Anda di halaman 1dari 401

http://bukuobat.blogspot.com/

BUKU OBAT SEHARI-HARI M. Sholekhudin
BUKU OBAT
SEHARI-HARI
M. Sholekhudin

http://bukuobat.blogspot.com

Buku digital (e-book) ini dibagikan secara gratis. Boleh disebarluaskan dan dicetak untuk kepentingan sendiri. Desain buku ini mengikuti ukuran kertas A5 (ukuran buku kebanyakan). Jika Anda mencetaknya, gunakan kertas A4. Satu halaman kertas A4 bisa digunakan untuk mencetak dua halaman buku.

Buku ini insyaallah akan terus diperbaiki dan dilengkapi babnya. Yang sedang Anda baca ini adalah versi yang dibuat pada:

Juli 2013

Untuk mengetahui perkembangan versi terbaru, silakan kunjungi http://bukuobat.blogspot.com

Informasi lebih lanjut, hubungi penulis di bukuobat@gmail.com

2

DAFTAR ISI

http://bukuobat.blogspot.com

Mafhum Sebelum MinumDAFTAR ISI http://bukuobat.blogspot.com Obat Demam Obat Sakit Kepala dan Nyeri Obat Flu-Pilek PPA dan Obat Pelega

Obat DemamDAFTAR ISI http://bukuobat.blogspot.com Mafhum Sebelum Minum Obat Sakit Kepala dan Nyeri Obat Flu-Pilek PPA dan Obat

Obat Sakit Kepala dan Nyerihttp://bukuobat.blogspot.com Mafhum Sebelum Minum Obat Demam Obat Flu-Pilek PPA dan Obat Pelega Hidung Obat Batuk Obat

Obat Flu-PilekMafhum Sebelum Minum Obat Demam Obat Sakit Kepala dan Nyeri PPA dan Obat Pelega Hidung Obat

PPA dan Obat Pelega HidungMinum Obat Demam Obat Sakit Kepala dan Nyeri Obat Flu-Pilek Obat Batuk Obat Mag Obat Diare

Obat BatukKepala dan Nyeri Obat Flu-Pilek PPA dan Obat Pelega Hidung Obat Mag Obat Diare Obat Perut

Obat MagNyeri Obat Flu-Pilek PPA dan Obat Pelega Hidung Obat Batuk Obat Diare Obat Perut Kembung Obat

Obat DiareFlu-Pilek PPA dan Obat Pelega Hidung Obat Batuk Obat Mag Obat Perut Kembung Obat Sembelit Suplemen

Obat Perut KembungPPA dan Obat Pelega Hidung Obat Batuk Obat Mag Obat Diare Obat Sembelit Suplemen Vitamin C

Obat SembelitHidung Obat Batuk Obat Mag Obat Diare Obat Perut Kembung Suplemen Vitamin C Obat Sariawan Obat

SuplemenBatuk Obat Mag Obat Diare Obat Perut Kembung Obat Sembelit Vitamin C Obat Sariawan Obat Radang

Vitamin CMag Obat Diare Obat Perut Kembung Obat Sembelit Suplemen Obat Sariawan Obat Radang Tenggorok Obat Bronkitis

Obat SariawanDiare Obat Perut Kembung Obat Sembelit Suplemen Vitamin C Obat Radang Tenggorok Obat Bronkitis Obat Mata

Obat Radang TenggorokPerut Kembung Obat Sembelit Suplemen Vitamin C Obat Sariawan Obat Bronkitis Obat Mata Obat Alergi Kortikosteroid

Obat BronkitisSuplemen Vitamin C Obat Sariawan Obat Radang Tenggorok Obat Mata Obat Alergi Kortikosteroid 01. 02. 03.

Obat MataVitamin C Obat Sariawan Obat Radang Tenggorok Obat Bronkitis Obat Alergi Kortikosteroid 01. 02. 03. 04.

Obat AlergiObat Sariawan Obat Radang Tenggorok Obat Bronkitis Obat Mata Kortikosteroid 01. 02. 03. 04. 05. 06.

KortikosteroidObat Radang Tenggorok Obat Bronkitis Obat Mata Obat Alergi 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07.

01.

02.

03.

04.

05.

06.

07.

08.

09.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

3

5

9

19

37

50

58

70

81

92

97

111

121

126

134

141

145

156

162

http://bukuobat.blogspot.com

Obat Hipertensihttp://bukuobat.blogspot.com 18. 19. Pil KB Antibiotik Obat Tifus Obat Asma Obat TBC Obat Asam Urat Obat

18.

http://bukuobat.blogspot.com Obat Hipertensi 18. 19. Pil KB Antibiotik Obat Tifus Obat Asma Obat TBC Obat Asam

19. Pil KB

Antibiotikhttp://bukuobat.blogspot.com Obat Hipertensi 18. 19. Pil KB Obat Tifus Obat Asma Obat TBC Obat Asam Urat

Obat TifusObat Hipertensi 18. 19. Pil KB Antibiotik Obat Asma Obat TBC Obat Asam Urat Obat Generik

Obat AsmaObat Hipertensi 18. 19. Pil KB Antibiotik Obat Tifus Obat TBC Obat Asam Urat Obat Generik

Obat TBCHipertensi 18. 19. Pil KB Antibiotik Obat Tifus Obat Asma Obat Asam Urat Obat Generik Obat

Obat Asam Urat18. 19. Pil KB Antibiotik Obat Tifus Obat Asma Obat TBC Obat Generik Obat buat Ibu

Obat GenerikKB Antibiotik Obat Tifus Obat Asma Obat TBC Obat Asam Urat Obat buat Ibu Hamil Obat

Obat buat Ibu HamilObat Tifus Obat Asma Obat TBC Obat Asam Urat Obat Generik Obat buat Ibu Menyusui Obat

Obat buat Ibu MenyusuiObat TBC Obat Asam Urat Obat Generik Obat buat Ibu Hamil Obat pada Bayi dan Anak

Obat pada Bayi dan AnakUrat Obat Generik Obat buat Ibu Hamil Obat buat Ibu Menyusui Obat Tradisional Obat Awet Sehat

Obat TradisionalIbu Hamil Obat buat Ibu Menyusui Obat pada Bayi dan Anak Obat Awet Sehat Referensi Kesehatan

Obat Awet Sehatbuat Ibu Menyusui Obat pada Bayi dan Anak Obat Tradisional Referensi Kesehatan di Internet Medicine Is

Referensi Kesehatan di InternetObat pada Bayi dan Anak Obat Tradisional Obat Awet Sehat Medicine Is A Big Business Penulis

Medicine Is A Big BusinessTradisional Obat Awet Sehat Referensi Kesehatan di Internet Penulis 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

PenulisReferensi Kesehatan di Internet Medicine Is A Big Business 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

166

180

192

212

224

251

271

290

306

327

336

345

366

374

377

401

4

http://bukuobat.blogspot.com

MAFHUM SEBELUM MINUM

Anda tahu berapa banyak jumlah merek dagang obat yang beredar di Indonesia? Saya tidak tahu angka pastinya. Setidaknya pasti puluhan ribu, bahkan mungkin hingga beberapa ratus ribu. Itu pun setiap tahun masih ada tambahan ribuan merek obat baru yang beredar. Menurut catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), sepanjang tahun 2012 saja, ada sekitar empat ribu produk obat, obat tradisional, dan suplemen yang teregistrasi. Ini baru jumlah dalam satu tahun. Tiap tahun ribuan produk baru membanjiri pasar, sementara kita sebagai konsumen tidak mengetahui apa-apa mengenai produk-produk ini. Kita mempercayakan urusan obat

sepenuhnya kepada petugas kesehatan (dan

pulang dari dokter dan apotek, kita membawa satu kresek obat

yang kita tidak tahu apa isinya dan bagaimana efeknya terhadap tubuh. Padahal, sebagai konsumen kita mestinya

iklan!) Saat kita

5

http://bukuobat.blogspot.com

punya pengetahuan mengenai apa yang kita bayar dan kita konsumsi.

pengetahuan mengenai apa yang kita bayar dan kita konsumsi. itu. Dan apoteker adalah orang yang menyediakan

itu. Dan apoteker adalah orang yang menyediakan racun itu. Karena berurusan dengan racun itulah, dokter dan apoteker bekerja di bawah sumpah. Sebetulnya jumlah obat esensial (yang memang sangat kita butuhkan dan sebaiknya kita ketahui) tidak begitu banyak. Hanya dalam kisaran beberapa ratus. Namun, faktanya, di Indonesia obat yang beredar di pasar jumlahnya melimpah ruah. Dalam hitungan ribuan. Seolah-olah kita memerlukan semuanya. Banyaknya jumlah obat ini cukup membingungkan. Bukan hanya bagi konsumen awam, bahkan juga bagi dokter dan apoteker. (Buku Obat ini memang ditulis karena penulis berusaha mengurai kebingungan itu :p) Buku pedoman obat yang diperuntukkan buat tenaga kesehatan sudah banyak diterbitkan. Jika Anda rajin pergi ke toko buku Gramedia atau Gunung Agung, Anda bisa mengamati, di sana biasanya ada satu rak khusus yang sepanjang tahun selalu berisi buku berjudul ISO Indonesia dan MIMS. ISO kependekan dari Informasi Spesialite Obat. MIMS

singkatan dari Monthly Index of Medical Specialities. Buku-

6

http://bukuobat.blogspot.com

buku ini hanya untuk tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi, apoteker, bidan, dan perawat. Sementara, buku panduan serupa yang ditulis untuk konsumen (yang harus membayar dan menerima risikonya) justru masih belum banyak. Apakah orang awam perlu memiliki pengetahuan mengenai obat-obatan? Bukankah ilmu obat itu memang wilayah tenaga kesehatan? Tentu saja konsumen tidak perlu tahu urusan obat seperti mahasiswa jurusan kedokteran atau farmasi. Yang perlu diketahui adalah pengetahuan dasar yang membuat mereka tahu apa yang mereka minum. Penjelasan di buku ini sama sekali tidak dimaksudkan agar pembaca bisa mengobati diri sendiri dan tidak perlu datang ke dokter. Penjelasan obat di sini lebih dimaksudkan sebagai bekal pengetahuan agar orang awam mengetahui isi obat yang mereka minum, bagaimana cara kerjanya, apa efek sampingnya, dan informasi-informasi lain yang perlu diketahui. Idealnya dokter dan apoteker memberi penjelasan gamblang kepada pasien. Namun, seperti kita tahu, kondisi layanan kesehatan di Indonesia masih jauh dari bagus. Pasien sering tidak mendapatkan penjelasan yang memadai tentang obat yang diberikan kepadanya. Bahkan, pasien yang menggunakan haknya untuk bertanya pun sering dianggap

7

http://bukuobat.blogspot.com

rewel dan bawel. Padahal, informasi yang penting dan jujur adalah hak pasien. Buku ini ditulis untuk pembaca awam yang tidak berlatar belakang pendidikan ilmu kesehatan, karena itu tidak mengikuti kaidah umum dalam dunia ilmiah. Istilah-istilah medis yang sulit dipahami saya terjemahkan ke dalam bahasa populer yang mungkin kurang tepat menurut standar ilmiah. Tujuannya semata-mata agar lebih mudah dipahami. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti

dipahami. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti begitu pula dengan buku ini. Jika Anda menganggap
dipahami. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti begitu pula dengan buku ini. Jika Anda menganggap
dipahami. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti begitu pula dengan buku ini. Jika Anda menganggap

begitu pula dengan buku ini. Jika Anda menganggap "budi" (buku digital) ini bermanfaat, silakan disebarluaskan. Buku digital ini masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan terus-menerus. Jika Anda punya masukan, kritik, data tambahan, atau sejenisnya, silakan sampaikan ke penulis.

Salam

Penulis

8

http://bukuobat.blogspot.com

01

OBAT DEMAM

Dari sekian banyak merek obat yang beredar di Indonesia, salah satu obat yang paling banyak memiliki merek dagang adalah parasetamol, obat demam yang juga punya khasiat meredakan nyeri. Jumlahnya tak kurang dari 250 merek dagang. Artinya, demam adalah salah satu alasan yang paling banyak membuat orang minum obat. Demam sebetulnya bukanlah sebuah penyakit. Demam merupakan salah satu mekanisme tubuh bereaksi terhadap sesuatu yang tidak normal, misalnya infeksi virus atau bakteri. Tubuh menaikkan suhu dirinya untuk membunuh kuman penginfeksi itu. Kita tahu, bakteri dan virus tidak tahan terhadap panas. Demam juga merupakan salah satu cara alami mengaktifkan sistem pertahanan tubuh. Kita tahu, kuman bisa mati jika terkena

9

http://bukuobat.blogspot.com

suhu panas. Demam juga membuat sel-sel darah putih lebih aktif melawan virus dan bakteri. Jadi, sebetulnya demam punya fungsi yang baik bagi kesehatan

kita. Itu sebabnya Mayo Clinic menyarankan, untuk penyakit yang tidak

berbahaya, demam tidak perlu diobati! Jika setiap kali demam, kita minum obat, itu sama saja dengan menghentikan kerja tubuh melawan kuman dan meningkatkan imunitas (kekebalan). Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi. Sebagian kecil disebabkan oleh kondisi lain, misalnya akibat terpapar sinar matahari. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, bisa juga oleh virus. Beda sebab, beda pula pengobatannya. Sekalipun demam sebetulnya baik bagi daya tahan tubuh, kita tetap memerlukan obat demam. Sebab, kalau dibiarkan saja, demam bisa menyebabkan risiko buruk, misalnya dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), kejang (kalau demam sangat tinggi). Pada bayi, demam biasanya menyebabkan mereka menjadi rewel dan kurang istirahat. Suhu tubuh normal manusia adalah 37 C. Disebut demam jika suhunya 38 C atau lebih. Pada orang dewasa, demam pada umumnya tidak berbahaya kecuali jika mencapai suhu 39,4 C.

Demam sebetulnya bagus untuk kesehatan.

10

http://bukuobat.blogspot.com

Pada anak-anak, demam harus diwaspadai kalau suhunya mencapai 38 C.

Ukur dengan Termometer

Dalam kondisi demam, kita sebaiknya tahu persis berapa suhunya. Ini penting sebab suhu merupakan dasar untuk mengambil tindakan. Karena itu, setiap keluarga, terutama yang memiliki bayi atau anak-anak, sangat disarankan memiliki termometer. Sebaiknya termometer digital, bukan termometer air raksa karena air raksa bisa berbahaya jika tertelan. Pengukuran suhu tubuh harus benar-benar akurat. Hasil pengukuran yang tidak akurat, misalnya meleset 1 C saja, bisa menyebabkan kita melakukan tindakan yang tidak tepat. Pastikan termometer masih akurat. Pengukuran di ketiak biasanya kurang akurat. Pengukuran suhu paling akurat bisa dilakukan di anus. Kalau pengukuran suhu anus dianggap merepotkan, pengukuran suhu bisa dilakukan di dalam mulut. Jika pengukuran suhu lewat anus menunjukkan 38,0 C, biasanya pengukuran lewat mulut terbaca 37,8 C. Sementara pengukuran lewat ketiak terbaca 37,2 C. Setelah tahu persis berapa suhunya, kita bisa menentukan tindakan yang tepat. Ada ratusan penyakit atau kondisi yang bisa

11

http://bukuobat.blogspot.com

menyebabkan demam. Demam bisa merupakan gejala dari berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter. Yang ringan misalnya demam karena flu-pilek, imunisasi, tumbuh gigi, atau paparan sinar matahari. Yang tergolong serius misalnya demam tifoid (tifus), infeksi saluran napas, atau infeksi saluran cerna. Yang kritis dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter misalnya demam berdarah. Tinggi rendahnya suhu tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat bahaya sebuah penyakit. Ada kalanya penyakit gawat hanya disertai demam ringan. Sebaliknya ada pula penyakit ringan yang disertai demam tinggi. Pengukuran suhu memang penting. Tapi jangan terpaku pada angka di termometer. Kondisi anak jauh lebih penting dari angka temperatur. Walaupun suhu tinggi, mungkin demam itu tidak begitu berbahaya jika anak masih aktif seperti biasa. Sebaliknya, walaupun demamnya tidak begitu tinggi, bisa saja kondisinya gawat kalau ia menunjukkan gejala lain yang kritis, misalnya tidak responsif, muntah, atau diare. Saat kita atau anak kita mengalami demam, kita memang harus tetap tenang, tapi juga jangan terlalu meremehkan. Sebab, demam bisa jadi merupakan gejala demam berdarah dengue. Di Indonesia, penyakit akut ini masih merupakan salah satu ancaman serius yang setiap tahun merenggut banyak korban.

12

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com 13
http://bukuobat.blogspot.com 13

13

http://bukuobat.blogspot.com

Pilihan Pertama: Parasetamol

Sebelum berpikir tentang obat, sebaiknya kita berpikir tentang cara non-obat. Dalam urusan demam, kita bisa menggunakan cara sederhana seperti kompres air. Jika cara ini tidak mempan, kita bisa mempertimbangkan penggunaan obat. Pada anak-anak, obat demam dianjurkan untuk diberikan jika suhu tubuhnya mencapai 38,9 C atau lebih. Tujuan minum obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan suhu.

Lo, apa bedanya? Setelah si anak minum obat, diharapkan suhu tubuhnya turun sampai batas aman, tidak perlu sampai demamnya

hilang sama sekali. Sekali lagi, demam sendiri tidak berbahaya asal tidak terlalu tinggi. Setelah minum obat, anak mungkin masih mengalami demam tapi suhunya tidak terlalu tinggi. Suhu yang terlalu tinggi harus dihindari, terutama buat anak yang pernah punya riwayat kejang-demam. Sekali anak mengalami kejang demam, ia punya kemungkinan mengalaminya lagi saat mengalami demam tinggi lagi. Selain itu, obat demam

Tujuan minum obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan suhu.

14

http://bukuobat.blogspot.com

diperlukan untuk menghentikan rewel pada bayi yang membuatnya menjadi kurang tidur. Jika memang obat penurun panas diperlukan, obat pilihan utama yang dianjurkan adalah parasetamol. Dibandingkan obat- obat penurun panas lainnya, parasetamol paling aman asalkan digunakan dengan dosis normal dan tidak dalam jangka panjang. Contoh merek dagang yang terkenal: Panadol®. Jika pasien tidak bisa menelan obat, ia bisa menggunakan parasetamol dalam bentuk supositoria (mirip torpedo) yang dimasukkan ke dalam dubur. Hati-hati jika menggunakan obat tetes. Baca betul aturan pakainya. Pada saat meneteskan ke mulut bayi, pastikan betul volumenya sudah tepat untuk menghindari risiko overdosis. Pasalnya, obat tetes mengandung parasetamol dalam konsentrasi yang tinggi. Kesalahan volume sebesar 0,3 ml liter saja bisa menyebabkan anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak. Overdosis parasetamol bisa menyebabkan masalah di lever (hati). Risiko overdosis harus diwaspadai mengingat aturan pakai obat-obatan di Indonesia biasanya didasarkan pada umur, bukan berat badan. Padahal, yang lebih tepat mestinya didasarkan pada umur dan berat badan. Ada kalanya anak baru berusia dua tahun tapi tubuhnya bongsor dan berat badannya seperti anak umur empat tahun. Begitu pula sebaliknya, anak dengan usia empat tahun tapi badannya kecil seperti anak umur dua tahun.

15

http://bukuobat.blogspot.com

Pilihan Kedua: Ibuprofen

Jika parasetamol sudah tidak mempan, kita bisa menggunakan ibuprofen. Namun, pemakaiannya jangan digabung dengan parasetamol. Gunakan salah satu saja. Jika keduanya diberikan dalam waktu berdekatan, mungkin saja overdosis. Contoh merek dagang ibuprofen yang terkenal: Proris®. Dibandingkan parasetamol, ibuprofen memiliki kemampuan menurunkan panas lebih kuat. Namun, obat ini memiliki kelemahan karena punya efek samping lebih banyak. Ibuprofen sebaiknya tidak digunakan pada bayi di bawah enam bulan, atau pada kondisi demam yang disertai muntah dan dehidrasi, serta pada demam berdarah. Pada penderita demam berdarah, ibuprofen justru akan meningkatkan risiko pendarahan. Jika parasetamol dan ibuprofen tidak mempan, sebaiknya segera pergi ke dokter. Kecuali atas resep dokter, sebaiknya jangan menggunakan aspirin (asetosal) karena obat ini punya efek buruk yang lebih banyak. Obat demam-flu terbaik adalah istirahat dan minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah yang encer, kuah sup, air hangat, ASI, susu, atau oralit siap minum (misalnya Pedialyte®). Dalam keadaan demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Itu sebabnya kita harus minum air lebih banyak dari biasanya.

