Anda di halaman 1dari 10

Khasiat Tanaman Tempuyung sebagai Penghancur Batu ginjal

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Membudidayakan tanaman berkhasiat obat untuk kepentingan pengobatan keluarga sendiri maupun untuk kepentingan pengumpulan dan penyediaan bahan-bahan obat dari tanaman atau bagian-bagian tanaman untuk diperdagangkan, adalah penting sekali diperhatikan masalah penanaman dan pemeliharaan tanamannya. Tanaman atau bagianbagian tanaman tersebut harus menunjukkan khasiatnya sebagai obat, jadi harus murni jenisnya, tidak terkumpul dan tercampur dengan tanaman atau bagian-bagian tanaman lain yang serupa tetapi lain jenis yang tidak berkhasiat obat. Pengumpulan simplisia(bahan dari tanaman yang masih sederhana, murni, belum tercampur/belum diolah tetapi sudah dalam keadaan bersih) dari tanaman kultur (yang dibudayakan) pada umumnya selalu memberikan bahan-bahan berkhasiat obat yang dapat diandalkan/dipercaya. Akan lain halnya pengumpulan simplisia tersebut dari tanaman liar (yang tumbuh diberbagai tempat disuatu wilayah tanpa dipelihara). Maka jelas pentingnya pembudiayaan tanaman berkhasiat obat tersebut, yang tujuannya dapat disimpulkan sebagai berikut. Menumbuhkembangkan tanaman yang benar-benar menunjukan tanaman asal atau tergolong masih murni, yang menghasilkan simplisia yang mengandung zat berkhasiat obat dengan kadar yang tinggi. Menumbuhkembangkan tanaman yang benar-benar memenuhi persyaratan yang dikehendaki oleh para konsumen industry obat-obatan yaitu simplisianya tidak tercampur dengan hasil tanaman yang lain yang dapat menurunkan khasiatnya. Memudahkan pengumpulan dan sortasi simplisianya demi terjaminnya kuantitas dan kualitas yang dikehendaki para konsumen, terutama apotek dan industri obat-obatan yang melayani kepentingan umum. Menumbuhkembangkan tanaman yang benar-benar akan menguntungkan petani atau keluarga petani atau penanamannya, baik keuntungan berupa bahan-bahan obat bagi kepentingan sendiri dan keluarganya sewaktu-waktu diperlukan maupun keuntungan berupa pendapatan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mengenai budidaya atau pemeliharan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berkhasiat obat dapat dikatakan cara-caranya tidak jauh berbeda dengan cara-cara budi daya tanaman pangan lainnya.

1.

2.

3.

4.

B.Rumusan Masalah 1. Apa saja kandungan yang terdapat didalam tanaman tempuyung ? 2. Cara pengobatan penyakit ginjal dengan tanaman tempuyung?

BAB II PEMBAHASAN A.Tanaman Berkhasiat yang Bisa Tumbuh di Sembarang Tempat

Tempuyung (Sonchus arvensis) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai pemecah batu ginjal dan pelancar air seni. Tanaman ini sering ditemukan disekitar kita. Tanaman yang tergolong mudah tumbuh ini dapat tumbuh liar diantara puing-puing bangunan, ditembok atau dipinggir jalan. Tempuyung termasuk tanaman terna tahunan dari suku Asteraceae yang tumbuh baik ditempat berketinggian 50-1.600 m dpl Selain itu, tempuyung juga bisa hidup ditempat terbuka atau sedikit terlindung. Daerah dengan curah hujan merata sepanjang tahun atau daerah dengan musim kemarau pendek juga cocok sebagai tempat hidup tempuyung. Selain tumbuh liar, tempuyung juga bisa ditanam sebagai tanaman pekarangan. Beberapa nama daerah tanaman ini adalah lobak air, lempung jombang, tempuyung, galibug, lampenas, dan rayana.

Tanaman tempuyung bisa tumbuh liar diantara puing-puing banguan, ditembok, atau dipinggir jalan

Tempuyung masih satu keluarga dengan tanaman liar lainnya seperti sintrong, sesawi, sembung, kenikir, jotang, babadotan, dan bunga matahari. Secara tradisional, tanaman tempuyung berkhasiat obat, khususnya untuk meluruhkan atau menghancurkan batu ginjal.

