Anda di halaman 1dari 36

Persebaran ras di Indonesia

Ras Mongoloid
Ras Mongoloid adalah istilah yang pernah digunakan untuk menunjuk fenotipe umum dari sebagian besar penghuni Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania. Anggota ras Mongoloid dulu juga disebut "berkulit kuning", walau ini tidak selalu benar. Misalnya ada yang mengatakan bahwa orang Indian di Amerika "berkulit merah", sedangkan orang Asia Tenggara sering dikatakan "berkulit coklat" muda sampai coklat gelap. Ciri khas utama yang dilihat pada ras ini adalah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir, dan kelopak mata yang unik yang disebut dengan istilah mata sipit. Selain itu, perawakan ras Mongoloid seringkali berukuran lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid. Pakar genetika asal Italia, Luigi Luca Cavalli-Sforza telah membuktikan bahwa membagi manusia dalam ras adalah suatu usaha yang sia-sia. Dengan demikian, dari segi biologi, istilah seperti ras Kaukasoid pda ras manusia tidak dianggap lagi. Fenotipe seseorang ditentukan oleh hanya sejumlah kecil gen. Secara biologis, hanya ada satu ras manusia, yaitu Homo sapiens sapiens.

Ras Australoid
Istilah "ras Australoid" pernah dipakai dulu untuk menunjuk fenotipe umum dari sebagian besar penghuni bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia. Di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina dulu dimasukkan dalam "ras" tersebut, yang diperkirakan tersebar di seluruh kepulauan Asia Tenggara. Dari segi fenotipe ciri khas utama "ras Australoid" ialah rambut keriting hitam dan kulit hitam. Namun di Australia, ada anggota "ras Australoid" yang berambut pirang dan tidak keriting tapi lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam bahkan menjurus putih. Pakar genetika asal Itali Luigi Luca Cavalli-Sforza telah membuktikan bahwa membagi manusia dalam "ras" adalah suatu usaha yang sia-sia. Dengan demikian, dari segi biologi, istilah seperti "ras Australoid" dan pada umumnya, "ras manusia", tidak dianggap lagi. Fenotipe seseorang ditentukan oleh hanya sejumlah kecil gen. Secara biologis, hanya ada satu ras manusia, yaitu Homo sapiens. Jadi awalnya ras nenek moyang bangsa Indonesia adalah ras Mongoloid dan ras Austroloid. Perkembangan selanjutnya pada tahun 2000 SM mulai terjadi migrasi/ perpindahan ras dari berbagai daerah ke Indonesia, yaitu : 1. Migrasi pertama, Ras Negroid

Ciri dari ras berkulit hitam, bertubuh tinggi, dan berambut keriting. Ras ini datang ini dari Afrika. Di Indonesia ras ini sebagian besar mendiami daerah Papua. Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), serta suku Papua melanesoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia. 2. Migrasi kedua, Ras Weddoid Ciri ras ini adalah berkulit hitam, bertubuh sedang, dan berambut keriting. Ras ini datang dari India bagian selatan. Keturunan ras ini mendiami kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur (Kupang). 3. Migrasi Ketiga, Ras Melayu Tua (Proto Melayu) Ciri ras ini adalah berkulit sawo matang, bertubuh tidak terlalu tinggi, dan berambut lurus. Ras ini termasuk dalam Ras Mongoloid (sub ras Malayan Mongoloid) berasal dari daerah Yunan (Asia Tengah) masuk ke Indonesia melalui Hindia Belakang (Vietnam)/ Indo Cina baru selanjutnya ke Indonesia. Di Indonesia Ras ini menyebar melalui 2 Jalur sesuai dengan jenis kebudayaan Neolithikum yang dibawanya, yaitu: 1) Jalur pertama, melalui jalur barat dan membawa kebudayaan

berupa kapak persegi. Dengan menempuh jalur darat dari Yunan mereka menuju ke Semenanjung Melayu melalui Thailand selanjutnya
3

menuju ke Sumatra, Jawa, Bali, ada pula yang menuju Kalimantan dan berakhir di Nusa Tenggara. Sehingga di daerah tersebut banyak ditemukan peninggalan berupa kapak persegi/ beliung persegi. Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku Batak , Nias(Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak (Kalimantan), dan Suku Sasak (Lombok). 2) Jalur kedua, melalui jalur timur dan membawa kebudayaan

