Petunjuk Teknis Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER

1

DAFTAR ISI Daftar Isi BAB I Pendahuluan .................................................................... A. Latar Belakang .................................................................... B. Tujuan .................................................................................. C. Ruang Lingkup ................................................................... BAB II Dekonsentrasi PROPER 2012 ........................................ BAB III Tahap Persiapan ............................................................. A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER ............................. B. Penguatan Kapasitas ......................................................... C. Sosialisasi ............................................................................ BAB IV Inspeksi Lapangan dan Supervisi ............................... A. Pengumpulan Data Awal ................................................. B. Pelaksanaan Inspeksi ........................................................ C. Penyusunan Laporan Inspeksi ......................................... D. Supervisi .............................................................................. BAB V Pemeringkatan ................................................................ A. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara ............................................................. B. Pemberitahuan Hasil Peringkat Sementara ................... C. Sanggahan/Klarifikasi ...................................................... D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER .............. BAB VI Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota .................. BAB VII Jadual Kegiatan Proper 2012 ....................................... BAB VIII Evaluasi dan Pelaporan ...............................................

4 4 5 5 6 9 9 9 10 11 11 11 13 14 16 16 17 18 19 20 21 23

2

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadiran ALLAH SWT, Petunjuk Teknis Kegiatan Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER, Tahun 2012 dapat kami susun tepat pada waktunya. Dalam rangka menjawab pengelolaan lingkungan yang lebih baik, Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan mengupayakan perencanaan program dan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER, dapat dilaksanakan secara terarah dan terukur oleh Pemerintah Provinsi sesuai sasaran kinerja Kementerian Lingkungan Hidup. Petunjuk teknis ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan kegiatan dekonsentrasi di daerah dalam upaya meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup dan menjaga agar pencemaran lingkungan hidup dapat dicegah sejak dini. Akhir kata kami berharap Petunjuk Teknis ini bermanfaat bagi para pihak dalam mengupayakan perbaikan kualitas lingkungan demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Saran dan masukan terhadap Petunjuk Teknis ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja PROPER.

Jakarta, 5 Desember 2011 Deputi MENLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan

M.R. Karliansyah

3

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia, pada hakekatnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Daerah melalui pendelegasian kewenangan yang dimiliki dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah agar terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan utama penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas perbantuan adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di daerah, sebagaimana dimaksud dalam konsideran Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, serta penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, telah menetapkan urusan bidang lingkungan hidup yang menjadi Kewenangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria eksternal, akuntabilitas dan efisiensi. Dalam pelaksanaan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup, Menteri memandang perlu untuk menyelenggarakan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah. Dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjunjung pencapaian sasaran prioritas nasional yang termuat dalam Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yang diukur berdasarkan indikator kinerja utama meningkatnya pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi; menurunnya pencemaran lingkungan pada air, udara, sampah, dan limbah B3; memastikan penghentian kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS); tersedianya kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim; dan meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Pengawasan pengendalian pencemaran air dan udara serta limbah B3 melalui mekanisme PROPER merupakan satu dari Program Nasional yang dilaksanakan secara dekonsentrasi. Untuk menstandarkan pelaksanaan dekonsentrasi tersebut perlu disusun petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah

4

(SKPD) Provinsi dalam melaksanakan lingkup penyelenggaraan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup. B. Tujuan Tujuan petunjuk teknis ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi institusi pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi dalam melaksanakan tugas dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER. C. Ruang Lingkup Petunjuk teknis dekonsentrasi ini memuat langkah-langkah dan standar teknis pelaksanaan PROPER di Provinsi. Petunjuk teknis terdiri dari BAB I Pendahuluan yang menjelaskan mekanisme umum Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER. BAB II Mekanisme Pelaksanaan Proper Dekonsentrasi 2012, BAB III menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan untuk persiapan pelaksanaan PROPER. BAB IV menjelaskan tentang mekanisme dan prosedur pelaksanaan inspeksi lapangan dan supervisi. Langkah setelah inspeksi lapangan dan supervisi dijelaskan dalam BAB V tentang Pemeringkatan. Salah satu tugas dekonsentrasi adalah peningkatan kapasitas Kabupaten/Kota. Langkah-langkah peningkatan kapasitas di jelaskan pada Bab VI. Sedangkan Bab VII menjelaskan tentang Jadual Pelaksanaan dan selanjutnya pada Bab VIII dijelaskan tentang Evaluasi & Pelaporan. Untuk kepraktisan buku ini, maka Lampiran-lampiran dipisahkan dari Buku Petunjuk Teknis.

5

BAB II DEKONSENTRASI PROPER 2012 Pelaksanaan PROPER periode 2011-2012 ditargetkan untuk melakukan pengawasan terhadap 1355 perusahaan dengan ketentuan: a. 860 pengawasan penaatan PROPER dilakukan oleh 21 Provinsi. b. 495 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. c. Pengawasan dan usulan peringkat Biru, Merah dan Hitam dilakukan oleh 21 Provinsi dan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. d. Penilaian Hijau dan Emas dilakukan oleh Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. e. Penetapan peringkat dilakukan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup. Proses penetapan provinsi yang berperan serta pada pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2012 telah ditentukan melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengendalian Pencemaran yang dilakukan di Jakarta pada tanggal 26-27 Juli 2011. Pada Rakernis tersebut telah disetujui jumlah dan nama perusahaan yang akan dilakukan pengawasan penaatan oleh 21 Provinsi. Untuk memperbaharui data perusahaan yang mutakhir, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan telah mengirimkan surat No. B-9991/Dep.II/LH/11/2001 Perihal Industri Dekon 2012 untuk meminta masing-masing Provinsi mengajukan daftar nama perusahaan yang akan di PROPER pada periode 2011-2012. Seluruh provinsi telah memberikan respon dengan rekapitulasi jumlah industri yang diusulkan sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi perusahaan peserta PROPER melalui mekanisme dekonsentrasi.
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 PROVINSI Bali Banten Bengkulu D.I. Yogyakarta Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kep. Bangka Belitung Lampung Maluku NTB Riau Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Utara Sumatera Barat MPJ 19 70 0 15 5 61 37 40 1 4 0 4 1 15 2 10 1 6 5 RAKERNIS 2011 PEM AGRO TOTAL 6 0 25 6 19 95 4 9 13 2 4 21 10 18 33 23 12 96 16 21 74 18 17 75 11 11 23 20 16 40 10 8 18 2 31 37 4 4 9 9 1 25 13 46 61 8 9 27 2 3 6 8 17 31 4 15 24 USULAN PROVINSI 2012 MPJ PEM AGRO TOTAL 19 6 0 25 73 8 14 95 0 6 9 15 15 2 4 21 6 15 18 39 60 23 32 115 37 14 11 62 20 16 36 72 2 4 24 30 7 20 13 40 0 10 9 19 5 2 30 37 1 4 4 9 17 8 1 26 5 19 35 59 8 9 4 21 1 2 3 6 11 8 12 31 5 4 15 24

6

Tahapan Pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2012 7 . Persiapan 2. Dekonsentrasi PROPER dilaksanakan dengan melaksanakan 4 tahapan pelaksanaan PROPER sebagai berikut : 1. Peningkatan Kapasitas PERSIAPAN PENETAPAN TIM TEKNIS & TIM PELAKSANA PENGUATAN KAPASITAS SOSIALISASI PENGUMPULAN DATA INSPEKSI LAPANGAN & SUPERVISI INSPEKSI TAHAP I SUPERVISI TAHAP I INSPEKSI TAHAP II SUPERVISI TAHAP II INSPEKSI TAHAP III SUPERVISI TAHAP III PEMERINGKATAN PENAATAN PENYUSUNAN RAPORT SEMENTARA REVIEW PERINGKAT TAHAP I PENENTUAN PERINGKAT SEMENTARA PEMBERITAHUAN PERINGKAT SEMENTARA MASA SANGGAHAN REVIEW SANGGAHAN REVIEW PERINGKAT TAHAP II USULAN PERINGKAT PENINGKATAN KAPASITAS PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN / KOTA Gambar 1. PEM = Sektor Pertambangan Energi Migas.No. Inspeksi Lapangan dan Supervisi 3. 20 21 PROVINSI Sumatera Selatan Sumatera Utara Jumlah MPJ 7 25 328 RAKERNIS 2011 PEM AGRO TOTAL 27 17 51 13 25 63 216 303 847 USULAN PROVINSI 2012 MPJ PEM AGRO TOTAL 7 27 17 51 24 13 26 63 323 220 317 860 Keterangan : MPJ = Sektor Manufaktur Prasarana Jasa. Pemeringkatan Penaatan 4. AGRO = Sektor Agroindustri Adapun daftar lengkap perusahaan peserta PROPER yang didekonsentrasikan kepada Provinsi terdapat pada Lampiran 2.

yakni: 1. Untuk menjamin kredibilitas dan akuntabilitas pelaksanaan PROPER.Dalam melaksanakan dekonsentrasi PROPER terdapat beberapa prinsip dasar yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaannya. semua aparat yang terlibat dalam pelaksanaan PROPER wajib melaksanakan etika Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup. 6. akurat. 3. Melaporkan fakta-fakta hasil pengawasan secara lengkap. 5. Menaati semua ketentuan disiplin dan sumpah pegawai negeri. Menguasai dan menerapkan konsep K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) selama melaksanakan pengawasan. Menghindari setiap pertentangan kepentingan karena faktor finansial atau kepentingan lainnya yang berkaitan dengan hasil pengawasan. Kriteria penilaian PROPER adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1. 8. Salah satu prinsip dasar adalah pelaksanaan PROPER yang didekonsentrasikan kepada 21 Provinsi tersebut di atas. Berkomunikasi secara sopan dan profesional dengan petugas dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. 4. 7. 8 . Berpenampilan pantas termasuk mengenakan pakaian dan peralatan pelindung untuk keselamatan kerja. Melengkapi diri dengan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan yang mudah dibawa untuk menghindari hutang budi terhadap usaha dan atau kegiatan. Kriteria Penilaian PROPER dan Mekanisme Pelaksanaan PROPER wajib mengikuti ketentuan PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. dan obyektif. 2. Selalu berupaya meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan teknis.

Adapun langkah-langkah tahap persiapan antara lain adalah: A. d. 2) Tim Pengolah Data yang bertugas mengelola data hasil pengawasan lapangan dan menyiapkan Rapor. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan penguatan kapasitas dengan ketentuan: 9 . c. 2. Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi: 1) Staf administrasi yang bertugas menyelesaikan urusan administrasi dan keuangan. Penguatan Kapasitas Dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan PROPER. adalah pejabat pengawas lingkungan hidup daerah atau staf teknis yang memperoleh pelatihan pengawasan PROPER.BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan pada dasarnya adalah persiapan untuk melaksanakan kegiatan PROPER selanjutnya. B. Langkah-langkah penyusunan tim adalah sebagai berikut : 1. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER Tahap pertama dalam persiapan pelaksanaan dekonsentrasi PROPER 2012 adalah melakukan penyusunan Tim Pelaksana PORPER Provinsi. Perangkat lunak seperti Kriteria Penilaian. Tim Pengolah Data harus menguasai komputer terutama aplikasi Ms Word dan Ms Excel. perusahaan yang akan di PROPER. Ketua Tim Pelaksana PROPER. Tim Inspeksi PROPER Provinsi. Kepala Institusi Lingkungan Hidup Provinsi menetapkan susunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi dalam suatu surat keputusan dengan susunan sebagai berikut: a. b. maka sumberdaya manusia pelaksana harus memenuhi persyaratan kompetensi yang standar. Kepala Intitusi Lingkungan Hidup Provinsi menyampaikan Surat Keputusan Tim Pelaksana PROPER Provinsi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. adalah Kepala Bidang yang menangani pengawasan. Khusus untuk penilaian aspek kerusakan lingkungan kegiatan pertambangan dapat dilakukan bekerjasama dengan inspektur tambang pada instansi pertambangan Provinsi. Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan PROPER perlu disiapkan agar pelaksanaan PROPER sesuai dengan target dan jadual yang ditetapkan.

4. Output: 1. seminar dan workshop. Output kegiatan: 1. 2. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas C. Sertifikasi Petugas Inspeksi PROPER didasarkan atas uji kompetensi dan tingkat kehadiran peserta dalam kegiatan peningkatan kapasitas. Tim Pelaksana PROPER Provinsi yang telah memperoleh sertifikasi melakukan peningkatan kapasitas kepada Tim Pelaksana PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Tim Teknis PROPER. peserta sosialisasi dan menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. 3. Jumlah orang yang mendapat sertifikat 3. Jumlah orang yang dilatih 2. 4. Tim teknis PROPER melakukan penguatan kapasitas sumberdaya manusia kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi. Jumlah peserta sosialisasi 3. Tidak diperkenankan memungut anggaran dari perusahaan atau peserta untuk pelaksanaan sosialisasi. Sosialisasi Dalam rangka menginformasikan keikutsertaan dan kriteria serta mekanisme PROPER kepada perusahaan maka Tim Pelaksana PROPER Provinsi mengadakan sosialisasi PROPER dengan ketentuan: 1. 2. Laporan Pelaksanaan kegiatan sosialisasi 10 . Sekretariat PROPER Provinsi mendokumentasikan jumlah dan kehadiran perusahaan yang memperoleh sosialisasi. Jumlah perusahaan yang memperoleh sosiaslisasi 2. Pelaksanaan Sosialisasi menggunakan narasumber dari Unit Teknis Kementerian Lingkungan Hidup yang menangani PROPER. Tim Pelaksana PROPER Provinsi dapat melaksanakan sosialisasi kepada pemangku kepentingan lain dalam rangka mendukung pelaksanaan PROPER melalui berbagai metode seperti pencetakan dan penyebaran leaflet dan booklet. 3. Sekretariat PROPER mengkoordinasikan pelaksanaan penguatan kapasitas dan sertifikasi Petugas Inspeksi PROPER. Tim Pelaksana PROPER Provinsi mengundang perusahaan peserta PROPER tahun 2012 di wilayahnya dan perusahaan lain yang diproyeksikan akan diikutsertakan dalam PROPER tahun berikutnya. dan kegiatan dengan media massa.1.

kapasitas produksi atau jasa. Laporan Pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL. Profil Perusahaan yang memuat informasi dasar seperti nama dan alamat perusahaan. B. upaya pengendalian penemaran yang dilakukan dan upaya penanganan limbah B3. Pengumpulan data awal dilaksanakan dengan ketentuan : 1. 11 . Persiapan yang baik dengan informasi awal yang lengkap merupakan faktor penentu utama pelaksanaan inspeksi yang efektif dan efisien.BAB IV INSPEKSI LAPANGAN DAN SUPERVISI A. 2. Output: Data kuisioner yang telah diisi oleh usaha dan/atau kegiatan. b. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER bagi perusahaan yang telah diperingkat periode penilaian sebelumnya. Setiap Tim Inspeksi terdiri dari: a. Pelaksanaan inspeksi Dalam rangka rangka pengambilan data sekunder dan primer Tim Pelaksana PROPER melakukan inspeksi lapangan dengan ketentuan: 1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi mengumpulkan data awal berupa : a. c. d. Tim Pelaksana PROPER Provinsi dapat mengumpulkan data dengan kuisioner dan menyampaikan hasil kusioner kepada Sekretariat PROPER. yang digunakan untuk menyusun strategi inspeksi lapangan. Pengawas PROPER Provinsi : 2 (dua) orang untuk pengawasan Aspek Air. Laporan Pelaksanaan Izin. Pengawas PROPER Kabupaten/Kota : 1 (satu) orang Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota atau staf teknis yang sudah mendapat pelatihan PROPER. proses produksi atau jasa. Pengumpulan Data Awal Pengumpulan data awal bertujuan mengumpulkan informasi awal. Udara dan Pengelolaan limbah B3 serta pengendalian kerusakan lingkungan (kegiatan pertambangan). b.

Tahap III : 11 Juni s/d 3 Agustus 2012. Nama petugas tim inspeksi lapangan harus sesuai dengan yang tercantum dalam SK Tim Inspeksi PROPER Provinsi. g. b. Kinerja penaatan dalam pengendalian kerusakan lingkungan (khusus untuk kegiatan pertambangan). Informasi umum usaha dan atau kegiatan yang dinilai. 12 . e. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib melaporkan kemajuan pelaksanaan inspeksi kepada Sektretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup setiap bulan. Tim Inspeksi lapangan harus dilengkapi dengan surat tugas dengan ketentuan: a. 11. b. d. Lokasi pengambilan sampel air limbah wajib dilakukan pada titik penaatan. 8. f. Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran air. mengacu pada panduan inspeksi 5. 3. Kinerja penaatan pengelolaan limbah B3. 9. Tahapan Inspeksi TAHAP INSPEKSI I II III TARGET INSPEKSI 25 % 70 % 100 % KETERANGAN 7. Tahap I : 5 Maret s/d 6 April 2012. b. Ketua tim inspeksi Provinsi harus Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah atau Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi. Pelaksanaan AMDAL. 10. 6. Tahap II : 16 April s/d 1 Juni 2012. Setiap pengambilan sampel air limbah wajib dilakukan oleh petugas laboratorium yang terakreditasi. UKL/UPL. Nama petugas yang menandatangani Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat tugas. Pada setiap akhir tahap inspeksi. c. Seluruh biaya pelaksanaan inspeksi ditanggung oleh biaya APBN Kementerian Lingkungan Hidup melalui dana dekonsentrasi. Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran udara. Tim Pelaksana PROPER Provinsi sudah harus menyelesaikan inspeksi dengan target sebagai berikut : Tabel 2.2. yang didalamnya paling tidak memuat informasi : a. Perizinan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. 4. Pada akhir pengawasan harus disusun Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. Pelaksanaan inspeksi dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut: a. Pelaksanaan inspeksi yang dilakukan harus PROPER. c.

14. Jika tersedia data elektronik maka Tim Pelaksana PROPER Provinsi dapat menyerahkan data elektronik.h. i. Laporan inspeksi disusun dengan ketentuan: 13 . Foto-foto hasil pengawasan lapangan. Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. 3. Tim Inspeksi Lapangan wajib membuat Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. 2. 6. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. 15. Lampiran data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup daerah. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER atau Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai hak penuh untuk mengakses dokumentasi Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Format Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER mengacu pada Lampiran 3. Output kegiatan: 1. Data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. k. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. 4. Penyusunan Laporan Inspeksi Laporan inspeksi adalah laporan Tim Inspeksi lapangan kepada atasan masing-masing untuk melaporkan hasil pengawasannya sehingga atasan dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan hasil pengawasan yang berpotensi atau telah melanggar peraturan lingkungan hidup dan berpotensi atau telah menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. 16. Sekretariat PROPER Provinsi sangat dianjurkan untuk mendokumentasikan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER dalam bentuk data elektronik (discan) selain tetap mendokumentasikan berkas dalam bentuk manual (hard copy). Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. C. Jika perusahaan menolak untuk dilakukan pengawasan. 12. j. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Satu copy Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER wajib disampaikan kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. 5. Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan). 13.

Format ringkasan ketaatan perusahaan sesuai Lampiran . Output Kegiatan: Dokumentasi laporan inspeksi lapangan D. Data hasil pengambilan sampel oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi1. c. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. e. f. d. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. Supervisi dilaksanakan secara bertahap pada setiap akhir tahapan inspeksi lapangan dengan jadual pelaksanaan sebagai berikut: Tabel 3. 2. pengelolaan limbah B3. Supervisi Kegiatan Supervisi dilakukan untuk merekapitulasi hasil inspeksi dan menyusun Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. b. Hasil Pengisian Daftas Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. 3. Pada setiap akhir kunjungan inspeksi lapangan. maka hasil analisis ini dapat disusulkan. pengendalian pencemaran udara. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup memiliki hak penuh untuk mengakses laporan inspeksi ini. 14 . Laporan inspeksi wajib didokumentasikan oleh Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi secara sistematis sehingga mudah ditelusuri. dan pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian kepada atasan masing-masing dengan dilampiri oleh: a. petugas inspeksi wajib menyelesaikan laporan inspeksi berupa ringkasan ketaatan perusahaan dalam aspek pengendalian pencemaran air. Tahapan Supervisi SUPERVISI Tahap I Tahap II Tahap III TANGGAL 9-13 April 2012 4-8 Juni 2012 6-10 Agustus 2012 Pelaksanaan Supervisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1 Karena proses analisis laboratorium biasanya memerlukan waktu 1 bulan. Data Swapantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai.1.

Tim Pelaksana PROPER Provinsi melaporkan hasil supervisi kepada Kepala Instansi Lingkungan Hidup Provinsi. Berita Acara Supervisi. 4. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER beserta lampirannya. 3. Output kegiatan: 1. Data-data kualitas air limbah. c. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. 5. emisi dan pengelolaan limbah B3 harus sudah dalam format seperti yang terdapat pada Lampiran 4. Format dan ketentuan tentang Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara mengacu kepada Sub Bab Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara pada bagian selanjutnya petunjuk teknis ini. 2.1. d. Kumpulan Hasil Inspeksi. b. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan dan Berita Acara Supervisi. 2. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menyiapkan bahan bahan supervisi sebagai berikut : a. 3. Laporan hasil inspeksi. sedangkan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan hasil supervisi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Sekretariat PROPER Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib mendokumentasikan Laporan Hasil Supervisi. Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan 4. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi terhadap proses penyusunan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. 15 .

Pengendalian Pencemaran Air. untuk kemudian disampaikan kepada Sekretariat PROPER. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup. 4. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara Langkah pertama untuk pemeringkatan adalah penyusunan Rapor semetara. Petugas inspeksi PROPER wajib menyelesaikan Rapor Sementara berdasarkan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. Adapun pelaksanaan penyusunan Rapor Sementara dilakukan dengan ketentuan : 1.BAB V PEMERINGKATAN A. Pengelolaan limbah B3 sesuai dengan kriteria penilaian PROPER yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 5. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. Pada tahapan ini sebenarnya adalah tahapan untuk memutakhirkan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara yang telah disusun pada saat supervisi dengan memasukkan data-data pemantauan dan neraca limbah B3 yang terbaru. 2. 5. foto-foto hasil pengawasan lapangan. Format Rapor Sementara yang ditetapkan oleh Tim Teknis. Tim Pelaksana PROPER Provinsi kemudian menyusun status penaatan/peringkat awal usaha dan atau kegiatan yang dinilai. 3. Pengendalian Pencemaran Udara. Tim Pelaksana PROPER Provinsi selanjutnya melaporkan secara tertulis hasil status penaatan / peringkat awal usaha dan atau kegiatan yang dinilai kepada Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi. b. udara dan limbah B3 serta pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) mengacu pada : a. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan dan progress perbaikan yang telah dilakukan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. yang merupakan hasil rekapitulasi dari Rapor Sementara sesuai Lampiran 6. Data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. Format Rapor Sementara yang memuat kinerja perusahaan dalam pengendalian pencemaran air. 16 . Dihitung dengan menggunakan spreadsheet analisa kinerja yang telah ditetapkan. Rapor Sementara adalah penilaian sementara kinerja pengelolaan lingkungan aspek AMDAL/UKL-UPL.

