebut. 1. Bagi pakai (sharing) peralatan (resources) Dengan adanya jaringan komputer, maka pemakain beberapa peralatan komputer seperti printer, hard disk, disket, scanner, CD-ROM dan lainnya dapat dilakukan bersama-sama saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi peralatan yang terpasang tersebut. 2. Bagi pakai software Hampir dalam setiap organisasi, kemampuan dalam melakukan bagi pakai berkas atau file data diperlukan setiap hari. Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen basis data atau database, didesain disamping agar bisa dipakai oleh satu pemakai, juga dimungkinkan untuk dipakai bersama-sama dengan pemakai lain dalam waktu yang bersamaan. Atau dengan kata lain, untuk mengakses dan meng-update file-file tadi. Paket yang lain, seperti program pengolah data (word processor) dan spreadsheet, kebanyakan didesaian hanya untuk satu pemakai yang dapat mengupdate file.

3. Komunikasi Kominikasi antar pemakai dalam suatu jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail atau tele conference. Sehingga kebutuhan akan komunikasi antar pemakai dapat dipenuhi tanpa harus pindah dari tempat kerjanya. Selain itu pemakai e-mail dapat menekan pemakaian pulsa telepon. 4. Pemrosesan terpusat (terdistribusi) Didalam suatu jaringan komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara terdistribusi. Pemrosesan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh tiap pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer pusat. Sebaliknya, pemrosesan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari komputer pusat dapat dikerjakan oleh tiap pemakai berdasarkan spesialisasi bidang kerjanya. 5. Keamanan data Keamanan data dapat diatur oleh supervisor (administrator) dengan pemberian hak akses, pembatasan waktu akses dan pemberian password untuk melindungi pemakaian komputer pusat. 6. Akses internet bersama-sama Jika ada salah satu komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan izin untuk akses ke

internet, maka para pengguna jaringan dapat melakukan aktivitas di internet hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP, satu buah modem. Hal ini sangat menghemat dana yang cukup besar.
3. Metode Penelitian

Metode adalah tata cara yang ditempuh sehingga tujuan bisa dicapai dengan hasil sebaik baiknya secara optimal. Dalam penyusunan laporan ini digunakan beberapa metode penulisan yaitu :
3.1 Metode Kepustakaan Metode yang dilakukan dengan menggunakan buku-buku perpustakaan yang meliputi literatur, catatan, internet dan bacaan lain yang menunjang penulisan. 3.2 Metode Konsultasi Dengan cara mengadakan konsultasi kepada orang orang yang penulis anggap memiliki pengetahuan dan wawasan terhadap permasalahan yang akan dibahas. 3.3 Metode Penelitian Laboratorium Dalam hal ini penulis melakukan percobaan di laboratorium yaitu dengan membuat standard komputer yang akan dibackup dan direstore lewat jaringan menggunakan software utility Norton ghost CE 8.3.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan Analisis perbandingan sebelum dan sesudah menggunakan metode backup and restore via network: 1. Analisis Kinerja Sebelum Sesudah

Dalam mengatasi permasalahan Mampu mengatasi permasalahan lama dengan cepat

2. Analisis Kontrol Sebelum Sering terjadi perbedaan konfigurasi pada tiap tiap komputer. Spesifikasi hardware yang tidak sama Sesudah Dengan adanya standarisasi semua komputer mempunyai spesifikasi hardware dan software yang sama sehingga mudah dalam pengontrolannya

3. Analisis Efektifitas Sebelum Waktu untuk installasi perbaikan komputer lama Sesudah dan Waktu untuk installasi dan perbaikan komputer lebih cepat

4. Analisis Pelayanan

Sebelum

Sesudah

Layanan penggunaan komputer Layanan penggunaan komputer terganggu dapat terlayani dengan baik

Untuk melakukan backup dan restore lewat jaringan diperlukan beberapa persiapan :

1. Install Norton Ghost 8.3 CE di komputer server 2. Membuat Komputer Master (Yang akan Di Backup) Install windows (sekalian di optimalisasikan) Install program atau aplikasi yang diperlukan (jika akan menggunakan deep freeze sebaiknya jangan diinstall terlebih dahulu)

3. Siapkan komputer client yang akan di ghost sebanyak banyaknya syaratnya spesifikasinya harus sama dengan komputer master. 4. Gunakan flashdisk, disket atau cd apabila ada cdrom drivenya untuk booting (pilih salah satu), disini yang akan kita coba gunakan untuk booting adalah usb flashdisk (sediakan yang banyak, kalau tidak ada ya beli dong atau seadanya saja). Backup Komputer Master 1. Membuat konfigurasi pada flashdisk untuk create image file Masukkan flashdisk pada port usb di komputer server

Jalankan Norton Ghost 8.3 pilih Ghost Boot Wizard kemudian ikuti langkah langkahnya Beri tanda centang show all dirvers Pilih driver landcard (kartu jaringan)yang digunakan, kalau tidak ada pilih universal paket drivers atau cari di cd driver motherboard Kemudian klik next Masukan Parameter -clone,mode=create,src=2,dst=@mclab8 untuk nama session terserah anda, contoh disini nama sessionnya lab8

Gunakan IP yang belum dipakai Biar tidak konflik tiap tiap flashdisk IP nya harus beda

Di sini ada beberapa pilihan media yang akan digunakan untuk booting: Format Floppy Disk Set : apabila kita akan menggunakan floppy disk untuk booting. Create Iso Image : bila media yang akan kita gunakan untuk booting adalah CD ROM.

