Anda di halaman 1dari 175

DRAMA PARTAI KA’BAH

INTERVIEW INTERVIEW MENTERI MENTERI LINDA LINDA SOAL SOAL PAEDOFIL PAEDOFIL
INTERVIEW
INTERVIEW
MENTERI
MENTERI
LINDA
LINDA
SOAL
SOAL
PAEDOFIL
PAEDOFIL

POTONG

PAJAK

ala H

ADI

EDISI 126 | 28 APRIL - 4 MEI 2013

DAFTAR ISI

28 ApRIl - 4 mEI 2014

EDISI 126
EDISI 126
FoKUS TAK BIjAK MEnyUnAT PAjAK hadi poernomo diduga men-drop audit keputusan keberatan pajak bCa ketika
FoKUS
TAK BIjAK
MEnyUnAT
PAjAK
hadi poernomo diduga
men-drop audit
keputusan keberatan
pajak bCa ketika
menjabat ketua bpk.
nASIonAl KRIMInAl n drama islah di parTai ka’bah n waspada penembakan misTerius n kuasa negeri
nASIonAl
KRIMInAl
n
drama islah di parTai ka’bah
n
waspada penembakan misTerius
n
kuasa negeri singa di udara kiTa
hUKUM
InTERnASIonAl
n
Terungkap saTu demi saTu
EKonoMI
n
akuisisi di ujung Tanduk
n
di ambang perang saudara
n
TakuT jadi pegawai swasTa
n
duka sewol, pahlawan sewol
n
bukan cuma urusan bTn
n
bukan sekadar yes man
BISnIS
InTERvIEW
n
begadang para freelancer
n
linda gumelar
n
Tahun pemilu Tahun hoki
KoloM
BUKU
n
koalisi Tanpa berbagi kursi menTeri
n
kala marah rusli menenTang poligami
lEnSA
SISI lAIn CAPRES
n
merdeka ala mahfud md.
SPoRT
n
urban farming di jakarTa
PEoPlE
n
saaTnya mercedes, VeTTel
SEnI hIBURAn
n
berbincang baTu pada clara
n wulan guriTno | dede yusuf | jenderal moeldoko
GAyA hIDUP
n
yang Terbaik dari nicolas cage
n
film pekan ini
n
agenda
n
beri cinTa, jangan hisTeria
Cover:
Ilustrasi: kiagus auliansyah
n
secuil surga di pulau sepa
@majalah_detik
majalah detik
n
gigiTan sambal dower
sepa @majalah_detik majalah detik n gigiTan sambal dower Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi:

Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Dimas Adityo, Irwan Nugroho, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Bahtiar Rifai Bahasa: Habib Rifa’i, Rahmayoga Wedar Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Sena Achari, Eko Tri Hatmono Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Edi Wahyono, Fuad Hasim, Luthfy Syahban.

Tap pada konTen unTuk membaca arTikel
Tap pada konTen unTuk membaca arTikel

Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@ detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769

Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran:

appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@ majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.

lensa
lensa

Urban Farming

di jakarta

lensa Urban Farming di jakarta Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo Pertanian di
lensa Urban Farming di jakarta Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo Pertanian di
lensa Urban Farming di jakarta Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo Pertanian di
lensa Urban Farming di jakarta Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo Pertanian di
lensa Urban Farming di jakarta Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo Pertanian di
lensa Urban Farming di jakarta Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo Pertanian di

Tap untuk melihat foto ukuRan BeSaR untuk melihat foto ukuRan BeSaR

FoTo-FoTo: ari sapuTra/deTikFoTo

Pertanian di perkotaan (urban farming) mulai dikenalkan di Jakarta seperti terlihat di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Konsep tersebut mengadopsi teknik hidroponik nutrient film technique (NFT).

Utara. Konsep tersebut mengadopsi teknik hidroponik nutrient film technique (NFT). Majalah detik 28 april - 4

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

lensa
lensa

Anak-anak warga Marunda membeli hasil pertanian hidroponik Kamis (24/4). Sayuran ini menggunakan metode nutrient film technique (NFT). Tidak menggunakan tanah, melainkan bergantung sepenuhnya pada kualitas air, kadar pH, nutrisi air, dan perawatan 24 jam.

lensa
lensa
lensa Sayuran "menggantung" pada media tanam khusus ditaruh di pot. Satu pot satu pohon. Deretan pot

Sayuran "menggantung" pada media tanam khusus ditaruh di pot. Satu pot satu pohon. Deretan pot ditaruh di pipa paralon dengan panjang yang bervariasi. Dalam hitungan hari tertentu, sayuran bisa dipanen.

Media tanam hidroponik yang utama: pot, pipa paralon plus selang air, dan spons khusus untuk
Media tanam hidroponik yang utama: pot, pipa paralon plus selang air, dan spons khusus untuk
Media tanam hidroponik yang utama: pot, pipa paralon plus selang air, dan spons khusus untuk

Media tanam hidroponik yang utama: pot, pipa paralon plus selang air, dan spons khusus untuk bibit pohon. Kemudian dibudidayakan di dalam rumah khusus "Green House" dari kelambu. “Kelambunya masih impor, untuk menghindari hama,” kata Gino, petani di Rusun Marunda.

lensa
lensa

Gino, salah satu petani hidroponik Marunda asal Cilacap, Jawa Tengah. Metode hidroponik sudah dipraktekkan di beberapa daerah. Kualitasnya lebih bagus karena tidak menggunakan pestisida.

lensa
lensa

Menyiram bibit sayuran yang masih berusia di bawah 1 minggu. Hidroponik membutuhkan suplai air bersih dengan kadar pH khusus dengan nutrisi tertentu.

lensa
lensa

Sayuran selada yang berusia 24 pekan ini siap dikonsumsi. Meski ditanam di pinggir laut Jakarta, kualitasnya lebih sehat karena organik.

nasionalnasional

nasional nasional Kuasa Negeri siNga di udara Kita Pengendalian wilayah udara di KePulauan riau oleh SingaPura

Kuasa Negeri siNga di udara Kita

nasional nasional Kuasa Negeri siNga di udara Kita Pengendalian wilayah udara di KePulauan riau oleh SingaPura

Pengendalian wilayah udara di KePulauan riau oleh SingaPura menyulitKan tni au menindaK Pelanggaran Kedaulatan. PerSiaPan haruS dilaKuKan meSKi Peluang mengambil alih maSih 10 tahun lagi.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

nasional Kawasan udara Batam, Kepulauan Riau, yang berbatasan dengan Singapura, Sabtu (5/4). Joko SuliStyo/aNtara Foto
Kawasan udara Batam, Kepulauan Riau, yang berbatasan dengan Singapura, Sabtu (5/4). Joko SuliStyo/aNtara Foto
Kawasan udara Batam,
Kepulauan Riau, yang
berbatasan dengan Singapura,
Sabtu (5/4).
Joko SuliStyo/aNtara Foto

K etua Komisi V Dewan Perwakilan

Rakyat Laurens Bahang Dama resah.

Penyebabnya bukan peluangnya

berkiprah kembali di Senayan yang

masih tanda tanya. Calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur ini resah lantaran munculnya pemberitaan me- ngenai wilayah udara Kepulauan Riau (Kepri) yang hingga kini masih dikendalikan Singapura. Pengendalian wilayah udara oleh negeri te- tangga itu sejatinya merupakan masalah lama.

Isu tersebut terus diungkit oleh berbagai kalang- an. Munculnya kembali pemberitaan soal itu baru-baru ini mengusik jiwa nasionalismenya. “Kita benar-benar kecolongan,” kata politikus Partai Amanat Nasional ini saat berbincang dengan majalah detik, Selasa, 22 April lalu. Negeri Singa mengendalikan wilayah udara di seputar Kepri selama 68 tahun atau tepat- nya sejak 1946. International Civil Aviation Organization (ICAO) adalah pihak yang me- mandatkan Singapura mengontrol lalu lintas

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

nasional udara di wilayah itu. Pertimbangannya, negeri jiran tersebut dianggap lebih mumpuni dalam hal kelengkapan radar

udara di wilayah itu. Pertimbangannya, negeri jiran tersebut dianggap lebih mumpuni dalam hal kelengkapan radar maupun alat pemantau keselamatan penerbangan. Flight information region (FIR) di wilayah udara itu masih dikendalikan Singapura hingga 2024. Dasarnya adalah keputusan ICAO dalam pertemuan negara-negara anggota organisasi penerbangan sipil dunia itu yang digelar di Bangkok, Thailand, pada akhir 2013. Laurensmenganggapmasalahyangberkaitan dengan kedaulatan negara Indonesia tersebut sangat penting. Karena itu, dalam waktu dekat, komisi di DPR yang membidangi perhubung- an tersebut akan mengundang perwakil- an pemerintah untuk melakukan rapat, yakni Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura I dan II, serta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI). Rapat utamanya membahas persiap- an pengambilalihan navigasi penerbang- an di wilayah Kepri tersebut. “Meski masih 10 tahun lagi, harus kita persiapkan sejak dini

Meski masih 10 tahun lagi, harus kita persiapkan sejak dini supaya tak lolos lagi Laurens
Meski masih 10
tahun lagi, harus
kita persiapkan
sejak dini supaya
tak lolos lagi
Laurens Bahang
Dama
sejak dini supaya tak lolos lagi Laurens Bahang Dama supaya tak lolos lagi,” ujar Laurens. Pengamat

supaya tak lolos lagi,” ujar Laurens. Pengamat masalah penerbangan Alvin Lie menilai pengendalian wilayah udara Kepri oleh negara yang cuma berpenduduk kurang-lebih 5 juta orang itu tidaklah mengherankan. Pasal- nya, sebagai negara, Singapura memang serius mengelola soal penerbangan karena telah me- miliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai ketimbang Indonesia. “Kalau mau ambil alih (FIR di Kepri), ya tunjukkan bahwa kita memang benar-benar mampu dan siap. Jadi bukan sekadar kebakar- an jenggot,” tuturnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 24 April lalu. Namun juru bicara Kementerian Perhubung- an, Barata, membantah anggapan bahwa in- stitusinya membiarkan saja ada bagian wilayah udara Indonesia yang dikendalikan negara lain. Buktinya, pemerintah telah membentuk LPPNPI awal tahun lalu, kendati pendiriannya sempat molor satu tahun karena sejumlah kendala teknis. Selain mengelola lalu lintas penerbangan, menurut Barata, lembaga itu diserahi tanggung jawabmempersiapkanpengambilalihanwilayah

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

Personel TNI AU memantau monitor pada sebuah misi udara di atas perairan Indonesia, Rabu (12/3).
Personel TNI AU memantau
monitor pada sebuah misi
udara di atas perairan
Indonesia, Rabu (12/3).
dok.diSpeN tNi au
udara Kepri dari kendali Singapura. Sementara
itu Angkasa Pura I dan II bertugas mengelola
wilayah darat di bandar-bandar udara.
Namun, karena baru setahun dibentuk,
LPPNPI baru melakukan sejumlah perbaik-
an, di antaranya mengambil alih pemantauan
lalu lintas penerbangan di bandara-bandara
besar. Sedangkan wilayah udara di bandara
kecil masih dikelola oleh Direktorat Navigasi
Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara Kementerian Perhubungan.
Jalalludin, mantan Wakil Ketua Umum Asosi-
asi Air Traffic Controller, yang kini bertugas di
LPPNPI, mengatakan, selaku badan usaha milik
negara, lembaga ini tidak ditugasi mengejar
keuntungan, melainkan hanya mengatur lalu
lintas udara. Perolehan pendapatan dari pe-
ngaturan itu akan digunakan untuk perbaikan
infrastruktur dan sejumlah keperluan LPPNPI
lainnya. Kendati begitu, “Kami siap menjalankan
tugas,” ucapnya.
Menurut Jalalludin, mengembalikan wewe-
nang FIR di wilayah udara Kepri ke Indonesia
sebenarnya tak sulit-sulit amat. Mungkin benar
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

nasional jika puluhan tahun lalu ICAO berpendapat bah- wa teknologi atau infrastruktur yang dimiliki Indonesia belum

jika puluhan tahun lalu ICAO berpendapat bah- wa teknologi atau infrastruktur yang dimiliki Indonesia belum memadai untuk mengelola lalu lintas udara di wilayah itu. Namun pendapat itu sejatinya bisa dipa- tahkan. Sebab, sejak beberapa tahun lalu In- donesia memiliki radar yang bisa menjangkau wilayah udara Kepri. Sehingga alasan bahwa RI

Sebuah helikopter TNI mendarat di KRI Makassar 590 pada sebuah latihan rutin di kawasan Laut
Sebuah helikopter TNI
mendarat di KRI Makassar
590 pada sebuah latihan rutin
di kawasan Laut Cina Selatan,
Kepulauan Riau, Selasa (1/4).
Joko SuliStyo/aNtara Foto

belum bisa mendapat mandat ICAO untuk me- ngendalikan wilayah udaranya sendiri lantaran faktor teknologi sudah tidak relevan lagi. Ia justru menilai pemerintah belum bersungguh- sungguh mengambil alih wilayah udaranya itu. “Kuasa FIR ini kemudian seolah terjadi turun- menurun tanpa perubahan. Dan Singapura tetap yang menguasai,” katanya. Menurut penuturan seorang sumber di Angkasa Pura, berbagai upaya menarik kuasa pengelolaan lalu lintas di Kepri dari Singapura selalu kandas di meja perundingan. Negeri itu, menurut sumber tersebut, terlalu “kuat”. Di- tambah dukungan dari ICAO, Singapura selalu mendapat wewenang pengendalian wilayah udara Kepri. Sumber ini menduga sikap Singapura yang berkukuh mempertahankan wewenang me- ngendalikan FIR di wilayah Kepri lantaran tak ingin lalu lintas penerbangannya terganggu ka- rena berbatasan dengan wilayah penerbangan udara Indonesia. Karena itu, mereka memilih tak melepaskan pengendalian tersebut. Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

nasional TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, selama FIR di wilayah Kepri masih

TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, selama FIR di wilayah Kepri masih dikendalikan Si- ngapura, TNI AU tidak bisa leluasa bertin- dak jika terjadi pelanggaran kedaulatan di wilayah udara tersebut. Ini karena seluruh penerbangan yang melintas di wilayah udara Kepri harus melapor terlebih dulu

melintas di wilayah udara Kepri harus melapor terlebih dulu Marsekal (Purnawirawan) Chappy Hakim. GraNdyoS
Marsekal (Purnawirawan) Chappy Hakim. GraNdyoS ZaFNa/detikcom
Marsekal (Purnawirawan)
Chappy Hakim.
GraNdyoS ZaFNa/detikcom

kepada otoritas Singapura. Pengamat penerbangan yang juga mantan Kepala Staf TNI AU Marsekal (Purnawirawan) Chappy Hakim menilai kedaulatan negara di udara akan selalu menjadi isu yang sangat sensitif. Acuan baku soal ini adalah Konvensi Chicago tahun 1944, yang antara lain menyebut bahwa kedaulatan negara di udara adalah “complete” dan “exclusive”. Berdasarkan hal itu, di wilayah udara kedaulatan sebuah negara, tidak ada fasilitas terbang lintas tanpa izin seperti yang dikenal dalam hukum laut “innocent- passage” atau lintas damai pada alur laut tertentu dari wilayah kedaulatan sebuah negara. Kedaulatan negara di udara sangat erat kaitannya dengan sistem pertahanan udara nasional. “Karena itu, masalah FIR Singapura (di wilayah Kepri) harus diselesaikan dengan segera, sebagai konsekuensi dari Konvensi Chicago tersebut,” ujar Chappy.

KuStiah | dimaS

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

MajalahMajalahdetikdetik28 april7 - 13- 4aprilmei 20142014

nasionalnasional

drama

islah

di

Partai

Ka’bah

nasional nasional drama islah di Partai Ka’bah KonfliK di tubuh PPP beraKhir setelah Majelis syariah MengeluarKan

KonfliK di tubuh PPP beraKhir setelah Majelis syariah MengeluarKan fatwa islah. Koalisi dengan gerindra dianggaP batal.

fatwa islah. Koalisi dengan gerindra dianggaP batal. Majalah detik 28 april - 4 mei 2014 Majalah

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

 

S uryadharma Ali duduk “me­ nyepi”. Ia hanya menyaksikan acara Musyawarah Kerja Nasional III Partai Persatuan Pembangunan, yang digelar

di Hotel Seruni, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 24 April lalu, dari pojok bangku di deretan belakang. Tidak ada kursi khusus untuk­ nya selaku ketua umum partai. Tak ada juga sambutan meriah sebagaimana biasa. Pada spanduk di aula hotel yang dijadikan tempat hajatan, sejak pembukaan Mukernas sehari sebelumnya, juga tak ada foto Surya­ dharma. Hanya ada gambar empat pengurus partai berlambang Ka’bah itu yang dipasang, yakni Ketua Majelis Syariah KH Maimun Zubair, Wakil Ketua Umum Emron Pangkapi, Sekretaris Jenderal Romahurmuziy, dan Ketua Dewan Pim­ pinan Wilayah PPP Jawa Barat Rahmat Yasin. Peserta musyawarah, antara lain 22 pengurus dewan pimpinan pusat, perwakilan 27 DPW, dan majelis­majelis, terlihat acuh tak acuh oleh kehadiran Suryadharma, yang sempat diberhen­ tikan sementara dari jabatan ketua umum. Sur­ ya, yang datang sebagai Menteri Agama—tidak mengenakan jas seragam PPP berwarna hijau,

   
 
 
 
jas seragam PPP berwarna hijau,       (Searah jarum jam) Zarkasih Noer, KH Maimun Zubair,
(Searah jarum jam) Zarkasih Noer, KH Maimun Zubair, Emron Pangkapi, Suryadharma Ali. dok. detikfoto
(Searah jarum jam) Zarkasih
Noer, KH Maimun Zubair, Emron
Pangkapi, Suryadharma Ali.
dok. detikfoto

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

nasional

Suryadharma saat memasuki arena Mukernas PPP di Bogor, Kamis (24/4). hasan/detikfoto
Suryadharma saat memasuki
arena Mukernas PPP di
Bogor, Kamis (24/4).
hasan/detikfoto
arena Mukernas PPP di Bogor, Kamis (24/4). hasan/detikfoto melainkan kemeja batik lengan panjang—pun memilih duduk di
arena Mukernas PPP di Bogor, Kamis (24/4). hasan/detikfoto melainkan kemeja batik lengan panjang—pun memilih duduk di
arena Mukernas PPP di Bogor, Kamis (24/4). hasan/detikfoto melainkan kemeja batik lengan panjang—pun memilih duduk di

melainkan kemeja batik lengan panjang—pun memilih duduk di bangku belakang. Kehadiran SDA, demikian ia kerap disapa, rupanya sempat memantik ketegangan di antara pengurus partai. Informasi yang diper­ oleh majalah detik, saat rapat tertutup di hari pertama Mukernas, Rabu malam, 23 April lalu, sejumlah peserta menolak Surya hadir di acara penutupan. Alasan mereka yang menolak, SDA sudah dinonaktifkan sebagai ketua umum dan digan­

tikan Emron Pangkapi sebagai pelaksana tugas. Penolakan itu ditentang keras oleh Wakil Sek­ jen Syaifullah Tamliha. Perdebatan sengit itu pun ditengahi Romahurmuziy. “Alasannya, saat ini sudah islah. Dan sudah diputuskan Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair,” kata seorang pengurus PPP Jawa Barat, yang hadir dalam rapat. Namun, menurut pengurus yang enggan di­ sebut namanya itu, sejumlah peserta mengulti­ matum, jika SDA tidak hadir di acara penutupan Mukernas, Kamis, 24 April, akan dilayangkan mosi tidak percaya. Suryadharma terancam dipecat secara permanen. Alhasil, sebelum rapat hari kedua dimulai, yang akan dilanjutkan dengan penutupan Mukernas, Romahurmuziy, Wakil Ketua Umum Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Zarkasih Noer meluncur ke rumah dinas SDA di kompleks menteri Wid­ ya Chandra, Jakarta. Hal ini dibenarkan Rahmat Yasin. “Pagi­pagi sekali Sekjen dan Pak Zarkasih menjemput SDA di Jakarta,” ujarnya. Suryadharma akhirnya datang ke lokasi Mu­ kernas. Mereka yang awalnya menolak legowo

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

nasional

nasional nasional Massa PPP saat kampanye pemilu legislatif Maret lalu. Konflik elite pascapemilu ditengahi Ketua
Massa PPP saat kampanye pemilu legislatif Maret lalu. Konflik elite pascapemilu ditengahi Ketua Majelis Syariah
Massa PPP saat kampanye
pemilu legislatif Maret lalu.
Konflik elite pascapemilu
ditengahi Ketua Majelis
Syariah PPP KH Maimun
Zubair.
antara foto
Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair. antara foto menerima kehadirannya. SDA, yang sebelum­ nya bersikap
Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair. antara foto menerima kehadirannya. SDA, yang sebelum­ nya bersikap

menerima kehadirannya. SDA, yang sebelum­ nya bersikap keras terhadap sejumlah kader yang menentangnya, juga tampak pasrah. Berdasarkan fatwa Majelis Syariah, posisi Suryadharma sebagai ketua umum dipulihkan dalam acara tersebut. Bahkan ia didapuk untuk menutup Mukernas yang digelar selama dua hari itu. “Kedatangannya di Mukernas ini sudah hebatlah. Dia (SDA) menutup Mukernas, wa­ laupun baru sampai dari kantor,” tutur Emron Pangkapi.