Rapor Sementara disampaikan kepada Perusahaan pada tanggal 10 s/d 14 September 2012.6. 3. Langkah langkah untuk memberitahukan hasil peringkat sementara adalah sebagai berikut : 1. 17 2. Pemberitahuan peringkat sementara secara tertulis ke Perusahaan dilakukan melalui surat Kepala instansi lingkungan hidup dengan tembusan Ketua Tim Teknis PROPER. Output kegiatan: 1. 5. 4. Kepala institusi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan secara tertulis hasil status sementara penaatan Perusahaan beserta Rapor Sementara kepada Ketua Tim Teknis melalui Sekretariat PROPER tanggal 31 Agustus 2012. . Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun status penaatan/peringkat awal usaha dan atau kegiatan yang dinilai. Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara. 7. B. Rekapitulasi status penaatan. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan peer review dalam penyusunan Rapor Sementara. Rapor Sementara hasil evaluasi pengawasan kinerja penaatan PROPER. validitas data dan menjamin kredibilitas pelaksanaan PROPER serta kesesuaian dengan jadual pelaksanaan PROPER yang ditelah ditetapkan. 8. 2. langkah selanjutnya adalah menyampaikan Rapor tersebut kepada perusahaan untuk memperoleh tanggapan. Surat penyampaian status penaatan usaha dan atau kegiatan yang dinilai dan peringkat awal usaha dan atau kegiatan. 3. Pemberitahuan hasil peringkat sementara Setelah Rapor Sementara diselesaikan. 4. yang merupakan hasil rekapitulasi dari rapot sementara dan Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara. Pemberitahunan secara tertulis kepada perusahaan harus mencantumkan tanggal dan tempat untuk menyampaikan sanggahan atau klarifikasi terhadap Rapor sementara. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib memiliki sistem untuk memastikan Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara dapat diterima oleh Perusahaan yang dinilai. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi untuk memastikan kesesuaian Rapor Sementera dengan kriteria penilaian PROPER.

Output kegiatan: 1. Tanda terima pengiriman dokumen C. Perbaikan peringkat perusahaan hanya dapat dilakukan jika : a. 4. b. melengkapi data yang masih belum dimasukkan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi. terdapat kesalahan data yang dimasukkan kedalam Rapor sementara oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi. 2. Apabila tidak ada sanggahan dalam jangka waktu 2 s/d 5 Oktober 2012. maka wajib didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan perlu atau tidaknya perubahan peringkat perusahaan. maka Perusahaan dianggap menerima hasil Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara. 3. Perbaikan peringkat Perusahaan atau. Berita acara penerimaan Rapor Sementara 2. Jika terdapat sanggahan yang tidak berkaitan dengan ketentuan angka 5. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menerima sanggahan tertulis dari Perusahaan pada tanggal 2 s/d 5 Oktober 2012. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan evaluasi terhadap dokumen sanggahan pada tanggal 8 s/d 10 Oktober 2012. Langkah-langkah untuk menampung dan menanggapi sanggahan perusahaan adalah sebagai berikut : 1. 6. 18 . Perusahaan yang dinilai diberi kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap hasil penilaian peringkat kinerja sementara. Sanggahan/Klarifikasi Untuk menciptakan keadilan dalam pelaksanaan PROPER. 5. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi wajib menjawab sanggahan secara tertulis kepada Perusahaan yang melakukan sanggahan tentang: c. d. Sanggahan akan didiskusikan lebih lanjut dengan Tim Teknis PROPER. Sanggahan ini harus dalam bentuk tertulis yang diantar langsung ataupun dikirim melalui fax dan pos untuk selanjutnya mendapat bukti tanda terima dokumen sanggah. Hasil evaluasi dokumen sanggahan didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER untuk menyepakati usulan peringkat akhir pada tanggal 11 s/d 12 Oktober 2012.

Output kegiatan: 1. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER Berdasarkan hasil verifikasi sanggahan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER. Jawaban atas sanggahan. ii. 19 . Tanda terima dokumen sanggahan. Ketua Tim Teknis menetapkan daftar usulan peringkat akhir PROPER dan daftar kandidat Hijau dan Emas PROPER dari hasil review Dewan Pertimbangan PROPER. Dewan pertimbangan akan melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. Dewan Pertimbangan dapat melakukan verifikasi langsung ke Perusahaan yang bersangkutan. iii. Jawaban sanggahan paling lambat 16 Oktober 2012 dengan tembusan kepada Ketua Tim Teknis PROPER. Dalam melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. D. 2. Adapun langkah-langkah review hasil sanggahan adalah sebagai berikut : i.7.

BAB VI PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN/KOTA Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan peningkatan kapasitas kepada aparat pengawas lingkungan hidup Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Ketua Tim Teknis PROPER. Output kegiatan: 1. f. serta pengendalian kerusakan lingkungan. Cara penyusunan Berita Acara Hasil Pengawasan. 3. Tata cara pengawasan penaatan lingkungan hidup (pengendalian pencemaran air. Kriteria dan mekanisme pelaksanaan PROPER. b. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas. d. Cara penyusunan Rapor Sementara dan. 2. Lingkup penguatan kapasitas mencakup : a. Cara pengolahan data hasil pengawasan. e. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan laporan hasil pelaksanaan penguatan kapasitas kepada Ketua Tim Teknis PROPER. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi memberikan sertifikat kepada para peserta penguatan kapasitas yang lulus. c. Cara penyusunan Rapor final. pengendalian pencemaran udara. 20 . khusus kegiatan pertambangan). pengelolaan limbah B3. Jumlah orang yang mendapat sertifikat. Jumlah orang yang dilatih.

BAB VII JADUAL KEGIATAN PROPER 2012 Pelaksanaan kegiatan PROPER periode 2011 – 2012 dilaksanakan dengan jadual sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Tahapan Persiapan Peningkatan Kapasitas Inspeksi Tahap I Supervisi Tahap I Inspeksi Tahap II Supervisi Tahap II Inspeksi Tahap III Supervisi Tahap III Raport Sementara Pemeringkatan Sementara Pengiriman Raport Masa Sanggah Evaluasi Dokumen Sanggahan Jawaban Sanggahan Evaluasi Dokumen Hijau & Emas Menyepakati Usulan Peringkat Akhir Draft SK MENLH Siap Design Buku Proper Konsultasi Publik Persiapan MAL WAPRES Kunjungan Lapangan Review ESELON I Rapat ESELON I DEWAN PROPER Peringkat Hijau Final Pengumuman PROPER Pengiriman Raport Waktu 1 Januari s/d 26 Februari 2012 2Februari s/d 26 Februari 5 Maret s/d 6 April 9 April s/d 13April 16 April s/d 1 Juni 4 Juni s/d 8 Juni 11 Juni s/d 3 Agustus 6 Agustus s/d 10 Agustus 13 Agustus s/d 31 Agustus Agustus 2012 10 September s/d 14 September 2012 2 Okrober s/d 5 Oktober 2012 8 Oktober s/d 10 Oktober 2012 16 Oktober Oktober 2012 Oktober 2012 Oktober 2012 Oktober 2012 Oktober 2012 Oktober – November 2012 Oktober – November 12 November 2012 November 2012 November 2012 November 2012 30 November 2012 Desember 2012 21 .

22 . Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 20 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah di Bidang Lingkungan Hidup yang Dapat Didekonsentrasikan. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis semua output tahapan kegiatan dan Tim PROPER Kementerian Lingkungan Hidup berhak secara penuh untuk mengakses dokumentasi pelaksanaan PROPER.BAB VIII EVALUASI DAN PELAPORAN Laporan manajerial dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3.

Gd. 24. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER.com Alamat: Jl./Fax. 4 Kebon Nanas – Jakarta 13410. : (021) 8520-886 Email: dekonproper@gmail. B Lt. Panjaitan Kav. 23 . dapat menghubungi: Sekretariat PROPER Telp. DI.Sekretariat PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3.

Baku Mutu Nasional atau Provinsi c. RKL-RPL c. Melaporkan pelaksanaan RKLRPL/ UKL -UPL HITAM Tidak Memiliki Amdal/ UKL-UPL B. ASPEK Pelaksanaan Amdal/UKL-UPL PERINGKAT MERAH 1. TSS. DAN HITAM A. Memiliki Amdal/UKLUPL 2. ANDAL. IPLC b. COD. Melaksanakan ketentuan dalam: a. 1. RKL-RPL c. pH. 1. COD. Baku Mutu Nasional atau Provinsi c. BOD. IPLC b. 3. UKL UPL 3. Tidak Melaksanakan ketentuan dalam: a. EColi 2. 2. Baku Mutu Nasional atau Provinsi c. Tidak Melaporkan pelaksanaan RKL-RPL/ UKL-UPL BIRU 1. Memantau seluruh parameter yang dipersyaratkan sesuai dengan: a. Izin Pemanfaatan Air Limbah untuk aplikasi pada tanah 2. Minyak dan Lemak. IPLC (Izin Pembuangan Limbah Cair) b. Ketaatan Parameter dipantau Terhadap yang Tidak memantau seluruh parameter yang sesuai persyaratan baku mutu yang dipersyaratkan sesuai dengan: a. MERAH. Ketaatan diukur berdasarkan peraturan/persyarata n yang lebih ketat. ANDAL. UKL-UPL 2. Izin Pemanfaatan (land aplication) Catatan: 1. Khusus Industri Agro yang belum memiliki baku mutu spesifik wajib mengukur BOD. 4. PELAKSANAAN AMDAL ATAU UKL/UPL No.LAMPIRAN 1 KRITERIA PENILAIAN KETAATAN PROPER 2011-2012 KRITERIA PENILAIAN PERINGKAT KINERJA PERUSAHAAN (PROPER) BIRU. SK Kelayakan Lingkugan b. TSS. Khusus Industri Sawit yang menerapkan Land Aplication parameter yang tidak ada baku mutunya tingkat ketaatan >=80% 4. Khusus Industri MPJ belum memiliki baku mutu spesifik menggunakan baku mutu yang ada di AMDAL dan UKL/UPL. SK Kelayakan Lingkungan b. Khusus Rumah Sakit jumlah parameter yang dipersyaratkan sebanyak 5 parameter: pH. ASPEK Ketaatan Terhadap Titik Penaatan PERINGKAT MERAH BIRU Memantau seluruh titik penaatan dan/atau air buangan yang harus dikelola sesuai dengan peraturan. KRITERIA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR No. Khusus Industri Pertambangan yang belum memiliki baku mutu spesifik menggunakan Baku Mutu 1 . Jika baku mutu tidak tercantum dalam dokumen Amdal dan UKL/UPL maka menggunakan baku mutu pada Kepmen 51 Tahun lampiran C Golongan 1 3. 1. Khusus untuk Industri Sawit parameter yang tidak ada baku mutunya <80% HITAM Terdapat titik penaatan dan/atau air buangan yang tidak pernah dipantau selama periode penilaian Tidak pernah melakukan pemantauan parameter yang sesuai dengan: a.

5. Ketaatan Terhadap Izin 1. Tidak memenuhi 1. saluran air limbah rnal yang dengan limpasan air sudah. akhir (persyaratan izin sudah lengkap) Catatan: Untuk daerah yang belum mempunyai Perda yang mengatur perizinan tidak dinilai dalam ketaatan terhadap izin 6. Pemantauan kualitas air limbah 2. Melakukan by 2. Data pemantauan harian parameter COD dan pH untuk Industri petrokimia 2. Produksi bulanan (riil) atau bahan baku 3. 3. Catatan debit harian air limbah yang dibuang Melaporkan palsu. Bagi industri yang menggunakan kembali (reuse/recycle) 100% air limbahnya maka tingkat ketaatan 100% 4. ASPEK BIRU PERINGKAT MERAH HITAM Tambang yang sejenis. Menggunakan dalam sanksi yang ditunjuk oleh jasa administrasi. Bagi Industri Migas yang telah melakukan 100% injeksi maka tingkat ketaatan 100% 6. Gubernur. Tidak melakukan dengan pengenceran. Memasang alat 2. dibawah ini: dipersyaratkan terakreditasi atau 1. pass air limbah. Pemantauan kualitas air limbah 2. Data pemantauan harian parameter pH untuk Industri Agro sesuai yang dipersyaratkan 4. data Catatan: 1. Tidak memenuhi Ketentuan Teknis laboratorium salah satu seluruh eksternal/internal persyaratan teknis ketentuan yang yang sudah. Gubernur. Data pemantauan harian parameter pH dan TSS atau debit untuk Industri pertambangan 3.No. Ketaatan Terhadap 1. Memisahkan eksternal/inte pass. Membuat 7. Memenuhi seluruh saluran air 2 . Ketaatan terhadap jumlah data yang dilaporkan Melaporkan data secara lengkap sesuai dengan yang dipersyaratkan >90% sebagai berikut: 1. Menggunakan jasa A. 4. Data hasil pemantauan memenuhi <90 % baku mutu dalam satu periode penilaian tiap titik penaatan tiap parameter Data hasil pemantauan melebihi 500% BMAL selama 50% periode penilaian tiap titik penaatan tiap parameter Catatan: Hasil data primer akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan. hujan. 3. Membuat saluran atau yang air limbah yang ditunjuk oleh kedap air . 5. Izin dalam proses / LA . 3. limpasan air 6. laboratorium 2. Mempunyai izin Tidak pembuangan mempunyai izin limbah cair (IPLC) pembuangan air ke badan air / Laut limbah (IPLC) ke / Land Application. terakreditasi 3. badan air / Laut 2. limbah 5. Produksi bulanan (riil) atau bahan baku. Ketaatan Baku Mutu Terhadap Data hasil pemantauan memenuhi 90 % baku mutu dalam satu periode penilaian tiap titik penaatan tiap parameter dan data 6 bulan terakhir dalam periode penilaian memenuhi baku mutu. Tidak melakukan by hujan. Catatan debit harian air limbah yang dibuang Melaporkan data sesuai dengan yang dipersyaratkan < 90% sebagai berikut: 1. Memisahkan pengukur debit saluran air (flowmeter). Bagi Industri yang pengelolaan air limbahnya diserahkan ke kawasan industri pengolah air limbah tingkat ketaatan 100%.

4. PERINGKAT MERAH limbah yang kedap air .5 KVA) dan beroperasi < 1000 jam/tahun. ASPEK BIRU ketentuan yang dipersyaratkan dalam sanksi administrasi. kegiatan perbaikan.No. kecuali: 1. Internal Combustion Engine (Genset. yang digunakan untuk kepentingan darurat. b. Khusus Rumah Sakit dan Hotel tidak diwajibkan memantau sumber emisi yg beroperasi < 1000 jam/tahun B. yang digunakan untuk penggerak derek dan peralatan las 2. Memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dalam sanksi administrasi. c. kegiatan pemeliharaan < 200 jam/tahun. Tidak melakukan pengenceran. Sumber emisi yang belum mempunyai baku mutu emisi spesifik (non proses pembakaran). Jasa dan Agroindustri 3 . Prasarana. Exhaust Laboratorium Fire Assay 3. ASPEK Ketaatan Terhadap Sumber Emisi PERINGKAT MERAH Sumber emisi yang sudah mempunyai baku mutu emisi spesifik: Tidak semua sumber emisi dipantau BIRU A. 5. Memasang alat pengukur debit (flowmeter). kapasitas < 100 HP (76. B. sumber emisi yang dipantau diwakili satu cerobong dari tiap unit produksi dan dilakukan secara bergantian sehingga semua sumber emisi dapat dipantau HITAM Tidak pernah melakukan pemantauan sumber emisi pada periode penilaian Catatan: Point B berlaku Khusus untuk Industri Manufaktur. Transfer Pump Engine) : a. HITAM C. 1. KRITERIA PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA No. Sumber emisi yang sudah mempunyai baku mutu emisi spesifik: Memantau semua sumber emisi.

2. jika dokumen Amdal/ UKLUPL tidak mencantumkan baku mutu maka menggunakan baku mutu Lampiran V B Kepmen 13/1995.No. setiap 3 bulan tersedia data minimal 75% dari seluruh data pemantauan rata-rata harian. BIRU Memantau seluruh parameter yang dipersyaratkan : a. 2. Untuk sektor yang belum mempunyai Baku Mutu Spesifik mengacu kepada baku mutu Amdal/ UKL-UPL. Melaporkan data pemantauan palsu 4 . Untuk sektor yang mempunyai Baku Mutu Spesifik mengacu kepada Baku Mutu Emisi Spesifik. Pemantauan CEMS. Ketaatan terhadap jumlah data yang dilaporkan 1. Melaporkan data secara periodik: a. ASPEK Ketaatan Parameter Terhadap 1. b. kecuali Genset mengacu kepada PerMenLH 21 Tahun 2008 Lampiran IVA Bagi emisi yang bersumber dari proses pembakaran dengan kapasitas < 25 MW atau satuan lain yang setara yang menggunakan bahan bakar gas. tidak wajib mengukur parameter sulfur dioksida jika kandungan sulfur dalam bahan bakar kurang dari atau sama dengan 0. Pelaporan data tidak lengkap sesuai dengan peraturan baik data pemantauan manual maupun CEM 1. Tidak ada data pemantauan manual atau CEMS. 2. (data dianggap valid apabila dalam sehari minimal tersedia 18 jam pengukuran) PERINGKAT MERAH Terdapat parameter yang tidak diukur sesuai persyaratan baku mutu Lampiran VB Kepmen 13/1995 atau Baku Mutu Spesifik HITAM Tidak pernah memantau parameter yang dipersyaratkan sesuai dengan baku mutu 3.5% berat dan tidak mengukur parameter total partikulat.

Ketaatan Terhadap Baku Mutu 2. 2.No. 1. jumlah data rata-rata harian kurang dari 75% (data dianggap valid apabila dalam sehari minimal tersedia 18 jam pengukuran) 1. PERINGKAT MERAH HITAM 4. setiap 6 bulan minimal 1 data. Memenuhi BMEU 100% untuk pemantauan manual. kapasitas desain > 3 MW pemantauan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan. 5 . 3. kecuali proses pembakaran dengan: 1. c. ASPEK BIRU b. 1. Bagi pemantauan yang wajib CEMS. Kapasitas desain < 570 KW pemantauan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun. Pelaporan unit Ketel uap yang beroperasi < 6 bulan pengujian minimal 1 kali dalam 1 tahun. kapasitas desain 570 KW < n < 3 MW pemantauan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. data hasil pemantauan melebihi 5% dari data rata-rata harian selama 3 bulan waktu operasi b. Dalam satu periode penilaian semua data pemantauan manual Melebihi Baku Mutu > 500% Dalam satu periode penilaian 25% data CEMS > 500% Baku Mutu 2. Pemantauan manual : Tidak memenuhi baku mutu 2. Data hasil pemantauan dapat dilampaui sampai batas 5% dari data rata-rata harian yang dilaporkan dalam kurun waktu 3 bulan waktu operasi. Pemantauan CEMS : a. Pemantauan Manual.

Tidak memiliki manifest yang sesuai dengan limbah B3 yang dikelola Tidak memiliki salah satu izin pengelolaan limbah B3. 3. Membuang emisi gas buang tidak melalui cerobong.Izin pengelolaan Limbah B3 . Tidak rutin melakukan Pencatatan jenis LB3 yang dihasilkan 3. Izin telah habis masa berlaku dan tidak mengajukan perpanjangan izin Telah mengajukan izin. 5. Memenuhi sanksi administrasi sampai batas waktu yang ditentukan PERINGKAT MERAH 1. Unit Pentawaran Sulfur c.Pencatatan Jenis Limbah B3 yang dihasilkan . 2. 2. Telah mengajukan izin PLB3 dan secara teknis telah memenuhi ketentuan (berdasarkan hasil 1. ASPEK Pendataan Jenis dan Volume Limbah yang dihasilkan : . ASPEK Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis BIRU 1. namun belum menyelesaikan persyaratan teknis dan ditemukan 6 . 6. Tidak menaati semua persyaratan teknis cerobong 2. Perizinan : . Memiliki izin PLB3 yang dipersyaratkan dan izin tersebut masih berlaku 2. Peralatan CEM beroperasi normal. Proses pembakaran dengan kapasitas > 25 MW dan apabila kandungan sulfur > dari 2% untuk seluruh kapasitas d. Semen 2. Tidak melakukan pencatatan jenis LB3 yang dihasilkan 3. Semua sumber emisi non fugitive emisi harus dibuang melalui Cerobong 5. Tidak melakukan pengelolaan lanjutan terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan 4.No.Melakukan Pengelolaan Lanjutan (pengelolaan setelah penyimpanan) BIRU Semua terpenuhi MERAH 1. Tidak memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dalam sanksi administrasi. Menaati semua persyaratan teknis cerobong 4.Identifikasi jenis Limbah B3 . 1. Pulp & Kertas f. D. Unit Regenerator Katalis (unit Perengkahan katalitik alir) b. Tidak memasang CEMS HITAM 1.Masa berlaku izin (kadaluarsa) 1. HITAM Tidak melakukan identifikasi LB3 2. 2. Tidak seluruh LB3 dilakukan Pengelolaan lanjutan 1. Tidak seluruh limbah teridentifikasi 2. Memasang dan mengoperasikan CEM bagi industri : a. Peleburan Baja e. KRITERIA PENGELOLAAN LIMBAH B3 PERINGKAT No. Menggunakan jasa laboratorium eksternal yang ditunjuk oleh Gubernur. Pupuk g.

dan 3. 2. atau 3. dan 2. (10% hanya diperuntukkan bagi kesalahan-kesalahan minor misalnya simbol/label. Pengelolaan tanah terkontaminasi akibat operasi dilakukan sesuai dengan rencana pengelolaan. Pemenuhan terhadal BMAL 2. dan 3. Clean up tumpahan (spill) Tidak clean up melakukan 7 . Mengukur seluruh parameter. Frekuensi pengukuran tidak sesuai dengan izin 4. Mengukur seluruh parameter. Memiliki rencana pengelolaan penanganan tanah terkontaminasi dan tumpahan (spill). Jumlah parameter yang diukur dan dianalisa Memenuhi > 90% dari ketentuan izin. Tidak pernah melakukan pengukuran emisi 2. b. Melebihi baku mutu untuk parameter yang sama selama 3 kali berturut-turut Tidak melakukan pengukuran standar mutu sesuai dengan ketentuan izin/peraturan yang berlaku. Tidak semua parameter memenuhi BME. Tidak mengukur seluruh parameter yang dipersyaratkan. Frekuensi pengukuran sesuai dengan ketentuan izin/peraturan yang berlaku Memenuhi < 50% dari ketentuan izin PLB3 1. ASPEK BIRU verifikasi tim Proper) MERAH penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatannya. 3. Frekuensi pengukuran sesuai dengan ketentuan izin/peraturan yang berlaku 1. Pemenuhan terhadap BME 2. Pengolahan air lindi. Clean up tumpahan (spill) diselesaikan dalam waktu satu bulan. Tidak semua parameter memenuhi BMAL. Emisi (Insinerator dan atau bahan bakar pembantu) 1. Seluruh parameter memenuhi BME. lampu penerangan. Parameter yang diukur (contoh kuat tekan. sumur pantau) 1. Memenuhi 90% > x > 50% dari ketentuan izin PLB3 HITAM 3. 3. Rencana Pengelolaan 2. Effluent dan standard mutu) a. atau 2. dan 2. Tidak mengukur seluruh parameter yang dipersyaratkan. Pengelolaan tanah terkontaminasi hasil clean tidak sesuai dengan rencana pengelolaan. dan 2. 1. Jumlah ceceran 1. atau 3. 2. Memiliki rencana pengelolaan penanganan tanah terkontaminasi dan tumpahan (spill). kualitas pelumas bekas yang akan dibakar. Tidak pernah melakukan pengukuran kualitas air limbah 2. APAR (alat pemadam kebakaran) dalam penyimpanan Limbah B3. Frekuensi pengukuran tidak sesuai dengan izin 1. Seluruh persyaratan standar mutu memenuhi ketentuan izin. Pengelolaan ceceran 3. Frekuensi pengukuran sesuai dengan ketentuan izin/peraturan yang berlaku Tidak memenuhi salah satu persyaratan standar mutu 1. Dalam satu periode penilaian semua data pemantauan tidak memenuhi baku mutu 3. Effluent (Pengolahan air limbah B3. Dalam satu periode penilaian semua data pemantauan tidak memenuhi baku mutu 3. atau 2. Jumlah parameter yang diukur dan dianalisa 1. Seluruh parameter memenuhi BMAL. Melebihi baku mutu untuk parameter yang sama selama 3 kali berturut-turut 1.) 1.PERINGKAT No. c. Pelaksanaan Ketentuan Izin: Pemenuhan terhadap ketentuan teknis dalam izin selain Baku Mutu(kecuali Baku Mutu Lingkungan seperti Emisi. Standar Mutu produk atau material limbah B3 yang akan dimanfaatkan Frekuensi pengukuran 1. dll) Open dumping dan Pengelolaan tumpahan dan tanah terkontaminasi limbah B3 1.

Telah menghentikan 1. Jasa Pengangkutan limbah B3 tidak memiliki izin dari Kementerian Perhubungan 1. 1. ASPEK BIRU 4. 3. Jumlah/volume tumpahan (spill) tercatat dengan baik. 2. 2. 2. namun belum menyelesaikan persyaratan teknis dan ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatannya 2. Pihak ke-3 (pengumpul) yang ditunjuk : a. Jumlah/volume tanah terkontaminasi tidak tercatat dengan baik. open burning dan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu: 1.PERINGKAT No. Telah mengajukan izin. Jumlah/volume limbah B3 yang dikelola 100% > x > 50%. atau Tidak seluruh jenis limbah B3 dilakukan pengelolaan 1. 2. 2. Melakukan Dumping tanpa izin Dengan sengaja melakukan kegiatan open burning 8 . Izin dumping 2. Jenis limbah yang dikumpul sesuai dengan izin yang berlaku c. 2. 2. 6. Dumping. Pihak ke-3 Pengumpul Limbah B3 tidak memiliki izin. sedang dalam masalah pencemaran lingkungan 2. (Izin yang dimaksud juga terkait dengan pemindahan/pengangk utan limbah B3 internal perusahaan yang melintasi wilayah/sarana publik) Dokumen limbah B3 (manifest) yang dimiliki oleh penghasil sesuai dengan ketentuan Kepdal 02/1995 Memiliki izin dengan cara tertentu dari instansi yang berwenang Tidak melakukan kegiatan open burning Telah menghentikan kegiatan open burning dan mengolah limbah tersebut sesuai dengan rencana detil 1. Jumlah Limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan (%) 1. MERAH diselesaikan lebih dari satu bulan. 7. tidak dalam masalah pencemaran lingkungan Pihak ke-3 Jasa Pengangkutan limbah B3 memiliki izin dari Kementerian Perhubungan dan sesuai dengan jenis limbah B3 yang diizinkan. 3. mempunyai izin yang masih berlaku b. Jumlah/volume LB3 yang di dumping 1. Dokumen limbah B3 (manifest) yang dimiliki oleh penghasil tidak sesuai dengan ketentuan Kepdal 02/1995 1. Tidak memiliki izin untuk Pengangkutan internal limbah B3 untuk pemindahan limbah B3 yang melintasi sarana publik 3. Jumlah/volume limbah B3 yang dikelola 100 % dengan pengelolaan lanjutan sesuai dengan ketentuan Seluruh jenis limbah B3 dilakukan pengelolaan Pihak ke-3 (pengumpul) yang ditunjuk : a. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 1. atau seluruh limbah B3 tidak dilakukan pengelolaan HITAM 4. Tidak memiliki kontrak kerjasama yang sah dengan pihak pemanfaat atau pengolah c. Izin habis masa berlaku b. 5. Jumlah/volume limbah B3 yang dikelola < 50%. memiliki kontrak kerjasama yang sah antara pengumpul dengan pihak pemanfaat atau pengolah d.

PERINGKAT No. ASPEK BIRU penyelesaian dalam kurun waktu tertentu serta melakukan sesuai dengan rencana tersebut MERAH kegiatan open burning dan mengolah limbah tersebut namun tidak sesuai dengan rencana detil penyelesaian dalam kurun waktu tertentu HITAM 9 .

dapat digunakan untuk melihat kemajuan tambang) d. realisasi sama atau lebih kecil dari luasan rencana. Persetuju an Tidak Ada 0 sesuai rencana 3. Membandingkan laporan realisasi kemajuan tahapan pertambangan (laporan lapangan. ASPEK Pengendalian Kerusakan Lingkungan BIRU Semua tahapan/lokasi tambang atau 100% dengan Nilai Total dari Penilaian Aspek Potensi kerusakan lingkungan adalah lebih besar atau sama dengan 80. 1. b. Tidak ada persetujuan oleh instansi teknis atau paling tidak Kepala Teknik Tambang (KTT) b. dapat disetujui oleh manager/kepala lapangan yang bertanggungjawab dibidang perencanaan. KRITERIA PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN Kriteria Proper Aspek Pengendalian kerusakan lingkungan didasarkan pada hasil penilaian semua tahapan/lokasi tambang dengan menggunakan kriteria potensi kerusakan lahan pada kegiatan pertambangan. Pola drainase.000 5 tidak peta Ada tersedia 0 6 2. Pada kondisi tertentu terjadi perubahan. c. engineering dan/atau produksi a. Tanggal pengesahan peta sebelum penilaian dilakukan a. Untuk peta kerja /sequent (1 : 2000). Pola drainase. Jika diperlukan 1: 2000 bisa dalam bentuk digital. Lebih dari 50% dari semua tahapan/lokasi tambang mendapatkan Nilai Total lebih kecil 55 HITAM Kurang dari 50% dari semua tahapan/lokasi tambang mendapatkan Nilai Total lebih kecil 55 Status aktivitas: Pembersihan Lahan/Pengupasan Penutup/Penambangan/Penimbunan/Reklamasi Kriteria Parameter Standar Evaluasi >= Skala 1 2. engineering dan/atau produksi a. Peta menggambarkan: Interval kontur. Untuk peta kerja /sequent (1 : 2000). dilihat dari realisasi Triwulanan. maka diperlukan persetujuan instansi teknis c. Ada peta minimal skala 1: 2000. Tanggal pengesahan peta sebelum penilaian dilakukan Tidak ada peta perencanaan a.E. Peta untuk lokasi yang dinilai (masing-masing lokasi atau peta keseluruhan) b. tidak ada persetujuan oleh manager/kepala lapangan yang bertanggungjawab dibidang perencanaan. c. Peta ini biasanya merupakan peta kerja 1: 5000 di lapangan. MERAH Tidak semua tahapan/ lokasi tambang dengan Nilai Total dari Penilaian Aspek Potensi kerusakan lingkungan untuk lebih besar atau sama dengan 80. Peta Rencana < Skala 1 : 2. Peta menggambarkan: Interval kontur.000 Nilai : 10 Tanah Pucuk/Penggalian Tanah Ket a. laporan triwulanan) dan prakiraan lapangan dengan ASPEK MANAJEMEN K1 1. dapat digunakan untuk melihat kemajuan tambang) d. Peta untuk lokasi yang dinilai (masing-masing lokasi atau peta keseluruhan) b. Kemajuan luasan 2 10 . Ada persetujuan oleh instansi teknis atau paling tidak Kepala Teknik Tambang (KTT) b. Nilai Total yang didapat untuk masing-masing tahapan memberikan kesimpulan dan status pengelolaan lingkungan untuk aspek pengendalian kerusakan lahan. Ada peta dengan skala diatas 1: 2000. PERINGKAT No.

Kriteria

Parameter

Standar Evaluasi >luas rencana sesuai rencana

Nilai

Ket rencana dalam dokumen RKTTL

0 2

4. Jadwal

tidak sesuai

Aktifitas

ada aktifitas/kontin u tidak ada aktifitas 3 bulan s/d 1 tahun

10

5

tidak aktifitas tahun Besar

>

ada 1

0

0

K3

Potensi Longsor

Sedang

5

Kecil

10

K4

Upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar

Ada

10

a. Realisasi sesuai jadwal rencana b. Ada kondisi tertentu terjadi perubahan, maka diperlukan persetujuan instansi teknis c. Jadwal pelaksanaan realisasi tahapan pertambangan dibandingkan dengan jadwal rencana pertambangan dalam dokumen RKTTL a. Realisasi tidak sesuai jadwal rencana b. Tidak ada persetujuan perubahan rencana dari instansi teknis a. Ada aktifitas dilapangan b. Aktifitas termasuk pemompaan di Pit atau perawatan kolam a. Terlihat tidak ada aktifitas dilapangan b. Lamanya ditinggal 3 bulan s/d 1 tahun, dilihat dari data rencana kerja dan realisasi Triwulanan c. Lahan ditinggal > 1 Tahun, tetapi ada persetujuan dari instansi terkait a. Tidak ada aktifitas lebih dari 1 tahun b. tidak ada persetujuan instansi terkait terhadap lahan tersebut ditinggalkan sementaras a. Lebih besar dari sudut kemiringan lereng jenjang atau overall > 5 0 dari rekomendasi kajian geoteknik yang disetujui Pemerintah (tercantum dalam FS atau dalam kajian tersendiri) b. Kemiringan atau tinggi Lereng dibuat berdasarkan rekomendasi kajian geoteknik namun tidak dimintakan persetujuan Pemerintah c. Ada longsoran atau guguran batuan diarea tambang, meskipun kemiringan lereng sesuai rekomendasi kajian geoteknik d. Ada retakan pada lereng maupun pada puncak lereng dengan area lebih dari sepertiga bagian lereng; atau e. Ada gejala pergerakan tanah yang terlihat di lapangan dengan luas zona lebih dari seperempat bagian lereng a. Lebih besar dari sudut kemiringan lereng jenjang/overall sampai dengan 50 dari rekomendasi kajian geoteknik yang disetujui Pemerintah (tercantum dalam FS atau dalam kajian tersendiri) b. Ada retakan pada lereng maupun pada puncak lereng dengan area kurang dari sepertiga bagian lereng c. Ada gejala pergerakan tanah yang terlihat dilapangan dengan luas zona kurang dari seperempat bagian lereng a. Sudut kemiringan lereng jenjang atau overall sama atau lebih kecil dari rekomendasi kajian geoteknik yang disetujui Pemerintah (tercantum dalam FS atau dalam kajian tersendiri) b. Tidak ada retakan pada lereng maupun pada puncak lereng c. Tidak ada gejala pergerakan tanah yang terlihat di lapangan a. Dilakukan analisis geokimia (pengkarakteristikan batuan limbah) untuk memastikan ada tidaknya batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (potensi asam atau PAF atau yang lainnya). Lampiran : dokumen studi pengkajian batuan potensi dan tidak potensi asam b. Ada perlakuan terhadap batuan potensi asam (SOP pemberlakuan batuan potensi asam dan tidak potensi asam) c. Ada sistem pengumpul leachate/seepage/rembesan

11

Kriteria

Parameter

Standar Evaluasi

Nilai

Ket dari timbunan (AAT) dan melakukan pengolahan AAT di IPAL Ada perencanaan dan pengelolaan terhadap batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (AAT atau lainnya); dan Adanya upaya pengelolaan terhadap AAT dan upaya pengolahan AAT. Pengukuran pH air pada genangan-genangan yang dijumpai dilapangan, nilai pH ≥ 6 Tidak ada pengkarakteristikan batuan limbah (Potensi dan tidak potensi membentuk asam). Tidak ada studi pengkajian batuan potensi dan tidak potensi asam Tidak ada perlakuan terhadap batuan potensi asam (SOP pemberlakuan batuan potensi asam dan tidak potensi asam) Tidak ada sistem pengumpul leachate/seepage/rembesan dari timbunan (AAT) dan melakukan pengolahan AAT di IPAL Tidak ada sistem drainase untuk mengalirkan genangan-genangan AAT Tidak dilakukan analisis geokimia untuk memastikan ada tidaknya batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (potensi asam atau PAF atau yang lainnya) Pengukuran pH air pada genangan-genangan yang dijumpai di lapangan. Nilai pH ≤ 6 Tidak ada perencanaan dan pengelolaan terhadap batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (AAT atau yang lainnya); atau Tidak ada upaya pengelolaan terhadap AAT dan upaya pengolahan AAT Ada sarana pengendali erosi berupa drainase, terasiring, guludan, rip rap, drop structure, mulsa, jut net, cover croping, gabion, kolam sedimen (settling pond, sedimen trap), atau yang lainnya; Ada sarana pengendali erosi berupa drainase, terasiring, guludan, rip rap, drop structure, mulsa, jut net, cover croping, gabion, kolam sedimen (settling pond, sedimen trap), atau yang lainnya; Kolam sedimen berfungsi sebagaimana mestinya (kekeruhan air semakin berkurang pada tiap kompartemen) Tidak ada sarana pengendali erosi berupa drainase, terasiring, guludan, rip rap, drop structure, mulsa, jut net, cover croping, gabion, kolam sedimen (settling pond, sedimen trap), atau yang lainnya; Tidak ada sarana pengendali erosi berupa drainase, terasiring, guludan, rip rap, drop structure, mulsa, jut net, cover croping, gabion, kolam sedimen (settling pond, sedimen trap), atau yang lainnya; Kolam sedimen tidak berfungsi sebagaimana mestinya (kekeruhan air semakin berkurang pada tiap kompartemen) sarana pengendali erosi dalam bentuk drainase memenuhi kriteria teknis untuk dapat menampung semua air limpasan dan terarah ke dalam IPAL/settling pond (Mintakan Peta sistem pengelolaan air limbah) Cover Cropping: menutupi lebih besar dari 50% Sedimen trap/sediemen pond efektif menangkap sedimen dilihat dari desain fisik lapangan (minta data perawatan sedimen trap/sedimen pond; jumlah sedimen yang dipindahkan) Ada perhitungan volume air larian permukaan berdasarkan daerah tangkapan hujan (catchment

d.

e. f. Tidak 0 a.

b.

c.

d. e.

f. g.

h. K5 1. Upaya pengendal ian erosi Ada 10 a.

b.

c.

Tidak

0

a.

b.

c.

2. Kondisi sarana pengendal i erosi

Memadai

8

a.

b. c.

d.

12

Kriteria

Parameter

Standar Evaluasi

Nilai

Ket area) e. Ada peta pengelolaan air larian permukaan (peta water management); f. Drainase dibuat berdasarkan perencanaan dan perhitungan kapasitas air larian permukaan; g. Kolam sedimen dibuat berdasarkan perencanaan dan desain disetujui oleh KTT atau pejabat berwenang di perusahaan; dan h. Kapasitas kolam sedimen sesuai dengan volume air larian permukaan (ada dasar perhitungan) dan air dalam kolam terlihat tergenang/tidak mengalir (aliran hanya terlihat di saluran antar kompartemen)

3. Indikasi terjadi erosi

Tidak Memadai Ada

0 0

a. Kekeruhan yang tinggi pada aliran drainase dari kegiatan pertambangan (lereng-lereng aktifitas tambang), dibuktikan dengan pengukuran Parameter TSS atau turbidity yang sangat tinggi. Ukuran Parameter TSS atau turbidity identik dengan banyaknya sedimen yang tererosi. b. Ditemukan banyak sedimen yang ada di sedimen trap/ kolam pengendap pertama. Dilihat dari data jumlah sedimen hasil pengerukan/perawatan kolam pengendap oleh perusahaan. c. Adanya galur (bekas aliran air dilereng. d. Terdapat sedimentasi dalam jumlah yang signifikan. e. Ada erosi pada lereng mempunyai dimensi lebar > 20 cm dan dalam > 5 cm f. Sarana pengendali erosi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dibuktikan dengan bertambahnya kekeruhan air larian permukaan semakin ke arah hilir a. aliran drainase dari kegiatan pertambangan (lerenglereng aktifitas tambang) cukup jernih, dibuktikan dengan pengukuran Parameter TSS atau turbidity yang rendah. b. Tidak ditemukan jumlah sedimen yang banyak di sedimen trap/ kolam pengendap pertama. Dilihat dari data jumlah sedimen hasil pengerukan/perawatan kolam pengendap oleh perusahaan. c. Terdapat sedimentasi, namun jumlahnya tidak berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. d. Tidak terdapat alur-alur erosi pada lereng timbunan e. Ada erosi pada lereng, namun mempunyai dimensi kecil (lebar < 20 cm dan dalam < 5 cm) f. Sarana pengendali erosi berfungsi sebagaimana mestinya, dibuktikan dengan berkurangnya kekeruhan air larian permukaan semakin ke arah hilir a. Terdapat sistem drainase di seluruh areal pertambangan b. Drainase dapat memenuhi mengalirkan semua air limpasan ke kolam-kolam pengendap/settling pond. c. Tidak ditemukan aliran liar keluar ke lingkungan tanpa melalui kolam pengendap/settling pond d. Ada peta manajemen pengelolaan air tambang e. Pada seluruh area kegiatan diluar pit ada sarana drainase f. Drainase terhubung dan mengarah ke kolam

Tidak

7

4. Sistem drainase

Menuju sistem pengendali kualitas air

ke

10

13

Terdapat aliran air run-off keluar ke lingkungan/badan air tanpa melalui kolam pengendap/settling pond c.Kriteria Parameter Standar Evaluasi Nilai Ket sedimen (sedimen pond. Apabila jarak batas terluar dengan masyarakat lebih dekat dari jarak yang direkomendasikan di dalam kajian FS dan Dokumen AMDAL a. atau settling pond). atau settling pond).Potensi Rusak Berat ( X < 55) 14 . Ada drainase yang tidak mengarah ke kolam sedimen (sedimen pond. Lokasi kegiatan pertambangan yang berbatasan dengan masyarakat dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat b. tidak ada indikasi luapan air) f. e. Ada area kegiatan di luar Pit tanpa sarana drainase d. Ditemukan tidak ada sistem drainase pada lokasi pertambangan b.Tidak Potensi Rusak ( X ≥ 8O ) . Ada potensi kebencan aan? Ya 0 a. sedimen trap. Mencampur aliran air permukaan dari tambang dengan aliran alami a. Drainase dibuat sesuai dengan kapasitas air larian permukaan (dimensi semakin besar ke arah hilir. Tidak mencampur aliran air permukaan dari tambang dengan aliran alami Langsung menuju badan perairan 0 K6 5.  Kriteria dibedakan menjadi : . Apabila jarak batas terluar dengan masyarakat memenuhi ketentua jarak yang direkomendasikan di dalam kajian FS dan Dokumen AMDAL Tidak 15 NILAI TOTAL 100 KETERANGAN :  Nilai Total yang didapat untuk masing-masing tahapan memberikan kesimpulan dan status pengelolaan lingkungan untuk aspek pengendalian kerusakan lahan pertambangan. Lokasi kegiatan pertambangan yang berbatasan dengan masyarakat tidak dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat b. g. tidak ada indikasi luapan air) h. sedimen trap. Drainase dibuat tidak sesuai dengan kapasitas air larian permukaan (dimensi semakin besar ke arah hilir.Potensi Rusak Ringan ( 55 ≤ X < 8O ) .

Badung Kota Denpasar Gilimanuk Karangasem Karangasem Kota Denpasar Kab. Badung Kota Denpasar Badung Badung Badung Badung Gianyar Badung Denpasar Kab.LAMPIRAN 2 DAFTAR INDUSTRI PESERTA PROPER DEKONSENTRASI PERIODE 2011-2012 1. Pertamina (Persero) S & D Region III Terminal BBM Manggis PT. Pertamina DPPU Ngurah Rai NAMA PERUSAHAAN SEKTOR MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM SUB SEKTOR Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Energi PLTG & PLTD Energi PLTG Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi PROVINSI Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Bali Kab. Indonesia Power UBP Bali Unit PLTGU Pemaron PT. Badung KAB. Indonesia Power UBP Bali Unit Bisnis Pesanggaran PT. Pertamina (Persero) S & D Region III Terminal BBM Sanggaran PT. Badung Kab./KOTA 15 . Indonesia Power UBP Bali Unit PLTG Gilimanuk PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Bali No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Alila Ubud Amandari Ayana AYODYA RESORT BALI BALI INTERCONTINENTAL DISCOVERY KARTIKA PLAZA HOTEL FOUR SEASON RESORT AT JIMBARAN BAY FOUR SEASONS SAYAN GRAND HYATT BALI INNA GRAND BALI BEACH HOTEL MELIA BALI VILLAS & SPA RESORT Mercure Kuta Nikko Bali Royal Beach Seminyak Bali SANUR BEACH HOTEL Sanur Paradise SHERATON LAGUNA THE OBEROI BALI THE WESTIN RESORT NUSA DUA PT. Badung Kab.