16

http://bukuobat.blogspot.com

Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal. Hindari mandi dengan air dingin. Sebaiknya gunakan air suam-suam kuku. Mandi dengan air dingin justru bisa merangsang tubuh untuk meningkatkan temperatur.

justru bisa merangsang tubuh untuk meningkatkan temperatur. Parasetamol Ibuprofen Panadol®, Alphagesic®,

Parasetamol

Parasetamol
Ibuprofen
Ibuprofen
Parasetamol Ibuprofen
Panadol®, Alphagesic®, Alphamol®, Analpim®, Biogesic®, Bodrexin Demam®, Contratemp®, Cupanol®, Dumin®,
Panadol®, Alphagesic®, Alphamol®, Analpim®, Biogesic®, Bodrexin Demam®, Contratemp®, Cupanol®, Dumin®,

Panadol®, Alphagesic®, Alphamol®, Analpim®, Biogesic®, Bodrexin Demam®, Contratemp®, Cupanol®, Dumin®, Erphamol®, Farmadol®, Fasgo Forte®, Fevrin®, Grafadon®, Ikacetamol®, Itamol®, Lanamol®, Kamolas®, Maganol®, Naprex®, Moretic®, Nasamol®, Nufadol®, Ottopan®, Pamol, ®Praxion, Propyretic®, Pyrex®, Pyrexin®, Pyridol®, Sanmol®, Tempra®, Turpan®, Xepamol Drops®

Proris®, Anafen®, Arfen®, Arthrifen®, Brufen®, Bufect®, Dofen 400®, Dolofen-F®, Ethifen®, Farsifen®, Fenatic®, Fenris®, Ibufenz®, Iprox®, Lexaprofen®, Mofen®, Moris®, Ostarin®, Profen®, Prosic®, Prosinal®, Rhelafen®, Ribunal®, Spedifen®, Yariven®

Lexaprofen®, Mofen®, Moris®, Ostarin®, Profen®, Prosic®, Prosinal®, Rhelafen®, Ribunal®, Spedifen®, Yariven®

Kapan perlu ke dokter?

Pada Bayi dan Anak-anak:

Jika demam mencapai 38,3 C atau lebih

Jika usia bayi belum genap tiga bulan

17

http://bukuobat.blogspot.com

Jika bayi tidak mau makan atau minum

Jika bayi terus-terusan rewel atau tidak responsif

Disertai muntah, diare, ruam (bercak merah) di kulit, atau lesu

Demam tidak sembuh lebih dari 24 jam (untuk anak yang belum genap dua tahun)

Demam tidak sembuh lebih dari 3 x 24 jam (untuk anak di atas dua tahun)

Pada Orang Dewasa:

Jika demam mencapai 39,4 C atau lebih

Jika demam tidak sembuh dalam tiga hari

Disertai salah satu dari gejala ini: sakit kepala hebat, nyeri saat menelan makanan, ruam di kulit yang berkembang, sensitif terhadap cahaya terang, leher kaku dan sakit saat digerakkan, muntah-muntah, kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri perut, atau nyeri saat kencing

18

http://bukuobat.blogspot.com

2

OBAT SAKIT KEPALA DAN NYERI

Apa obat sakit kepala yang paling cespleng? Jika Anda bertanya kepada Hilbram Dunar, presenter acara Mario Teguh Golden Ways, jawabannya tentu Bodrex®. Tapi kalau Anda bertanya kepada Mario Teguh, biangnya langsung, tentu jawabannya lain: Pamol Forte®sambil tak lupa memberi nasihat bahwa solusi selalu ada. Kalau Anda bertanya kepada Tom, si kucing yang selalu sial dalam serial kartun Tom and Jerry itu, jawabannya tentu lain lagi:

Aspirin®. Di beberapa episode, Tom digambarkan minum obat ini karena pusing dikerjai oleh Jerry. Tom dan Jerry perlu kita bahas

19

http://bukuobat.blogspot.com

di sini karena hal ini berkaitan dengan budaya memilih obat sakit kepala di masyarakat. Kesimpulannya, mana yang lebih cespleng: Pamol Forte®, Bodrex®, atau Aspirin®? Tidak ada obat sakit kepala yang cespleng. Kalaupun ada, wallahu a’lam. Obat yang cespleng harusnya bisa menyembuhkan sakit sampai ke akar-akarnya. Faktanya, tidak ada obat sakit kepala yang menyembuhkan sampai ke akar penyebabnya. Obat sakit kepala yang banyak beredar di pasar hanya meredakan rasa nyeri. Nyeri kepala hanyalah gejala, bukan sakit itu sendiri. Kemungkinan penyebab sakit ini banyak sekali, lebih dari dua ratusan. Bukan hanya penyakit di sekitar kepala dan leher. Gangguan di daerah perut, dada, pembuluh darah, bahkan ujung kaki pun bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, bukan pekerjaan mudah, bahkan bagi dokter sekalipun, untuk mencari akar masalahnya. Untuk menemukan penyebabnya, dokter harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jadi, jangan merasa dikerjai jika hanya karena urusan sakit kepala, dokter bertanya urusan makan, tidur, sampai masalah di kantor dan problem rumah tangga. Itu bagian dari metode dokter menemukan akar penyakit. Sebagian besar orang pernah mengalami sakit kepala, terutama kaum perempuan. Seperti namanya, gejala utama sakit

20

http://bukuobat.blogspot.com

ini berupa rasa nyeri di sekitar daerah kepala dan leher. Nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari. Sakit kepala bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor, kemungkinannya banyak sekali. Beberapa di antaranya:

Perubahan hormonal Ini adalah jawaban kenapa sakit kepala lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki. Jadi, penyebabnya bukan karena laki-laki lebih menyebalkan, melainkan karena memang secara biologis perempuan lebih kompleks daripada laki-laki. Perempuan punya siklus hormonal yang menyebabkan kadar estrogen naik turun. Perempuan haid, laki-laki tidak. Perempuan hamil, laki-laki tidak. Perempuan menyusui, laki- laki tidak. Semua proses ini melibatkan perubahan hormonal yang bisa menyebabkan sakit kepala. Pada peempuan, sakit kepala biasanya terjadi menjelang atau selama menstruasi. Sebagian perempuan mengalami sakit kepala saat hamil, menopause (mati haid), atau minum pil kontrasepsi (pil KB).

Stres Jangan heran bila stres nanti masuk ke berbagai bab. Gangguan psikis ini memang bisa menyebabkan banyak sekali

21

http://bukuobat.blogspot.com

penyakit, mulai dari sakit kepala, sakit mag, gangguan tidur, sampai tekanan darah tinggi. Stres dan sakit kepala sebetulnya terjadi di tempat yang berbeda. Stres terjadi hanya di otak, sementara sakit kepala terjadi di kepala dan leher. Otak sendiri sebetulnya tidak bisa merasakan nyeri karena otak tidak memilki saraf yang sensitif terhadap rangsangan nyeri. Nyeri disebabkan oleh saraf-saraf di wilayah kepala dan leher. Lalu kenapa stres memikirkan atasan yang menyebalkan atau pasangan yang bawel bisa menjadi pemicu sakit kepala? Diduga, ini terjadi lewat mekanisme yang dikenal sebagai mind-body connection.

Makanan Misalnya, pemanis buatan (seperti aspartam, yang banyak terdapat di dalam minuman buatan pabrik), minuman tinggi kafein (seperti kopi kental atau suplemen yang biasa disebut “minuman berenergi”), makanan yang banyak mengandung garam atau penyedap rasa MSG (misalnya mi instan), makanan awetan, alkohol (misalnya wine), cokelat atau keju jenis tertentu, dan masih banyak lagi. Semua contoh yang disebut ini bisa saja menjadi biang keladi sakit kepala pada orang-orang tertentu.

22

http://bukuobat.blogspot.com

Selain jenis makanan, sakit kepala bisa juga disebabkan oleh pola makan, misalnya makan tidak teratur, telat makan, atau makan dalam jumlah terlalu banyak.

Perubahan pola tidur

Sebagian besar orang butuh tidur 78 jam sehari. Kurang tidur atau kebanyakan tidur sama-sama bisa menjadi penyebab sakit kepala. Sebagian orang memang terbiasa tidur singkat, tapi mereka ini bukan pembanding yang umum. Dalam urusan tidur, yang penting tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas. Sekalipun kita tidur selama delapan jam sehari, bisa saja kita masih kurang istirahat jika kita tidur tidak nyenyak. Selain itu, sakit kepala bisa juga dipicu oleh perubahan jam tidur (misalnya karena kerja shift), atau jet lag.

Ketegangan otot di daerah leher atau kepala

Misalnya, terlalu lama bekerja di depan komputer, terlalu lama menonton televisi, salah postur saat tidur. Bisa juga disebabkan karena ketegangan otot penglihatan. Misalnya, kita mestinya sudah memakai kacamata tetapi memaksakan diri banyak membaca tanpa kacamata. Ini juga bisa memicu sakit kepala.

23

Faktor fisikal

http://bukuobat.blogspot.com

Misalnya, bekerja terlalu capek atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

Perubahan lingkungan

Contohnya, pindah bekerja di tempat baru, ruangan baru, kantor baru, atau tempat tinggal baru.

Putus kafein, putus nikotin, dsb.

Jika seseorang biasa minum kopi atau merokok, lalu dia menghentikan kebiasaan ini, ia bisa mengalami sakit kepala karena otaknya sudah terbiasa mendapat suplai kafein dari kopi atau nikotin rokok.

Rangsangan indra

Misalnya, cahaya lampu yang terlalu terang, sinar matahari yang menyilaukan, suara yang terlalu bising, atau parfum yang terlalu menyengat.

Gas polutan

Misalnya, asap knalpot, uap cat, atau asap rokok.

Pemakaian obat

Obat bisa menjadi biang keladi sakit kepala, terutama obat sakit kepala yang diminum terus-menerus. Mungkin ini

24

http://bukuobat.blogspot.com

terdengar aneh tapi memang begitulah sifat obat. Jika kita sakit kepala, lalu minum obat sakit kepala, rasa sakit itu bisa hilang sesaat. Namun, jika kita terus-terusan minum obat tersebut, obat itu justru bisa memicu sakit kepala. Itu sebabnya kalau kita langganan sakit kepala, sebaiknya kita fokus ke penyebabnya, bukan dengan cara mengandalkan obat-obatan. Obat sakit kepala hanya menyelesaikan masalah sesaat, tidak menyelesaikan masalah secara permanen, bahkan mungkin saja bisa menambah masalah.

Penyakit lain

Sakit kepala mungkin saja merupakan gejala dari penyakit lain, misalnya flu, demam berdarah dengue, tifus (demam tifoid), infeksi lain, tekanan darah tinggi (hipertensi), tumor, gangguan pembuluh darah, gangguan saraf gigi, dan masih banyak lagi. Selain contoh-contoh di atas, masih ada amat sangat banyak sekali faktor yang termasuk kategori “dan lain-lain”. Saking banyaknya, tidak mungkin disebut satu per satu di sini.

Atasi Akar Masalahnya

Jika kemungkinan penyebab sakit kepala begitu banyak, lalu bagaimana kita bisa mengobatinya? Di sinilah pentingnya kita mengenali penyebabnya dengan tepat. Kekeliruan mengenali

25

http://bukuobat.blogspot.com

penyebabnya bisa menyebabkan sakit kepala berulang terus dan menjadi kronis. Karena penyakit ini sangat berkaitan dengan pola hidup kita sehari-hari, orang yang paling tahu penyebabnya adalah kita sendiri. Untuk mengatasi rasa nyeri, kita bisa minum obat-obat yang dijual bebas di apotek. Namun, harap dicatat, obat-obat ini hanya bekerja menghilangkan rasa nyeri. Jika masalah utama penyebab sakit kepala tidak diselesaikan, maka nyeri bisa saja timbul lagi berulang-ulang. Pengobatan harus meliputi dua hal, yaitu pengobatan simptomatis (mengatasi rasa nyerinya) dan pengobatan kausatif (menghilangkan penyebabnya). Keduanya harus dilakukan beriringan. Setelah rasa nyeri diatasi, si biang keladi nyeri juga harus dihilangkan. Misalnya, jika sakit kepala dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur, kita juga harus mengatur pola tidur dengan lebih baik. Jika penyebabnya adalah stres, kita harus mengatasi dulu stres itu. Jika penyebabnya adalah hipertensi, maka penderita juga harus mengontrol tekanan darahnya. Sekali lagi, sakit kepala sangat berkaitan dengan gaya hidup secara umum. Obat antinyeri saja tidak cukup. Harus disertai perubahan pola hidup. Jika akar masalahnya tidak diselesaikan, sakit kepala cenderung menjadi kronis. Jika sudah kronis, umumnya penderita akan sangat tergantung kepada obat. Sedikit-sedikit minum obat.

26

http://bukuobat.blogspot.com

Bahkan, satu tablet kadang tidak mempan lagi lalu sampai harus menenggak dua tablet sekaligus. Selain akan membahayakan lever (hati), minum obat terus-menerus juga akan menyebabkan penderita lebih gampang terkena nyeri.

Obat-obat yang Biasa Digunakan

Sebagian besar obat sakit kepala dijual bebas. Bisa didapatkan di apotek, toko obat, maupun toko kelontong. Dalam bahasa medis, obat sakit kepala digolongkan ke dalam analgesik. Arti harfiahnya, antinyeri. Karena khasiatnya meredakan nyeri, obat sakit kepala bisa juga digunakan untuk mengobati nyeri lain, tidak hanya di kepala. Misalnya, untuk sakit gigi, nyeri otot, rematik, hingga nyeri haid. Pokoknya, semua sakit yang melibatkan rasa nyeri. Sebagian besar obat pereda nyeri juga punya khasiat menurunkan demam. Dalam istilah medis, khasiat menurunkan demam ini disebut antipiretik. Itu sebabnya, dalam buku-buku medis, obat sakit kepala, pereda nyeri, dan obat demam biasanya masuk dalam satu bab: Analgesik-Antipiretik. Beberapa contoh obat analgesik-antipiretik antara lain:

1. Parasetamol

Kadang di kemasan obat ditulis asetaminofen atau N-asetil- para-aminofenol. Ketiganya bersinonim alias sama saja. (Dalam dunia farmasi, satu jenis obat punya banyak nama

27

http://bukuobat.blogspot.com

lain.) Dibanding obat-obat lain di dalam kelompok ini, parasetamol hingga saat ini dianggap paling aman. Baik bagi perempuan hamil, ibu yang menyusui, maupun anak-anak. Namun, penggunaan dosis besar dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan hati. Itu sebabnya, meskipun relatif aman, parasetamol tetap tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terus-menerus dalam dosis besar. Salah satu kelebihan obat ini adalah bisa diminum saat perut kosong tanpa mengganggu lambung. Dosis umum sekali minum 500 mg. Contoh merek dagang: Lihat Bab Obat Demam.

2. Asetosal

Nama lainnya asam asetil salisilat atau aspirin. Ketiganya sami mawon alias setalen tiga wang. Asetosal mungkin bisa dianggap obat pereda nyeri dan demam yang paling legendaris. Di masyarakat Barat, aspirin merupakan obat sakit kepala legendaris. Itu sebabnya, saat sakit kepala, Tom memilih obat ini, bukan parasetamol. Di buku-buku atau artikel berbahasa Inggris, obat sakit kepala identik dengan aspirin/asetosal. Jika Anda membaca artikel kesehatan berbahasa Indonesia yang mengidentikkan obat sakit kepala dengan aspirin, Anda boleh menduga artikel itu terjemahan letterlijk dari tulisan berbahasa Inggris. Di

28

http://bukuobat.blogspot.com

masyarakat Indonesia, obat sakit kepala yang paling banyak dikonsumsi adalah parasetamol. Budaya kita berbeda dari budaya Tom dan Jerry. Selain berkhasiat meredakan nyeri dan demam, aspirin dalam dosis kecil (80100 mg) juga biasa dipakai untuk mencegah penggumpalan darah pada penderita serangan jantung atau stroke. Merek dagang yang populer: Aspilets®. Bukan untuk sakit kepala, melainkan untuk mencegah stroke atau serangan jantung. Untuk obat sakit kepala, dosis umum aspirin sekitar 500 mg. Contoh merek dagang yang terkenal: Aspirin®, Inzana®. (Aspirin sebetulnya nama dagang asetosal milik produsen farmasi asal Jerman, Bayer. Karena saking legendarisnya, nama dagang ini menjadi nama lain dari asetosal.) Sesuai namanya, asam asetil salisilat ini bersifat asam. Sifat asam membuat obat ini punya efek samping mengiritasi lambung dan karenanya tidak cocok buat orang dengan sakit mag. Juga tidak disarankan diminum dalam keadaan perut kosong. Efek samping lain yang juga bisa terjadi antara lain reaksi alergi pada kulit dan telinga berdengung. Obat ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang menderita flu (dan infeksi virus lainnya) karena berpotensi menyebabkan penyakit yang disebut Sindrom Rye. Gejalanya antara lain muntah dan demam tinggi. Obat ini juga tidak

29

http://bukuobat.blogspot.com

dianjurkan buat kasus demam berdarah dengue karena justru akan meningkatkan risiko perdarahan.

3. Ibuprofen

Di Indonesia, obat ini lebih dikenal sebagai obat turun panas pada anak-anak daripada pereda nyeri. Sama seperti aspirin, ibuprofen sebaiknya dihindari kalau kita memiliki gangguan mag. Obat ini memang cukup efektif untuk demam tinggi, tapi sebaiknya tidak digunakan pada demam berdarah dengue karena justru akan meningkatkan risiko perdarahan. Contoh merek dagang yang mengandung obat ini: Lihat Bab Obat Demam. Dari nama merek dagang ibuprofen kita bisa melihat, budaya masyarakat sangat mempengaruhi persepsi kita terhadap khasiat obat. Proris® selama ini lebih terkenal sebagai penurun panas pada anak-anak. Padahal, bisa saja orang dewasa minum obat ini untuk sakit gigi, misalnya.

4. Asam mefenamat

Obat ini lebih dikenal sebagai pereda nyeri untuk sakit gigi. Contoh merek dagang yang terkenal: Ponstan®. Obat ini sebetulnya tidak termasuk obat bebas. Kalaupun tidak dengan resep dokter, setidaknya harus lewat konsultasi dengan

30

http://bukuobat.blogspot.com

apoteker. Tapi faktanya obat ini bisa kita dapatkan dengan mudah. Tidak hanya di apotek, tapi juga di toko-toko obat. Mengapa kategorinya bukan obat bebas? Pertimbangannya selalu masalah keamanan. Pasalnya, pada sebagian orang, obat ini bisa menimbulkan gangguan darah karena itu harus digunakan dengan hati-hati. Selain itu, sesuai namanya, "asam mefenamat", obat ini juga bersifat asam. Nama obat memang bisa dijadikan sebagai patokan umum. Kalau didahului oleh kata “asam”, biasanya obat jenis ini bisa mengiritasi lambung. Sama seperti aspirin, obat ini sebaiknya dihindari kalau kita memiliki gangguan mag. Juga sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong.

