Anda di halaman 1dari 29

REVIEW JURNAL PENGARUH PENCAMPURAN OLI TREATMENT DENGAN MINYAK PELUMAS MESIN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA

MOTOR BENSIN Oleh : Ir. Mai !"ar# MT. O$%& Ha%'ar# ST. Pere(ie': I)%! *a+i ,ir-a!.

/. A).0ra1 menambahkan pelumas seperti oil treatment sering terjadi di bengkel mobil. Para mekanik menganggap ide ini untuk menghemat bahan bakar. Untuk menguji pendapat mekanik tersebut, kami melakukan percobaan menggunakan mobil Jimny SJ410 yang tangki bahan bakar mobil telah dimodifikasi. menunjukkan !olume bensin yang telah dikonsumsi oleh angki ini dapat mesin tersebut.

Percobaan memiliki dua jenis ide. "ang pertama, mobil menggunakan #esran Super S$% &0 ' (0. )an yang kedua, mobil menggunakan pencampuran pengolahan minyak dan #esran Super S$% &0 ' (0 pelumas. Penelitian ini mengatur dalam &4 sampel untuk ide pertama dan juga &4 sampel untuk ide kedua. #elanjutkan penelitian ini adalah percobaan pertama memiliki rata*rata &440,+( detik ,aktu operasi dan &44,+( detik lainnya, yang berarti percobaan hanya 0,04 perbedaan kedua ,aktu operasi. $cording percobaan, kita dapat mengatakan tidak ada pengaruh pelumas pencampuran dan pengolahan minyak dalam menghemat bahan bakar. 2. Pe%-ah!l!a% 2./ La0ar Bela1a%& Perkembangan iptek kimia peluumas untuk memenuhi perkembangan teknologi pada mesin*mesin otomotif. ingginya keterkaian antara mesin dengan pelumas yang tidak dapat dipisahkan untuk meningkatkan performa serta kea,etan mesin. -adirnya bahan aditif di pasaran yang biasa disebut oil treatment serta kurangnya pengetahuan para pengguna kendaraan tentang oil treatment tersebut

&.&

R! !.a% Ma.alah $pakah benarpencampuran oil treatment dengan minyak pelumas mesin akan dapat menghematatau mengurangi fuel consumption pada petrol engine .

3 Ti%4!a% P!.0a1a 3./ ,!%&.i -a% S5ara06.5ara0 Mi%5a1 Pel! a. /omponen mesin yang bergerak perlu dilumasi, karena bahan pelumas tersebut berperan sebagai pengganti permukaan bidang gesek. 0ungsi minyak pelumas menurut P . oyota dalam bukunya 1 oyota, #ateri Pelajaran %ngine 2roup3 , yaitu4 0ungsi pelumas adalah sebagai berikut 5 1. #engurangi keausan dan kerugian daya gesek. &. Sebagai perapat antara dua benda yang bergesekan. 6. #eredam kejutan antara dua bidang yang bergesekan. 4. #embantu sistem pendinginan mesin. (. #embantu membersihkan bidang*bidang yang dilumasi. $gar minyak pelumas dapat memnuhi fungsi fungsi tersebut maka minyak pelumas memiliki syarat * syarat yang harus dipenuhi, yaitu4 1. #empunyai !iskositas 7kekentalan8 yang cocok &. #empunyai daya sekat 6. )apat membentuk lapisan tipis (oil film) 4. )apat mencegah timbul karat pada logam yang dilumasi (. itik alirnya rendah 9. itiik nyalanya tinggi +. ahan terhadap pembentukan endapan partikel tertentu dalam air,udara,bahan dan gas*gas hasil pembakaran. :. #empunyai kemampuan untuk menghanyutkan partikel*partikel kecil tanpa menimbulkan endapan ;. idak berbuih7tidak berbusa8 S$% (Society of Automotive Engineer) adalah standart ukuran untuk kekentalan (viscositas) pelumas tersebut.

3.2

Mi%5a1 Da.ar -a% A-i0i7 Pelumas merupakan bagian berat komponen minyak bumi yang dipisahkan destilasi dan kemudian ditambah <at*<at kimia tertentu yang disebut aditif. =ahan dasar pelumas disebut "base- stock". )ulu minyak pelumas tidak memakai aditif. namun seiring berkembangnya teknologi maka pelumas di beri tambahan <at aditif untuk menghindari kerusakan pada mesin tersebut

3.3

Cara Ker4a Pel! a.a% cara pertama adalah membentuk film tebal untuk mencegah keausan yang dapat merusak komponen yang bergesekan./etebalan film tersebut adalah 0,94 mikron atau seperlimapuluh diameter rambut manusia. cara kedua adalah dengan menambahkan aditif yang bersifat <at anti aus sehingga tebal filmnya bisa lebih tipis.

3.8

Pel! a. Multi Grade Pelumas Multi Grade adalah pelumas dengan karakteristik gabungan kekentalan pada suhu panas maupun dingin tetap dapat melumasi mesin dengan baik

3.9

Pe ai1a% Baha% Ba1ar Untuk mesin kendaraan roda empat 7mobil8 ada dua jenis acuan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang pemakaian bahan bakar, yaitu5 1. Jarak tempuh kendaraan yaitu seberapa jauh mobil dapar berjalan dalam satuan kilometer dengan satu liter bahan bakar. &. 'aktu, yaitu berapa liter bahan bakar yang dihabiskan dalam satuan ,aktu.

