Anda di halaman 1dari 11

ASKEP AKNE VULGARIS

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang Peradangan kronik (menahun) folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. dengan gambaran khas komedo, papul, pustul, nodus dan kista pada tempat-tempat predeliksinya, biasanya pada punggung, dada dan wajah. Akne vulgaris ( jerawat ) penyakit kulit akibat perdangan kronik folikel pilosebasea yang umunya terjadi pada masa remaja dengan gambaran klinis berupa komedo, papula, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya ( Arif Mansjoer, dkk. !!!) Akne vulgaris ( jerawat ) merupakan kelainan folikel umum yang mengenai pilosebasea ( polikel rambut ) yang rentan dan paling sering ditemukan di daerah muka, leher, serta bagian atas. Akne ditandai dengan komedo tertutup ( white head ), komedo terbuka ( bla"k head ), papula, pustul, nodus, dan kista ( #runner $ %uddarth, !!& ) Akne vulgaris (jerawat) adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada mada remaja dan dapat sembuh sendiri. Akne vulgaris (jerawat) menjadi masalah pada hampir semua remaja. Akne minor adalah suatu bentuk akne yang ringan, dan dialami oleh '() para remaja. *angguan masih dianggap sebagai proses fisiologik. +ima belas persen remaja menderita ini. #iasanya akne vulgaris mulai timbul pada masa pubertas. Pada wanita insidens terbanyak terdapat pada usia &, - &. tahun, sedangkan pada laki-laki &/ - &0 tahun. 1.2 RumusanMasala 1 1 1 1 1 1 1 Apa definisi Akne 2ulgaris3 Apa klasifikasi Akne 2ulgaris3 Apa etiologi dari Akne 2ulgaris3 #agaimana patofisiologi dari Akne 2ulgaris3 #agaimana manifestasi klinik Akne 2ulgaris3 #agaiana tanda dan gejala dari Akne 2ulgaris3 #agaimana pemeriksaan diagnostik Akne 2ulgaris3

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Apa komplikasi dari Akne 2ulgaris3 #agaimana penatalaksanaan Akne 2ulgaris3 Menjelaskan definisi Akne 2ulgaris. Menyebutkan klasifikasi Akne 2ulgaris. Menjelaskan etiologi dari Akne 2ulgaris. Menjelaskan patofisiologi dari Akne 2ulgaris. Menjelaskan manifestasi klinik Akne 2ulgaris. Menyebutkan tanda dan gejala dari Akne 2ulgaris. Menjelaskan pemeriksaan diagnostik Akne 2ulgaris. Menyebutkan komplikasi dari Akne 2ulgaris. Menjelaskan penatalaksanaan dari Akne 2ulgaris. Menambah wawasan pengetahuan mengenai kasus Akne 2ulgaris dan penerapan konsep keperawatan pada kasus Akne 2ulgaris. Menambah wawasan pengetahuan mengenai penerapan diagnosa keperawatan pada kasus Akne 2ulgaris.

1.! "U#UAN

1.$ MAN%AA"

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengert&an Akne vulgaris ( jerawat ) penyakit kulit akibat perdangan kronik folikel pilosebasea yang umunya terjadi pada masa remaja dengan gambaran klinis berupa komedo, papula, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya ( Arif Mansjoer, dkk. !!!) Akne vulgaris ( jerawat ) merupakan kelainan folikel umum yang mengenai pilosebasea ( polikel rambut ) yang rentan dan paling sering ditemukan di daerah muka, leher, serta bagian atas. Akne ditandai dengan komedo tertutup ( white head ), komedo terbuka ( bla"k head ), papula, pustul, nodus, dan kista ( #runner $ %uddarth, !!& )

2.2. Et&'l'g& Akne biasanya disebabkan oleh tingginya sekresi sebum. Androgen telah diketahui sebagai perangsang sekresi sebum, estrogen mengurangi produksi sebum. Penyebab eksternal acne vulgaris jarang teridentifikasi. #eberapa kosmetik dan minyak rambut (hair pomades) dapat memperburuk akne. 4bat-obatan pemi"u timbulnya akne antara lain5 steroid, lithium, beberapa antiepilepsi, dan iodides. Congenital adrenal hyperplasia, polycystic ovary syndrome, dan kelainan endokrin lainnya (dengan kadar androgen yang berlebihan) dapat memi"u perkembangan acne vulgaris. A"ne vulgaris dapat juga dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik.