Juga sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®,
Juga sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®,
Juga sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®,
Juga sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®,

Obat

sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®, Allogon®,

Asam

mefenamat

Asam mefenamat
diminum dalam keadaan perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®, Allogon®, Alpain®,

Contoh merek dagang

perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®, Allogon®, Alpain®, Altran®, Anacof®,
perut kosong. Obat Asam mefenamat Contoh merek dagang Ponstan®, Allogon®, Alpain®, Altran®, Anacof®,

Ponstan®, Allogon®, Alpain®, Altran®, Anacof®, Analspec®, Anastan Forte®, Asimat®, Benostan®, Cetalmic®, Corstanal®, Datan Forte®, Dentacid®, Dogesic®, Dolos®, Femisic®, Fensik 500®, Gitaramin®, Grafamic®, Grafix®, Lapistan®, Licostan®, Maxstan®, Mefast®, Mefinal®, Mefinter®, Menin®, Molasic®, Nichostan®, Opistan®, Ponalar®, Poncofen®, Pondex®, Ponsamic®

Mefinal®, Mefinter®, Menin®, Molasic®, Nichostan®, Opistan®, Ponalar®, Poncofen®, Pondex®, Ponsamic® 31

31

5. Aminofenazon

http://bukuobat.blogspot.com

Obat ini masih satu kelompok dengan asam mefenamat. Dibandingkan golongan parasetamol dan asetosal, obat ini relatif kurang aman. Itu sebabnya obat-obat golongan ini tidak boleh digunakan secara bebas. Di beberapa negara, obat golongan ini tidak boleh beredar. Tapi di Indonesia, obat ini masih bisa dijumpai di dalam beberapa produk. Termasuk dalam kategori ini adalah obat-obat analgesik yang namanya berakhiran dengan “–azon”, seperti isopropil fenazon, propifenazon (isopropil antipirin), dan fenil butazon. Demi pertimbangan keamanan, sebaiknya hindari berurusan dengan obat-obat jenis ini kecuali lewat resep dokter. Di pasaran, masih ada beberapa produk obat sakit kepala dan migrain yang mengandung propifenazon. Sekalipun faktanya obat ini bisa dibeli tanpa resep, sebaiknya kita hanya mengonsumsinya kalau sudah berkonsultasi ke dokter atau apoteker.

6. Antalgin

Nama lainnya metamizol, metampiron. Obat ini pun masih satu kelompok dengan aminofenazon dan asam mefenamat. Di beberapa negara, obat ini dilarang beredar. Tapi di Indonesia, obat ini masih beredar dengan status obat keras.

32

http://bukuobat.blogspot.com

Konsumen awam sebaiknya tidak menggunakan obat golongan ini kecuali dengan resep dokter. Contoh merek dagang yang cukup terkenal adalah Novalgin®.

Obat nomor 5 dan 6 ini sekadar untuk pengetahuan, mungkin kita mendapat obat ini dari kawan atau penjual obat. Umumnya kita sangat jarang berurusan dengan obat-obat ini. Sekali lagi, pilihan utama untuk sakit kepala dan demam adalah parasetamol. Sebelum minum obat, biasakan untuk membaca komposisinya lebih dulu, siapa tahu produk itu mengandung obat yang sebaiknya kita hindari.

Aman Dulu, Ampuh Belakangan

Satu merek obat kadang berisi salah satu obat di atas, kadang berisi kombinasi dua atau lebih obat. Apa pun obat yang Anda minum, biasakan untuk mencari tahu kandungannya lebih dulu. Tujuannya agar kita terhindar dari efek buruk yang mungkin terjadi. Dalam hal konsumsi obat, pedoman pertama: do no harm. Jangan minum sesuatu yang mungkin membahayakan. Jika Anda membeli obat (sekalipun obat bebas), usahakan membelinya di apotek daripada di toko. Tiap kali mendapatkan obat, pastikan Anda mengetahui merek (nama dagang) obat itu. Biasanya merek obat tercantum di bungkusnya. Jika di

33

http://bukuobat.blogspot.com

bungkusnya tidak ada keterangan tentang kandungan obat, jangan lupa bertanya. Itu hak pasien. Untuk mengecek kandungan obat, Anda bisa mengunjungi situ Badan POM di http://www.pom.go.id/webreg/. Pilihan pertama obat sakit kepala dan demam adalah parasetamol 500 mg. Di pasaran, ada beberapa produk yang berisi parasetamol di atas 500 mg. Ada yang 600 mg, bahkan ada yang 650 mg. (Silakan cek berapa miligram parasetamol di dalam produk yang diiklankan oleh Hilbram Dunar dan Mario Teguh.) Ada juga parasetamol yang dikombinasikan dengan obat lain yang masih satu kelompok, misalnya plus ibuprofen atau asetosal. Kalau ditotal, dosis keduanya lebih besar dari parasetamol 500 mg.

Makin besar dosis suatu obat, biasanya obat memang akan makin manjur tapi tentu saja makin besar efek buruknya. Maka, demi alasan keamanan, sebagai pedoman pertama: pilihlah parasetamol tunggal yang dosisnya standar saja, yaitu 500 mg. Biasakan membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Kalau dosis lazim parasetamol sebesar 500 mg tidak mempan, sebaiknya kita berusaha lebih sungguh-sungguh untuk menghilangkan penyebab sakitnya, bukan dengan cara menaikkan dosisnya atau minum beberapa macam jenis obat. Di pasaran juga banyak produk parasetamol yang dikombinasikan dengan kafein. Jika memang kita tidak

34

http://bukuobat.blogspot.com

memerlukan kafein, lebih baik kita minum parasetamol tunggal saja. Sekali lagi, biasakan membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Minum obat kombinasi parasetamol plus kafein sama saja dengan minum obat sakit kepala bersamaan dengan minum secangkir kopi. Kalau pada saat yang sama kita juga minum kopi, maka efek sampingnya tentu akan lebih besar lagi. Obat kombinasi seperti ini mungkin kita perlukan dalam kondisi khusus, misalnya ketika kita mengalami sakit kepala saat berkendara atau saat melakukan aktivitas yang menuntut kita tetap dalam kewaspadaan tinggi.

Ke Dokter Jika

Sebagian besar kasus sakit kepala memang masuk kategori yang tidak membahayakan jiwa. Namun, pada beberapa kasus, sakit kepala bisa sangat membahayakan, terutama jika berhubungan dengan penyakit lain. Ada sangat banyak penyakit yang menimbulkan gejala sakit kepala. Sekadar menyebut contoh, hipertensi, tumor kepala, penyempitan pembuluh darah kepala, infeksi, radang, trauma kepala, dan masih banyak lagi. Contoh ekstrem, sakit kepala bisa saja merupakan gejala dini sebelum serangan stroke. Jika sakit kepala dianggap enteng dan hanya diatasi dengan parasetamol, akibatnya bisa fatal. Itu

35

http://bukuobat.blogspot.com

sebabnya penderita harus tanggap dan segera mengenali penyebabnya. Umumnya sakit kepala tidak sampai mengharuskan kita pergi ke dokter. Namun, untuk menghindari kemungkian risiko yang lebih buruk, kita sebaiknya pergi ke dokter jika:

Sakit kepal sangat parah dan sampai mengganggu tidur.

Disertai kaku-leher, mual, muntah, demam, padangan mata kabur, kesadaran menurun.

Sakit kepala kronis, misalnya dalam seminggu terjadi 23 kali.

Sakit kepala makin lama makin parah.

Agar penyebabnya mudah dikenali, penderita sangat disarankan membuat catatan lengkap, misalnya kapan terjadi nyeri, bagaimana rasanya, berapa lama, apa yang dimakan selama 24 jam terakhir, kapan dan berapa lama ia istirahat, adakah stres di kantor atau di rumah, obat apa saja yang diminum, dsb. Makin lengkap datanya, makin mudah dokter menemukan biang keladinya.

36

http://bukuobat.blogspot.com

3

OBAT FLU-PILEK

Apa beda antara flu dan pilek? Ini pertanyaan awam yang

jawabannya masih belum disepakati di kalangan ahli bahasa

kedokteran. Hingga saat ini, istilah flu dan pilek masih sering

dipakai secara bergantian sebagai sinonim. Kamus Besar Bahasa

Indonesia edisi IV pun masih belum membedakan keduanya

dengan jelas. Selain flu dan pilek, masih ada istilah lain yang

mirip, yaitu selesma dan influenza.

Pilek: sakit (demam) dengan banyak mengeluarkan ingus (biasanya disertai batuk-batuk kecil); selesma.

Flu: penyakit menular pd saluran pernapasan yg disebabkan oleh virus; influenza; pilek

Selesma: sakit kedinginan sehingga mengeluarkan ingus; pilek; ingus.

Influenza: radang selaput lendir pada rongga hidung (yang menyebabkan demam); penyakit demam yang mudah menular, disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dsb; selesma

37

http://bukuobat.blogspot.com

Sebagian kalangan medis membedakan keduanya. Penjelasannya mungkin agak ruwet untuk kebanyakan orang awam. Untuk menyamakan persepsi di buku ini, kita bisa menganggap flu adalah pilek yang berat. Kalau gejalanya hanya berupa bersin-bersin dan hidung meler, itu namanya pilek. Tapi kalau gejalanya berat sampai disertai demam dan sakit kepala, itu bisa disebut sebagai flu. Flu bisa disertai sakit kepala, demam, dan batuk. Itu sebabnya obat flu kadang sulit dibedakan dari obat sakit kepala, obat demam, dan obat batuk.

Penyebab

Flu dan pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Virus dan bakteri sama-sama kuman tapi ukuran virus lebih kecil dari ukuran bakteri, struktur biologisnya juga lebih sederhana. Virus penyebab flu dan pilek ini bermacam-macam. Jenisnya sekitar 200-an. Virus ini menyerang saluran napas bagian atas, yaitu hidung dan tenggorok. (Sekadar untuk diketahui, istilah yang dipakai di kalangan medis adalah tenggorok, bukan tenggorokan). Virus flu ini masuk ke dalam tubuh lewat mulut atau hidung. Kuman-kuman ini menular lewat percikan cairan saat

38

http://bukuobat.blogspot.com

penderita bersin, batuk, atau bicara. Bisa juga menular lewat benda-benda yang dipegang penderita. Karena disebabkan oleh virus, penyakit flu ini tidak bisa diobati dengan antibiotik. Jadi, pasien tak perlu minum antibiotik. Percuma, sia-sia, mubazir. Antibiotik hanya bisa bekerja untuk infeksi bakteri. Obat jenis ini tidak berdaya menghadapi virus. Bagian ini perlu kita bahas karena di Indonesia sebagian kalangan masyarakat punya kebiasaan yang tidak rasional. Saat terkena flu, mereka berusaha mengobati diri sendiri, pergi ke apotek membeli antibiotik yang merupakan obat resep tapi biasa dijual bebas. Bahkan, sebagian dokter pun punya kebiasaan meresepkan antibiotik buat pasien flu, terutama pasien anak-anak. Jadi, pasien, apoteker, sampai dokter pun sering menggunakan antibiotik secara tidak rasional. Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan kalau terkena flu? Masak, sakit kok tidak minum obat? Penyakit ini termasuk self limiting diseases. Artinya, gejalanya bisa hilang dengan sendirinya, asalkan daya tahan tubuh dalam kondisi normal, dan tidak disertai dengan komplikasi penyakit lainnya. Jadi, tanpa minum obat pun penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya, biasanya dalam tempo satu sampai dua minggu. Kalau gejalanya sudah dalam tingkat menjengkelkan, misalnya sakit kepala berat atau hidung meler tak henti-henti,

39

http://bukuobat.blogspot.com

bolehlah kita minum obat untuk meringankan gejala-gejala tersebut. Namun, perlu dicatat, obat-obat ini tidak menyembuhkan flu, melainkan hanya meredakan gejalanya. Obat-obat ini tidak membasmi virusnya, tapi hanya meredakan sakit kepala atau hidung melernya. Umumnya obat-obat flu termasuk golongan obat bebas. Istilah kerennya OTC (over the counter), boleh dibeli bebas di konter toko atau apotek tanpa resep dokter. Sama seperti obat sakit kepala, obat flu juga merupakan golongan obat yang paling banyak dibeli di apotek. Yang perlu diingat adalah bahwa semua obat flu bekerja secara simptomatis (hanya menghilangkan gejala), tidak melawan virus penyebabnya. Tugas menghalau virus ini tetap dilakukan oleh sistem pertahanan tubuh kita sendiri. Fungsi obat hanya membantu supaya selama perang melawan virus itu, kita tidak terganggu sakit kepala, demam, batuk, ataupun pilek. Di pasar, merek dagang obat flu jumlahnya berjibun. Bahasa Jawanya sak arat-arat. Harap maklum, permintaan pasar memang sangat tinggi. Pabrik-pabrik farmasi berlomba membuat produk obat flu. Semua diklaim paling manjur. Sebetulnya, apa sih beda satu obat flu dengan obat lain? Untuk tahu jawabannya, pertama-tama kita harus tahu isinya. Secara umum, obat flu-pilek biasanya berisi:

40

1. Analgesik-antipiretik

http://bukuobat.blogspot.com

Ini istilah medis untuk obat yang khasiatnya meredakan nyeri (analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Baca juga Bab Obat Sakit Kepala & Nyeri. Obat flu berisi pereda nyeri karena memang salah satu gejala flu yang mungkin timbul adalah sakit kepala. Adapun khasiat antipiretik dimaksudkan untuk menurunkan gejala panas badan (demam) yang menyertai flu. Dalam tulisan-tulisan medis, istilah analgesik biasanya berpasangan dengan antipiretik. Ini karena obat yang berkhasiat meredakan nyeri biasanya juga berkhasiat menurunkan demam. Contoh golongan obat ini antara lain parasetamol dan asetosal. Di kemasan obat, parasetamol kadang ditulis sebagai asetaminofen, sedangkan asetosal kadang ditulis dalam versi panjangnya, asam asetil salisilat.

2. Dekongestan (pelega hidung)

Obat golongan ini bekerja melegakan hidung tersumbat. Istilah dekongestan (decongestant) berasal dari kata de- yang berarti menghilangkan, dan congest yang merujuk pada penyumbatan saluran hidung. Contoh obat golongan ini: fenil propanolamin dan pseudoefedrin. Mungkin telinga kita tidak begitu familiar

41

http://bukuobat.blogspot.com

dengan nama fenil propanolamin. Ya, obat ini memang lebih dikenal sebagai PPA, singkatan dari phenyl-propanolamine. PPA inilah bahan obat yang sempat berkali-kali diributkan karena adanya berita bahwa obat ini ditarik dari pasar. Untuk lebih jelasnya, silakan baca Bab PPA & Obat Pelega Hidung.

3. Antihistamin (antialergi)

Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin sendiri adalah bahan yang bertanggung jawab terhadap timbulnya gejala flu-pilek seperti hidung meler dan bersin- bersin. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat, difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin maleat. Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling banyak digunakan adalah klorfeniramin maleat. Nama ini mungkin tidak begitu akrab di telinga awam. Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM, singkatan dari chlor-trimeton, nama lain klorfeniramin maleat. CTM, klorfeniramin maleat, chlor-trimeton, semuanya setali tiga uang alias sami mawon. Selain punya khasiat antialergi dan menekan refleks batuk, antihistamin punya efek samping membuat kantuk. Itu sebabnya, saat minum obat flu yang mengandung antihistamin, kita disarankan untuk tidak mengendarai

42

http://bukuobat.blogspot.com

kendaraan bermotor karena obat ini bisa mengurangi kemampuan kita berkonsentrasi. Obat flu hanya akan menyebabkan kantuk kalau ia berisi golongan antihistamin. Kalau tidak mengandung antihistamin, obat flu biasanya tidak menyebabkan kantuk. Jadi, agar kita tidak mengantuk, pilihlah obat flu yang tidak mengandung kelompok antihistamin.

4. Obat batuk

Karena flu kadang disertai batuk, banyak produk obat flu mengandung obat batuk. Ada dua kelompok besar obat batuk, yaitu penekan batuk (antitusif) dan pengencer dahak (ekspektoran). Antitusif bekerja langsung di otak dengan cara menekan sistem refleks batuk. Contoh obat, dekstrometorfan dan noskapin. Sementara ekspektoran bekerja dengan cara membantu mengurangi kekentalan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Contoh obat, bromheksin, guaifenesin (biasa disebut juga gliseril guaiakolat atau GG), ambroksol, dan karbosistein. Untuk penjelasan lebih detail, baca Bab Obat Batuk.

43

http://bukuobat.blogspot.com

Obat flu-pilek umumnya berisi satu atau beberapa jenis obat golongan di atas. Kadang, satu tablet berisi semua jenis obat di atas. Di Indonesia, sebagian pabrik farmasi punya kecenderungan untuk membuat satu obat berisi bermacam-macam kombinasi bahan aktif. Obat “sapu jagat” semacam ini memang bisa sangat laris karena bisa untuk segala jenis flu-pilek. Namun, dari sisi keamanan terapi, cara ini sebetulnya tidak sesuai dengan kaidah farmasi yang baik. Harusnya pencampuran obat dilakukan seminimal mungkin untuk menghindari interaksi obat dan efek samping yang tidak perlu. Sebagai pedoman umum, sebaiknya pilihlah obat yang isinya memang benar-benar kita butuhkan. Jangan membiasakan diri minum obat sapu jagat. Sebagai contoh, jika pileknya tidak disertai dengan sakit kepala atau demam, kita tak perlu minum obat flu-pilek yang berisi parasetamol. Jika flu tidak disertai penyumbatan saluran napas, kita tak perlu minum obat yang mengandung PPA atau pseudoefedrin. Ingat, obat sejatinya adalah racun. Makin banyak kita minum obat, artinya makin banyak kita minum racunsesuatu yang tidak kita perlukan dan hanya akan membebani tubuh. Obat-obat flu-pilek di pasaran sebagian besar berada dalam bentuk kombinasi yang berisi dua, tiga, empat, bahkan lima jenis obat dari kelompok parasetamol (antinyeri-antidemam), CTM (antialergi), PPA (pelega hidung), dekstrometorfan (penekan

44

http://bukuobat.blogspot.com

batuk), ekspektoran (pengencer dahak). Dari sisi keamanan, makin banyak kombinasinya, makin besar efek samping dan mudaratnya. Karena itu, sebagai pedoman umum: gunakan obat yang memang kita perlukan saja.

pedoman umum: gunakan obat yang memang kita perlukan saja. Jika gejala flu berupa Pilihlah Obat yang
pedoman umum: gunakan obat yang memang kita perlukan saja. Jika gejala flu berupa Pilihlah Obat yang
pedoman umum: gunakan obat yang memang kita perlukan saja. Jika gejala flu berupa Pilihlah Obat yang
pedoman umum: gunakan obat yang memang kita perlukan saja. Jika gejala flu berupa Pilihlah Obat yang

Jika gejala flu berupa

Pilihlah Obat yang Mengandung

Antihistamin

Dekongestan

Analgesik-

Antitusif

(antialergi)

(pelega

antipiretik

(penekan

hidung)

(antinyeri-

batuk)

 

antidemam)

hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
hidung) (antinyeri- batuk)   antidemam) Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk
Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk ringan     Hidung meler √ sampai
Bersin-bersin, hidung meler √ ringan, batuk ringan     Hidung meler √ sampai

Bersin-bersin,

hidung meler

ringan, batuk

ringan

 
   
   
 
   

Hidung meler

sampai

tersumbat

 
   
   
 
   

Demam atau

sakit kepala

 
   
   
 
   

Batuk kering

 
   
   
 
   

Batuk berdahak

 
     
     
 
     
 

Biasanya saat kita mengalami flu-pilek, jarang sekali semua gejala di atas muncul bersamaan. Pada umumnya hanya dua atau tiga saja gejalanya. Karena itu, kalau memang kita harus

45

http://bukuobat.blogspot.com

menggunakan obat flu, pilihlah obat yang memang kita perlukan saja sesuai gejala. Sebagai contoh, kalau flu-pilek tidak disertai batuk, buat apa membeli obat batuk yang mengandung pengencer dahak (ekspektoran) atau penekan batuk (antitusif)? Begitu pula kalau hidung tidak tersumbat, tak ada gunanya kita membeli obat flu yang mengandung dekongestan (pelega hidung). Obat-obat yang tidak kita perlukan ini hanya akan membebani tubuh dengan efek samping. Dari tabel berikut kita bisa melihat, makin ke bawah, makin banyak kandungan obatnya, dan tentu saja makin banyak kemungkinan efek samping dan mudaratnya. Perhatikan juga dosisnya. Sebagian produk mengandung pseudoefedrin 30 mg per takaran, sebagian lainnya mengandung 60 mg. Sebagai pilihan pertama, gunakan yang dosisnya 30 mg per takaran. Jika kita menggunakan produk pseudoefedrin 60 mg, hati-hati terhadap risiko efek sampingnya seperti jantung berdebar-debar atau susah tidur.