Konflik di tubuh PPP dipicu oleh manuver SDA yang hadir dalam kampanye akbar Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno akhir Maret lalu atau sebelum pemilihan umum legislatif 2014. Saat itu, Surya juga menyatakan dukungannya terhadap Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Aksi itu lalu memancing protes 27 ketua DPW. Mereka mendesak DPP menjatuhkan sanksi terhadap Suryadharma. Namun hal itu malah “dijawab” Surya dengan pemecatan sejumlah pengurus yang dianggap menentang kebijak­ annya. Mereka antara lain Wakil Ketua Umum Suharso Monoarfa dan 5 pengurus DPW, yakni Ketua DPW PPP Jawa Barat Rahmat Yasin, Ke­ tua DPW Sumatera Utara Fadli Nursal, Ketua DPW Jawa Timur Musyafa’ Noer, Ketua DPW Sulawesi Selatan Amir Uskara, dan Sekretaris DPW Kalimantan Tengah Awaludin Noor. Masalah semakin runyam setelah SDA men­ deklarasikan koalisi PPP dengan Gerindra ber­ sama Prabowo di kantor DPP PPP pada 18 April lalu. Di hari yang sama, Surya juga mencopot Romahurmuziy dari kursi sekjen, dan menunjuk

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

Suryadharma (berbatik cokelat) diapit pengurus PPP saat penutupan Mukernas PPP di Bogor, Kamis (24/4).
Suryadharma (berbatik
cokelat) diapit pengurus
PPP saat penutupan
Mukernas PPP di Bogor,
Kamis (24/4).
hasan/detikfoto
Wakil Sekjen Isa Muchsin sebagai pengganti.
Putusan itu lalu dibalas kubu Romahurmuziy
dengan menonaktifkan Suryadharma sebagai
Ketua Umum PPP dan menjadikan Emron
sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum melalui
Rapat Pimpinan Nasional yang digelar Minggu,
20 April lalu. Rapat juga memutuskan untuk
menggelar Mukernas III di Cisarua.
Drama saling pecat dan suasana panas di tu­
buh partai yang memperoleh sekitar 6,7 persen
suara berdasarkan hasil hitung cepat itu akhir­
nya mereda setelah Ketua Majelis Syariah PPP
KH Maimun Zubair mengeluarkan fatwa islah.
Isinya, selain mewajibkan kedua kubu yang
bertikai melakukan islah, Mbah Moen, panggil­
an Kiai Maimun, menganulir semua keputusan
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

nasional

Lukman Hakim Syaifuddin ari saputra/detikfoto
Lukman Hakim Syaifuddin
ari saputra/detikfoto
nasional Lukman Hakim Syaifuddin ari saputra/detikfoto SDA, baik soal pemecatan maupun koalisi. Karena islah itu pula

SDA, baik soal pemecatan maupun koalisi. Karena islah itu pula kepengurusan partai kembali seperti semula, dengan Suryadharma tetap sebagai ketua umum dan Romahurmuziy sebagai sekjen. Tidak ada pemecatan pengurus dari kubu­kubu yang berseteru. Fatwa islah itu kemudian diperkuat di Mukernas III. Saat menutup Mukernas, SDA juga meminta maaf kepada jajaran pengurus partai, sembari terlihat menitikkan air mata. Ia juga menerima seluruh hasil Mukernas, termasuk keputusan mempercepat muktamar, ajang yang memung­ kinkan dirinya digeser dari kursi ketua umum. “Hasil Mukernas ini menyepakati pertikaian yang terjadi di internal PPP disudahi,” kata Lukman Hakim Saifuddin seusai Mukernas. Musyawarah menghasilkan empat butir keputusan. Keputusan itu antara lain meneri­ ma fatwa islah dari Ketua Majelis Syariah KH Maimun Zubair dan mengamanatkan kepada Majelis Musyawarah Partai se­ cara kolektif kolegial untuk melakukan lobi­lobi politik dalam rangka penjajak­

an koalisi partai serta calon presiden dan calon wakil presiden. Mukernas juga mengamanatkan DPP meng­ gelar rapimnas selambatnya minggu pertama Mei 2014 untuk menetapkan koalisi serta ca­ pres atau cawapres yang akan didukung PPP. Selain itu, DPP diamanatkan melaksanakan muktamar selambat­lambatnya sebulan setelah pemilu presiden 2014. Setelah membacakan putusan, Lukman me­ ngatakan, urusan koalisi untuk pemilu presiden kembali ke titik nol. PPP saat ini membuka pe­ luang koalisi dengan pihak mana pun, baik yang digalang poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gerindra, Golkar, maupun poros lain jika ada. Pasca­Mukernas, sejumlah elite PPP irit bica­ ra. Tak ada lagi saling tuding dari kedua kubu. Romahurmuziy atau Romi juga enggan mence­ ritakan penjemputan SDA pada Kamis pagi. Ia cuma bilang, “Yang lalu biarlah menjadi sejarah. Yang penting ujungnya islah.” n deden gunawan, M.

riZal | diMas

MajalahMajalahdetikdetik28 april7 - 13- 4aprilmei 20142014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Kolom

Kolom KoaLisi TaNpa berbagi Kursi MeNTeri Oleh: R. Siti ZuhRO Biodata Nama: R. Siti Zuhro Tempat/Tanggal
Kolom KoaLisi TaNpa berbagi Kursi MeNTeri Oleh: R. Siti ZuhRO Biodata Nama: R. Siti Zuhro Tempat/Tanggal

KoaLisi

TaNpa

berbagi

Kursi MeNTeri

Kolom KoaLisi TaNpa berbagi Kursi MeNTeri Oleh: R. Siti ZuhRO Biodata Nama: R. Siti Zuhro Tempat/Tanggal
Oleh: R. Siti ZuhRO Biodata Nama: R. Siti Zuhro Tempat/Tanggal Lahir: Blitar, Jawa Timur, 7
Oleh: R. Siti ZuhRO
Biodata
Nama:
R. Siti Zuhro
Tempat/Tanggal Lahir:
Blitar, Jawa Timur, 7 Novem-
ber 1959
Lahir: Blitar, Jawa Timur, 7 Novem- ber 1959 Terlalu naif kerja sama anTarparTai yang menafikan pembagian

Terlalu naif kerja sama anTarparTai yang menafikan pembagian “kue” dalam kabineT.

M eMbaNguN jalinan koalisi itu tak ubahnya memilih jodoh yang harus mempertimbangkan unsur bibit, bebet, dan bobot. Unsur bibit ialah platform politik atau ideologi yang diusung partai, bebet adalah citra atau popularitas partai serta calon

presiden yang diusung di mata rakyat. Sedangkan bobot adalah kekuatan riil partai, yaitu besarnya massa yang dimiliki, jaringan, dan tentu saja kekuatan

pendidikan: • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional FISIP, Univer- sitas Jember • Master Ilmu Politik di
pendidikan: • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional FISIP, Univer- sitas Jember • Master Ilmu Politik di
pendidikan: • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional FISIP, Univer- sitas Jember • Master Ilmu Politik di
pendidikan:
Sarjana Ilmu Hubungan
Internasional FISIP, Univer-
sitas Jember
Master Ilmu Politik di The
Flinders University, Adelai-
de, Australia
Doktor Ilmu Politik di Curtin
University, Perth, Australia
Karier:
Anggota tim perumus RUU
Pemilukada
Peneliti Habibie Center
Profesor Riset/Peneliti
Senior di LIPI
Karya:
Konflik dan Kerja Sama An-
tardaerah (Jakarta: Pusat
Penelitian Politik LIPI, 2004)
Menata Kewenangan
Pusat-Daerah yang Aplikatif
Demokratis (Jakarta: Pusat
Penelitian Politik LIPI, 2005)
Efektivitas dan Efisiensi Pe-
merintahan Daerah di Jawa
Tengah dan Sumatera Barat
(Jakarta: Pusat Penelitian
Politik LIPI, 2006)
Profesionalitas dan Netrali-
tas Birokrasi: Menuju Daya
Profesionalitas dan Netrali- tas Birokrasi: Menuju Daya finansial. Koalisi yang dibutuhkan saat ini bukan se- kadar
Profesionalitas dan Netrali- tas Birokrasi: Menuju Daya finansial. Koalisi yang dibutuhkan saat ini bukan se- kadar

finansial. Koalisi yang dibutuhkan saat ini bukan se- kadar untuk lolos dari persyaratan yang ditetapkan peraturan dalam meng- usung calon presiden dan wakilnya. Sebab, fakta empiris menunjukkan, dalam pemilihan anggota legislatif kemarin, tidak ada satu pun partai yang memperoleh suara 20 persen atau lebih. Padahal aturan dalam pemilihan umum menetapkan, untuk meng- usung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, partai harus memperoleh suara nasional 25 persen suara pemilu legislatif atau 20 persen kursi di DPR. Karena itu, koalisi adalah sebuah keniscayaan. Namun koalisi yang dibutuhkan juga harus mampu menarik simpati para pemilih. Apalagi tidak ada jaminan bahwa hasil perolehan suara selama pemilihan anggota legislatif juga akan sama dengan suara yang akan diperoleh dalam pemilihan presiden nanti. Bisa saja, suara yang diraup dalam pemilihan presiden lebih kecil dari yang diperoleh saat pemilihan anggota legislatif. Begitu juga sebaliknya. Di sinilah aspek bibit, bebet, bobot memegang peranan penting. Partai- partai yang diajak bergabung juga harus memiliki posisi tawar yang tinggi di mata rakyat pemilih. Faktor sosok yang diusung oleh partai dalam pemilihan presiden juga sangat menentukan. Jika calon yang diusung memiliki popula- ritas dan elektabilitas yang tinggi, akan lebih efektif untuk menggaet suara pemilih dan sebaliknya.

memiliki popula- ritas dan elektabilitas yang tinggi, akan lebih efektif untuk menggaet suara pemilih dan sebaliknya.
Saing Ekonomi Daerah, Studi di Empat Provinsi (Ja- karta: The Habibie Center dan Hanns Seidel
Saing Ekonomi Daerah, Studi di Empat Provinsi (Ja- karta: The Habibie Center dan Hanns Seidel
Saing Ekonomi Daerah, Studi di Empat Provinsi (Ja- karta: The Habibie Center dan Hanns Seidel
Saing Ekonomi Daerah,
Studi di Empat Provinsi (Ja-
karta: The Habibie Center
dan Hanns Seidel Foundati-
on, 2007)
Demokrasi dan Globalisasi:
Meretas Jalan menuju
Kemandirian, (Jakarta: PT
THC Mandiri, 2008)
Demokrasi Lokal: Perubah-
an dan Kesinambungan
Nilai-nilai Budaya Politik
Lokal di Jawa Timur, Suma-
tera Barat, Sulawesi Selat-
an, dan Bali (Yogyakarta:
Ombak, 2009)
Demokrasi Lokal: Peran
Aktor dalam Demokratisasi
(Yogyakarta: Ombak, 2009)
Kisruh Perda: Mengurai
Masalah & Solusinya (Yog-
yakarta: Ombak, 2010)
Model Demokrasi Lokal
di Jawa Timur, Sumatera
Barat, Sulawesi Selatan,
dan Bali (Jakarta: PT THC
Mandiri, 2011)
Sulawesi Selatan, dan Bali (Jakarta: PT THC Mandiri, 2011) Itu bisa terjadi karena fakta juga membuktikan

Itu bisa terjadi karena fakta juga membuktikan bahwa politik memiliki logika sendiri. Pengalaman pemilihan presiden 2004 membuktikan hal itu. Partai Demokrat, yang saat itu hanya mengantongi suara 7 persen di parle- men, ternyata mampu menarik partai-partai lain untuk berkoalisi. Teori yang disodorkan William Riker (1990) menjadi dasar fenomena tersebut. Menurut Riker, rasional politik merupakan tindakan para aktor yang mampu mengatur dan menentukan sasaran, nilai, selera, dan strategi alternatif serta memilih dari alternatif-alternatif yang tersedia untuk me- maksimalkan kepuasan mereka. Dengan fakta itu pula, akan rugi besar jika sebuah partai yang memperoleh suara besar menyodorkan calon presiden yang popularitas dan tingkat elektabilitasnya rendah. Kini, sudah tiga partai yang secara tegas telah mendeklarasikan calon presiden. Mereka adalah PDIP dengan Jokowi sebagai calon presiden, Par- tai Golkar dengan Aburizal Bakrie, serta Gerindra yang mengusung ketua dewan pembinanya, Prabowo Subianto. Apakah salah satu dari ketiganya bakal mampu menggaet suara mayoritas rakyat pemilih? Waktulah yang bakal membuktikan. Namun, yang pasti, politik memiliki logika sendiri. Kini, selain ketiga par- tai itu, muncul wacana-wacana baru. Misalnya kemungkinan munculnya poros baru di luar tiga poros partai di atas, yakni poros partai Islam dan partai nasionalis. Kemudian, ada kemungkinan munculnya Demokrat yang membawa gerbong koalisi dengan menggaet partai-partai berbasis Islam. Partai berlambang bintang Mercy itu saat ini memang masih wait and see sambil mempersiapkan calonnya. Demokrat melihat tiga poros, yakni PDIP, Golkar, dan Gerindra, yang akan membangun koalisi masih bingung. Sementara itu, partai-partai Islam yang bersemangat karena perolehan suara yang bertambah (dibanding pemilu sebelum-sebelumnya) terdorong untuk melakukan kerja sama. Meski kendala untuk mewujudkan kerja sama itu tidak kecil. Kecenderungan-kecenderungan seperti itulah yang tampak- nya dibaca dengan saksama oleh Partai Demokrat. Walhasil, tak tertutup kemungkinan partai ini ingin memimpin kembali

koalisi dengan mengandalkan partai-partai berbasis Islam. Hasil konvensi akan menjadi andalan untuk menyodorkan calon di
koalisi dengan mengandalkan partai-partai berbasis Islam. Hasil konvensi akan menjadi andalan untuk menyodorkan calon di
koalisi dengan mengandalkan partai-partai berbasis Islam. Hasil konvensi akan menjadi andalan untuk menyodorkan calon di

koalisi dengan mengandalkan partai-partai berbasis Islam. Hasil konvensi akan menjadi andalan untuk menyodorkan calon di koalisi yang akan dimo- torinya. Langkah Susilo Bambang Yudhoyono, ketua umumnya, yang terus melanjutkan konvensi calon presiden, adalah salah satu indikasinya. Namun satu hal yang mesti diingat bagi para calon pemilih adalah cermat melihat kadar kepentingan dari partai-partai yang berkoalisi. Koalisi masih akan kental dengan semangat bagi-bagi kursi kekuasaan. Sebab, sampai Pemilu 2014, sulit bagi partai-partai untuk tidak melakukan koalisi yang ber- sifat transaksional. Sebab, penggunaan uang dalam kampanye dan pemilu meningkat tajam dibanding 2009. Walhasil, hampir tak mungkin—di antara mereka—untuk tidak memba- has siapa mendapatkan apa dalam membahas kepentingan dan kekuasaan bagi mereka. Terlalu naif bagi kita jika melihat kerja sama antarpartai itu didasari semangat kerja sama yang tulus ikhlas serta menafikan pembagian “kue” dalam kabinet. Berbagi kursi menteri tentu saja merupakan kewajar- an sebagai “imbalan” atas kerja sama yang telah dibangun. Hanya, bukan berarti tiap partai peserta koalisi bebas sekehendak hati mengajukan orang hanya karena yang bersangkutan telah berjasa kepada partainya. Idealnya, tiap partai berlomba mengajukan figur atau kader yang mumpuni. n

disarikan dari hasil wawancara dengan arif arianTo, 23 april 2014.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

hukum

hukum

hukum hukum tak terbayar dengan rp 100 miliar Jakarta InternatIonal School dItuntut gantI rugI lebIh darI

tak terbayar dengan rp 100 miliar

Jakarta InternatIonal School dItuntut gantI rugI lebIh darI rp 100 mIlIar oleh keluarga korban kekeraSan SekSual. korban kedua melapor ke kpaI.

korban kekeraSan SekSual. korban kedua melapor ke kpaI. Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

hukum

hukum

Petugas Imigrasi memberi penjelasan setelah memeriksa dokumen para pegawai JIS di sekolah tersebut, Selasa (22/4).
Petugas Imigrasi memberi
penjelasan setelah memeriksa
dokumen para pegawai JIS di
sekolah tersebut, Selasa (22/4).
Grandyos/detikfoto
JIS di sekolah tersebut, Selasa (22/4). Grandyos/detikfoto k antor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di
JIS di sekolah tersebut, Selasa (22/4). Grandyos/detikfoto k antor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di

k antor Lembaga Perlindungan

Saksi dan Korban (LPSK) di Jalan

Proklamasi, Jakarta Pusat, menjadi

tempat berikutnya bagi keluarga AK

untuk mengadu. Setelah kasus kekerasan sek- sual yang menimpa siswa Taman Kanak-Kanak Jakarta International School (JIS) itu terungkap

dua pekan lalu, kedua orang tua korban meng- aku kerap menerima teror dan intimidasi. Salah satunya berupa pesan singkat yang dikir- imkan ke telepon seluler ayah korban. Si pengirim mengaku-ngaku seorang menteri. “Bunyi pesan- nya, ‘Jangan menjelek-jelekkan JIS. Biarkan ma- syarakat yang menilai,’” kata ibunda AK di kantor LPSK, didampingi salah satu pengacaranya, Andi M. Asrun, Selasa siang, 22 April lalu. Meski meminta perlindungan lembaga tersebut, ibunda korban mengaku tak gentar terhadap pesan bernada ancaman itu. Ia hanya menginginkan keadilan bagi putra kesayangan mereka. Bunda, demikian ia disapa, ingin se- luruh pelaku ditangkap dan dihukum seberat- beratnya. Di sisi lain, keluarga menuntut pertanggung- jawaban pihak JIS. Menurut Andi, pihak sekolah seperti tak memiliki iktikad baik terhadap ko- rban dan keluarganya. Saat menemui mereka, pihak JIS malah meminta keluarga korban tidak menyampaikan informasi kepada media yang bisa memperburuk citra sekolah internasional itu.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

hukum

Janji Kepala Sekolah JIS memberikan fasilitas pendampingan untuk korban juga tak ada real- isasinya sama sekali hingga saat ini. “Semua itu hanya basa-basi dan pencitraan,” ujar Andi. Kekecewaan itu mendorong keluarga korban,

Tidak ada uang di dunia ini yang dapat menyamai penderitaan saya dan anak saya akibat
Tidak ada uang di
dunia ini yang dapat
menyamai penderitaan
saya dan anak saya
akibat kekerasan
seksual yang dialami
anak saya.”

melalui pengacara lainnya, Otto Cornelis Kaligis, menggugat JIS secara perdata ke Pengadilan Neg- eri Jakarta Selatan, Senin, 21 April lalu. Dalam gugatannya, pengacara mencantumkan tuntutan ganti rugi materiil maupun

imateriil yang diderita korban dan keluarganya. Kerugian materiil adalah biaya pengobatan dan pe- rawatan rumah sakit un- tuk penyakit kelamin yang diderita AK, yakni sebesar Rp 7.065.160. Ada pula biaya per- awatan dan pemulihan jiwa dan

mental korban hingga usianya 21 tahun. “(Biayanya) mencapai US$ 2 juta (atau sekitar Rp 22 miliar),” tutur Kaligis. Sedangkan kerugian imateriil diajukan kare- na, akibat kelalaian pihak TK JIS―yang kini su-

kare- na, akibat kelalaian pihak TK JIS―yang kini su- dah ditutup karena tak memiliki izin—korban mengalami

dah ditutup karena tak memiliki izin—korban mengalami trauma dan penderitaan fisik. Bocah berusia 6 tahun itu juga tidak bisa bersekolah dan berkomunikasi secara normal. “Walaupun kerugian klien kami tidak dapat dinilai dengan uang, kami menetapkan nilai ganti rugi imate- riil sebesar US$ 10 juta (sekitar Rp 110 miliar),” ucap pengacara kondang itu. Dalam berkas gugatannya, kuasa hukum juga memohon kepada pengadilan untuk melaku- kan sita jaminan berupa harta bergerak dan tidak bergerak, salah satunya gedung sekolah JIS. Pengacara juga meminta pembayaran uang paksa sebesar US$ 1.000 setiap hari secara terus- menerus apabila pihak JIS melanggar putusan pengadilan. Gugatan perdata itu, menurut ibunda korban, tetap belum sebanding dengan penderitaan sang putra, keluarga, serta dirinya. “Tidak ada uang di dunia ini yang dapat menyamai pen- deritaan saya dan anak saya akibat kekerasan seksual yang dialami anak saya,” kata dia sem- bari menahan emosi. Belum ada tanggapan dari pihak JIS mengenai gugatan ini. Saat mendatangi kantor Komisi

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

hukum

Timothy Carr (kedua dari kanan) saat menggelar konferensi pers, Senin (21/4). renGGa sancaya/detikcom
Timothy Carr (kedua dari
kanan) saat menggelar
konferensi pers, Senin (21/4).
renGGa sancaya/detikcom
konferensi pers, Senin (21/4). renGGa sancaya/detikcom Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa, 22 April lalu,
konferensi pers, Senin (21/4). renGGa sancaya/detikcom Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa, 22 April lalu,
konferensi pers, Senin (21/4). renGGa sancaya/detikcom Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa, 22 April lalu,
konferensi pers, Senin (21/4). renGGa sancaya/detikcom Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa, 22 April lalu,

Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa, 22 April lalu, Kepala Sekolah JIS, Timothy Carr, me- milih bungkam ketika ditanya soal itu. Sehari sebelumnya, saat menggelar konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Tim menyatakan pihaknya masih berfokus pada penyidikan kasus di sekolah tersebut. “Prioritas kami sekarang adalah men- support keluarga dan korban, serta membantu polisi menuntaskan penyidikan,” ujarnya.

