Anda di halaman 1dari 5

Bentuk bentukan dasar laut / topografi dasar laut I.

Bentuk-bentukan Dasar Laut Keadaan dasar laut seperti juga di daratan terdapat bentukan-bentukan dasar laut seperti pegunungan,plato, gunung, lembah, parit,dataran tinggi, dataran rendah, sedimentasi dan lain sebagainya. Karena adanya pengaruh pergerakan lempeng tektonik yang dinamis maka bentuk topografi dasar laut menjadi beragam. Pembentukan topografi dasar laut terbentuk sebagai hasil dari dinamika bumi / peristiwa gelogi yang terjadi pada wilayah batas kontinen, yaitu: 1. Transform yaitu mengalami pergeseran dengan arah yang berbeda terjadi pada wilayah batas kontinen. 2. Divergen yaitu pergeseran saling menjauh antar batas benua. 3. Konvergen yaitu pergeseran saling mendekat sehingga terjadi pertumbukan / zone subduksi.

Berdasarkan keadaan relief, topografi dasar laut dapat dibedakan atas 2 golongan besar, di mana masing-masing masih mempunyai bentuk bentuk topografi yang lebih khusus. Kedua golongan topografi dasar laut itu adalah :

1.

Continental Margin Continental margin adalah dasar laut yang berdekatan dengan benua. Bagian ini dibedakan atas 3 bagian, yaitu :

a.

Continental Shelf (landas kontinen) Landasan Kontinen ( continental shelf ) adalah wilayah laut yang dangkal di sepanjang pantai dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dengan kemiringan kira-kira 8,4% atau sekitar 0o7 atau 2m/km. Landas kontinen merupakan dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan menjadi bagian dari daratan.

Contohnya Landas Kontinental Benua Eropa Barat sepanjang 250 km kea rah barat. Dangkalan sahul yang merupakan bagian dari benua Australia dan Pulau Irian, Landas kontinen dari Siberia kea rah laut Arktik sejauh 100 km, dan Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia yang terletak antara Pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatera.

b.

Continental slope (lereng kontinen) Continental slope adalah dasar laut yang terletak di bawah continental shelf. Kemiringan lerengnya lebih curam, yaitu antara 20-50, dengan kedalaman sampai 1400 m -3000 m. Continental shelf dan continental slope berbatuan dasar granit, seperti halnya batuan dasar benua.

c.

Continental rise (kaki kontinen) Continental rise terletak di luar continental slope dan merupakan peralihan dengan ocean basin di bandingkan dengan continental slope lerengnya lebih landai 0,50 dan mempunyai lapisan sedimen yang tebal.

2.

Ocean Bassin Ocean Bassin adalah dasar laut yang paling dalam dan berbentuk oval menyerupai suatu baskom yang luas, dan mempunyai bentuk bentuk topografi khusus, yakni :

a.

Abyssal Plain dan Abyssal Hill Abyssal Plain merupakan bagian terbesar dari topografi dasar laut dan paling rata di bandingkan dengan bentuk topografi dasar laut yang lain. Apabila pada bagian tertentu reliefnya lebih kasar maka disebut abyssal hill.

b.

Punggung laut ( mid ocean ridge ), yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut.

Contoh : punggung laut Sibolga.

c.

Trench / Palung laut Trench yaitu dasar laut yang dalam, memanjang, sempit dengan lerengnya yang curam. Sedangkan trog yaitu dasar laut yang dalam, memanjang, lebih lebar dari trench dan lerengnya tidak terlalu curam.

d.

Seamount Seamount merupakan gunung berapi yang muncul di dasar laut tetapi puncaknya masih di bawah permukaan air laut.

e.

mid ocean basin mid ocean yaitu cekungan dalam basin dengan lereng yang tidak terlalu curam.

Adapun berbagai topografi dasar laut lainnya :

1. Dremple atau ambang laut yaitu punggungan yang tidak begitu panjang dan tidak begitu tinggi. Dremple biasanya yang batasi laut pedalaman / laut tengah dengan laut lepas / samudera. contoh: ambang laut Sulu dan ambang laut Sulawesi. 2. Plateau yaitu dataran tinggi dasar laut dengan bagian puncaknya yang relatif datar dan disebut juga mesas. Bagian atasnya masih lebih dalam dari 200 meter. 3. Island arc yaitu rangkaian pulau-pulau seperti rangkaian pulau-pulau di kepulauan Hawaii, kepulauan Marshall yang ada di Samudra Pasifik. 4. Guyote yaitu gunung api dasar laut dengan puncaknya yang datar.

5. Coral reef (terumbu karang) yaitu semacam timbunan yang terdiri dari karang.Contoh: Taman laut Bunaken dan Taman laut Raja Ampat

6. Lubuk laut atau basin dasar laut yang dalam dan berbentuk bulat cekung yang terjadi akibat merosotnya bagian dasar laut.contoh:lubuk laut sulawesi

7. Alur-alur laut yaitu relief dasar laut sebagai hasil dari dasar sungai yang mengalami penenggelaman. Topografi dasar lautan mempunyai struktur-struktur yang dapat dilihat dari perbedaan lebar, kedalaman dan karakteristiknya. Struktur dasar laut tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :

Topografi

Lebar (km)

Kedalaman (m)

Karakteristik

Continental shelf Continental slope

~300 20-100

150-200 200-2.000 Ada 1:40 canyon, slopes

Continental rise

~100

2.000-5.000

Trench

600-11.000

Deep sea basin 5.000

Mid-ocean ridge

~400

Rise 3.000-10.000

Central rift valley

20-50

Cut 1.000-3.000 deep into ridge sys.

Seamount

~1000 Isolated, rise 1.000,

small summit,