Anda di halaman 1dari 7

Atap Rumah Tradisional Kudus

Rumah tradisional Kudus merupakan rumah tradisional Jawa Tengah namun dipengaruhi oleh gaya pesisir, islam dan hindu budha. Bangunan ini didominasi oleh ukiran, dari atap, saka, dinding, maupun pintu.

Rumah Tradisional Kudus terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian rumah induk atau dikenal dengan sebutan jagasatru dan pawon. Sehingga atapnya pun terbagi menjadi dua bagian.

Bentuk atap pada bangunan induk disebut Joglo Pencu sedangkan pada bagian pawon disebut dengan atap kampung gajah ngombe. Atap dengan kemiringan yang tinggi disesuaikan kondisi tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Sedangkan dari segi kultur disepadankan dengan bentuk giri atau gunung tempat bersemanyamnya para dewa.

Seperti dengan bangunan Joglo lainnya, pada bagian utama bangunan, atap ditopang oleh 4 tiang. Namun, pada bangunan ini memiliki tambahan satu tiang yang disebut saka geder yang dimaksudkan sebagai simbol Tuhan Yang Maha Esa

Tumpangsari pada rumah tradisional kudus memiliki 9 susunan.

Puncak atap ditutup dengan hiasan berupa mahkota yang memiliki arti simbolik sebagai pendatang kebahagiaan.