Anda di halaman 1dari 20

Contoh: Buktikan bahwa gcd dari 16 dan 20 adalah 4 Bukti: 1. Jelas bahwa, 4 adalah bilangan bulat positiif. 2.

4|16, karena ada 4 Z sehingga 4 . 4 = 16 dan 4|20 karena ada 5 Z sehingga 4 . 5 = 20 3. Akan ditunjukkan |16 dan |20 mengakibatkan |4 Perhatikan 1, 2. 4, 8, 16 adalah bilangan-bilangan yang membagi 16. Dan 1, 2. 4, 5, 20 adalah bilangan-bilangan yang membagi 20. Dapat kita lihat bahwa , yaitu 1, 2. 4 merupakan bilangan-bilangan yang membagi 16 dan 20. 1| 4, 2|4 dan 4|4. Jadi |16 dan |20, mengakibatkan |4 Jadi, (16, 20) = 4

Contoh:

Solusi: Diketahui > 0 dan Akan ditunjukkan bahwa adalah gcd(, ), yaitu dengan menunjukkan bahwa 1. + 2. dan 3. Jika dan c| maka Bukti: 1. 2. 3. > 0 maka + benar karena ada 1 Z sehingga = . 1, dan dari yang diketahui Karena dan c| maka benar Dari 1, 2, dan 3 maka dapat disimpulkan bahwa gcd(, ) =

Misal , , a 0 atau b 0 maka ada tunggal, adalah GCD dari dan dan dapat dinyatakan dalam: = + , dan adalah bilangan bulat positif terkecil yang dapat dinyatakan dalam bentuk seperti itu Bukti: Misal , , a 0 atau b 0 Kasus I b=0 maka a 0, > 0 d = = . 1 + . 0 atau = 1 + . 0 Kasus II b 0 = = + , , + = + = + , , Karena b 0 maka = . 0 + . 1 dan = . 0 + (1) Jadi + Menurut well ordered theorem pada +, ada unsur terkecil di +, dengan = + 1. + 2. dan 3. Jika dan c| maka , , Akan ditunjukkan bahwa d adalah gcd(, ), yaitu dengan menunjukkan bahwa

1. 2.

Karena + maka + Akan ditunjukkan dan Akan ditunjukkan bahwa Berdasarkan algoritma pembagian, maka ada , sehingga = + = = + = 1 + , 0 < Karena d unsur terkecil di +, maka = 0, diperoleh 0 = = Akan ditunjukkan bahwa Berdasarkan algoritma pembagian, maka ada , sehingga = + = = + = () + 1 , 0 < Karena d unsur terkecil di +, maka = 0, diperoleh 0 = = Jadi dan 0 < , 0 <

3.

Jika dan akan ditunjukkan Karena maka = , untuk suatu Karena maka = , untuk suatu = + = + = + Dari 1, 2, dan 3, maka diperoleh bahwa adalah gcd (, ), dan adalah bilangan bulat terkecil yang dapat dinyatakan dalam bentuk = + , ,

Bukti ketunggalan gcd Andaikan 1 dan 2 adalah gcd (, ), maka menurut definisi diperoleh: 1. 1 dan 2 + 2. 1 , 1 , 2 , dan 2 | 3. 2 , dan 2 | karena 1 adalah gcd(, ) maka 2 |1 1 , dan 1 | karena 2 adalah gcd(, ) maka 1 |2 1 = 2

Contoh: Soal no. 3a dan no. 3f Carilah gcd (a, b) dan bilangan bulat m dan n sehingga (a, b) = am + bn! a. a = 0, b = -3 b. a = 252, b = -180 Solusi: a. (0, -3) = 3 Karena (0, -3) = 3 = 0.m + (-3).(-1) Sehingga berlaku untuk m Z dan n = -1. b. (252, -180) = 36 Karena (252, -180) = 36 = 252.(-7) + (-180).(-10) Sehingga berlaku untuk m = -7 dan n = -10.