Satu hal lagi yang perlu diingat: apa pun penyakit kita, jangan pernah lupa pedoman umum berobat: jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter.

46

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com Komposisi obat Contoh merek dagang Antialergi & pelega hidung Actifed®, Alerfed®,
http://bukuobat.blogspot.com Komposisi obat Contoh merek dagang Antialergi & pelega hidung Actifed®, Alerfed®,
http://bukuobat.blogspot.com Komposisi obat Contoh merek dagang Antialergi & pelega hidung Actifed®, Alerfed®,
http://bukuobat.blogspot.com Komposisi obat Contoh merek dagang Antialergi & pelega hidung Actifed®, Alerfed®,
Komposisi obat Contoh merek dagang Antialergi & pelega hidung Actifed®, Alerfed®, Crofed®, Flutrop®, Grafed®,
Komposisi obat
Contoh merek dagang
Antialergi & pelega
hidung
Actifed®, Alerfed®, Crofed®, Flutrop®, Grafed®,
Lapifed®, Librofed®, Mertisal®, Protifed®,
Nichofed®, Nostel®, Protifed®, Quantidex®,
Tremenza®, Trifed®, Trifedrin®, Valved®, Zentra®,
Alco Plus®, Aldisa SR®, Bodrexin Pilek Alergi®,
Cirrus®, Rhinofed®, Rhinos Junior®, Rhinos SR®,
Clarinase®, Cronase®, Fexofed®, Telfast Plus®,
Triaminic Pilek®, Nalgestan®
Penekan batuk
& pelega hidung
Bantif Child®, Triaminic Batuk & Pilek®
Pengencer dahak &
pelega hidung
Triaminic Expectorant & Pilek®
Parasetamol & pelega
hidung
Sanaflu®, Topras®
Parasetamol,
antialergi & pelega
hidung
Contrex®, Corhinza®, Colpica®, Decolgen FX®,
Decolgen Syrup®, Decolgen Tablet®, Deconal®,
Fludane®, Flurin®, Flu-Tab®, Mixagrip®,
Molexflu®, Panadol Cold & Flu Night®,
Paranomin®, Procold®, Refagan®, Trifedrin Plus®,
Extra-Flu®, Flunax®
Parasetamol, pelega
Bodrex Flu & Batuk®, Panadol Cold & Flu®,
3 jenis obat
2 jenis obat

47

http://bukuobat.blogspot.com

hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer
hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & penekan batuk Antialergi, pelega hidung & pengencer

hidung & penekan batuk

Antialergi, pelega hidung & penekan batuk

Antialergi, pelega hidung & pengencer dahak

Parasetamol, antialergi

& pengencer dahak

Actifed Plus Cough Suppressant®, Lapifed DM®, Alco Plus DMP®, Hustadin®, Noscapax®, Tuseran Pedia DMP®

Actifed Plus Expectorant®, Gifed Expectorant®, Lapifed Expectorant®, Valved DM®, Berlifed®, Polaramine Expectorant®

Hustab®, Kidikol®, Pinkid's Cough®

4 jenis obat

Parasetamol, antialergi, Pelega hidung

& penekan batuk

Parasetamol, antialergi, Pelega hidung & pengencer dahak

Antialergi, pelega

hidung, antibatuk

& pengencer dahak

Alpara®, Anadex®, Antiza®, Corsagrip®, Flu Stop®, Fludane Plus®, Fludexin®, Flurin Dmp®, Flutamol P®, Lacoldin®, Kontrabat®, Mixaflu®, Tuzalos®, Frigrip®

Anacetine®, Bestocol®, Bisolfon Flu®, Bronchitin®, Bodrexin Syrup®, Bodrexin Flu & Batuk®, Bodrex Flu & Batuk Berdahak®, Bycolen®, Flutamol®, Frigrip®, Ikadryl Flu®, Kafsir®, Oskadon Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu®

Dextral®, Dextrosin®

Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48
Flu & Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu® Dextral®, Dextrosin® 48

48

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com 49
http://bukuobat.blogspot.com 49
http://bukuobat.blogspot.com 49
http://bukuobat.blogspot.com 49
http://bukuobat.blogspot.com 49

49

4

http://bukuobat.blogspot.com

PPA & OBAT PELEGA HIDUNG

Di Indonesia, obat yang biasa disebut PPA (singkatan versi Inggris: phenyl propanolamine) ini sering sekali diributkan. Hampir sepanjang tahun. Dan lucunya, setiap tahun, materi yang diributkan itu-itu saja tapi tetap saja berulang. Beberapa tahun lalu, beredar hoax alias kabar tak benar yang menyebar lewat SMS dan e-mail. Isi berita itu mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia telah melarang peredaran semua produk obat yang mengandung PPA. Di akhir tulisan, terdapat perintah yang tegas sekali: kirimkan informasi ini kepada setiap orang yang Anda kenal!

50

http://bukuobat.blogspot.com

Badan POM sudah berkali-kali memberikan penjelasan resmi. Meski begitu, hoax ini masih saja beredar. Penyebarannya jauh lebih cepat daripada berita resmi yang dikeluarkan oleh Badan POM. Sebetulnya bagaimana sih duduk perkaranya? Seperti yang sudah dijelaskan di Bab Obat Flu-Pilek, khasiat utama PPA adalah melegakan hidung yang mampet. Itu sebabnya, obat ini biasa dijumpai di dalam produk obat flu-pilek dan obat batuk. Namun, selain efek melegakan hidung, obat ini juga punya beberapa efek samping, misalnya jantung berdebar-debar, tekanan darah tinggi, dan berkurangnya nafsu makan. Karena bisa mengurangi nafsu makan, PPA di beberapa negara dimanfaatkan sebagai obat pelangsing yang dijual bebas. Dosisnya dibuat tinggi sehingga peminumnya kehilangan nafsu makan dan akhirnya bisa kurus. Sebagai pelega hidung mampet, dosis PPA biasanya tidak lebih dari 15 mg. Tapi sebagai obat pelangsing, dosisnya bisa beberapa puluh miligram. Jauh di atas dosis yang lazim untuk obat flu-pilek dan batuk. Dalam dosis besar ini, PPA bisa meningkatkan risiko perdarahan di otak alias stroke. Itu sebabnya Food and Drug Administration (FDA, Badan POM di Amerika Serikat) melarang peredarannya sejak November 2000. Di beberapa negara lain,

51

http://bukuobat.blogspot.com

PPA tidak boleh beredar sama sekali, atau beredar tapi hanya boleh didapatkan dengan resep dokter.

Itu

kebijakan di luar negeri. Bagaimana dengan Indonesia?

Di

bawah ini penjelasan resmi (versi cerita bebas) Kepala

Badan POM Dokter Husniah Rubiana Thamrin Akib, Sp.FK, tahun 2009. Penjelasan ini masih bisa dipakai sebagai acuan hingga sekarang karena kasus salah-informasi tentang PPA masih sering berulang dan isinya sebetulnya sama saja dari tahun ke tahun. (Ini salah satu tabiat buruk kita. Meributkan hal yang sama berulang-ulang, bertahun-tahun.)

Dibatasi, Bukan Dilarang

Sampai sekarang FDA Amerika masih merupakan rujukan utama di tingkat internasional mengenai obat dan makanan. Badan POM Republik Indonesia pun biasa merujuk ke badan ini. Namun, dunia farmasi tak bisa dilepaskan dari aspek budaya masyarakat. Dalam hal PPA, masyarakat Indonesia berbeda dari Amerika.

Di Amerika, PPA, selain digunakan di obat pilek, juga

digunakan sebagai obat pelangsing dalam dosis besar. Kebiasaan ini tidak berlaku di Indonesia. Di negara kita, PPA tidak lazim dipakai sebagai obat pelangsing. Obat ini lazimnya hanya digunakan dalam obat flu-pilek dan batuk dalam dosis kecil, tak lebih dari 15 mg. Dosis ini dianggap masih aman. Itu sebabnya

52

http://bukuobat.blogspot.com

Indonesia tidak melarang peredaran obat flu-pilek dan obat batuk yang mengandung PPA. Yang dilakukan Badan POM adalah membatasi kadar PPA di dalam produk obat, maksimal 15 mg dalam satu takaran. Yang dimaksud satu takaran di sini adalah dosis sekali minum. Hanya produk yang mengandung PPA di atas 15 mg per takaran yang harus ditarik dari peredaran. Jadi, di Indonesia, PPA tidak dilarang beredar, melainkan dibatasi pemakaiannya. Obat-obat flu-pilek yang mengadung PPA masih boleh beredar, masih bisa diminum sebagai pelega hidung, asalkan sesuai dengan batasan di atas. Yang perlu dicatat, PPA memang punya beberapa efek samping buruk yang harus diwaspadai, misalnya jantung berdebar, tekanan darah meningkat, pusing, dan susah tidur. Itu sebabnya obat ini tidak boleh diminum oleh pasien yang punya darah tinggi, masalah jantung, diabetes, atau glaukoma (tekanan tinggi bola mata). Makin besar dosis yang diminum, makin besar pula kemungkinan timbulnya efek samping tersebut. Hal ini perlu ditegaskan karena orang Indonesia punya kebiasaan tidak baik dalam minum obat, yakni minum beberapa tablet sekaligus, melebihi dosis yang dianjurkan. Efek buruk ini sebetulnya bukan hanya dimiliki oleh PPA, tapi juga obat-obat dekongestan lain yang masih satu golongan,

53

http://bukuobat.blogspot.com

misalnya efedrin dan pseudoefedrin. Jadi, kalau kita dianjurkan waspada terhadap PPA, mestinya kita juga waspada terhadap efedrin dan pseudoefedrin.

Yang menarik, karena PPA sudah dipersepsi oleh sebagian konsumen sebagai “obat terlarang”, beberapa pabrik obat beralih menggunakan pseudoefedrin dalam dosis tinggi (di atas 30 mg) yang risiko buruknya sama atau bahkan lebih besar dari PPA dosis wajar.

Di jajaran obat bebas, banyak sekali obat flu, pilek, batuk, dan asma yang mengandung PPA, efedrin, dan pseudoefedrin bersama obat-obat jenis lain. Ini juga merupakan salah satu kebiasaan industri farmasi yang tidak baik, yaitu mencampur berbagai obat dalam satu sediaan. Agar kita terhindar dari paparan obat yang tidak kita perlukan, setiap kali hendak membeli dan minum obat, biasakan untuk selalu membaca komposisinya. Untuk mengurangi efek samping obat pelega hidung, kita bisa memilih dekongestan dalam bentuk obat tetes hidung. Karena langsung diteteskan di hidung, obat ini tidak begitu banyak diserap oleh tubuh sehingga efek sampingnya pun minimal. Secara umum, obat tetes hidung ini bisa dipakai oleh ibu hamil maupun penderita hipertensi. Contoh dekongestan yang biasanya berupa obat tetes:

oksimetazolin, xilometazolin. Contoh merek dagang: Afrin®, Iliadin®, Otrivin®.

54

http://bukuobat.blogspot.com

Meski relatif aman, produk dekongestan tetes hidung ini tidak boleh dipakai sering-sering dan lebih dari tiga hari. Pasalnya, makin sering dan makin lama digunakan, obat ini justru bisa membuat penyumbatan hidung semakin sulit diatasi kecuali dengan cara dosisnya dinaikkan terus-menerus. Ini efek buruk yang harus dihindari dengan cara menggunakannya sesekali saja jika memang penyumbatan hidung sangat mengganggu. Jika penyumbatan hanya disebabkan oleh ingus yang kental, kita bisa menggunakan tetes hidung yang berisi larutan garam. Contoh merek dagang: Breathy®. Karena isinya hanya air dan garam, obat tetes ini sangat aman, bisa dipakai lebih sering dan lebih lama. Tetes hidung yang berisi garam ini memang tidak ampuh mengatasi hidung tersumbat karena memang isinya cuma air dan garam dan fungsinya hanya mengencerkan ingus. Jadi, harus sering-sering diteteskan. Dalam produk obat flu, dekongestan biasanya dikombinasikan dengan kelompok obat lain, misalnya antihistamin (CTM dkk), antinyeri-antidemam (parasetamol dkk), dan obat batuk. Contoh-contoh kombinasi dan merek dagang bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.

55

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com Obat Contoh merek dagang PPA (fenil propanolamin) Allerin®, Alpara®, Anacetine®,
http://bukuobat.blogspot.com Obat Contoh merek dagang PPA (fenil propanolamin) Allerin®, Alpara®, Anacetine®,
http://bukuobat.blogspot.com Obat Contoh merek dagang PPA (fenil propanolamin) Allerin®, Alpara®, Anacetine®,
http://bukuobat.blogspot.com Obat Contoh merek dagang PPA (fenil propanolamin) Allerin®, Alpara®, Anacetine®,
Obat Contoh merek dagang PPA (fenil propanolamin) Allerin®, Alpara®, Anacetine®, Anadex®, Antiza®, Bestocol®,
Obat
Contoh merek dagang
PPA (fenil
propanolamin)
Allerin®, Alpara®, Anacetine®, Anadex®, Antiza®,
Bestocol®, Bodrexin Syrup®, Codecon®, Colfin®,
Collerin Expectorant®, Combi Flu®, Contac 500®,
Corsagrip®, Cough EN Expectorant®, Decolgen
Tablet®, Decolsin®, Deconal®, Dextral/Dextral
Forte®, Dextrosin®, Dextrosin Anak®, Extra-Flu®,
Farapon®, Flu Stop®, Flucadex®, Flucodin®,
Fludane®, Flunax®, Flu-Tab®, Flutamol®,
Fluzep®, Frigrip®, Kontrabat®, Lacoldin®,
Lapisiv®, Mixaflu®, Mixagrip®, Molexflu®,
Nalgestan®, Neo Novapon®, Neozep Forte®,
Nodrof®, Oskadon Flu & Batuk Berdahak®,
Paranomin®, Paratusin®, Ponflu®, Pyridryl®,
Recomint®, Sanaflu Plus Batuk®, Sanaflu/Sanaflu
Forte®, Stop Cold®, Topras®, Triadex®, Tuzalos®,
Ultragrip®
Pseudoefedrin
Actifed®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Actifed
Plus Expectorant®, Alco®, Aldisa SR®, Alerfed®,
Bantif Child®, Berlifed®, Bodrex Flu & Batuk®,
Bodrex Flu & Batuk Berdahak®, Bodrexin Flu &
Batuk®, Bodrexin Pilek Alergi®, Cirrus®,
Clarinase®, Colpica®, Contrex®, Corhinza®,
Crofed®, Cronase®, Decolgen FX®, Decolgen
Syrup®, Disudrin®, Fexofed®, Flurin®, Flurin

56

http://bukuobat.blogspot.com

Dmp®, Flutrop®, Gifed Expectorant®, Grafed®, Hustadin®, Ikadryl Flu®, Lapifed®, Lapifed DM®, Lapifed
Dmp®, Flutrop®, Gifed Expectorant®, Grafed®,
Hustadin®, Ikadryl Flu®, Lapifed®, Lapifed DM®,
Lapifed Expectorant®, Librofed®, Mertisal®, Neo
Protifed®, Neo Triaminic®, Nichofed®, Noscapax®,
Nostel®, Panadol Cold & Flu®, Panadol Cold & Flu
Night®, Paratusin®, Polaramine Expectorant®,
Procold®, Pro-Inz®, Protifed®, Quantidex®,
Refagan®, Rhinofed®, Rhinos Junior®, Rhinos
Neo®, Rhinos SR®, Telfast Plus®, Tremenza®,
Triaminic Batuk & Pilek®, Triaminic Expectorant &
Pilek®, Triaminic Pilek®, Trifed®, Trifedrin®,
Trifedrin Plus®, Tuseran Pedia DMP®, Tussigon®,
Valved®, Valved DM®, Zentra®
Efedrin
Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asthma
Soho®, Bronchitin®, Ersylan®, Grafasma®,
Kafsir®, Koffex For Children®, Mixadin®,
Oskadryl®, Phenadex®, Poncolin®, Poncolin D®,
Theochodil®, Thymcal®
Fenilefrin
Bisolvon Flu®, Coricidin®, Dextrofen®,
Dextrosin®, Domeryl®, Fludexin®, Fortusin®,
Ikadryl DMP®, Lodecon®, Lodecon Forte®,
Mersidryl®, Neladryl DMP®, Nipe®, Poncodryl
DMP®, Supra Flu®, Zacoldine®

57

5

http://bukuobat.blogspot.com

OBAT BATUK

“Ada obat batuk yang paling manjur?” ini pertanyaan khas pasien yang datang ke apotek. “Mahal enggak apa-apa, asal manjur,” yang ini biasanya diucapkan oleh pasien berduit yang menganggap uang adalah senjata pamungkas menyelesaikan masalah. Mereka menyangka obat yang mahal pasti manjur, dan yang murah pasti tidak manjur. Tentu saja pertanyaan seperti ini sulit dijawab. Sangat sulit. Bahkan, bisa dibilang tidak mungkin dijawab dengan menyebut satu nama obat. Apoteker bukan dukun yang selalu bisa memberi jawaban atas semua pertanyaan sulit. Tidak ada obat batuk yang paling manjur. Untuk bisa tahu obat batuk yang kita perlukan, kita harus tahu penyebab batuk itu. Hal pertama yang perlu dipahami, batuk merupakan refleks normal sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan “benda

58

http://bukuobat.blogspot.com

asing” dari saluran napas. Dengan kata lain, batuk adalah sesuatu yang normal, bukan penyakit. Sebagian besar batuk yang biasa kita alami sebetulnya termasuk masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa diobati secara khusus. Biasanya disebabkan oleh virus seperti halnya flu-pilek. Batuk jenis ini tidak berbahaya meskipun tak diobati dan berlangsung selama satu sampai dua minggu. Hanya sebagian kecil batuk yang memang benar-benar membutuhkan obat. Kalaupun kita memutuskan untuk membeli obat batuk, pilihlah obat yang komposisinya memang benar-benar kita perlukan. Gerakan batuk dikendalikan oleh sistem saraf pusat di otak. Refleks ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, alergi debu, alergi makanan, dan sebagainya. Karena itu, pemilihan obat batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Batuk yang disebabkan oleh infeksi butuh obat berbeda dari batuk yang disebabkan oleh alergi. Jenis batuk pun bermacam-macam. Ada batuk yang tidak berdahak (kita menyebutnya batuk kering), ada batuk yang disertai dahak (batuk produktif), ada batuk yang disertai dengan sakit kepala, hidung meler dan tersumbat. Masing-masing jenis batuk ini membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai gejalanya. Saat ini terdapat ratusan merek obat batuk yang dijual bebas. Saking banyaknya merek dagang, apoteker pun kadang bingung,

59

http://bukuobat.blogspot.com

apalagi konsumen. Sebagian besar obat batuk ini masuk kategori obat bebas. Karena itu, mestinya semua kandungan obat batuk sudah dipahami oleh pembeli. Sayangnya, kebanyakan konsumen masih belum bisa membedakan fungsi berbagai jenis obat batuk. Berdasarkan cara kerjanya, ada empat golongan utama obat yang sering digunakan di dalam obat batuk. Semua merek obat batuk yang dijual bebas mengandung paling tidak salah satu dari keempat golongan di bawah ini.

1. Penekan batuk (antitusif)

Secara harfiah, antitusif berarti antibatuk. (Tussis berarti batuk.) Obat golongan ini bekerja menghentikan batuk secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Contohnya, dekstrometorfan dan noskapin.