berupa kapak lonjong. Dengan menempuh jalur laut dari Yunan (Teluk Tonkin) menyusuri Pantai Asia Timur menuju Taiwan, Filipina, kemudian ke daerah Sulawesi, Maluku, ke Irian selanjutnya sampai ke Australia. Peninggalan kapak lonjong banyak ditemukan di Papua.Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Papua (Irian), Suku Ambon, Ternate, Tidore (Maluku). 4. Migrasi Keempat, Ras Melayu Muda (Deutro Melayu) Sekitar 500 SM datang migrasi dari ras Deutro Melayu dari daerah Teluk Tonkin, Vietnam selanjutnya mendesak keturunan ras Proto Melayu yang telah menetap lebih dahulu dan masuk Indonesia menyebar keberbagai daerah baik di pesisir pantai maupun pedalaman. Mereka masuk membawa kebudayaan yang relatif lebih maju yaitukebudayaan logam terutama benda-benda dari Perunggu, seperti nekara, moko, kapak corong, dan perhiasan. Hasil kebudayaan ras ini sangat terpengaruh dengan kebudayaan asalnya dari Vietnam yaitu
4

Budaya Dongson. Tampak dengan adanya kemiripan antara artefac perunggu di Indonesia dengan di Dongson. Keturunan dari Deutro Melayu yaitu suku Minang (Sumatra barat), Suku Jawa, dan Suku Bugis (Sulawesi Selatan). Ras ini pada perkembangannya mampu melahirkan kebudayaan baru yang selanjutnya menjadi kebudayaan bangsa Indonesia sekarang. Migrasi dari berbagai macam ras tersebut perkembangannya saling berbaur/bercampur hingga menghasilkan berbagai macam suku dengan beraneka ragam cirinya. Keanekaragaman tersebut disebabkan karena perbedaan keadaan alam (letak geografis, iklim), Makanan(nutrisi), dan terjadi perkawinan campur. Sehingga secara umum ciri fisik masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut: hitam, Warna rambut antara coklat dan hitam, Bentuk rambut antara lurus dan keriting. Tinggi badan berkisar antara 135-180 cm, Berat badan berkisar antara 30-75 kg, Warna kulit berkisar antara kuning langsat dan coklat

SUKU SUKU YANG ADA DI INDONESIA

Aceh

Suku Aceh Suku Alas Suku Aneuk Jamee Suku Devayan Suku Gayo Suku Haloban Suku Kluet Suku Lekon Suku Nias Suku Pakpak Suku Sigulai Suku Singkil Suku Tamiang

Sumatera Utara

Asahan Suku Dairi Suku Batak Suku Batak Angkola


6

Suku Batak Karo Suku Batak Mandailing Suku Batak Pakpak Suku Batak Simalungun Suku Batak Toba Suku Melayu Suku Nias Suku Nias selatan (sub suku Nias)

Riau dan Sumatera Barat


Akit Hutan Kuala Kubu Laut Lingga Riau Sakai Talang Mamak Mentawai Minangkabau

Kepulauan Riau

Suku Laut Suku Lingga


7

Suku Sakai

Sumatera Selatan

Ameng Sewang Anak Dalam Bangka Belitung Daya Musi Banyuasin Musi Sekayu Ogan Enim Kayu Agung Kikim Komering Lematang Lintang Kisam Palembang Pasemah Padamaran Pegagan Rambang Senuling Lom Mapur
8

Meranjat Musi Ranau Rawas Saling Sekak Semendo Pegagan Ilir Pegagan Ulu Penesak Pemulutan

Bengkulu, Jambi, dan Lampung


Bengkulu Rejang Enggano Kaur Serawai Lembak Mulo - muko Suban Pekal Anak Dalam Batin Jambi
9

Kerinci Penghulu Pindah Lampung

Jakarta

Suku Betawi Suku Sunda Suku Jawa Etnis Tionghoa

Jawa Barat

Suku Sunda Orang Kanekes

Jawa Tengah

Etnis Tionghoa Bagelen Banyumas Suku Sunda Suku Jawa

Jawa Timur

Etnis Tionghoa Nagarigung Wong Samin


10

Bawean Suku Madura Suku Tengger Suku Osing

Kalimantan Barat

Babak Badat Barai Bangau Bukat Entungau Galik Gun Iban Jangkang Kalis Kantuk Kayan Kayanan Kede Kendayan Keramai Klemantan Pontianak
11

