Anda di halaman 1dari 24

Osteophorosis pada Kehamilan

Pharmacoteraphy Project

Kelompok 7
1. Kartika Rahmawati 2. Anis Suryaningsih (10023110) 3. Yusnia Fairus 4. Raditya Endah 5. Utami Dwi Rahayu (10023109) (10023111) (10023112) (10023113)

Ny. Amn, 37 tahun, 6 anak, sering mengeluhkan nyeri pinggul. Keluhan nyeri ini sering muncul sejak kehamilan anaknya yang terakhir. Keluhan nyeri pinggul juga tidak berkurang meskipun sudah melahirkan. Selama kehamilan penderita mengalami gangguan nafsu makan dan kurang bisa mengikuti anjuran dokternya dalam mengkonsumsi kalsium. Dari hasil pengukuran bone densitometry diketahui bahwa ibu ini mengalami pengeroposan tulang. Kadar kalsium darah=3,5 mg/dl. Kadar fosfor serum=2,5 mg/dl. Kadar fosfatase alkali dalam batas normal. Bagaimana penatalaksanaan terapi dan apa farmakoterapinya?

kasus

Manifestasi Klinik
Subjektif :
nyeri pinggul sejak kehamilan anak terakhir dan pasca melahirkan gangguan nafsu makan selama kehamilan

Objektif:
Data Pasien Bone densitometry (tulang keropos) Kadar kalsium darah : 3,5 mg/dl Kadar fosfor serum : 2,5 mg/dl Kadar fosfatase alkali : normal Data Normal Tidak Keropos 9- 11 mg/dl 2.5 4.5 mg/dl 98 279 unit/L Ket Tidak Normal Rendah Normal Nirmal

ANALISIS MANIFESTASI KLINIS Data Pasien Analisis


Bone Terjadi pengeroposan tulang, karena kalsium dalam tulang diambil densitometry untuk memenuhi kebutuhan tubuh (untuk berkontraksi otot, dan (tulang keropos) nutrisi untuk janin), sehingga kepadatan tulang berkurang

Kadar kalsium Kalsium darah rendah,karena kebutuhan kalsium meningkat selama darah : 3,5 mg/dl kehamilan(untuk janin) sedangkan asupan kalsium ibu selama hamil rendah (tidak rutin mengkonsumsi suplemen Ca) Kadar fosfor Info: Tingkat fosfor tinggi biasanya disebabkan oleh penyakit ginjal. serum : 2,5 mg/dl Bila kadar fosfor meningkat, penyerapan kalsium akan terganggu sehingga dapat merapuhkan tulang.Pada pasien nilai Fosfor normal. Kadar fosfatase Info; ALP merupakan enzim dalam liver, adanya gangguan ALP alkali : normal mengindikasikan ada gangguan liver,akan tetapi nilai ALP pasien normal.

Nyeri Pinggul Keropos tulang sendiri cukup untuk menimbulkan keluhan, karena berkurangnya kekuatan tulang dalam menopang beban berat badan, membuat beban berat badan harus terbagi ke struktur-struktur lain di sekitar tulang belakang, termasuk jaringan sarafnya. Dalam hal ini, tekanan terhadap urat saraf-lah yang menimbulkan rasa sakit/nyeri.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah pengurangan massa tulang yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Dalam kondisi fisiologis, pembentukan tulang dan resorpsi berada dalam keseimbangan yang adil. Sebuah perubahan (peningkatan resorpsi tulang atau penurunan pembentukan tulang) dapat mengakibatkan osteoporosis.

Osteoporosis
Diagnosis osteoporosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang menggunakan densitometer : densitometer USG, pemeriksaan osteoclacin, dioksipiridinolin dan CTx (C-Telopeptide) di laboratorium. Pemeriksaan kepadatan tulang DXA (dual-energy x-ray absorptiometry).

Faktor Resiko
Masa amenorrhea (tidak mens) yang panjang kurang melakukan olahraga bentuk tubuh yang kurus ras putih (white race) umur diet calcium yang buruk Ibu hamil menopause awal (termasuk bilateral oophorectomy sebelum umur 50) Merokok dan kebanyakan pemakaian alcohol

medis (corticosteroids, thyroid hormone over replacement, pemakaian heparin yang terlalu lama)

Faktor Resiko Umur

ANALISIS FAKTOR RESIKO


Analisis Setelah umur 20 tahun,fungsional tubuh akan menurun 1%,termasuk kemampuan usus untuk menyerap mineral kalsium sehingga kita kehilangan 1% kalsium dalam tulang setiap tahun.