Kasus kekerasan seksual di sekolah internasi- onal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu akhirnya terungkap satu demi satu. Setelah AK, satu lagi keluarga korban, siswa TK JIS, mel- apor ke KPAI pada Rabu, 23 April lalu. Menurut sekretaris komisi itu, Erlinda, pengakuan korban terungkap setelah dilakukan dialog tertutup di kantor KPAI. Korban pun mengakui salah satu pelakunya adalah tersangka yang sudah ditah-

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

hukum

hukum Vahey, yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada sedikitnya 90 anak lelaki, ternyata pernah mengajar di
hukum Vahey, yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada sedikitnya 90 anak lelaki, ternyata pernah mengajar di
Vahey, yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada sedikitnya 90 anak lelaki, ternyata pernah mengajar di
Vahey, yang diduga melakukan
kekerasan seksual kepada
sedikitnya 90 anak lelaki,
ternyata pernah mengajar di JIS
pada 1999-2002.
dok. fbi
ternyata pernah mengajar di JIS pada 1999-2002. dok. fbi an polisi. “Korban mengalami kejadian ini sejak

an polisi. “Korban mengalami kejadian ini sejak Januari 2014,” Erlinda menuturkan. Kamis, 24 April lalu, temuan ini kemudian dilaporkan KPAI ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya. “Kami bersama LPSK melaporkan ke polisi untuk menggali kemungkinan ada pelaku lainnya,” ucap Komisioner KPAI Putu Elvina di Markas Polda Metro Jaya. Hampir bersamaan dengan terungkapnya kor- ban kedua siswa TK JIS, tersiar pemberitaan soal William James Vahey, buron Biro Investigasi Fed- eral Amerika Serikat (FBI), yang diduga melaku- kan kekerasan seksual kepada sedikitnya 90 anak lelaki. Vahey ternyata pernah mengajar di JIS pada 1999-2002. Vahey sendiri tewas bunuh diri di rumahnya di Amerika Serikat pada Maret 2014. Pihak JIS membenarkan Vahey pernah bekerja di tempat mereka. Karena itu, sekolah tersebut akan membantu FBI dalam mencari mereka yang diduga menjadi korban. “Kami akan bekerja sama sepenuhnya (dengan FBI),” begitu tertulis dalam selebaran yang dibagikan kepada wartawan di de- pan kompleks JIS, Rabu, 23 April lalu. Sementara itu, kepolisian masih mendalami dua

dari lima tersangka kasus kekerasan seksual di JIS, yakni Agun dan Virgiawan alias Awan. Dua ter- sangka adalah pegawai alih daya dari perusahaan penyedia jasa petugas kebersihan, PT ISS Indo- nesia, yang bekerja di JIS dalam setahun terakhir. Dari penggeledahan terhadap Agun, polisi men- emukan barang bukti video porno. “Video porno ditemukan di rumah tersangka AG (Agun),” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto. Status Awan sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Sedangkan Agun masih lajang. Kedua tersangka diduga melakukan perbuatan cabul tersebut di dalam toilet sekolah ketika kor- ban hendak buang air kecil. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, kedua tersangka mengidap bakteri yang identik dengan bakteri pada anus korban. Sedangkan tiga orang lainnya, yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi, yakni AS, S dan Z, ditetap- kan sebagai tersangka baru kasus tersebut pada Jumat, 25 April lalu. Namun Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait mendesak polisi memperluas penyelidikan ter- hadap dugaan pelaku lainnya. Tidak sebatas

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

hukum

Petugas keamanan berjaga di depan kompleks JIS, Jakarta Selatan, Rabu (16/4). ari saputra/detikfoto
Petugas keamanan berjaga di
depan kompleks JIS, Jakarta
Selatan, Rabu (16/4).
ari saputra/detikfoto
TaP/klIk unTuk beRkomenTaR
TaP/klIk unTuk beRkomenTaR
(16/4). ari saputra/detikfoto TaP/klIk unTuk beRkomenTaR pada tersangka yang sudah ditetapkan, tetapi juga memeriksa

pada tersangka yang sudah ditetapkan, tetapi juga memeriksa semua pihak di sekolah, baik guru maupun pengelola. Pelaku bisa diancam pidana berdasarkan Pas- al 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun serta denda paling

banyak Rp 300 juta. Gugatan perdata terhadap sekolah juga bisa diajukan karena UU Perlind- ungan Anak Pasal 54 mengatur siswa di dalam lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindak kekerasan. “JIS sebagai penyelenggara juga ha- rus bertanggung jawab,” ujar Arist.

kuStIah, meI amelIa, dhanI IraWan | dImaS

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

ilustrAsi: edi wAhyono

kriminal

kriminal

ilustrAsi: edi wAhyono kriminal kriminal Waspada penembakan misterius Seorang penjual Sate menjadi korban penembakan

Waspada

penembakan

misterius

Seorang penjual Sate menjadi korban penembakan orang tak dikenal. poliSi diminta menindak peredaran Senjata api ilegal.wAhyono kriminal kriminal Waspada penembakan misterius Majalah detik 28 April - 4 mei 2014 Majalah detik

poliSi diminta menindak peredaran Senjata api ilegal. Majalah detik 28 April - 4 mei 2014 Majalah

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kriminal

kriminal Kantor RW 07 Kelurahan Pekayon, yang tak jauh dari lokasi penembakan Siin. Agung pAmbudhy/detikfoto s
Kantor RW 07 Kelurahan Pekayon, yang tak jauh dari lokasi penembakan Siin. Agung pAmbudhy/detikfoto
Kantor RW 07 Kelurahan
Pekayon, yang tak jauh dari
lokasi penembakan Siin.
Agung pAmbudhy/detikfoto
jauh dari lokasi penembakan Siin. Agung pAmbudhy/detikfoto s iin terpaksa tidak berdagang sate. Pria berusia 50

s iin terpaksa tidak berdagang sate. Pria berusia 50 tahun itu untuk sementara waktu harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit

Polri Dr. Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebutir peluru bersarang di tubuhnya. Pria asal Madura itu ditembak orang tak di- kenal saat sedang berjualan sate keliling. Begitu

melintas di Jalan Tipar, Pasar Rebo, Jakarta Ti- mur, Sabtu, 19 April lalu, tiba-tiba ada pengen- dara sepeda motor yang menembaknya dari belakang. “Jarak penembakan sekitar 3 meter. Pokok- nya, kata warga saya yang melihat kejadian itu, dia (Siin) ditembak dari dekat,” kata Darmoko, Ketua RT 04 RW 07, Kelurahan Pekayon, yang tak jauh dari tempat kejadian. Menurut Darmoko, suara letusan senjata sempat menggegerkan warga. Ketika warga berdatangan ke tempat suara berasal, Siin sedang berjalan terseok-seok sembari berte- riak meminta tolong ke pos RW, 100 meter dari lokasi kejadian. Begitu sampai di pos tersebut, Siin ambruk. Warga lalu membawa- nya ke RS Polri dan melaporkan kejadian itu ke polisi. “Pas dilihat, punggung kanannya bolong, tapi darahnya sedikit yang mengucur. Kebetulan ada warga kami anggota polisi, dan segera di- tangani,” ujar Darmoko, saat ditemui majalah detik, Selasa, 22 April lalu. Menurut Darmoko, hampir setiap hari Siin

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kriminal

kriminal

Sejumlah senjata ilegal yang disita polisi beberapa waktu lalu. Ari sAputrA/detikfoto melintas di wilayahnya. Tapi
Sejumlah senjata
ilegal yang disita polisi
beberapa waktu lalu.
Ari sAputrA/detikfoto
melintas di wilayahnya. Tapi ia dan warga
mengaku tidak tahu kenapa ada orang yang
menembak Siin. Hal yang ia ketahui, pelaku
berjumlah dua orang dan mengendarai sebuah
sepeda motor matik.
Hasan, tetangga Siin yang sama-sama ting-
gal di Gang Rukun, RT 06 RW 02, Kelurahan
Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur,
menduga Siin sedang ada masalah. Sebab, kata
dia, dalam beberapa hari terakhir ini tetangga-
nya itu kerap membawa celurit yang diselipkan
di bagian belakang gerobak satenya saat berda-
Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kriminal

kriminal gang keliling. “Mungkin sedang ada masalah. Karena eng- gak biasa dia bawa celurit,” tutur pria

gang keliling. “Mungkin sedang ada masalah. Karena eng- gak biasa dia bawa celurit,” tutur pria berusia 48 tahun, yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakan korban. Dugaan Hasan cukup beralasan. Sebab, sebelum penembakan, diketahui ada orang yang menanyakan keberadaan Siin. Orang tersebut berusia sekitar 25 tahun dan me- ngendarai sepeda motor matik. Saat ditanya, orang itu mengaku ingin menitipkan barang kepada Siin kalau pulang ke Madura. Aneh- nya, pemuda itu juga menanyakan rute saat Siin berjualan sate.

Setelah ditembak, korban masih hidup dan berusaha mencari pertolongan kepada warga. Hari Minggu, proyektil yang masuk punggungnya sudah bisa diangkat.

proyektil yang masuk punggungnya sudah bisa diangkat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto. Ari sAputrA/detikcom
Kepala Bidang Humas Polda
Metro Jaya, Komisaris Besar
Rikwanto.
Ari sAputrA/detikcom

“Karena saya enggak curiga, saya kasih tahu rute yang biasa dilalui Siin, ya melalui Jalan Cibubur Raya dan Jalan Tipar itu saja,” ucapnya. Namun Hasan mengaku tidak tahu pasti pe-

nyebab pelaku menembak Siin. Beberapa versi berkembang di sekitar rumah korban. Ada yang bilang penembakan itu karena rebutan lapak, ada pula versi lain: Siin ditembak lantaran per- nah menggagalkan aksi kejahatan. Menurut Kepala Kepolisian Sektor Pasar Rebo Komisaris Polisi Didik Haryadi, motif penembakan Siin belum bisa diketahui. Sebab, sampai saat ini korban belum bisa memberikan keterangan kepada penyidik karena kondisinya belum memungkinkan. “(Korban) belum bisa ditanya sama sekali. Kemarin saya ke rumah sakit juga tidak boleh ketemu sama dokternya, karena korban belum bisa bicara,” kata Didik. Setali tiga uang, Kepala Bidang Humas Ke- polisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengakui polisi belum mendapatkan petunjuk mengenai pelaku penembakan dan motifnya. Yang diketahui, Siin ditembak dari jarak sekitar 3 meter dan mengenai punggung- nya. “Setelah ditembak, korban masih hidup dan berusaha mencari pertolongan kepada warga.

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kriminal

kriminal Seputar lokasi penembakan penjual sate di Jalan Tipar, Pasar Rebo, Jumat (25/4). Agung pAmbudhy/detikcom Hari
Seputar lokasi penembakan penjual sate di Jalan Tipar, Pasar Rebo, Jumat (25/4). Agung pAmbudhy/detikcom
Seputar lokasi penembakan
penjual sate di Jalan Tipar,
Pasar Rebo, Jumat (25/4).
Agung pAmbudhy/detikcom
Tipar, Pasar Rebo, Jumat (25/4). Agung pAmbudhy/detikcom Hari Minggu, proyektil yang masuk punggung- nya sudah bisa

Hari Minggu, proyektil yang masuk punggung- nya sudah bisa diangkat,” ujar Rikwanto. Sebelum Siin dioperasi, beberapa penyidik sudah berusaha menggali informasi dari korban. Kepada penyidik, Siin hanya bilang, malam itu ia sempat berpapasan dengan pelaku. Setelah itu, pelaku berbalik arah dan menembaknya

dari belakang. Namun informasi lain belum banyak diperoleh. “Korban belum bisa dimintai keterangan.” Kasus penembakan penjual sate di Pasar Rebo itu menjadi perhatian serius Indonesia Police Watch (IPW). Pasalnya, kasus kejahatan menggunakan senjata api belakangan semakin marak. Sudah banyak korban berjatuhan akibat kejahatan yang menggunakan senjata api, deng- an korban yang berasal dari semua kalangan. Menurut catatan IPW, dalam 3 bulan terakhir setidaknya ada 18 kasus penembakan misterius di seluruh Indonesia. Karena masih misterius, tentu belum diketahui siapa pelaku dan dari mana asal senjata. Karena itu, Ketua Presidium IPW Neta Sanusi Pane meminta polisi bekerja keras memberantas senjata-senjata api ilegal serta melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pemilik senjata yang sudah mengantongi izin. “Kami minta Mabes Polri segera menindak bisnis senjata api ilegal,” tutur Neta.

m. riZal | deden

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kriminal

kriminal

18 kasus penembakan misterius selama 3 bulan terakhir

* 1 Januari 2014

- Penembakan saat pesta pergantian tahun di Sky Garden Living World Alam Sutera, Serpong, Banten. Korban:

Yusafat (33), seorang pengunjung. Luka tembak di bahu kanan.

- Di kawasan Galur, Senen, Jakarta Pusat. Pelaku 2 orang mengendarai sepeda motor Honda Vario. Korban ditembak setelah bersenggolan motor dengan pelaku. Korban: Fadli (24), menderita luka tembak.

* 3 Januari 2014 Sekuriti Kompleks Palm Residence ditembak di Jalan Musyawarah, Ciputat,

Palm Residence ditembak di Jalan Musyawarah, Ciputat, Jakarta Selatan. Penembakan terjadi saat aparat kepolisian

Jakarta Selatan. Penembakan terjadi saat aparat kepolisian sedang melakukan olah TKP di sekitar rumah terduga teroris, Dayat “Kacamata” cs, di Kampung Sawah, Ciputat. Korban: Rudi Hartono, luka di bagian kepala.

* 5 Januari 2014 Penembakan di Jalan Bendungan Jago, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pelaku diduga hendak mencuri sepeda motor korban, Sugianto. Korban terluka di bagian paha dan tangan.

* 7 Januari 2014 - Penembakan di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Korban: seorang

foto: thinkstock

tukang ojek, Abdul Halil, tewas.

- Pesawat terbang Susi Air yang meng- angkut sembako dari Kabupaten Na- bire ditembaki di pintu angin di atas Distrik Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

* 10 Januari 2014 Seorang polisi ditembak pelaku cu- ranmor di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Korban: Briptu Nurul Affandi, anggota Reskrim Polsek Kelapa Nunggal, tewas ditembak di bagian kepala.

* 18 Januari 2014 Pos TNI di Puncak Jaya, Papua, di-

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kriminal

tembaki orang tak dikenal. Korban: dua anggota TNI, Serda Laode dan Praka Adi, luka tembak.

* 24 Januari 2014

Penembakan

anggota

TNI

di

Pintu

Angin, Papua. Pelaku diduga kelompok OPM. Korban: Pratu Sugiarto, tewas.

* 31 Januari 2014 Mobil Kijang Innova milik Sugimin di- tembak dua kali saat parkir di Indomaret Lapangan Tembak Cibubur, Jakarta Timur. Tak jauh dari mobilnya, dua kelompok remaja sedang ribut.

* 8 Februari 2014 Transjakarta TMB 027 ditembak di sekitar lampu merah Pancoran, Jakarta Selatan. Kaca-kaca bus itu retak akibat ditembak airsoft gun.

* 11 Februari 2014 Seorang anggota Intelkam Polda Sul-

. * 11 Februari 2014 Seorang anggota Intelkam Polda Sul- selbar ditembak di depan rumahnya di

selbar ditembak di depan rumahnya di Palantikang, Kelurahan Katangka, Gowa, Sulawesi Selatan. Korban: Iptu Muham- mad Daud (54), tewas ditembak di bagian dada dan perut.

* 16 Februari 2014 Dua pria bertopeng memberondong Posko Pemenangan Zubir H.T., caleg Partai NasDem, di Kecamatan Matang- kuli, Aceh Utara.

* 2 maret 2014 Caleg dari Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Selatan, Faisal (35), diberondong peluru saat melintas dengan Honda Freed BK-1181-DN di kawasan Gunung Genting Mancang, pukul 21.00 WIB. Mobil korban ditembak belasan kali dengan senjata laras panjang. Korban tewas di tempat.

* 9 maret 2014 Penembakan halte Transjakarta koridor

IX di Cikoko, Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Timur.

* 21 maret 2014 Penembakan pos polisi di simpang tiga HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, pada pukul 01.00 WIB. Pelaku diduga terlibat perselisihan di warung angkringan dekat pos polisi.

* 23 maret 2014 Polisi ditembak tersangka penipuan yang menjadi buron. Korban: Bripka Anas, anggota Polsek Genuk, Semarang, Jawa Tengah, luka tembak.

* 31 maret 2014 Tiga orang tewas dan satu kritis saat mobil caleg Partai Aceh yang berisi 10 penumpang ditembaki orang tak dikenal dengan AK-47 di Desa Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Bireuen, Aceh.