2.!. Klas&(&kas& Akne Vulgar&s Aknediklasifikasikansebagaiberikut5 &. . 7. 6omedonal ( komedo hitam dan komedo putih ) Papulopustular ( papuladanPostula ) 6istik Ma"am - ma"amakne5 &. 8kskoriata terjadi pada individu yang memanipulasi jerawat se"ara obsesif, dengan demikian dapat menimbulkan jaringan parut yang banyaksekali. . Aknekonglobatamerupakanbentukaknekistik yang paling beratdengankistaprofunda, komedo multiple danjaringanparut yang nyata. 6eadaaninidapatdisertaidemam, danmungkinpasienperludirawatdirumahsakit. 7. Akne koloidalis memiliki jaringan parut dan keloid multiple di tempat - tempat terdapat lesi akne. 2.$. Pat'(&s&'l'g& Patologi (hormonal,stres,genetik,bakteri) -9 masa pubertas -9 :ormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea -9 kelenjar sebasea membesar dan mensekresikan sebum -9 sebum merembas naik hingga pun"ak folikel rambut -9 mengalir keluar pada pemukaan kulit -9 duktus

pilosebaseus tersumbat sebum -9lesi obstruktif -9di latasi folikel sebasea dampaknya dibagi yaitu 5 &. penipisan dinding folikular . -9penipisan dinding folikular -9 pe"ah -9isi folikular keluar dan mengiritasi dermis -9 lesi baru -9infeksi berulang-9risiko infeksi -9 mikro komedo dibagi yaitu 5 -9 komedo terbuka, hitam akibat akumulasi lipid, bakteri dan debris epitel -9 komedo tertutup -9perembasan isi folikel ke dermis -9 inflamasi -lesi akne dampak lesi akne di bagi 75 -9papula eritematosa ;; <<<<9 gangguan integritas kuli, gangguan "itra tubuh, ansietas -9 kista inflamatorik == -9 pustyla 2.1. Man&(estas& Kl&n&s >empat predileksi akne vulgaris adalah di muka, bahu, dada bagianatas, dan punggung bagian atas. +okasi kulit lain, misalnya leher, lengan atas, dan glutea kadang-kadang terkena. 8rupsi kulit polimorfi, dengan gejalapredominan salah satunya, komedo, papul yang tidak beradang dan pustul,nodus dan kista yang beradang. ?apat disertai rasa gatal, namun umumnyakeluhan penderita adalah keluhan estetis.6omedo adalah gejala patognomonik bagi akne berupa papul miliar yang ditengahnya mengandung sumbatan sebum, bila berwarna hitam akibat mengandung unsur melanin disebut komedo hitam atau komedo terbuka( b l a " k " o m e d o , o p e n " o m e d o ) . % e d a n g bila berwarna putih karena letaknya lebih dalam sehingga tidak mengandung unsure melanin disebut sebagai komedo putih atau komedo tertutup (white"omedo, "lose "omedo) 2.2. K'm)l&kas& +esi akne dapat berlanjut menjadi permanent %"aring. 2.!. "an*a Dan Ge+ala. *ejala lokal termasuk nyeri (pain) atau nyeri jika disentuh (tenderness). #iasanya tidak ada gejala sistemik pada a"ne vulgaris.

Akne yang berat (severe a"ne) disertai dengan tanda dan gejala sistemik disebut sebagai a"ne fulminans. A"ne dapat mun"ul pada pasien apapun sebagai dampak psikologis, tanpa melihat tingkat keparahan penyakitnya. 8rupsi kulit berupa komedo, papul, pustule,nodus atau kusta dapat disertai rasa gatal. @si komedo adalah sebum yang kental atau padat. @si kkista biasanya berupa pus dan darah. >empat predileksi adalah muka, bahu, leher, dada, punggung bagian atas dan lengan bagian atas.