Masa amenorrhea (tidak setelah amenorrhea hormon estrogen hilang. Pada tulang ada 2 sel yang mens) yang panjang dinamakan osteoblast dan osteoklas. Osteoblast bertugas sebagai pembentuk tulang (bone formation), sebaliknya osteoklas bertugas menyerap (bone resorbtion). Tulang selalu diserap kemudian dibentuk kembali. Yang menyerap adalah osteoklas. Kerja osteoblas dipengaruhi oleh hormon estrogen. Kalau estrogen tidak ada, maka osteoblas yang membentuk tulang baru menjadi tidak ada . Padahal, proses penyerapan terus berlangsung

diet calcium yang buruk Asupan kalsium berkurang sehingga terjadi pengambilan kembali di tulang
kurang melakukan olahraga Salah satu aktivitas fisik yang dapat membantu memelihara tulang, adalah latihan beban. Pada dasarnya, bobot tubuh merupakan beban bagi tulang. Tulang akan giat membentuk sel ketika ditekan oleh bobot yang berat. Karena posisi tulang menyangga bobot maka tulang akan terangsang untuk membentuk massa pada area tersebut.

Merokok dan kebanyakan pemakaian alcohol menopause awal (termasuk bilateral oophorectomy) Tubuh yang kurus ras putih (white race) medis (corticosteroids, thyroid hormone over replacement, pemakaian heparin yang terlalu lama) Pada keadaan menopouse ditandai dengan amenorea,yang artinya tidak lagi dihasilkan estrogen.Dalam kondisi tersebut, kecepatan osteoklast lebih cepat dari osteoblast..Oophectomy adalah pengangkatan indung telur. Jika bobot tubuh ringan (kurus) maka massa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna. Pada ras kulit putih, secara genetis memiliki estrogen yang lebih rendah. Kortikosteroid menurunkan penyrerapan kalsium oleh usus,selain meningkatkan jumlah hilangnya kalsium dari tubuh melalui ginjal. Meningkatkan pengeluaran kalsium dari tulang. Heparin dapat menurunkan laju pembentukan tulang danmeningkatkan kecepatan resorbsi tulang dengan menyebabkan gangguan pada fungi osteoblast. Hormon tyroid berlebih dapat meningkatkan penghancuran tulang.

Klasifikasi Osteoporosis
sering menyerang wanita pasca menopause dan pria usia lanjut dengan penyebab Osteoporosis belum primer diketahui.
Osteoporosis postmenopausal

Osteoporosis Sekunder

disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau obatobatan. penyebabnya tidak diketahui, terjadi pada anak-anak Osteoporosis dan dewasa juvenil muda. idiopatik

akibat kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang)

akibat kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimb angan diantara kecepatan hancurnya Osteoporosis tulang dan senilis pembentukan tulang yang

patofisiologi
hamil -> volume darah meningkat sehingga kadar hemoglobin, albumin dan zat lain seperti Ca menurun. kebutuhan kalsium pasien tidak tercukupi dari makanan, janin butuh asupan Ca dalam jumlah banyak -> kalsium yang dibutuhkan janin (25-30 mg) diambilkan dari cadangan kalsium pada tulang ibu -> osteoporosis pada ibu

OSTEOPOROSIS PADA IBU HAMIL

Tujuan terapi
Mempertahanka n kepadatan tulang dan mencegah hilangnya masa tulang dengan cepat mencegah patah tulang mengurangi symptom melihat keamanan obat bagi ibu menyusui.

Kondisi menyusui

Kondisi menyusui
Estrogen menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Tingkat estrogen akan menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui. Karena itu, sebaiknya ibu menyusui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat mengurangi jumlah produksi ASI.Sehingga pemberian Estrogen dapat mengurangi produksi ASI

Kondisi menyusui
Tingkat keamanan Obat
Lactation Risk Categories L1 (safest) Keamanan Paling aman

L2 (safer)
L3 (moderately safe) L4 (possibly hazardous) L5 (contraindicated)

aman
Keamananya menengah Kemungkinan terjadi masalah Kontraindikasi

Standar Terapi
L3 tapi
menurunkan produksi ASI

L 3

L 5
L 5

Selective Estrogen Receptor Modulator (SERM) Obat ini berkhasiat meningkatkan massa tulang tetapi tidak memiliki efek negatif dari estrogen. Contoh: Tibolon,Raloxifen Metabolit vitamin D, yang merupakan bentuk aktif vitamin D setelah proses konversi oleh ginjal.Metabolit ini mampu mengurangi patah tulang akibat osteoporosis. Contoh: kalsitriol dan alpha kalsidol Golongan Biphosponat,yang bekerja dengan menekan pergantian tulang dengan menghambat osteoklast Contoh: : Risedronate, Alendronate, Pamidronate, Clodronate Kalsitonin, meningkatkan massa tulang dan menurunkan kecepatan fraktur.Efek analgesik dapat digunakan untuk menangfani akibat fraktur.

Farmakoterapi
A. Farmakologi Obat-obat terapi osteoporosis seperti biphosponat, estrogen, raloxifene, dan kalsitonin tidak direkomendasikan karena dapat menghambat ekskresi ASI, dan kontraindikasi dengan ibu menyusui. Sehingga tidak direkomendasikan. Terapi pada kasus tersebut adalah: Suplemen vitamin D (kebutuhan kalsium busui 1500 mg/hari, dan bumil 1200 mg/hari) {L3} Ex: Calporosis D 500 Metabolisme pertumbuhan tulang. (Suplemen Kalsium) Ex: Ossoral 200 mg/800 mg Untuk meringankan rasa nyeri pinggul : PCT 500 mg-> L1 -> dosis aman 650 sampai kurang dari 1 gram,uatau dapat digunakan ibuprofen ->L1 -> Dosis aman per hari 400mg 2400mg. Susu kaya kalsium.Prenagen Lactamom

B. Non farmakologi Paparan sinar UV B selama 30 menit pagi sebelum jam 9dan sore sesudah jam 4. Melakukan olah raga dengan beban untuk meningkatkan massa tulang Gaya hidup sehat Menjaga jarak kehamilan berikutnya antara 2 hingga 3 tahun untuk menjaga kestabilan kalsium yang normal yang diperlukan bagi ibu hamil.

Kesimpulan
Ny. Amn menderita osteoporosis, terapi yang di berikan: 1. Suplemen vitamin D dan Ex: Calporosis D 500 (1x1 tablet sehari) 2. Metabolisme pertumbuhan tulang. (Suplemen Kalsium,mengaur keseimbangan kalsium dan fosfat selama menyusui) Kalsium (kebutuhan kalsium busui 1500 mg/hari, dan bumil 1200 mg/hari) Ex: Ossoral 800 mg (mengandung kalsium 178 mg dan fosfor 82 mg aturan pakai 3x 2 kapsul salut sehari) 3. Rasa nyeri pada osteoporosis dapat dikurangi dengan pemberian terapi analgetik ex:pct,sebagai alternatif dapat digunakan ibuprofen serta pemberian ppi ex : omeprazole jika digunakan PCT untuk mengatasi ES dari Paracetamol Ex: - Ibuprofen 400mg sprn maksimal 2,4 g perhari, (Lebih dianjurkan)atau - Paracetamol 500 mg sprn maximal 1 gram perhari+Omeprazole 20mg 4. Susu Kaya Kalsium,ex: Prenagen Lactamom (kandungan Kalsium 350mg/sajian) diminum 2kali sehari.

PERTANYAAN 1. Ria Fitriani 1003 Apakah ada kemungkinan terjadi hiperkalsemia? Jawab : Tidak, dalam kasus ini apoteker telah menyesuaikan dosis calsium yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan calsium untuk ibu menyusui. Kalsium (kebutuhan kalsium ibu menyusui 1500 1800 mg/hari Pada kasus ini,direkomendasikan Ossoral 800 mg (mengandung kalsium 178 mg dan fosfor 82 mg ) dengan aturan pakai 3x 2 kapsul salut sehari,yang artinya osoral diminum 6 kapsul dalam sehari; Perhitungan Kalsium yang masuk : 1. Ossoral : 6 kapsul x 178 (tiap kasul mengandung 178 kasium) : 1068 mg 2.Prenagen Lactamom : 350mg/sajian x2kali sehari : 700mg Total asupan kalsium/hari = 1068mg +700mg =1768 mg/hari Artinya kalsium yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kalsium ibu hamil,sehingga tidak terjadi hiperkalsemia.