Sumber: indoneSia poliCe WatCH

MajalahMajalah detikdetik 2820 April- 26 jA-nu4 meiAri 20142014

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

sisi lain capres

sisi lain capres Merdeka ala Mahfud Md Kandidat calon presiden dari pKB, Mahfud Md, punya hoBi
sisi lain capres Merdeka ala Mahfud Md Kandidat calon presiden dari pKB, Mahfud Md, punya hoBi
sisi lain capres Merdeka ala Mahfud Md Kandidat calon presiden dari pKB, Mahfud Md, punya hoBi

Merdeka ala Mahfud Md

Kandidat calon presiden dari pKB, Mahfud Md, punya hoBi MaKan di warung-warung pinggir jalan.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

sisi lain capres

P ernah memegang sejumlah jabatan tinggi ternyata tak mengubah selera makan Mo- hammad Mahfud Md. menjadi

“tinggi” pula. Buktinya, sampai saat ini, salah satu calon presiden yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa tersebut masih gemar makan masakan ala warung tenda alias warung pinggir jalan. Pejabat Menteri Pertahanan (Agustus 2000 hingga Agustus 2001) di era Presi- den Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Juli-Agustus 2001) di masa Presiden Me- gawati Soekarnoputri, dan Ketua Mah- kamah Konstitusi (Agustus 2008 hingga April 2013) itu juga bukanlah sosok yang apa-apa ingin serbaformal, khususnya dalam urusan makan. Ke mana pun pergi, entah ke luar kota atau daerah, meskipun menginap di hotel bintang lima atau empat, Mahfud selalu menyempatkan diri makan di warung pinggir jalan. Rizal Mustari, salah satu anggota tim sukses Mahfud, mengakui

hal ini. Dalam hal menikmati makanan, Mahfud lebih suka “merdeka” ketimbang cara formal, menikmati makanan yang sudah diatur rapi di atas meja makan. Guru besar Fakultas Hukum Universi- tas Islam Indonesia, Yogyakarta, ini lebih menyukai makan di warung ketimbang di hotel karena bisa berinteraksi deng- an penjualnya. Selain suasananya lebih hangat dan akrab, di warung kaki lima membuat Mahfud bisa leluasa makan dengan tangan telanjang, tanpa sendok. Makanan warungan juga terasa lebih co- cok di lidah Mahfud ketimbang makanan restoran atau hotel. “Kalau makan di pinggir jalan, Pak Mahfud malah terlihat bersemangat dan lahap,” kata Mustari, saat berbincang dengan majalah detik, Rabu, 23 April, lalu. Pernah, suatu kali saat ditanya meng- apa lebih memilih makan di pinggir jalan ketimbang di hotel atau restoran-restor- an, Mahfud berujar, “Makan di warung lebih enjoy, tidak formal, dan bisa mem-

baur.” Mustari mencontohkan ketika Mahfud dan rombongan berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat. Meski menginap di salah satu hotel bintang di Kota Udang, Mahfud tetap saja mengajak rombongan makan empal gentong, salah satu makanan khas kota tersebut. Begitu juga saat ia bertandang ke Makas- sar, Sulawesi Selatan. Hotel bintang lima tempatnya menginap ternyata tak membu- atnya betah menikmati makanan mewah. Pada pagi harinya, salah satu tokoh yang digadang-gadang sebagai bakal calon wakil presiden untuk Aburizal Bakrie—calon pre- siden Partai Golkar—itu malah mengajak sejumlah stafnya berburu coto Makassar di warung kaki lima. “Mungkin Pak Mahfud biasa dengan jadwal padat dan semua yang serbafor- mal. Jadi, khusus untuk makan, beliau ingin merdeka dan lepas,” ujarnya. Kalau terpilih menjadi presiden atau wapres, apa masih bisa “merdeka”, makan di warung pinggir jalan, ya? n Kustiah

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Tak Bijak MenyunaT Pajak Hadi Poernomo diduga men-droP audit KePutusan Keberatan PajaK
kasus pajak bca Tak Bijak MenyunaT Pajak Hadi Poernomo diduga men-droP audit KePutusan Keberatan PajaK

kasus pajak bca

kasus pajak bca Tak Bijak MenyunaT Pajak Hadi Poernomo diduga men-droP audit KePutusan Keberatan PajaK bCa

Tak Bijak MenyunaT Pajak

Hadi Poernomo diduga men-droP audit KePutusan Keberatan PajaK bCa KetiKa menjabat Ketua bPK.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Ekspresi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (kanan) saat menerima ucapan
kasus pajak bca Ekspresi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (kanan) saat menerima ucapan

kasus pajak bca

Ekspresi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (kanan) saat menerima ucapan dari kolega saat perpisahan purnatugas di Jakarta, Senin (21/4).

puspa perwitasari/aNtara FOtO

di Jakarta, Senin (21/4). puspa perwitasari/aNtara FOtO L agu Selamat Ulang Tahun menggema di auditorium gedung

L agu Selamat Ulang Tahun menggema

di auditorium gedung Badan Pemerik-

sa Keuangan, Jalan Gatot Subroto No-

mor 31, Jakarta Pusat. Hadi Poernomo

memasang senyum lebar sambil bersenandung “panjang umurnya”. Ia bertepuk tangan meng- ikuti irama lagu. Seharusnya, Senin, 21 April 2014, itu menjadi hari sempurna bagi Hadi. Ia genap memasuki usia 67 tahun. Acara potong tumpeng oleh Hadi berlangsung meriah dan penuh kegembiraan.

Suami Melita Setyawati itu sempat mengulas kilas balik singkat perjalanan hidupnya. Hadi berkisah, dia lahir pada tanggal yang sama dengan Kartini, namun tahunnya 1947. Lulus SMA pada 1965, ia langsung menjadi pegawai negeri sipil. “Pada 2009, saya jadi Ketua BPK sampai se- karang saya harus pensiun di hari ulang tahun saya,” Hadi bercerita. Pesta ulang tahun dan perpisahan itu seha- rusnya menjadi akhir indah bagi Hadi untuk

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca memasuki masa pensiun keesokan harinya. Namun, begitu senja datang, sebuah kabar di
kasus pajak bca memasuki masa pensiun keesokan harinya. Namun, begitu senja datang, sebuah kabar di

kasus pajak bca

memasuki masa pensiun keesokan harinya. Namun, begitu senja datang, sebuah kabar di televisi membuat berantakan semua rencana Hadi. Seusai rapat terakhir dengan anggota BPK lainnya sebelum pulang, Hadi menonton te- levisi di ruangannya. Di layar itu, Ketua Komisi

Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dan Wakil Ketua Bambang Widjojanto memberi kejutan yang mengerikan buat Hadi. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus du- gaan korupsi atas persetujuan permohonan keberatan pajak Bank BCA pada 1999. Pangkal kasus ini terjadi pada 2002. Tahun itu, Hadi belum lama naik jabatan sebagai Direktur Jenderal Pajak. Lembaga yang dia pimpin saat itu memeriksa laporan pajak Bank BCA tahun 1999. Didapatkan laporan, bank ini membukukan laba fiskal Rp 174 miliar. Namun Direktorat Jenderal Pajak menemukan temuan lain, keuntungan laba fiskal BCA pada 1999 mencapai Rp 6,78 triliun. Pembengkakan laba fiskal ini bersumber dari transaksi pengalihan aset kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank BCA ke Ba- dan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar Rp 5,7 triliun. Penghapusan utang bermasalah Rp 5,7 triliun itu dianggap sebagai pemasukan bagi BCA. Karena itu, Direktorat Jenderal Pajak pun melakukan koreksi atas laba BCA itu sehingga BCA mesti membayar pajak Rp 375 miliar.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Hadi Poernomo menyerahkan laporan hasil penghitungan kerugian negara dalam kasus Bank Century
kasus pajak bca Hadi Poernomo menyerahkan laporan hasil penghitungan kerugian negara dalam kasus Bank Century

kasus pajak bca

kasus pajak bca Hadi Poernomo menyerahkan laporan hasil penghitungan kerugian negara dalam kasus Bank Century kepada

Hadi Poernomo menyerahkan laporan hasil penghitungan kerugian negara dalam kasus Bank Century kepada Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Senin (23/12).

puspa perwitasari/aNtara FOtO

Mendapat koreksi tersebut, Bank BCA tidak tinggal diam. Mereka mengajukan permohon-

an keberatan pajak pada 17 Juli 2003. Keberatan yang diajukan BCA itu pun diproses Direktorat Pajak. Proses pemeriksaan keberatan memakan waktu hampir satu tahun. Direktur Pajak Penghasilan Direktorat Jende- ral Pajak Sumihar Petrus Tambunan baru me- nyelesaikan proses keberatan pajak BCA pada

13 Maret 2004 dengan kesimpulan ditolak. Hingga hampir empat bulan Hadi tidak me-

respons kesimpulan itu. Namun tiba-tiba, pada

17 Juli 2004 atau sehari sebelum masa tenggat

pembayaran pajak BCA habis, Hadi mengi-

rimkan nota dinas yang merekomendasikan penghapusan poin pengenaan pajak atas tran- saksi NPL. Hadi meminta Sumihar mengubah kesimpulan “menolak” menjadi “menerima” permohonan keberatan Bank BCA, sehingga bank ini tidak dikenai pajak dari pengalihan NPL sebesar Rp 375 miliar. Karena nota dinas ini dikirimkan oleh Hadi sehari sebelum masa tenggat, Sumihar tidak sempat memberikan argumentasi. Alhasil, hak negara menerima pajak besar dari Bank BCA melayang. “KPK mengadakan forum ekspos dengan satuan penyelidikan. Seluruh pimpinan KPK sepakat menetapkan HP selaku Dirjen Pajak 2001-2006 dan kawan-kawan sebagai tersang- ka,” ujar Abraham. Pengumuman Abraham itu menjadi kado paling pahit bagi Hadi. Pada hari ulang tahun- nya, ia kembali tidak kuasa menolak bala yang datang untuk kedua kalinya. Delapan tahun lalu, juga pada saat ulang tahun, Hadi dilengserkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari kursi Direktur Jenderal Pajak. Maka, wajah Hadi yang ceria di pagi hari ber-

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Bank BCA merupakan satu- satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh
kasus pajak bca Bank BCA merupakan satu- satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh

kasus pajak bca

kasus pajak bca Bank BCA merupakan satu- satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi.
kasus pajak bca Bank BCA merupakan satu- satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi.
kasus pajak bca Bank BCA merupakan satu- satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi.

Bank BCA merupakan satu- satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi.

yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi. ubah jadi muram saat senja. Ia tidak lagi menyi-
yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi. ubah jadi muram saat senja. Ia tidak lagi menyi-

ubah jadi muram saat senja. Ia tidak lagi menyi- sakan senyum ketika melenggang meninggal- kan kantornya itu untuk terakhir kalinya. “Saya akan mengikuti proses hukum yang dilakukan KPK,” ujar Hadi. Pengacara Hadi, Yanuar P. Wasesa, memban- tah kliennya melanggar hukum dalam kasus pajak BCA. “Sudah sesuai dengan ketentuan umum perpajakan, Undang-Undang Perpajak- an,” Yanuar menegaskan.

lll Keputusan Hadi mengabulkan permohonan keberatan pajak Bank BCA tahun 1999 me- nyimpan banyak kejanggalan. Pada saat yang hampir bersamaan, dua bank lain, Bank Dana- mon dan Bank Internasional Indonesia, juga melayangkan keberatan yang sama, tapi per- mohonan keduanya ditolak mentah-mentah. Pengamat pajak Yustinus Prastowo meng- ingatkan KPK agar berhati-hati. Pasalnya, Hadi sangat rapi dalam memberikan keputusan. Bank BCA merupakan satu-satunya bank yang permohonan keberatan pajaknya dikabulkan oleh Hadi. Dua bank lain, Bank Danamon dan

BII, ditolak hingga mengajukan proses keberat- an lewat Pengadilan Pajak. Bank Danamon mengajukan permohonan keberatan pajak atas nilai transaksi Rp 17 triliun. Pada 21 April 2004, Pengadilan Pajak menolak keberatan ini. Anehnya, kasus ini serupa tapi keputusannya berbeda. Prastowo meng- ingatkan, rentang waktu keputusan Pengadilan Pajak atas keberatan pajak Bank Danamon tiga bulan lebih awal dari keputusan Dirjen Pajak terhadap Bank BCA. “Ini bisa saja Hadi Poernomo mempelajari dulu keputusan Bank Danamon, sehingga rapi sekali,” ungkapnya. Karena itu, secara prosedural, keputusan Hadi tidak bermasalah. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan kewenangannya selaku Dirjen Pajak. Hanya, Prastowo memberikan catatan atas nota dinas Hadi kepada Direktur Pajak Penghasilan. Nota itu tidak menyinggung soal transaksi NPL sebesar Rp 5,7 triliun. Rekomendasinya justru men- drop penghitungan laba program rekapitalisasi dari penghasilan luar usaha Bank BCA sebesar Rp 10,7 triliun. “Angka inilah yang harusnya menjadi

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Nasabah menarik uang melalui Anjungan Tunai Mandiri PT BCA Tbk di Jakarta,
kasus pajak bca Nasabah menarik uang melalui Anjungan Tunai Mandiri PT BCA Tbk di Jakarta,

kasus pajak bca

kasus pajak bca Nasabah menarik uang melalui Anjungan Tunai Mandiri PT BCA Tbk di Jakarta, Senin

Nasabah menarik uang melalui Anjungan Tunai Mandiri PT BCA Tbk di Jakarta, Senin (7/4).

puspa perwitasari/FOtO aNtara

perhatian KPK,” imbau Prastowo. Gerak-gerik Hadi boleh saja sangat licin. Te- tapi sumber majalah detik menyebutkan BPK sudah lama mengawasi mantan bos pajak itu. Ia menyebutkan auditor BPK sudah melakukan pemeriksaan atas keputusan Hadi terhadap keberatan pajak Bank BCA pada tahun 2006. Audit dilakukan selama hampir tiga tahun dengan temuan ada kerugian negara. Sayang, laporan ini di-“drop” ketika proses akhir menjadi laporan hasil pemeriksaan (LHP)

pada tahun 2009, saat Hadi sudah terpilih sebagai Ketua BPK. “Tahun 2006, masalah ini pernah diperjuangkan di BPK, tetapi kandas ketika Hadi naik,” ungkapnya. Sekjen BPK Hendar Ristriawan membantah informasi ini. Menurutnya, BPK sama sekali tidak pernah melakukan audit terkait kebijakan keberatan pajak. Namun KPK tak patah arang, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan tidak main- main menetapkan Hadi sebagai tersangka. Dia memastikan pemeriksaan pajak ini bermasalah sejak awal. Sebab, tahun pajak adalah 1999, tapi pemeriksaan baru dilakukan pada 2002 dan keberatan baru disampaikan satu tahun setelahnya, 2003. “Jadi ada perbuatan melawan hukum dan/atau penyalahgunaan wewenang sebagai Dirjen Pajak,” ungkapnya. Komisi antirasuah itu sudah meminta kete- rangan lima ahli dari berbagai disiplin ilmu. KPK sudah cukup mantap menjerat Hadi dengan Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Informasi yang diterima majalah detik menyebutkan KPK juga sudah memeriksa

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca konsultan pajak Bank BCA, Hari Mulyanto, dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.
kasus pajak bca konsultan pajak Bank BCA, Hari Mulyanto, dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

kasus pajak bca

kasus pajak bca konsultan pajak Bank BCA, Hari Mulyanto, dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Hari

konsultan pajak Bank BCA, Hari Mulyanto, dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Hari diperiksa KPK selama 10 jam pada 8 April 2014. Hari mengaku proses pemeriksaan permohonan keberatan pajak BCA sangat pan- jang tapi memenuhi prosedur, sehingga tidak ada permasalahan dari sisi kliennya. Ia mengaku masih ingat, proses pemeriksaan keberatan pajak kliennya terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Direktorat Jenderal Pajak membeberkan 20 item pengenaan pajak, namun dapat dikurangi menjadi 15 item. Pada sesi kedua, keberatan yang diajukan kliennya

Komisi Pemberantasan Korupsi tidak main- main menetapkan Hadi sebagai tersangka.

Korupsi tidak main- main menetapkan Hadi sebagai tersangka. Bambang Widjojanto rachmaN/detikcOm meliputi tiga item ,

Bambang Widjojanto

rachmaN/detikcOm

meliputi tiga item, yakni terkait angka transaksi NPL sebesar Rp 5,7 triliun. Namun ia membantah jika keberatan pajak yang diajukan pada 2003 dikatakan sebagai pelanggaran. Pemeriksaan pajak Bank BCA berbeda dengan pelaporan SPT biasa. Karena

itu, pemeriksaan baru dilakukan pada 2002 dan keberatan diajukan pada 2003. “SPT (surat pemberitahuan tahunan pajak)- nya tidak harus ada pembayaran atau harus ada klaim restitusi. Makanya di sini baru di- periksa pada 2002. Sebetulnya mau diperiksa 2003 boleh, mau 2004 boleh, karena belum kedaluwarsa,” kata Hari kepada majalah detik. Malah pemrosesan keberatan pajak saat itu sangat ketat karena Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mengharuskan komunikasi surat-menyurat antara Dirjen Pajak dan wajib pajak sehingga tidak ada pertemuan fisik. Sedangkan Undang-Undang Pajak yang baru, yakni Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, mengatur pertemuan fisik wajib pajak dengan Dirjen Pajak dilakukan saat mendekati peng- umuman kesimpulan atas pengajuan keberat- an pajak. Pertemuan tersebut mengatur me- ngenai argumentasi atas kesimpulan sebelum diumumkan. Pengakuan Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja bernada sama. Bank BCA menempuh prosedur yang sudah ditetapkan.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. reNgga saNcaya/detikFOtO
kasus pajak bca Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. reNgga saNcaya/detikFOtO

kasus pajak bca

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

reNgga saNcaya/detikFOtO

“Masalah penetapan Hadi Poernomo, saya tidak pada tempatnya memberi komentar. Hanya, yang kami ketahui, proses keberatan yang BCA lakukan, secara perpajakan itu sudah cukup kuat,” tuturnya. Jahja menyebutkan proses pengajuan kebe- ratan pajak berpangkal pada krisis ekonomi 1998. Semua bank di Indonesia mengalami kerugian fiskal akibat kredit macet. Bank BCA juga terkena dampaknya. Bank ini menelan kerugian fiskal sebesar Rp 29,17 triliun. Alhasil, pemerintah menetapkan status Bank BCA sebagai bank take over. Pemerintah me- lakukan rekapitulasi penguasaan 92,8 persen saham Bank BCA dan mendudukkan kendali bank pada Badan Penyehatan Perbankan Na- sional (BPPN). Keberatan pajak diajukannya karena Dirjen Pajak menganggap proses jual-beli NPL dari Bank BCA ke BPPN sebagai pemasukan. Pa- dahal BCA menganggap jual-beli ini dilakukan atas instruksi Menteri Keuangan dengan no- mor 117/KMK.017/1999 dan Gubernur BI deng- an nomor 31/15/KEP/GBI tertanggal 26 Maret

1998. Seharusnya hak tagihnya ada di BPPN, bukan di Direktorat Jenderal Pajak. KPK terus mendalami kasus ini. Apalagi Hadi dan Sumihar Petrus Tambunan punya catatan buruk di KPK. Keduanya menjadi sorotan cukup besar setelah angka pada Laporan Harta Keka- yaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mereka tercatat melonjak pada 2010. Berdasarkan data LHKPN 2007, harta Sumi- har mencapai Rp 14,19 miliar atau naik sekitar Rp 8 miliar dibanding pada 2003, yakni Rp 6,8 miliar. Sedangkan harta Hadi Poernomo me- lonjak dari Rp 24,8 miliar pada 2006 menjadi Rp 38,8 miliar pada 2010. Namun pengacara Hadi menyatakan harta Hadi tidak terkait dengan kasus pajak BCA. Ia menantang agar KPK membuktikan adanya pemberian gratifikasi kepada Hadi.” Dicek saja apakah BCA pernah memberikan kickback,” ujar Yanuar. Lembaga antirasuah ini pun siap meladeni tantangan Hadi. “Itu yang sedang dikembang- kan,” terang Ketua KPK Busyro Muqoddas.

moniQue sHintami, baHtiar riFai, isFari HiKmat | arYo bHaWono

TAP/KliK uNTuK BErKoMENTAr
TAP/KliK uNTuK BErKoMENTAr
isFari HiKmat | arYo bHaWono TAP/KliK uNTuK BErKoMENTAr Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
isFari HiKmat | arYo bHaWono TAP/KliK uNTuK BErKoMENTAr Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
isFari HiKmat | arYo bHaWono TAP/KliK uNTuK BErKoMENTAr Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca 2003 2004 13 Maret Lika-Liku Pajak BCa 1998 BCA rugi Rp 29
kasus pajak bca 2003 2004 13 Maret Lika-Liku Pajak BCa 1998 BCA rugi Rp 29

kasus pajak bca

kasus pajak bca 2003 2004 13 Maret Lika-Liku Pajak BCa 1998 BCA rugi Rp 29 triliun
kasus pajak bca 2003 2004 13 Maret Lika-Liku Pajak BCa 1998 BCA rugi Rp 29 triliun
2003 2004 13 Maret
2003
2004
13 Maret

Lika-Liku

Pajak BCa

1998

BCA rugi Rp 29 triliun akibat rush dan kredit macet. Pemerintah menyuntikkan dana ke BCA dan mengam- bil alih 92,8 persen sahamnya.

1999

Untuk mengurangi angka kredit macet di pembuku- an, pemerintah menghapus utang bermasalah BCA senilai Rp 5,77 triliun dengan hak tagih dan aset jaminannya diserahkan ke Badan Penyehatan Per- bankan Nasional (BPPN).

Tahun itu, BCA untung Rp 174 miliar.

2002

Hadi Poernomo naik menjadi Direktur Jenderal Pa- jak.