2.$. Pemer&ksaan D&akn'st&k 6arena banyak fa"tor sebagai penyebab a"ne vulgaris maka penanganan yang menyeluruh dapat membantu memper"epat penyembuhan dan men"egah kekambuhan. %elain terapi kulit se"ara medik diperlukan juga psikoterapi. Penambahan psikoterapi pada pasien a"ne vulgaris dapat menurunkan angka kambuh. ?engan relaksasi dapat meningkatkan daya tahan kulit dan aliran darah kekulit meningkat. 6adang-kadang diperlukan psikofarmakologi untuk menurunkan ke"emasan dan depresinya yaitu dengan anti "emas maupun anti depresi 2.,. Peng'-atan &. >opikal #ahan-bahan iritasi, misalnya resorsinol 7), asamsalisilat 7-(), asam vit. A !,!(). . Anti bakteri, misal 5tetrasiklin &), eritromisin &), peroksidabenAoil ,(). +ain-lain 5 sulfur ,- !), kortikosteroid, etillaktat &!) dalamgliserin (-&!) danetanol '!).:ormon 5 8strogen, anti androgen, kortikosteroidB intolesi C. Detinol dan vitamin A. +ain-lain 5 anti inflamasi non steroid B ibuprofen C, dapson. Perawatan kebersihan kulit dan diet bagi yang memerlukan dapat dianjurkan. 7. %istemik Anti bakteri 5tetrasiklin, minosiklin, kotrimoksasol, lingkomisin, klindamisin.

K.NSEP DASAR

ASUHAN KEPERA/A"AN
@. P8E*6AF@AE

A. #@4?A>A @dentitas klien Eama 5 Gmur Alamat %uku Pekerjaan Pendidikan %tatus Eo.DM dH.Medis 5 5 5 5 5 5 5 5 @dentitas Penanggung Fawab Eama 5 Alamat Gmur Pekerjaan Pendidikan 5 5 5 5

:ub. ?g klien 5

#. a.

RI/A0A" KESEHA"AN 6eluhan Gtama *atal pada bagian wajah

b. Diwayat kesehatan sekarang 6lien masuk ke rumah sakit dengan keluhan gatal pada bagian wajah seta mengeluh karna pada bagian wajahnya terdapat jerawat. ". Diwayat kesehatan masalalu :aruslah diketahui baik yang berhubungan dengan system integument maupun penyakit sistemik lainnya. ?emikian pula riwayat penyakit keluarga, terutama yang mempunyai penyakit menular, herediter 1. %ungs& )'la kese atan &. Polapersepsiter hadap kesehatan apabila sakit,klien bisa membeli obat obatan terdekat atau apabila terjadi perubahan pasien memaksakan diri ke puskesmas atau D% terdekat . Pola aktifitas latihan. Aktifitas latihan selama sakit5! & 7,

a. ".

makan berpakaian

b. mandi d. eliminasi 7. Mobilisasi di tempattidur 6eterangan5 !5Mandiri &5?engan menggunakan alat bantu 5?engan menggunakan bantuan dari orang lain 75?engan bantuan orang lain dan alat bantu ,5>erganggu total,tidak berpartisipasi dalam beraktifitas ,. @stirahattidurpadapasien akne terjadi gangguan pola tidur akibat adanya rasa gatal (. Polanutrisimetaboliktidak ada gangguan dalam nutrisi metaboliknya /. Polaeliminasi normal .. Polakognitif per"eptual saat pengkajian klien dalam keadaan sadar,bi"ara jelas,pendengaran dan penglihatan normal '. Polaperanhubungan5sistemdukungan orang tua 0. Polakonsepdiri &!. Polaseksualreproduksi normal &&. Polakoping & . Masalah utama yang terjadi selama klien sakit, klien selalu merasa gatal dan nyeri, dan pasien menjadi malas untuk bekerja. 6ehilangan atau perubahan yang terjadi klien malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari. @@. D&agn'sa Ke)era2atan . Eyeri b=d proses peradangan 7. *angguan perubahan "itra tubuh b=d keadaan luka ,. 6urang pengetahuan b=d kurang informasi tentang penyakitnya (. Ansientas b=d ke"a"atan /. 6erusakan integritas kulit b=d kerusakan permukaan kulit

&. Desiko terjadi penyebaran infeksi b=d pertahanan primer tidakadekuat

@@@.