2. Pengencer dahak (ekspektoran)

Dalam kelompok ini sebetulnya ada dua subkelompok obat yaitu ekspektoran dan mukolitik. Keduanya berbeda dalam hal mekanisme kerja tapi sama-sama berfungsi mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluarannya dari saluran napas. Secara harfiah, expectorate berarti mengeluarkan sesuatu dari dada. Dari kata ex-, yang berari keluar, dan

60

http://bukuobat.blogspot.com

pectoris yang berarti dada. Adapun mukolitik (mucolytic) berasal dari kata mucus yang berarti dahak dan -lysis yang berarti memecah. Dari dua istilah ini, yang paling perlu kita ketahui adalah ekspektoran karena istilah ini banyak digunakan dalam produk obat bebas. Golongan obat ini tidak menekan refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian tidak rasional jika obat ini digunakan pada kasus batuk kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek samping. Obat golongan ini bisa mengiritasi lambung, karena itu harus digunakan secara hati-hati, terutama sekali pada penderita sakit mag. Untuk menghindari efek buruk ini, ekspektoran harus diminum dalam keadaan perut terisi makanan. Contoh golongan obat ini antara lain bromheksin, guaifenesin (biasa disebut juga gliseril guaiakolat atau GG), ambroksol, karbosistein, amonium klorida, natrium sitrat.

3. Antialergi (antihistamin)

Antihistamin juga banyak digunakan di dalam obat flu-pilek. Lihat juga Bab Obat Alergi. Di obat batuk, antihistamin

61

http://bukuobat.blogspot.com

bekerja dengan cara menetralkan alergi yang menyebabkan batuk. Histamin sendiri merupakan substansi yang diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa gatal, yang biasanya diikuti oleh bersin-bersin. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat (CTM, chlor-trimeton), difenhidramin, difenhidramin, feniramin, doksilamin, dan tripolidin. Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan ini bisa menyebabkan kita mengantuk. Karena itu hati-hati minum obat ini saat Anda harus berkendara atau melakukan aktivitas yang menuntut kewaspadaan tinggi.

4. Pelega hidung (dekongestan)

Untuk pembahasan lebih lengkap, silakan baca juga Bab PPA & Obat Pelega Hidung. Obat golongan ini sering terdapat di dalam obat batuk tapi sebetulnya tidak bekerja melawan batuk, melainkan bekerja melegakan hidung tersumbat yang biasanya menyertai batuk. Dengan kata lain, jika batuk Anda tidak disertai dengan hidung tersumbat,

62

http://bukuobat.blogspot.com

sebaiknya jangan memilih obat batuk yang mengandung dekongestan. Buang-buang uang dan malah membahayakan karena bisa menyebabkan efek samping jantung berdebar- debar, tekanan darah meningkat, dan mungkin sampai sulit tidur. Contoh obat golongan ini, fenil propanolamin (PPA, phenyl-propanolamine), pseudoefedrin, efedrin, etilefedrin, dan fenilefrin. Tabel ke-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk.

jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk. Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif
jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk. Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif
Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran
Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran
Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran
Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran

Kering (tanpa disertai dahak)

Antitusif

Dekstrometorfan, noskapin

(tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat
(tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat
(tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat
(tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat
(tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat
(tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat

Disertai dahak

dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat (GG, atau
dahak) Antitusif Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat (GG, atau

Ekspektoran

Dekstrometorfan, noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guaiakolat (GG, atau guaifenesin),

Bromheksin, gliseril guaiakolat (GG, atau guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida

guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler Antihistamin
guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler Antihistamin
guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler Antihistamin
guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler Antihistamin

Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler

Antihistamin

Akibat alergi dan disertai dengan hidung meler Antihistamin Difenhidramin, klorfeniramin maleat (CTM), doksilamin,

Difenhidramin, klorfeniramin maleat (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin

maleat (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin Disertai dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil
maleat (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin Disertai dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil
maleat (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin Disertai dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil
maleat (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin Disertai dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil

Disertai dengan penyumbatan hidung

atau tripolidin Disertai dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin,

Dekongestan

tripolidin Disertai dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin,

Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin

dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin
dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin
dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin
dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin
dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin
dengan penyumbatan hidung Dekongestan Fenil propanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin

63

http://bukuobat.blogspot.com

Tabel di atas hanya memberi contoh jenis obat tapi tidak menyebutkan nama dagang. Agar tabel-1 bisa diaplikasikan ketika Anda berada di apotek, tabel ke-2 di bawah bisa Anda gunakan sebagai simulasi mengenali komposisi dan cara kerja berbagai obat batuk.

Penyebutan nama merek dagang sama sekali tidak dimaksudkan sebagai iklan atau antiiklan. Tujuan penyebutan merek dagang semata-mata agar Anda lebih mudah mengaitkannya dengan nama-nama produk yang mungkin biasa Anda konsumsi. Pemilihan merek dagang terserah Anda. Perhatikan, makin ke bawah makin banyak komposisinya, dan tentu saja makin besar kemungkinan efek samping dan mudaratnya. Perhatikan juga dosis per takaran. Sekalipun obatnya tunggal atau hanya berisi dua macam, bisa saja risiko efek sampingnya lebih tinggi jika dosisnya tinggi. Sebagai contoh, dosis lazim dekstrometorfan adalah 10 mg per takaran untuk orang dewasa. Jika dosisnya sampai 15 mg per takaran, mungkin obat memang menjadi lebih ampuh tapi risiko timbulnya efek samping juga lebih tinggi. Selain itu, produk obat batuk juga kadang berisi dua obat yang khasiatnya sama, misalnya sama-sama ekspektoran atau sama-sama punya efek menekan batuk. Jika keduanya digabung, khasiatnya memang akan lebih kuat, tapi pada saat yang sama, risiko efek sampingnya tentu juga lebih besar.

64

http://bukuobat.blogspot.com

Tabel ke-2: Contoh komposisi dan contoh merek dagang obat batuk:

1 jenis obat obat Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,
1 jenis obat obat Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,
1 jenis obat obat Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,
1 jenis obat obat Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,
1 jenis obat obat Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,

1 jenis obat

obat

Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®, Mercotin® Mulai pertengahan

Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®, Mercotin®

Mulai pertengahan 2013, obat batuk yang berisi dekstrometorfan tunggal tidak lagi beredar karena sering disalahgunakan.

Bisolvon®, Mucopect®, Bisolvon Extra®, Woods Expectorant®, Woods Peppermint Child®, Ambril®, Brolexan®, Bromifar®, Bronex®, Broncozol®, Bronchopront®, Broxal®, Dexolut®, Epexol®, Extropect®, Erphahexin®, Farmavon®, Hexolyt®, Gunapect®, Graxine®, Hustab P®, Interpec®, Lapimuc®, Lexavon®, Limoxin®, Mucera®, Mucotab®, Mucohexin®, Mucosulvan®, Mucoxol®, Sohopect®, Silopect®, Solmux®, Solvax®, Solvinex®, Thephidron®, Transmuco®

Penekan batuk & antialergi

Thephidron®, Transmuco® Penekan batuk & antialergi Vicks Formula 44®, Woods Antitussive®, Contrexyn Batuk

Vicks Formula 44®, Woods Antitussive®, Contrexyn Batuk Tidak Berdahak®, Dextromex®, Konidin®, Scanidi®, Tusilan®

Tidak Berdahak®, Dextromex®, Konidin®, Scanidi®, Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,
Tidak Berdahak®, Dextromex®, Konidin®, Scanidi®, Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,
Tidak Berdahak®, Dextromex®, Konidin®, Scanidi®, Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,
Tidak Berdahak®, Dextromex®, Konidin®, Scanidi®, Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,

Penekan batuk &

Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,

Penekan batuk

Penekan batuk
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65

Pengencer dahak

Pengencer dahak
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65
Tusilan® Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, Penekan batuk Pengencer dahak 65

65

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula
Penekan batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula

Penekan batuk & pengencer dahak

Pengencer dahak & antialergi

batuk & pengencer dahak Pengencer dahak & antialergi Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula 44® Allerin®,

Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula

44®

Allerin®, Cohistan Expectorant®, Dantusil®, Decadryl Expectorant®, Benadryl Cough®, Hufadryl®, Ikadryl®, Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil®

Ikadryl®, Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil® Pengencer dahak & pelega hidung Sudafed Expectorant®,
Ikadryl®, Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil® Pengencer dahak & pelega hidung Sudafed Expectorant®,
Ikadryl®, Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil® Pengencer dahak & pelega hidung Sudafed Expectorant®,
Ikadryl®, Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil® Pengencer dahak & pelega hidung Sudafed Expectorant®,

Pengencer dahak & pelega hidung

Sudafed Expectorant®, Triaminic Expectorant®

3 jenis obat

3 jenis obat Penekan batuk, antialergi & pelega hidung Actifed DM®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Alco

Penekan batuk, antialergi & pelega hidung

3 jenis obat Penekan batuk, antialergi & pelega hidung Actifed DM®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Alco

Actifed DM®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Alco Plus DMP®, Bronchophen®, Erphakaf®, Lapifed DM®, Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold®

Lapifed DM®, Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold® Pengencer dahak, antialergi & pelega hidung Actifed
Lapifed DM®, Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold® Pengencer dahak, antialergi & pelega hidung Actifed
Lapifed DM®, Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold® Pengencer dahak, antialergi & pelega hidung Actifed
Lapifed DM®, Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold® Pengencer dahak, antialergi & pelega hidung Actifed

Pengencer dahak, antialergi & pelega hidung

Actifed Expectorant®, Allerin Expectorant®, Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex Expectorant®

Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex Expectorant® Penekan batuk, pengencer dahak & antialergi Polaramine
Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex Expectorant® Penekan batuk, pengencer dahak & antialergi Polaramine
Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex Expectorant® Penekan batuk, pengencer dahak & antialergi Polaramine
Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex Expectorant® Penekan batuk, pengencer dahak & antialergi Polaramine

Penekan batuk, pengencer dahak & antialergi

Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®

dahak & antialergi Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®
dahak & antialergi Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®
dahak & antialergi Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®
dahak & antialergi Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®
dahak & antialergi Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®
dahak & antialergi Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, Sanadryl DMP®

66

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com 4 jenis obat Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat
4 jenis obat Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
4 jenis obat Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.

4 jenis obat

Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.

Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.

Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.

Dari tabel di atas Anda bisa melihat cara kerja masing- masing obat batuk. Masing-masing produk obat batuk punya cara kerja yang berbeda-beda. Jadi, tidak ada obat batuk yang paling manjursemahal apa pun harganya. Tiap kali Anda mau minum obat batuk, selalu biasakan lihat dulu kemasannya. Baca apa saja isinya supaya Anda bisa tahu bagaimana cara kerjanya. Jangan percaya kalau ada yang menyebut satu merek dagang sebagai obat yang paling manjur. Sama seperti obat flu-pilek, obat batuk sebetulnya juga dibuat untuk orang dewasa, dan tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun. Baca juga Bab Obat Pada bayi danAnak.

Obat Batuk Hitam

67

http://bukuobat.blogspot.com

Salah satu produk obat batuk yang cukup populer di Indonesia adalah obat batuk hitam (OBH). Obat ini termasuk golongan obat tradisional yang berisi Succus liquiritiae, ekstrak tanaman akar manis (Glycyrrhiza glabra). Secara empiris, ekstrak tanaman ini berkhasiat meredakan batuk meskipun mekanisme kerjanya belum diketahui secara detail seperti mekanisme kerja dekstrometorfan atau bromheksin. Baca juga Bab Obat Tradisional.

Obat Batuk Cair vs. Padat

Secara umum, obat batuk cair (sirup) lebih mudah diserap daripada bentuk padat (tablet atau kapsul). Ini karena dalam sediaan cair, senyawa obat sudah berada dalam bentuk molekul terkecilnya. Sementara yang bentuknya padat memerlukan waktu untuk dipecah menjadi satuan-satuan kecil. Namun kelemahannya, obat cair lebih mudah terurai dibandingkan obat padat selama masa penyimpanan. Karena itu saat membeli, pastikan batas kedaluwarsanya masih lama. Soal khasiat, keduanya tidak berbeda sepanjang memenuhi persyaratan minimal standar obat yang baik.

Obat Batuk Sapu Jagat

Pada umumnya kita fanatik pada satu merek obat untuk semua jenis batuk. Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Akan lebih baik jika

68

http://bukuobat.blogspot.com

kita memilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat “sapu jagat” yang berisi semua golongan di atas. Semakin banyak obat yang masuk ke dalam tubuh, semakin banyak efek samping yang terjadi. Sebagai contoh, jika batuk tidak disertai dengan penyempitan saluran napas, pemakaian PPA hanya akan menambah efek samping jantung berdebar, dan bahkan peningkatan tekanan darah yang bisa membahayakan penderita hipertensi. Kebiasaan minum obat sapu jagat sebaiknya dihindari, terutama untuk anak-anak. Yang tak kalah penting untuk diingat, batuk bisa menyertai berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, tuberkulosis (TB), pneumonia (radang paru), atau infeksi lain. Karena itu jika batuk berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak berhenti meskipun sudah diobati macam-macam, ingat pesan iklan, “Segera hubungi dokter”.

69

http://bukuobat.blogspot.com

6

OBAT MAG

Di Indonesia, obat mag termasuk salah satu produk farmasi yang banyak dikonsumsi seperti consumer goods. Lembaga riset Frontier dan majalah Marketing sampai memasukkan kategori obat mag dalam survei Top Brand tiap tahun. Selama beberapa tahun Top Brand untuk kategori obat mag adalah Promag® dan Mylanta®. Kalau obat mag dikategorikan sebagai consumer goods, itu berarti bahwa banyak orang Indonesia menderita sakit mag. Berbeda dengan flu-pilek yang disebabkan oleh infeksi virus yang sulit dihindari, sakit mag pada umumnya berasal dari pola hidup kita yang salah. Sebelum membahas tentang obat mag, sebaiknya kita membahasa dulu tentang sakit mag. (Mag dari bahasa Belanda maag, yang artinya perut atau lambung.)

70

http://bukuobat.blogspot.com

Cerita tentang sakit mag biasanya dimulai dari meja makansekalipun bisa juga dari meja kantor atau bahkan kamar tidur. Biang keladi yang umum adalah makanan meskipun bisa juga stres atau hal lain. Setelah dikunyah di mulut, makanan masuk ke kerongkongan. (Sekadar diketahui, saluran makanan adalah kerongkongan, bukan tenggorok. Tenggorok adalah saluran napas.) Setelah melewati kerongkongan, makanan atau minuman akan transit di lambung sebelum diserap di usus. Di lambung, bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung) untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Tanpa bantuan asam ini, protein dari daging, telur, ikan, dan tempe tidak bisa dicerna dengan baik. Selain berfungsi mencerna, asam lambung juga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari kuman yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman. Sebagian besar (tidak semua) bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup dalam suasana asam. Begitu berada dalam cairan asam, mereka akan mati sehingga tidak sampai di usus. Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat melebihi kebutuhan, misalnya karena telat makan, terlalu banyak minum kopi atau soda, atau stres berkepanjangan. Bisa juga

71

http://bukuobat.blogspot.com

karena pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya asetosal (obat sakit kepala) atau asam mefenamat (obat sakit gigi). Bisa juga karena infeksi kuman khusus yang kebal terhadap asam, seperti Helicobacter pylori. Sebagian besar bakteri tidak sanggup bertahan dalam kondisi asam. Bakteri ini termasuk pengecualian. Kondisi lambung yang terlalu asam menyebabkan dinding lambung mengalami iritasi. Gejala yang paling umum adalah nyeri lambung. Bisa juga disertai mual, kembung, serta rasa penuh dan tidak nyaman di perut. Pada mag yang berat, gejalanya bisa sampai berupa rasa terbakar di dada. Berdasarkan cara kerjanya, ada dua kelompok besar obat

mag.

1. Antasid (penetral asam) Karena biang gangguan mag biasanya asam lambung, obat- obat mag pada umumnya bekerja dengan cara mempengaruhi asam lambung. Dua golongan obat mag yang paling penting adalah penetral asam (antasid) dan penghambat produksi asam lambung. (Antacid dari kata anti- yang berarti melawan, dan acid yang berarti asam.) Sebagian besar kandungan obat mag yang dijual bebas adalah golongan antasid. Contoh antasid yang banyak digunakan: aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Kadang keduanya berada dalam bentuk

72

http://bukuobat.blogspot.com

aluminum trisilikat dan magnesium trisilikat. Cara kerjanya sama saja. Obat-obat ini bersifat basa, bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. (Dalam ilmu kimia, lawan kata asam adalah basa.) Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua serangkai yang biasanya ada di dalam satu produk. Keduanya selalu dikombinasikan karena dua obat ini punya efek samping yang berlawanan. Magnesium tunggal punya efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya efek samping konstipasi (sembelit). Jika keduanya dikombinasikan, efek samping tersebut bisa saling meniadakan. Contoh lain antasid adalah kalsium karbonat. Tapi di Indonesia, obat ini jarang digunakan. Hanya digunakan di beberapa merek dagang. Begitu ditelan, antasid bereaksi cepat menetralkan asam lambung. Lebih cepat lagi kalau dikunyah dulu baru ditelan. Obat-obat ini rasanya tawar, sama sekali tidak pahit sehingga bisa dikunyah. Oleh karena kerjanya cepat, obat golongan ini cocok sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi serangan mag yang datang sesekali. Namun, obat ini punya kekurangan, yakni waktu kerjanya singkat. Itu sebabnya antasid saja

73

http://bukuobat.blogspot.com

kurang ampuh sebagai obat utama untuk sakit mag yang telah menjadi kronis.

2. Antikembung (penyerap gas)

Di banyak produk obat mag, antasid juga sering

dikombinasikan dengan obat antikembung, misalnya

simetikon (dimetil polisiloksan) dan dimetikon. Dua obat

ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang

digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna. Obat antikembung digunakan di dalam obat mag karena pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala salah cerna yang menyebabkan produksi gas secara

berlebihan.

3. Penghambat produksi asam lambung Di Indonesia, obat golongan ini sebagian bisa dibeli tanpa resep. Sekalipun ada produk yang bisa dibeli tanpa resep, sebaiknya obat golongan ini digunakan dengan hati-hati. Saat membelinya di apotek, tanyakan efek sampingnya kepada apoteker. Contoh golongan ini antara lain famotidin, simetidin, dan ranitidin. Contoh merek dagang obat yang mengandung obat golongan ini dan banyak diiklankan adalah Promag Double Action® dan Neosanmag Fast®. Produk ini berisi

74

http://bukuobat.blogspot.com

kombinasi tiga bahan, yaitu kalsium karbonat, magnesium hidroksida, dan famotidin. Kalsium karbonat dan magnesium hidroksida merupakan golongan penetral asam lambung. Sedangkan famotidin bekerja mengurangi produksi asam lambung. Di brosur obat, famotidin mungkin disebut sebagai “antagonis reseptor H2” atau “acid blocker”. Ini istilah medis untuk obat yang bekerja mengurangi produksi asam lambung. Selain golongan obat “idin-idin” ini, ada pula obat yang lebih kuat, yang bekerja dengan cara menutup saluran produksi asam lambung. Obat-obat golongan ini di Indonesia masih termasuk golongan obat keras. Misalnya, omeprazol, esomeprazol, dan lansoprazol. Obat golongan keras ini dibahas di sini bukan agar pembaca bisa mengobati diri sendiri, lalu membelinya dari apotek tanpa konsultasi ke dokter. Pembahasan obat keras dimaksudkan agar pembaca sebagai konsumen mengetahui hal-hal penting tentang obat yang diminum. Swamedikasi (pengobatan sendiri) dengan obat-obat golongan ini bisa berbahaya. Beberapa penelitian menyebutkan, salah satu risiko yang bisa timbul dari penggunaan jangka panjang obat keras ini adalah turunnya daya ingat.

75

http://bukuobat.blogspot.com

Dua golongan obat mag (idin-idin dan prazol-prazol) ini punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja. Kalau sakitnya sudah parah dan ada indikasi luka infeksi di lambung, dokter kadang meresepkan antibiotik, misalnya metronidazol. Obat ini berfungsi membasmi bakteri Helicobacter pylori. Obat lain yang juga bisa digunakan dalam obat mag adalah bismut subsalisilat. Obat ini bekerja dengan cara meredakan iritasi di lambung. Kadang digunakan dalam obat antidiare. Tapi di Indonesia, hanya beberapa merek dagang obat mag yang menggunakannya. Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat, obat mag bermacam-macam. Yang paling perlu diketahui oleh konsumen awam adalah golongan antasid. Kelompok lainnya hanya perlu diketahui kalau kita mendapatkan obat- obat ini dari resep dokter.

Bukan untuk Jangka Panjang

Banyak orang menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang perlu ditangani secara serius. Telan obat, beres. Sebagai konsumen yang cerdas, sebaiknya kita tidak mudah terbujuk oleh iklan.