Dirjen Pajak mengoreksi laba BCA pada 1999, bukan

cuma Rp 174 miliar, tapi Rp 6,78 triliun. Salah

satu yang mendongkrak angka laba, penghapusan utang bermasalah Rp 5,77 triliun itu dianggap se- bagai pemasukan bagi BCA. Karena itu, BCA mesti membayar pajak Rp 375 miliar.

BCA menyatakan keberatan pengalihan utang bermasalah itu dimasukkan sebagai pendapatan sehingga ada beban pajak tambahan ratusan miliar rupiah. Apalagi hasil penjualan aset—BPPN berhasil menjual senilai Rp 3,29 triliuntidak ada yang mas- uk BCA.

Direktur Pajak Penghasilan (PPh) Direktorat Jenderal Pajak Sumihar Petrus Tambunan mengirim surat pengantar risalah keberatan kepada Dirjen Pajak, yang dijabat oleh Hadi Poernomo.

17 juli

Hadi Poernomo mengirim nota dinas kepada Direktur PPh. Dalam nota itu, Hadi meminta Sumihar mengubah kesimpulan pemeriksaan dari semula “menolak” menjadi “menerima” permohonan keberatan pajak PT Bank BCA. Jatuh tempo pembayaran pajak PT Bank BCA adalah seha- ri setelahnya, 18 Juli 2004, sehingga Sumihar tidak sempat memberikan argumen.

21 April 2014

KPK menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Hadi diduga bermain dalam urusan pajak BCA dengan mener- bitkan nota dinas untuk mengabulkan permohonan ke- beratan pajak Bank BCA. KPK menjerat Hadi dengan Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan perkiraan kerugian negara Rp 375 miliar.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

puspa perwitasari/aNtara FOtO

puspa perwitasari/aNtara FOtO kasus pajak bca kasus pajak bca Harta HibaH dari Hong Kong Menjelang Masa
puspa perwitasari/aNtara FOtO kasus pajak bca kasus pajak bca Harta HibaH dari Hong Kong Menjelang Masa
puspa perwitasari/aNtara FOtO kasus pajak bca kasus pajak bca Harta HibaH dari Hong Kong Menjelang Masa

kasus pajak bca

kasus pajak bca

perwitasari/aNtara FOtO kasus pajak bca kasus pajak bca Harta HibaH dari Hong Kong Menjelang Masa pensiunnya,

Harta HibaH dari Hong Kong

Menjelang Masa pensiunnya, Hadi poernoMo terus MeMborong tanaH. penjual tanaH diMinta Mengaku MengHibaHkan tanaHnya kepada Hadi.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Tembok setinggi hampir dua meter memagari tanah Hadi Poernomo di Kedaung, Sawangan,
kasus pajak bca Tembok setinggi hampir dua meter memagari tanah Hadi Poernomo di Kedaung, Sawangan,

kasus pajak bca

Tembok setinggi hampir dua meter memagari tanah Hadi Poernomo di Kedaung, Sawangan, Depok. Hadi mengaku mendapatkannya dari hibah, namun warga bilang dia membelinya mulai 1989.

Bahtiar riFai/DetikcOm

K emeriaHan kini menyingkir dari musala Pak Ipung. Pagar tembok se- tinggi 2 meter tertutup rapat, pintu gerbangnya pun terkunci. Sepi.

Tidak ada lagi pengajian ibu-ibu di musala itu. Warga Gang Mangga, Kampung Kedaung, Depok, Jawa Barat, itu tiba-tiba seperti kompak menjauh dari musala tersebut. Padahal dulu

seperti kompak menjauh dari musala tersebut. Padahal dulu musala itu musala favorit. Setiap Ramadan datang, warga

musala itu musala favorit. Setiap Ramadan datang, warga berbondong-bondong menu- naikan salat tarawih ke sana. Kedermawanan Pak Ipung sudah termasyhur

di Kedaung. Pak Ipung adalah nama panggilan

Hadi Poernomo, mantan Ketua Badan Peme- riksa Keuangan. Seusai tarawih, jemaah selalu dibekali uang saku ditambah keresek berisi barang kebutuhan pokok. Bahkan, pada malam takbiran, Pak Ipung juga membagikan sarung, mukena, dan uang Rp 200 ribu.

Tapi lihatlah kini. Tak ada orang terlihat di antara rumah, dua musala, kebun rambutan, dan deretan pohon palem yang ada di dalam. Penjaganya pun tidak lagi ramah. Mereka me- milih bersembunyi daripada menyambut tamu yang datang. Ketika majalah detik mengetuk gerbang itu, si penjaga enggan membukakan pintu. “Ada penjaganya di dalam tapi takut keluar karena banyak wartawan yang datang,” kata Muhidin, warga Gang Mangga. Semua berubah setelah Komisi Pemberantas-

an Korupsi menetapkan Hadi sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang jabatan Direktur

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Lapangan sepak bola ini disebut warga Kembangan Utara, Jakarta Barat, termasuk tanah
kasus pajak bca Lapangan sepak bola ini disebut warga Kembangan Utara, Jakarta Barat, termasuk tanah

kasus pajak bca

kasus pajak bca Lapangan sepak bola ini disebut warga Kembangan Utara, Jakarta Barat, termasuk tanah milik

Lapangan sepak bola ini disebut warga Kembangan Utara, Jakarta Barat, termasuk tanah milik Hadi di Jalan Masjid At-Taqwa yang luasnya hampir dua hektare.

Bahtiar riFai/DetikcOm

Jenderal Pajak. Hadi meluluskan permohonan keberatan pembayaran pajak dari Bank Central Asia sehingga negara dirugikan Rp 375 miliar. Muhidin bercerita, Hadi dulu biasanya tinggal di rumah itu jika mampir ke Depok. Di dalam- nya, kata dia, banyak barang antik, seperti guci. Pada 6 Juli 2001, Hadi memang melaporkan memiliki tanah di Kedaung itu ke Komisi Pem-

berantasan Korupsi. Tanah itu luasnya 11.150 meter persegi dan ada bangunan 150 meter persegi di sana dengan nilai mencapai Rp 1,2 miliar. Aset itu masih muncul dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pada 9 Febru- ari 2010. Luasnya masih sama, namun luas ba- ngunannya bertambah jadi 300 meter persegi. Dalam laporan kepada KPK setelah jadi Ketua BPK itu, Hadi menyebut tanah dan bangunan tersebut dihibahkan kepadanya pada 1988. Aset itu, kata Hadi, termasuk harta hibah Rp 36 miliar dari total hartanya yang pada 2010 mencapai Rp 38,8 miliar. Namun mantan ketua RT di Kedaung, Daing, menyebut klaim hibah itu bohong besar. “Hi- bah dari mana? Dari Hong Kong?” kata Daing. “Orang belinya dari engkong gua.” Daing ingat tanah itu dibeli Hadi sekitar 1989. Tapi ia lupa berapa persisnya harga yang dipatok kakeknya. Setelah membeli tanah keluarga Daing yang luasnya sekitar 1 hektare, Hadi terus melebar- kan tanahnya di Kedaung. Daing bercerita, pada

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Pengakuan (hibah) dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin,
kasus pajak bca Pengakuan (hibah) dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin,

kasus pajak bca

kasus pajak bca Pengakuan (hibah) dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin, mantan
kasus pajak bca Pengakuan (hibah) dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin, mantan
kasus pajak bca Pengakuan (hibah) dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin, mantan

Pengakuan (hibah) dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja.

dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin, mantan Wakil Ketua KPK. aNtara 2000-an
dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja. M. Jasin, mantan Wakil Ketua KPK. aNtara 2000-an

M. Jasin, mantan Wakil Ketua KPK.

aNtara

2000-an Hadi membeli tanah sekitar 5.000 meter persegi dari seorang pejabat Kementeri- an Pemuda dan Olahraga. Pada 2009, Hadi, yang berkarier di Direktorat Jenderal Pajak sejak 1973, membeli tanah lagi dari seseorang yang menurut Daing bernama Toni. Daing menaksir luas tanah Hadi di Gang Mangga kini mencapai 2 hektare. Daing bercerita, keluarganya kedatangan utusan dari Lurah Kedaung setelah melepas tanah kepada Hadi. Orang itu meminta kelu- arga Daing tutup mulut soal pembeli tanah itu. “Kalau ditanya, bilang saja dihibahkan,” kata Daing menirukan perintah orang kelurahan itu. Istilah “hibah” memang memenuhi laporan kekayaan Hadi pada 2001 dan 2006. Semua hartanya, mulai properti, mobil, barang ber- harga, dan uang dinyatakan Hadi sebagai pem- berian keluarga. Baru dalam laporan 2010 ada kekayaan hasil kerja Hadi sendiri. Hadi menjelaskan, karena didapat dari orang tua yang masih hidup, harta itu tidak dia sebut sebagai warisan. Hibah itu didapatnya pada 1983 hingga 1985 dan semua dituangkan di atas

akta yang dibuat notaris. Harta hibah itulah yang dipakainya buat membeli tanah dan bangunan, termasuk ta- nah dan apartemen di Los Angeles, Amerika Serikat, yang sempat bikin heboh pada 2010. “Uang hibah, kalau banyak, masak enggak bo- leh diputer-puter buat usaha?” ujarnya. Diakui Hadi, banyak asetnya didaftarkan atas nama istrinya, Melita Setyawati. “Kalau harta saya pakai nama saya dan istri, kan tidak ada masalah.” Kian hari nilai aset dan harta Hadi itu terus melonjak. Menurut dia, kenaikan itu akibat ma- yoritas hartanya berbentuk tanah dan bangun- an, yang terus naik nilai jual obyek pajaknya. Namun status hibah itu dipertanyakan KPK. Wakil Ketua KPK saat itu, M. Jasin, mengatakan Hadi pernah dipanggil buat mengklarifikasi hibah yang didapatnya itu. Saat itu Hadi, kata Jasin, berkeras bahwa hibah itu berasal dari kerabat. “Pengakuan dari yang bersangkutan tidak langsung dipercaya begitu saja,” katanya. Jasin menyatakan hibah adalah salah satu

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan
kasus pajak bca Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan

kasus pajak bca

kasus pajak bca Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan penetapan

Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan penetapan mantan Ketua BPK Hadi Poernomo sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/4). KPK kemungkinan akan menelusuri ulang harta Hadi.

wahyu putrO a/aNtara

modus menyamarkan kekayaan dari sumber yang tak halal. KPK era Jasin menelusuri harta pria yang menjabat Direktur Jenderal Pajak pada 2001-2006 itu demi mengendus penyim- pangan. Namun hingga masa jabatannya ber- akhir, tak ditemukan bukti adanya penerimaan suap atau gratifikasi. Ketua KPK Abraham Samad menyatakan pihaknya akan kembali memeriksa harta Hadi.

“KPK berkonsentrasi mendalami kasus keberat- an pajak BCA dulu, nanti baru dapat disimpul- kan tentang pelacakan aset tersangka,” kata Samad. Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Agus Santoso menjelaskan harta dari hibah memang tidak mudah ditelu- suri, apalagi jika bentuknya perhiasan. Tanah dan bangunan yang berstatus pembe- rian sebenarnya bisa ditelusuri lewat sertifikat- nya. Yang repot, kata Agus, kalau bukti kepe- milikannya masih girik karena dokumentasinya hanya di tingkat kecamatan, yang datanya tak selengkap yang dimiliki Badan Pertanahan Nasional. Barangkali kebetulan Hadi memang gemar berburu tanah murah yang bukti kepemilik- annya girik. Seorang pengurus rukun tetangga di Kembangan Utara, Jakarta Barat, sebut saja Dedi, bercerita Hadi punya tanah hampir 2 hektare di Jalan Masjid At-Taqwa. Tanah di Kembangan Utara itu pelan-pelan dibeli sejak 1980-an. Dia bercerita ada tanah seluas 725 meter persegi yang dibanderol Rp

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014
Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kasus pajak bca Sebelum punya jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana.
kasus pajak bca Sebelum punya jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana.

kasus pajak bca

kasus pajak bca Sebelum punya jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana. 3,6

Sebelum punya jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana.

jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana. 3,6 miliar dan dibeli Hadi dengan
jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana. 3,6 miliar dan dibeli Hadi dengan

3,6 miliar dan dibeli Hadi dengan cara dicicil tiga bulan. Tanah 2 hektare itu, kata Dedi, dokumennya masih terpecah dalam 25 surat kepemilikan. “Setahu saya, dibelinya waktu itu masih girik,”

ujarnya. Sekitar tiga bulan lalu, menurut dia, Hadi membeli lagi tanah dari seorang Tionghoa bernama Apuk. Harga tanah di sana Rp 1,4 juta per meter persegi, namun Hadi sanggup membelinya Rp 5 juta per meter persegi. Setahu Dedi, semua tanah itu dicatatkan atas nama Melita Setyawati. Sehari-harinya, tanah itu diurus oleh Haji Mukri, yang setelah meninggal diteruskan oleh Haji Namin, anak- nya. Namin-lah yang mengurus pembayaran pajaknya. Ketua RT 08 Kembangan Utara, Udin, men- ceritakan Namin juga berperan mengurus pe- nyewaan lahan itu. Dia mencontohkan tanah Hadi sekitar 2.900 meter persegi yang berada tidak jauh dari kantor Wali Kota Jakarta Barat. Tanah yang berbatasan dengan Perumahan

Permata Buana itu kini disewa oleh perusaha- an air mineral 2Tang. Perusahaan itu menja- dikan tanah yang diduga milik Hadi tersebut sebagai gudang penyimpanan produk mereka. Penjaga gudang itu, Bambang, membenarkan perusahaannya menyewa tanah tersebut dari Haji Namin sejak tiga tahun lalu. Sementara itu, Hadi Poernomo yakin bisnis tanahnya tersebut tidak menyalahi aturan. Hadi memastikan semua asetnya halal. “Bah- kan lebih dari halal, itu dari orang tua,” kata Hadi saat memaparkan kekayaannya di KPK, Jakarta, pada 2010. Ketika kini ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi antirasuah itu, Hadi tetap berkeras semua kekayaannya bukan hasil suap ataupun gratifikasi. Pengacara Hadi, Yanuar P. Wasesa, menegaskan harta itu dimiliki kliennya sejak puluhan tahun lalu. “Sebelum punya jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana- mana,” ujarnya.

baHtiar rifai, irwan nugroHo, isfari HikMat, racHMa- din isMail | okta wiguna

nugroHo, isfari HikMat, racHMa- din isMail | okta wiguna Majalah detik 28 april - 4 mei
nugroHo, isfari HikMat, racHMa- din isMail | okta wiguna Majalah detik 28 april - 4 mei

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

start

kaSUS pajak bca
kaSUS pajak bca

Gaji Ketua BPK

 

“Gaji Ketua BPK saja lebih rendah daripada gaji eselon I,” kata Ketua BPK Anwar Nasution pada Oktober 2009.

saja lebih rendah daripada gaji eselon I,” kata Ketua BPK Anwar Nasution pada Oktober 2009. Pendapatan
saja lebih rendah daripada gaji eselon I,” kata Ketua BPK Anwar Nasution pada Oktober 2009. Pendapatan
saja lebih rendah daripada gaji eselon I,” kata Ketua BPK Anwar Nasution pada Oktober 2009. Pendapatan
saja lebih rendah daripada gaji eselon I,” kata Ketua BPK Anwar Nasution pada Oktober 2009. Pendapatan

Pendapatan resmi Ketua BPK

(2004-2011)

Gaji pokok: rp 5.040.000 Tunjangan: rp 18.900.000

H adi Poernomo tercatat pertama kali melaporkan kekayaannya pada

2001, saat menjadi Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.

Saat itu, hartanya sudah lebih dari Rp 13 miliar, yang semua ia nyatak-

an bersumber dari hibah dan warisan.

Fokus gerilya
Fokus
gerilya

Pada dua laporan setelahnya, yaitu 2006 dan 2010, Hadi menjual mobil

jokowi vs prabowo

dan tidak membeli lagi. Namun aset tanah dan propertinya terus melonjak sehingga kekayaannya hampir Rp 39 miliar, yang lagi-lagi diklaim hampir semuanya dari hibah.

miliar, yang lagi-lagi diklaim hampir semuanya dari hibah. 6Juli2001 rp 13,8 miliar + us$ 50 ribu
miliar, yang lagi-lagi diklaim hampir semuanya dari hibah. 6Juli2001 rp 13,8 miliar + us$ 50 ribu
miliar, yang lagi-lagi diklaim hampir semuanya dari hibah. 6Juli2001 rp 13,8 miliar + us$ 50 ribu
6Juli2001
6Juli2001

rp 13,8 miliar

+

us$ 50 ribu

Tanah 17.305 m 2 dan bangunan 1.390 m 2 :

Rp 11.847.379.000 & US$ 50.000

(16 lokasi di Jakarta, Bogor, Los Angeles)

Mobil: Rp 370.000.000

Cherokee (1994), Mercedes (1995), Toyota Kijang (1998)

Logam mulia, batu mulia, barang koleksi:

Rp 1.500.000.000

Giro setara kas:

Rp 111.000.000

9 Februari 2010
9 Februari 2010
14 Juni 2006
14 Juni 2006
Giro setara kas: Rp 111.000.000 9 Februari 2010 14 Juni 2006 rp 26 miliar us$ 50

rp 26 miliar

us$ 50 ribu

Tanah 29.839 m 2 dan bangunan 2.048 m 2 :

Rp 24.253.814.000 & US$ 50.000

(26 lokasi di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tanggamus, Los Angeles)

Mobil: Rp 0

Ketiga mobil dijual

Logam mulia, batu mulia, barang koleksi:

Rp 1.500.000.000

Giro setara kas:

Rp 308.000.000

+
+

rp 38,8 miliar

(Dolar AS dirupiahkan menjadi Rp 564 juta)

Tanah 31.029 m 2 dan bangunan

2.472 m 2 :

Rp 36.982.554.031

(25 titik di Jakarta, Depok, Bekasi, Tanggamus, Los Angeles

Mobil: Rp 0

Logam mulia, batu mulia, barang koleksi:

Rp 1.525.000.000

Giro setara kas:

Rp 293.425.774

Sumber: Laporan Harta dan KeKayaan penyeLenggara negara | Kementerian Keuangan

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca kasus pajak bca moncer di bpk pensiun di kpk kolega mengenang Hadi
kasus pajak bca kasus pajak bca moncer di bpk pensiun di kpk kolega mengenang Hadi
kasus pajak bca kasus pajak bca moncer di bpk pensiun di kpk kolega mengenang Hadi

kasus pajak bca

kasus pajak bca

moncer di bpk pensiun di kpk

kolega mengenang Hadi Poernomo Punya Prestasi bagus saat jadi ketua bPk. taPi kontroversial karena audit kasus Hambalang & century.

saat jadi ketua bPk. taPi kontroversial karena audit kasus Hambalang & century. Majalah detik 28 arpil

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca T amu seolah tak berhenti hilir mudik ke rumah mewah di Jalan
kasus pajak bca T amu seolah tak berhenti hilir mudik ke rumah mewah di Jalan

kasus pajak bca

T amu seolah tak berhenti hilir mudik

ke rumah mewah di Jalan Iskandar-

syah Nomor 1, RT 06 RW 02, Kebayor-

an Baru, Jakarta Selatan, itu sepanjang

pekan lalu. Mereka adalah keluarga dan handai tolan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuang- an Hadi Poernomo, sang pemilik rumah. Hadi tengah dipusingkan oleh perkara yang

membuyarkan dua momen kebahagiaan dalam hidupnya. Ia berulang tahun ke-67 pada Senin, 21 April 2014. Sehari setelahnya, ia mengakhiri masa kerja setelah puluhan tahun

menjadi pegawai negeri sipil pajak. Komisi Pemberantasan Korupsi memberi kado pahit. Hadi ditetapkan

sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang penihilan pajak Bank Cen- tral Asia (BCA). Kasus itu terjadi pada 2004, saat ia masih menjabat Direktur Jenderal Pajak. Sejak diumumkannya status itu, Hadi tidak pernah keluar dari rumah yang berada di dekat Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ter- sebut. “Beliau shock,” kata kuasa hukum Hadi, Yanuar P. Wasesa, kepada majalah detik.

kuasa hukum Hadi, Yanuar P. Wasesa, kepada majalah detik . selama lima tahun dua bulan Hadi

selama lima tahun dua

bulan Hadi menjabat dirjen pajak, pendapatan pajak

sebesar rp 1.200 triliun.

dirjen pajak, pendapatan pajak sebesar rp 1.200 triliun. Hadi sudah lama tinggal di rumah berlantai dua
dirjen pajak, pendapatan pajak sebesar rp 1.200 triliun. Hadi sudah lama tinggal di rumah berlantai dua