Pos Punti Randuk Ribun Sambas Cempedek Dalam Darat Darok Desa Kopak Koyon Lara Senunang Sisang Sintang Suhaid Sungkung Limbai Maloh Mayau Mentebak Menyangka Sanggau Sani
12

Seberuang Sekajang Selayang Selimpat Dusun Embaloh Empayuh Engkarong Ensanang Menyanya Merau Mualang Muara Muduh Muluk Ngabang Ngalampan Ngamukit Nganayat Panu Pengkedang Pompang Senangkan Suruh Tabuas
13

Taman Tingui

Kalimantan Tengah dan Selatan


Suku Dayak Abal - sudah punah Suku Dayak Bakumpai Suku Banjar Suku Dayak Beraki- sudah punah Berangas - sudah punah Bukit Suku Dayak Dusun Deyah Orang Bugis Pagatan Pitap Harakit Suku Dayak Bentian Kaltim sub Suku Dayak Lawangan Suku Dayak Bawo - sudah punah Suku Dayak Lawangan Suku Dayak Tamuan Suku Dayak Maanyan Suku Dayak Ngaju Suku Dayak Ot Danum Suku Dayak Paku Suku Dayak Punan Murung Suku Dayak Siang Suku Dayak Siang Murung - subSuku Dayak Siang
14

Kalimantan Timur

Auheng Huang Tering Oheng Abai Jalan Touk Baka Kayan Tukung Bakung Kenyah Basap Merap Benuaq Punan Berau Seputan Bem Tahol Pasir Tingalan Tidung Timai
15

Penihing Tunjung Saq Kulit Berusu Kutai Bulungan Long Gelat Busang Long Paka Dayak Modang

Bali dan Nusa Tenggara Barat


Bali Loloan Nyama Selam Trunyan Bayan Dompu Donggo Kore Nata Mbojo Sasak
16

Sumbawa

Nusa Tenggara Timur


Abui Alor Anas Atanfui Babui Bajawa Bakifan Blagar Boti Dawan Deing Ende Faun Flores Hanifeto Helong Kabola Karera Kawel Kedang Kemak Kemang
17

Kolana Kramang Krowe Muhang Kui Labala Lamaholot Lemma Lio Manggarai Maung Mela Modo Muhang Nagekeo Ngada Noenleni Riung Rongga Rote Sabu Sikka Sumba Tetun Tetun Terik di Kupan Tetun Portugis di perbatasan dengan Timor Leste
18

Timor Marae Bantik Bintauna Bolaang Itang Bolaang Mongondaw Bolaang Uki Borgo Gorontalo Kaidipang Minahasa Mongondow Polahi Ponosakan Ratahan Sangir Talaud Tombulu Tonsawang Tonsea Tonteboran Toulour

Sulawesi Tengah

Bada
19

Bajau Balaesang Balantak Banggai Bungku Buol Dampelas Dondo Kahumamahon Kailli Muna Tomia Wakotobi Wawonii Kulawi Saluan

Sulawesi Selatan, Barat, Dan Tenggara


Pattae ( Kab. Polewali Mandar ) Abung Bunga Mayang Bentong Duri Luwu Makasar Mandar Majene
20

Massenrempulu Bugis Buton Daya Selayar Kalisusu Toala Toraja Tojo Una-una Towala - wala Duri Wiwirano Tolaki (Kota Kendari, Kab : Konawe, Konewe Selatan dan Utara) Tomboki Moronene (Kab. Bombana) Labeau Wuna (Kab. Muna) Wolio(Kab.Buton/Kota Bau-Bau) Mekongga (Kab. Kolaka/Kolaka Utara) Oro dipedalaman Bone selatan (Bonto Cani) Bajo di pesisir Teluk Bone, Pulau Sembilan Sinjai, Selayar Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko (Kab. Wakatobi)

Kepulauan Maluku

Alune
21

Ambon Aru Babar Bacan Banda Bulli Buru Fordata Galela Gane Gebe Halmahera Haruku Jailolo Kei Kisar Laloda Leti Lumoli Maba Makian Mare Memale Moam Modole
22

Morotai Nuaulu Pagu Patani Pelauw Rana Sahu Sawai Seram Taliabo Tanimbar Ternate Tidore Tobaru Tobelo Togutul Wemale Wai Apu Wai Loa Weda