8. Me0$-e Pe%eli0ia% 1. &. 6. 4. Pengaruh il !reatment tersebut terhadap penghematan bahan bakar bensin. Pengukuran ,aktu yang dapat ditampilkan oleh mesin untuk kosumsi setiap liter bahan bakar. Penelitian merancang 4: kali pengukuran dalam dua eksperimen. eknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik statistik 7analisi comparati!e8, yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran ,aktu rata*rata eksperimen pertama terhadap eksperimen kedua. untuk mempermudah penjelasan maka perhatikan gambar berikut

gb. Sketsa sistem mesin bensin untuk eksperimen /eterangan gambar 1 & 6 4 > angki bahan bakar juga berfungsi sebagai penunjuk !olume bbahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin tersebut > Saringan bahan bakar > Pompa bahan bakar > /arburator

4* $ > Saringan Udara /. Ha.il -a% Pe )aha.a% 9./ Da0a Ha.il E1.:eri e%
N$. Pe%&!1!ra% 1 & 6 4 ( 9 + : ; 10 11 1& 16 14 1( 19 1+ 1: 1; &0 &1 && &6 EKSPERIMENT / 2 Wa10! Wa10! ;-e0i1< ;-e0i1< &464 &466 &46+ &46& &46; &44+ &46; &469 &4(0 &44& &460 &444 &464 &46& &46+ &466 &46; &44+ &44( &469 &44( &44& &44: &44& &46+ &444 &46; &444 &44( &469 &44: &44+ &464 &469 &46; &44& &44( &444 &44( &44& &46; &4(6 &44: &44& &46; &466

&4

&46+

&469

9.2 Ha.il = Ha.il Pe%eli0ia% 1. 'aktu operasi rata*rata untuk eksperimen 1 adalah &440,+( sedangkan eksperimen ?? adalah &440,+0. &. )ata pengukuran terkecil pada eksperimen 1 adalah &461s dengan frek,ensi & kali )ata pengukuran terkecil pada eksperimen ?? adalah &460s dengan frek,ensi 1 kali 6. )ata pengukuran terbesar pada eksperimen 1 adalah &4(1s dengan frek,ensi & kali )ata pengukuran terbesarl pada eksperimen ?? adalah &4(&s dengan frek,ensi 1 kali 4. @entang ,aktu operasi hasil pengukuran eksperimen 1 adalah &1, hal ini sama dengan eksperimen ??. (. @ata A rata simpangan data pengukuran ,aktu operasi eksperimen sebersar 1,::. meninjau dari nilai tersebut sehingga pengukuran ,aktu eksperimen ? dengan eksperimen ?? sama. 9. )ari hasil test hipotesis, ternyata rumusan hipotesis penelitian diterima pada taraf signifikan (B. -al ini jelas menyatakan bah,a sebenarnya ,aktu operasi untuk 9.3 Pe )aha.a% -asil pengukuran ,aktu operasi eksperimen ? sama dengan eksperimen ?? -asil analsis statistik menunjukan bah,a ,aktu operasi eksperimen ? dengan eksperimen ?? terlihat mempunyai selisih ,aktu 0,04 detik hasil test -ipotesis terdapat kesamaan antara eksperimen ? dengan eksperimen ?? taraf signifikan (B 2. Ke.i :!la% =erdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bah,a oil treatment yang dicampur dengan minyak pelumas pada mesin bensin dapat menghemat bahan bakar ternyata tidak mengandung kebenaran. Jadi adanya informasi belakangan ini bah,a mesin bensin yang baru semakin hemat dalam hal pemakaian bahan bakar bukanlah semata*mata akibat pencampuran oil tretment ke dalam minyak pelumasnya, karena pada dasarnya minyak pelumas produksi Pertamina yaitu #esran Super &0'*(0 tersebut telah mengandung bahan aditif atau minyak pelicin 7oil treatment8 yang mutunya memenuhi Standar $P? Ser!ice.

3. Da70ar P!.0a1a $ris #unandar, 'iranto. 1;:;. Pengaruh #ula #otor =akar orak. =andung5 Penerbit ? = $n,ir, =.S. 1;+0. Pengetahuan entang Pesa,at*pesa,at /alori. )jakarta5 Pradnya Paramita )aryanto, )rs. 1;;6. eknik Ser!is #obil.Jakarta5P . @ineka Cipta. #alee!, D.E. 1;+(. ?nternal Combustion %ngine. okyo5#C. 2ra, -ill =ook Company ?nc. P . oyota*$stra. 1;:0. oyota #ateri Pelajaran %ngine 2roup. Jakarta5 P $stra #otor. Sh!ets, l. 1;+0. hermal %ngineering #osco, Publisher. 8. Rele(a%.i -e%&a% T!&a. A1hir Sa5a Pelumas adalah media umum untuk pera,atan peralatan yang bergerak ini sangat rele!ansi dengan tugas akhir yang saya rencanakan tetang sebuah motor listrik dengan sumber tegangan rendah tetapi dapat menghasilkan po,er yang besar. oyota*

REVIEW JURNAL DESAIN ELECTRONIK CONTROL UNIT PADA KENDARAAN LISTRIK BERTENAGA BANTU SEL SURYA Oleh : Dr. Ir. E%-ra Pi0$'ar%$# M.E%&. Pere(ie': I)%! *a+i ,ir-a!.