Algoritma Euclid = 0 + 1 = 1 1 + 2 1 = 2 2 + 3 2 = 3 3 + 4 = +1 +1 + +2 terkecil sehingga +1 = 0, dimana: 1 = + +1 0 = +1 Misal = 0 , adalah sisa terakhir yang bukan nol , maka adalah gcd (, ) 0 +2 < +1 Karena > > > > + dan semuanya tidak negatif, maka ada bilangan bulat 0 1 < 0 2 < 1 0 3 < 2 0 4 < 3

Bukti Algoritma Euclid Akan dibuktikan bahwa adalah gcd (a,b), yaitu dengan menunjukkan bahwa: 1. + 2. dan 3. Jika dan | maka 1. Akan dibuktikan + Perhatikan bahwa 1 = + +1 Karena 0 = +1 , maka 0 0 < , jadi + 2. Untuk = 0 , maka 0 = 1 1 + 2 1 = 2 2 + 3 2 = 3 3 + 4 2 = 1 1 + 1 = + +1 , 1 Karena dan 1 , maka ( ) + 1 , untuk setiap , Ambil = 1 dan = 1 maka + 1 1 = 2 Karena 2 dan 1 maka 2 2 + 1 = 3 Dengan cara yang sama akan diperoleh 0 dan 1 dan 3. 0 dan 1 maka 0 + 1 , untuk setiap , Ambil = 1 dan = 1 maka 0 1 1 = 2 1 dan 2 maka 1 + 2 , Ambil = 1 dan = 2 maka 1 2 2 = 3 Dengan cara yang sama akan diperoleh Dari 1, 2, dan 3 maka diperoleh gcd , = 0 < 1 +1 = 0 0 2 < 1 0 3 < 2 0 4 < 3 0 +1 <

Karena +1 = 0 maka 1 =

Contoh: Menggunakan aritmatika Algoritma Euclid, kita mempunyai 1776 = (1).(1492) + 284 248 = (3).(72) + 68 72 68 = (1).(68) + 4 = (17).(4) + 0 (q1 = 1, r1 = 284) (q3 = 3, r3 = 68) (q4 = 1, r4 = 4) (q5 = 17, r5 = 0) 1492 = (5).(284) + 72 (q2 = 5, r2 = 72)

Bilangan sisa tak nol terakhir adalah rn = r4 = 4, dan (1776, 1492) = 4.

Contoh:

Bukti: Akan dibuktikan 1. (, ) = 1 (, ) = 1 dan (, ) = 1 Menurut teorema 2.12 , (, ) = 1 , dapat ditulis 1 = + , , Perhatikan bahwa 1 = + 1 = () + () Maka (, ) = 1 Perhatikan bahwa 1 = + 1 = () + () Maka (, ) = 1 2. (, ) = 1 dan (, ) = 1 (, ) = 1 (, ) = 1 berarti 1 = + , untuk suatu , (, ) = 1 berarti 1 = + , untuk suatu , perhatikan bahwa 1 = + = + = + 1 = + 1 = + + 1 = () + ( + ) Maka (, ) = 1

Bukti: Misal gcd (, ) = 1 dan maka = , untuk suatu gcd , = 1 maka 1 = + , = + = + = ( + ) karena = untuk suatu ,

Bukti: maka = , Kasus I jika maka atau Kasus II jika karena p prima maka pembagi positif dari p hanya 1 dan p maka gcd (, ) = 1 1 = + = + = + = ( + ) karena =

Contoh:

Bukti: p, q merupakan bilangan prima berbeda. Artinya p hanya mempunyai pembagi 1 dan p Dan q hanya mempunyai pembagi 1 dan q. Maka pq dan q . Karena pq dan p, q prima, maka (p, q) = 1. Dengan menggunakan teorema 2.12 dapat dituliskan sebagai kombinasi linier dari p dan q. yaitu pm + qn = 1. Jadi terbukti bahwa jika p dan q bilangan prima berbeda, maka ada bilangan bulat m dan n sehingga pm + qn = 1.