B.Klasifikasi Tanaman Tempuyung Tanaman Tempuyung (Sonchus Arvensis) memiliki klasifikasi sebagai berikut. Kingdom : Dunia tumbuhan Divisi : Spermatophita Ordo : Monokotiledon Kelas : Angiospermae Famili : Asteraceae (aster-asteran) Jenis : Sonchus Arvensis Batang tanaman tempuyung berlubang dan bergetah hijau. Daunnya tunggal, bagian bawah membentuk roset akar, bentuk lonjong atau lanset, ujung runcing, dan pangkal bertoreh warna hijau. Warna daun hijau keunguan, permukaannya licin, dan tepinya berombak serta bergigi tidak beraturan. Didekat pangkal batang, daun yang bergigi berpusat membentuk roset dan yang terletak disebelah atas berselang-seling memeluk batang. Bagian

daun yang berombak dan memeluk batang inilah yang berkhasiat sebagai penghancur batu ginjal.

Daun tempuyung sangat manjur untuk menghancurkan batu ginjal

Bunga tempuyung berbentuk malai, kelopaknya berbentuk lonceng dan berbulu, dan mahkotanya berbentuk jarum berwarna putih dan kuning. Buah tempuyung berbentuk kotak, berusuk lima, dan berambut hitam. Biji tempuyung berukuran kecil, bobotnya ringan, dan berbentuk serbuk. Tinggi tanaman 65-150 cm. perbanyakan tempurung bisa menggunakan bibit dari biji, dan bisa juga menggunakan borgol akar dari tanaman yang daunnya habis permanen

Bunga tempuyung. Berbentuk malai, kelopak berbentuk lonceng dan berbulu, mahkota berbentuk jarum berwarna putih atau kuning

C.Bagian-bagian Daun Tempuyung Beberapa hasil penelitian mengungkapkan data tentang bagian-bagian daun tempuyung sebagai berikut. 1. Epidermis atas memiliki sel polygonal, dinding sel agak lurus atau bergelombang, dan berkutikula. 2. Epidermis bawah memiliki sel bergelombang, berkutikula, dan stomata lebih banyak.

3. 4. 5. 6.

Mulut daun bertipe anisositik, yaitu memiliki bentuk yang tidak sama satu dengan lainya. Rambut kalenjar sangat sedikit. Rambut penutup sangat sedikit. Mosofil mengandung palisade parenkim yang terdiri dari satu sampai dua lapis. Sel palisade lapisan pertama berbentuk tabung yang lebih besar dan panjang daripada sel palisade lapisan kedua. Jaringan bunga karang bersel lebih kecil, bentuk tidak beraturan, dan terdapat beberapa saluran getah. Ada satu buah berkas pembuluh ditulang daun bagian pucuk, sedangkan dibagian pangkal daun terdapat tiga sampai enam buah. 7. Kolenkim terdiri dari dua sampai tiga lapis sel. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan asal tempat tumbuh tempuyung tidak menyebabkan perbedaan struktur anatomi. Namun, perbedaannya terjadi pada jumlah berkas pembuluh dibagian pucuk dan pangkal tulang. D.Kandungan Kimia Kandungan kimia yang terdapat dalam daun tempuyung berupa ion-ion mineral, seperti silika, kalium, magnesium, natrium, dan senyawa organik, seperti flavonoid (kaempferol, luteolin-7-O-glukosida, dan apigenin-7-O-glukosida), kumarin (skepoletin), taraksasterol, inositol, serta asam fenolat (sinamat, kumarat,dan vanilat). Kandungan flavonoid total dalam daun tempuyung sekitar 0,1044%. Sementara itu, kandungan senyawa flavonoid total didalam akar sekitar 0,5%. Flavonoid terbesar yang terkandung dalam akar adalah apigenin-7-O-glukosida. Selain berguna sebagai antiradang, senyawa flavonoid dala daun tempuyung juga berguna untuk menjaga kesehatan. Rutin merupakan flavonoid yang banyak terdapat pada tanaman jeruk dan bayam duri. Senyawa ini bermanfaat untuk memperkuat dinding kapiler. Selain flavonoid, tempuyung juga mengandung senyawa kimia organik lainya, seperti alkaloida, saponin, glikosida jantung, glikosida sianogen, antrakinon, tanin, dan polifenol (minyak asiri). Tanaman yang berfungsi diuretik, seperti meniran, keji beling, dan tempuyung mengandung asam fenolat. Asam fenolat dalam daun tempuyung terikat sebagai glikosida dan ester. Kandungan kalium dalam daun tempuyung cukup tinggi. Kalium inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai. Kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan keluar bersama urin.