Hadi sudah lama tinggal di rumah berlantai dua tersebut. Ketua RT setempat, Ujang Mak- mun, menuturkan, semasa menjabat Dirjen Pajak, Hadi senang berlari-lari di kompleks PTIK. Hadi selalu menyapanya bila kebetulan berpapasan. “Menyapa saja, tidak pernah ngo- brol lebih,” kata Ujang. Namun, menurut Ujang, yang juga peng- urus PTIK, Hadi pelit dalam urusan sumbang- an. Pernah, Ujang hendak menarik sumbangan warga sebesar Rp 25 ribu ke rumah Hadi, tapi dilarang masuk. Karena kesal, Ujang akhirnya mengenakan seragam dinas kepolisiannya. “Itu pun cuma sampai di halaman,” ucapnya.

l l l Hadi Poernomo lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, 21 April 1947. Ayahnya seorang be- kas pejabat menengah di Pamekasan. Namun Hadi selanjutnya besar di Kabupaten Jember. Hadi memulai pendidikan di Sekolah Rakyat Joko Tole pada 1959. Joko Tole adalah sebuah cerita rakyat yang kebetulan berasal dari Madu- ra. Dongeng itu mengisahkan seorang pemuda jujur yang penuh kepatuhan dan pengabdian

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca Rumah Hadi Poernomo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan isfari/majalahdetik kepada negara (Majapahit).
kasus pajak bca Rumah Hadi Poernomo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan isfari/majalahdetik kepada negara (Majapahit).

kasus pajak bca

Rumah Hadi Poernomo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

isfari/majalahdetik

di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan isfari/majalahdetik kepada negara (Majapahit). Setamat dari SR Joko Tole, Hadi

kepada negara (Majapahit). Setamat dari SR Joko Tole, Hadi melanjutkan ke SMP Negeri 1 Jember pada 1962. Bangku sekolah menengah atas ia cecap di SMA Ne- geri 1 Kediri. Setelah itu, Hadi memulai karier di perpajakan dengan golongan II-A. Saat itu usianya baru 18 tahun. Hadi sempat mengambil kursus di Bon A dan

Bon B pada 1966-1967 di Akademi Ajun Akun- tan. Lalu, ia mengikuti pendidikan di Institut Ilmu Keuangan, yang ditamatkannya pada 1973. Hadi mempersunting Melita Setyawati saat menimba ilmu di Institut Ilmu Keuangan. Me- lita adalah cicit pendiri organisasi pergerakan nasional Budi Utomo, dr Wahidin Sudirohu- sodo. Adik kandung Melita adalah pengusaha

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca dan musikus kondang Setiawan Djody. Dari pernikahannya, Hadi dikaruniai tiga anak. Karier
kasus pajak bca dan musikus kondang Setiawan Djody. Dari pernikahannya, Hadi dikaruniai tiga anak. Karier

kasus pajak bca

dan musikus kondang Setiawan Djody. Dari pernikahannya, Hadi dikaruniai tiga anak. Karier Hadi di pajak terus menanjak. Pada

1973 itu pula, ia menjadi auditor di Bidang Pe- meriksaan pada Kantor Wilayah Pajak Jakarta. Sempat bertugas di Kantor Wilayah Pajak Ma- nado, Hadi diangkat sebagai Kepala Subdirek- torat Penyidikan Pajak Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada 1998.

Dua tahun kemudian, ia menempati posisi Direktur Pemeriksaan dan Penyidik-

an Pajak. Presiden Abdurrahman Wahid mengangkat Hadi ke posisi puncak Direktorat Jenderal Pajak pada 2001. Selama lima tahun dua bulan Hadi menjabat Dirjen Pajak, pendapatan pajak sebesar Rp 1.200 triliun. Khusus penerimaan pajak hingga 26 April 2006 tercatat Rp 104,3 triliun, lebih besar dibanding pendapatan pada periode yang sama 2005, yakni Rp 84 triliun. Target penerimaan pajak 2006 adalah Rp 416,3 triliun. Meski punya prestasi, kepemimpinan Hadi di

Rp 416,3 triliun. Meski punya prestasi, kepemimpinan Hadi di Hadi juga menyerahkan hasil audit forensik pemberian

Hadi juga menyerahkan hasil audit forensik pemberian dana talangan

bank century senilai rp 6,7 triliun

kepada dpr pada 2011.

bank century senilai rp 6,7 triliun kepada dpr pada 2011. Direktorat Jenderal Pajak dibumbui kabar tak
bank century senilai rp 6,7 triliun kepada dpr pada 2011. Direktorat Jenderal Pajak dibumbui kabar tak

Direktorat Jenderal Pajak dibumbui kabar tak sedap. Ia disebut-sebut sebagai pejabat yang suka “bermain”. Tahun 2006 itu pula, Hadi dicopot oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang sedang melakukan pembersihan besar- besaran di Kementerian Keuangan. Karena diberhentikan itu, Hadi disebut-sebut sakit hati terhadap Sri Mulyani. Namun, seusai acara pelantikan Dirjen Pajak yang baru, Dar- min Nasution, Hadi membantahnya. Lengser dari Dirjen Pajak, Hadi bertugas di Kalibata, kantor Badan Intelijen Negara (BIN). Ia menja- bat Kepala Bidang Ekonomi di Dewan Analisis Strategis. Pekerjaan di markas intel negara itu dilakoninya selama 3 tahun. Pada 2009, Hadi masuk sebagai kandidat calon anggota BPK. Ia lolos fit and proper test yang digelar Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat. Hadi didukung 43 anggota DPR, beda tipis dengan peringkat pertama, Hasan Bisri (44 suara). Berikutnya, ia terpilih menjadi ketua lembaga audit negara itu. Kolega Hadi, Rizal Djalil, yang kini meng- gantikan Hadi sebagai Ketua BPK, mengenang Hadi sebagai pekerja profesional. “Prestasinya

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca Ketua BPK Hadi Poernomo dan Ketua KPK Abraham Samad. lamhot/detikfoto sangat bagus.
kasus pajak bca Ketua BPK Hadi Poernomo dan Ketua KPK Abraham Samad. lamhot/detikfoto sangat bagus.

kasus pajak bca

Ketua BPK Hadi Poernomo dan Ketua KPK Abraham Samad.

lamhot/detikfoto

Hadi Poernomo dan Ketua KPK Abraham Samad. lamhot/detikfoto sangat bagus. Bekerja profesional dan bekerja keras,” kata

sangat bagus. Bekerja profesional dan bekerja keras,” kata Rizal. Selama Hadi menjabat Ketua BPK, memang banyak audit kasus jumbo dan menarik perha- tian publik. BPK antara lain melakukan audit investigatif atas megaskandal pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olah- raga Nasional Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng serta bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut dalam audit itu dan menjadi tersangka di KPK. Berkas Andi disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Hadi juga menyerahkan hasil audit forensik pemberian dana talangan Bank Century senilai

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca Sri Mulyani rachman/detikfoto Rp 6,7 triliun kepada DPR pada 2011. Saat ini
kasus pajak bca Sri Mulyani rachman/detikfoto Rp 6,7 triliun kepada DPR pada 2011. Saat ini

kasus pajak bca

kasus pajak bca Sri Mulyani rachman/detikfoto Rp 6,7 triliun kepada DPR pada 2011. Saat ini kasus

Sri Mulyani

rachman/detikfoto

Rp 6,7 triliun kepada DPR pada 2011. Saat ini kasus tersebut juga sudah masuk tahap per- sidangan dengan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya sebagai terdakwa. Namun audit kasus-kasus jumbo itu tidak lepas dari kontroversi. Audit Hambalang tahap

II diwarnai polemik hilangnya 15 nama anggota DPR yang dianggap melanggar mekanisme pembahasan anggaran. Saat itu beredar dua versi audit yang sama-sama bersumber dari BPK. Sedangkan audit kasus Century dinilai ba- nyak pihak memojokkan Sri Mulyani. Sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Sri Mulyani disebut memutuskan bailout tanpa kriteria dan ukuran. Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, bersama mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, dijadwalkan bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dimintai konfirmasi mengenai kabar Hadi sakit hati itu, Sri Mulyani tidak mau berkomentar. Kini Hadi pun dihadapkan ke pengadilan. Dalam waktu dekat, KPK akan segera memulai proses penyidikan kasus pajak BCA. Selain itu, KPK tidak menutup peluang mengusut harta- harta Hadi. Hadi menyatakan siap menjalani proses hukum itu. “Sebagai warga negara yang baik, saya siap menjalani prosesnya di KPK,” katanya. n baHtiar

rifai, isfari Hikmat, Pasti liberti maPPaPa | irwan nugroHo

rifai, isfari Hikmat, Pasti liberti maPPaPa | irwan nugroHo Majalah detik 28 arpil - 4 mei
rifai, isfari Hikmat, Pasti liberti maPPaPa | irwan nugroHo Majalah detik 28 arpil - 4 mei

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 mei 2014

kasus pajak bca kasus pajak bca Pengacara: BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk “aPa
kasus pajak bca kasus pajak bca Pengacara: BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk “aPa
kasus pajak bca kasus pajak bca Pengacara: BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk “aPa

kasus pajak bca

kasus pajak bca

kasus pajak bca kasus pajak bca Pengacara: BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk “aPa yang
kasus pajak bca kasus pajak bca Pengacara: BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk “aPa yang
kasus pajak bca kasus pajak bca Pengacara: BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk “aPa yang

Pengacara:

BCA TAk PernAh Beri PAk hAdi kiCkBACk

“aPa yang diPersoalkan? intinya, aPa yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan umum PerPajakan.”

intinya, aPa yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan umum PerPajakan.” Majalah detik 28 arpil - 4

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

kasus pajak bca
kasus pajak bca
kasus pajak bca Hadi Poernomo kaget karena perkara ini terjadi bertahun-tahun yang lalu. h Adi Poernomomendapatkadopahit
kasus pajak bca Hadi Poernomo kaget karena perkara ini terjadi bertahun-tahun yang lalu. h Adi Poernomomendapatkadopahit

Hadi Poernomo kaget karena perkara ini terjadi bertahun-tahun yang lalu.

kaget karena perkara ini terjadi bertahun-tahun yang lalu. h Adi Poernomomendapatkadopahit dari Komisi Pemberantasan
kaget karena perkara ini terjadi bertahun-tahun yang lalu. h Adi Poernomomendapatkadopahit dari Komisi Pemberantasan

h Adi Poernomomendapatkadopahit

dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tepat pada hari ulang tahunnya yang

ke-67, seusai acara pamitan pensiun

sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Hadi ditetapkan sebagai tersangka kasus ko- rupsi pajak PT Bank Central Asia (BCA). Hadi diduga menyalahgunakan wewenang saat menjabat Direktur Jenderal Pajak pada 2001-2006. Ia menerima permohonan kebe- ratan pajak BCA sehingga bank tersebut tidak membayar pajak yang mengakibatkan merugi- kan negara Rp 375 miliar. Pria asal Pamekasan, Jawa Timur, ini mengaku terkejut ditetapkan sebagai tersangka. Peng- acara Hadi, Yanuar Prawira Wasesa, memban- tah dugaan Hadi melakukan permainan pajak dengan BCA. Menurut Yanuar, keputusan Hadi menerima keberatan pajak BCA tidak menya- lahi Undang-Undang Perbankan. Soal kekayaannya yang berupa tanah sampai Los Angeles, Yanuar yakin, Hadi bisa memper- tanggungjawabkan asal-usulnya. “Saya yakin 100 persen semua bisa dibuktikan,” kata Yanuar. Berikut ini wawancara Isfari Hikmat dari

majalah detik dengan pengacara Hadi Poer- nomo, Yanuar P. Wasesa.

Bagaimana kondisi Hadi Poernomo se- telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK? Beliau kaget karena perkara ini terjadi ber- tahun-tahun yang lalu. Apa yang dipersoalkan, intinya, apa yang dilakukan ini (menerima per- mohonan keberatan pajak BCA) sudah sesuai dengan ketentuan umum perpajakan, UU Per- pajakan. Yang kedua, statemen dia, “Saya akan patuh pada proses hukum. Tentu saya akan memberi contoh kepada warga negara yang lain.”

Bisa dijelaskan duduk perkara kasusnya? Belum bisa, Mas. Saya belum mendalami kasusnya.

Selain soal pajak BCA, Hadi Poernomo mendapat sorotan karena jumlah keka- yaannya, terutama tanah, sangat banyak. Bisa dijelaskan dari mana aset-aset tanah- nya berasal?

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

kasus pajak bca Tanah kosong yang dijadikan lapangan sepak bola di Jalan Masjid At Taqwa,
kasus pajak bca Tanah kosong yang dijadikan lapangan sepak bola di Jalan Masjid At Taqwa,

kasus pajak bca

kasus pajak bca Tanah kosong yang dijadikan lapangan sepak bola di Jalan Masjid At Taqwa, Kembangan

Tanah kosong yang dijadikan lapangan sepak bola di Jalan Masjid At Taqwa, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Penduduk setempat menyebut tiga bulan lalu Hadi Poernomo kembali beli tanah buat memperluasnya.

Bahtiar rivai/Majalah dEtik

Nanti akan saya jelaskan. Semua diperoleh sejak puluhan tahun lalu. Sebelum punya jabatan, beliau sudah punya tanah dan rumah di mana-mana. Istri Pak Hadi juga berasal dari keluarga yang cukup berada.

Bagaimana penjelasan mengenai kepe- milikan tanah yang begitu banyak?

Saya tidak berani bicara kalau saya tidak tahu betul. Saya kan baru dua kali bertemu. Tapi se- mua aset yang dimiliki itu diperoleh pada 1968, 1970, sampai 1980-an. Jauh sebelum beliau menjabat Direktur Jenderal Pajak, sudah ada aset-aset itu.

Apakah benar Hadi Poernomo memiliki tanah di Los Angeles? Itu perolehan tanah dari tahun 1983. Waktu itu diperoleh 1.000 meter. Nanti pada saatnya akan kami jelaskan. Makanya saya tidak mau berpolemik di media massa sebelum semua beliau jelaskan. Dalam proses penyidikan, Pak Hadi akan ditanya. Kalau yang sekarang, semua ini spekulasi di media. Makanya saya memilih diam. Kalau nanti terlibat polemik, ya sama saja, nanti saya dianggap membela diri, saya tidak mau itu. Pembelaan kan harus dengan fakta-fakta yang kuat.

Apakah benar semua tanah Hadi Poer- nomo yang sangat banyak itu berasal dari hibah? Hibah dari siapa? Ya, hibah tahun 1960-an dari orang tua dan

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

kasus pajak bca Ketua KPK Abraham Samad (berjas) dan Ketua BPK Hadi Poernomo (berkemeja batik)
kasus pajak bca Ketua KPK Abraham Samad (berjas) dan Ketua BPK Hadi Poernomo (berkemeja batik)

kasus pajak bca

Ketua KPK Abraham Samad (berjas) dan Ketua BPK Hadi Poernomo (berkemeja batik) menunjukkan hasil perhitungan kerugian negara dalam proyek pusat pelatihan atlet Hambalang di Gedung KPK, Jakarta (4/9/2013). KPK dan BPK era Hadi banyak bekerja sama dalam penyelidikan kasus korupsi. Usai masa jabatannya, giliran Hadi dijadikan tersangka oleh KPK.

rosa panggaBEan/antara

Hadi dijadikan tersangka oleh KPK. rosa panggaBEan/antara mertua Pak Hadi. Mereka kan memiliki banyak aset juga.

mertua Pak Hadi. Mereka kan memiliki banyak aset juga. Nanti akan kami jelaskan di KPK. Kalau (harta) hibah kan biasanya dari orang tua atau mertua. Sekarang dicari saja sama teman- teman pers, hibahnya itu per berapa. Semua- nya itu dari 1960-an sampai 1980-an awal, jauh sebelum Pak Hadi menjabat Direktur Jenderal Pajak.

Apakah bisa hibah itu dibuktikan? Semua bisa dibuktikan. Saya yakin 100 per- sen semua bisa dibuktikan.

Penjual tanah yang dibeli Hadi Poerno- mo mengaku diperintah agar mengakui tanahnya itu merupakan hibah?

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

kasus pajak bca Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (kanan) berbicara sebelum menyerahkan laporan
kasus pajak bca Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (kanan) berbicara sebelum menyerahkan laporan

kasus pajak bca

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (kanan) berbicara sebelum menyerahkan laporan kinerja kepada DPD di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Senin (14/4). Hadi mengklaim sejak Semester II Tahun 2009 hingga 2013, BPK telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 37,04 triliun.

Yudhi MahatMa/antara

uang negara sebesar Rp 37,04 triliun. Yudhi MahatMa/antara Wah, saya tidak tahu, itu yang ada di

Wah, saya tidak tahu, itu yang ada di mana? Pak Hadi tidak pernah menceritakan itu. Dalam dua kali pertemuan, Pak Hadi cukup terbuka, kok.

Bisa dijelaskan soal kepemilikan tanah klien Anda di Lampung yang diberitakan

ngemplang pajak.

Kalau (kepemilikan tanah) di Lampung itu dikaitkan dengan (skandal pajak dengan) BCA

segala, ya dicek saja apakah BCA pernah mem- berikan kickback (gratifikasi) kepada Pak Hadi. Saya yakin tidak pernah ada itu.

Apakah tanah di Los Angeles itu juga hibah? Istri Pak Hadi kan punya duit juga, pernah di Swiss juga pada 1977 sampai 1980. Pernah cuti, kok, cuti di luar tanggungan negara. Dia 1987 sampai 1991 cuti lagi.

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014
Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

kasus pajak bca Gang Mangga di Kedaung, Sawangan, Depok ini membentang di samping tanah milik
kasus pajak bca Gang Mangga di Kedaung, Sawangan, Depok ini membentang di samping tanah milik

kasus pajak bca

Gang Mangga di Kedaung, Sawangan, Depok ini membentang di samping tanah milik Hadi Poernomo. Hadi banyak mencatatkan aset propertinya atas nama istrinya, Melita Setyawati.

Bahtiar rivai/Majalah dEtik

nama istrinya, Melita Setyawati. Bahtiar rivai/Majalah dEtik Istri Hadi Poernomo bekerja di kantor pajak juga atau

Istri Hadi Poernomo bekerja di kantor pajak juga atau seorang pengusaha? Ibu Melita Poernomo (istri Hadi) bukan orang pajak. Dia ibu rumah tangga biasa. Tapi orang tua Ibu Melita orang yang cukup mam- pu, punya banyak aset. Jangan dipersepsikan, karena beliau ibu rumah tangga, Ibu Melita hanya bersandar pada penghasilan suami-

nya, tidak. Nanti akan saya kasih penjelasan lengkap. Saat ini saya masih di luar kota, di Solo, di Yogyakarta.

Kenapa tanah klien Anda di Kembangan dikelola orang lain? Saya tidak tahu. Di luar yang saya ketahui, saya tidak mau kasih komentar.

isfari hikmat

ketahui, saya tidak mau kasih komentar. ■ isfari hikmat Majalah detik 28 arpil - 4 MEi
ketahui, saya tidak mau kasih komentar. ■ isfari hikmat Majalah detik 28 arpil - 4 MEi

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

Majalah detik 28 arpil - 4 MEi 2014

kuliner

GiG

kuliner GiG itan Sambal Dower Sambalnya menggigit Sampai- Sampai bikin bibir dower. ayo, teS uji raSa
kuliner GiG itan Sambal Dower Sambalnya menggigit Sampai- Sampai bikin bibir dower. ayo, teS uji raSa

itan

Sambal

kuliner GiG itan Sambal Dower Sambalnya menggigit Sampai- Sampai bikin bibir dower. ayo, teS uji raSa

Dower

kuliner GiG itan Sambal Dower Sambalnya menggigit Sampai- Sampai bikin bibir dower. ayo, teS uji raSa
kuliner GiG itan Sambal Dower Sambalnya menggigit Sampai- Sampai bikin bibir dower. ayo, teS uji raSa
Sambalnya menggigit Sampai- Sampai bikin bibir dower. ayo, teS uji raSa pedaSmu di reStoran ini.
Sambalnya
menggigit Sampai-
Sampai bikin bibir
dower. ayo, teS uji
raSa pedaSmu di
reStoran ini.

dok.bebek dower

MajalahMajalah detikdetik 2828 aprilapril -- 44 meimei 20142014

kuliner

kuliner

kuliner kuliner uka pedas?SepertinyaAndawajib mengetes rasa pedas di resto ini. Ada menu andalan bebek goreng kering
kuliner kuliner uka pedas?SepertinyaAndawajib mengetes rasa pedas di resto ini. Ada menu andalan bebek goreng kering

uka pedas?SepertinyaAndawajib mengetes rasa pedas di resto ini. Ada menu andalan bebek goreng kering yang gurih-renyah berlumur cabai merah menggiurkan.