Format Disk : bila media yang akan kita gunakan untuk booting adalah usb flashdisk. ( media ini yang akan kita gunakan dalam pembahasan kali ini ) Apabila didalam flashdisk ada filenya maka jika di klik yes file tersebut akan terformat Proses konfigurasi telah selesai dan flashdisk siap digunakan untuk booting di komputer master

2. Komputer Server jalankan Start Program - Symantec Ghost Ghostcast Server

Isikan Session Name yang telah anda buat missal : lab8 Pilih Create Image

Pilih lokasi untuk menyimpan image file dengan space minimal 5Gb atau 10 Gb (misal G:\Ghost Lab8\lab8.gho) lab8.gho adalah nama image yang akan kita buat Pilih Disk Pilih Accept Clients

3. Komputer Master Masukkan flashdisk pada port usb Hidupkan komputer masuk ke BIOS pilih first boot from usb (jgn lupa di enable dulu) Kemudian komputer akan restart dan menjalankan pcdos secara otomatis menjalankan ghost kemudian klik yes Setelah itu pada komputer server pilih send Selamat.. anda telah berhasil membuat image ghost (lab8.gho)

Restore Image Ke Komputer Client Via Network 2. Membuat konfigurasi flashdisk untuk restore di client Masukkan flashdisk pada port usb komputer server Jalankan Norton Ghost 8.3 pilih Ghost Boot Wizard kemudian ikuti langkah langkahnya sebagai berikut: Beri tanda centang show all dirvers

Pilih driver landcard (kartu jaringan)yang digunakan, kalau tidak ada pilih universal paket drivers atau cari di cd driver motherboard Masukan Parameters -clone,mode=restore,src=@mclab8,dst=2 untuk nama session terserah anda, contoh disini nama sessionnya lab8 Gunakan IP yang belum dipakai Biar tidak konflik tiap tiap flashdisk IP nya harus beda

Di sini ada beberapa pilihan media yang akan digunakan untuk booting: Format Floppy Disk Set : apabila kita akan menggunakan floppy disk untuk booting. Create Iso Image : bila media yang akan kita gunakan untuk booting adalah CD ROM. Format Disk : bila media yang akan kita gunakan untuk booting adalah usb flashdisk. ( media ini yang akan kita gunakan dalam pembahasan kali ini ) Apabila didalam flashdisk ada filenya maka jika di klik yes file tersebut akan terformat Proses konfigurasi telah selesai dan flashdisk siap digunakan untuk booting di komputer client

1. Komputer Server jalankan Start Program - Symantec Ghost Ghostcast Server

Isikan Session Name lab8 ( session name yang anda buat ) Pilih Restore Image Pilih lokasi penyimpanan image yang telah dibuat (G:\Ghost Lab8\lab8.gho) Pilih Disk Pilih Accept Clients

2. Komputer Client Masukkan flashdisk yang telah dikonfigurasi di setiap client yang akan di ghost

Hidupkan komputer masuk ke BIOS pilih first boot from usb (jgn lupa di enable dulu usbnya) Kemudian komputer akan restart dan menjalankan pcdos secara otomatis Klik yes pada semua client Setelah itu pada komputer server pilih send Selamat.. anda telah berhasil Ghost Via Network ga perlu install satu satu kelamaan Setelah selesai jangan lupa install deep freeze

Demikian langkah langkah backup and restore via network dengan menggunakan Norton Ghost 8.3 CE.
5. Kesimpulan dan Saran Dengan metode backup and restore via menggunakan software Norton Ghost CE 8.3 kita dapat: network

1. Membuat standarisasi system operasi dan software

aplikasi untuk laboratorium komputer.


2. Membuat backup system dan aplikasi yang telah

diinstall dalam bentuk image.


3. Memperbaiki system yang rusak secara cepat dengan

cara merestore lewat jaringan.

5. Daftar pustaka

Symantec Corporation, Symantec Ghost 8.3 Reference Guide, ftp://ftp.symantec.com/public/english_us_canada/products/sym antec_ghost_solution_suite/1.1/manuals/Ghost_ref_guide.pdf diakses tanggal 20 Juni 2009 Yudhi, 2008, Pengantar Jaringan KomputerLAN, [online], (http://www.sejutablog.com/pengantarjaringankomputer lan/,diaksestanggal03Februari2009)