Den"ana 6eperawatan @ntervensi5

A. ?H @ &. 4bservasikeadaanlukapasien . *unakantehnik septi" dan asepti" selama perawatan luka 7. >ekankantehnik"u"itangan yang baik untuk setiap individu yang kontak dengan pasien ,. 6olaborasipemberian antibioti" Dasional5 &. Mengetahuikeadaanlukapasien . Men"egahterpajan organism infeksius 7. Men"egahkontaminasisilangdanmenurunkanresikopenyebaraninfeksi ,. Antibioti" dapatmembantumengurangipenyebaran infeksi #. ?H @ntervensi &. 4bservasitingkatnyeripasien(skala !-&!) . Ajarkanpasientehnikdistraksi,relaksasi 7. #eriposisi yang nyaman ,. 6olaborasipemberiananalgetik Dasional &. Mengetahuiderajatnyeripasien . ?istraksirelaksasidapatmembantu meringankan nyeri 7. Memberikankenyamananpadapasien sehingga dapat mengurangi nyeri yang dirasakan ,. Pemberiananalgetikdapatmembantumeringankanderajatnyeripasien I. ?H7 @ntevensi &. 4bservasimaknaperubahan yang dialami oleh pasien . +ibatkankeluargaatau orang terdekat dalam perawatan 7. Iatatperilakumenarikdiri 5 peningkatan ketergantungan, manipulasi atau tidak terlibat pada perawatan

Dasional &. Mengetahuiperasaanpasiententangkeadaannya dan "ontrol emosinya . ?ukungkeluargadan orang terdekat dapat memper"epat proses penyembuhan 7. ?ugaanmasalahpadapenilaian yang dapatmemerlukanevaluasilanjutdanterapilebihketat ?. ?H , @ntervensi &. ?iskusikantentangperawatankulit,"ontoh 5penggunaanpelembabdanpelindungsinarmatahari . #erikan :8 tentang:igiene,pen"egahandanpengobatanpenyakitnya 7. >ekankanpentingnyamengevaluasiperawatan Dasional &. Meningkatkanperawatandirisetelahpulangdankemandirian . Meningkatkanpengetahuanpasien 7. ?ukunganjangkapanjang "ontinue danperubahanterapidibutuhkanuntukmen"apaipenyembuhan optimal 8. ?H ( @ntervensi 5 &. 4bservasiderajatansietaspasien . @nformasikanpasienbahwaperasaannya normal 7. #erkankenyamanfisik,lingkungantenagdanistirahat Dasional5 &. Mengetahuitingkatansietaspasien sehingga dapat memberikan :8 yang tepat . Pemahamanbahwaperasaan normal dapatmembantupasienmeningkatkanbeberapaperasaankontrolemosi 7. Dasa nyamandapatmeningkatkanrelaksasisehinggamembantumenurunkanansietas J. ?H / @ntervensi 5 &. 4beservasiatau"atatukuran, warnadankeadaankulit di arasekitarluka

. Gbahposisidengansering 7. #eriperawatankulitsering agar tidakterjadikeringataulembab Dasional 5 &. Mengetahuiperkembanganlukapasiendankulit di sekitarnya . Memperbaikisirkulasidarah 7. >erjadikering = lembab dapat merusak kulit dan memper"epat kerusakan

BAB III PENU"UP


Kes&m)ulan Akne vulgaris ( jerawat ) penyakit kulit akibat perdangan kronik folikel pilosebasea yang umunya terjadi pada masa remaja dengan gambaran klinis berupa komedo, papula, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya. Akne ditandai dengan komedo tertutup ( white head ), komedo terbuka ( bla"k head ), papula, pustul, nodus, dan kista. Akne biasanya disebabkan oleh tingginya sekresi sebum. Androgen telah diketahui sebagai perangsang sekresi sebum, estrogen mengurangi produksi sebum.

DA%"AR PUS"AKA
http5==meetabied.wordpress."om= !&!=!/=! =a"ne-vulgaris= http5==www.s"ribd."om=do"='/'/7(/0=A"ne-2ulgaris