Tergoda? Restoran dengan menu-menu utama bebek ini memang menawarkan sensasi pedas yang tak

biasa. Jadi, buat Anda yang nyirik rasa huh-hah, jangan pernah sekali pun mencobanya. Dijamin hot! Saya, yang tidak suka-suka banget dengan rasa pedas, agak waswas. Tapi, karena penasaran, saya pun memberanikan diri memesannya. Selain bebek goreng dan bakar, restoran ini punya menu yang cukup komplet.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kuliner

kuliner

kuliner kuliner Ada beberapa menu olahan bebek, di antaranya soto bebek dan sup bebek. Sambalnya pun

Ada beberapa menu olahan bebek, di antaranya soto bebek dan sup bebek. Sambalnya pun beragam, mulai sambal matah, sambal lada hitam, dan sambal dower, andalannya. Pilihan saya jatuh pada menu Bebek Sambal Dower, harganya Rp 25.454. Menu ini terdiri atas sepotong bebek goreng berlumur sambal dower, nasi putih pulen, dan lalapan segar. Untuk siap-siap kepedasan, saya juga memesan

lalapan segar. Untuk siap-siap kepedasan, saya juga memesan duabotolairmineral.Pengunjungwajibmembayar lebih dulu

duabotolairmineral.Pengunjungwajibmembayar lebih dulu makanan yang dipesannya, mirip di restoran cepat saji. Hanya, di sini makanan dan minumannya diantar ke meja. Tak lama, pesanan bebek saya terhidang di meja. Saya mendapat potongan paha bebek yang cukup besar, terlihat menggiurkan dengan siraman sambal berwarna merah cerah agak berminyak. Minyak cabai oranye yang kekuningan terlihat menetes di sela-sela daging bebek. Saya sudah membayangkan betapa pedasnya sambal dower

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kuliner

kuliner Sambal merahnya memang benar-benar membuat bibir saya dower. itu. Hmm, rasanya tak sabar segera mencobanya.

Sambal merahnya memang benar-benar membuat bibir saya dower.

Sambal merahnya memang benar-benar membuat bibir saya dower. itu. Hmm, rasanya tak sabar segera mencobanya. Pertama,

itu. Hmm, rasanya tak sabar segera mencobanya. Pertama, saya mencicipi sambalnya. Tanpa daging bebek dan nasi, hanya sambal. Awalnya rasa pedas tidak ada. Namun, lima detik setelah sambal masuk mulut, rasa pedas mulai menggigit. Gigitan sambal semakin tak tertahan, yang membuat saya menyambar satu botol air mineral dan menenggak isinya hingga habis separuhnya. Hmm, keputusan mencicip sambalnya saja

ternyata keputusan terburuk saya hari itu, ha-ha-ha…. Saya sekarang paham kenapa pemiliknya menamai restoran ini Bebek Dower. Sambal merahnya memang benar-benar membuat bibir saya dower kemerahan, huh-hah…. Restoran ini sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta. Siang itu saya memilih makan di salah satu cabangnya di Blok M Plaza, Jakarta Selatan. Setelah gigitan sambal dower mereda, saya memberanikan diri mencobanya lagi. Kali ini saya mencicip daging bebek, yang dari luar terlihat garing dan renyah. Kulitnya terasa krenyes dan gurih, sementara

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kuliner

kuliner

kuliner kuliner dagingnya lembut. Namun saya agak kecewa karenadagingbebeknyamasihterasaagaklangu meski bumbu bawang,

dagingnya lembut. Namun saya agak kecewa karenadagingbebeknyamasihterasaagaklangu meski bumbu bawang, jahe, dan lengkuasnya cukup terasa. Rasa langu bebek lumayan tereduksi saat disuap bersama nasi putih hangat dan sambal dower. Kolaborasi ini juga mampu membuat sengatan sambal terasa lebih jinak dan nikmat. Saya paling suka sambalnya, bahkan ketika hanya dimakan bersama nasi putih. Saya menghabiskan nasi putih dan sambalnya, tapi

nasi putih. Saya menghabiskan nasi putih dan sambalnya, tapi menyisakan sebagian besar daging bebeknya. Setelah

menyisakan sebagian besar daging bebeknya. Setelah menuntaskan makanan itu, saya kembali melirik menu. Saya tertarik memesan Tahu Isi Dower, yang katanya menjadi camilan paling favorit di restoran ini. Kata mbak-mbak pelayan di sana, tahu isi ini berisi aneka sayuran, suwiran daging ayam, dan potongan cabai rawit. Saya langsung membayangkan bakal kepedasan lagi. Eh, tapi saya masih punya sebotol air mineral. Tenang! Harga tahu isi ini Rp 13.636 sebelum pajak. Terdiri atas tiga potong tahu isi berukuran sedang. Dari foto di buku menu, tampilannya cukup menggoda. Sayang, tampilan aslinya di

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

kuliner

kuliner

kuliner kuliner meja saya agak mengecewakan. Tak cantik. Tapi, sudahlah. Saya langsung mencicipinya. Rasa kecewa saya

meja saya agak mengecewakan. Tak cantik. Tapi, sudahlah. Saya langsung mencicipinya. Rasa kecewa saya langsung berlipat-lipat karena ternyata bagian dalam tahu itu belum matang. Masih ada bagian yang berair dan terasa benar belum matang. Sayang sekali, padahal rasa tahu ini lumayan enak dan gurih. Bagian luar tahu berwarna kuning keemasan. Terlihat garing dan renyah. Saya menduga sang koki di dapur menggunakan minyak terlalu banyak. Untuk menutup santap siang kali itu, saya memesan minuman Selasih Parahyangan.

siang kali itu, saya memesan minuman Selasih Parahyangan. Minuman dengan sirop hijau, perasan lemon, dan serutan

Minuman dengan sirop hijau, perasan lemon, dan serutan mentimun, selasih, lime, dan jeruk ini dihargai Rp 16.364. Minuman ini terlalu asam buat saya. Saya sampai harus meminta tambahan sirop agar rasanyalebihbisasayaterima.Setelahditambahi beberapa sendok sirop, rasa minuman itu menjadi lebih enak dan segar. Ah, lumayan! n

KEN YUNITA

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

wisata

wisata

wisata

wisata

Secuil Surga

di Pulau SePa

wisata wisata wisata wisata Secuil Surga di Pulau SePa Kepulauan Seribu menjadi jujuKan warga jaKarta untuK

Kepulauan Seribu menjadi jujuKan warga jaKarta untuK mengiSi liburan aKhir peKan. Salah Satu primadona barunya

adalah pulau Sepa. Surga para penyelam.

warga jaKarta untuK mengiSi liburan aKhir peKan. Salah Satu primadona barunya adalah pulau Sepa. Surga para
primadona barunya adalah pulau Sepa. Surga para penyelam. Majalah detik 14 - 20 april 2014 Majalah

Majalah detik 14 - 20 april 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 17 - 23 maret 2014

wisata

wisata anyak orang Jakarta menghabiskan liburan akhir pekan hanya di rumah. Atau, kalaupun pergi, paling-paling hanya
wisata anyak orang Jakarta menghabiskan liburan akhir pekan hanya di rumah. Atau, kalaupun pergi, paling-paling hanya

anyak orang Jakarta menghabiskan liburan akhir pekan hanya di rumah. Atau, kalaupun pergi, paling-paling hanya jalan-jalan atau makan di mal. Mereka beralasan, akhir pekan yang cuma dua hari nanggung un- tuk liburan. Hanya capek di jalan dan akhirnya hari Senin, yang mestinya semangat, malah tepar tak berdaya. Sebenarnya, ada tempat wisata yang indah dan lokasinya tak jauh dari Jakarta. Hanya kira-

kira 90 menit dengan perahu cepat dari Der- maga Marina, Ancol, Jakarta. Jaraknya kira-kira 65 kilometer. Kapal cepat berangkat setiap pukul 08.00 WIB, sehari hanya ada satu kali pemberangkat- an. Sedangkan jadwal kembali dari Pulau Sepa ke Jakarta pada pukul 14.00 WIB. Rasanya tak akan capek-capek amat meski cuma punya dua hari libur. Anda masih punya waktu beristirahat untuk bersiap beraktivitas keesokan harinya. Tempat itu bernama Pulau Sepa, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Laut Kepu- lauan Seribu yang punya pesisir pantai terbaik

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

wisatawisata

wisata wisata dan belum tergerus abrasi laut. Pantainya berpasir putih landai dan jernih. Meski sudah dikelola

dan belum tergerus abrasi laut. Pantainya berpasir putih landai dan jernih. Meski sudah dikelola secara komersial untuk wisata, suasana pulau ini masih segar dan alami. Pantainya aman digunakan untuk berenang, baik dewasa maupun anak-anak. Beberapa orang senang memancing di dermaga yang khusus disiapkan untuk para mancing mania. Air lautnya berwarna biru kehijauan, jernih dan bersih. Saking bersihnya, kita bisa melihat langsung clownfish yang mengintip di balik anemone. Terumbu karang di perairannya juga cukup indah. Ditambah biota lautnya yang beraneka

ragam. Tak mengherankan bila pulau ini dijuluki “The Paradise for Diver in Jakarta”. Di akhir pekan, banyak sekali penyelam da- tang dan menginap di pulau ini. Selain meng- eksplorasi pulau, diving memang merupakan kegiatan utama di Pulau Sepa. Kalau tak ingin menyelam, ada banyak kegiat- an yang bisa dilakukan. Pengelola menyediakan aneka peralatan atraksi wisata bahari, seperti waterski, banana boat, kano, flying fox, dan kneeboard. Tentu saja tak ketinggalan perlengkapan selam, snorkeling, scuba diving, dan jet ski. Dan salah satu yang sedang digilai adalah marine

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

wisata

wisata

wisata wisata walk , yaitu aktivitas berjalan-jalan di dasar laut tanpa alat selam. Para marine walker
wisata wisata walk , yaitu aktivitas berjalan-jalan di dasar laut tanpa alat selam. Para marine walker

walk, yaitu aktivitas berjalan-jalan di dasar laut tanpa alat selam. Para marine walker akan menggunakan pe- nutup kepala semacam helm. Cobalah bersa- ma pasangan, pasti romantis. Atau Anda ingin melamar kekasih Anda di bawah laut? Wah! Selain surga untuk para penyelam, Pulau Sepa boleh dibilang tempat yang menyenang- kan untuk pencinta fotografi. Salah satu yang jadi favorit adalah berburu matahari terbit dan terbenam di dermaga. Kalau ingin berburu obyek menarik lainnya, cobalah berkeliling pulau yang tak terlalu besar ini. Jalan kaki saja supaya tak susah saat ingin berhenti dan memotret obyek menarik. Pastikan Anda membawa housing camera

bila ingin memotret di bawah air. Terumbu dan ikan-ikan di perairan pulau ini sangat cantik dan sayang dilewatkan. Pastikan memakai sepatu atau sandal yang nyaman saat berjalan-jalan, terutama di pesisir pantainya. Alas kaki berfungsi untuk menghin- dari bulu babi.

Place to Stay Cottage di Pulau Sepa agak mahal, namun sepadan karena memiliki fasilitas lengkap serta bersih dan rapi. Ada 38 unit berupa rumah panggung bertangga kayu, berdinding anyam- an bambu, dan beratap sirap. Ada beberapa tipe kamar yang bisa dipilih, yakni gurita, flipper, kakap, dan penyu. Tipe penyu bertarif Rp 1.688.000, sementara gurita Rp 1.348.000.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

wisatawisata

TiP 01
TiP
01

PerlengkaPan

Pengelola pulau memang me- nyediakan aneka perlengkapan untuk aktivitas bahari. Tapi, jika memungkinkan, bawalah perala- tan, seperti kacamata selam atau alat snorkeling sendiri. Biar lebih irit.

Bawa Uang CUkUP

Di pulau ini jelas tidak ada ATM. Pastikan Anda membawa uang cukup untuk ongkos pergi-pulang dan makan selama di pulau. Simpan di tempat yang aman, jangan sampai hilang.

di pulau. Simpan di tempat yang aman, jangan sampai hilang. 03 SUnBloCk Panas matahari di pulau
03
03
pulau. Simpan di tempat yang aman, jangan sampai hilang. 03 SUnBloCk Panas matahari di pulau dan

SUnBloCk

Panas matahari di pulau dan pan- tai tentu berbeda dengan di pusat kota. Pastikan memakai krim tabir surya saat beraktivitas di luar dan di dalam air. Ini bukan soal takut hitam, melainkan untuk melindungi kulit dari UVA dan UVB.

04
04

Meski kamar di cottage cukup banyak, tapi bukan berarti Anda tak bisa kehabis- an kamar. Pastikan menelepon atau me- lakukan reservasi terlebih dulu sebelum menyeberang ke Pulau Sepa. n

indoneSia.travel | Ken yunita

menyeberang ke Pulau Sepa. n indoneSia.travel | Ken yunita Majalah detik 28 april - 4 mei
menyeberang ke Pulau Sepa. n indoneSia.travel | Ken yunita Majalah detik 28 april - 4 mei
menyeberang ke Pulau Sepa. n indoneSia.travel | Ken yunita Majalah detik 28 april - 4 mei

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

thinkstock

gaya hidup

thinkstock gaya hidup Jangan Jangan Histeria Histeria AnAk-AnAk korbAn kekerAsAn seksuAl tAk AnAk-AnAk korbAn
thinkstock gaya hidup Jangan Jangan Histeria Histeria AnAk-AnAk korbAn kekerAsAn seksuAl tAk AnAk-AnAk korbAn
thinkstock gaya hidup Jangan Jangan Histeria Histeria AnAk-AnAk korbAn kekerAsAn seksuAl tAk AnAk-AnAk korbAn

Jangan

Jangan

Histeria

Histeria

AnAk-AnAk korbAn kekerAsAn seksuAl tAk

AnAk-AnAk korbAn kekerAsAn seksuAl tAk

butuh orAng tuA yAng histeris. MerekA

butuh orAng tuA yAng histeris. MerekA

butuh pelukAn hAngAt penuh cintA AgAr

butuh pelukAn hAngAt penuh cintA AgAr

bisA keMbAli MerAih MAsA depAn.

bisA keMbAli MerAih MAsA depAn.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

thinkstock

gaya hidup

thinkstock gaya hidup M arah dan sedih. Begitulah pera- saan ibunda bocah 5 tahun siswa TK

M arah dan sedih. Begitulah pera-

saan ibunda bocah 5 tahun siswa

TK Jakarta International School

(JIS) yang menjadi korban kekeras-

an seksual petugas kebersihan. Perasaan itu boleh jadi terus berkecamuk di dalam hati, sampai-sampai muncul rasa ingin balas dendam. Marah boleh saja, tapi jang- an terlalu larut karena ada yang lebih penting. Anak-anak korban kekerasan seksual lebih membutuhkan perhatian daripada anak-anak lain. Trauma yang mereka rasakan tidak akan hilang ha- nya dengan orang tua yang marah-marah. Orang tua sebaiknya te- tap bersikap tenang agar anak merasa nyaman dan terlindungi. Sikap ini juga akan memicu

anak lebih terbuka bercerita tentang apa yang dialaminya. Saat mendengar pengakuan anak yang me- nyesakkan hati, cobalah tetap tegar. Memang, ibu mana yang tidak menangis sewaktu men- dengar anaknya disakiti. Tapi sebisa mungkin tahan air mata. Sebisa mungkin, peluklah si kecil dengan segenap cinta yang Anda punya. “Ini yang pa- ling dibutuhkan anak,” ujar psikolog anak dan remaja Efnie Indrianie, MPSi. Menurut Efnie, orang tua yang histeris dan me- nangis akan membuat anak terkejut dan ketakut- an. Hal ini bisa menyebabkan anak tidak mau lagi terbuka dan bercerita kepada orang tua. Ketegaran orang tua akan memberi rasa aman kepada anak. Dengarkan cerita anak se- perti ketika Anda mendengarkan ceritanya soal pengalamannya di sekolah pada umumnya. “Ini agar anak memberikan informasi yang lengkap dan detail agar orang tua dapat meng- ambil langkah-langkah untuk mencari keadilan untuk anaknya,” ujarnya. Jika hal ini tidak diatasi dengan baik, anak-anak korban kekerasan seksual dapat mengalami

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

thinkstock

gaya hidup

gaya hidup

thinkstock gaya hidup gaya hidup anak korban kekerasan seksual lebih banyak mengalami masalah krisis percaya diri.
anak korban kekerasan seksual lebih banyak mengalami masalah krisis percaya diri.
anak korban
kekerasan seksual
lebih banyak
mengalami masalah
krisis percaya diri.

gangguan paranoid dan trauma berkepanjangan, yang dapat merugikan masa depannya. “Itu bisa terjadi saat si anak dewasa,” ujar Efnie. Hal senada dikatakan

pakar andrologi dan seksolog Profesor Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS. Menurutnya, ada dua masalah serius yang dapat dialami anak korban kekerasan seksual. Pertama, anak akan mengalami trauma berkepanjangan jika mengalami masalah psikis berat. Kondisi ini dapat menyebabkan aseksual (tidak tertarik berhubungan seksual) saat dewasa. Berdasarkan pengalamannya sebagai sek- solog, anak korban kekerasan seksual lebih banyak mengalami masalah krisis percaya diri. Akibatnya, mereka tumbuh menjadi penyen- diri dan pemurung. Kedua, jika si anak korban kekerasan seksual

kenikmatan,

kemungkinan untuk mengulangi pengala- man yang sama cukup besar.

“Ini yang menye- babkan anak korban kekerasan seksual menjadi pelaku keke- rasan seksual saat dewa- sa,” ujar Dr Wimpie.

merasakan

Underwear rUle

Kekerasan seksual terhadap anak tak ha- nya marak di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Karena itulah Dewan Eropa mengkampa- nyekan Underwear Rule, yang wajib dita- namkan pada anak-anak sejak usia dini ketika mereka telah mengerti komunikasi. Hal ini penting untuk menghindari terjadi- nya pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berikut ini 4 aspek Underwear Rule seperti dikutip dari situs Dewan Eropa.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

coe.int

gaya hidup

gaya hidup

coe.int gaya hidup gaya hidup Tap untuk melihat video coe.int 01 Tubuhmu adalah milikmu Sejak dini,

Tap untuk

melihat

video

coe.int gaya hidup gaya hidup Tap untuk melihat video coe.int 01 Tubuhmu adalah milikmu Sejak dini,
coe.int
coe.int
01
01

Tubuhmu adalah milikmu

Sejak dini, anak perlu diajari bahwa tubuhnya ada-

lah miliknya sendiri sehingga orang lain, baik orang dewasa maupun anak lainnya, tidak diperbolehkan menyentuh- nya tanpa izin.

Sejakdini,orangtuaperlumembangunkomunikasiterbukadeng-

an anak terkait seksualitas dan bagian-bagian tubuhnya yang bersi- fat“pribadi”.UpayakanAndamenggunakannamayangsebenarnya. Karena anak merupakan pemilik tubuhnya sendiri, dia berhak menolak ciuman ataupun sentuhan dari orang lain, bahkan dari orang-orang terdekat yang mereka sayangi. Anak-anak juga perlu diajari mengatakan “tidak” dengan segera dantegasapabilaadakontakfisikyangtidakpantas,segeramenjauh, danmemberitahukanhalitukepadaorangdewasayangdipercaya.

02
02

senTuhan yang baik dan yang buruk

Anak-anak tidak selalu menge- nali sentuhan pantas atau tidak pantas pada dirinya. Katakan ke- pada anak, jika ada orang yang menyentuh atau melihat bagian pribadinya atau jika anak Anda diminta melihat atau menyen- tuh bagian tubuh paling pribadi orang lain, hal itu tidak baik. Underwear Rule membantu anak-anak mengenali dan meng- ingat bagian tubuhnya yang paling pribadi. Ya, underwear atau pakaian dalam dikenakan untuk menutupi area pribadi seseorang. Nah, daerah yang ditutupi pakaian dalam itulah yang harus paling dijaga. Jika anak kemudian menemukan kebingungan, min- talah dia untuk bertanya kepada orang dewasa yang dipercaya.

