Anda di halaman 1dari 2

SOAL UJIAN KGD Kasus Tn.B mengalami kecelakaan lalu lintas akibat motornya nabrak pembatas jalan.

Klien mengalami fraktur terbuka pada kaki kanan di area tibia 1/3 distal dengan luka terbuka tidak beraturan ukuran 5 x 2 x 1 cm, perdarahan (++). Hasil rontgen menunjukan garis patah tulang tegak lurus terhadap sumbu tulang. Saat dikaji klien hanya mampu mengucapkan kata-kata yang terputus mengeluh kesakitan , tangan klien mampu menunjukan lokasi nyeri dan mata klien tertutup dan membuka bila dipanggil. TD 60/30 mmHg, N : 112 x/m. RR : 28 x/m. Suhu akral dingin. Soal 1 - 10 berdasarkan kasus diatas. d. Soforus e. Koma 1. Kesadaran Tn. B saat ini adalah : a. Kompos mentis b. Apatis c. Somnolen 2. Berdasarkan pengkajian disability, maka nilai GCS Tn. B adalah a. 15 b. 13 - 14 c. 8 12 3. Berdasarkan pada klasifikasi fraktur, maka fraktur pada Tn. B termasuk : a. Fraktur transversal b. Fraktur oblik c. Fraktur Spiral 4. Untuk menutup luka yang terbuka dilakukan hecting pada otot dan lapisan kulit yang terkoyak.Jenis benang hecting yang digunakan untuk hecting lapisan kulit adalah: a. Cat gut b. Chromic c. Prolene 5. Sedangkan untuk melakukan hecting pada lapisan otot digunkan jenis benang : a. Cat gut b. Chromic c. Prolene 6. Berdasarkan penggolongan penderita gawat darurat, maka Tn. B tergolong pada penderita : a. Immediately life threatening case b. Potensially life threatening case c. Limb threatening case 7. Jenis luka yang dialami oleh Tn.B adalah termasuk: a. Vulnus scissum b. Vulnus punctum c. Vulnus morsum d. Vulnus laceratum e. Vulnus Caesum d. Critical ill patient e. Emergency patient d. Silk/side e. Plane d. Silk/side e. Plane d. Fraktur Greenstick e. Fraktur Segmental d. 4 - 7 e. 3-4

8. Hasil pemeriksaan terhadap tanda-tanda vital pada Tn. B, maka Tn.B saat ini mengalami : a. Syok neurogenik b. Tachicardia c. Hipotermia 9. Untuk mengatasi kondisi pada no 8 diatas maka tindakan yang harus dilakukan adalah, kecuali : a. Rehidrasi cairan b. Pemberian selimut hangat c. Pasang infuse dua jalur 10. Indikator yang dapat digunakan dalam menilai keberhasilan tindakan dalam upaya pertolongan pada Tn. B adalah , kecuali : a. Jumlah diuresis 1-2 cc/kg BB b. Klien tenang, menyatakan tidak nyeri c. TD 110/70 -120/80 mmHg 11. Komplikasi fraktur yang sering terjadi adalah sebagai berikut kecuali : a. Syok hipovolemik b. Sindrom kompartemen c. Infeksi 12. Pemasangan gips dalam konsep penanganan fraktur termasuk dalam kegiatan a. Rekognisi b. Reduksi c. Retensi 13. Tahapan dalam penyembuhan luka adalah sebagai berikut, kecuali : a. Fase inflamasi b. Fase Proliferasi c. Fase granulasi 14. Pembentukan jaringan granulasi untuk menutup defek atau jaringan yang luka termasuk dalam fase : a. Fase Eksudasi b. Fase Proliferasi c. Fase Diferensiasi 15. Luka yang disebabkan karena tersayat oleh pisau adalah: a. Vulnus Caesum b. Vulnus Sclopectorum c. Vulnus Punctum d. Vulnus Laceratum e. Vulnus Morsum d. Fase maturasi e. Fase remodeling d. Fase maturasi e. Fase remodeling d. Rehabilitasi e. Remodeling d. Sindrom emboli lemak e Sindroma disuse. d. Nadi : 70-80 x/m e. Suhu akral hangat d. Kolaborasi O2 e. Berikan obat pereda nyeri (analgetik) d. Syok hipovolemik e. Tachipneu