A).0ra1
/endaraan Eistrik =ertenaga =antu Sel Surya gen*1 7/E=S 2*18 adalah sebuah kendaran listrik yang sumber energinya berasal dari tenaga matahari dengan Electronic "ontrol #nit 7%CU8 sebagai pengontrol kendaraan. Pada buku ini dibahas tentang desain dan pembuatan sebuah sistem %CU pada /E=S 2*1. Sistem terdiri dari pengatur kecepatan dengan kendali jelajah 7"ruise "ontrol)$ monitoring kecepatan kendaraan, kapasitas baterai dan jarak tempuh. 0okus dari %CU yang didesain adalah pada "ruise "ontrol yang berfungsi untuk membatasi, mengendalikan daya dan kecepatan jelajah. Sedangkan "ruise "ontrol yaitu dengan mengatur kecepatan yang diinginkan lalu kecepatan maksimal dari /E=S 2*1 tidak akan melebihi dari kecepatan yang sudah ditentukan pada tampilan EC). EC) juga menampilkan kecepatan kendaraan 7speedometer8, kapasitas baterai dan jarak tempuh /E=S*1 yang input output dikontrol oleh $ mega19. /emudian hasil dari uji coba arus dan kapasitas baterai sangat dipengaruhi oleh beban yang diberikan. /emudian pada Cruise Control paling tepat menggunakan /ontrol P?) sehingga motor dapat langsung berputar pada kecepatan referensi. Ka0a 1!%>i : /endaraan Eistrik =ertenaga Surya gen*1 7/E=S*18 dan %lectronics Control Unit 7%CU8.

/. Pe%-ah!l!a% /./ La0ar Bela1a%& Perkembangan eknologi kendaraan listrik pada era sekarang yang semakin cepat berkembang karena keterbatasan sumber energi fosil. Cahaya matahari sebagai salah satu sumber energi alternati!e bisa dikembangkan menjadi sumber energi yang murah dan bebas polusi.

Electro "ontrol #nit adalah sistem elektronik yang digunakan pada sistem kendaraan bermotor, yang berfungsi untuk mengendalikan kinerja dari perangkat kendaraan bermotor.

/.2

R! !.a% Ma.alah Permasalahan yang terdapat pada tugas akhir ini adalah 5 1. =agaimana mendesain dan mengembangkan system kecerdasan pada motor /endaraan Eistrik bertenaga bantu Sel Surya g*1 7/E=S 2*18. &. =agaimana membuat kontrol system pengendalian /E=S 2*1 supaya dapat berjalan dengan efisien dan aman

/.3

T!4!a% ujuan yang ingin dicapai oleh ugas $khir ini adalah /endaraan dapat berjalan, bermanufer dan dapat melakukan pengaturan kecepatan maksimal dari /E=S 2*1. Supaya /E=S 2*1 bisa bermanfaat untuk pengembangan kendaraan listrik selanjutnya

/.8

Ba0a.a% Ma.alah $dapun batasan masalah dari ugas $khir ini5 a. b. c. d. /endaraan dapat bermanufer dengan baik #engetahui kapasitas dari baterai. #engetahui dan membatasi kecepatan dari kendaraan #engatur kecepatan rata*rata pada kendaraan

/.9

Me0$-$$&i )alam pengerjaan ugas $khir ini diperlukan suatu metode untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Fleh karena itu dalam perencanan dibuat langkah* langkah yang dapat memaksimalkan dalam pelaksanaan pengerjaan ugas $khir ini. 1. Studi Eiteratur mengenai Dehicle )ynamic dan %lectro Control Unit 7%CU8. &. Pembuatan desain pada kendaraan dan %CU. 6. Pembuatan /endaraan Eistrik =ertenaga =antu Sel Surya 7/E=S*18 yang meliputi rangka, system steering dan bagian belakang. Pembuatan Sistem %CU.

4. Pengujiaan /endaraan dan %CU yang dilakukan terpisah. (. Pengujian akhir kendaraan dan %CU secara bersama*sama. dengan hasil eksperimen. /emudian melakukan perbaikan pada bagian yang kurang. 2. S0!-i Pe%-ah!l!a% ? 2./ Sel S!r5a Silikon Sel Surya adalah sebuah diode yang terbentuk dari lapisan atas silikon tipe n dan lapisan ba,ah silikon tipe p 9. $nalisa dan eksperimen yaitu pengujian dari sistem dan membandingkan hasilnya

Ga )ar 2./. )iagram sebuah Sel Surya 7)ari5 Ste!en J.Strong, he Solar %lectric -ouse, p1:8 %lektron*elektron terbentuk dari million potongan atau benturan atom pada lapisan penghubung, hal itulah yang menyebabkan terjadinya aliran listrik. Pengoperasian Sel Surya sangat bergantung pada beberapa hal diba,ah ini5 1. emperature adalah salah satu bagian hal yang penting dalam peningkatan efisiensi kinerja dari Sel Surya. &.@adiasi #atahari terhadap bumi sangatlah ber!ariasidan sangat tergantung keaadaan spectrum solar ke bumi. 6./ecepatan angin, karena dengan berhembusnya angin dapat mendinginkan permukaan kaca dari larik Sel Surya 4. /eadaan atmosfir, seperti ketika bera,an, mendung, terdapat partikel debu (. Frientasi Panel Surya, yaitu ranngkaian Sel Surya yang diatur ke arah matahari secara optimum agar panel surya dapat menghasilkan energi maksimum. 2.2 K$%.e: Pera%>a%&a% S0r!10!r Ke%-araa% )alam perancangan bentuk dari /endaraan Eistrik =ertenaga Surya 7/E=S*18 ada dua proses pokok, yaitu poses sintesa dan proses analisa

Proses Sintesa adalah direncanakan ukuran*ukuran dan bentuk geometrinya sehingga dapat melakukan pekerjaan yang diinginkan. Proses $nalisa adalah proses perencaaan material dan dipelajari kualitasnya adagar terhindar dari dampak yang tidak diinginkan. Perancangan kendaraan dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi biaya, ,aktu, alat ukur dan lain lain =erdasarkan ilmu*ilmu pengetahuan dalam membuat model. )alam hal ini tiga model yang akan dilakukan yaitu, phisikal model, skematik model, dan matematika model

Ga )ar 2.2. Proses Pemodelan 2.3 Electronic Control Unit


Sistem ini adalah pusat pengendali dari /endaraan Eistrik =ertenaga Surya

7/E=S*18, karena system ini mengatur putaran roda sehingga mendapatkan kecepatan yang diinginkan. 2.8 M$0$r DC

#otor )C terdiri dari tiga komponen, yaitu 1. /utub #edan Secara sederhana bah,a interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputaran pada motor )C &. )inamo =ila arus masuk menuju dynamo, maka arus ini akan membangkitkan kemagnetan pada masing masing kutub medan dan mengakibatkan terjadi perputaran pada motor )C 6. "ommutator "ommutator berguna untuk mengembalikan arah arus listrik dalam dynamo. "ommutator juga membantu transmisi arus antara dianmo dan sumber daya

/euntungan #otor )C adalah sebagai pengendali kecepatan yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya #otor ini dapat dikedalikan dengan mengatur5 1. egangan )inamo #eningkatkan tegangan dynamo akan meniongkatkan kecepatan &. $rus #edan #enurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan

-ubungan antara kecepatan, fluG medan dan tegangan dynamo ditunjukan dalam persamaan berikut
2aya elektromagnetik 5 !or%ue )imana % > 2aya elektromagentik yang dikmbangkan pada terminal dynamo 7!olt8 H > 0luG medan yang berbanding lurus dengan medan I > kecepatan dalam @pm > !or%ue elektromagnetik ?a > $rus dynamo / > /onstanta persamaan %>/HI > / H ?a

3 De.ai% T!&a. A1hir -a% Pe )!a0a% De.ai% Si.0e 3./ S:e.i7i1a.i Ke%-araa% /endaraan yang akan dirancang dan dibuat dengan spesifikasi seperti diba,ah ini 5 1. =erat =ersih. &. /apasitas. 6. /ecepatan #aksimal 4. =aterai (. )aya #otor. 9. Panjang /endaraan +. inggi /endaran 5 :& /g 5 & Frang 7&00/g8 5 40 /m.Jjam 5 1& $h 5 600 'att tiap motornya 5 14(0 mm 5 1400 mm

:. Eebar /endaraan 3.2 M$-el Ke%-araa%

5 10+& mm

Pada langkah a,al dalam pengerjaan desain ugas $khir adalah membuat model dari kendarran tersebut @ancangan kendaraan ini sudah meliputi kerangka pokok dan fungsi*sungsi penting kendaraan

Ga )ar 3./ /E=S*1 yang tampak dari atas . Perancangan a,al dimulai dari pembuatan rangka utama dengan material yang digunakan adalah besi yang berbentuk pipa. =esi berbentuk pipa dipilh karena mudah didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal dan cukup mudah dibentuk.

Ga )ar 3.2 @angka kendaraan dari atas Pada 2ambar 6.& diatas adalah frame utama dari kendaraan yang akan kami

rancangynag menggunakan satuan milimeter dengan material besi berbentuk pipa

Ga )ar 3.3 0rame utama

=agian kedua adalah Arm, dalam desain jumlah arm akan dibuat sebanyak : buah. Arm berfungsi sebagai penghubung antara roda dengan frame utama, selanjutnya dipasang s&ock absorber sebagai peredam getaran pada arm tersebut

Ga )ar 3.8 Arm

Pada 2ambar 6.( adalah bagian dari ujung arm yang dimana pada lubang tersebut akan dipasang eflon dan shaft sehingga kendaraan jadi lebih tahan terhadap goncangan yang kecil Shaft yang didesain dengan menggunakan bahan baja agar dapat menahan beban dan cukup kuat saat terkena benturan akibat permukaan jalan yang tidak rata.

