Anda di halaman 1dari 7

Nama NPM Mata Kuliah

: Yulirika Ashari Lucha : 1102010301 : Kewarganegaraan

ANALISA STRATEGI SITUASI DAN KONDISI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BANGSA MELALUI PIKIRAN 1. Judul Kelompok Kota : Otonomi Daerah : Medan

OTONOMI DAERAH Secara konstitusional Negara Indonesia di bagi dalam daerah propinsi dan daerah yang lebih kecil (Kota-Kabupaten). Masing-masing daerah pada dasarnya memiliki sifat otonom dan atministratif. Adanya daerah, menjadikan adanya pemerintahan daerah,pertimbangan situasional, historis, politis, psikologis dan tehnis pemerintahan,merupakan latar belakang pemikiran strategis perlunya pemerintahan daerah di Indonesia. Pemerintah Daerah Kota Medan adalah Walikota Medan beserta perangkat daerah otonom yang lain sebagai unsur penyalenggara pemerintah daerah. Secara garis besarstruktur organisasi Pemerintah Kota Medan, dapat digambarkan sebagai berikut: Fungsi Pemerintah Kota Medan pada dasarnya dapat dibagi ke dalam lima (5)sifat, yaitu : ( 1) Pemberian pelayanan, (2) Fungsi pengaturan (penetapan perda), (3)Fungsi pembangunan, (4) Fungsi perwakilan (dengan berinteraksi dengan PemerintahPropinsi /Pusat), (5) Fungsi koordinasi dan perencanaan pembangunan kota.Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah, PemerintahKota Medan menyelenggarakan 2 (dua) bidang urusan yaitu : 1.Urusan pemerintahan teknis yang pelaksanaannya diselenggarakan oleh Dinas-dinasdaerah (Dinas Kesehatan, Pekerjaan Umum) dan 2.Urusan pemerintahan umum, yang terdiri dari: Kewenangan mengatur yang diselengarakan bersama-sama dengan DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, sebagi Badan Legislatif Kota. Kewenagan yang tidak bersifat mengatur (segala sesuatu yang dicakup dalamkekuasaan melaksanakan kesejahteraan umum), yang diselenggarakan olehWlikota/Wakil Walikota, sebagai pimpinan tertinggi Badan Eksekutif Kota

Berdasarkan fungsi dan kewenagan tersebut, Walikota Medan membawahi(pimpinan Eksekutif tertinggi) seluruh Instansi pelaksana Eksekutif Kota.

2. Arti ketahanan jati diri warga daerah Medan dalam ketahanan a. Individu I. II. III. IV. Kekuatan : Memiliki rasa kebersamaan yang tinggi yang mampu memahami dan rasa saling mejaga diri dan keamanan diri sendiri dan keluarga Kelemahan : Ego individual yang masih cukup tinggi menghambat proses perthanan lingkungan yang ingin di ciptakan Peluang : Azas Hak Asasi Manusia di kabupaten sangat dijunjung tinggi sehingga konflik dan perang di kabupaten Medan dapat dihindarkan. Ancaman : Luas daerah yang sebagian besar merupakan daerah perairan, dapat menimbulkan potensi perang ataupun konflik atas masalah perekonimian yang ada, jika pemerintah tidak mengambil langkah dengan cepat.

b. Keluarga I. II. III. IV. Kekuatan : Menjaga keselamatan keluarga besar yang dimiliki dengan berbagai cara Kelemahan : Aspek komunikasi yang seharusnya dapat memberikan support yang banyak, akan tetapi belum berkembang Peluang : Jalur transportasi sangat berkembang karena kota Medan Ancaman : Menjadi ancaman jika sudah mulai melalaikan tanggung jawab keluarga dan mementingkan prioritas pribadi

c. Lingkungan I. II. III. IV. Kekuatan : Peraturan yang mengikat dan jelas tentang perthanan dan keamanan kabupaten pacitan Kelemahan : kurangnya pengawasan lingkungan secara ketat oleh pemerintah di beberapa aspek yang memungkinkan saja terjadi perang dan konflik Peluang : Banyak investor yang mulai melirik daerah pertambangan untuk kabupaten pacitan Ancaman : Jika tidak diawasi dengan ketat tentang investor, dapat meningkatkan ancaman konflik dengan warga sekitar.