Irian Jaya/Papua

Aero

23

Airo Sumaghaghe Airoran Ambai Amberboken Amungme Dera Edopi Eipomek Ekagi Ekari Emumu Eritai Fayu Foua Gebe Gresi Hattam Humboltd Hupla Inanusatan Irarutu Isirawa Iwur Jaban Jair
24

Kabari Kaeti Pisa Sailolof Samarokena Sapran Sawung Wanggom Wano Waris Watopen Arfak Asmat Baudi Berik Bgu Biak Borto Buruai Kais Kalabra Kimberau Komoro Kapauku Kiron
25

Kasuweri Kaygir Kembrano Kemtuk Ketengban Kimaghama Kimyal Kokida Kombai Korowai Kupul Kurudu Kwerba Kwesten Lani Maden Sawuy Sentani Silimo Tabati Tehid Wodani Ayfat Yahrai Yaly
26

Auyu Citak Damal Dem Dani Demisa Demtam Mairasi Mandobo Maniwa Mansim Manyuke Mariud Anim Meiyakh Meybrat Mimika Moire Mombum Moni Mooi Mosena Murop Muyu Nduga Ngalik
27

Ngalum Nimboran Palamui Palata Timorini Uruway Waipam Waipu Wamesa Yapen Yagay Yey Anu Baso

28

HASIL KEBUDAYAAN

Rumah Adat

Tari Daerah

29

Alat Musik Daerah

Pakaian Adat

30

Makanan Daerah

Film Daerah

31

Lagu Daerah Seperti Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan,Bubuy Bulan dari Jawa Barat, Angin Mamiri dari Sulawesi Selatan, dsb. Seni Gambar Seperti Wayang dari Jawa, Tor tor dari Sulawesi Utara, dll. Seni Patung Seperti Patung Buto dari Jawa, Patung Asmat dari Papua, Patung Garuda Wisma Kencana dari Bali, dll. Seni Suara Seperti Sinden dari Jawa, Talibun dari Sumatera Utara, Dikili dari Gorontalo, dll. Seni Sastra Seni sastra karya pujangga lama dibagi menjadi 4, yaitu : 1. Sejarah - Sejarah Melayu (Malay Annals) - Sejarah

32

2. Hikayat - Hikayat Abdullah - Hikayat Amir Hamzah - Hikayat Hang Tuah - dll. 3. Syair - Syair Bidasari - Syair Raja Siak - Syair Ken Tambunan - dll. 4. Kitab Agama - Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri - Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri

33

- Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai - Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri

34

FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA PESERTA DIDIK BARU PMR SMPN 1 SURANENGGALA Jalan Raya Sunan Gunung Jati Km. 14 Cirebon Saya yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama Lengkap : 2. Nama Panggilan : 3. Tempat Tanggal Lahir : 4. Agama : 5. Kelas : 6. Nama Orang Tua : a. Ayah : b. Ibu : 7. Pekerjaan Orang Tua : a. Ayah : b. Ibu : 8. Agama Orang Tua : a. Ayah : b. Ibu : 9. Nama Wali : 10. Pekerjaan Wali : 11. Hubungan Keluarga Dengan Wali : 12. Alamat orang Tua / Wali : 13. Agama Wali : 14. Nomor Telepon / Handphone : MENYATAKAN Bahwa selama menjadi Anggota PALANG MERAH REMAJA ( PMR ), yaitu : 1. Akan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR dengan tekun dan penuh semangat 2. Akan menjaga nama baik sendiri, keluarga, sekolah dan eskul PMR 3. Wajib hadir setiap latihan rutin PMR , yaituh hari Rabu dan Sabtu pukul 13.30 17.15 wib 4. Sanggup mematuhi peraturan peraturan yang sudah ditentukan oleh eskul PMR 5. Apabila saya tidak mematuhi peraturan peraturan yang sudah di tentukan oleh eskul PMR, maka saya sanggup menerimah sangsi , yaituh : a. Peringatan b. Teguran c. Diberikan surat peringatan d. Diberikan panggilan orang tua e. Ditindak tegas Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar benarnya dan dengan penuh tanggung jawab, tidak ada paksaan dari pihak manapun serta sudah disetujui oleh orang tua / Wali. Dan berlaku sejak ditanda tanganinya surat pernyataan ini Cirebon,. . . . . / . . . . . . . . . . / 20 . . Mengetahui Orang Tua / Wali Calon Peserta Didik 35

Tahun Ajaran . . . . . . / . . . . . . . . (. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .) (. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . )

36

Anda mungkin juga menyukai