Teorema Akibat 2.17 Jika p prima dan (1 2 3 . . . ) maka p membagi suatu . Bukti: Pembuktian dapat dilakukan dengan induksi. Untuk = 1 maka 1 jelas terbukti benar. Untuk = asumsikan benar, berarti (1 2 3 . . . ) maka paj untuk suatu {1,2,3, , } Untuk = + 1, akan dibuktikan benar sehingga (1 2 3 . . . +1 ) Perhatikan bahwa (1 2 3 . . . +1 ) Maka 1 2 3 . . . ( +1 ) berdasarkan teorema 2.16, maka 1 2 3 . . . atau ( +1 ) jika 1 2 3 . . . maka paj untuk suatu {1,2,3, , }, berdasarkan asumsi. jika pak+1 maka benar paj untuk = + 1

Misal ; = 1 atau dapat dinyatakan sebagai hasil kali bilangan prima Akan dibuktikan benar untuk semua + Untuk = 1 , 1 benar Anggap benar untuk semua bilangan bulat positif < Akan dibuktikan benar Jika bilangan prima maka = 1, maka benar Jika bukan bilangan prima maka = , 1 dan 1 Maka 1 < < dan 1 < < Berdasarkan hipotesis induksi dan benar, yaitu = 1 2 3 dan = 1 2 3 Dengan dan bilangan prima. Sehingga = = 1 2 3 1 2 3 Dengan demikian, k adalah hasil kali bilangan prima. benar jadi benar untuk semua + = 1 atau dapat dinyatakan sebagai hasil kali bilangan prima untuk semua +

Bukti ketunggalan faktorisasi Misal = 1 2 3 dan = 1 2 3 Adalah faktorisasi dari n sebagai hasil kali faktor-faktor prima dan , maka 1 2 3 = 1 2 3 Sehingga 1 1 2 3 . Berdasarkan corollary 2.17 1 untuk suatu j, tidak menghilangkan keumuman jika kita menganggap j = 1. Karena 1 dan 1 adalah bilangan prima 1 1 mengakibatkan1 = 1 , sehingga 1 2 3 = 1 2 3 oleh karena itu dengan menggunakan hukum kanselasi diperoleh 2 3 = 2 3 Argumen ini dapat diulang, menghapus satu faktor dengan menerapkan hukum kanselasi, sehingga diperoleh = . Karena faktor positif dari hanyalah 1 dan , dan karena masing-masing qj prima, hal ini berarti bahwa seharusnya hanya terdapat satu qj di sebelah kanan pada persamaan ini, yaitu qt. Sehingga v = t dan qt = pt.

Bukti Asumsikan bahwa banyak bilangan prima adalah n. Misalkan n bilangan prima dinotasikan dengan p1 , p2 , , pn perhatikan bilangan bulat = 1 2 + 1. Jelas bahwa sisa pembagian oleh sebarang bilangan prima adalah 1, sehingga setiap bukanlah faktor dari . Jadi terdapat dua kemungkinan, yaitu adalah bilangan prima atau mempunyai faktor prima yang berbeda dengan maka kita mempunyai suatu bilangan prima yang tidak terdapat dalam daftar 1 2 . Sehingga terdapat lebih dari bilangan prima, kontradiksi dengan banyak bilangan prima adalah n. Jadi banyak bilangan prima adalah tak hingga

Soal nomor 19 Let (, ) = 1 and (, ) = 1. Prove or disprove that (, ) = 1 Jawab: Ambil = 5 = 2 = 4 maka (5,2) = 1 (5,4) = 1 (20,2) = 2 1

Soal nomor 21 Let (, ) = 1. Prove (2 , 2 ) = 1 Jawab: Diketahui (, ) = 1 akan ditunjukkan (2 , ) = 1 (, ) = 1 maka 1 = + , = 2 + = 2 2 + + = 2 2 + + 1 = 2 2 + + 1 = 2 (2 ) + + (2 , ) = 1 ,

(2 , ) = 1 akan ditunjukkan (2 , 2 ) = 1 (2 , ) = 1 maka 1 = 2 + , = 2 + 2 = 2 + 2 2 + 2 = 2 + 2 2 + 2 1 = 2 + + 2 2 1 = 2 (2 ) + 2 + (2 , 2 ) = 1 ,

Soal nomor 22 Let (, ) = 1 prove that , = 1 for all positive integer n Jawab: Untuk n=1 maka , 1 = , = 1 benar Misal benar untuk = maka , = 1 1 = + Akan dibuktikan benar untuk = + 1 yaitu dengan menunjukkan , +1 = 1 1 = + = + 2 = + 2 2 + = + 2 2 + 1 = + 2 2 + 1 = ( + ) + +1 1 2 (, +1 ) = 1 jadi benar untuk n=k+i menurut prinsip induksi matematika maka benar untuk semua bilangan bulat positif n jadi jika (, ) = 1 maka , = 1,

soal nomor 23 prove that if > 0, and (, ) exists, then (, ) = . jawab: karena (, ) ada misal (, ) = , maka = + , untuk suatu , dan memenuhi: 1. > 0 2. dan maka = dan = , , 3. dan mengakibatkan Akan ditunjukkan (, ) = 1. 2. > 0 dan > 0 maka > 0 Akan ditunjukkan dan = = = = = = 3. Misalkan dan akan ditunjukkan berarti = , untuk suatu berarti = , untuk suatu Perhatikan bahwa = + = + = + = ( + ) Dari 1, 2 dan 3 maka (, ) =

Soal nomor 24 Prove that if = , , = 0 dan = 0 , then 0 , 0 = 1 Jawab: = , maka = + , = 0 + 0 = (0 + 0 ) 1 = 0 + 0 0 , 0 = 1 , ,

Soal nomor 25 A least common multiple of two nonzero integers a and b is an integer m that satisfies all the following conditions: 1. m is a positive integer 2. and 3. and imply Prove that the least common multiple of two nonzero integers exists and is unique Solusi: Kelipatan persekutuan terkecil dari a dan b dinotasikan [a,b]. a. Membuktikan keberadaan kelipatan persekutuan terkecil i. Membuktikan m adalah bilangan bulat positif , dan Misalkan = { : , , {0}} Perhatikan bahwa dan maka || . Sehingga { }. Berdasarkan Well Ordering Theorem, S mempunyai anggota terkecil, sebut m. Karena m S, maka > 0, dan ii. Membuktikan dan mengakibatkan Dengan algoritma pembagian ada dan bilangan bulat tunggal sehingga = + , Karena maka = 1 untuk suatu 1 Karena maka = 2 untuk suatu 2 Karena = + maka 1 = 2 + perhatikan 1 2 = (1 2 ) = maka dengan cara yang sama diperoleh perhatikan bahwa jika > 0 maka , padahal 0 < , hal ini kontradiksi dengan m anggota terkecil dari S. maka = 0. Oleh karena itu = atau b. Membuktikan ketunggalan kelipatan persekutuan terkecil Misalkan [, ] = 1 dan [, ] = 2 , akan dibuktikan bahwa 1 = 2 [, ] = 1 dan [, ] = 2 Berdasarkan definisi KPK, maka 1 dan 1 2 1 2 dan 2 1 2 karena [, ] = 2 karena [, ] = 1 0 <

Karena 2 1 dan 1 2 , berdasarkan latihan 2.3 no. 21 maka 1 = 2 . Berdasarka definisi KPK, 1 dan 2 adalah bilangan bulat positif, maka 1 = 2 . Jadi terbukti bahwa kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan bulat tak nol adalah tunggal.