d. Daerah I. II. III. IV. Kekuatan : Aspek-aspek pertambangan, pertanian, dan prikanan yang sangat berkembang Kelemahan : Kabupaten Medan dengan banyak pesisir laut, dapat mempengaruhi daerah teritorial dengan kabupaten tetangga Peluang : Pengembangan secara merata dapat mensejahterakan penduduk Ancaman : Eksploitasi pertambangan yang berlebihan dapat memicu konflik antara penduduk dan investor

e. Nasional I. Kekuatan : Pendidikan yang dijunjung tinggi oleh pemerintah kabupaten Medan untuk menciptakan sumber daya manusia yang dapat bertanggung jawab dan dapat membantu pertahanan dan keamanan kabupaten kota pacitan ataupun nasional Kelemahan : kepatuhan hukum yang masih kurang di daerah kabupaten pacitan. Peluang : Rasa nasionalisme yang sangat tinggi dapat membantu pemerintah untuk menjaga hankam Ancaman : Budaya luhur yang selalu menjaga keseimbangan alam dan manusia mulai hilang digantikan dengan rasa serakah

II. III. IV.

3. Arti dari Trigatra Geografi : wilayah kota Medan hampir secara keseluruhan berbatasan dengan Daerah Kabupaten Deli Serdang, yaitu sebelah Barat, Selatan dan Timur. Sepanjang wilayah Utara nya berbatasan langsung dengan Selat Malaka, yang diketahui merupakan salah satu jalur lalu lintas terpadat di dunia. Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan Sumber Daya alam (SDA), Khususnya dibidang perkebunan dan kehutanan. Kekuatan : Kuantitas air laut relatif cukup tinggi. Kelemahan : pengawasan yang kurang dari pemerintah Peluang : kesadaran tentang potensi alam yang mulai tumbuh dan berkembang Ancaman : Sumber daya manusia yan gserakah dan tidak bertanggung jawab 1) Buatan Kekuatan : meningkatkan kesejahteraan dengan bekerja sama dengan pihak luar Kelemahan : ekploitasi besar-besaran pada sktor pertambangan dan lingkungan Peluang : meningkatkan sistem peraturan daerah tentang investasi Ancaman : perang tentang lahan yang dijadikan daerah pertambangan 2) Budaya Kekuatan : Pemeliharaan dan pelestarian budaya yang masih dilakukan oleh penduduk kabupaten Medan Kelemahan : tidak ada penyaringan ketat dengan budaya asing Peluang : pertukaran kebudayaan yang mampu memperkenalkan kebudayaan Ancaman : kebudayaan asing yang begitu saja masuk dan menjadi jatidiri pemuda kota Medan

3) Manusia Kekuatan : dengan sumberdaya alam yang sangat besar, SDM dengan sangat mudah menciptakan lapangan kerja yang baru Kelemahan : modal yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan untuk seorang wiraswasta Peluang : pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggung jawab dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk Ancaman :sangat ketatnya hukum yang berlaku sehingga kesalahan sedikit saja, bisa membuat seseorang mendapat hukuman berat a. Penduduk Kekuatan : saling menghargai yan gtinggi dapat meningkatkan rasa toleransi Kelemahan : provokasi dan sikap anarkis yang ada di diri penduduk lokal bila daerahnya diekslloitasi Peluang : sektor pertambangan yang sangat krusial dan dapat memberikan penghasilan lebih untuk penduduk Ancaman : bila investor yang melakukan eksploitasi besar-besaran tidak menjamin kesejahteraan penduduk, dapat memicu emosi penduduk 4. Arti dari IPOLESOSBUD HAMKAM dalam a. Ideologi I. II. Politik : Trias politika yang dapat mengatur sistim politik yang ada di kota Medan dapat membawa kondisi politik kearah yang lebih baik Ekonomi : dengan adanya sektor pertambangan, pertanian, dan perairan yang sangat berkembang dapat menciptakan banyak lapangan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk Sosial dan Budaya : Budaya asli yang terus di promosikan keluar daerah kota Medan Pertahanan dan Keamanan : mewujudkan daerah kota Medan yang aman dan terkendali sehingga penduduk dapat melaksanakan segala hak dan kewajibannya dengan perasaan tenang.