Ga )ar 3.9 =agian ujung dari Arm

Shaft yang dibuat dalam ukuran dengan diameter 10 mm dengan panjang 110 mm dan yang kedua 190 mm. Pada shaft dengan panjang 190 mm digunakan sebagai penghubung antara $rm dengan 0rame Pada Shaft dengan ukuran 110 mm digunakan sebagai penghubung $rm dengan slee!e yang kemudian menghubungkan pada roda

Ga )ar 3.@ =entuk dari Slee!e

Slee!e terdiri beberapa bagian yang dibuat secara terpisah dan pada kedua ujung slee!e terdapat dua baja berbentuk silinder, namun ujungnya diberi

eflon uyntuk meredam getaran /edua silinder tersebut diberi lubang sebanyak 4 lubang yang akan digunakan dengan tujuan masing masing. Contohnya pada lubang bagian belakang masing masing kedua silinder digunakan untuk menghubungkan keduannya dengan shaft yang ujungnya di baut

Ga )ar 3.A Pemasangan @oda, $rm, dan slee!e

@ack and pinion adalah sistem steering atau kemudi yang sering digunakan pada kendaraan penumpang Pada 2ambar 6.4 @ack kemungkinan besar ditempatkan di salah satu dari depan atau samping as roda Steering ratio keseluruhan bergantung pada steering boG dan mekanispe steering linkage. Pada gambar 6.: adalah gambar sistem steering pada rack and pinion

Ga )ar 3.B Sistem Steering pada rack and pinion

bentuk steering dari /E=S*1 dapat dilihat lebih jelas pada gambar 6.;

Ga )ar 3.C Sistem Steering yang dipasang pada /E=S 2*1 dari gambar6.16 dapat dilihat bah,a kemudi dari /E=S 2*1 akan berada disebelah kiri namunnanti pada pembuatannya kemudi akan disesuaikan dengan kondisi kendaraan dan kenyamanan penumpang 3.3 De.ai% -ari Ele>0r$ C$%0r$l U%i0 %lectro Control unit yang digunakan pada kendaraan ini tidak terlalu rumit karena sisitem yang digunakan adalah kendaraan listrik berbahan bakar bantu sel surya. /ontrol terseut hanya mengendalikan kecepatan kendaraan /E=S 2*1 melalui sebuah potensiometer yang terhubung dengan pedal gas, kemudian ditambah dengan antuan relay dan s,itch agar kendaraan ini dapat berjalan mundur /ontrol unit di desain yang digunakan untuk mendapatkan hasil sebagai berikut 1. mendesain bagaimana cara memonitor berjalan dan bbermanufer &. mendesain alat untuk mendeteksi kapasitas baterai 6. mendesain alat untuk mendeteksi kecepatan kendaraan pada gambar 6.10 adalah gambar )iagram blok pad %CU yang akan dibuat

Ga )ar 3./D )iagram =lok Pada %CU $tmega 19 diguanakan sebagai kontroller karena input dan output tidak terlalu banyak

/ontroller tersebut digunakan untuk mengendalkikan /E=S 2*1. /ecepatan /E=S 2*1 ini tidak akan melampaui kecepatan yang telah ditentukan sehingga energi yang berasal dari baterai akan semakin hemat. Sistem tersebut dinamakan kendali jelajah 7crusie Control8. proses pengerema menggunakan disc brake pada bagian depan dengan penggerak sistem mekanik

Sensor yang digunkan pada kendaraan ini tidak terlalu banyak hanya menggunakan potensiometer,limit s,itch dan sensor arus dri!e motor yang akan digunakan adalah dri!er motor denga -*bridge con!erter. sehingga kecepatan dari permanenn magnet motor dc dapat diubah menjadi bermacam macam aplikasi pada terminal, salah satunya menggunakan pulse 'itdh #odulation 7P'#8. dengan menggunakan fariasi ini maka kecepatan motor bisa berubah ubah dengan cara mengatur lebar pulsa pada motor tersebut

Ga )ar 3.// #engubah arah gerak motor )C dengan P'#

8. Pe%&!4ia% -a% A%ali.a Si.0e 8./ Pe%&!4ia% Pa-a Ar!. Pa-a KLBS G6/ Pada pengujian tahap pertama ini pengukuran dilakukan pada seberapa besar arus yang digunakan. $da dua model grafik yaitu arus pada saat beban hanya motor dan drafik pada saat kendaraan melaju dengan penumpang Pengujian menggunakan potensiometer yang diputar . -asil pengujian dapat dilihat pada gambar 4.1

Ga )ar 8./ Pengujian $rus )engan 1 penumpang dan tanpa Penumpang Pada pengujian tahap pertama ini pengukuran dilakukan pada seberapa besar arus yang digunakan. Pada 2ambar diba,ah ini alah pengujian arus dengan perbandingan tanpa penumpang dan dengan 1 penumpang

Ga )ar 8.2 Pengujian $rus yang kedua )alam pengujian ini dapat diketahui bah,a arus yang dikeluarkan oleh baterai sangatlah besar terutama jika jumlah penumpang di tambah 8.2 Pe%&!4ia% Ka:a.i0a. Ba0erai :a-a KLBS G6/ Pengujian ini dilakukan pada saat baterai terisi penuh dengan tegangan 4: Dolt, kemudian motor diputar pada putaran maksimal. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas penggunaan baterai Setelah itu dapat diketahui berapa lama baterai dapat digunakan dengan dua metode yaitu metode 1 orang penumpang dan metode & orang penumpang Pengujian dilakukan dengan satu penumpang dapat dilihat pada gambar 4.6

Ga )ar 8.3 Pengujian /apasitas =aterai dengan melihat penurunan tegangan

)ari gambar diatas dapat dilihat bah,a saat baterai mulai habis dapat dilihat ketika adanya penurunan tegangan pada baterai itu.

Pada saat diuji tanpa penumpang baterai tidak mengalami penurunan tegangan yang berarti. Iamun setelah 4 jam kemudian tegangan baterai terjadi penurunan, yang kemudian menurunkan putaran motor juga.

Ga )ar 8.8 Pengujian /apasitas =aterai dengan melihat penurunan tegangan dengan & orang penumpang

-al ini juga akan sama ketika ditambah 1 penumpang lagi. /arena beban yang harus diterima motor lebih besar maka kapasitas baterai juga akan lebih cepat habis Sehingga jarak tempuh /E=S 2*1 juga semakin pendenk bila beban ditambahkan Seperti terliat pada gambar 4,4 8.3 Pe%&!4ia% Cr!i.e C$%0r$l /emudian pengujian kali ini adalah dengan menguji kemampuan Curise Control. Pada pengujian ini akan menggunakan empat tahap untuk mendapatkan sistem kontrol yang baik untuk di terapkan pada Cruise /ontrol sistem. Pertama /ontrol P, lalu /ontrol ?, /ontrol ) dan yang terakhir menggunakan kontrol P?). 8.3./ Pe%&!4ia% K$%0r$l P !%0!1 Cr!i.e C$%0r$l Pada pengujian a,al /E=S*21 diuji dengan /ontrol P untuk menguji /ecepatan putar pada motornya. Pada uji coba pertama motor diuji tanpa beban. )engan parameter diba,ah ini. L E D#D@2 H R E 2.9 K

/onstanta orsi #otor, /onstanta tegangan balik emf,

/tn /=

> &00 ImJ$ > 0.0& DJrad . s*1 > 9 /gJm&

#omen inersia rotor dan beban Jeff

/oofisien !iskos rotor dan beban, 0eff >0.1 )ari Parameter diatas motor dapat diuji melalui simulasi #atlab . Pada gambar 4.( dapat dilihat diagram simulink kontrol P

Ga )ar 8.9 )iagram Simulink /ontrol P pada #otor /E=S 2*1

Ga )ar 8.@ 2rafik hasil percobaan kontrol P pda motor /E=S 2*1 )ari grafik diatas dapat dilihat bah,a ketika di berikan nilai /p yang besar akan menyebabkan osilasi pada ,aktu start. Sedangkan jika diberikan nilai /p yang kecil maka offset atau steady*state error semakin besar. /emudian pada percobaan yang kedua motor pada /E=S 2*1 di beri beban sebesar bergantian pertama akan di beri beban hanya berupa berat dari /E=S 2*1 itu sendiri, yaitu seberat 1(0kg atau sama dengan 1(00I. /emudian ditambah dengan massa dari penumpang yaitu sebesar +0kg dan kedua 140 kg yaitu diibaratkan ada & penumpang yang naik. erus dari hasil ujicoba

yang pertama digunakan nilai /p sebesar &.( yang hasilnya paling baik diantara yang lain, sekalipun respon time tidak terlalu cepat. 2ambar diagram simulinknya dapat dilihat pada gambar 4.+.

Ga )ar 8.A )iagram Simulink /ontrol P dengan beban pda motor /E=S 2*1

Ga )ar 8.B 2rafik hasil percobaan kontrol P dengan penambahan beban pada motor /E=S 2*1

-asil percobaan dapat dilihat pada gambar 4.+ dan sesuai dugaan sebelumnya beban pada /E=S 2*1 memang mempengaruhi kinerja dari motor. Sehingga motor tidak dapat mencapai kecepatan maksimal, yang sesuai dengan refrensi dan semakin berat beban yang diberikan kecepatan motor juga semakin menurun

8.3.2 Pe%&!4ia% K$%0r$l L !%0!1 Cr!i.e C$%0r$l /emudian pada percobaan yang kedua, yaitu dengan mencoba kecepatan motor dengan /ontrol ?ntegral. ujuan dari penggunaan /ontrol ?ntegral

adalah untuk mengurangi steady*state error. Pada penggunaannya tetap saja /ontrol ?ntegral tidak bisa digunakan sendiri. =iasanya /ontrol ?ntegra digunakan bersama dengan /ontrol P. Pada percobaan ini /ontrol P diatur pada &.(. /arena yang akan dilihat adalah efek dari /ontrol ?ntegral yang mana nanti apakah mempengaruhi kinerja motor /E=S 2*1. Parameter /i akan di atur pada 0. ( dan &0. /arena pada saat /i > 0 ingin melihat efek dari kontroler p saja. Pada gambar 4.; adalah gambar diagram Simulink dari /ontrol P?.