Tanaman tempuyung mengandung banyak kalium yang bisa menghancurkan dan melarutkan batu ginjal

Berdasarkan hasil penelitian, kandungan kalium dan natrium dalam tanaman tempuyung jauh lebih besar dibandingkan dengan tanaman meniran atau keji beling. Sementara itu, kandungan kalium dan natrium meniran lebih tinggi daripada keji beling. Kandungan kalium ketiga tanaman itu lebih besar dibandingkan dengan natrium. E.Pengobatan dengan Ramuan Tempuyung Ada beberapa tanaman, baik dalam bentuk daun, daun dan batang, akar, rimpang, atau keseluruhan tanaman yang digunakan sebagai obat untuk menghancurkan batu ginjal. Contohnya belimbing wuluh, kumis kucing, keji beling gempur batu, meniran, keci beling mentimun, papaya, dan temulawak. Ternyata tempuyung (Sonchus arvensis) memiliki kelebihan dari segi keampuhan dan keamanan dalam penggunaanya sebagai tanaman obat penghancur batu ginjal. Kelebihan tempuyung ini sudah diakui oleh pakar pengobat dari tanaman. Batu ginjal merupakan endapan CaCO3 atau kalsium karbonat, oksalat, dan urat pada ginjal atau kandung kemih. Batu ginjal menyebabkan gagal ginjal yang secara medis dapat diobati dengan cara operasi atau penembakan sinar laser. Pengobatan penyakit dengan tanaman obat memerlukan kesabaran dari pasien. Penyakit tidak sembuh dengan hanya mengkonsumsi tanaman obat dalam satu atau dua hari saja. Namun, dibutuhkan interval waktu tertentu agar tercapai titik optimal dalam periode pengobatan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan penyakit dsengan menggunakan tanaman obat yaitu pantangan, anjuran, dan psikologi penderita penyakit. Seseorang yang sedang menjalani pengobatan dengan ramuan obat dari tanaman tempuyung harus tetap berpantangan terhadap jenis-jenis makanan tertentu sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Contohnya. Penyakit ginjal dengan asam urat dilarang mengkonsumsi makanan-makanan BENJOL (bayam, emping, nangka, jeroan, otak dan lemak). Disamping melakukan pantangan, penderita sebaiknya melaksanakan anjuran yang mendukung proses penyembuhan penyakit. Kegiatan tersebut diantaranya olahraga ringan, minum air yang cukup, minum jus tanaman tertentu yang dianjurkan sesuai dengan penyakitnya, serta menjalani terapi pengobatan lain.