III. IV.

b. Politik I. II. III. IV. Ideologi : pemahaman yang harus ditanamnkan pada pemuda yang pada akhirnya nanti menjadi ujung tombak pergerakan politik kota Medan Ekonomi : menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di kota Medan Sosial dan Budaya : menarik garis merah tentang perkembangan sosial dan budaya dengan pertahanan dan keamanan yang saling berkesinambungan Pertahanan dan Keamanan : menciptakan rasa aman di kota Medan

c. Ekonomi I. II. III. IV. Ideologi : mengontrol sikap konsumtif penduduk kota Medan Politik : persaingan politik yang sangat kuat dengan banyak partai politik dapat mempengaruhi berbagai aspek termasuk sistem ekonomi Sosial dan Budaya : peningakatan pemasukan kota Medan dapat dilakukan dengan mengembangkan daerah pariwisata yang ada di kota Medan. Pertahanan dan Keamanan : menjaga keamanan dan pertahanan mendukung dan melengkapi pertahanan dan keamanan Ideologi : Norma-norma dan adat istiadat luhur yang harus selalu dipeganga teguh oleh seluruh penduduk kota Medan Politik : dengan budaya dan adala luhur serta keramahan yang ada, sistem politik yang ada dapat mendukung kestabilan sistem politik kota Medan Ekonomi : kebudayaan ang dikembangkan dapat menjadi salah satu aspek pariwisata yang dapat menarik wisatawan dan pengenalan kota Medan Pertahanan dan Keamanan : dengan budaya luhur dan adat istiadat yang mengajarkan keramahan dapan membantu menjaga pertahan dan keamanan

d. Sosial dan Budaya I. II. III. IV.

e. Pertahanan dan Keamanan I. II. III. Ideologi : setiap penduduk harus memiliki rasa patriotisme untuk menjaga pertahanan dan keamanan Politik : peningkatan keamanan dan pertahanan dapat menciptkan kota Medan yang stabil untuk dijadikan tempat pengembangan politik dan sistem politik Ekonomi : peluang usaha dan lapangan kerja yang banyak dapat meningkatakan kesejahteraan penduduk yang pada akhirnya dapat mengurangi angka kriminalitas dan sekaligus menjaga stabilitan keamanan dan pertahanan kabupaten pacitan Sosial dan Budaya : pewarisan adat istiadat yang luhur untuk memperkenakan sitem dan sifat asli penduduk kabupaten pacitan untuk menjaga stabilitas ketahanan dan keamanan kabupaten kota pacitan

IV.

6. Pola Pikir

Hak,wewenang, kewajiban

NYATA

Bertanggung jawab

OTONOMI DAERAH

Berpikiran terbuka

KESATUAN MASYARAKAT

PERDAMAIAN

KETENTRAMAN

7. Penutup Kesimpulan : a. Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan, serta potensi dan ke aneka ragaman daerah. b. Pelaksanaan otonomi daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata, dan bertanggung jawab c. Pelaksanaan otonomi daerah yang luas dan utuh diletakkan pada daerah dan daerah kota d. Pelaksanaan otonomi harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daerah e. Otonomi daerah harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah. Saran-saran : a. Peningkatan penerimaan retribusi daerah hendaknya lebih memprioritaskan kebijaksanaan ekstensifikasi dalam bentuk penciptaan sumber baru. b. Menetapkan target pajak dan retribusi daerah melalui potensi pajak dan retribusi daerah yang sebenarnya. c. Pendataan kembali subyek pajak dan retribusi daerah yang sudah ada. d. Kebijakan intensifikasi pajak dan retribusi daerah hendaknya memprioritaskan peningkatan efektifitas dan efisiensi pemungutan pajak.