Ga )ar 8.C )iagram Simulink /ontrol E #otor /E=S 2*1

Gambar 4.10 Grafik hasil percobaan Kontrol L pada motor KLBS G-1 )ari diagram diatas kemudian dicoba bagaimana pengaruh dari /ontrol E terhadap motor /E=S 2*1. Pada gambar 4.; dapat dilihat bah,a memang benar kontrol E dapat memperbaiki steady state error pada /ontrol P. Iamun jika pemberian nilai /i yang terlalu besar akan menyebabkan osilasi pada ,aktu start. Sehingga penggunaan /ontrol E pada Cruise Control ini menjadi kurang baik. Iamun pada percobaan ini dilakukan tanpa beban. ?ni nanti akan dilihat kembali apakah efeknya akan sama ketika /ontrol E diberi beban atau tambah baik kinerja dari /ontrol jika di beri beban. /emudian pada percobaan yang kedua pada /ontrol ? akan diberi beban. Pemberian beban ini dilakukan sama seperti uji coba pada saat

menggunakan /ontrol

P,

yaitu

dengan

menggunakan

tiga

tahap

pembebanan. Pada gambar 4. 11 adalah diagram simulink dengan beban.

Ga )ar 8.// )iagram Simulink /ontrol ? dengan penambahan beban

Ga )ar 8./2 2rafik hasil percobaan /ontrol ? dengan penambahan beban pada motor /E=S 2*1

?ni ada hal yang menarik pada /ontrol ? karena ketika /E=S 2*1 dibebani jutru terjadi pengurangan osilasi pada saat motor start. steady* state error juga dapat dikurangi. idak hanya itu, etapi jika sistem tetap

dimasukan kedalam Cruise control yang terjadi adalah /E=S 2*1 akan mengalami hentakan pada saat start. ?ni nanti akan mengganggu kenyamanan dari penumpang. Fleh karena itu perlu dicoba juga pengujian dengan /ontrol ). 8.3.3 Pe%&!4ia% K$%0r$l D !%0!1 Cr!i.e C$%0r$l Pada percobaan dengan /ontrol ? dapat dilihatbah,a memang steady*state error dapat berkurang namun terjadi osilasi pada saat motor /E=S 2*1. Untuk mengurangi terjadinya efek overs&oot 7respon yang berlebihan8 maka uji coba yang ketiga dengan menggunakan /ontrol ). /arena memang /ontrol ) digunakan untuk mengurangi efek dari respon berlebihan pada

,aktu start. Pengujian ini dengan nilai /p > &.(. Ealu nilai /d > 0, 0.0+(, 0.1. )engan member nilai /d > 0 bertujuan supaya memberi perbedaan ketika diberi bagaimana fungi dari /ontrol ) terhadap sistem ini.

2ambar 4.1( )iagram Simulink /ontrol ) #otor /E=S 2*1

Ga )ar 8./8 2rafik hasil percobaan /ontrol ) pada #otor /E=S 2*1

)ari hasil pengujian menggunakan /ontrol ) dapat dilihat bah,a pada saat /p > &.( dan /d > 0 terjadi o!ershoot. /emudian pada ketika diberi /d > 0.0+( didapatkan efek o!ershoot atau respon yang berlebihan memang banyak berkurang. Iamun respon motor menjadi lambat. Ealu dengan menambahkan nilai /d > 0.1, yang terjadi respon bertambah lambat dan steady*state error juga bertambah.

/emudian pada percobaan yang kedua pada /ontrol ), yaitu dengan penambahaan beban. Penambahann beban yang dilakukan dengan menggunakan parameter*parameter yang sama dengan /ontrol ?. Percobaan

ini juga dilakukan dengan tiga tahap supaya mengetahui efek dari pembebanan terhadap /ontrol ).

Ga )ar 8./9 )iagram Simulink /ontrol ) dengan penambahan beban pada motor /E=S 2*1

Ga )ar 8./@ 2rafik hasil Percobaan kontrol ) dengan penambahan beban pada #otor /E=S 2*1 Pada ,aktu uji coba dilakukan didapatkan hasil bah,a /ontrol ) memang tidak responsif ketika diberi beban. =egitu beban terpasang pada /ontrol ), steady* state error juga semakin besar dan tidak bisa mendekati nol. Jadi ketika beban semakin besar maka error yang terjadi juga semakin membesar. -asil dari pengujian dapat dilihat pada gambar 4.19. Penerapan /ontrol ) pada Cruise Control Sytem sepertinya masih kurang baik. -al ini disebabkan /ontro ) masih kurang tangguh apabila diberi beban. Sehingga bisa mengakibatkan /E=S 2*1 tidak akan bisa mencapai kecepatan yang diinginkan dan akan terus berkurang jika beban yang diberikan semakin berat. Untuk itu pengujian terakhir akan menggunakan /ontrol P?) untuk

melihat memperbaiki kinerja dari motor /E=S 2*1.

8.3.8 Pe%&!4ia% K$%0r$l PID !%0!1 Cr!i.e C$%0r$l


)ari

percobaan*percobaan sebelumnya dapatdiketahui bah,a pada /ontrol

P, ?, maupun ) mempunyai kelebihan dan kekurangan masing*masing. Untuk mendapatkan hasil terbaik untuk sistem Cruise Control pada /E=S 2*1. #aka pada percobaan terakhir ini pengujian dilakukan dengan menggabungkan dari ketiga /ontroler tersebut. Penggabungan dari kontroler tersebut adalah P?), dan diharapkan /ontroler ini dapat memperbaiki respon gerakaan motor pada /E=S 2*1. Pada percobaan kali ini nilai /p > &.(, /i > ( dan /d > 0.0+(. Iilai*nilai ini coba diberikan karena mengacu pada hasil terbaik ketika nilai*nilai ini diberikan pada percobaan sebelumnya. Iamun bukan berarti nilai*nilai ini menjadi yang terbaik. Fleh karena itu percobaan ini akan dilakukan tiga kali untuk mendapatkan nilai terbaik. Pada gambar 4.1+ adalah gambar diagram simulink dari /ontrol kecepatan P?).

Ga )ar 8./A )iagram Simulink kontrol P?) motor /E=S 2*1

Ga )ar 8./B 2rafik hasil percobaan /ontrol P?) pada motor /E=S 2*1

Setelah pengujian tanpa beban pada /ontrol P?) didapatkanlah nilai /p > + /i > &.( dan /d > 0.1+(. Pada nilai*nilai ini kemudian akan diuji dengan pemeberian beban yang sama dilakukan pada saat pengujian pada /ontrol ? dan /ontrol ).

Pengujian pertama dengan member beban sebesar 14+0I. /emudian yang kedua dengan pemberian beban sebesar &1(9I. Pengujian beban yang terakhir adalah dengan memberi beban sebesar &:4&I. Pengujian ini nanti pasti akan member efek yang berbeda pada /ontroler P?). )iagram blok simulink dapat dilihat pada gambar 4.1;.

Ga )ar 8./C )iagram Simulink /ontrol P?) dengan penambahan beban pada #otor /E=S 2*1

Ga )ar 8.2D 2rafik hasil percobaan /ontrol P?) dengan penambahan beban pada #otor /E=S 2*1

)ari sekian banyak pengujian yang dilakukan, yang memberikan hasil yang terbaik adalah ketika diberikan /ontrol P?). -asil simulasi menunjukan respon kontroler P?) terhadap perubahan beban pada motor. erlihat bah,a kontroler P?) mampu menjaga kon!ergensi atas perubahan tersebut.

9. Ke.i :!la% 1. Cara mendesain yang baik dalam mengembangkan sistem %lektronik dan pengendalian atau pada bagian ini %CU adalah dengan melihat kebutuhan dari sebuah kendaraan itu sendiri. Seperti pada /E=S 2*1 hanya menggunakan $tmega 19 sebagai mikrokontroler. /emudian untuk sensor menggunakan potensiometer, limit s,tich dan sensor arus. &. Untuk Sistem Pengendaliannya ketika pengujian dilakukan yaitu dengan mencoba /ontrol P, ?, ) maupun /ontrol P?) hasil yang terbaik dalam mengendalikan kecepatan motor pada /E=S 2*1 adalah /ontrol P?). erlihat bah,a kontroler P?) mampu menjaga kon!ergensi atas perubahan tersebut, sehingga o!ershoot semakin mengecil dan steady*state error juga semakin kecil.

9./ Sara% 1. Perlunya pengendali pada masing*masing motor sehingga pergerakan pada saat /E=S 2*1 berbelok dapat lebih nyaman dan aman. &. Penyempurnaan bentuk kendaraan sehingga kendaraan dapat digunakan pada berbagai kondisi. @. Da70ar P!.0a1a . 71;;;8 1 Panasonic Solar Cell echnical book3, 'anasonic Sales "ompanies and

'anasonic Agencies. #.S.A. . 7&00&8, 1 U.S.$. . 7&0068, 1 Sistem Penggerak #obil Eistrik yang diterapkan pada #$@E?P3, ()'), =andung. %lectricians oolboG %tc 7%. .%.8. Motor "&aracteristics. 1;;+. ,,,.electoolboG.comJmotorchar.htm. 0ush, $. 7&00;8. 1-ybrid Dehicle3. =uku eks. =oca @aton5 C@C Press. #asrah. 7&0018. 1Eaporan teknis Sistem Penggerak #obil Eistrik3. Puslit telimek*E?P. @ahardjo, $. 7&00:8 1 Fptimalisai Pemanfaatan Sel Surya Pada =angunan /omersial Secara erintegrasi Sebagai =angunan -emat %nergi 3 , Seminar Sains dan !eknologi )), Uni!ersitas ?ndonesia. Jakarta. @ill, 2 . 7&0098, 1 Dehicle )ynamic3. Eecture Iotes. Uni!ersity of $lpplied Sciences -ochschule fur. Pito,arno, %. 7&0098. @F=F ?/$5 *esain$ +ontrol dan +ecerdasan ,uatan. =uku "ogyakarta5 Penerbit $ndi. Strong, Ste!en J. 7&00&83 Solar %lectric -ouse3, Solar )esign $ssociates, ?nc. -ar!ard #assachusetts. Sutantra, I. 71;;;8. 1@ancang =angun Sistem /emudi 4 @oda #ultifungsi3. Eaporan Penelitian -ibah =ersaing D??. )?/ ?. Jakarta. Sutantra, I. 7&0018. 1 eknologi Ftomotif3. =uku eks. Surabaya5 Penerbit 2una 'idya A. Da70ar P!.0a1a #obil listrik telah berkembang pesat didunia seiring dengan bahan bakar fosil yang sudah hampir habis.oleh sebab itu saya berencana untuk membuat tugas akhir sebuah mobil listrik agar dengan tujuan kedepannya ?ndonesia bisa mandiri dengan teknologi ini dan bersaing di dunia internasional, eks. oyota %lectronic Control ransmission3, !oyota Motor Sales,