Majalah detik 28 april - 4 mei 2014

gaya hidup

gaya hidup

rahasia baik dan 03 rahasia buruk Bermain rahasia-raha- siaan biasanya menjadi taktik utama pelaku seksual.
rahasia
baik
dan
03
rahasia buruk
Bermain rahasia-raha-
siaan biasanya menjadi taktik utama
pelaku seksual. Itulah mengapa, pen-
ting untuk mengajarkan perbedaan
antara rahasia baik dan buruk untuk
menciptakan kepercayaan.
Setiap rahasia yang membuat me-
reka cemas, tidak nyaman, takut, atau
sedih termasuk rahasia yang tidak baik
dan tidak seharusnya disimpan.
Jika mereka memiliki rahasia sema-
cam itu, harus diberitahukan kepada
orang dewasa yang dapat dipercaya,
misalnya orang tua, guru, polisi, atau
dokter.
coe.int
04
04

Tanggung Jawab orang dewasa

Ketika seorang anak mendapat pelecehan seksual, mereka pasti merasa malu, bersalah, dan ketakutan. Biasakan berdiskusi hal-hal se- putar seksualitas sehingga tidak membuat isu ini menjadi tabu. Pastikan kepada anak-anak Anda, jika mereka merasa khawatir, cemas, atau sedih karena sesuatu yang dianggap salah, mereka perlu berbicara dengan orang dewasa yang dipercaya. Buatlah anak selalu merasa me- reka bisa berbicara dengan orang tuanya. Jika anak merasa tidak siap berbicara tentang kasusnya, jang- an dipaksa karena akan semakin

membuat mereka ketakutan. n

nurVitA indArini | ken yunitA

MajalahMajalahMajalahdetikdetikdetik 28282 - 8aprilaprilDesember-- 44 meimei 201320142014

interviewinterview
interviewinterview

Linda GumeLar:

Paedofil

Harus

diHukum

Berat

Linda GumeLar: Paedofil Harus diHukum Berat Majalah detik 21 - 27 April 2014 Majalah detik 28

Majalah detik 21 - 27 April 2014

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

interview
interview

“SenSitivitaS aparat penegak hukum maSih perlu ditingkatkan.”

aparat penegak hukum maSih perlu ditingkatkan.” ekerasan seksual yang di- alami murid Taman Kanak-Kanak

ekerasan seksual yang di-

alami murid Taman Kanak-Kanak Jakar-

ta International School (JIS) sebetulnya

bukan satu-satunya kasus yang terjadi

di negeri ini. Hanya, hingga sekarang,

hukuman terhadap para pelaku dinilai belum optimal. Kalangan aparat penegak hukum, baik polisi, jaksa, maupun ha- kim, sepertinya belum memiliki tingkat kepekaan yang sama dalam memandang kasus semacam itu. Keberadaan bera- gam undang-undang pun seolah menjadi mandul karena tak diterapkan secara optimal. “Ada undang-undang yang memerintah- kan pemberian hukuman seberat-beratnya. Hukuman 15 tahun penjara itu belum pernah

seberat-beratnya. Hukuman 15 tahun penjara itu belum pernah dijatuhkan,” kata Menteri Pemberdayaan Pe- rempuan dan
seberat-beratnya. Hukuman 15 tahun penjara itu belum pernah dijatuhkan,” kata Menteri Pemberdayaan Pe- rempuan dan

dijatuhkan,” kata Menteri Pemberdayaan Pe- rempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar kepada majalah detik di kantor- nya, kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 24 April. Selain mendorong masyarakat mengingat- kan aparat menegakkan hukum secara optimal kepada para pelaku kekerasan seksual, Linda sepakat pendidikan seks perlu diperkenalkan sejak dini. Seperti apa teknisnya, simak petikan wawancara berikut ini.

Seperti apa teknisnya, simak petikan wawancara berikut ini. Pemerintah dituding mengabaikan per- lindungan anak karena
Seperti apa teknisnya, simak petikan wawancara berikut ini. Pemerintah dituding mengabaikan per- lindungan anak karena
Seperti apa teknisnya, simak petikan wawancara berikut ini. Pemerintah dituding mengabaikan per- lindungan anak karena
Seperti apa teknisnya, simak petikan wawancara berikut ini. Pemerintah dituding mengabaikan per- lindungan anak karena

Pemerintah dituding mengabaikan per- lindungan anak karena kasus kekerasan terus meningkat. Tanggapan Anda? Saya kira tudingan atau pendapat seperti itu tidak fair. (Mereka) tidak diabaikan karena ber-

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

interviewinterviewinterview
interviewinterviewinterview
interviewinterviewinterview bagai peraturan perundangan tentang anak su- dah disusun. Misalnya dalam Undang-Undang Dasar
interviewinterviewinterview bagai peraturan perundangan tentang anak su- dah disusun. Misalnya dalam Undang-Undang Dasar
interviewinterviewinterview bagai peraturan perundangan tentang anak su- dah disusun. Misalnya dalam Undang-Undang Dasar

bagai peraturan perundangan tentang anak su- dah disusun. Misalnya dalam Undang-Undang Dasar 1945 sudah jelas, kemudian Undang- Undang tentang Perlindungan Anak (Nomor 23 Tahun 2002) juga sudah sangat jelas. Begitu

Anak (Nomor 23 Tahun 2002) juga sudah sangat jelas. Begitu juga dalam Undang-Undang Antipornografi. Bahkan (dilakukan)

juga dalam Undang-Undang Antipornografi. Bahkan (dilakukan) perubahan nomenklatur dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, yang kemudian ditambahi tugas perlindungan anak. Saya kira itu merupakan bukti tanggung jawab atau komitmen pemerintah terhadap perlindungan anak. Tapi pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. (Keterlibatan) masyarakat, lingkungan, dan keluarga merupakan dasar utama dalam upaya perlindungan anak.

merupakan dasar utama dalam upaya perlindungan anak. Itu kan di tataran normatif kebijakan, bagaimana konkretnya?
merupakan dasar utama dalam upaya perlindungan anak. Itu kan di tataran normatif kebijakan, bagaimana konkretnya?
merupakan dasar utama dalam upaya perlindungan anak. Itu kan di tataran normatif kebijakan, bagaimana konkretnya?
merupakan dasar utama dalam upaya perlindungan anak. Itu kan di tataran normatif kebijakan, bagaimana konkretnya?

Itu kan di tataran normatif kebijakan, bagaimana konkretnya? Kami telah mengembangkan kabupaten/ kota layak anak. Lebih dari 150 kabupaten dan kota telah berinisiatif mengembangkan wilayah menuju layak anak. Memang belum sempur- na, ada hal-hal yang terus diupayakan. Ini take a time, butuh waktu. Kemudian ada sekolah ramah anak. Kami juga memfasilitasi terben- tuknya forum anak sebagai wadah partisipasi anak. Melalui forum itu, anak diajari bagaimana membela diri dari ancaman kekerasan. Forum ini telah terbentuk di 200 kabupaten dan kota

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Budaya patriarki memposisikan anak sebagai pihak yang paling rentan menjadi korban. Majalah detik 28 April

Budaya patriarki memposisikan anak sebagai pihak yang paling rentan menjadi korban.

anak sebagai pihak yang paling rentan menjadi korban. Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax.
Mendampingi Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dalam
peringatan Hari Anak Nasional
2012 di Teater Imax.
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
dalam peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus
AntArA
AntArA
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater Imax. AntArA di 31 provinsi. Tapi kekerasan terus terjadi
di 31 provinsi.

di 31 provinsi.

di 31 provinsi.

Tapi kekerasan terus terjadi Kita harus melihat ke belakang, ke sejarah bangsa ini. Kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual, tidak hanya terjadi dalam satu-dua tahun terakhir, tapi sudah beberapa puluh tahun. Bahkan sejak kecil anak-anak kita

sudah diperkenalkan dengan bentuk kekeras- an, misalnya membentak, menjewer, atau mencubit. Kekerasan tidak mengenal status sosial, ekonomi, ataupun golongan. Mengapa itu bisa terjadi? Karena budaya kita budaya pa- triarki, yang memposisikan anak sebagai pihak yang paling rentan menjadi korban. Menjadi- kan anak sebagai obyek dan milik pribadi yang bisa diperlakukan semaunya.

obyek dan milik pribadi yang bisa diperlakukan semaunya. Sejauh mana efektivitas beragam un- dang-undang yang ada?
obyek dan milik pribadi yang bisa diperlakukan semaunya. Sejauh mana efektivitas beragam un- dang-undang yang ada?
obyek dan milik pribadi yang bisa diperlakukan semaunya. Sejauh mana efektivitas beragam un- dang-undang yang ada?
obyek dan milik pribadi yang bisa diperlakukan semaunya. Sejauh mana efektivitas beragam un- dang-undang yang ada?

Sejauh mana efektivitas beragam un- dang-undang yang ada? Penegakan atau implementasi merupakan kunci. Segala undang-undang dan aturan itu, kalau di awang-awang, ya tidak ada gunanya. Itulah yang membuat kami prihatin. Memang, harus dilakukan upaya sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum. Cara berpikir bahwa anak bukan sebagai subyek yang berkaitan langsung dengan masa depan dan (hanya) merupakan obyek dari keluarga harus dihilangkan. Termasuk (sosialisasi) kepada para penegak hukum bahwa ada undang-undang yang memerintahkan pemberian hukuman seberat-beratnya. Hukuman 15 tahun penjara

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

interview interviewinterview
interview
interviewinterview
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu
interview interviewinterview (sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu

(sanksi bagi pelaku kekerasan) belum pernah dijatuhkan. Itu pun saya nilai masih terlalu ringan.

Karena dasar hukum yang digunakan tidak tepat? Iya. Mestinya dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Perlindungan Anak. Selama ini sebagian masih menggunakan

Perlindungan Anak. Selama ini sebagian masih menggunakan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pida- na), yang hukumannya
Perlindungan Anak. Selama ini sebagian masih menggunakan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pida- na), yang hukumannya

KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pida- na), yang hukumannya hanya lima tahun. Saya pikir perlu ada dorongan dari masyarakat (ke- pada penegak hukum) agar diberikan (sanksi) yang menimbulkan efek jera. Harus dijatuhkan hukuman yang seberat-beratnya. Tapi kita ti- dak boleh mengintervensi, karena kita negara

Kekerasan seksual terhadap anak memberi dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur.

dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa
dampak yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur. hukum. Namun, paling tidak, ini bisa

hukum. Namun, paling tidak, ini bisa menjadi pemikiran para aparat penegak hukum.

tidak, ini bisa menjadi pemikiran para aparat penegak hukum. Jadi kepekaan aparat penegak hukum masih rendah?
tidak, ini bisa menjadi pemikiran para aparat penegak hukum. Jadi kepekaan aparat penegak hukum masih rendah?
tidak, ini bisa menjadi pemikiran para aparat penegak hukum. Jadi kepekaan aparat penegak hukum masih rendah?
tidak, ini bisa menjadi pemikiran para aparat penegak hukum. Jadi kepekaan aparat penegak hukum masih rendah?

Jadi kepekaan aparat penegak hukum masih rendah? Saya melihat kepekaannya yang perlu kita bangun. Namun itu merupakan pekerjaan kita bersama. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada para penegak hukum tentang hak-hak anak. Selain itu, kami bekerja sama dengan Mahkamah Agung, juga dengan kepolisian.

bekerja sama dengan Mahkamah Agung, juga dengan kepolisian. Mengenai sanksi maksimal 15 tahun, Anda menilai masih
bekerja sama dengan Mahkamah Agung, juga dengan kepolisian. Mengenai sanksi maksimal 15 tahun, Anda menilai masih
bekerja sama dengan Mahkamah Agung, juga dengan kepolisian. Mengenai sanksi maksimal 15 tahun, Anda menilai masih
bekerja sama dengan Mahkamah Agung, juga dengan kepolisian. Mengenai sanksi maksimal 15 tahun, Anda menilai masih

Mengenai sanksi maksimal 15 tahun, Anda menilai masih perlu ditambah? Benar. Hukuman selama itu belum memberi efek jera dan belum pernah dijatuhkan. Jadi, saya sih berpikir, undang-undang ini memang perlu direvisi. Undang-undang ini diterbitkan pada 2002. Dan dari hasil pembicaraan dengan mitra kerja kami, yaitu Komisi VIII DPR RI, ada persamaan pemikiran bahwa undang-undang ini perlu direvisi. Kami secara internal juga telah melakukan kajian, kira-kira apa saja yang perlu direvisi. Tapi revisi itu akan dilakukan oleh

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

kabinet yang akan datang. Suasana pengamanan di pintu masuk Jakarta International School. grAndyos zegnA /
kabinet yang akan datang.
Suasana pengamanan
di pintu masuk Jakarta
International School.
grAndyos zegnA / detik foto

Apakah sanksinya hingga hukuman mati? Ha-ha-ha… saya kira di Indonesia tidak bisa seperti itu. Tapi, yang pasti, hukuman seberat- beratnya, yang lebih lama dari 15 tahun. Ini untuk kekerasan terhadap anak. Sebab, keke- rasan seksual terhadap anak memberi dampak

yang sangat luar biasa. Masa depan anak bisa hancur karena psikologi anak akan terganggu dan proses pemulihannya membutuhkan wak-

tu yang sangat lama. Bahkan (mental) keluarga

mereka juga down.

sangat lama. Bahkan (mental) keluarga mereka juga down . Bagaimana Kementerian mengantisi- pasi kian maraknya konten
sangat lama. Bahkan (mental) keluarga mereka juga down . Bagaimana Kementerian mengantisi- pasi kian maraknya konten
sangat lama. Bahkan (mental) keluarga mereka juga down . Bagaimana Kementerian mengantisi- pasi kian maraknya konten
sangat lama. Bahkan (mental) keluarga mereka juga down . Bagaimana Kementerian mengantisi- pasi kian maraknya konten

Bagaimana Kementerian mengantisi- pasi kian maraknya konten porno di dunia maya? Itulah yang sekarang terjadi di berbagai belahan dunia, dan Indonesia juga terkena dampaknya. Apalagi Indonesia merupakan salah satu pengguna media sosial yang cukup banyak di dunia, sehingga menjadi pasar yang besar untuk itu. Karena itulah susah sekali

untuk menutupnya. Ditutup di sini muncul lagi

di sana, dan seterusnya. Akhir tahun lalu kami

menerbitkan peraturan menteri tentang pem- bangunan keluarga. Sebab, keluarga merupa- kan dasarnya. Jadi siapa melakukan apa. Dan kami bekerja sama dengan Kemendagri untuk menyebarkan aturan tersebut berupa surat edaran. Karena ini eranya otonomi daerah.

aturan tersebut berupa surat edaran. Karena ini eranya otonomi daerah. Apa targetnya? Majalah detik 28 April
aturan tersebut berupa surat edaran. Karena ini eranya otonomi daerah. Apa targetnya? Majalah detik 28 April
aturan tersebut berupa surat edaran. Karena ini eranya otonomi daerah. Apa targetnya? Majalah detik 28 April
aturan tersebut berupa surat edaran. Karena ini eranya otonomi daerah. Apa targetnya? Majalah detik 28 April

Apa targetnya?

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

interview interview
interview
interview
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
interview interview Agung pAmbudhy / detikfoto Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi
Agung pAmbudhy / detikfoto
Agung pAmbudhy / detikfoto

Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Jadi jangan dianggap sebagai sesuatu yang tabu.

tubuh itu. Jadi jangan dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Denganaturanitu,diharapkanadakomitmen dari keluarga. Jadi

Denganaturanitu,diharapkanadakomitmen dari keluarga. Jadi orang tua harus mengetahui, apa tujuan mereka menikah, mengapa mereka ingin memiliki anak, mau jadi apa anak-anak mereka. Bahkan hal-hal yang bersifat privat juga harus dijelaskan kepada anak dengan bahasa anak-anak. Jangan ditutup-tutupi informasi tentang ber- kembang-tumbuhnya bagian anatomi mereka. Sebab, kalau itu terjadi dan kemudian mereka mendapatkan informasi dari teman-temannya atau orang lain, (akibatnya) bisa berbahaya. Sekarang anak-anak umur 5-6 tahun, asalkan bisa baca-tulis, sudah bisa mengakses media sosial.

asalkan bisa baca-tulis, sudah bisa mengakses media sosial. Artinya, pendidikan tentang seks perlu diajarkan sejak dini,
asalkan bisa baca-tulis, sudah bisa mengakses media sosial. Artinya, pendidikan tentang seks perlu diajarkan sejak dini,
asalkan bisa baca-tulis, sudah bisa mengakses media sosial. Artinya, pendidikan tentang seks perlu diajarkan sejak dini,
asalkan bisa baca-tulis, sudah bisa mengakses media sosial. Artinya, pendidikan tentang seks perlu diajarkan sejak dini,

Artinya, pendidikan tentang seks perlu diajarkan sejak dini, ya? Saya kira istilah tepatnya pendidikan tentang perkembangan organ reproduksi saja, lebih pas, agar tidak menimbulkan kontroversi, ha- ha-ha…. Kami sudah melakukan sosialisasi se- cara berulang-ulang agar pendidikan ini dibe- rikan sejak awal. Bahasanya harus disesuaikan

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan
Bersama para penyanyi cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013.
Bersama para penyanyi cilik
dalam acara Kangen Lagu
Anak, November 2013.
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
cilik dalam acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta
foto: dok kpppA
foto: dok kpppA
acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta alam anak-anak.
acara Kangen Lagu Anak, November 2013. foto: dok kpppA dengan bahasa dan pengetahuan serta alam anak-anak.

dengan bahasa dan pengetahuan serta alam anak-anak. Misalnya laki-laki punya (organ re- produksi) apa, perempuan punya apa. Kemu- dian kenapa ibunya hamil, karena dia mempu- nyai adik. Nah, dengan bahasa sederhana dan tidak vulgar, itu bisa disampaikan. Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan apa saja organ tubuh itu. Kan itu semua bahasa ilmu pe-

ngetahuan, dengan bahasa aslinya, so what gitu lo. Jadi jangan dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Kita jelaskan, ini jangan dibuka ke mana- mana, dalam artian cara berpakaian. Kemudian dalam cara bergaul, jangan ada yang menyentuh bagian-bagian itu dan sebagainya.

jangan ada yang menyentuh bagian-bagian itu dan sebagainya. Terkait kasus di JIS, bila sekolah terbukti Majalah
jangan ada yang menyentuh bagian-bagian itu dan sebagainya. Terkait kasus di JIS, bila sekolah terbukti Majalah
jangan ada yang menyentuh bagian-bagian itu dan sebagainya. Terkait kasus di JIS, bila sekolah terbukti Majalah
jangan ada yang menyentuh bagian-bagian itu dan sebagainya. Terkait kasus di JIS, bila sekolah terbukti Majalah

Terkait kasus di JIS, bila sekolah terbukti

Majalah detik 28 April - 4 mei 2014

interview
interview
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya
interview lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya

lalai, apakah cukup hanya dicabut izinnya? Kami berharap proses hukum terus dilaku- kan. Kami hanya melakukan hal yang berkaitan dengan perlindungan anak. Hal-hal lain yang

berkaitan dengan penegakan hukum ditangani kementerian atau lembaga lain. Kami akan berkoordinasi. n

ariF ariantO | ken Yunita

Nama: Linda Amalia Sari Gumelar

temPat/taNggal laHir:

Bandung, 15 November 1951

ayaH: Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Achmad Tahir

iBu: Rooslila Simanjuntak

suami: Jenderal TNI (Purnawirawan) Agum Gumelar

aNak:

Haris Khaseli Gumelar

Armi Dianti Gumelar

PeNdidikaN:

Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka

Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (tidak tamat)

SMA 6 Jakarta

SMP 13 Jakarta

SD Kwitang V Jakarta

karier:

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu II,

2009-sekarang

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, 1999-

2000

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,

1992-1997

orgaNisasi:

Ketua Yayasan Kesejahteraan Anak dan Remaja Kongres Wanita Indonesia (Kowani),

1990-2000

Ketua Umum Kowani, 2004-

2009

(Kowani), 1990-2000 • Ketua Umum Kowani, 2004- 2009 Biodata • Treasurer ASEAN Council of Women Organization,

Biodata

Treasurer ASEAN Council of Women Organization, 2006-

2008

Vice Chairman ASEAN Council of Women Organization, 2008-2009

Ketua Dharma Wanita Lembaga Ketahanan Nasional, 1998-1999

Wakil Ketua Dharma Wanita Departemen Pertahanan dan Keamanan, 1998-1999

Ketua Bidang Pendidikan

Dharma Wanita Pusat, 1998-

1999

Ketua Umum Persatuan Istri Purnawirawan,

2002-sekarang

Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan