Anda di halaman 1dari 40

TRAFO TEGANGAN

PENDAHULUAN

1. FUNGSI

MENTRANSFORMASIKAN DARI TEGANGAN TINGGI KE TEGANGAN RENDAH


GUNA PENGUKURAN ATAU PROTEKSI DAN SEBAGAI ISOLASI ANTARA SISI TEGANGAN YANG DIUKUR / DIPROTEKSIKAN DENGAN ALAT UKURNYA / PROTEKSINYA CONTOH : (150.000/V3) / (100/V3) V, (20.000/V3) / (100/V3). 20.000/100 V 15.000/V3 100/V3 E1/E2 = E1 MERUPAKAN TEGANGAN PRIMER = E2 MERUPAKAN TEGANGAN SEKUNDER = N1/N2 = a

N1 > N2 (N1 JUMLAH LILITAN PRIMER, N2 JUMLAH LILITAN SEKUNDER) a : PERBANDINGAN TRANSFORMASI MERUPAKAN NILAI YANG KONSTAN
2

2. JENIS TRAFO TEGANGAN TRAFO TEGANGAN DENGAN BIASA INTI BESI SEPERTI UNTUK

TRANSFORMATOR

UMUMNYA

TEGANGAN RENDAH SAMPAI DENGAN TEGANGAN TINGGI

TRAFO TEGANGAN DENGAN KAPASITOR, DI SADAP


PADA TEGANGAN DENGAN MENENGAH, KEMUDIAN KE

DITURUNKAN

TRANSFORMATOR

TEGANGAN RENDAH, UMUMNYA DIGUNAKAN PADA

TEGANGAN TINGGI DAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI


(CAPASITIVE VOLTAGE TRANSFORMER, CVT)

3. JENIS - JENIS TRAFO TEGANGAN a. DIPASANG ANTARA FASE DAN FASE b. DIPASANG ANTARA FASE DAN TANAH

c. TRAFO TEGANGAN DENGAN 3 LILITAN, LILITAN KE TIGA UNTUK RELAI


GANGGUAN BUMI d. TRAFO TEGANGAN DENGAN 3 LILITAN, LILITAN KE DUA UNTUK RELAI KE 1 DAN METER, LILITAN KE TIGA UNTUK RELAI KE DUA
P1 P2 P2 P1 P2

P1 P2

P1

TEGANGAN SEKUNDER (VOLT) 100 ATAU 110

1S2 S2 S1 S2 S1 1S1 2S2 2S1

1S2 1S1 2S2 2S1


20000 100 1OO / / V 3 3 3

100/V3 ATAU 110/V3 100/3 ATAU 110/3 120 ATAU 120/V3

20000/100 V

20000 100 / V 3 3

20000 100 1OO / / V 3 3 3

PEMASANGAN

R S T SEKRING

P1

P2

P1

P2

P1

P2

P1

P2

P1

P2

S2 S1

S2

S1

S2 S1

S2 S1

S2 S1

PENGUKURAN 3 FASE, 3 KAWAT

PENGUKURAN/PROTEKSI 3 FASE, 4 KAWAT

CATATAN : PT DENGAN PENGENAL 20.000/100 V DAPAT DIPASANG UNTUK SAMBUNGAN 3 FASE / 3 KAWAT 3 FASE, 4 KAWAT PT DENGAN PENGENAL (20.000/V3) / (100/V3) HANYA UNTUK SISTEM 3 FASE, 4 KAWAT DAN TITIK NETRAL (BINTANG) HARUS DIBUMIKAN 5

4. TRAFO TEGANGAN DENGAN 2 PENGENAL SEKUNDER CONTOH : a. (150.00/V3) / (100/V3) - (100/V3) V RANGKAIAN SEKUNDER 2 BUAH YANG DAPAT MEMPUNYAI KARAKTERISTIK YANG BERBEDA b. (20.000/V3) / (100/V3) - (100/3) V

100/3 V DIGUNAKAN UNTUK MENDAPATKAN TEGANGAN URUTAN NOL, DAN


PADA SAAT GANGGUAN 1 FASE KE BUMI V0 MENJADI 100 V MAKSIMUM PENANDAAN PRIMER : P1 DAN P2 SEKUNDER : PERTAMA 1S1 - 2S2 UNTUK PENGUKURAN DAN PROTEKSI PENGAMAN CADANGAN KEDUA 2S1 - 2S2 UNTUK PROTEKSI PENGAMAN UTAMA MASING - MASING SEKUNDER DAPAT MEMPUNYAI KLAS ATAUPUN BEBAN MEMPUNYAI KLAS ATAUPUN BURDEN (BEBAN) SAMA ATAU BERBEDA

PT DENGAN 2 SEKUNDER YANG SAMA KHUSUSNYA DIGUNAKAN PADA GI


TEGANGAN EKSTRA TINGGI
6

KLAS KETELITIAN (IEC 186/1987)


PADA PT DIKENAL 2 MACAM KESALAHAN YAITU : a. KESALAHAN PERBANDINGAN KN VS - VP = ---------------- * 100 % VP KN : PERBANDINGAN TRANSFORMASI NOMINAL PT (20.000/V3) / (100/V3) V KN = 200 b. KESALAHAN SUDUT PERGESERAN SUDUT SISI SEKUNDER KURANG ATAU LEBIH DARI 1800
VS 2 = VP 1 = + VS 7

PENGGUNAAN PT DIBEDAKAN UNTUK PENGUKURAN DAN UNTUK SISTEM PROTEKSI

UNTUK PENGUKURAN TELITI UNTUK DAERAH KERJA PADA TEGANGAN DARI 80


% SAMPAI 120 % DARI TEGANGAN PENGENAL

UNTUK SISTEM PROTEKSI RELATIF KETELITIANNYA LEBIH RENDAH, TETAPI UNTUK DAERAH KERJA DARI 5 % SAMPAI 190 % TEGANGAN PENGENALNYA. DAN PADA 2 % TEGANGAN PENGENALNYAPUN KESALAHAN MASIH TERTENTU

a.

TRAFO TEGANGAN UNTUK PENGUKURAN STANDAR KLAS KETELITIAN PT UNTUK PENGUKURAN IALAH : 0,1 - 0,2 - 0,5 - 1,0 - 3,0 DAN BATAS KESALAHANNYA SEPERTI TABEL 1

TABEL 1 BATAS KESALAHAN TRANSFORMASI DAN PERGESERAN SUDUT UNTUK PT PENGUKURAN

KLAS 0,1 0,2 0,5 1,0 3,0

% KESALAHAN RASIO TEGANGAN +/0,1 0,2 0,5 1,0 3,0

PERGESERAN SUDUT +/- (MENIT) 5 10 20 40 -

UNTUK SETIAP TEGANGAN DARI 80 % SAMPAI 120 % TEGANGAN PENGENAL DENGAN BEBAN 25 SAMPAI 100 % BEBAN PENGENAL PADA FAKTOR DAYA 0,8 TERTINGGAL

BEBAN (BURDEN) BURDEN IALAH BEBAN SEKUNDER DARI TRAFO TEGANGAN, DALAM HAL INI SANGAT TERKAIT DENGAN KLAS KETELITIAN PT CONTOH : BEBAN PENGENAL 30 VA, DAN KLAS 0,2 SEDANG UNTUK BEBAN 50 VA KLAS 0,5 BEBAN PENGENAL 50 VA, DAN KLAS 0,5 SEDANG UNTUK BEBAN 100 VA KLAS 1,0 CVT INI MEMPUNYAI 2 SEKUNDER DAPAT DIBEBANI 100 VA

DENGAN KLAS KETELITIAN MASING-MASING 1,0 DAN 0,2


SEMAKIN BESAR BEBANNYA MAKA KETELITIANNYA SEMAKIN TURUN LIHAT CONTOH PADA PT ABB UNTUK 12 KV KAPASITAS TERMAL

KAPASITAS TERMAL MERUPAKAN KAPASITAS PT DAPAT BERFUNGSI SEBAGAI


TRANSFORMATOR BIASA, SEBAGAI CONTOH PT DIATAS DAPAT BERKAPASITAS 500 VA TANPA MELIHAT KESALAHANNYA
10

TRAFO ARUS

11

PENDAHULUAN 1. FUNGSI MENTRANSFORMASIKAN DARI ARUS YANG BESAR KE ARUS YANG KECIL GUNA PENGUKURAN ATAU PROTEKSI SEBAGAI ISOLASI SIRKIT SEKUNDER DARI SISI PRIMERNYA MEMUNGKINKAN PENGGUNAAN STANDAR ARUS PENGENAL UNTUK ALAT SISI SEKUNDERNYA CONTOHNYA : 2.000/5 A, 300/1 A 2.000 A DAN 300 A 5 A DAN 1 A IP IS N2 N1 ---- = ----- = KCT N2 >> N1 (N1 JUMLAH LILITAN PRIMER, N2 JUMLAH LILITAN SEKUNDER) KCT : PERBANDINGAN TRANSFORMASI MERUPAKAN NILAI YANG KONSTAN = IP MERUPAKAN ARUS PRIMER = IS MERUPAKAN ARUS SEKUNDER

12

2. STANDARD TRAFO ARUS & TRAFO TEGANGAN a. IEC IEC 185 : 1987 IEC 44-6 : 1992 IEC 186 : 1987 b. EUROPEAN BS 7625 BS 7626 CTs CTs CTs PTs CTs

BS 7628
c. BRITISH d. AMERICAN e. CANADIAN BS 3938 : 1973 BS 3941 : 1975 ANSI C51.31.1978 CSA CAN 3-C13-M83

CT AND PT
CTs PTs CTs AND PTs CTs AND PTs

g. AUSTRALIAN
h. INDONESIA

AS 1675-1986
SNI

CTs

13

3. DUA KELOMPOK DASAR TRAFO ARUS


a. TRAFO ARUS UNTUK PENGUKURAN - MEMPUNYAI KETELITIAN TINGGI PADA DAERAH KERJA (DAERAH PENGENALNYA)

- CEPAT JENUH
b. TRAFO ARS UNTUK PROTEKSI - MEMPUNYAI DAERAH KETELITIAN YANG LUAS - TIDAK CEPAT JENUH KINERJA RELAI TERGANTUNG DARI TRAFO YANG DIGUNAKAN

14

4. KONSTRUKSI TRAFO ARUS

SISI PRIMER MERUPAKAN BATANG

SISI PRIMER MERUPAKAN BELITAN

PRIMARY

SECONDARY

15

TRAFO ARUS DENGAN MULTI RATIO CONTOH : 100 - 200 - 300 - 400 - 500 - 1000 / 5 A TRAFO ARUS INI BANYAK DIGUNAKAN DI AMERIKA

P1

P2

A - B 100 / 5 A A - C 200 / 5 A A - D 300 / 5 A

A - E 400 / 5 A
A - F 500 / 5 A
A B C D E F G

A - G 1000 / 5 A

PENGENAL SEKUNDER

a. 5 A UMUMNYA DIGUNAKAN BILA ANTARA TRAFO ARUS DENGAN ALAT UKUR


ATAU RELAINYA DEKAT b. 1 A UMUMNYA DIGUNAKAN BILA ANTARA TRAFO ARUS DENGAN ALAT UKUR ATAU RELAINYA JAUH. UMUMNYA DIGUNAKAN PADA SISTEM TEGANGAN TINGGI ATAU EKSTRA TINGGI c. 2 A UNTUK KEPERLUAN TERTENTU
16

CONTOH PENGGUNAAN TRAFO ARUS BUSHING CT UNTUK TRAFO DAYA UNTUK GENERATOR UNIT PLTU PAITON 1 & 2

TRAFO DAYA 470 MVA, (525 +/- 2 * 13,125) / 18 KV, CT SISI 500 KV
KODE T8, T9, T10 LETAK IU, IV, IW TERMINA L 1S1 1S2 1S1 1S3 T11, T12, T13 T14, T15, T16 T17, T18, T19 IU, IV, IW IU, IV, IW IU, IV, IW 2S1 2S2 3S1 3S2 4S1 4S2 4S1 4S3 5S1 5S2 T21 T20 IV IN 1S1 1S2 1S1 1S3 RASIO A 1000/1 2000/1 600/5 600/5 1000/1 1000/1 600/5 1000/1 2000/1 15 BURDEN VA 30 30 100 100 KLAS 0,2 0,2 5P20 5P20 X X 5P20 X X PENGGUNAAN PENGUKURAN (KWH) PENGUKURAN (KWH) RELAI F 87 TG2 RELAI F 87 TG B RELAI F 87 TG B RELAI F 87 GT B INDIKATOR SUHU LILITAN RELAI F 87 GT B RELAI F 87 GT B

CATATAN : KLAS X : VK > 800 / 400 RCT < 4 / 2 OHM

17

5. RANGKAIAN ARUS RANGKAIAN ARUS SEMUANYA SERI

KW

kVA

kWh

kvarh

L P1 P1 S1 P2 S2 S1 P2

S2

KW

kVA

kWh

kvarh

18

RANGKAIAN ARUS CT 500/1-1-1-1 A RANGKAIAN ARUS SEMUANYA SERI UNTUK SETIAP CT


P1

1S1 8V

1A KWH A KW KVA KVARH

1S2

2S1 6V 2S2

1A

F 32 F 87

F 40

F 51 V

3S1 P2 2V 3S2

1A

4S1 P2 TIDAK DIGUNAKAN 4S2

19

TUJUAN SALAH SATU SISI SEKUNDER


TUJUAN SALAH SATU SISI SEKUNDER DIBUMIKAN IALAH JIKA HUBUNG SINGKAT ANTARA SISI PRIMER DAN SISI SEKUNDER, TEGANGAN SIRKIT SEKUNDER TIDAK NAIK

PADA DASARNYA PEMBUMIAN DAPAT DILAKUKAN S1 ATAU S2


DALAM BEBERAPA HAL LETAK PEMBUMIAN SISI SEKUNDER MENGIKUTI BUKU PETUNJUK PEMASANGAN METER ATAU RELAINYA PEMBUMIAN TIDAK MEMPENGARUHI ARAH ARUS

20

5. BEBAN (BURDEN) BEBAN PENGENAL NILAI DARI BEBAN CT DIMANA KLAS KETELITIAN DINYATAKAN

BEBAN CT DINYATAKAN DALAM VA


NILAI BEBAN UMUM DIGUNAKAN : 2,5 ; 5 ; 7,5 ; 10 ; 15 ; 30 VA

ARUS PENGENAL KONTINYU UMUMNYA DINYATAKAN PADA SISI PRIMER, MISALNYA 1000/1 A, 2000/1 A

ARUS PENGENAL WAKTU SINGKAT (SHORT TIME RATED CURRENT) UMUMNYA DINYATAKAN UNTUK 0,5 ; 1,0 ; 2 ; 3 DETIK TIDAK MENIMBULKAN KERUSAKAN UMUMNYA DINYATAKAN PADA KEADAAN SEKUNDER CT DI HUBUNG

SINGKAT
ARUS DINYATAKAN DALAM RMS (NILAI EFEKTIF)

PENGENAL ARUS DINAMIK PERBANDINGAN DARI : IPUNCAK / IPENGENAL

IPUNCAK : KEMAMPUAN ARUS MAKSIMUM CT TANPA MENIMBULKAN SUATU


KERUSAKAN
21

CONTOH : CT DENGAN 4 INTI 500 / 1 - 1 - 1 - 1 A POLARITAS PRIMER P1 - P2

POLARITAS SEKUNDER INTI KE 1 1S1 - 1S2 -----> 15 VA


POLARITAS SEKUNDER INTI KE 2 2S1 - 2S2 -----> 10 VA POLARITAS SEKUNDER INTI KE 3 3S1 - 3S2 -----> 15 VA POLARITAS SEKUNDER INTI KE 3 4S1 - 4S2 -----> 15 VA DALAM HAL INI BEBAN KENYATAAN SAAT DILAKUKAN PENGUKURAN TERSEBUT IALAH : ARUS KALI TEGANGAN

22

7. KLAS KETELITIAN (IEC 185 / 1987) UNTUK MENUNJUKKAN KETELITIAN CT DINYATAKAN DENGAN KESALAHANNYA SUATU ALAT SEMAKIN KECIL KESALAHANNYA SEMAKIN TELITI ALAT TERSEBUT PADA CT DIKENAL 2 MACAM KESALAHAN YAITU

a. KESALAHAN PERBANDINGAN
KT IS - IP = ---------------- * 100 % IP KT : PERBANDINGAN TRANSFORMASI NOMINAL CT 500 / 5 A KT = 100 b. KESALAHAN SUDUT 2 = -

1 = + 23

71. KLAS KETELITIAN TRAFO ARUS UNTUK PENGUKURAN

CT UNTUK METER TELITI UNTUK DAERAH RENDAH 0,1 S/D 1,2 In CEPAT JENUH, DIUSAHAKAN 5 KALI PENGENAL TELA MULAI JENUH. SUPAYA CT CEPAT JENUH DIBUAT DENGAN LUAS PENAMPANG jg RELATIF KECIL ATAU BAHAN-BAHAN YANG MEMPUNYAI LENGKUNG B vs H CEPAT JENUH MISALNYA Mu-METAL

KELAS KETELITIAN TRAFO ARUS UNTUK METER DAPAT DILIHAT PADA TABEL 1 DAN TABEL 2 DAN KURVA KESALAHAN CT

24

TABEL 1 NILAI BATAS KESALAHAN C.T UNTUK METER

KLAS KETELITIAN

+/- % KESALAHAN RASIO ARUS PADA % DARI ARUS PENGENAL 5 20 0,2 0,35 0,75 1,5 100 0,1 0,2 0,5 1,0 120 0,1 0,2 0,5 1,0

+/- PERGESERAN FASE PADA % DARI ARUS PENGENAL MENIT (1/60 DERAJAT) 5 15 30 90 180 20 8 15 45 90 100 5 10 30 60 120 5 10 30 60

0,1 0,2 0,5 1,0

0,4 0,75 1,5 3,0

CATATAN : BEBAN SEKENDER ADALAH SETIAP NILAI DARI 25 % SAMPAI 100 % BEBAN PENGENAL

25

DALAM PEMASANGAN ALAT-ALAT BANTU TERSEBUT ADA TIGA CARA SAJA. 1. PEMASANGAN DENGAN CARA SERI PEMASANGAN INI SEMUA ALAT YANG BERSIFAT ARUS : AMPERE METER

A X

SAMBUNGAN SERI

2.

PEMASANGAN DENGAN CARA PARALEL PEMASANGAN INI SEMUA ALAT YANG MENDAPAT TEGANGAN : VOLT METER

SAMBUNGAN PARALEL

3.

PEMASANGAN DENGAN CARA CAMPURAN (SERI + PARALEL) PEMASANGAN INI SEMUA ALAT YANG MENDAPAT ARUS DAN TEGANGAN KW. METER, COS METER, KVAR METER, KWH METER.

KW X SAMBUNGAN CAMPURAN (SERI PARALEL)

26

A. DIAGRAM GARIS TUNGGAL

DIAGRAM GARIS TUNGGAL DIBUAT UNTUK MENGETAHUI DARI SUATU FUNGSI INSTALASI SECARA GLOBAL ATAU GARIS BESARNYA SAJA DILENGKAPI DENGAN SIMBOL ATAU ANGKA YANG MENUNJUKKAN ALAT TERSEBUT

CONTOH DIAGRAM GARIS TUNGGAL

27

DIAGRAM PENGAWATAN METER TEGANGAN (VOLTMETER)

PENGUKURAN PRIMER SUMBER

PENGUKURAN SEKUNDER SUMBER

K CT L

A
I

BEBAN

BEBAN
TERMINAL AMPER METER DIHUBUNGKAN DENGAN TERMINAL KELUARAN TRAFO ARUS (ct)

TERMINAL AMPER METER DIHUBUNGKAN LANGSUNG SECARA SERI DENGAN SUMBER DAN BEBAN DARI SIRKIT YANG DIUKUR

CATATAN ; AMPER METER DAPAT DIHUBUNGKAN SECARA SERI DENGAN METER - METER LAIN LAIN YAITU : KUMPARAN ARUS METERKWH, KVARH, COS WATT 28

PENGUJIAN - 31

DIAGRAM PENGAWATAN METER TEGANGAN (VOLTMETER)

PENGUKURAN PRIMER

PENGUKURAN SEKUNDER

SUMBER

SUMBER

P1

S1

PT
P2 S2

BEBAN TERMINAL VOLT METER DIHUBUNGKAN LANGSUNG SECARA PARALEL DENGAN SUMBER DAN BEBAN DARI SIRKIT YANG DIUKUR

BEBAN TERMINAL VOLT METER DIHUBUNGKAN DENGAN TERMINAL KELUARAN TRAFO TEGANGAN

CATATAN ; VOLTMETER DAPAT DIHUBUNGKAN SECARA PARALEL DENGAN METER- METER YANG LAIN YAITU : KUMPARAN TEGANGAN METER- METER KWH, COS , WATT, FREKWENSI 29

DIAGRAM PENGAWATAN METER DAYA (WATT METER) WATTMETER SATU FASA PENGUKURAN PRIMER SUMBER PENGUKURAN SEKUNDER SUMBER CT K L k CT I

P1 BEBAN WATTMETER TIGA FASA PENGUKURAN PRIMER R SUMBER S T P2 BEBAN SUMBER R S T K L k I

S1 S2 PT

PENGUKURAN SEKUNDER

P1 P2

S1 S2

BEBAN

BEBAN

30

PEMERIKSAAN VISUAL / KONSTRUKSI PEMERIKSAAN VISUAL / KONSTRUKSI DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA KONDISI PERALATAN, ADANYA CACAT ATAU RUSAK PADA PERALATAN YANG

TERPASANG DAN UNTUK MEMERIKSA APAKAH PEMASANGANNYA TELAH


DILAKSANAKAN SECARA BAIK DAN BENAR SESUAI KONSTRUKSI / PETUNJUK PABRIKAN ANTARA LAIN MELIPUTI : - KELURUSAN (LEVELING) PEMASANGAN PHB TM

- PEMASANGAN REL
- KEADAAN ISOLATOR - PENANDAAN URUTAN FASA - PEMASANGAN KAWAT PEMBUMIAN

- TINGKAT PERLINDUNGAN SELUNGKUP PHB TM

31

PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN DATA PERALATAN


PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN DATA PERALATAN DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA KESESUAIAN PERALATAN TERHADAP SPESIFIKASI KONTRAK DATA PERALATAN UMUMNYA MELIPUTI :

- MEREK / PABRIK PEMBUAT


- TIPE - NILAI PENGENAL ARUS DAN TEGANGAN - NILAI PENGENAL FREKUENSI

- DAN NILAI PENGENAL LAINNYA


PERALATAN YANG TERPASANG PADA PHB TM MELIPUTI : - PEMUTUS TENAGA - TRANSFORMATOR ARUS - TRANSFORMATOR TEGANGAN - METER DAN RELAI PROTEKSI
32

PENGUJIAN INDIVIDUAL PERALATAN PENGUJIAN INDIVIDUAL PERALATAN DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA APAKAH KARAKTERISTIK / UNJUK KERJA DARI MASING - MASING PERALATAN YANG TERPASANG PADA PHB TM, MEMENUHI STANDAR / SPESIFIKASI PABRIK PEMBUATNYA, SETELAH PERALATAN TERSEBUT TERPASANG DILAPANGAN (GARDU INDUK) PENGUJIAN INDIVIDUAL PERALATAN UMUMNYA MELIPUTI : - PEMERIKSAAN VISUAL - PENGUJIAN KARAKTERISTIK

PENGUJIAN INDIVIDUAL PERALATAN TIDAK TERMASUK DALAM PELATIHAN INI TETAPI PELAKSANAANNYA DAPAT MENGACU KEPADA PEDOMAN DAN MANUAL MASING - MASING PERALATAN

33

PENGUJIAN TEGANGAN

RANGKAIAN

SEKUNDER

TRANSFORMATOR

ARUS

DAN

PENGUJIAN RANGKAIAN SEKUNDER TRANSFORMATOR ARUS DAN TEGANGAN DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA KESESUAIAN RANGKAIAN SEKUNDER TRANSFORMATOR ARUS DAN TEGANGAN UNTUK METER DAN RELAI TERHADAP GAMBAR KERJA YANG TELAH DISETUJUI (APPROVED), TERMASUK KEKENCANGAN BAUT PADA TERMINAL KABEL DAN PENGUKURAN BEBAN RANGKAIAN PELAKSANAAN SEKUNDER DAPAT DILAKUKAN DENGAN PENGUJIAN INJEKSI

34

PENGUKURAN

BEBAN

RANGKAIAN

DILAKUKAN

PADA

ARUS

INJEKSI

SEKUNDER SESUAI DENGAN ARUS NOMINAL SEKUNDER TRANSFORMATOR ARUS (1A ATAU 5A) DAN DIUKUR TEGANGAN JATUH (VOLTAGE DROP) ANTARA

TERMINAL YANG DIUKUR : BEBAN RANGKAIAN (VA) MERUPAKAN HASIL KALI


INJEKSI (A) DAN TEGANGAN JATUH (V), TIDAK BOLEH MELEBIHI SPESIFIKASI (VA) DARI TRANSFORMATOR ARUS YANG TERPASANG

35

PENGUJIAN FUNGSI KERJA RANGKAIAN KONTROL DAN PROTEKSI PENGUJIAN FUNGSI KERJA RANGKAIAN KONTROL DAN PROTEKSI DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA FUNGSI KERJA HUBUNGAN ANTARA SATU PERALATAN DENGAN PERALATAN YANG LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI SUATU SISTEM KONTROL DAN PROTEKSI SEBAGAI ACUAN DIGUNAKAN GAMBAR OPERASI (OPERATION DIAGRAM PHB TM) YANG DIKELUARKAN OLEH PABRIK PEMBUAT DAN TELAH DISETUJUI OLEH OWNER. JENIS RANGKAIAN KONTROL DAN PROTEKSI PADA SISTEM 20 KV MELIPUTI : FUNGSI KERJA PERALATAN SWITSING UTAMA SECARA LOKAL / REMOTE TERMASUK SISTEM INTERLOCK FUNGSI KERJA RANGKAIAN TRIPPING DAN AUTO RECLOSE PEMUTUS TENAGA FUNGSI KERJA SISTEM ALARM DAN INDIKASI (ANNUNCIATOR SYSTEM) FUNGSI KERJA RANGKAIAN TRIPPING LOOD SHEDDING
36

PENGUKURAN RESISTANS RANGKAIAN UTAMA PENGUKURAN RESISTANS RANGKAIAN UTAMA DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA KONTINUITAS DENGAN PERALATAN HUBUNGAN LAIN DI ANTARA SATU DALAM PHB PERALATAN MAUPUN YANG TM,

HUBUNGAN ANTAR PHB TM PENYULANG, TERMASUK KEKENCANGAN BAUT DAN RESISTANS KONTAK DARI PERALATAN SWITSING UTAMA

37

PENGUJIAN TEGANGAN TINGGI


PENGUJIAN TEGANGAN TINGGI DILAKUKAN UNTUK MENGUJI KETAHANAN ISOLASI RANGKAIAN PRIMER PHB TM YANG TELAH TERSUSUN DALAM SUATU RANGKAIAN PADA INSTALASI DI GARDU INDUK, TERHADAP TEGANGAN TINGGI DAN DITERAPKAN SESUAI KETENTUAN STANDAR IEC PELAKSANAAN PENGUJIAN DILAKUKAN SECARA BERGANTIAN SETIAP FASA, TERHADAP DUA FASA YANG LAIN DIHUBUNGKAN BERSAMA DENGAN BODY / GROUND (SEMUA PEMUTUS TENAGA DALAM POSISI MASUK)

38

PENGUJIAN INJEKSI PRIMER PENGUJIAN INJEKSI PRIMER DILAKUKAN UNTUK MEMERIKSA UNJUK

KERJA TRANSFORMATOR ARUS, BAIK SEBAGAI PERALATAN SECARA


INDIVIDUAL MAUPUN SEBAGAI BAGIAN DARI SUATU SISTEM KONTROL, PROTEKSI DAN PENGUKURAN PELAKSANAAN PENGUJIAN DILAKUKAN DENGAN MENGIJEKSIKAN ARUS PADA SISI PRIMER TRANSFORMATOR ARUS SETIAP FASA DAN ARUS SEKUNDER DIMONITOR PADA SETIAP RANGKAIAN METER DAN RELAI PENGAMAN PENGUJIAN INI DILAKUKAN SAMPAI RELAI BEKERJA, MENTRIPKAN PEMUTUS TENAGA DAN DICATAT SETIAP INDIKASI YANG MUNCUL PADA PANEL KONTROL

39

GAMBAR RANGKAIAN PENGUJIAN INJEKSI PRIMER SEBAGAI BERIKUT :

P1

A A 1S1 1S2 A

KWH METER

Ry 2S1 2S2

RELAY

R A

T 1 220 V

PRIMARY INJECTION TEST SET

40