76

http://bukuobat.blogspot.com

Iklan-iklan obat selalu membangun pandangan yang serbagampang: Sakit mag? Minum obat ini, pasti beres. Cara pandang ini menyebabkan sakit mag tidak tertangani dengan baik dan menjadi kronis. Akhirnya penderita tidak bisa melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag sebetulnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu secara berturut-turut. Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama, jika minum antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja ginjal sebagai penyaring darah menjadi semakin berat. Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan mag dari akarnya. Antasid hanya meredakan gangguan mag sesaat. Itu berarti, penyembuhan sakit mag, mau tidak mau, harus dimulai dari pola makan dan pola hidup. Identifikasi dulu penyebabnya lalu atasi. Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori. Bakteri ini adalah bakteri kelas berat yang untuk membasminya pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika sampai terjadi infeksi, sakit mag bisa menjadi sangat parah. Itu sudah bukan sakit mag biasa.

77

http://bukuobat.blogspot.com

Yang perlu dicatat betul, obat mag tidak menyembuhkan sakit mag, hanya mengendalikan. Penyembuhan sakit mag dilakukan sendiri oleh tubuh lewat pola hidup yang baik.

Cara Minum yang Tepat

Jika kita minum obat mag untuk mencegah kekambuhan, aturan cara minum harus diperhatikan dengan benar. Karena fungsinya menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang tepat adalah satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas kerja.

Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka fungsi antasidnya berkurang. Lebih dari itu, pada saat lambung berisi protein, asam lambung tidak boleh dinetralkan karena ia dibutuhkan untuk membantu pencernaan protein. Jika tidak dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan protein, misalnya daging atau telur.

78

http://bukuobat.blogspot.com

Tip Praktis Atasi Gangguan Mag

Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan ataupun minuman karena hal itu akan memaksa lambung berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak.

Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit tetapi sering. Makan sehari 6 x ½ piring lebih baik daripada makan 3 x 1 piring.

Makanlah secara pelan-pelan. Kunyah makanan dengan baik sebelum menelannya.

Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi, kopi, obat berisi kafein, asetosal, asam mefenamat, ibuprofen, dan obat-obat yang mengiritasi lainnya (biasanya dari golongan obat penghilang nyeri).

Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya di lambung lebih cepat.

Kelola stres dengan baik. Stres adalah persoalan di luar makanan yang paling sering menjadi pemicu sakit mag.

79

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil®
Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung
Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung
Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung
Antasid
Antasid

Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil®

Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung Acitral®, Actal Plus®, Aludonna
Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung Acitral®, Actal Plus®, Aludonna
Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung Acitral®, Actal Plus®, Aludonna
Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil® Antasid & antikembung Acitral®, Actal Plus®, Aludonna
Antasid & antikembung
Antasid &
antikembung

Acitral®, Actal Plus®, Aludonna D®, Almacon®, Anflat®, Asidrat®, Atmacid®, Berlosid®, Biomag MPS®, Bufantacid®, Citral®, Corsamag®, Decamag®, Dexanta®, Di-Gel®, Exomag®, Farmacrol Forte®, Gastrucid®, Gelusil MPS®, Gestabil®, Gestamag®, Lagesil®, Lexacrol®, Lexacrol Forte®, Magalat®, Magasida®, Magtral®, Magtral Forte®, Mylanta®, Mylanta Forte®, Myllacid®, Nudramag®, Plantacid®, Plantacid Forte®, Polycrol®, Polysilane®, Progastric®, Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox®

Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® Antasid & penghambat produksi asam Magard FA®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® Antasid & penghambat produksi asam Magard FA®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® Antasid & penghambat produksi asam Magard FA®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® Antasid & penghambat produksi asam Magard FA®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® Antasid & penghambat produksi asam Magard FA®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® Antasid & penghambat produksi asam Magard FA®,
Antasid & penghambat produksi asam
Antasid &
penghambat
produksi asam

Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®, Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag Double Impact®

asam Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®, Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag Double Impact®
asam Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®, Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag Double Impact®
asam Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®, Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag Double Impact®
asam Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®, Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag Double Impact®

80

7

http://bukuobat.blogspot.com

OBAT DIARE

Dalam ilmu kesehatan masyarakat, diarealias mencret, murus, berak air, buang-buang air, mencuru, mencirittermasuk golongan common problems. Penyakit umum yang sering terjadi, seperti flu-pilek dan batuk. Obat diare pun banyak yang termasuk kategori obat bebas, bisa didapatkan di toko-toko dan apotek tanpa resep dokter. Berdasarkan survei Top Brand Award 2012 dan 2013 yang dilakukan oleh lembaga riset Frontier dan majalah Marketing, dua merek obat diare yang paling laris adalah Diapet® (buatan PT Soho Industri Pharmasi) dan Neo Entrostop® (buatan PT Kalbe Farma).

81

http://bukuobat.blogspot.com

Pada umumnya setiap orang punya satu merek obat andalan untuk diare. Merek inilah yang akan diminum setiap terserang diare, tanpa memperhitungkan penyebabnya. Yang sudah biasa minum Diapet® biasanya akan selalu memilih Diapet® tiap kali terserang diare. Begitu juga, yang sudah biasa minum Entrostop® biasanya akan selalu memilih Entrostop® apabila terkena diare. Padahal, penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam, dan karena itu sebetulnya tidak ada satu pun obat universal untuk segala macam kasus diare. Sebelum kita membahas obat diare, mari kita bahas dulu biang keladi yang paling sering menjadi penyebabnya. Secara alami, usus melakukan gerakan peristaltik (gerakan teratur memeras sari pati makanan agar bisa diserap oleh tubuh). Gerakan inilah yang menyebabkan ampas makanan terdorong ke belakang sebagai feses (air besar). Jika terjadi abnormalitas di usus, gerakan peristaltik menjadi semakin cepat. Akibatnya, frekuensi pengeluaran feses juga ikut meningkat bersama air. Biang keladi abnormalitas itu bermacam- macam, antara lain:

Racun dari makanan atau minuman.

Bahan makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang terlalu pedas.

82

http://bukuobat.blogspot.com

Infeksi virus, bakteri, jamur, atau protozoa. Bakteri penyebab infeksi pun bisa bermacam-macam. Contoh yang paling sering menjadi penyebab diare adalah Escherichia coli. Bakteri ini sebetulnya merupakan bakteri normal di usus yang tidak merugikan. Kuman ini bisa menyebabkan diare jika menjadi ganas dan populasinya melebihi normal.

Makanan yang sulit dicerna, misalnya daging yang belum matang. Bahkan, makanan atau minuman lazim seperti susu pun bisa menyebabkan diare. Ini sering terjadi pada orang- orang (terutama anak-anak) yang kekurangan enzim laktase. Enzim ini diperlukan untuk memecah laktosa (gula susu). Saat mereka minum susu, organ cerna mereka tidak sanggup mencernanya sehingga menyebabkan diare. Selain itu, protein susu sapi juga bisa menjadi biang alergi yang memicu diare pada sebagian kecil anak.

Ketidakseimbangan bakteri usus, misalnya akibat terlalu banyak minum antibiotik.

Kecemasan, stres, dan perubahan internal tubuh lainnya.

Ringkasnya, diare bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Maka pengobatanya pun tentu saja berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Tak ada satu pun merek obat yang bisa mengatasi semua jenis diare di atas.

83

http://bukuobat.blogspot.com

Berdasarkan cara kerjanya, obat diare bisa dibagi ke dalam tiga kelompok besar:

1.

Adsorben Secara harfiah, adsorben berarti bahan penyerap, dari kata adsorb yang berarti menyerap di permukaan. (Berbeda dari absorb yang berarti menyerap sampai ke dalam). Adsorben bekerja mengatasi diare dengan cara mengikat kuman atau toksin (racun) di saluran cerna, supaya tidak bersentuhan dengan permukaan usus. Jika toksin dan kuman ini berkontak dengan usus, gerakan peristaltik usus secara otomatis akan meningkat sebagai refleks alami untuk mengeluarkan racun itu. Obat yang masuk dalam golongan ini antara lain karbon aktif, attapulgit, dan kaolin. Obat golongan ini biasa dikombinasikan dengan pektin. Pektin adalah serat larut yang banyak terdapat di dalam buah. Serat ini digunakan di dalam obat diare karena bisa memperpadat feses. Di Indonesia banyak sekali obat diare golongan obat bebas yang mengandung pektin. Di Amerika, FDA menganggap obat ini tidak berkhasiat antidiare sehingga tidak boleh diklaim sebagai obat diare. Karena cara kerjanya menyerap kuman dan toksin, obat golongan adsorben hanya bermanfaat jika penyebab diare adalah bahan yang mengiritasi usus. Jika penyebabnya

84

http://bukuobat.blogspot.com

adalah perubahan internal tubuh, misalnya karena cemas, stres, depresi, atau karena infeksi parah, obat-obat ini tidak lagi efektif. Contoh merek dagang yang cukup populer antara lain:

Neo Entrostop® (berisi attapulgit dan pektin), Norit® (berisi karbon aktif), Diatabs® (attapulgit). Obat-obat ini termasuk golongan obat bebas yang paling banyak beredar di pasaran. Relatif aman, bisa diminum oleh anak-anak, ibu hamil, juga ibu menyusui.

2.

Antiinfeksi Jika diare disebabkan oleh infeksi berat, biasanya obat golongan adsorben saja tidak cukup untuk menghentikannya. Harus ada obat lain yang tidak sekadar mengikat kuman, tetapi juga berfungsi sebagai antimikroba pembasmi kuman, misalnya antibiotik. Semua antibiotik untuk diare termasuk kategori obat keras! Itu sebabnya, untuk kasus infeksi berat, sebaiknya penderita memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika diare disertai dengan demam atau adanya darah di dalam tinja. Dua gejala ini menunjukkan bahwa diare tersebut bukan diare biasa. Lihat juga Bab Antibiotik.

85

http://bukuobat.blogspot.com

3. Penghambat gerakan peristaltik usus Obat utama golongan ini adalah loperamida. Sekadar menyebut, contoh merek dagang yang populer adalah Imodium®. Harap dicatat, ini bukan golongan obat bebas tapi obat keras. Obat ini harus digunakan dengan sangat hati-hati. Obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat gerakan peristaltik usus dan meningkatkan penyerapan kembali cairan di usus besar. Jadi, tidak membasmi kuman, juga tidak mengikat toksin. Oleh karena cara kerjanya demikian, loperamida tidak tepat jika digunakan untuk kasus diare akibat infeksi atau toksin dari makanan atau minuman. Sebab, jika gerakan usus dihambat, kuman atau toksin tersebut justru tertahan di saluran cerna dan tidak bisa dikeluarkan. Keadaan ini justru lebih berbahaya dari mencretnya sendiri. Selain itu, obat ini juga diserap ke dalam darah. Pada sebagian kecil orang, obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti nyeri perut, mual, atau muntah. Ini berbeda dengan obat golongan adsorben yang tidak diserap oleh tubuh dan jauh lebih aman. Karena berbagai alasan inilah, loperamida sebaiknya hanya digunakan di bawah pengawasan dokter.

86

http://bukuobat.blogspot.com

Ketiga golongan di atas merupakan kelompok obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi diare. Anda mungkin bertanya: kalau begitu Diapet® yang menjadi top brand itu masuk kelompok mana? Neo Entrostop® sudah jelas masuk kategori pertama, yaitu adsorben. Kita perlu membahasnya karena Diapet® termasuk salah satu produk yang banyak dikonsumsi. Diapet® sedikit berbeda dari kebanyakan obat diare kelompok di atas. Obat ini sebetulnya termasuk kategori obat tradisional, satu tingkat di atas jamu. Selain Diapet®, masih ada beberapa merek dagang obat diare lainnya yang isinya mirip tapi kalah terkenal, misalnya Nodiar®. Dua kandungan utama Diapet® adalah ekstrak daun jambu biji dan rimpang kunyit. Di kemasan obat, bahan-bahan ini tertulis dalam bahasa Latin yang mungkin tak terpahami oleh orang awam. Daun jambu biji tertulis sebagai Psidii folium. Rimpang kunyit tertulis sebagai Curcuma domesticae rhizoma. (Folium berarti daun. Rhizoma berarti rimpang.) Menurut berbagai penelitian, ekstrak daun jambu biji dan rimpang kunyit memang punya khasiat antibakteri dan menghambat pengeluaran feses. Meski begitu, tidak berarti obat ini bisa digunakan untuk berbagai kasus diare sebab tidak semua kuman bisa dibasmi oleh obat tradisional ini.

87

http://bukuobat.blogspot.com

Selain itu, apabila penyebab diare adalah racun dari makanan atau minuman, penggunaan obat diare yang menghambat pengeluaran feses justru akan berbahaya. Bagaimanapun, racun harus dikeluarkan meskipun konsekuensinya adalah harus bolak-balik ke belakang. Diare sebetulnya adalah mekanisme alami untuk membuang sesuatu yang berbahaya. Mencret sendiri sebetulnya tidak berbahaya. Yang berbahaya dari diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit yang keluar terus-menerus lewat feses. Jika penderita mengalami kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) dalam tingkat parah, ia bisa semaput (pingsan), gagal ginjal, dan gagal jantung. Agar tidak sampai kekurangan cairan, penderita harus minum oralit. Ini adalah “obat diare” terbaik. (Pada bayi, cairan dan elektrolit bisa diperoleh dari ASI.) Apa pun penyebab diarenya, pertolongan yang harus diberikan adalah oralit. Oralit memang tidak menghentikan mencret tapi minuman ini bisa menghindarkan penderita diare dari dehidrasi. Walhasil, sebelum memilih obat, langkah paling penting adalah mengenali penyebab diare. Ingat-ingat kembali apa saja yang masuk ke dalam perut, dan apa saja yang terjadi sebelum diare itu. Setelah itu kita bisa menentukan apakah kita perlu pergi ke dokter atau membeli obat di apotek. Jika kita memutuskan

88

http://bukuobat.blogspot.com

membeli obat di apotek, kita juga bisa menentukan obat apa yang akan kita pilih.

kita juga bisa menentukan obat apa yang akan kita pilih. Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo

Karbon aktif

Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®

Norit®, Bekarbon®

Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®
Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®

Attapulgit

Karbon aktif Norit®, Bekarbon® Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®

Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®

Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine® Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®,
Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine® Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®,
Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine® Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®,
Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine® Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®,

Kaolin & pektin

Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine® Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®, Neo Kaocitin®, Neo

Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®, Neo Kaocitin®, Neo Kaolana®, Kanina®, Kaolimec®, Neo Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar®

Neo Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar® Attapulgit & pektin Diagit®, Entrogard®,
Neo Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar® Attapulgit & pektin Diagit®, Entrogard®,
Neo Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar® Attapulgit & pektin Diagit®, Entrogard®,
Neo Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar® Attapulgit & pektin Diagit®, Entrogard®,

Attapulgit &

pektin

Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar® Attapulgit & pektin Diagit®, Entrogard®, Entrostop®, Licopec®, Molagit®,

Diagit®, Entrogard®, Entrostop®, Licopec®, Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios®

Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios® Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj Diapet®, Nodiar®,
Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios® Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj Diapet®, Nodiar®,
Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios® Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj Diapet®, Nodiar®,
Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios® Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj Diapet®, Nodiar®,
Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios® Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj Diapet®, Nodiar®,
Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios® Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj Diapet®, Nodiar®,

Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj

Diapet®, Nodiar®, Fitodiar®, Anstrep®, Antrexol®, Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia®

Antrexol®, Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia® Loperamida (OBAT KERAS) Imodium®, Amerol®, Colidium®,
Antrexol®, Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia® Loperamida (OBAT KERAS) Imodium®, Amerol®, Colidium®,
Antrexol®, Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia® Loperamida (OBAT KERAS) Imodium®, Amerol®, Colidium®,
Antrexol®, Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia® Loperamida (OBAT KERAS) Imodium®, Amerol®, Colidium®,

Loperamida

(OBAT KERAS)

Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia® Loperamida (OBAT KERAS) Imodium®, Amerol®, Colidium®, Diadium®, Diasec®,

Imodium®, Amerol®, Colidium®, Diadium®, Diasec®, Diaston®, Gradilex®, Imodan®, Imosa®, Inamid®, Lexadium®, Licodium®, Lodia®, Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, Xepare®

Licodium®, Lodia®, Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, Xepare®
Licodium®, Lodia®, Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, Xepare®
Licodium®, Lodia®, Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, Xepare®
Licodium®, Lodia®, Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, Xepare®

89

http://bukuobat.blogspot.com

Oralit, Penting Tapi Sering Dilupakan

Dalam kondisi normal, usus besar menyerap kembali cairan yang melewati saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga cairan ikut terbuang bersama feses. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan elektrolit-elektrolit penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium, bisa menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya, dan paling sering dilupakan. Pada saat diare, penderita memang biasanya juga kehilangan nafsu makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan bisa masuk pelan-pelan lewat lambung tanpa menyebabkan muntah. Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir dengan baik dari bungkusnya. Pasalnya, oralit terbuat dari garam dan glukosa. Keduanya termasuk bahan yang sangat mudah menyerap air (higroskopis). Jika tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal dan rusak di dalam kemasannya. Bila sudah menggumpal, oralit sebaiknya tidak digunakan lagi. Minum oralit yang telah rusak sama saja dengan “menyelesaikan masalah dengan masalah”.

90

http://bukuobat.blogspot.com

Kapan Harus ke Dokter?

Diare bisa merupakan masalah ringan, bisa pula menjadi masalah berat. Kalau masalahnya karena makanan pedas atau susu, diare bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kondisi, diare bisa menjadi masalah serius, dan penderita sebaiknya pergi ke dokter. Sebagai pedoman sederhana, pasien perlu ke dokter jika:

Sebagai pedoman sederhana, pasien perlu ke dokter jika:  Diare tidak sembuh dalam tiga hari. 

Diare tidak sembuh dalam tiga hari.

Penderita mengalami dehidrasi, dengan tanda-tanda haus hebat, mulut dan kulit kering, tidak berkemih atau berkemih sangat sedikit, kesadaran berkurang.

Disertai nyeri di daerah perut atau dubur.

Ada darah di dalam tinja.

Demam lebih dari 39 C.

 Disertai nyeri di daerah perut atau dubur.  Ada darah di dalam tinja.  Demam
 Disertai muntah atau demam di atas 39 C.  Popok harus diganti setiap kurang

Disertai muntah atau demam di atas 39 C.

Popok harus diganti setiap kurang dari tiga jam.

Ada darah di dalam tinja.

Terus mengantuk, rewel, dan tidak responsif.

Perut dan pipinya cekung.

Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan tidak lekas hilang.

rewel, dan tidak responsif.  Perut dan pipinya cekung.  Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan tidak
dan tidak responsif.  Perut dan pipinya cekung.  Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan tidak lekas

91

http://bukuobat.blogspot.com

8

OBAT PERUT KEMBUNG

Dalam bahasa medis, perut kembung disebut dengan dispepsia (indigestion). Bahasa awamnya “salah cerna”. Gejalanya perut terasa penuh, mual, kadang sampai disertai muntah serta nyeri dan perasaan terbakar di perut bagian atas. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa dari cara makan yang salah, bisa pula dari jenis makanan yang sulit dicerna. Cara makan yang salah misalnya makan terlau banyak dalam tempo terlalu cepat. Adapun jenis makanan atau minuman yang bisa menyebabkan salah cerna misalnya makanan tinggi lemak dan tinggi protein, makanan yang belum matang, susu, makanan dengan bumbu pekat, minuman bersoda atau minuman tinggi kafein. Makanan tinggi serat pun bisa saja menjadi pemicu perut kembung karena serat termasuk bahan pangan yang tidak bisa

92

http://bukuobat.blogspot.com

dicerna. Bahan makanan yang tidak bisa dicerna oleh enzim akan dicerna oleh bakteri, menghasilkan gas. Gas inilah yang menyebabkan perut terasa penuh. Pada sebagian orang, sayur semacam kubis atau pare dalam jumlah wajar pun bisa sampai menyebabkan kembung. Kadang penyebabnya bukan dari makanan yang sulit dicerna, melainkan berasal dari ketidakmampuan organ cerna memproduksi enzim. Misalnya, sebagian kecil orang tidak bisa mencerna gula susu (laktosa). Jika minum susu, ia bisa mengalami kembung sampai diare. Untuk orang seperti ini, obat kembungnya hanyalah menghindari susu. Tidak perlu minum obat. Perut kembung bisa juga disebabkan oleh penyakit lain, seperti infeksi bakteri di saluran cerna, sakit mag, atau tukak (luka) lambung. Bisa juga disebabkan oleh kondisi kecemasan maupun akibat penggunaan obat-obat tertentu. Sebelum memutuskan minum obat, sebaiknya kita mengidentifikasi dulu penyebabnya secara tepat. Jika kita tahu penyebabnya, kita akan lebih mudah memilih obatnya. Jika penyebabnya adalah kebanyakan makan atau ketidakmampuan tubuh mencerna makanan, misalnya akibat terlalu banyak makan daging atau sumber lemak dan protein lainnya, kita bisa memilih obat bebas dari kategori suplemen enzim. Contoh merek dagang yang terkenal: Enzyplex®,

93

http://bukuobat.blogspot.com

Vitazym®, dan Tripanzym®. Suplemen ini berisi enzim-enzim yang bisa membantu pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein. Jika penyebabnya adalah sakit mag, kita bisa mengobatinya dengan minum obat mag dan simetikon (penyerap gas). Jenis-jenis obat mag bisa dibaca di Bab Obat Mag. Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, kita harus mengobati infeksinya lebih dulu. Jika obat yang kita minum tidak sesuai dengan penyebabnya, masalah kembung mungkin saja malah akan menjadi lebih parah. Sebagai contoh, jika penyebabnya adalah ketidakmampuan lambung mencerna protein, maka tentu akan sia-sia jika kita mengobatinya dengan obat mag. Begitu pula jika penyebabnya adalah sakit mag atau infeksi bakteri, suplemen enzim akan mubazir kita minum. Jika masalah kembung terjadi berulang-ulang dan tidak bisa diselesaikan dengan obat-obat bebas, lalu menjadi semakin parah, apalagi jika disertai dengan muntah atau diare, itu pertanda bahwa kita harus segera ke dokter. Kuncinya: jauhi penyebabnya lebih dulu. Jangan langsung diatasi dengan obat. Kelompok obat yang banyak digunakan dalam obat salah cerna antara lain:

1. Enzim cerna Enzim yang sering digunakan di dalam obat salah cerna antara lain: pankreatin (berisi amilase, tripsin/protease, lipase),

94

http://bukuobat.blogspot.com

bromelain, empedu sapi (di kemasan obat mungkin tertulis sebagai ox bile). Semua bahan ini termasuk golongan enzim cerna. Sebagian produk juga mengandung enzim dari tumbuhan, misalnya getah pepaya yang memang punya khasiat memecah protein. Semuanya termasuk kategori enzim cerna.

2. Penyerap gas Contoh obat: simetikon/dimetilpolisiloksan. Fungsinya menyerap produksi gas berlebih yang menyebabkan perut terasa penuh. Obat ini juga banyak digunakan pada produk obat mag. Baca juga Bab Obat Mag.

3. Probiotik (bakteri baik) Makanan yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan pertumbuhan bakteri jahat (patogen). Bakteri baik (nonpatogen) dari obat probiotik berfungsi menekan pertumbuhan bakteri jahat ini. Contoh bakteri: Lactobacillus acidophilus, bifidobacteria, dan sejenisnya.

95

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for
Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, Pankreon Comp®,
Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, Pankreon Comp®,
Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, Pankreon Comp®,
Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, Pankreon Comp®,

Enzim cerna

Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, Pankreon Comp®,

Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, Pankreon Comp®, Pankreon For Children®

Digezym®, Pankreon Comp®, Pankreon For Children® Enzim cerna & penyerap gas Enzyplex®, Berzymplex®,
Digezym®, Pankreon Comp®, Pankreon For Children® Enzim cerna & penyerap gas Enzyplex®, Berzymplex®,
Digezym®, Pankreon Comp®, Pankreon For Children® Enzim cerna & penyerap gas Enzyplex®, Berzymplex®,
Digezym®, Pankreon Comp®, Pankreon For Children® Enzim cerna & penyerap gas Enzyplex®, Berzymplex®,

Enzim cerna & penyerap gas

Pankreon For Children® Enzim cerna & penyerap gas Enzyplex®, Berzymplex®, Decazym®, Elsazym®, Flazymec®,

Enzyplex®, Berzymplex®, Decazym®, Elsazym®, Flazymec®, Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®, Vitazym®, Xepazym®

Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®, Vitazym®, Xepazym® Bakteri baik Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac
Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®, Vitazym®, Xepazym® Bakteri baik Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac
Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®, Vitazym®, Xepazym® Bakteri baik Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac
Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®, Vitazym®, Xepazym® Bakteri baik Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac

Bakteri baik

Tripanzym®, Vitazym®, Xepazym® Bakteri baik Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac Probiotic

Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac Probiotic Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®, Protexin®, Rillus®, Synbio®

Linex Forte®, Interlac Probiotic Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®, Protexin®, Rillus®, Synbio®
Linex Forte®, Interlac Probiotic Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®, Protexin®, Rillus®, Synbio®
Linex Forte®, Interlac Probiotic Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®, Protexin®, Rillus®, Synbio®
Linex Forte®, Interlac Probiotic Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®, Protexin®, Rillus®, Synbio®

96

http://bukuobat.blogspot.com

9

OBAT SEMBELIT

Huh, sebel, udah beberapa hari gak BAB, perutku jadi gak nyaman. Karena itu aku minum dua tablet ********® saat malam. Efektif tanpa mulas berlebihan.” (Iklan teve) Tak ada yang salah dengan iklan di atas. Iklan memang harus menggoda pemirsa teve untuk membeli. Kalau tidak menggoda, tentu bukan iklan namanya. Iklan memang harus persuasif: Kapan pun Anda mengalami susah buang air besar atau sembelit, belilah obat ini. Minum dua tablet di malam hari, maka di pagi harinya saat Anda bangun tidur, masalah Anda akan selesai. Tapi apakah benar masalah akan selesai? Untuk jangka pendek, mungkin ya. Namun, untuk jangka panjang, rasanya tidak. Justru mungkin sebaliknya. Sebab, obat sembelit sebetulnya hanya merupakan pertolongan pertama, tidak boleh digunakan berkali-kali, apalagi dalam jangka panjang. Ini berlaku untuk

97

http://bukuobat.blogspot.com

hampir semua obat sembelit. Pengobatan sembelit yang utama bukanlah obat dari apotek tapi perubahan gaya hidup. Sembelitistilah medisnya konstipasipada umumnya berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Idealnya, kita buang air besar (BAB) setiap hari. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan umum untuk semua orang. Sebagian orang memang memiliki jadwal BAB rutin setiap pagi. Sebagian orang tidak memiliki jadwal rutin. Kadang hanya dua hari sekali. Sekalipun tidak rutin dan tidak setiap hari, kondisi ini tidak bisa disebut sebagai sembelit. Sebagai ukuran gampang, seseorang dikatakan mengalami konstipasi jika dalam seminggu ia hanya BAB dua kali atau kurang; tinjanya keras, sampai harus mengejan kuat saat BAB. Penyebab sembelit yang paling umum, antara lain:

1. Kurang bergerak Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus besar. Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging, bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau

98

http://bukuobat.blogspot.com

membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik yang bisa merangsang gerakan usus.

2. Kurang serat dan cairan Serat dan cairan diperlukan oleh usus untuk membentuk feses yang lembek dan mudah dikeluarkan. Jika seseorang kekurangan keduanya, feses menjadi keras dan susah dikeluarkan.

3. Perubahan hormonal Ini misalnya terjadi pada ibu hamil. Selain akibat perubahan hormonal, sembelit pada ibu hamil bisa juga terjadi karena usus ditekan oleh kandungan yang membesar. Perubahan hormonal tubuh saat mengalami stres dan depresi juga bisa memicu sembelit.

4. Kebiasaan menunda BAB Kebiasaan menahan keinginan BAB akan menyebabkan feses tertahan di usus besar lalu volumenya membesar dan menjadi kering sehingga memblokade jalan di usus besar. Akibatnya antreanfeses akan akan lebih lama tertahan di sana. Selain itu, kebiasaan menunda jadwal ke belakang juga bisa membuat usus besar menjadi malas bergerak sehingga bisa menyebabkan sembelit.

99

http://bukuobat.blogspot.com

5. Pemakaian obat tertentu Contoh, obat penenang. Obat ini biasa diresepkan untuk pasien yang mengalami kecemasan. Bukan hanya obat penenang, obat antisembelit pun bisa menyebabkan sembelit jika dipakai terlalu sering. Kok bisa? Obat antisembelit (istilah awamnya, pencahar) merangsang usus besar bergerak mendorong feses keluar. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama.

6. Kondisi sakit tertentu Sembelit pada umumnya tidak berbahaya, tapi ada kalanya ia merupakan gejala dari penyakit lain yang serius, misalnya penyumbatan pada usus, tumor usus, dan sebagainya.

7. Makanan tertentu Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit. Banyak makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh

100

http://bukuobat.blogspot.com

kental yang sepat juga bisa menyebabkan sembelit. Rasa sepat pada buah atau daun berasal dari komponen tanin yang dalam jumlah banyak bisa menyebabkan konstipasi. Tanin merupakan salah satu komponen utama ekstrak daun jambu biji yang punya khasiat antidiare yang membuat feses lebih padat dan tidak gampang keluar.

Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar akar masalah sembelit berasal dari pola hidup, dan karena itu tentunya masalah ini bisa diselesaikan dengan perubahan pola hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus berkonsultasi ke dokter. Sekalipun bukan tergolong masalah serius, konstipasi harus segera diatasi. Jika tidak, ia bisa bekembang menjadi wasir (ambien) atau infeksi anus. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, sembelit juga bisa meningkatkan risiko kanker usus besar (kolon). Agar kita terbebas dari sembelit, tentu saja kita harus menjauhi penyebabnya, dengan cara:

Konsumsi cukup serat Serat merupakan “nutrisi” penting yang sering terlupakan di dalam gaya hidup modern. Sumber serat terpenting adalah buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi

101

http://bukuobat.blogspot.com

serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 35 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga, seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi. Jika kita awalnya termasuk orang yang tidak begitu suka makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Sebab, jika kita tiba- tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas berlebihan di dalam usus.

Minum cukup air Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini juga untuk mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air 1,52 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan air yang ada di dalam buah yang kita makan. Minum air hangat pada pagi hari juga bisa mempermudah BAB.

Biasakan aktif bergerak Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus besar dan menyebabkan sembelit. Sekali lagi, aktivitas fisik antisembelit tak terbatas pada olahraga seperti joging,

102

http://bukuobat.blogspot.com

bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik yang bisa merangsang gerakan usus.

Biasakan “ke belakang” dengan jadwal rutin Paling gampang, biasakan BAB di pagi hari. Jangan suka menunda-nunda keinginan BAB. Jika BAB biasa ditunda, ini akan meningkatkan risiko kemungkinan konstipasi.

Sebisa mungkin hindari pencahar Jangan biasakan menyelesaikan masalah sembelit dengan langsung minum antisembelit yang kini banyak dijual bebas dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi efeknya hanya sesaat. Boleh dipakai tapi hanya sesekali. Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus- terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah sebabnya, obat pencahar sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama.

103

http://bukuobat.blogspot.com

Jika kita sudah melakukan semua tindakan pencegahan di atas dan masih saja sembelit, kita bisa minta bantuan kepada obat- obatan. Di apotek tersedia beberapa macam obat antisembelit. Sebagian bisa dibeli bebas, sebagian lainnya harus dengan resep dokter. Penulisan golongan obat di bawah ini berdasarkan urutan dari yang paling aman sampai yang paling banyak efek sampingnya.

Suplemen serat Ini sebetulnya bukan termasuk obat. Produk ini banyak dijual bebas, bahkan di toko-toko. Ini pilihan paling amandibandingkan kelompok obat di bawah. Penggunaan suplemen ini tidak menimbulkan ketergantungan, bisa digunakan berkali-kali. Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa tidak ada satu pun produk obat dan suplemen yang 100% aman. Suplemen serat memang relatif aman tapi pola penggunaannya tetap harus diperhatikan. Konsumsi serat ini harus disertai dengan banyak minum air putih. Kalau kita minum suplemen serat tapi kurang minum, serat ini justru bisa menimbulkan penyumbatan di usus. Suplemen ini sebetulnya lebih tepat digunakan untuk pencegahan. Jika kita sudah mengalami sembelit parah

104

http://bukuobat.blogspot.com

berhari-hari, minum suplemen mungkin tidak sanggup mengatasinya. Yang tak boleh dilupakanini yang paling pentingserat dari buah dan sayur jauh lebih baik daripada serat suplemen. Jika kita mengonsumsi buah dan sayur, kita tak hanya mendapatkan serat tapi juga vitamin, mineral, antioksidan, dan berbagai nutrisi lainnya.

Pelicin dan pelunak Obat jenis ini bisa menjadi pilihan jika suplemen serat tidak sanggup mengatasinya. Contoh obat golongan ini: natrium

laurilsulfoasetat, dokusat (dioktil sulfosuksinat), parafin cair, gliserin, polietilen gilkol (PEG), sorbitol, laktulosa.

a. Natrium lauril sulfoasetat termasuk golongan sabun yang lembut. Larutannya digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam dubur. Masih bersaudara dengan natrium lauril sulfatbahan dasar sabun cuci yang biasa kita pakai sehari-hari. Sabun memang memiliki sifat licin. Itu sebabnya sebagian orang kampung zaman dulu menggunakan larutan sabun cuci yang dimasukkan ke dalam anus (Don’t try this at home!) sebagai pertolongan pertama kalau anaknya sulit buang hajat.

105

http://bukuobat.blogspot.com

b. Parafin cair berfungsi mirip oli alias pelumas yang membuat dinding anus menjadi licin sehingga feses mudah keluar. Parafin adalah minyak mineral yang berbentuk cair. Digunakan dengan cara diminum. Sekalipun relatif aman, golongan minyak pelumas ini tetap tidak dianjurkan dipakai jangka panjang karena minyak ini bisa mengganggu penyerapan vitamin yang larut lemak, seperti A,D, E, dan K.

c. Gliserin punya fungsi yang mirip dengan parafin, yakni membuat feses menjadi lunak. Bahan-bahan di atas relatif aman karena hanya bekerja lokal di anus. Bisa digunakan untuk ibu hamil maupun bayi. Sekalipun relatif aman, obat golongan ini pun tetap tidak dianjurkan digunakan terlalu sering sebab bisa menyebabkan iritasi anus.

d. Sorbitol, laktulosa, PEG, dan garam inggris (garam magnesium), natrium fosfat termasuk kategori ini. Contoh merek yang terkenal: Dulcolactol®, yang mengandung laktulosa. Di usus besar, bahan-bahan yang dalam ilmu farmasi disebut osmotic agent tersebut mengikat air sehingga membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan tersebut bisa merangsang pergerakan usus.

106

http://bukuobat.blogspot.com

Sebagian obat pelicin dan pelunak digunakan dengan cara diminum, seperti parafin, laktulosa, dan garam inggris. Sebagian lainnya tidak diminum, tapi dimasukkan ke dalam dubur, misalnya natrium lauril sulfoasetat, PEG, dan sorbitol. Bentuknya bisa berupa supositoria padat (seperti torpedo), bisa berupa cairan kental atau gel yang dimasukkan ke dalam dubur. Dalam farmasi, bentuk cairan kental yang dimasukkan ke dalam anus ini disebut enema. Contoh produk enema yang terkenal: Microlax®. Sekalipun relatif aman untuk pemakaian sesekali, kelompok obat ini tetap tidak boleh digunakan terus- menerus karena bisa menyebabkan efek buruk seperti gangguan keseimbangan elektrolit.

Perangsang gerakan usus (stimulan motilitas usus) Contoh yang paling banyak digunakan di Indonesia:

bisakodil. Merek dagang yang paling terkenal: Dulcolax®. Obat ini bisa diminum, bisa duga digunakan dengan dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur. Dibandingkan golongan obat lainnya, obat jenis ini paling mudah digunakan. Tinggal minum di malam hari, maka esok paginya kita sudah bisa BAB. Kalau mau lebih cepat BAB, kita bisa memilih supositoria. Begitu torpedo ini dimasukkan

107

http://bukuobat.blogspot.com

ke dalam dubur, beberapa jam kemudian kita langsung ingin BAB. Meski begitu, sekali lagi, obat jenis ini tidak disarankan sering-sering dipakai, apalagi secara terus-menerus lebih dari dua minggu karena justru bisa membuat kita mudah mengalami sembelit. Dari sekian banyak produk di atas, yang paling aman sebetulnya suplemen golongan serat. Namun, suplemen jenis ini mempunyai kelemahan dalam hal efek BAB-nya tidak bisa didapat seketika. Biasanya butuh beberapa hari. Ini berbeda dengan obat golongan perangsang gerakan usus yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam. Contoh lain obat golongan perangsang usus: antrakunion dan obat tradisional dari daun sena. Ekstrak daun sena dipakai di sebuah merek yang cukup terkenal, bahkan termasuk salah satu peraih Top Brand Award, yaitu Laxing®. Produk ini termasuk salah satu merek laris dan dipersepsi tidak hanya sebagai obat pencahar, tapi juga obat pelangsing. Persepsi semacam ini mestinya perlu dikoreksi. Menurut beberapa situs rujukan, seperti National Health Service Inggris dan National Institutes of Health Amerika, obat tradisional daun sena sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari dua minggu. Artinya, urusan langsing harusnya dipisahkan dari urusan

108

http://bukuobat.blogspot.com

sembelit. Obat antisembelit semestinya tidak diperlakukan sebagai obat pelangsing.

Fenolftalin

Di Indonesia, sebagian obat antisembelit mengandung fenolftalin. Buku Informasi Spesialite Obat Indonesia setidaknya masih mencantumkan empat merek obat antisembelit yang mengandung fenolftalin. Di beberapa negara, bahan ini sudah tidak boleh digunakan sebagai obat bebas antisembelit karena diketahui bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan coba. Memang belum ada data penelitian massal pada manusia, tapi beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Kanada, memutuskan untuk melarang penggunaannya sebagai obat bebas antisembelit. Dari fakta ini saja kita bisa melihat bahwa ketika kita membeli obat antisembelit, kita dihadapkan pada risiko minum obat yang tidak sepenuhnya aman. Di Indonesia, obat ini secara hukum masih sah beredar sebagai obat bebas karena memang tidak ada larangan dari Badan POM. Meski begitu, demi alasan kesehatan, kita sebaiknya menghindarinya. Toh masih banyak pilihan lain yang lebih aman. Untuk informasi lebih detail, silakan kunjungi situs referensi di

http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol76/mono76-15.pdf.

109

http://bukuobat.blogspot.com

http://bukuobat.blogspot.com Serat Pelembab dan pelicin Perangsang usus Natrium fosfat Dokusat (dioktil
Serat Pelembab dan pelicin Perangsang usus Natrium fosfat Dokusat (dioktil sulfosuksinat) Lauril sulfoasetat,
Serat Pelembab dan pelicin Perangsang usus Natrium fosfat Dokusat (dioktil sulfosuksinat) Lauril sulfoasetat,

Serat

Pelembab dan pelicin

Perangsang usus

Serat Pelembab dan pelicin Perangsang usus Natrium fosfat Dokusat (dioktil sulfosuksinat) Lauril sulfoasetat,

Natrium fosfat

Natrium fosfat Dokusat (dioktil sulfosuksinat) Lauril sulfoasetat, sorbitol & PEG Bisakodil Ekstrak sena dan obat

Dokusat (dioktil

sulfosuksinat)

Lauril sulfoasetat, sorbitol & PEG

Bisakodil

sulfosuksinat) Lauril sulfoasetat, sorbitol & PEG Bisakodil Ekstrak sena dan obat tradisional lain Antrakuinon

Ekstrak sena dan obat tradisional lain

Antrakuinon

sulfosuksinat) Lauril sulfoasetat, sorbitol & PEG Bisakodil Ekstrak sena dan obat tradisional lain Antrakuinon
Vegeta®, Mulax®, Fiber®, Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus® Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®, Lactugra®,
Vegeta®, Mulax®, Fiber®, Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus® Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®, Lactugra®,

Vegeta®, Mulax®, Fiber®, Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus®

Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®, Lactugra®, Lactulax®, Lantulos®, Laxadilac®, Opilax®, Pralax®, Solac®

Fleet Enema®, Fosen®, Fleet Phosposoda®

Pralax®, Solac® Fleet Enema®, Fosen®, Fleet Phosposoda® Laxatab® Microlax®, Laxarec® Dulcolax®, Bicolax®,
Pralax®, Solac® Fleet Enema®, Fosen®, Fleet Phosposoda® Laxatab® Microlax®, Laxarec® Dulcolax®, Bicolax®,

Laxatab®

Laxatab®
Solac® Fleet Enema®, Fosen®, Fleet Phosposoda® Laxatab® Microlax®, Laxarec® Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®,
Solac® Fleet Enema®, Fosen®, Fleet Phosposoda® Laxatab® Microlax®, Laxarec® Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®,

Microlax®, Laxarec®

Microlax®, Laxarec®

Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®, Codylax®, Custodiol®, Laxacod®, Laxana®, Laxamex®, Laxana®, Melaxan®, Prolaxan®, Stolax®

Laxacod®, Laxana®, Laxamex®, Laxana®, Melaxan®, Prolaxan®, Stolax® Laxing®, Maximus®, Eucarbon® Danthron®
Laxacod®, Laxana®, Laxamex®, Laxana®, Melaxan®, Prolaxan®, Stolax® Laxing®, Maximus®, Eucarbon® Danthron®

Laxing®, Maximus®, Eucarbon®

Laxing®, Maximus®, Eucarbon®

Danthron®

Laxacod®, Laxana®, Laxamex®, Laxana®, Melaxan®, Prolaxan®, Stolax® Laxing®, Maximus®, Eucarbon® Danthron®

110

http://bukuobat.blogspot.com

10

SUPLEMEN

Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai namanya, “supplement” adalah pelengkap. Hanya diperlukan dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya bisa aktif setelah minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang mestinya hanya menjadi pelengkap. Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu berarti kita harus memperbaiki asupan nutrisi dari makanan kita. Suplemen mestinya tidak kita perlukan asalkan kita makan dengan

111

http://bukuobat.blogspot.com

cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup, serta pola hidup sehat lainnya. Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut “kondisi khusus” itu?

Hamil, menyusui, atau usia subur Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen zat besi untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang.

Aktivitas berat Misalnya pada olahragawan atau pekerja keras. Meskipun multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi), zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh memproduksi energi dari makanan.

Masa pertumbuhan Pada masa tumbuh kembang, suplemen mungkin diperlukan anak-anak untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya.

112

http://bukuobat.blogspot.com

Kurang gizi Contohnya orang yang sakit dalam jangka lama, terutama kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan mengganggu penyerapan vitamin K. Orang seperti ini membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri baik di dalam ususnya.

Kondisi khusus lainnya Misalnya, petugas kesehatan yang menangani wabah, pekerja yang sedang lembur, atau orang yang harus menjaga daya tahan tubuhnya dalam kondisi tertentu.

Vitamin

Salah satu komponen penting suplemen adalah vitamin. Yang termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Di kemasan suplemen, kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya:

Vitamin

Nama lain

A

Betakaroten

B-1

Tiamin

B-2

Riboflavin

B-3

Niacin

B-5

Asam pantotenat

113

B-6

Piridoksin

B-7

Biotin (Vitamin H)

B-9

Asam folat

B-12

Kobalamin

C

Asam askorbat

D

Kalsiferol

E

Tokoferol

http://bukuobat.blogspot.com

Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama, larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar, timbunan ini malah bisa berbahaya. Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah. Golongan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin (kelompok vitamin B kompleks). Karena larut di dalam air, vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses. Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko

114

http://bukuobat.blogspot.com

overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C berisiko menyebabkan sakit mag dan batu ginjal.

Jangan Sampai Tergantung

Sebagaimana makanan, suplemen multivitamin sebetulnya tidak menyebabkan ketergantungan. Namun, jika seseorang telah terbiasa minum dosis tinggi setiap hari kemudian mendadak menghentikannya, tubuhnya akan merasa seperti dalam keadaan kurang gizi. Ini disebabkan karena tubuhnya telah terbiasa mendapat suplai vitamin dosis tinggi. Dalam keadaan mendapat suplai dosis tinggi setiap hari, tubuh membiasakan diri mengeliminasi (membuang) vitamin dengan cepat. Sehingga, jika tidak mengonsumsi suplemen, ia akan menderita gejala seperti defisiensi (kekurangan) vitamin. Inilah penjelasan kenapa jika kita biasa minum suplemen lalu tiba- tiba berhenti, kita akan merasa kurang bertenaga. Sekali lagi, suplemen tidak untuk diminum setiap hari. Sekalipun Dian Sastro, Asmirandah, dan para artis lainnya membujuk kita untuk minum suplemen setiap hari, jangan mudah tergoda. Kalau kita setiap hari membutuhkan doping suplemen, itu berarti ada yang tidak beres dengan pola hidup kita, mungkin pola makan, olahraga, istirahat, atau stres yang kita hadapi sehari- hari. Daripada minum suplemen, lebih baik kita mengoreksi pola hidup yang tidak sehat.

115

http://bukuobat.blogspot.com

Konsultasikan ke Dokter

Meskipun suplemen bisa dibeli tanpa resep dokter, konsumen tetap disarankan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker lebih dulu sebelum mengonsumsinya. Ini perlu dilakukan terutama jika ia sedang hamil, menyusui, menderita penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung lainnya. Pasalnya, komponen tertentu dari suplemen mungkin dapat berinteraksi dengan obat atau kondisi fisik peminumnya. FDA mencontohkan: Ginkgo biloba, vitamin E, dan vitamin K bisa berinteraksi dengan aspirin (obat antinyeri dan penurun demam) dan obat pengencer darah, serta bisa meningkatkan risiko pendarahan internal. Selain bisa berinteraksi dengan obat atau kondisi tubuh, jika diminum secara keliru, suplemen juga malah dapat merugikan kesehatan. Sebagai contoh, suplemen yang mengandung campuran ginseng dan kafein bisa menyebabkan hipertensi jika diminum dalam jangka panjang. Padahal sebagian dari kita mungkin tidak bisa memulai aktivitas harian sebelum dipacu oleh suplemen berisi kafein dan ginseng.

Perhatikan Angka Kecukupan Gizi

Pada label suplemen, biasanya dicantumkan daftar yang memuat kandungannya, berikut persen angka kecukupan gizi (AKG).

116

http://bukuobat.blogspot.com

AKG menyatakan rata-rata jumlah vitamin atau mineral yang diperlukan tiap hari untuk mencapai kondisi sehat. Biasanya, AKG disusun berdasarkan kebutuhan orang pada diet 2.000 kalori. Namun ini tidak sama untuk semua orang. Besarnya kebutuhan vitamin dan mineral dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, aktivitas, kondisi fisik, dll. Anda yang sangat aktif, bisa membutuhkan lebih dari 2.000 kalori per hari. Tentu AKG- nya juga lebih besar daripada mereka yang kurang aktif.

Gizi Makanan Lebih Baik

Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa mendapatkan zat gizi dari makanan jauh lebih baik daripada lewat suplemen. Yang pertama, makanan mengandung zat gizi yang lebih kompleks. Segelas susu, misalnya, memberi kita kalsium, vitamin A, B-12, D, fosfor, magnesium, seng, dan masih banyak lagi zat gizi lain dalam komposisi yang alami. Komposisi ini tidak mungkin kita ganti dengan suplemen. Alasan kedua, di dalam makanan terdapat bahan-bahan fitokimia lain yang berguna dan tidak bisa ditemukan di dalam suplemen. Sebagai contoh, buah-buahan dan sayuran. Selain mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayuran mengandung serat, protein, lemak, karbohidrat, dan puluhan bahan fitokimia yang berguna bagi tubuh, seperti flavonoid, alkaloid, minyak asiri, dll.

117

http://bukuobat.blogspot.com

Meskipun mekanisme kerja sebagian bahan-bahan fitokimia

ini belum diketahui sepenuhnya, para ilmuwan yakin bahwa

mendapatkan zat gizi dari sumber makanan jauh lebih baik daripada dalam bentuk senyawa murni atau ekstrak seperti di dalam suplemen.

Jangan Mudah Percaya Iklan

Di Indonesia terdapat ribuan merek suplemen yang beredar di

pasar. Semua berlomba menggaet konsumen dengan iklan-iklan menggoda yang wara-wiri di televisi setiap beberapa menit. Bahkan ada juga produsen yang mengiklankan produknya dengan

cara yang sebetulnya tidak diperkenankan menurut regulasi periklanan produk farmasi, terutama produk suplemen yang mengandung bahan herbal. Produk-produk ini sering diiklankan memiliki khasiat ini dan itu, serta aman dikonsumsi jangka panjang tanpa efek samping. Faktanya, tidak semua bahan alam pasti aman dikonsumsi jangka lama. Pengaruh iklan bisa membuat konsumen berharap terlalu banyak dari suplemen, apalagi jika melihat model iklan yang ditampilkan. Padahal, Dian Sastro memang sudah cantik dari sononya meskipun tidak minum suplemen vitamin E.

118

http://bukuobat.blogspot.com

Tip Memilih Suplemen

Jika memang kita yakin butuh suplemen, beberapa hal berikut bisa kita pertimbangkan:

Hindari suplemen megadosis atau yang komposisinya tidak berimbang, misalnya 500% dari angka kecukupan gizi (AKG) untuk satu jenis vitamin, tetapi hanya 20% AKG untuk vitamin lain.

Periksa tanggal kedaluwarsanya. Hindari suplemen tanpa tanggal kedaluwarsa.

Teliti juga kemasannya. Kebanyakan senyawa vitamin mudah terurai, terutama jika disimpan dalam kondisi panas (misalnya di etalase yang terkena sinar matahari langsung) dan lembap. Kemasan buram, kotor, atau terdapat endapan pada larutannya, menunjukkan isinya sudah mengalami penurunan kadar.

Bersikaplah kritis dalam menilai mutu dan harga. Pada dasarnya semua suplemen yang terdaftar di Badan POM telah memenuhi kualitas minimal. Meski demikian, kualitas tambahan (misalnya kemudahan diserap tubuh) bisa berbeda meskipun komposisinya sama. Kualitas tambahan ini ditentukan oleh bahan-bahan tambahan dan teknologi formulasi masing-masing produsen.

119

http://bukuobat.blogspot.com

Namun ini pun tidak berarti kualitas suplemen yang mahal pasti lebih baik daripada suplemen murah. Harga sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya kemasan dan biaya iklan. Semakin luks kemasannya dan semakin gencar iklannya, harga produk farmasi biasanya juga akan semakin mahal. Ada kalanya produsen memosisikan produknya pada harga premium karena ingin menunjukkan sifat eksklusifnya, padahal bisa saja mutu produk sebenarnya biasa saja.

Hindari suplemen yang belum terdaftar di Badan POM, termasuk suplemen impor. Selama ini kita menganggap suplemen impor pasti berkualitas. Kenyataannya bisa bertolak belakang.

Untuk kita yang punya masalah alergi, hindari suplemen yang mengandung komponen alergen. Sebagai contoh, jika kita alergi terhadap makanan laut, hindari suplemen yang mengandung komponen bahan dari laut.

120

http://bukuobat.blogspot.com

11

VITAMIN C

Di jajaran suplemen multivitamin, vitamin C perlu mendapat perhatian khusus karena vitamin ini paling banyak dijual sebagai suplemen dengan klaim ini itu. Di pasaran terdapat ratusan merek suplemen vitamin yang berisi vitamin C. Seringkali dosisnya lebih besar dari kebutuhan harian kita. Vitamin C adalah vitamin yang paling sering dijual dalam dosis tinggi. Kebutuhan rata-rata manusia terhadap vitamin C sebetulnya tidak lebih dari 100 mg sehari. Tapi coba perhatikan kemasan produk-produk suplemen vitamin C. Banyak di antaranya yang mengandung vitamin C 500 mg hingga 1.000 mg. Vitamin C memang memiliki banyak sekali fungsi: menjaga daya tahan tubuh, menetralkan radikal bebas perusak sel-sel tubuh (seperti polutan dan asap rokok), mengurangi risiko kanker, memperlambat penuaan dini, dan sebagainya.

121

http://bukuobat.blogspot.com

Pendek kata, vitamin C adalah vitamin multifungsi. Sedemikian banyak fungsinya, sehingga vitamin ini dicampurkan ke dalam berbagai produk farmasi, mulai dari suplemen, obat flu, obat sariawan, obat “panas dalam”, hingga obat tambah darah. Di antara bermacam-macam vitamin, vitamin C adalah vitamin yang paling banyak dibutuhkan manusia. Kebutuhan kita terhadap vitamin ini sekitar 75-90 mg per hari. Sementara vitamin- vitamin lain hanya dalam hitungan mikrogram. Kalaupun dalam miligram, angkanya tidak lebih dari sepertiga dari kebutuhan vitamin C.

Siapa yang Butuh Ekstra?

National Institutes of Health merekomendasikan untuk orang- orang tertentu agar mengonsumsi vitamin C lebih besar dari rata- rata orang. Mereka adalah perokok, penderita stres fisik maupun mental yang berkepanjangan, orang dengan HIV/AIDS, penyandang tuberkulosis (TB), penderita luka bakar, kanker, hipertiriodisme, dan infeksi dalam jangka lama.

Hati-hati pada Sakit Mag

Larutan vitamin C di dalam air bersifat asamsesuai namanya:

“asam askorbat”. Jika diminum dalam dosis tinggi, vitamin C bisa menyebabkan keasaman lambung meningkat tajam. Karena itu jika mag Anda bermasalah, hindari minum vitamin C dalam

122

http://bukuobat.blogspot.com

keadaan perut kosong. Untuk mengurangi efek asam ini, sebaiknya vitamin C diminum bersama makanan lain. Sebetulnya di pasaran ada beberapa jenis vitamin C yang lebih bersahabat buat lambung, misalnya kalsium askorbat atau ester vitamin C. Akan tetapi, harga biasanya menjadi lebih mahal. Khasiatnya sama saja dengan vitamin C biasa yang lebih murah. Toh masalah lambung bisa diatasi dengan cara mudah, yaitu minum vitamin C bersama makanan.

Buah dan Sayur Lebih Baik

Sekali lagi, vitamin C paling bagus didapat dari makanan sehari- hari, berupa buah atau sayuran. Sebab, buah dan sayur mengandung komposisi gizi yang lebih baik daripada suplemen. Dari makanan nabati ini, kita tidak hanya akan mendapat vitamin C, tapi juga vitamin lain, mineral, serat, dan bahan-bahan fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Hampir semua buah mengandung vitamin C. Jeruk, semangka, apel, jambu, anggur, melon, mangga, nanas, avokad, pisang, dan sebagian besar buah-buahan. Dari golongan sayuran, vitamin C terdapat pada tomat, brokoli, kol, cabai, paprika, dan hampir semua sayuran segar lainnya. Vitamin C termasuk golongan vitamin larut di dalam air. Karena itu kita akan kehilangan manfaatnya jika memasak sayuran yang kaya vitamin C, kemudian membuang kuahnya.

123

http://bukuobat.blogspot.com

Dibandingkan dengan kebanyakan vitamin lain, vitamin C paling mudah terurai oleh panas dan lembap. Karena itu manfaat sayuran sebagai sumber vitamin C akan berkurang jika dimasak pada suhu tinggi. Dengan alasan yang sama, suplemen vitamin C akan kehilangan manfaat jika disimpan di tempat panas dan lembap.

Perlukah Minum hingga 1.000 mg?

Penyerapan vitamin C di saluran cerna dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah besarnya dosis yang kita minum. Semakin besar dosis, persentase yang diserap semakin kecil. Gambaran mudahnya, jika kita minum kurang dari 20 mg, sekitar 98%-nya diserap oleh tubuh. Namun jika kita minum 1.000 mg, yang diserap oleh tubuh hanya sekitar 50%. Dengan kata lain, penyerapan vitamin C akan lebih baik jika diminum beberapa kali dalam dosis kecil, daripada satu kali dalam dosis besar. Meskipun kebutuhan harian kita terhadap vitamin C tidak lebih dari 100 mg, dalam kenyataannya, banyak dari kita yang minum vitamin C jauh lebih besar dari itu, mulai dari ratusan hingga ribuan miligram sehari. Selain hanya akan dibuang lewat urine, menurut National Institutes of Health, tidak ada alasan bagi orang kebanyakan untuk minum vitamin C lebih dari 500 mg per hari.

124

http://bukuobat.blogspot.com

Perlu Diperhatikan

Hindari minum vitamin C dengan dosis kelewat tinggi (di atas 2.000 mg). Selain hanya akan dibuang, kadar vitamin C yang terlalu tinggi bisa menyebabkan gangguan lambung dan diare.

Di dalam tubuh, vitamin C yang terlalu tinggi kadarnya juga

akan meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal.

Jangan minum suplemen vitamin ini ketika melakukan tes laboratorium. Jika kita melakukan tes gula darah, misalnya, maka kelebihan vitamin C di dalam darah akan “dibaca” sebagai glukosa oleh alat pendeteksi. Akibatnya, tentu saja kadar glukosa terbaca lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan tentu saja bisa menyebabkan interpretasi yang keliru.

Vitamin C larut di dalam air sehingga tidak pernah disimpan di dalam tubuh. Karena itu kita harus mendapatkannya setiap hari dari makanan.

Jika kita menderita hipertensi dan menjalani diet rendah natrium, sebaiknya kita memperhitungkan kadar natrium ketika minum vitamin C dalam bentuk tablet effervescent (tablet buih). Di dalam tablet buih, terdapat natrium dalam bentuk bikarbonat. Bahan inilah yang menghasilkan buih jika berada

di dalam larutan asam. Jumlah natrium bisa 150-230 mg

(setara dengan 6-10% kebutuhan normal orang sehat).

125

12

http://bukuobat.blogspot.com

OBAT SARIAWAN

Minum vitamin C! Ini nasihat yang paling sering disarankan kepada kita tiap kali terkena sariawan. Apakah memang benar vitamin C bisa menyembuhkan sariawan? Memang kekurangan vitamin ini bisa menjadi salah satu penyebab sariawan. Tapi penyebab utama sariawan yang kita alami biasanya bukan karena kekurangan vitamin ini. Sariawan yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin C dalam bahasa medis disebut skorbut (scurvy). Ini penyakit jadul yang sekarang sudah jarang dijumpai. Skorbut merupakan bentuk sariawan berat yang ditandai dengan perdarahan hebat di berbagai organ tubuh, termasuk lidah, gusi, dan mulut. Penyakit ini banyak diderita pelaut zaman dulu yang harus berada di laut selama

126

http://bukuobat.blogspot.com

berbulan-bulan tanpa menu sayur dan buah-buahan. Mereka hanya makan roti dan daging awetan. Akibatnya, mereka menderita kekurangan vitamin yang banyak terdapat di dalam sayur dan buah. Para ilmuwan kemudian menyebut vitamin itu sebagai ascorbic acid (asam askorbat). Ascorbic berasal dari kata anti-scurvy. Bahan inilah yang kita kenal sehari-hari sebagai vitamin C. Jadi, memang benar bahwa kekurangan vitamin C bisa menjadi penyebab sariawan. Tapi itu sariawan berat (skorbut). Adapun sariawan yang lazim kita alami itu bukanlah kategori skorbut. Hingga kini para ahli kedokteran belum mengetahui secara persis penyebab sariawan. Namun, beberapa faktor di bawah ini diyakini berperan terhadap timbulnya sariawan, antara lain:

Gangguan sistem imun (yang menyerang gusi, lidah, atau mulut)

Daya tahan tubuh lemah

Kurang istirahat

Gangguan pencernaan, misalnya kekurangan serat dan air

Stres

Kurang vitamin dan mineral tertentu, misalnya vitamin B12, asam folat,