Chandra Asri PT. Indonesia Synthetics Textile Mills (ISTEM) Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ Sub Sektor Udang windu beku Kullit PENYAMAKAN KULIT Agar-Agar Ayam Beku Olahan Daging Sawit Plywood Minuman Ringan Kayu lapis Kopi Pengolahan Kentang Permen Gula Tegel Keramik Sepatu Petrokimia Gula Rafinasi Tekstil Keramik Petrokimia Galvanis Petrokimia Pelapisan logam Industri Kimia Petrokimia Mesin Petrokimia Pewarna Tekstil Petrokimia Petrokimia Pewarna Tekstil Pewarna Tekstil Industri Kimia Pelapisan logam Kertas Tekstil Provinsi Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Kab. Indofood Fritolay Makmur PT. Kulit Murni Asia Tenggara PT.Cikupa PT. KMK Global Sport PT.Serang Plant PT. Angels Products PT. Sumber Graha PT. PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Banten No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Nama Perusahaan PT. BlueScope Steel Indonesia PT. Arwana Keramik ./Kota Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Serang Tangerang Lebak Kota Cilegon Pandeglang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tanggerang Kota Cilegon Serang Kota Tangerang Serang Kota Cilegon Banten Kota Cilegon Kota Cilegon Kota Cilegon Kota Cilegon Cilegon Kota Cilegon Serang Kota Cilegon Kota Cilegon Kota Cilegon Kota Cilegon Serang Tangerang Tangerang Selatan Kota Tangerang 16 . Cabot Indonesia PT. Charoen Pokhpand Indonesia PT. Dystar Colours Indonesia . Austrindo Jaya Abadi PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Kebun Kertajaya PT. Angsa Daya PT.Nestle . Torabika Eka Semesta PT. Argo Pantes. Satya Raya Indah Woodbased Industries PT.Gabus Plant PT. Fega Aqua Farmindo PT. Colorindo Aneka Chemicals PT. Japfa Santori Indonesia PT. Indah Kiat Pulp & Paper . Clariant PT. Bayer MaterialScience Indonesia PT. Dongjin Indonesia PT. Tbk. Dystar Colours Indonesia . Asahimas Chemical PT. Dover Chemical PT.2. Sinar Sosro PT.Cilegon Plant PT. Agarindo Bogatama PT. Makmur Sejahtera Lestari PT. Galvindo Inti Selaras PT.Tangerang Mills PT. Cilegon Fabricators PT. Amoco Mitsui PTA Indonesia PT. Gajah Tunggal Divisi SBR PT.

Lautan Otsuka Chemical (LOC) PT. Styrindo Mono Indonesia PT. Pratama Abadi Industri PT. Tbk. Tri Polyta Indonesia. Showa Esterindo Indonesia PT. PT. Putra Bangun Citra Mandiri PT. PT. Tbk. Tifico Fiber Indonesia. Pelat Timah Nusantara (LATINUSA) PT. Standar Toyo Polymer (Statomer) PT. Polypet Karyapersada PT. Mitsubishi Chemical Indonesia PT. Jawa Manis Rafinasi PT. Tbk. Surya Toto Indonesia. Tbk. Iron Wire Works PT. LG Electronics Indonesia PT. Dow Chemical Indonesia) PT. Unggul Indah Cahaya. Osram Indonesia PT. Sentra Usahatama Jaya PT. Yuasa Battery Indonesia RSUD Adji Darmo Lebak RSUD Berkah Pandeglang RSUD Cilegon RSUD Kabupaten Serang RSUD Tangerang Rumah Qodr Islamic Village Rumah Sakit Eka Hospital Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ Sub Sektor Tekstil Peleburan Logam Gula Rafinasi Petrokimia Elektronik Industri Logam Petrokimia Petrokimia Lain-lain (Magnet) Lampu Pijar Petrokimia Pelapisan logam Kertas Gula Rafinasi Petrokimia Sepatu Pelapisan logam Petrokimia Gula Rafinasi Petrokimia Tekstil Petrokimia Industri Kimia Petrokimia Keramik Tekstil Petrokimia Petrokimia Petrokimia Lain-lain (Al profile) Battery Sel Basah Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Provinsi Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Kab. Pacinesia Chemical Industry PT. NX Indonesia PT. Indonesia Toray Synthetics (ITS) PT. SK Keris PT. Rohm and Haas Indonesia PT. Mitsuba Indonesia PT. (UIC) PT. PT./Kota Kota Tangerang Tangerang Kota Cilegon Kota Cilegon Tangerang Tangerang Kota Cilegon Kota Cilegon Kota Cilegon Tangerang Tangerang Kota Cilegon Tangerang Kota Cilegon Kota Cilegon Tangerang Tangerang Kota Cilegon Kota Cilegon Serang Tangerang Kota Cilegon Serang Kota Cilegon Tangerang Tangerang Kota Cilegon Kota Cilegon Kota Cilegon Tangerang Kota Tangerang Cilegon Serang Tangerang 17 .Divisi Fitting Serpong PT. Nippon Shokubai Indonesia PT. . Styron Indonesia (ex. Permata Dunia Sukses Utama PT. YKK AP Indonesia PT. TITAN Petrokimia Nusantara PT.No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 Nama Perusahaan PT. Pelita Cengkareng Paper PT.

Yasunaga Indonesia PT.PLTU 2 Banten Labuan PT.TT Tg Gerem PT.DPPU Pondok Cabe Tangerang PT. Sulfido Adi Usaha Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM MPJ MPJ MPJ Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ Sub Sektor Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Energi PLTU Energi PLTU Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Energi PLTU Energi PLTGU Pipa Kompor Sepatu Gula Rafinasi Sepatu Sepatu Logam Kimia Provinsi Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Banten Kab. SPIJ PT. Rinnai Indonsesia PT./Kota Tangerang Tangerang Tangerang Kota Cilegon Kota Cilegon Tangerang Tangerang Kota Cilegon Pandeglang Kota Cilegon Kota Cilegon Tangerang Tangerang Serang Serang Serang Serang Cilegon 18 . Nikomas Gemilang PT. Powchen Indonesia PT. Pertamina .STS Teluk Semangka PT.No 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 Nama Perusahaan Rumah Sakit Internasional Omni Rumah Sakit Krakatau Medika Rumah Sakit Mayapada Tangerang Rumah Sakit Sari Asih Tangerang Rumah Sakit Siloam Karawaci Krakatau Daya Listrik (KDL) PT. PLN (Persero) Pembangkitan Lontar Sektor Labuan . Indonesia Power UBP Suralaya PT. Pertamina (Persero) Unit Aviasi SoekarnoHatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) PT. Pertamina . PLN (Persero) Sektor Pembangkitan PLTGU Cilegon PT. Pertamina S&D Reg II . Adis Dimension Footwear PT. Duta Sugar PT.

Bukit Angkasa Makmur PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Bengkulu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Perusahaan PT Agricinal PT. Pertamina . Bio Nusantara Teknology PT. Agri Andalas PT. Ratu Samban Mining Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Sawit Sawit Sawit Sawit Karet Minyak Goreng Karet Sawit Karet Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Migas Distribusi Tambang Batubara Provinsi Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Kab.3. Danau Mas Hitam PT. Inti Bara Perdana PT. Batanghari Bengkulu Pratama PT. Alno Agro Utama PT. DARIA DHARMA PRATAMA PT.Mukomuko POM Unit Sari Bulan Estate PT.Depot Pulau Baai PT. Bukit Sunur PT./Kota Bengkulu Seluma Muko-Muko Bengkulu Bengkulu Tengah Bengkulu Utara Bengkulu Tengah Bengkulu Utara Seluma Bengkulu Tengah Bengkulu Tengah Bengkulu Tengah Bengkulu Tengah Kota Bengkulu Bengkulu Tengah 19 . Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Padang Plawi PT. Agro Muko . Kusuma Raya Utama PT.

4. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi D.I Yogyakarta
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Perusahaan PT. Budi Makmur Jaya Murni PT. Madu Baru PG Madukismo PT. Mirota PT. Sari Husada - Unit 1 Yogyakarta CV. KARYA HIDUP SENTOSA, CV Hotel Hyatt Sleman Hotel Sahid Raya Novotel Pabrik Cambrik Gabungan Koperasi Batik Indonesia PT. BERLICO MULIA FARMA, PT PT. GE Lighting Indonesia PT. KUSUMA SANDANG MEKARJAYA PT. Samitex Sewon PT. Yogyakarta Tekstil Rumah Sakit Hidayahtulah Yogyakarta Rumah Sakit JIH Rumah Sakit Panti Nugroho Sleman Santika Hotel The Cangkringan Jogja Villas & Spa Yogyakarta PT. Pertamina (Persero) DPPU Adisucipto PT. Pertamina (Persero) TBBM Rewulu Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM Sub Sektor Penyamakan Kulit Gula Susu Susu Alat Berat Hotel Hotel Hotel Tekstil Farmasi Lampu Tekstil Tekstil Tekstil Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Hotel Hotel Migas Distribusi Migas Distribusi Provinsi D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta D.I. Yogyakarta Yogyakarta Bantul Bantul Kota Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Sleman Sleman Kota Yogyakarta Yogyakarta Sleman Yogyakarta Sleman Bantul Bantul Sleman Kota Yogyakarta Kab./Kota

20

5. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Jambi
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Nama Perusahaan PT. Agro Mitra Madani PT. Asiatic Persada PKS Sei Kandang PT. Batang Hari Tembesi PT. Djambi Waras I PT. Djambi Waras II Jujuhan PT. Hok Tong - Jambi PT. Inti Indosawit Subur I - Muara Bulian PT. Inti Indosawit Subur II - Tungkul Ulu PT. Jamika Raya PKS PT. Kresna Duta Agrindo PKS Jelatang PT. Kresna Duta Agrindo PKS Langling PT. Kresna Duta Agro Indo PKS Pelakar PT. Megasawindo Perkasa CRF PT. Megasawindo POM PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) PKS Pinang Tinggi PT. REMCO JAMBI PT. Sari Aditya Loka I PT. Sari Aditya Loka II PT Lontar Papirus Pulp and Paper RS Raden Mattaher RSD Kol. Abundjani Bangko RSUD A. Thalib Sei Penuh RSUD Kuala Tungkal RSUD Muara Bungo Conocophillips (South Jambi), Ltd. - PSC Gas Operation Mont'D Or Oil Tungkal, Ltd. Petrochina International Jabung Ltd PT. Asia Multi Investama PT. Bangun Energy Indonesia PT. Jambi Prima Coal PT. Kuansing Inti Makmur PT. Minimex Indonesia PT. Nusantara Thermal Coal PT. Pertamina - DPPU Sultan Thaha PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Jambi PT. Pertamina EP Unit Bisnis EP Jambi - Area Selatan (ex UBEP Jambi) PT. Petrochina International Jabung Ltd. (Minyak) TAC Pertamina - Binawahana Petrindo Meruap Pte.Ltd Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Sawit Sawit Karet Karet Karet Karet Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Karet Sawit Karet Sawit Sawit MPJ MPJ MPJ Rumah Sakit Rumah Sakit MPJ Migas EP Migas EP Migas EP Pertambangan Pertambangan Pertambangan Pertambangan Pertambangan Pertambangan Migas Distribusi Migas Distribusi Migas EP Migas EP Migas EP Provinsi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Jambi Kab./Kota Tanjung Jabung Barat Batanghari Kota Jambi Kota Jambi Bungo Kota Jambi Batanghari Tanjung Jabung Barat Bungo Merangin Merangin Sarolangun Bungo Bungo Muara Jambi Kota Jambi Merangin Bungo Tanjung Jabung Barat Jambi Merangin Sungai Penuh Kuala Tungkal Bungo Batang Hari Tebo Tanjung Jabung Barat Tebo Batanghari Sarolangun Bungo Sarolangun Bungo Kota Jambi Kota Jambi Muaro Jambi dan Kota Jambi Tanjung Jabung Timur Sarolangun

21

No 39

Nama Perusahaan TAC Pertamina - Insani Mitrasani Gelam (EMP Gelam)

Sektor PEM

Sub Sektor Migas EP

Provinsi Jambi

Kab./Kota Muaro Jambi

22

Bellfoods Indonesia PT./Kota Subang Sukabumi Bogor Sumedang Garut Garut Karawang Bekasi Karawang Sukabumi Bekasi Sukabumi Depok Subang Majalengka Cirebon Cirebon Subang Cirebon Subang Depok Karawang Cirebon Subang Bekasi Sukabumi Purwakarta Bogor Bandung Barat Subang Bandung Barat Bandung Barat Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bogor Karawang 23 . Coca Cola (Fresh Tea) PT. PG Rajawali II Unit PG Sindang Laut PT. PG Rajawali II Unit PG Subang Pasir Bungur PT. Indofood Sukses Makmur PT. Anugerah Setia Lestari PT. MM-2100 PT.6. PG Rajawali II Unit PG Karang Suwung PT. Indosentra Pelangi PT. Condong Garut – Komoditi Sawit PT. Tang Mas (2 Tang) PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Jawa Barat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Nama Perusahaan PT. Indolacto Factory PT. Aqua Golden Mississipi PT. Heinz ABC Indonesia . Surya Cipta Swadaya Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ Sub Sektor Kecap Air Mineral Olahan Daging Teh Karet Sawit Kecap/Saus Mie Instan Bumbu Masak Susu Kecap Peternakan Makanan dan Minuman Karet Gula Gula Gula Gula Gula Tepung Beras Olahan Daging Penyamakan Kulit Kayu Lapis Kina Air Mineral Air Mineral Karet Teh Teh Teh Teh Susu Kawasan Industri Kawasan Industri Kawasan Industri Kawasan Industri Pengolah Limbah Kawasan Industri Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Kab. PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru PT. San Miguel PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh PT. EJIP PT. SERAYU MAKMUR KAYUINDO PT. Indofood Sukses Makmur PT. Condong Garut – Komoditi Karet PT. Varia Indo Tirta (Vit) PTPN VII Cikumpay PTPN VIII Kebun Gunung Mas PTPN VIII Kebun Panglejar PTPN VIII Kebun Walini PTPN VIII Rancabali Ultrajaya Milk Industry PT. Karyana Gita Utama PT. JABABEKA PT. Sincona Indonesia Lestari PT. Rose Brand (Budi Makmur Sentosa) PT. LIPPO Cikarang PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Jalupang PT.Karawang PT. LASSALLEFOOD INDONESIA PT. Sanwoo Indonesia PT. PPLI PT.

Brigestone Tire Indonesia . Tbk . Sungai Indah Tekstile PT. Dactex Indonesia PT. Tbk PT.Purwakarta PT.Pabrik Citeureup PT. Holcim Indonesia./Kota Bandung Bandung Depok Bogor Bekasi Bandung Barat Bandung Barat Karawang Bandung Bandung Karawang Bekasi Bekasi Bandung Barat Bandung Barat Bandung Bandung Bekasi Bekasi Bogor Bandung Purwakarta Bogor Purwakarta Bogor Cirebon Bandung Purwakarta Sumedang Cimahi Sumedang Bekasi Bekasi Sumedang Bandung Bekasi Bekasi Subang Bogor 24 . Central Texindo PT. Parisindo Pratama Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ Sub Sektor Tekstil Tekstil Farmasi Pelapisan Logam Makanan/Biskuit Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Farmasi Ban Ban Pelapisan Logam Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Pengolahaan Logam Kertas Pelapisan Logam Tekstil Tekstil Semen Rayon Semen Semen Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Farmasi Consumer Goods Tekstil Farmasi Keramik Kertas Kertas Kertas Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Kab.Plant Bandung PT. Tbk . Bukit Terang Paksi Galvanis PT.Narogong Plant PT. Kahatex I PT. Central Georgette Nusantara Printing Mill (CGNP) PT. Purnama Tirtatex CV. Kewalram Indonesia PT. Bintang Agung PT. Armindo Catur Pratama PT. Tbk PT. Kahatex II PT.Bandung PT. Insan Sandang Internusa PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Grand Textile Industry (Grantex) PT.No 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 Nama Perusahaan CV. Abbot Indonesia PT. Hino Motor Manufacturing Indonesia PT. Kalbe Farma.Pabrik Palimanan PT. Pabrik Kertas Noree Indonesia PT. Indo-Bharat Rayon PT. Kimia Farma (Persero). Indorama Synthetics. Essar Indonesia PT. Papertech Indonesia PT. Tbk. Ateja Tritunggal PT. Tbk . Tbk. Fajar Surya Wisesa. Bio Farma (Persero) PT. Muliakeramik Indahraya PT. Tbk . Indorama Synthetics. Indocement Tunggal Prakarsa. Bridgestone Tire Indonesia . Deliatex Kusuma PT. . Kao Indonesia PT. Ateja Multi Industri PT. Galvindo Ampuh PT.Bekasi Plant PT.Karawang Plant PT. Bhineka Karya Manunggal PT. Arnott Indonesia PT.

Pertamina (Persero) RU VI – Kilang Balongan PT.Depot Ujung Berung PT. Ltd. Pertamina – Depot Cikampek PT. Ltd PT.DPPU Bandara Husein Sastranegara PT.Depot Padalarang Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Peleburan Logam Kertas Kertas Pupuk Elektronik Elektronik Komponen Otomotif Rayon Ban Pelapisan Logam Farmasi Otomotif Consumer Goods Pelapisan Logam Ritslulting Energi Geothermal Migas EP Migas EP Tambang Mineral Energi Geothermal Energi PLTGU Energi PLTP Energi Geothermal Energi PLTG Migas EP Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Migas UP Migas EP Migas EP Energi Geothermal Migas EP Migas Distribusi Migas Distribusi Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Kab. Pindad (Persero) PT. Sanyo Electronics Indonesia PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills-1 PT. Unit Panas Bumi Derajat Pertamina EP Proyek Pondok Tengah Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ.No 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 Nama Perusahaan PT. Pertagas Area Jawa Bagian Jawa barat PT. Chevron Geothermal Salak. Cikarang Listrindo PT. Indonesia Power UBP Kamojang Unit PLTP Gunung Salak PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills-2 PT. Pertamina . Pertamina EP Region Jawa Field Subang PT. Tbk . Indonesia Power UBP Kamojang Unit PLTP Kamojang PT.Pabrik Cikarang PT. Sanyo Jaya Component Indonesia PT. PT. Indonesia Power UBP Semarang Sub Unit PLTG Sunyaragi PT. Pertamina S&D Reg II . Pertamina Region Jawa – Jatibarang PT. Tbk . YKK Zipper Indonesia Chevron Geothermal Indonesia. Pupuk Kujang PT. Majalengka Indramayu Bandung 25 . Sumi Rubber PT. Aneka Tambang. Pertamina . Pertamina – Depot Tasikmalaya PT.Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor PT. South Pacific Viscose PT. Sumiden Serasi Wire Products PT./Kota Bandung Karawang Karawang Karawang Bekasi Bekasi Bekasi Purwakarta Karawang Bogor Bandung Karawang Bekasi Bekasi Bekasi Garut Bekasi Karawang Bogor Sukabumi Bekasi Sukabumi Bandung Cirebon Indramayu Cikampek Tasikmalaya Bandung Bandung Indramayu Subang Bekasi Bandung Indramayu. Ltd. Pertamina Geothermal Area Kamojang PT.Karawang Plant PT. Unilever Indonesia. Pertamina EP Region Jawa Field Tambun PT. Pertamina S&D Reg II – Balongan Group PT. Showa Indonesia Manufacturing PT. Toyota Manufacturing Indonesia . Tanabe Indonesia PT. Walsin Lippo Industries PT.

/Kota Bekasi Bandung 26 . PJB UP Muara Tawar Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd Sektor PEM PEM Sub Sektor Energi PLTGU Energi Geothermal Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Kab.No 114 115 Nama Perusahaan PT.

Batam Textile Industry (Batamtex) PT. Dan Liris PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Jawa Tengah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Nama Perusahaan PG. Pismatex Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ Sub Sektor Gula Gula Minuman Ringan Minuman Ringan Gula Plywood Bahan makanan Gula Susu Minuman Ringan Pengolahan Kentang Hotel Hotel Hotel Hotel Mesin Tekstil Sepatu Tekstil Industri Kimia Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Elektronik Semen Industri Kimia Pelapisan logam Tekstil Farmasi Tekstil Tekstil Karoseri Kendaraan Tekstil Farmasi Tekstil Provinsi Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Magelang Karanganyar Kota Semarang Sukoharjo Cilacap Karang Anyar Kota Semarang Semarang Semarang Sukowarjo Kota Salatiga Semarang Semarang Semarang Semarang Solo Solo Tegal Kendal Kendal Salatiga Klaten Klaten Kab. Tasik Madu PT.7.Cilacap Plant PT. Mekar Armada Jaya (New Armada) PT. Kurios Barutama PT. Kayu Lapis Indonesia PT. SARIHUSADA PT. Bina Guna Kimia PT. Hartono Istana Teknologi (HIT) PT. PT. Phapros. Holcim Indonesia./Kota 27 . Tbk . Kievet Indonesia PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) PG Gondang Baru PT. PT. Iskandartex PT. Daya Manunggal Tekstil (Damatex) PT. Indonesia Steel Tube Work (ISTW) PT. Industri Gula Nusantara PT. Mutu Gading Tekstil PT. Lokatex PT. Tbk. Apac Inti Corpora PT. Duniatex PT. Coca Cola Bottling Indonesia PT. Gunung Slamet (SOSRO) PT. Hanil Indonesia PT.Indofood Fritolay Makmur Grand Candi Hotel Gumaya Tower Hotel Semarang Hotel Lor In Hotel Sahid Jaya Kubota Indonesia PT. Tbk. Indo Acidatama. Ara Shoes Ind PT. Mojo PG. Sosro PT. Konimex PT.

/Kota Batang Kudus Kota Semarang Karang Anyar Karang Anyar Sukoharjo Kota Salatiga Sukoharjo Semarang Semarang Rembang Wonosobo Kota Semarang Tegal Cilacap Cilacap Boyolali Semarang Cilacap Cilacap Jepara Cilacap Cilacap 28 . Kariadi PLTU Rembang PT. Sari Warna Asli Textile Industry . Suraji Tirtonegoro RSU PKU Muhammadiyah Roemani Rumah Sakit Dr.Unit I (ex unit IV) PT. Tiga Manunggal Tekstil (Timatex) PT. Geo Dipa Energy Unit Dieng PT. Sari Warna Asli Textile Industry .Unit III PT. Indonesia Power UBP Semarang . Pertamina (Persero) RU IV . Primatexco Indonesia PT. Raja Besi PT. Pertamina S&D Reg II . Sri Rejeki Isman (Sritex) PT.Tambak Lorok PT. Pertamina (Persero) S&D Region II Terminal BBM Boyolali PT. Pertamina . Tyfountex Indonesia RSU Dr. PLN (Persero) Pembangkit Tanjung Jati B Jepara PT. Pertamina (Persero) S&D Region II Terminal BBM Pengapon PT.No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Nama Perusahaan PT. Pura Nusapersada PT.Terminal BBM Maos PT.Kilang Cilacap PT. Sumber Segara Primadaya (S2P) Terminal Transit Lomanis Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Tekstil Kertas Pelapisan logam Keramik Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Energi PLTU Energi Geothermal Energi PLTG/PLTU/PLTGU Migas Distribusi Migas UP Migas UP Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Energi PLTU Energi PLTU Migas Distribusi Provinsi Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Kab. Pertamina S&D Reg II . Pertamina (Persero) Production Unit Cilacap Lubricants PT.Terminal BBM Cilacap PT.Depot Tegal PT. Sango Ceramics Indonesia PT. Pertamina DOH Blora PT.

Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Jawa Timur No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Nama Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Pradjekan PT. Heinz ABC Indonesia PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Soedhono PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Watotoelis PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Djatiroto PT. Kutai Timber Indonesia PT. Japfa Comfeed PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Meritjan PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Gempolkrep PT. Eka Timur Raya PT. Campina PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Krembong PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Bobbin PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Semboro PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Lestari PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Redjosari PT. Aneka Coffee Industry PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Kedawoeng PT. Indolakto . Aneka Tuna Indonesia PT. Kebon Agung PG. Indofood Sukses Makmur PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Toelangan PT.Pasuruan Factory PT./Kota Sidoarjo Pasuruan Surabaya Pasuruan Pasuruan Pasuruan Pasuruan Pasuruan Sidoarjo Malang Probolinggo Kota Pasuruan Jember Jombang Mojokerto Sidoarjo Nganjuk Kediri Tulung Agung Kediri Kediri Jombang Sidoarjo Sidoarjo Situbondo Lumajang Pasuruan Madiun Bondowoso Magetan Jember Madiun Malang 29 . Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Assembagoes PT. Gudang Garam . Nestle Indonesia .Pasuruan PT.Kejayan Factory PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Ngadirejo PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Tjoekir PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG Pagottan PT. PG Rajawali I Unit PG Krebet Baru I Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Sub Sektor Kopi Pengolahan Ikan Es Cream Pengolahan Jamur Rokok Sirup & Kecap Mie Susu Pakan Ternak Gula Plywood Susu Cerutu Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Gula Provinsi Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Kab. Kebon Agung PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Djombang Baru PT.8. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Pesantren Baru PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG Mojopanggoong PT.

Miwon Indonesia PT. Paiton Energy Company PT. Cheil Jedang Indonesia .. Instalasi Surabaya JOB Pertamina Petrochina East Java Kangean Energy Indonesia. Perak PT. . Sepanjang Baut Sejahtera PT. Jawa Power PT. PG Rajawali I Unit PG Krebet Baru II PT. Ltd. Sopanusa Tissue & Packaging Saranasukses PT. Otsuka Indonesia PT. Lapangan Gas Maleo Santos PTY LTD . Unilever Indonesia. Ajinomoto Indonesia PT. Satelit Sriti PT. Kodeco Energy Co. Surya Zig Zag PT. Philips Indonesia PT./Kota Malang Madiun Pasuruan Gresik Mojokerto Pasuruan Malang Banyuwangi Probolinggo Gresik Malang Surabaya Malang Surabaya Surabaya Probolinggo Tuban Surabaya Mojokerto Gresilk Kediri Gresilk Surabaya Gresik Surabaya Bojonegoro Sumenep Gresik Sidoarjo Pasuruan Surabaya Probolinggo Probolinggo Sidoarjo Surabaya Gresik Probolinggo Sumenep Surabaya 30 . New Simomulyo PT.Pasuruan Plant PT. Molindo Raya PT. Ltd. Kertas Leces (Persero) PT. Pertamina Gas Area Jawa Bagian Timur PT. Ltd. Tbk.Lapangan Oyong Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Gula Gula Agar-agar Kertas MSG MSG Kertas Kertas Kertas MSG Industri Kimia Pelapisan logam Farmasi Lampu Keramik MSG Semen Pelapisan logam Kertas Kertas Kertas Pelapisan logam Consumer Goods Migas EP Migas Distribusi Migas EP Migas EP Migas EP Migas EP Energi PLTGU Energi PLTD Energi PLTU Energi PLTU Migas EP Migas Distribusi Energi PLTGU Energi PLTU Migas EP Migas EP Provinsi Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Kab. Ltd. PJB UP Gresik PT. (Lapangan Wunut) PT.Instalasi Tg. PG Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru PT. Indonesia Power UBP Perak . Adiprima Suraprinta PT.Grati PLTGU Grati PT. Pertamina S&D Reg III . PJB UP Paiton Santos (Madura Offshore) Pty. Inc. Ekamas Fortuna PT. Semen Gresik (Persero). Indonesia Power UBP Perak .No 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Nama Perusahaan PT. Timur Megah Steel PT. Tbk .Pabrik Tuban PT. Sasa Inti PT. Kertas Basuki Rahmat PT.Pabrik Rungkut HESS (Indonesia Pangkah). Surabaya Mekabox PT. Platinum Ceramic Industries PT. Lapindo Brantas.Grati PLTU Perak PT.

Ketapang Pontianak Kab. Dempal Resource PT. Sumber Djantin Hotel Mercure PT. Kota Niaga Raya PT. Bintang Harapan Desa PT. Agro Nusa Investama PT. Ketapang Kab./Kota Kab. Ketapang Kab. Kalimantan Sanggar Pusaka PT. Multi Prima Entakai PT. Kubu Raya Pontianak Kota Pontianak Kota Pontianak pontianak Kab. Hok Thong PT. Citra nusa intisawit PT. Karya Utama Tambang Jaya PT. Pontianak Kab. PLN (Persero) Sektor Kapuas Area PLTD Sei Wie dan PLTD Sudirman Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM Sawit Sawit Karet Karet Karet Hotel Hotel Tambang Bauksit Tambang Bauksit Energi PLTU Energi PLTD Sub Sektor Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Plywood Karet Sawit Karet Makanan Sawit Sawit Sawit Karet Sawit Sawit Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kab. Kubu Raya Kab. Sime Indo Agro PT. Bonti Permai Jayaraya PT. Sintang Kab. Kubu Raya Sanggau Kota Pontianak Kab. Star Rubber PT. Agro Lestari Mandiri PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) PMS Gunung Meliau PT. Poliplant Sejahtera PT. Sekadau Pontianak Sanggau Kab. Mitra Austrial Sejahtera PT. Kubu Raya Kab. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Kalimantan Barat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT.9. Erna Djuliawati (Lyman Group) PT. Bumi Pratama Khatulistiwa PT. Sumber Alam PT. Giat Usaha Dieng PT. Kubu Raya Kab. Kubu Raya Kab. New Kalbar Processor PT. Indofood Sukses Makmur PT. Skadau Kab. Sari Bumi Kusuma PT. Kubu Raya Melawi Kab. Sinar Dinamika Kapuas PT. Sanggau Kab. Harapan Sawit Lestari PT. Sambas Kab. Ketapang Kota Pontianak pontianak 31 . Ceria Prima PT. Bengkayang Kab. PLN (Persero) Sektor Kapuas Area PLTD dan PLTG Siantan PT.

. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Kebun Danau Salak PT. Nyiwan Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Hotel Hotel Semen RS Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Batubara Tambang Biji Besi Migas Batubara Batubara Biji Besi Karet Sawit Sawit Sawit Karet Plywood Sawit Sub Sektor Provinsi Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Tanah Bumbu Tapin. Arutmin Indonesia Tambang Asam-Asam PT. Benua Lima Sejurus Hotel Rattan Inn Hotel Aston PT. Bumi Jaya PT.10. Banjar Tapin. Sinar Kencana Inti Perkasa . Bangun Banua Persada PT. Bridgestone Kalimantan Plantation PT.Banjarmasin PT. Basirih Industrial Corporation PT. Surya Satrya Timur PTPN XIII (Persero) Tanah Laut PT. Smart. Arutmin Indonesia Tambang Batulicin PT. PLN (Persero) Pembangkit Sektor Barito PT.PKS Batu Ampar PT. Tunas Inti Abadi PT. Tbk.Unit Gunung Aru Factory PT. Indocement Tunggal Prakarsa RSUD Ulin Banjarmasin Bahari Cakrawala Sebuku PT. Smart. Borneo Indobara PD. Sumber Kurnia Buana PT. Hok Tong . Banjar Tanah Laut Tanah Bumbu Tanah Bumbu Kotabaru Tabalong Tabalong Tanah Bumbu Tanah Laut Tabalong Tanah Laut Kotabaru Tanah Bumbu Barito Kuala Barito Kuala Banjarmasin Banjarmasin Kota Baru Banjarmasin Kota Banjarmasin Banjar Kota Baru Kota Baru Kota Banjarmasin Kota Banjarmasin Kotabaru Kab. Sajang Heulang PT. Eka Satya Yatama PT. Bersama Sejahtera Sakti . Pertamina EBEP Tanjung PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Kalimantan Selatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Nama Perusahaan PT. .PKS Tanah Laut PT. Jorong Barutama Greston PT. Interex Sacra Raya PT./Kota 32 . Baratala PT. Kalimantan Jaya Wattido PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin PT. Arutmin Indonesia Tambang Satui PT. Ladang Rumpun Abadi PT. Tbk. Buana Karya Bhakti PT.Kebun Sekupang PT.

/Kota Tanah Laut Kotabaru Banjar Tanah Bumbu 33 . Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) PT.No 37 38 39 40 Nama Perusahaan PT. Baramarta PT. Wahana Baratama Mining Sektor PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Energi PLTU Tambang Mineral Tambang Batubara Tambang Batubara Provinsi Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kab. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam-Asam PT.

Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep. Timah (Persero). Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep. Tbk. Sahabat Mewah dan Makmur PT. Tbk.Keteknikan dan Sarana (Balaikarya) PT. Steelindo Wahana Perkasa Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Sawit Sawit Sawit Sawit Tambang Mineral Migas Distribusi Tambang Mineral Energi PLTD Tambang Mineral Tambang Mineral Tambang Mineral Tambang Mineral Tambang Mineral Tambang Mineral Sub Sektor Sawit Sawit Sawit Karet Provinsi Kep. Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep. SAWINDO KENCANA PT. Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep.11.Unit Wilayah Tambang Darat Jebus PEM 11 12 13 14 15 16 17 18 19 PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM 34 . Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep. Gunung Maras Lestari PT. Parit Sembada PT. Tbk. . Timah (Persero)./Kota Kab. Bangka Belitung Kep. Timah (Persero). Karini Utama PT. . Bangka Belitung Kep. Tbk. . Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Perusahaan PT.Unit Wilayah Produksi Belitung PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Pangkal Balam PT. Gunung Sawit Bina Lestari PT.Unit Metalurgi Muntok PT. Timah (Persero). Timah (Persero). Tbk. Forestra Lestari Dwikarya PT. Bangka Belitung Kep. Belitung Bangka Bangka Barat Bangka Bangka Barat Belitung Timur Belitung Timur Bangka Belitung Bangka Tengah&Banka Selatan Pangkal Pinang Bangka Induk Bangka Induk Bangka Barat Bangka Barat Bangka Induk Bangka Selatan Belitung Timur Bangka Barat 10 PT. Timah (Persero). . Bangka Belitung Kep. Timah (Persero). Tbk. . Tbk. Bangka Belitung Kab. . Bangka Belitung Kep. Koba Tin PT.Unit Tambang Darat Toboali PT. MP Leidong West Indonesia PT. Tbk.Unit Tambang Darat Belinyu PT.Unit Tambang Darat Sungailiat PT. Timah (Persero). . .Keteknikan dan Sarana (PLTD) Baturusa PT. Bangka Belitung Kep. Bangka Belitung Kep.

Great Giant Livestock Company PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Tulung Buyut PT. Coca Cola Bottling Indonesia PT. Florindo Makmur PT.Divisi Nenas PT. Sweet Indo Lampung PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Lampung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Perusahaan PT.Sinar Pematang Mulia II PT. Tunas Baru Lampung . Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Bekri PT. Gunung Madu Plantation PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Rejosari PT.Divisi Tapioka Ketapang PT.Divisi Tapioka PT.Divisi CPO Kekah PT.Sungai Buaya Mill PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Kedaton PT. Budi Acid Jaya . Golden Sari PT. Kirin Miwon Food PT.12.Nestle . Indo Lampung Perkasa PT. Teguhwibawa Bhaktipersada PT.Nescafe PT. Sari Segar Husada PT.Sorini Agro Asia Corporation PTPN VII . Sumber Indah Perkasa . Great Giant Pineapple Corporation .Budi Acid Jaya GIHAM PT. Great Giant Pineapple Corporation . Santosa Agrindo PT.Sinar Pematang Mulia PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Bunga Mayang PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Pematang Kiwah PT. Semen Baturaja Panjang Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ Semen Sub Sektor Tapioka Tapioka Tapioka Peternakan Pengalengan Nenas Tapioka Gula Gula Gula Nenas Etanol Sawit Gula Sawit Karet Karet Karet Peternakan Olahan Kelapa Sawit Gula Tapioka Sawit Pengalengan Nenas Kopi Tapioka Tapioka Tapioka Karet Tapioka Provinsi Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Lampung Kab. Gula Putih Mataram PT.Divisi Tapioka Labuhan Ratu PT. LPG 35 . Budi Acid Jaya . Kencana Acidindo Perkasa PT. Medco Etanol Lampung PT.WAY BERULU Umas Jaya Agrotama PT./Kota Lampung Utara Lampung Timur Lampung Tengah Lampung Tengah Lampung Tengah Lampung Tengah Lampung Tengah Lampung Tengah Tulang Bawang Way Kanan Lampung Utara Lampung Tengah Lampung Utara Lampung Selatan Lampung Selatan Lampung Selatan Way Kaman Lampung Tengah Lampung Selatan Tulang Bawang Tulang Bawang Tulang Bawang Lampung Tengah Way Kanan Lampung Selatan Lampung Tengah Mesuji Lampung Timur Pesawaran Lampung Timur Lampung Selatan Bandar Lampung Lampung Timur BD.

No 35 36 37 Nama Perusahaan PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor Pembangkitan Tarahan Sektor MPJ PEM PEM Sub Sektor Karbon Aktif Migas Distribusi Energi PLTD Provinsi Lampung Lampung Lampung Kab. Tanso Putra Asia PT./Kota Lampung Selatan Kota Bandar Lampung Lampung Selatan 36 . Pertamina (Persero) S&D Region I Terminal BBM Panjang PT.

M. Nissui Investment Indonesia PT. Gemala Borneo Utama PT.13. Batutua Kharisma Permai PT. Waenibe Wood Industries RSUD Dr. Aneka Sumber Tata Bahari PT. Infek Marsela PT. Maluku Tengah Kota Tual Maluku Tengah Kab. Haulusy PT. Maritim Timur Jaya PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Maluku No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Perusahaan PT. Buru Ambon Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Tenggara Barat Seram Bagian Barat 37 ./Kota Kab. Manusela Prima Mining Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Pengalengan Ikan Pengalengan Ikan Cold Storage Kayu Lapis Rumah Sakit Tambang Tembaga Tambang Emas Migas Tambang Nikel Provinsi Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Kab.

Depot Badas PT. Newmont Nusa Tenggara PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Perusahaan PT. Lombok Barat Sumbawa Lombok Barat Mataram Mataram Mataram Mataram Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Barat Mataram Mataram Lombok Barat Lombok Barat Lombok Barat Lombok Utara Lombok Barat Lombok Utara Sumbawa Kota Bima Mataram Mataram Sumbawa Barat Ampenan Badas Bolo 38 ./Kota Kab. Pertamina . Phonix Mas Amanwana Resort Holiday Resort Hote Lombok Garden Hotel Grand Legi Mataram Hotel Lombok Plaza Hotel Lombok Raya Jeeva Klui Resort Novotel Qunci Villas RS Umum Kota Mataram RS Umum Provinsi NTB Sanggigi Beach Sheraton The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa The Oberoi The Santosa Villas & Resort Lombok Villa Ombak PLTD Labuhan Sumbawa PLTD Niu Bima PLTD Taman PLTD Tanjung Karang PT.14. Pertamina .Depot Ampenan PT.Depot Bima Sektor Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Agar-Agar Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel RS RS Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Energi Energi Energi Energi Pertambangan Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Provinsi NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB Kab. Pertamina .

Sawit Asahan Indah PT. Perkebunan Nusantara V ./Kota Pelelawan Rohul Rokan Hilir Pelalawan Siak Kampar Kuansing Rokan Hulu Kampar Dumai Pelalawan Pelalawan Pelalawan Pelalawan Siak Siak Pelalawan Siak Rokan Hulu Rokan Hulu Siak Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Indragiri Hilir Kampar Rokan Hilir Pelalawan Rokan Hulu Pelalawan Kampar Indragiri Hulu Indragiri Hulu Kota Dumai Kampar Siak 39 . HERVENIA KAMPAR LESTARI PT.Teluk Siak Factory PT.UKUI II PT.PKS Sei Tapung PT. Salim Ivomas Pratama . Mitra Unggul Pusaka PT.Buatan II PT. INTI INDO SAWIT SUBUR . Tirta Sari Surya PT.PKS Balam PT. Mutiara Unggul Lestari PT. INTI INDO SAWIT . Indah Kiat Pulp & Paper . PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Riau No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Nama Perusahaan Musimas Pangkalan Lesung Panca Surya Agrindo PT Salim Ivomas Pratama Kayangan Mill PT. Inti Indosawit Subur II .PKS Tanjung Medan PT.PMKS Kaliantan Dua PT. Bukit Kapur Reksa) PTPN V Sei Pagar PT.PKS Sam-Sam PT.Parawang Mill Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ Sawit Sawit Karet Sawit Minyak Goreng PMKS Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Minyak Kelapa Sawit Karet Minyak Goreng Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sub Sektor PMKS PMKS Sawit Sawit Sawit PMKS Provinsi Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Kab. Tunggal Perkasa Plantation PT.PKS Sei Buatan PT. Duta Palma Nusantara PT.BUATAN I PT. Ivo Mas Tunggal . Aneka Inti Persada .15. Perkebunan Nusantara V (Persero) Unit Sei Galuh PT. Adei Plantation PT. Inti Benua Perkasatama PT. Rama Jaya Pramukti PT. Padasa Enam Utama .PKS Ukui PT. Perdana Intisawit Perkasa PT. Perkebunan Nusantara V . Ciliandra Perkasa PT. Sinar Siak Dian Permai PT. Kimia Tirta Utama PT. Perkebunan Nusantara V . Pulau Sambu Guntung PT. Sari Lembah Subur 1 . INTI INDO SAWIT SUBUR .UKUI I PT. Tasma Puja PT. Eka Dura Indonesia PT. Wilmar Nabati Indonesia (Ex.

Pertamina EP Unit Bisnis EP Lirik PT./Kota Pekanbaru Pelalawan Pekanbaru Pekanbaru Siak Sri Indrapura Kota Pekanbaru Kota Pekanbaru Meranti Siak Sri Indrapura Siak Bengkalis Rokan Hilir Siak Indragiri Hulu Dumai Kota Dumai Kota Dumai Kota Dumai Bengkalis Pekanbaru Indragiri Hulu.Heavy Oil PT. Pertamina (Persero) RU II Kilang Dumai PT. . Riau Bara Harum Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Provinsi Riau Riau Kab. Kondur Petroleum S.No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 Nama Perusahaan PT.Pertamina Hulu Kalila (Bentu) Ltd. Pertamina (Persero) S&D Region I Terminal BBM Sei Siak PT. Indofood PT.Meranti Field Kondur Petroleum S. Chevron Pacific Indonesia . Ltd. . dan Siak Pekanbaru Indragiri Hulu Rumah Sakit Rumah Sakit Migas EP Migas EP Migas EP Migas EP Migas EP Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Migas EP Migas UP Migas UP Migas Distribusi Migas UP Migas UP Migas Distribusi Migas EP Energi PLTD Tambang Batubara Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau Riau 40 . Bumi Siak Pusako . Pelalawan. Riau Andalan Palp & Paper RS. Nagamas Palm Oil Lestari PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pekanbaru Unit PLTD/PLTG Teluk Lembu PT.Sumatera Light North (Bekasap) PT. Patra SK PT.SLS PT. Chevron Pasific Indonesia . Chevron Pacific Indonesia . Eka Hospital RSUD Arifin Ahmad BOB PT. Pertamina (Persero) Pemasaran Depot Dumai PT.Siak Field Petro Selat PT.A. Pertamina (Persero) RU II Kilang Sei Pakning PT. Medco E&P Indonesia Blok Kampar (Lirik) PT. Kalila (Korinci Baru).A.

Makassar Power PT. Wahidin Sudiro Husodo Hotel Sahid Kawasan Industri Makassar (KIMA) PT. Maruki International PT. Tbk. Indo Marmer Quary Utama PT. Sermani Steel Energy Equity Epic (Sengkang) Pty.Terminal BBM Palopo PT./Kota Makassar Bulu Kumba Makassar Bone Makassar Makassar Kota Makassar Makassar Makassar Maros Pangkep Kota Makassar Wajo Makassar Wajo Pangkep Luwu Timur Pinrang Kota Palopo Pare pare Makassar 41 . Berdikari PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) PG Camming Rumah Sakit Umum Dr. Ltd Pertamina Terminal BBM Makassar PT. London Sumatera PT. International Nickel Indonesia (INCO) Sorowako. PT. Barawaja PT. PLN (Persero) Wilayah Sulsel dan Sultra Sektor Tello Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Tepung terigu Karet Gula Rafinasi Gula Rumah Sakit Hotel Kawasan Industri Baja Mebel Semen Semen Pelapisan logam Migas EP Migas Distribusi Energi PLTGU Tambang Tambang Mineral Energi PLTD Migas Distribusi Migas Distribusi Energi PLTD Provinsi Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Kab. Energy Sengkang PT.16. Semen Tonasa PT. Pertamina S&D Reg IV . Semen Bosowa PT. Pertamina S&D Reg IV .Terminal BBM Parepare PT. Makassar Tene PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Sulawesi Selatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Perusahaan PT.

Sino Steel Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ PEM PEM Sawit Pengolahan Udang/Ikan Sawit RS Migas EP Tambang Nikel Sub Sektor Provinsi Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Kab. Medco E&P Tomori PT. Sentral Sari Wida PT. Buol Luwuk Morowali Palu Luwuk Morowali 42 . Tamaco Graha Krida RSUD Undata PT. Cipta Cakra Murdaya PT.17./Kota Kab. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Sulawesi Tengah No 1 2 3 4 5 6 Nama Perusahaan PT.

J./Kota Bitung 43 .DPPU Sam Ratulangi PT. Wilmar Nabati Indonesia SARI CAKALANG. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Sulawesi Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama Perusahaan CELEBES MINA PRATAMA CV.18. Resorce PT. AKE PT. Indofood Sukses Makmur Cbp Bitung PT. Cargill PT. PT Cocotinos Resort Minut Grand Kawanua Hotel Hotel Gran Puri Manado Hotel Santika Minut Hotel Sultan Raja Minut Kima Bajo Resort Minut Peninsula Hotel PT. Indahsaro Boltim ETMIECO SARANA LAUT PT. Pertamina . PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Sektor Minahasa Unit PLTD Bitung Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Minyak Kelapa Air Mineral Minyak Goreng IKAN KAYU HOTEL Hotel Hotel HOTEL HOTEL HOTEL Hotel Manufaktur Rs Hotel Hotel Migas Distribusi HOTEL Tambang Mineral Mineral Migas Distribusi Migas Distribusi Energi Geothermal Energi PLTD IKAN BEKU Air Mineral Minyak Goreng Sub Sektor IKAN BEKU Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Minahasa Kab. Kepulauan Sangihe Manado Minahasa danTomohon Bitung Manado Minahasa Utara Manado Manado Manado Bitung Manado Manado Bitung Kota Bitung Minahasa Utara Bitung Bitung Bitung Minahasa Utara Minahasa Selatan Minahasa Utara Kab. Delta Pasific Bitung PT.Bitung PT. Pertamina . Coco Prima PT. Meares Soputan Mining PT. Tirta Investama PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong PT. Avocet Bolaang Mongondow/ PT.Depot Tahuna PT. Salim Ivomas Pratama . Bangun Wenang (Coca Cola) RSU Kandau Sedona Hotel Swissbel Hotel Maleosan Manado Depot Bitung PLTP Lahendong Tomohon PT.

Agrowiratama PT. Agam Kab.Terminal Transit Teluk Kabung PT. Pasaman Barat Dharmasraya Dharmas Raya Kota Padang Dharmasraya Kota Padang Kota Bukittinggi Kota Padang Kota Padang Kota Padang Kab. Lembah Karet PT. Selago Makmur Plantation PT. Pasaman Marama Sejahtera PT. PT PLN Kit. Pasaman Barat Sawalunto Sijunjung Kab. Semen Padang RS Islam Ibnu Sina RS Yos Sudarto Allied Indo Coal. Teluk Luas PT. PT PT. Sumbar Andalas Kencana PT. Mutiara Agam/Minang Agro PT. Sumbagsel Pauh Limo PT. Bakri Pasaman Plantation PT. Pasaman Barat Dharmasraya Kota Padang Kab. Sawahlunto Kota Padang Kota Padang Kota Sawah Lunto 44 . Perkebunan Pelalu Raya PT. Agam Pasaman Kab. Incasi Raya . Pertamina S&D Reg I . Sawita Jaya PT.Pangian POM PT. Gersindo Minang Plantation PT. Pasaman Barat Kab./Kota Kota Padang Kab. Bina Pratama Sakato Jaya PT.19. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Ombilin Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Karet Tapioka Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Karet Sawit Hotel Hotel Semen Rumah Sakit Rumah Sakit Batubara Energi PLTG Migas Distribusi Energi PLTU Provinsi Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Kab. Tidar Kerinci Agung Hotel Best Western Hotel The Hill PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Sumatera Barat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Perusahaan AMP Plantation.

PMKS Ujan Mas PT. Buluh Cawang Plantation . Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Sumatera Selatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Perusahaan PT. Tanjung Enim Lestari Pulp & Paper Pupuk Sriwijaya RS Dr. BADJA BARU PT. JOB Pertamina Talisman (OK) Ltd.20.PKS Dabuk Rejo PT. Djuandasawit Lestari PT. Pancasamudera Simpati PT. Cipta Futura . Ltd. Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Cinta Manis PT. Prasidha Aneka Niaga PT.Unit Sei Lakitan PT. PP London Sumatera Indonesia . Pinago Utama PT.PSC Oil Operation Indonesia Power Inderalaya JOB Pertamina Golden Spike Indonesia. Hindoli (a Cargil Company) PKS Sungai Lilin PT. Ltd. Bukit Asam (Persero) Tbk. HINDOLI . Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Betung PT. Aneka Bumi Pratama PT.Benakat Barat Petroleum Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Karet Karet Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Karet Karet Sawit Gula Karet Sawit Karet Sawit Hotel Pulp & Paper Pupuk Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Semen Energi PLTGU Migas EP Migas EP Energi PLTG Migas EP Migas EP Energi PLTG Batubara Tambang Batubara Migas EP Provinsi Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Muara Enim Muara Enim Musi Banyuasin Musi Banyuasin Kota Palembang Muara Enim Ogan Komiring Ulu (Oku) Lahat Musi Rawas Kota Palembang Ogan Komering Ilir Palembang Ogan Komering Ilir Muara Enim Musi Rawas Musi Banyuasin Musi Banyuasin Musi Banyuasin Musi Banyuasin Kota Palembang Musi Banyuasin Ogan Ilir Kab. Meppo-Gen Gunung Megang PT.TJ. Bina Sains Cemerlang PT. Kirana Musi Persada PT. . . Ltd.PSC Gas Operation Conocophillips (Grissik)./Kota Kota Palembang Kota Palembang 45 . Sampoerna Agro PKS SELAPAN JAYA Hotel Novotel Palembang PT. Gutrie Peconina Indonesia PT. Mohammad Hoesin RS RK Charitas RS Siti Khodijah Palembang Semen Baturaja Asrigita Prasarana Borang Conocophillips (Grissik). DALAM PT. KSO Pertamina EP . Unit Pertambangan Tanjung Enim PT. Batubara Lahat PT.

PLN (Persero) Pembangkit Sumbagsel sektor pembangkit keramasan-Pusat Listrik Kramasan PT. ( Pertamina EP UBEP Ramba) Sektor PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Migas EP Migas EP Migas EP Migas Distribusi Migas UP Migas UP Migas EP Migas EP Migas EP Migas EP Migas Distribusi Provinsi Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Kab. Pertamina S&D Reg I . PLN Kit. Pertamina EP Region Sumatera Field Pendopo PT. Pertamina (Persero) RU III . Ltd. Kota Prabumulih.Pilona Tanjung Lontar TAC Pertamina Elnusa Tristar Ramba./Kota Musi Rawas Musi Banyuasin Kab. Pertamina Pertagas Area Sumatera Bagian Selatan PT. Sumbagsel Inderalaya TAC Pertamina . Kota Palembang Kota Palembang Kota Palembang Muara Enim Kota Palembang Lahat Musi Banyuasin 46 47 48 49 50 51 PEM PEM PEM PEM PEM PEM Migas Distribusi Energi PLTG Energi PLTU Energi PLTG Migas EP Migas EP Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan 46 .Rimau Asset PT. Ltd. Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih PT. Banyuasin Kota Palembang & Banyuasin Muara Enim Muara Enim. PT.Blok South Sumatera Extension PT. Pertamina EP Unit Bisnis EP Adera PT. Banyuasin PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor Pembangkitan Bukit Asam PT. Pertamina EP Unit Bisnis EP Limau PT.No 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nama Perusahaan PT. Medco E& P Indonesia Lematang. Pertamina (Persero) RU III .Depot LPG Plan Pulau Layang PT.Terminal BBM Kertapati PT.Kilang Musi Plaju PT.Kilang Musi Kab. Kota Prabumulih Muara Enim Muara Enim Muara Enim. Pertamina . Medco E&P Indonesia . Medco E&P Indonesia .

Perkebunan Nusantara II (Persero) Unit Tanjung Keliling) PT.21. Astriko Asbestas PT. Bumi Sari Prima PT. Toba Pulp Lestari. Hari Sawit Jaya . Floral Sawita Chemindo PT.PMKS Negeri Lama Satu PT.PMKS Sei Baruhur PT. Tbk PTPN IV RAMBUTAN Hotel Arya Duta Hotel Citi International Hotel Grand Angkasa Hotel Grand Aston City Hall Hotel Grand Swiss-Bel Hotel JW Marriott Kawasan Industri Medan (KIM) Latek Indo Toba Perkasa PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Jambi PT. Multimas Nabati Asahan (Minyak Goreng) PT. Growth Sumatera (Steel Mill) PT. Industries Badja Garuda PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PG Sei Semayang PT. Perkebunan Nusantara II Kwala Madu PT./Kota Kota Tebing Tinggi Asahan Simalungun Kota Pematang Siantar Simalungun Labuhan Batu Langkat Batubara Batubara Simalungun Langkat Langkat Langkat Langkat Labuan Batu Labuan Batu Asahan Simalungun Langkat Deli Serdang Labuan Batu Labuhan Batu Batubara Serdang Begadai Toba Samosir Serdang Begadai 47 . Perkebunan Nusantara III Kebun Aek Torop PT. Perkebunan Nusantara II Sawit Seberang PT. Eastern Sumatera Indonesia Tolan Tiga Group PT. Socfin Indonesia PKS Bangun Bandar PT. TBK . Adei Crumb Rubber Industries PT. Bakrie Sumatera Plantation (Bunut) PT. Rubber Hocklie PT. SMART. Jyi Shin Indonesia Sektor Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri Agroindustri MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ Kawasan Industri Sarung Tangan Karet Asbes Industri Kimia Oleocemical Peleburan Logam Peleburan Logam Peleburan Logam Hotel Sub Sektor Karet Karet Karet Tapioka Sawit Sawit Karet Sawit Minyak Goreng Karet Gula Sawit Gula Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Sawit Karet Sawit Sawit Sawit Sawit Pulp Karet Provinsi Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Medan Medan Medan Medan Medan Medan Batubara Medan Medan Kab. Multimas Nabati Asahan (CPO) PT.Tanjung Keliling (ex PT. Perkebunan Nusantara III . Bridgestone Sumatera Rubber Estate PT.Medan Plant PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) PT.Tanah Gambus PT. PP London Sumatera Indonesia PKS Turangie PT. Ecogreen Oleochemicals . Siringo Ringo PT. Langkat Kepong Nusantara . Socfin Indonesia Aek Loba . Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Pagar Merbau PT. Perkebunan Nusantara III Sei Kambing PKS Sei Silau PT. Daftar Industri Peserta PROPER Dekonsentrasi Provinsi Sumatera Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nama Perusahaan PT. Pantja Surya PT.Padang Halaban Mill PT.

Ltd.Instalasi Labuan Deli PT.No 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Nama Perusahaan PT. Pertamina Geothermal Energy Sibayak PT. Pertamina S&D Reg I . Pertamina (Persero) Pemasaran Depot Pematang Siantar PT. Colombia Asia (Exs RS Gleneagles Medan) RS. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN MEDAN PLTD TITI KUNING PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Pembangkit Belawan Sektor MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ MPJ PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM PEM Sub Sektor Oleocemical Kertas Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Migas EP Energi PLTD Migas Distribusi Migas Distribusi Migas Distribusi Pemasaran Migas Distribusi Migas EP Energi Geothermal Migas Distribusi Migas Distribusi Pembangkit Listrik Energi PLTU/PLTGU Provinsi Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Kab.Depot Kisaran PT. Pertamina (Persero) Depot Filling Plant LPG Tandem PT. Pertamina S&D Reg I . Asia Keramasan PT. Nipsea Paint PT. Pertamina (Persero) Pemasaran Depot Pangkalan Brandan PT.Terminal BBM Pematang Siantar PT. Permata bunda JOB Pertamina Costa International Group.Oleochemical PT./Kota Medan Medan Medan Medan Langkat Medan Kota Binjai Langkat Kota Pematang Siantar Medan Langkat Karo Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Medan Kota Medan 48 . Pertamina EP Region Sumatera Field Pangkalan Susu PT. Pirngadi RS Herna RS Santa Elisabeth Medan RS. Musim Mas . Pertamina . PDM Indonesia RS Adam Malik RS Dr. Pertamina (Persero) Terminal BBM Medan Group PT. PT.

........ BPLHD Kab.. Nama : Ttd: ………………....... kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : ... Instansi : ............................. .../ ............................. pemeriksaan dan verifikasi teknis. di Desa ...................... Perusahaan Nama : ................................... Pejabat Pengawas LH ....... Waktu Indonesia Bagian ................ NIP.. Ttd: ……………… 49 .................................................. Beserta anggota pengawas: Nama NIP..........KLH Nama : Ttd: ……………….... Provinsi ............./No.........LAMPIRAN 3 FORMAT BERITA ACARA HASIL PENGAWASAN PROPER BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP Pada hari ini................................ tahun ... ....................../Kota ............... bulan ...................... BPLHD Provinsi ..... PPLH : ./No............. Catatan temuan-temuan lapangan selama pengawasan dan pemantauan tersebut disajikan dalam Lampiran Berita Acara ini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini............................... .......... Nama : Ttd: ………………............. : ............ PPLH Jabatan secara bersama-sama telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap: Perusahaan Alamat Nama Jabatan : : : : Pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Pengawasan Pengendalian Pencemaran Air dan Udara yang terdiri dari pemantauan............. Kabupaten .. pukul ... Demikian Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan disaksikan oleh yang bertanda tangan di bawah ini......................................... Kecamatan .. Pangkat/Gol......./ ..... Jabatan : ................... tanggal ..........

..............Lampiran Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup Perusahaan Hari/Tanggal : ......... : ............................................. Ringkasan TEMUAN LAPANGAN: A......) 50 ....................................................................................................) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (...... UMUM Nama Perusahaan Tahun Berdiri/beroperasi : Jenis Industri : Proses Produksi (secara ringkas) : Luas Area : Jumlah Karyawan : Kapasitas Produksi sesuai RKL/RPL : : : : : :   Terpasang (Izin) : Riil : : : Volume Riil / tahun : Nilai Investasi : Produk / Merek Dagang : Bahan Baku : Bahan Penolong : Status permodalan (asal negara) : Prosentase Pemasaran : eksport Prosentase Pemasaran : domestik Sistem Majanemen Lingkungan : Dokumen Lingkungan : Inspeksi Terakhir : : : : : : : : : : : Mengetahui: Petugas Perusahaan : (....

........49 0.05 10 20 Juli 7 36 4.57 8.. C...34 0.52 20 78 BML 6-9 200 mg/L 25 mg/L 5 mg/L 0....5 mg/L 2 mg/L 45 oC 400 mg/L Mengetahui: Petugas Perusahaan : (...01 0. Air terproduksi Stasiun B yang dibuang ke Sungai B.03 0...9 0.01 0... di Kecamatan BB.15 6 0....29 1 1. titik koordinat penaatan dan sumber air limbah berasal dari mana? Contoh: No 1.205/2010 tertanggal 15 Maret 2010..01 0.02 0.01 0....... Kabupaten CC.......02 20 50 Juni 8.06 0..6” o Sumber Air terproduksi Stasiun A yang dibuang ke Sungai A. 2...37 5 0.. Cantumkan nama outlet..22 0. Contoh : Persetujuan Kelayakan Lingkungan telah diperoleh melalui surat Keputusan Bupati AA no. Evaluasi hasil pelaporan data swapantau Perusahaan dengan cara membuat table hasil swapantau..03 0.01 25 65 Des 8. AAA sudah memiliki izin pembuangan air limbah domestik dari Bupati AAA dengan Nomor: 2106 Tahun 2006 dan berlaku selama 5 tahun.5 0. Cantumkan Nomor Surat Izin Pembuangan Air Limbah.06 25 30 9 0.09 15 49 Okt 8.) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (..5” E: 104 o04’46.. 2.) 51 .02 0..B.... apakah memenuhi baku mutu atau tidak? Contoh: Outlet WWTP pH COD Minyak & Lemak Amonia H2S Phenol Total Suhu TDS Tahun 2010 Agust Sept 7... instansi yang mengeluarkan..938 ha.. instansi yang memberikan persetujuan dan hasil evaluasi kesesuaian antara pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan di dalam AMDAL/UKL-UPL dengan kondisi operasi kegiatan saat ini.. AAA Luas Areal kurang lebih 90.02 0.. lokasi pembuangan. Sumber air limbah beserta titik koordinat penaatan.51 0......01 0. AMDAL/UKL-UPL Berisi tentang informasi persetujuan kelayakan lingkungan. Keterangan 3..03 1 8....04 0.05 0. tanggal disahkan dan masa berlaku izin Contoh: PT.. perihal Kelayakan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Batubara Kapasitas Produksi Hingga 70 Juta Ton/Tahun oleh PT. Status perizinan pembuangan air limbah.02 0...02 3 0. Nama Outlet Outlet A Outlet B Lokasi AAA BBB Koordinat S: 02 49’21..06 0.660. PENGENDALIAN KUALITAS AIR Berisi tentang: 1. Mei 7.......02 0.05 35 77 Nov 8....9” E: 104 o04’59.02 0.04 3 0.. Provinsi FF. Status ketaatan terhadap pemenuhan baku mutu....06 0.05 30 88 Ket.5/K...7” S: 02o49’25...

. Minyak dan Lemak...4......) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (... 3........ Status ketaatan terhadap ketentuan teknis... AAA sudah memisahkan saluran air limbah dan saluran limpasan air hujan.. AAA Asset sudah membuat saluran air limbah yang kedap air. Status ketaatan terhadap parameter baku mutu.. 2... PT. NH3-N. Mengetahui: Petugas Perusahaan : (...... BLH Provinsi BBB dan Kementerian Lingkungan Hidup. Cantumkan nama sumber emisi. apakah sudah memisahkan saluran air limbah dnegan saluran limpasan air hujan.. Evaluasi dan verifikasi lapangan apakah perusahaan sudah menggunakan laboratorium yang terakreditasi atau rujukan Gubernur dalam pengambilan sampel air limbah. AAA sudah mengukur kualitas air limbah dengan menggunakan parameter Baku Mutu air limbah terproduksi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010 di outletoutlet bak kontrol (Oil Catcher) di masing-masing Stasiun Pengumpul yaitu parameter pH..... Status ketaatan terhadap pelaporan.. apakah memiliki cerobong dan penempatan lubang sampel sudah sesuai Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 205 Tahun 1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak.... D..... PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA Berisi tentang: 1. apakah ditemukan saluran by pass (tanpa melalui pengolahan air limbah) dan apakah ada proses pengenceran air limbah? Contoh: 1... 7... PT.... Tim Pengawas PROPER menemukan air limbah yang tidak dikelola di IPAL. CCC Provinsi XX. Informasi Lain  Cantumkan seluruh informasi/fakta/temuan yang berkaitan dengan ketentuan Pengendalian  Pencemaran Air. kapasitas atau daya pengemisi.... 4....... Evaluasi ketaatan terhadap pelaporan apakah frekuensi pengukuran dan pelaporan yang dilakukan oleh Perusahaan sudah sesuai dengan peraturan lingkungan atau izin pembuangan air limbah yang berlaku.. Pada saat pemantauan di lokasi SP A.. TDS dan COD..... 6.. AAA sudah melakukan pengukuran kualitas air limbah terproduksi yang dibuang ke lingkungan pada outlet-outlet IPAL di masing-masing Stasiun Pengumpul.. H2S.) 52 ..... Evaluasi baku mutu apa yang digunakan Perusahaan untuk memantau kualitas air limbah apakah sudah sesuai dengan peraturan lingkungan atau izin pembuangan air limbah yang berlaku. AAA sudah menggunakan laboratorium yang terakreditasi untuk pengukuran kualitas air limbah yaitu PT. Suhu. Contoh: PT... Contoh: PT. Pengukuran kualitas air limbah tersebut dilakukan oleh Laboratorium XX yang terakreditasi setiap 1 bulan sekali dan sudah melaporkannya tiap 3 bulan sekali kepada BLH Kabupaten AAA.... Status Ketaatan terhadap titik penaatan. bahan bakar emisi.... Phenol Total.. PT.. 5..... Lampirkan data analisis swapantau perusahaan yang dilakukan oleh Laboratorium yang terakreditasi atau rujukan Gubernur.. apakah IPAL dan saluran air limbah yang kedap air.

...48 0. b...... Informasi Lain Petugas inspeksi (PPLH): (.... Evaluasi apakah memiliki cerobong dan penempatan lubang sampel sudah sesuai Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 205 Tahun 1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak.... apakah memenuhi baku mutu atau tidak? Contoh: Status pemantauan dan hasil pemantauan saat ini adalah sebagai berikut: No.... Evaluasi ketaatan terhadap pelaporan apakah frekuensi pengukuran dan pelaporan yang dilakukan oleh Perusahaan sudah sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku.. Nama Sumber Emisi (Kode Cerobong) Bahan Bakar Kapasitas Diameter Stack (inch) Tinggi Stack (m) Tinggi Lubang Sampling dari elbow (m) 1.. Status ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu............ Evaluasi baku mutu apa yang digunakan Perusahaan untuk memantau kualitas udara emisi apakah sudah sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku Contoh: PT.. Mengetahui: Petugas Perusahaan : (.. AAA sudah melakukan pengukuran kualitas udara emisi di seluruh cerobong pengemisi.Contoh: Emisi udara dari kegiatan PT...... PT.. AAA sudah mengukur kualitas udara emisi dengan menggunakan parameter Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 di seluruh cerobong pengemisi.12 Pemantauan SO2 (800 mg/Nm3) 2010 Semester 1 Ssemester 2 0....... PT. 2.... Contoh: a.. 2...7 Memiliki Sarana Sampling Keterangan 1....... Status ketaatan terhadap ketentuan teknis.... Status ketaatan terhadap pelaporan. Evaluasi hasil pelaporan data swapantau Perusahaan dengan cara membuat table hasil swapantau...) 6.7 1.. Contoh: Seluruh cerobong pengemisi sudah dilengkapi dengan lubang sampling dan sarana pendukung sebagaimana ketentuan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 205 Tahun 1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak..... 4.. sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Minyak dan Gas Bumi. Pengukuran kualitas udara emisi tersebut dilakukan oleh Laboratorium XX dan sudah melaporkannya kepada BLH Kabupaten BBB.. 1 2 Kaji Kompressor Kaji Kompressor Memenuhi Baku Mutu Memenuhi Baku Mutu 5. AAA berasal dari sumber–sumber sebagai berikut: No..70 Keterangan 3. AAA sudah menghitung Beban Pencemaran Udara Emisi.) Cap Perusahaan 53 .. KKJ-DR#1 KKJ-DR#2 Gas Gas 860 HP 860 HP 8 8 20 20 Ya Ya Stack Horizontal Stack Horizontal Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu. BLH Provinsi XX dan Kementerian Lingkungan Hidup setiap 6 bulan sekali..........32 1.... Nama Sumber Emisi KKJ-DR#1 KKJ-DR#2 Lokasi Pemantauan Total Partikulat (150 mg/Nm3) 2010 Semester 1 Semester 2 1...

. PENGELOLAAN LIMBAH PADAT/LIMBAH B3 Berisi tentang: 1. Jenis Limbah Dihasilkan (ton) Dikelola (ton) Tersimpan (ton) Tipe Pengelolaan Pelaku Pengelolaan Kode Manifest Catatan: a.. Bioremediasi.... Kolom Dikelola adalah jumlah limbah B3 yang dikelola dalam satuan tonase. c.. Kolom Jenis Limbah berisi tentang Jenis seluruh limbah B3 yang dihasilkan baik di TPS maupun di tempat lain..... Izin Masa Berlaku Lingkup Catatan: a.....) 54 ..) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (... Kolom No. Lampirkan data analisis swapantau perusahaan yang dilakukan oleh Laboratorium yang terakreditasi atau rujukan Gubernur... d......... Mengetahui: Petugas Perusahaan : (. c...... Kolom Masa Berlaku berisi tentang masa berlakunya izin..  Cantumkan seluruh informasi/fakta/temuan yang berkaitan dengan ketentuan Pengendalian Pencemaran Udara. Data Pengelolaan Limbah B3 pada periode bulan..tahun. 2...... Status Perijinan Jenis Perizinan Penyimpanan LB3 dst No............ atau diserahkan kepada pihak ke-3 yang memiliki izin dari KLH.. Kolom Jenis Perijinan berisi tentang Jenis izin Limbah B3 yang dimiliki.. b.. d.. dan instansi yang mengeluarkan izin..... b....... Izin berisi tentang No SK Perizinan........ e.... E.... landfill. Kolom lingkup berisi tentang jenis Limbah B3 yang dikelola.. diinsinerasi....tahun..... Kolom Tipe Pengelolaan berisi tentang Jenis pengelolaan: dimanfaatkan. Kolom Tersimpan adalah jumlah limbah B3 yang tersimpan di Tempat Penyimpanan Semesntara Limbah B3 dalam satuan tonase.. Kolom Dihasilkan adalah jumlah limbah B3 yang dihasilkan dalam satuan tonase........ s/d bulan. tanggal diterbitkan......

) 55 . Kualitas Bangunan Penyimpanan Atap Rangka atap.................47 m x 3. Bak pengumpul tumpahan/ceceran aman dari potensi pencemaran lingkungan.f.. Ada kemiringan yang mencegah masuknya air hujan kedalam tempat penyimpanan Memadai baik siang maupun malam.......... serta kesesuaian ukuran atap untuk mencegah masuknya air tampias Material dinding.. Ada kemiringan lantai yang mengarah pada bak pengumpul ceceran/tumpahan........ Tersedia pintu yang kokoh dan dapat dikunci... ketebalan Konstruksi lantai berupa acian/keramik dalam kondisi baik/retak-retak/kurang terawat.......23 m Oli bekas.) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (.. ada tidaknya kebocoran. Evaluasi Fasilitas Tempat Penyimpanan Limbah B3 No 1 Aspek Kelengkapan Dimensi bangunan (dalam m) Deskripsi Fasilitas & Pengelolaan Sludge IPAL : 18.... 3...... g...53 m x 4..8 m Dipertimbangkan berdasarkan perbandingkan volume limbah dihasilkan dengan dimensi TPS..... Dalam posisi yang aman (lampu tidak terlalu rendah) Memadai untuk sirkulasi udara dalam TPS.... atau volume limbah tersimpan dengan dimensi TPS Ada atau tidak ada titik GPS Ya/Tidak Ketaatan Ya/Tidak 2 Kapasitas penyimpanan 3 4 5 Posisi Geografis (GPS) Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak 6 Papan nama TPS Limbah Jelas terlihat dari jarak tertentu B3 Simbol pada bangunan Jelas terlihat dari jarak tertentu....... TPS Sesuai dengan karakteristik limbah yang disimpan TPS terlindung/aman Hanya dapat diakses oleh yang berhak.... Kolom Pelaku Pengelolaan berisi tentang apakah limbah B3 dikelola internal perusahaan atau oleh pihak ke-3 (dicantumkan nama Perusahaan pihak ke-3nya)... Kolom Kode Manifest berisi tentang kode surat manifest Limbah B3. Konstruksi mencegah masuknya binatang ke dalam TPS Ya/Tidak 7 Ya/Tidak 8 9 Dinding Lantai Ya/Tidak Ya/Tidak 10 Penerangan Ya/Tidak 11 Ventilasi Ya/Tidak Penataan Penyimpanan Mengetahui: Petugas Perusahaan : (. kekuatan dinding.. material atap.. Ada batasan/jarak yang jelas untuk penyimpanan masing-masing jenis limbah.. neno bekas : 4..... aki bekas......

. Ada kegiatan pemeriksaan secara reguler Keamanan penumpukan Penumpukan kemasan dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan pemeriksaan.... absorben.. dan keamanan... Pernyataan bahwa limbah B3 yang dihasilkan: telah seluruhnya teridentifikasi..) 56 ...... Memiliki sarana dan prasarana yang diperlukan untuk melakukan pengelolaan limbah B3 (TPS LB3...... langkah pengelolaan tersebut tercantum dalam dokumen lingkungan.. serta pengelolaan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan perundangan PLB3...... Penandaan per kelompok limbah Kemudahan untuk Ada jarak yang memadai antara tapak loading / unloading penyimpanan dengan pintu TPS. langit-langit serta sarana dan Housekeeping prasarana dalam TPS dalam kondisi terawat... dinding... SOP Tanggap Darurat Tersedia SOP tanggap darurat untuk setiap resiko kecelakaan/bencana. Peranan para pihak tercermin dengan jelas.. masing-masing limbah B3 memiliki langkah pengelolaan lanjut...... Lingkungan sekitar fasilitas penyimpanan limbah B3 terawat. seluruhnya telah dicatat.. Memiliki izin-izin yang diperlukan dalam kegiatan pengelolaan limbah B3 yang dilakukan Mengetahui: Petugas Perusahaan : (.. Log book digunakan untuk memantau aktivitas pengelolaan limbah B3 dalam TPS... ketersediaan P3K Penangkal petir Terutama jika ketinggian bangunan TPS melebihi bangunan lain disekitarnya Tata letak dan Lantai.......12 Pemisahan jenis limbah 13 14 15 16 Ada pengelompokan penyimpanan limbah berdasarkan karakteristik masing-masing limbah.. Perlengkapan Tanggap Ketersediaan racun api... Pemeriksaan kemasan Tersedia check list pemeriksaan kemasan berisi LB3. Kelengkapan yang dipersyaratkan keluar Tersedia log book didalam lokasi TPS. dll darurat Keselamatan Kerja Ketersediaan perlengkapan keselamatan kerja.. Simbol dan Label Limbah Memiliki simbol dan label.. Informasi lainnya dalam Pengelolaan Limbah B3: a. Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak 17 Logbook/catatan masuk limbah B3 18 Ya/Tidak 19 Ya/Tidak 20 21 22 23 Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak 4.) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (.............. incinerator. a. TPS tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan selain limbah B3.. SOP memberikan arahan kegiatan yang jelas... fasilitas pemanfaatan) b........ Memudahkan perorangan atau alat kerja untuk beroperasi........ SOP memberikan arahan kegiatan yang jelas. Memasang simbol B3 pada kemasan dan label pada setiap kemasan... SOP Penyimpanan Tersedia SOP penyimpanan untuk masingmasing limbah....

..... 2.... disampaikan kepada pihak-pihak sesuai persyaratan izin )..... BLH Provinsi.... c. a.. c. menyampaikan salinan kepada KLH.... Lampirkan pelaporan Neraca Limbah B3 dan Manifest Limbah B3. Mengetahui: Petugas Perusahaan : (.. Mencantumkan hal-hal yang harus ditindaklanjuti oleh perusahaan atas hasil temuan lapangan (yang tidak sesuai ketentuan) dengan batas waktu yang disepakati bersama. Memenuhi (seluruh) persyaratan yang ditetapkan dalam ijin pengelolaan limbah B3 yang dimiliki (disesuaikan dengan list “evaluasi” masing-masing perijinan yang dimiliki). Melakukan pelaporan khusus sesuai dengan ketentuan (izin) yang berlaku secara teratur (sesuai dengan periode pelaporan yang ditetapkan. Melakukan pengelolaan dokumen limbah B3 (manifest) sesuai dengan ketentuan yang berlaku: (memiliki dua salinan manifest untuk setiap pengiriman limbah B3.... Pusat Pengelolaan Ekoregion dan Kementerian Lingkungan Hidup).....(sesuai dengan rekapitulasi bagian perijinan PLB3)..... Catatan temuan lainnya: (data impor limbah untuk bahan baku).................................. RENCANA TINDAK : 1...... dan tujuan pengiriman yang legal) b. menggunakan format yang benar.) 57 ..... Mencantumkan kewajiban pelaporan data swapantau dan hasil perbaikan kepada instansi yang berkaitan (BLH Kabupaten...) Cap Perusahaan Petugas inspeksi (PPLH): (...... menggunakan kode dokumen yang sah..... d.

... Waktu Indonesia Bagian ........ tanggal .................................. Ttd: ………………........... Fax : .............................................. : ......... : ................................. pukul ................... Pejabat Pengawas LH ............. Ttd: ……………….......................................................... Nama : BLH Kab................ tahun ............................................ Tanda Tangan : ........................ kami Tim Pengawas Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah mengambil gambar/foto/video di lokasi : Perusahaan Alamat Telp...................................................BERITA ACARA PENGAMBILAN FOTO/VIDEO Pada hari ini. : ............ Nama : Perusahaan Nama : ................................ : ...................KLH Nama : BLH Provinsi ........ ......... Demikian Berita Acara Pengambilan Foto/Video dibuat dengan sebenar-benarnya./Kota ....... Tanda Tangan : ……………… Pengambilan Foto/Video disaksikan dan diketahui oleh pihak perusahaan: Nama Jabatan : ............... Petugas yang mengambil foto/Video : Nama Instansi : ............. : ...................... bulan .. Ttd: ………………...... Ttd: ……………… 58 ...................

......... Pengambilan contoh limbah ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup......../.......................Provinsi....../....... NIP : …………………………………………………………………………………..................... NIP/PPLH ...………… tahun .................... BLH Kab.. .......................................................................... ……………./Kota .......BERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL _______________________________________________________________________________________________________________________ Pada hari ini..... 3.......... di Kabupaten/Kota... Jabatan : …………………………………………………………………………………......... : ………………………………………………………………………………….... Instansi : ………………………………………………………………………………….. Ttd: ……………… Cap Perusahaan 59 ......... : …………………………………………………………………………………..................…....... tanggal ………….. Pangkat/Golongan : …………………………………………………………………………………............ 2........ .................... .. .... Nama : Ttd: ………………................... BLH Provinsi ... Nama : Ttd: ………………........ Jabatan ..... Perusahaan Nama : .................. Saksi-Saksi : Pejabat Pengawas LH ........... Tanda tangan : ...... ........ ......... Pangkat/Gol....KLH Nama : Ttd: ………………..................................................................................................... Telah melakukan pengambilan sampel di lokasi : Nama perusahaan Alamat perusahaan Jenis Industri : …………………………………………………………………………………....... .... Lokasi Kode Sampel pH Debit Jenis Limbah Waktu Keterangan Demikian Berita Acara Pengambilan Sampel dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan...… bulan……...... Dengan hasil sebagai berikut : No......................................................... kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama 1.. Petugas Pengambil Sampel : Nama : …………………………………………………………………………………................./...........

Denah Lokasi Pengambilan Sampel Air Limbah 60 .

Contoh Lampiran Hasil Analisis Laboratorium yang Terakreditasi: 1. Analisis Air Limbah: 61 .

Analisis Kualitas Udara Emisi. 62 .2.

99 7.LAMPIRAN 4 FORMAT PENGISIAN DATA SWAPANTAU PERUSAHAAN ANALISIS KUALITAS UDARA Untuk pengisian data swapantau menggunakan excel.63 7. berikut adalah langkah-langkah pengisian: 1.53 7.62 7. Buat kolom bulan.45 8.75 7.83 7.08 7.89 7.73 Outlet Petapahan 8.12 7.02 7. Contoh: Tabel Parameter pH Bulan Jul-10 Aug-10 Sep-10 Oct-10 Nov-10 Dec-10 Jan-11 Feb-11 Mar-11 Apr-11 May-11 Jun-11 Outlet Kotabatak 8.97 7.2 7.75 Outlet Lindai 7.17 7.49 7.1 8.98 7. 5.5 8.34 7.1 7.35 7.55 7.35 7.98 7. 2.41 7.32 7.95 7. Isi kolom Outlet berdasarkan hasil pemantauan/pengukuran/swapantau perusahaan yang dilakukan oleh Laboratorium yang terakreditasi atau rujukan Gubernur.43 8. outlet pembuangan air limbah dan Baku Mutu (BM).07 7.58 7. 3. 4.41 8.89 7.24 7. Buat masing-masing table setiap parameter yang dipantau.33 7.58 7. Isi kolom Baku Mutu sesuai dengan nilai konsentrasi yang tercantum dalam peraturan atau izin .82 BM 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 BM 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 63 .02 8.28 7.13 8.3 Outlet Suram 7.64 7.92 7.53 7.38 7.12 7. Isi kolom bulan sesuai dengan periode penilaian PROPER.87 7.

Isi kolom Semester berdasarkan hasil pemantauan/pengukuran/swapantau perusahaan yang dilakukan oleh Laboratorium yang terakreditasi atau rujukan Gubernur. 5.42 1 3. Buat masing-masing table setiap parameter udara yang dipantau. Buat Kolom Sumber Emisi dan Periode Pengukuran.ANALISIS KUALITAS UDARA Untuk pembuatan grafik menggunakan excel. 3. Buat Row Baku Mutu dan isi sesuai dengan nilai konsentrasi yang tercantum dalam peraturan 4. 2.14 150 64 .79 2. berikut adalah langkah-langkah pengisian: 1.7 1 2. Contoh: Tabel Parameter SO2 Sumber Emisi Gas Compressor (CBE 1) Gas Compressor (AWE2) Gas Compressor (CBE 3) Gas Compressor (CBE 4) Gas Compressor (CBE 5) Gas Compressor (AWE 6) Gas Turbin 1 Gas Turbin 2 Gas Turbin 3 Gas Turbin 4 Gas Turbin 5 Gas Turbin 6 Gas Turbin 7 Gas Turbin 8 Gas Turbin 9 Gas Turbin 10 Gas Turbin 11 BM Semester I 2010 1 1 Semester II 2010 1 1 Semester I 2011 1 1 1 1 1 1 1 1 225 0 1 1 1 1 150 1 150 1 1. Isi kolom Sumber Emisi sesuai dengan sumber pengisi atau nama cerobong.94 1 2.

dll. antara lain Dumping. open burning. Jumlah Limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan LB3 oleh pihak ke-3 dan Pengangkutan Limbah B3 Penanganan tindak lanjut kegiatan open dumping.PENGELOLAAN LIMBAH B3 CONTOH SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : TIM PENILAI : A. pengelolaan tumpahan dan tanah terkontaminasi limbah B3 Kesimpulan Kinerja Penaatan Pengelolaan Limbah B3                HASIL PENAATAN YA   SEBAGIAN   TIDAK   NAMA PERUSAHAAN 7       B. Pemenuhan Persyaratan Teknis b. REKAPITULASI KINERJA PENAATAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 No 1 2 3 ASPEK PENILAIAN Pendataan Jenis dan volume limbah yang dihasilkan Status Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Pelaksanaan Ketentuan izin a. USULAN PERINGKAT KINERJA PENGELOLAAN LIMBAH B3 Mengacu pada Kriteria PROPER 2010 Pengelolaan Limbah B3 C. CATATAN 65 . Reinjeksi. Pemenuhan Baku Mutu 4 5 6 Pengelolaan Limbah B3 dengan cara tertentu.

com NAMA PERUSAHAAN N o A 1 2 3 ASPEK PENILAIAN Pendataan Jenis dan volume limbah yang dihasilkan Melakukan Identifikasi seluruh jenis LB3 Melakukan pencatatan seluruh jenis LB3 Melakukan pengelolaan lanjutan seluruh jenis LB3 YA    dilengkap i dgn manifest LB3 HASIL PENAATAN SEBAGIAN TIDAK    dilengkapi dgn manifest LB3    tidak dilengkapi dgn manifest LB3 B 4 Status Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Memiliki izin untuk seluruh kegiatan PLB3 dan izinnya masih berlaku   izin habis masa berlaku dan tidak melakukan perpanjangan izin  tidak memiliki salah satu izin PLB3 5 * Jika dalam proses pengajuan izin : secara teknis telah memenuhi ketentuan dan tidak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatannya Pelaksanaan ketentuan dalam izin Pemenuhan terhadap ketentuan dalam izin (penentuan persentase menggunakan checklist tersendiri)    C 6  ≥ 90 %  90% > x ≥ 50%  < 50% 66 .CONTOH PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN LIMBAH B3 SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : TIM PENILAI : FORM I B email : asdepplb3@yahoo.

Injeksi. atau melebihi BM untuk parameter yang sama 3x berturut-turut 8 9 Mengukur seluruh parameter yang dipersyaratkan Frekuensi pengukuran sesuai dengan ketentuan izin     Frekuensi tidak sesuai izin  E 10 Effluent (pengolahan air limbah B3. atau melebihi BM untuk parameter yang sama 3x berturut-turut 11 12 Mengukur seluruh parameter yang dipersyaratkan Frekuensi pengukuran sesuai dengan ketentuan izin     Frekuensi tidak sesuai izin  F 13 14 15 G 16 17 Standar Mutu (Pemanfaatan Limbah B3 atau Kegiatan Lain) Melakukan pengukuran standar mutu sesuai dengan ketentuan izin Seluruh persyaratan standar mutu memenuhi ketentuan izin Frekuensi pengukuran sesuai dengan ketentuan izin Memiliki izin Dumping dari Instansi yang berwenang * Jika dalam proses pengajuan izin : telah menyelesaikan persyaratan teknis dan tidak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan             belum menyelesaika n persyaratan teknis dan ditemukan penyimpanga n dalam pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Limbah B3 dengan cara tertentu. antara lain : Dumping. Pengolahan air lindi) Seluruh Parameter memenuhi Baku Mutu Air Limbah (BMAL)    jika seluruh Parameter tidak memenuhi BM untuk satu periode. dll. 18 Dumping tanpa izin.D 7 Emisi (Insinerator atau bahan bakar pembantu) Seluruh Parameter memenuhi Baku Mutu Emisi (BME)    jika seluruh Parameter tidak memenuhi BM untuk satu periode. melakukan clean up area dumping dalam kurun waktu tertentu dengan mengajukan rencana detil penyelesaian dan   tidak sesuai dengan  tidak melakukan clean up 67 . Re.

melakukan sesuai dengan rencana tersebut rencana H 19 Jumlah Limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan (%) Jumlah/Volume LB3 yang dikelola dengan pengelolaan lanjutan sesuai dengan ketentuan Seluruh Jenis Limbah B3 dilakukan pengelolaan  100%  100% > x ≥ 50%  < 50% 20 I 21    Pengelolaan Limbah B3 oleh pihak ke-3 dan Pengangkutan Limbah B3 Pihak ke-3 (pengumpul) memiliki izin  x  habis masa berlaku  tidak memiliki izin 22 Pihak ke-3 (pengumpul) memiliki kontrak kerjasama yang sah dengan pihak pemanfaat atau pengolah   tidak memiliki kontrak kerjasama yang sah 23 Pihak ke-3 (pengumpul) tidak dalam masalah pencemaran lingkungan   sedang dalam masalah pencemaran lingkungan 24 25 26 Pihak ke-3 (pengangkut) memiliki izin dari Kementerian Perhubungan Dokumen LB3 (Manifest) yang dimiliki oleh penghasil. Memiliki izin Pengangkutan untuk perpindahan limbah B3 tersebut yang melintasi sarana publik     tidak sesuai   tidak memiliki izin pengangkutan LB3 di Internal Perusahaan yg melintas sarana publik J 27 28 Tanah Terkontaminasi Limbah B3 clean up ceceran diselesaikan dalam waktu 1 bulan jumlah/volume tanah terkontaminasi tercatat dengan baik pengelolaan tanah hasil clean up sesuai dengan rencana pengelolaan     > 1 bulan  tidak melakukan clean up  tidak tercatat dengan baik  tidak melakukan pencatatan 29  tidak sesuai dengan rencana pengelolaan 68 . sesuai dengan Kepdal 02/1995 Untuk perpindahan LB3 di Internal perusahaan.

perusahaan telah menghentikan kegiatan open burning dan mengolah limbah tersebut sesuai dengan rencana detail penyelesaian dalam kurun waktu tertentu serta melakukan sesuai rencana tersebut     tidak sesuai dengan rencana detil penyelesaian dalam kurun waktu tertentu 69 .K 30 31 Open Burning (membakar limbah B3 di lahan terbuka) Tidak melakukan kegiatan open burning *Jika dalam periode penilaian pernah melakukan kegiatan open burning.

3 lapis disimpan sesuai dengan masa penyimpanan (jika baru mengajukan izin. TPS LIMBAH B3 NO KETENTUAN PENGEMASAN pengemasan dilakukan sesuai dengan bentuk limbah pengemasan dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah pengemasan dilengkapi dengan simbol label limbah B3 penempatan sesuai jenis karakteristik limbah kondisi kemasan bebas karat kondisi kemasan tidak bocor kondisi kemasan tidak meluber BANGUNAN DAN PENYIMPANAN bagian luar diberi papan nama Bagian luar diberi simbol limbah B3 sesuai dengan limbah yang disimpan limbah terlindung dari hujan dan sinar matahari mempunyai sistem ventilasi memiliki saluran dan bak penampung tumpahan penyimpanan dalam sistem blok / sel masing-masing blok/sel dipisahkan gang/tanggul limbah diberi alas / pallet tumpukan limbah maks.CONTOH Dokumen Bantu Untuk Pengisian Form 1 no. C6 1. tidak perlu diisi) PEMANTAUAN memiliki logbook/catatan keluar masuk limbah jumlah dan jenis limbah B3 sesuai dengan logbook/catatan PENGELOLAAN LANJUTAN melakukan pengelolaan lanjutan FORM 3 YA TIDAK KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 ya ya tidak ya ya ya ya 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 ya ya ya ya tidak ya ya tidak ya 18 19 ya tidak 20 ya 70 .

tidak perlu diisi) pelaporan ke MENLH pelaporan ke Gubernur Pelaporan ke Bupati Pelaporan ke PPLH Regional LAIN-LAIN tersedia alat tanggap darurat tersedia fasilitas P3K memiliki SOP penyimpanan memiliki SOP tanggap darurat tersedia pagar. pintu darurat dan rute evakuasi kebersihan / housekeeping baik TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3 25 26 27 28 29 30 ya ya ya ya ya tidak 20 5 80% 71 .21 22 23 24 PELAPORAN (jika baru mengajukan izin.

C6 2. KOLAM SLUDGE MINYAK NO KETERANGAN PENYIMPANAN memiliki rancang bangun sesuai dg jumlah memiliki rancang bangun mencegah luapan limbah lantai bangunan kedap air (10-7 cm/dtk) dilengkapi sistem penerangan memiliki sumur pantau upstream & downstream bagian luar bangunan diberi simbol limbah B3 memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah FORM 3 YA TIDAK KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 PEMANTAUAN 8 melakukan pencatatan sludge yg disimpan/bulan 9 melakukan pencatatan sludge yg dikelola/bulan PENGELOLAAN LANJUTAN 10 melakukan pengelolaan lanjutan (SOR.CONTOH Dokumen Bantu Untuk Pengisian Form 1 no. pintu darurat dan rute evakuasi kebersihan / housekeeping baik 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3 0 20 0% 72 . dll) PELAPORAN (jika baru mengajukan izin. kirim ke pihak pengumpul. tidak perlu diisi) pelaporan ke MENLH pelaporan ke Gubernur pelaporan ke Bupati pelaporan ke PPLH Regional LAIN-LAIN tersedia alat tanggap darurat tersedia fasilitas P3K memiliki SOP penyimpanan memiliki SOP tanggap darurat tersedia pagar.

C6 3. pintu darurat dan rute evakuasi kebersihan / housekeeping baik TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3 0 25 0% 73 .CONTOH Dokumen Bantu Untuk Pengisian Form 1 no. tidak perlu diisi) pelaporan ke MENLH pelaporan ke Gubernur Pelaporan ke Bupati Pelaporan ke PPLH Regional LAIN-LAIN tersedia alat tanggap darurat tersedia fasilitas P3K memiliki SOP pengoperasian insinerator memiliki SOP tanggap darurat tersedia pagar. INSINERATOR NO KETENTUAN PENAATAN UMUM tidak terjadi ceceran selama pengangkutan uji limbah yang dibakar 3 bulan sekali limbah yang dibakar sesuai izin pengoperasian insinerator sesuai izin PENAATAN KHUSUS mengukur suhu gas bakar di burning chamber mencatat jumlah dan komposisi limbah yang dibakar suhu ruang bakar I 600-800 °C (atau sesuai izin) suhu ruang bakar II 900-1100 °C (atau sesuai izin) dilakukan proses heating up jumlah limbah yang dibakar sesuai izin komposisi limbah yang dibakar sesuai izin mengukur emisi gas buang sesuai izin memenuhi BME insinerator sesuai izin memenuhi efisiensi pembakaran sesuai izin FORM 3 YA TIDAK KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 PEMANTAUAN 15 memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 PELAPORAN (jika baru mengajukan izin.

C6 4.TCLP & Total logam berat) TPH sebelum diolah memenuhi persyaratan desain sesuai persyaratan permeabilitas lapisan dasar sesuai persyaratan drainase dan pond air luapan mampu menampung sel sesuai dengan timbulan limbah yang diolah memiliki sumur pantau upstream & downstream PENAATAN KHUSUS jenis microrganism bukan merupakan rekayasa genetic pencampur bukan merupakan material yang terkontaminasi LB3 sampel yang dianalisis sesuai persyaratan sampel air tanah dan sumur pantau dilakukan sesuai izin PENANGANAN HASIL OLAHAN (jika ada yang sudah selesai diolah) uji toksikologi material hasil olahan & hasil sesuai izin material hasil olahan dikelola sesuai dengan rencana kelola material hasil olahan dimanfaatkan/ditempatkan internal lokasi penempatan material hasil olahan teridentifikasi dgn baik lokasi penempatan material hasil olahan aman.CONTOH Dokumen Bantu Untuk Pengisian Form 1 no. air tanah. bebas banjir material hasil olahan diuji TPH. sampel tanaman dan badan sungai sesuai izin YA TIDAK KETERANGAN FORM 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 74 . BIOREMEDIASI NO KETERANGAN PENAATAN UMUM Dilakukan pengujian awal (TPH.

tidak perlu diisi) pelaporan ke MENLH pelaporan ke Gubernur Pelaporan ke Bupati Pelaporan ke PPLH Regional LAIN-LAIN tersedia alat tanggap darurat tersedia fasilitas P3K memiliki SOP pengoperasian bioremediasi memiliki SOP tanggap darurat tersedia pagar. pintu darurat dan rute evakuasi kebersihan / housekeeping baik TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3 0 28 0% 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 75 .PEMANTAUAN memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah 18 kegiatan bioremediasi PELAPORAN (jika baru mengajukan izin.

lantai dan dinding dari beton Memiliki SOP Penimbunan Air lindi diolah di IPAL Melakukan uji kualitas lindi dalam bak pengumpul lindi sebelum dipindah ke fasilitas IPAL Melakukan uji kualitas air tanah pada sumur pantau rona awal Menetapkan Baku Mutu air tanah sesuai dengan rona awal Pengujian dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang independen dan terakreditasi Melakukan uji kualitas air lindi setiap 3 bulan 76 11 12 13 14 15 16 17 18 19 . Recovery) sebelum ditimbun 3 Memiliki sumur pantau minimal 3 buah (1 upstream dan 2 downstream) RANCANG BANGUN FASILITAS PENIMBUNAN 4 Lapisan dasar (sub base) adalah tanah lempung yang dipadatkan dengan permeabilitas 1 x 10-9 m/det 5 Permeabilitas sistem pendeteksi kebocoran (k) = 1 x 10-4 m/det 6 Ketebalan minimum lapisan geomembran HDPE 1.CONTOH Dokumen Bantu Untuk Pengisian Form 1 no.5 mm 7 Lapisan tanah penghalang k = 1 x 10-9 m/det dan 30 cm 8 Memiliki sistem pengumpul lindi 9 Permeabilitas pengumpul lindi 1 x 10-4 m/detik 10 Lapisan pelindung adalah tanah setempat dg tebal 20 cm dan dilapisi geotextile BAK PENGUMPUL LINDI Berada di dalam lokasi landfill dan memiliki 1 unit pompa Konstruksi pondasi. LANDFILL / PENIMBUNAN NO KETERANGAN FORM 3 YA TIDAK KETERANGAN DATA PENAATAN 1 Jenis limbah B3 yang ditimbun sesuai dengan izin 2 Mengutamakan prinsip 3R (Reuse. C6 6. Recycle.

tidak perlu diisi) 21 Melakukan pelaporan setiap 3 (tiga) bulan ke KLH 22 Melakukan pelaporan setiap 3 (tiga) bulan ke Pemda Provinsi 23 Melakukan pelaporan setiap 3 (tiga) bulan ke Pemda Kabupaten/Kota TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3 0 23 0% 77 .20 Melakukan pencatatan arus jumlah limbah B3 yang keluar dan masuk tempat penimbunan PELAPORAN (jika baru mengajukan izin.

.. Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TENGGARA BARAT TIMUR. PROVINSI NUSA Peringkat Sementara : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2012 78 .LAMPIRAN 5 FORMAT RAPOR SEMENTARA HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT .

31/2875/203. 1. 5. 1. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 4.. Penaatan Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. 3.2/2010 namun sudah Ketaatan terhadap Izin Taat habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Ditemukan bypass dari saluran Tidak sebelum masuk ke kolam IPAL dan Taat belum memasang alat ukur debit EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Taat 2. Melaporkan Pelaksanaan RKL-RPL/UKL-UPL Tidak Taat II. PT .HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan I.... AMDAL No. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Pengelolaan Limbah Cair Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Penaatan Keterangan 100% Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan Sepanjang masa evaluasi parameter 87% TSS dua bulan tidak dilaporkan Ketaatan terhadap parameter Baku 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap Mutu sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Hasil swapantau yang dilaporkan 87% Mutu memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak Izin pembuangan No Tidak 660.. 6. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/1999 Memiliki dokumen AMDAL/UKL-UPL. Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. 79 79 . Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL : : : PT .. 2.

. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. 100% 5. 2. Taat EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3. 2.B. 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling PT . III. /kuantitas limbah harian. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 2 80 . 1. Ketaatan terhadap pelaporan 100% 3. sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku C. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO .. perusahaan taat terhadap titik penaatan. 1 unit heather. pemenuhan bakumutu limbah. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Penaatan 100% Keterangan  Sumber Emisi : 3 unit boiler. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. serta produksi senyatanya bulanan. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan 100% 4.. 1. debit/kuantitas air limbah harian. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1.. izin dan ketentuan teknis. pH harian. 2 Unit dryer. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit. 3 unit deporasi gliserin.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. dan parameter baku mutu namun perusahaan tidak taat terhadap pelaporan.

Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan  No. B. pelaporan.72 30. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. Surat 315 Tahun 2009 7 Desember 2009 Masa Berlaku 3 Tahun Keterangan SK diterbitkan oleh Bupati Lombok Timur. 2. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. parameter baku mutu.89 Limbah Belum Dikelola 0 0 0 Perlakuan A. Sumber Dari Proses Produksi Reject product solid Ton WWTP sludge Ton Expire Product Ton Diangkut oleh PT.. EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . Environmate Technology International B.3 0.. 3.1 0.0034 0.B.0034 0 TPS Limbah B3 Botol bekas reagent Ton 0. perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. Environmate Technology International (ETI).1634 0 Persentase % 100 100 0 Ket : Mulai bulan Januari 2011.1634 73.3 0 TPS Limbah B3 Lampu TL Bekas Ton 0. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas Ton 0.. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. pengangkutan limbah B3 hanya dilakukan oleh PT.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT .72 30.15 11. 5. C.1 0 TPS Limbah B3 TOTAL Ton 73. Elmusonsetindo dan PT. IV. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode Juli 2010 sampai dengan Juni 2011) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan 30.15 11. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.. 3 81 . Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boile r. 4.89 Limbah Dikelola 30. 99% limbah yang dihasilkan dilakukan pengelolaan lanjutan dengan dikirim ke pihak pengangkut/pengumpul/pengolah berizin.. TPS limbah B3 berupa gudang.

. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin a. D. 7. antara lain : eachate. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi NTB Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur. pengelolaan tumpahan dan tanah terkontaminasi Limbah B3 Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat       Belum Taat Keterangan 4. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. E. Pemenuhan Baku Mutu. recycle. reuse. Deputi Bidang Pengelolaan B3. Pemenuhan Ketentuan Teknis b. Re-injeksi. F. 6.C. Agar memastikan bahwa pihak pengangkut/pengumpul/pengolah limbah B3 memiliki izin yang masih berlaku 3. dll) o Waktu tinggal limbah B3 di Tempat penyimpanan limbah B3 Secara rutin triwulanan ke KLH u.. Agar tetap menempatkan seluruh limbah B3 yang dihasilkan pada TPS limbah B3 yang telah memilki izin 2. Memprioritaskan upaya 4R (reduce. 1. emisi insinerator. Kesimpulan PT. 3. Ringkasan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun No. dll Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu. antara lain : Dumping. EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . 4 82 . dll Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Penanganan tindak lanjut kegiatan open dumping. Angin Ribut. secara umum telah melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Limbah B3 dan Sampah. dikirim ke pihak ke-III. 2. open burning. Tetap melakukan pencatatan dan melaporkan neraca seluruh limbah B3 yang meliputi : o Jumlah / berat limbah yang dihasilkan o Jumlah / berat limbah yang dikelola o Pengelolaan lanjutan limbah B3 yang disimpan (dimanfaatkan. 5... Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1.p. dan Pusat Pengelolaan Ekoregional Balinusra 4. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan % Sudah Belum Keterangan pengelolaan limbah B3 penaatan taat taat Penyimpanan Sementara 100 √ Penaatan terhadap izin 100 √ pengelolaan limbah B3 Ket : Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT .

2. C Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan Perusahaan agar mempertahankan kinerja aspek Pengendalian Kerusakan Lingkungan EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER .PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT . 5 83 . Tahapan Penambangan Lokasi Nilai Total 98 96 96 96 4 X ≥ 80 1 1 1 1 4 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan Taat Taat Taat Taat Taat Blok Lanut (Rasik....V. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN (KHUSUS KEGIATAN PERTAMBANGAN) A Rekapitulasi Hasil Penilaian No. 4. 3.Riska) Waste Dump Penimbunan Olimpic Penimbunan Waste Dump Nala Reklamasi Blok Lanut JUMLAH DATA B Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Perusahaan telah Taat dalam Aspek Pengendalian Kerusakan Lingkungan.. 1.

…. 3.Provinsi ……. 1 2 3 Outlet Oil Catcher A Outlet Oil Catcher B Outlet Oil Catcher C Tingkat Ketaatan 2 2 2 2 2 2 100% 100% 100% 100% 12 12 12 12 12 12 100% 100% 100% 100% COD TDS H2S 0 0 0 50% 100% 100% 50% 84 . II.. …./Kota …. b.LAMPIRAN 6 FORMAT REKAPITULASI RAPORT SEMENTARA A. Row Jumlah Outlet yang dipantau berisi jumlah outlet pembuangan air limbah yang dipantau oleh perusahaan. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan Jumlah Outlet Air Limbah Jumlah Outlet yang dipantau Tingkat Ketaatan : : : …. AAA ………… Kab. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi kegiatan Periode Evaluasi : : : : PT.30 Juni 2011 I. Row Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah outlet yang dipantau dibagi dengan jumlah outlet air limbah yang dimiliki perusahaan. Ketaatan Terhadap Parameter Pemantauan / Pelaporan / Pemenuhan Baku Mutu PARAMETER Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin PELAPORAN PEMENUHAN BAKU MUTU Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 %< x<= 500%) 6 0 0 No. 1 Juli 2010 .% Keterangan: 1. Row Jumlah Outlet Air Limbah berisi jumlah seluruh outlet pembuangan air limbah yang dimiliki perusahaan. a. . Nama Outlet (titik penaatan) Jumlah Paramater Pemantauan Tingkat Ketaatan Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin Jumlah data yang dilaporkan Tingkat Ketaatan Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Tingkat Ketaatan Ket. 2.

Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). C. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin berisi jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER.KETERANGAN: A. 2. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. KOLOM PELAPORAN 1. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah parameter yang sesuai dengan peraturan / izin. 5. 4. KOLOM PARAMETER 1. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan. 2. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. 4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu dengan jumlah data yang dilaporkan. B. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 2. Kolom Jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 3. 85 . Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500%. 4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan jumlah parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. 3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500%. 5. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah. 3. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah.

3. 7. Row Ketaatan Terhadap Pemantauan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemantauan terendah. Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis No.TINGKAT KETAATAN Ketaatan Terhadap Pemantauan Ketaatan Terhadap Pelaporan Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu 100% 100% 50% KETERANGAN: 1. 86 . 2. 6. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah. III. 2. Pengelolaan Limbah Cair Perusahaan mempunyai ijin pembuangan air limbah Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan Saluran pembuangan limbah cair kedap air Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi dengan baik Mengukur debit harian Mengukur pH harian Sudah Taat √ √ √ √ - Belum Taat Keterangan 5. 3. 1. Row Ketaatan Terhadap Pelaporan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pelaporan terendah. 4.

5. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan II. 2. 4. 87 . 6. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan I. Nama Outlet (titik penaatan) Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Jumlah KETERANGAN: Matriks ini digunakan apabila pihak KLH/BLH melakukan pengambilan sampel air limbah: 1.IV. Hasil Pemantauan KLH/BLH PEMANTAUAN I PEMANTAUAN II Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) No. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan I. 3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan II.

b.. c. Sumber Emisi Proses Produksi Sumber Emisi Jumlah Cerobong Jumlah Cerobong yang dipertimbangkan dalam PROPER Jumlah Cerobong yang dipantau Jumlah tipe sumber emisi … … … … Tingkat Ketaatan …% Keterangan B. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan A. e. c. b. …… I./Kota …. No..B. No. d. a. d. AAA …. a. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi kegiatan Periode Evaluasi : : : : PT.. Kab. Provinsi ….. Sumber Emisi Pembakaran Dalam (Genset) Sumber Emisi Jumlah Genset Jumlah Genset dengan Kapasitas @ >=1 MW Total Kapasitas Genset (MW) Jumlah Genset yang dipertimbangkan dalam PROPER Jumlah Genset yang dipantau Pemantauan mewakili semua tipe emisi … … … … … … Tingkat Ketaatan …% Keterangan 88 .

Kolom Tipe Emisi berisi tentang Tipe Emisi (mesin pembakaran dalam/proses produksi). KOLOM PELAPORAN 1. Kolom pelaporan berisi tentang jumlah data parameter yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan berdasarkan peraturan dan data yang dilaporkan. 4. 3. B. 2. Pelaporan dan Pemenuhan Baku Mutu PARAMETER PELAPORAN PERATURAN TINGKAT KETAATAN 100% 100% SOx NOx 2 2 Opa sitas 2 2 SOx PELAPORAN NOx 2 2 Opa sitas 2 2 TINGKAT KETAATAN 100% 100% PEMEHUHAN BAKU MUTU No. Kolom peraturan berisi jumlah data parameter pemantauan yang dilaporkan berdasarkan peraturan dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 2. Tingkat Ketaatan Terhadap Parameter. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. KOLOM PARAMETER 1. 89 . TIPE EMISI NAMA CEROBONG JUMLAH PARAMETER PERATURAN PELAPORAN 2 2 TINGKAT KETAATAN SOx TINGKAT KETAATAN NOx 100% 100% TINGKAT KETAATAN CO 100% 100% TINGKAT KETAATAN 1 Genset 2 2 100% 100% 2 Proses 4 4 4 4 100% 100% 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Engine/Genset Proses 8 2 8 2 100% 100% …% KETERANGAN: A.II. Kolom Nama Cerobong yang dipantau berisi nama/kode cerobong yang dipantau.

No. Kolom Parameter berisi jumlah parameter emisi yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter emisi udara yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap cerobong dalam prosentase). 2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Row Tingkat Ketaatan menampilkan prosentase tingkat ketaatan. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase data yang tidak memenuhi baku mutu.3. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. III. Tingkat Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu DATA TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU TIPE EMISI NAMA CEROBONG SOx NOx 0 E-1 (genset SP1 Gunung Kemala) 0 E-2 (genset SP1 Gunung Kemala) 0 0 0 0 0 0 0 100 % < = X < 500 % CO 0 Partikulat Opasitas NOx 0 CO 0 > 500 % Partikulat Opasitas TINGKAT KETAATAN 1 Engine E-1 (compressor SP PBM Barat) 2 Proses Boiler Glycol Dehydrator 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Engine Proses 0 0 0 0 0 0 0 0 100% 100% KETERANGAN: Isi kolom data parameter yang tidak memenuhi baku mutu apakah melebihi 100 % < x < 500% atau lebih dari 500%. 90 . D. 4.

Tingkat Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis Pengelolaan Emisi Udara Mempunyai cerobong emisi Cerobong dilengkapi dengan lubang sampel sesuai Kepdal No. 6. 1. 7.IV. 4. 5. 2. No. 91 . 3. 205/1996 Cerobong dilengkapi dengan pagar pengaman Cerobong dilengkapi dengan lantai kerja Cerobong dilengkapi dengan tangga Cerobong emisi dilengkapi dengan peralatan CEMS Peralatan CEM berfungsi dengan baik Sudah Taat √ √ √ √ √ - Belum Taat Keterangan Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan.

. Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TENGGARA BARAT TIMUR.. PROVINSI NUSA Peringkat : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2012 92 .LAMPIRAN 7 FORMAT RAPOR FINAL HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT .

1. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. AMDAL No. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL : : : PT .. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No.31/2875/203. 93 93 . 1... EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER .. Penaatan Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup.2/2010 namun sudah Ketaatan terhadap Izin Taat habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Ditemukan bypass dari saluran Tidak sebelum masuk ke kolam IPAL dan Taat belum memasang alat ukur debit 4. 3. Pengelolaan Limbah Cair Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Penaatan Keterangan 100% Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan Sepanjang masa evaluasi parameter 87% TSS dua bulan tidak dilaporkan Ketaatan terhadap parameter Baku 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap Mutu sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Hasil swapantau yang dilaporkan 87% Mutu memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak Izin pembuangan No Tidak 660. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/1999 Memiliki dokumen AMDAL/UKL-UPL..HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan I.. 2.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT . PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Taat 2. Melaporkan Pelaksanaan RKL-RPL/UKL-UPL Tidak Taat II. 5. 6.

dan parameter baku mutu namun perusahaan tidak taat terhadap pelaporan. 3 unit deporasi gliserin. perusahaan taat terhadap titik penaatan. 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit. 2 94 .. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan 100% 4. 3. Taat EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . III. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 7.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 8. 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO . Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 5. izin dan ketentuan teknis.. pH harian. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. 1. 100% 5.. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup.. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku CI.B. serta produksi senyatanya bulanan. /kuantitas limbah harian. 2 Unit dryer.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT . Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Penaatan 100% Keterangan  Sumber Emisi : 3 unit boiler. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. pemenuhan bakumutu limbah. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. Ketaatan terhadap pelaporan 100% 3. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 6. 1 unit heather. debit/kuantitas air limbah harian.

. 99% limbah yang dihasilkan dilakukan pengelolaan lanjutan dengan dikirim ke pihak pengangkut/pengumpul/pengolah berizin. pengangkutan limbah B3 hanya dilakukan oleh PT. EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan.1634 73. Environmate Technology International B. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 6. C. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. IV. 7.0034 0.. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode Juli 2010 sampai dengan Juni 2011) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan 30. Elmusonsetindo dan PT.89 Limbah Belum Dikelola 0 0 0 Perlakuan A..0034 0 TPS Limbah B3 Botol bekas reagent Ton 0.89 Limbah Dikelola 30. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boile r. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. B.1 0 TPS Limbah B3 TOTAL Ton 73. parameter baku mutu.3 0. Sumber Dari Proses Produksi Reject product solid Ton WWTP sludge Ton Expire Product Ton Diangkut oleh PT. 9.72 30.15 11..3 0 TPS Limbah B3 Lampu TL Bekas Ton 0. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup.1 0. pelaporan. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas Ton 0. TPS limbah B3 berupa gudang. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur.72 30.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT . PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A.1634 0 Persentase % 100 100 0 Ket : Mulai bulan Januari 2011. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan  No. Surat 315 Tahun 2009 7 Desember 2009 Masa Berlaku 3 Tahun Keterangan SK diterbitkan oleh Bupati Lombok Timur.B. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.15 11. 8. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 10. Environmate Technology International (ETI).. 3 95 .

PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT . Agar tetap menempatkan seluruh limbah B3 yang dihasilkan pada TPS limbah B3 yang telah memilki izin 6. 4 96 . reuse. Deputi Bidang Pengelolaan B3. dikirim ke pihak ke-III.. EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin c. recovery) dalam pengelolaan limbah B3.. open burning. 1.C. 6. 2. Memprioritaskan upaya 4R (reduce. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 5. 7. emisi insinerator. Ringkasan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun No. F. recycle. D. Re-injeksi. dll Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan % Sudah Belum Keterangan pengelolaan limbah B3 penaatan taat taat Penyimpanan Sementara 100 √ Penaatan terhadap izin 100 √ pengelolaan limbah B3 Ket : Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. Limbah B3 dan Sampah. 5. E. antara lain : Dumping. Pemenuhan Ketentuan Teknis d. Pemenuhan Baku Mutu. dan Pusat Pengelolaan Ekoregional Balinusra 8. Angin Ribut. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi NTB Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur. pengelolaan tumpahan dan tanah terkontaminasi Limbah B3 Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat       Belum Taat Keterangan 4. secara umum telah melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Tetap melakukan pencatatan dan melaporkan neraca seluruh limbah B3 yang meliputi : o Jumlah / berat limbah yang dihasilkan o Jumlah / berat limbah yang dikelola o Pengelolaan lanjutan limbah B3 yang disimpan (dimanfaatkan. Agar memastikan bahwa pihak pengangkut/pengumpul/pengolah limbah B3 memiliki izin yang masih berlaku 7. 3. dll Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Penanganan tindak lanjut kegiatan open dumping..p. Kesimpulan PT.. dll) o Waktu tinggal limbah B3 di Tempat penyimpanan limbah B3 Secara rutin triwulanan ke KLH u. antara lain : eachate.

2.. C Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan Perusahaan agar mempertahankan kinerja aspek Pengendalian Kerusakan Lingkungan EVALUASI KINERJA PENAATAN PROPER . 4.. Tahapan Penambangan Lokasi Nilai Total 98 96 96 96 4 X ≥ 80 1 1 1 1 4 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan Taat Taat Taat Taat Taat Blok Lanut (Rasik.. 5 97 . 1.Riska) Waste Dump Penimbunan Olimpic Penimbunan Waste Dump Nala Reklamasi Blok Lanut JUMLAH DATA B Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Perusahaan telah Taat dalam Aspek Pengendalian Kerusakan Lingkungan.. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN (KHUSUS KEGIATAN PERTAMBANGAN) A Rekapitulasi Hasil Penilaian No.V. 3.PERIODE 1 Juli 2011 – 30 Juni 2012 PT .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful