Anda di halaman 1dari 2

Penyebab Retak Pada Balok Beton

Retak struktur pada balok memiliki pola vertikal atau diagonal seperti pada gambar diatas, selain itu terdapat juga pola retak-retak rambut. Keretakan balok beton dapat dikategorikan menjadi retak struktur yang terdiri dari retak lentur yang memiliki pola vertikal/tegak biasanya disebabkan oleh beban yang melebihi kemampuan balok dan retak geser yang memiliki pola diagonal/miring biasa terjadi setelah adanya retak lentur yang memiliki pola vertikal. Retak geser juga dapat terjadi jika balok terkena gaya gempa. Selain itu keretakan balok dapat disebabkan proses pengerjaan yang kurang sempurna. Retak-retak kecil atau retak rambut, banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Umumnya terjadi karena balok terpapar sinar matahari dan hujan. Retak pada balok juga dapat terjadi saat proses pembuatan beton. Dalam proses perkerasannya, beton akan mengalami pengurangan volume dari volume awalnya.umumnya hal ini disebabkan karena air yang terkandung dalam beton mengalami penguapan sebagian dan mengurangi volume beton bertulang tersebut. Ketika beton tersebut dikondisikan sedang mengalami pengerasan dan penyusutan volume lalu tidak diberikan pembebanan apapun, maka beton tidak mengalami keretakan. Sebaliknya, jika pada proses pengerasan dan penyusutan beton diberi beban, maka keretakan tidak dapat dihindari. Pemilihan material yang berkualitas serta komposisi yang tepat juga menentukan keretakan pada balok. Balok yang retak akibat pemilihan material biasanya terjadi karena material yang dipilih belum bersih dari bahan organik atau lumpur sehingga aikatan antara PC dengan agregat menjadi lepas dan akan menimbulkan keretakan. Cara penulangan yang salah juga merupakan factor penyebab balok beton mengalami kerusakan. Hal yang paling umum terjadi adalah ketebalan dari tulangan sampai permukaan beton terlampau besar. Hal ini sebenanrnya kurang tepat karena fungsi dari baja tulangan tersebut adalah untuk menahan gaya lintang (pada balok dan plat), deformasi akibat lendutan, serta gaya geser. Jika tebal selimut beton terlampau besar makan retakan biasa terjadi mulai dari permukaan struktur beton sampai pada bagian tulangan yang ada didalamnya. Seharusnya tulangan dibuat agak keluar, dan selimut atau kulit yang membungkus tulangan dibuat setipis

mungkin (1,5 s/d 2 cm). Karena gaya tarik dan gaya tekan paling besar terjadi pada ujung permukaan beton tersebut.