F. Ramuan Untuk Pengobatan Batu Ginjal Penyakit batu ginjal dapat di deteksi dengan cepat melalui kehadiran darah atau protein didalam air kencing. Penyebab utamanya adalah darah dalam air kencing adalah adanya infeksi atau akibat gesekan batu-batu dalam saluran kencing dan dalam ginjal ketika terjadi proses pengeluaran air kencing serta perkembangan sel yang tidak normal didaerah tersebut. Biasanya, dalam kondisi tersebut seseorang bisa dikatakan terkena kanker ginjal atau kanker saluran kencing. Adanya protein didalam air kencing bisa dijadikan indikasi terjadinya penurunan fungsi ginjal sebagai penyaring darah. Kondisi ini diakibatkan oleh keadaan ginjal yang tidak berfungsi secara normal atau penyaringannya tidak ketat sehingga protein lolos. Dalam keadaan normal, protein tidak boleh lolos dan harus dialirkan keseluruh tubuh. Kerusakan ginjal atau peradangan mengakibatkan adanya darah dan protein dalam air kencing. Keadaan ini akan menimbulkan penderitaan yang berat bagi penderitanya, seperti rasa tidak enak, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, bahkan diare. Penderita tertentu akan mengalami gangguan pernapasan, badan panas, tekanan darah naik, dan pembengkakan jaringan dikelopak mata atau kaki yang akan berkembang menjadi pembengkakan jaringan ditubuh bagian bawah. Jika ditekan, daerah tersebut akan terasa sakit. Penyakit batu ginjal sering dialami masyarakat tanpa mengenal golongan. Batu pada ginjal atau saluran kemih terbentuk dari berbagai senyawa dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Senyawa batu berupa batu oksalat, urat, CaCO3, dan lemak. Dalam kondisi tertentu, senyawa oksalat berbentuk larutan sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui air kencing. Namun, dalam kondisi yang lain senyawa tersebut dapat bereaksi dengan senyawa kalsium(kapur) membentuk kalsium oksalat yang susah larut dan cenderung mebentuk Kristal. Semakin lama Kristal tersebut akan semakin besar sehingga membentuk gumpalan batu. Batu dalam senyawa tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal dan saluran kemih. Gejala yang dirasakan oleh penderita penyakit ginjal adalah demam dan timbul rasa nyeri yang hebat didaerah pinggang. Pada golongan usia lanjut, gejala batu ginjal buka hanya panas atau rasa nyeri melainkan timbul kegelisahan atau bingung, dan yang ektrem tidak bisa mengeluarkan air kencing. Rasa sakit diakibatkan ginjal berusaha mengeluarkan batu yang menumbat. Keberhasilan ginjal mengeluarkan batu yang menyumbat tergantung dari ukuran batu. Batu yang berukuran kecil biasanya berhasil dikeluarkan oleh ginjal, kemudian masuk kedalam kantung kemih. Kadang-kadang batu yang masih berbentuk pasir kecil dapat dikeluarkan saat kencing tanpa mengalami keluhan. Biasanya, keluhan terjadi ketika batu sudah cukup besar. Gerakan batu ketika terjadi proses pengeluarannya akan melukai diding saluran kemih sehingga dapat menimbulkan infeksi. Tanda infeksi dapat terlihat pada air kencing yang mengandung darah atau air kencing yang berwarna merah. Jika tidak diobati, batu ginjal tersebut akan semakin membesar sehingga pengeluaran secara alami sulit terjadi. Semakin besar batu dalam ginjal akan menghambat proses pengeluaran air kencing. Secara medis,penanganannya dapat dilakukan dengan mengeluarkan batu melalui operasi. Batu ginjal yang sudah dikeluarkan mungkin bisa tumbuh lagi jika penyebabnya belum ditangani,termasuk pengaturan pola makan.

1. a.

b. c.

d.

Pencegahan merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit batu ginjal. Salah satu caranya adalah mengatur konsumsi makanan dan mengkonsumsi air yang cukup. Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu mengeluarkan batu-batu berukuran kecil melalui pembuangan urine sehingga tidak ada kesempatan untuk membentuk batu ginjal yang besar. Cara penanggulangan penyakit batu ginjal dengan tanaman obat adalah dengan memahami kondisi ginjal. Asumsi yang di pakai adalah batu dalam ginjal dapat dilarutkan,infeksi dan radang dihilangkan,kerusakan pada ginjal dan lingkungan yang mendukung kerja ginjal dapat di perbaiki . Pendekatan Pengobatan Batu ginjal terbentuk oleh pengendapan senyawa mineral dan organic,sehingga batu ginjal akan berkurang dan hilang oleh adanya pelarutan batu. Pelarutan batu bisa terjadi oleh air minum dan tanaman obat yang berfungsi diuretic dan menghancurkan batu. Batu dalam ginjal menimbulkan infeksi,peradangan,dan mungkin pendarahan, sehingga perlu di obati dengan tanaman obatyang berfugsi antibiotic, anti-inflamasi, dan hemostatik. Akibat tekanan batu ginjal,infeksi, dan peradangan akan terjadi penurunan fungsi ginjal. Untuk memperbaiki fungsi ginjal diperlukan tanaman obat yang berfungsi konstruktif, Seperti memperbaiki peredaran darah, stimuulan ginjal, dan membersihkan racun. Kerja ginjal yang baik ditentukan oleh nutrisi yang seimbang dan tingkat konsumsi air yang cukup. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan tanaman yang bersifat melarutkan batu (diuretik). Untuk mengobati infeksi dan peradangan diperlukan tanaman yang bersifat antibotik, anti-inflamasi, dan hemostatik. Untuk memperbaiki kerusakan ginjal diperlukan tanaman-tanaman yang stimulant ginjal, bersifat membersihkan racun, dan tanaman yang bersifat stimulasi sirkulasi. Selain itu, diperlukan juga fisik yang baik untuk pemeliharaan dengan cara mengonsumsi air yang cukup dan melakukan terapi jus.

2. a. b. c.

Pokok-pokok Pengobatan Penyakit Batu Ginjal dengan Tanaman Obat Pemberian tanaman obat untuk melarutkan batu dan meningkatkan buang air kecil. Pemberian tanaman obat sebagai antibiotic, anti-inflamasi, dan hemostatik. Memperbaiki fungsi ginjal dengan tanaman obat yang berfungsi memperbaiki peredaran darah, menyetimulan ginjal, dan membersihkan racun. d. Pemeliharaan fungsi dan kebersihan ginjal dengan mengonsumsi air yang cukup dan melakukan terapi jus(sawi hijau dan batang asparagus hijau).

3. Resep Pengobatan Batu Ginjal berdiameter 0,5-2cm

Beberapa batu berdiameter 0,5-2cm ditemukan dalam ginjal. Batu tersebut menimbulkan radang, tetapi tidak menyebabkan munculnya darah dalam urine. Tanaman yang digunakan untuk mengobatinya berupa tempuyung(Sonchus arvensis),meniran(Phyllanthus niruri),dan tapak liman (Elephantophus scaber). Pengobatan bisa dilakukan dengan kapsul tanaman obat. Kapsul tempuyung diminum 3x2 sehari, Kapsul meniran diminum 3x1 sehari, dan kapsul tapak liman diminum 3x1 sehari. Selain dengan Kapsul, pengobatan juga bisa menggunakan tanaman kering (simplisia kering). Ketiga tanaman, masing-masing sebanyak 10-15 gram di rebus di dalam lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Perebusan dilakukan di dalam panci tanah (kendi), email, atau panci kaca. Air rebusannya diminum 3x1 gelas, satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan. Selain dengan tanaman obat, penderita batu ginjal sebaiknya mengindari makanan atau minuman yang menjadi pantangannya, seperti jeroan,bayam, buncis, kapri, makanan pedas, dan makanan asin. Setelah mengonsumsi tanaman obat dan tidak mengonsumsi makanan yang menjadi pantangannya, sebaiknya penderita penyakit batu ginjal mengikuti berbagai anjuran sebagai berikut. 1. Mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup banyak. Ketika bangun pagi dianjurkan minum satu liter air dan minum air satu gelas setiap jam. 2. Meminum jus 2x1/2 gelas sawi hijau atau asparagus hijau. Setengah gelas diencerkan menjadi satu gelas, bisa ditambah jeruk nipis dan madu atau jus buah dan lainnya. 3. Melakukan olah raga ringan setiap pagi.

BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Dari makalah dapat kita simpulkan Tempuyung (Sonchus arvensis) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai pemecah batu ginjal dan pelancar air seni. Tanaman Tempuyung (Sonchus Arvensis) memiliki klasifikasi sebagai berikut. Kingdom : Dunia tumbuhan Divisi : Spermatophita Ordo : Monokotiledon Kelas : Angiospermae Famili : Asteraceae (aster-asteran) Jenis : Sonchus Arvensis Kandungan kimia yang terdapat dalam daun tempuyung berupa ion-ion mineral, seperti silika, kalium, magnesium, natrium, dan senyawa organik, seperti flavonoid

(kaempferol, luteolin-7-O-glukosida, dan apigenin-7-O-glukosida), kumarin (skepoletin), taraksasterol, inositol, serta asam fenolat (sinamat, kumarat,dan vanilat). Kandungan flavonoid total dalam daun tempuyung sekitar 0,1044%. Sementara itu, kandungan senyawa flavonoid total didalam akar sekitar 0,5%. Kandungan kalium dalam daun tempuyung cukup tinggi. Kalium inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai. Kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan keluar bersama urin. B.Saran Semoga makalah ini beramanfaat bagi saya dan teman-teman, dan apabila ada kekurangan saya mohon maaf. DAFTAR PUSTAKA Mulyani Sutedjo, Mul.2004.Pengembangan Kultur Tanaman Berkhasiat Obat.PT RINEKA CIPTA:Jakarta Winarto, W. P.2004.Tempuyung Tanaman Penghancur Bagi Ginjal.Agromedia:Tangerang