Anda di halaman 1dari 7

Amaranthus spinosus

Amaranthus hybridus
Celosia argentea
Gomphrena globosa
Amaranthus sp
AMARANTHACEAE
ICP BIOLOGY 12
Tanaman bayam duri (Amaranthus spinosus)
merupakan tanaman perdu 30 cm, terrestrial, annual.
Mempunyai sistem perakaran tunggang (radix
primaria). Percabangan batang monopodial, kecil
berbentuk bulat, lunak dan berair, permukaan kasar,
berwarna hijau, berduri di bagian pangkal batang. Daun
berupa daun tunggal terdiri dari tangkai daun (petiolus)
dan helaian daun (lamina), pertulangan daun menyirip
(penninervis), bangun daun bulat telur, ujung dan
pangkal daun runcing (acutus), tepi daun rata (integer),
duduk daun tersebar, berwarna hijau. Bunga tersusun
dalam bulir, terletak di bagian apeks dan aksilar, bagian
mahkota dan kelopak tidak dapat dibedakan, berwarna
hijau muda, memiliki rumus bunga *P
5+5
(
+5
, A
5
), G
1.
Memiliki biji bulat, kecil, berwarna hitam.












Gambar 1. Amaranthus spinosus.(a) Habitus (b) Sistem perakaran
tunggang (c) Percabangan batang monopodial dan
berduri (d) bangun daun bulat telur (e) Bunga (Photo
by Yusnira & Putu Devi Cahyani, 2014. Tanjung
Bunga).









(a)
(e)
(d)
(c)
(b)
Tanaman bayam kakap (Amaranthus hybridus)
merupakan tanaman perdu 30 cm, terrestrial, annual.
Mempuyai sistem perakaran tunggang (radix primaria).
Percabangan batang monopodial, cabang tumbuh dari daerah
aksilar, batang berair, bulat, permukaan batang licin dan sedikit
beralur, batang muda berbulu, berwarna hijau tetapi pada
pangkal batang berwarna kemerahan. Daun berupa daun
tunggal terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian daun
(lamina), pertulangan daun menyirip (penninervis), berbentuk
bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing (acutus), tepi daun
bergerigi, duduk daun tersebar, berwarna hijau dengan bagian
tengah daun tampak keunguan. Bunga terletak di bagian apeks
dan aksilar, bunga tersusun dalam bulir, berwarna hijau muda.
Biji berwarna hitam atau kecokelatan, kecil, dan keras. Bunga
tersusun dalam bulir, terletak di bagian apeks dan aksilar,
bagian mahkota dan kelopak tidak dapat dibedakan, berwarna
hijau muda, memiliki rumus bunga *P
5+5
(
+5
, A
5
), G
1.
Memiliki
biji bulat, kecil, berwarna hitam.










Gambar 2. Amaranthus hybridus.(a) Habitus (b) Sistem perakaran
tunggang (c) Percabangan batang monopodial (d)
bangun daun bulat telur (e) Bunga (Photo by Yusnira &
Putu Devi Cahyani, 2014. Gowa).
















(a)
(e)
(d)
(c)
(b)









Gambar 3. Celosia argentea. (a) Habitus (b) Sistem perakaran
tunggang (c) Percabangan batang monopodial (d) bangun
daun bulat telur (e) Bunga (Photo by Yusnira & Putu
Devi Cahyani, 2014. Gowa).














Tanaman jengger ayam merupakan tanaman
perdu dengan tinggi 1 meter, terrestrial, planta annua.
Mempunyai sistem perakaran tunggang (radix primaria).
Batang berair, percabangan batang monopodial, cabang
tumbuh dari daerah aksilar, batang berusuk, berwarna
hijau. Daun berupa daun tunggal terdiri dari tangkai daun
(petiolus) dan helaian daun (lamina), pertulangan daun
menyirip (penninervis), bangun daun bulat telur, apeks
dan pangkal daun meruncing (acuminatus), tepi daun
bergelombang, duduk daun tersebar, berwarna hijau
dengan bagian tengah berwarna ungu. Bunga tersusun
dalam bulir, terletak di bagian apeks, mahkota dan
kelopak tidak dapat dibedakan, berwarna ungu muda,
memiliki rumus bunga *P
5+5
(
+5
, A
5
), G
1.
Memiliki biji
bulat, kecil, berwarna hitam.

(a)
(d)
(e)
(c)
(b)









Gambar 4. Amaranthus sp.(a) Habitus (b) Sistem perakaran tunggang
(c) Percabangan batang monopodial (d) bangun daun
panjang (e) Bunga (f) Buah dan biji (Photo by Yusnira &
Putu Devi Cahyani, 2014. Gowa).

Amaranthus sp merupakan tanaman perdu
1 meter, terrestrial, anual. Mempuyai sistem
perakaran tunggang (radix primaria). Batang
berair, percabangan batang monopodial, cabang
tumbuh dari daerah aksilar, batang bulat,
permukaan laevis, berwarna ungu muda dan ungu
tua sehingga tampak bercorak. Daun berupa daun
tunggal terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan
helaian daun (lamina), pertulangan daun menyirip
(penninervis), bangun daun panjang, ujung dan
pangkal daun runcing (acutus), tepi daun rata
(integer), duduk daun tersebar, berwarna ungu.
Bunga tersusun dalam bulir, terletak di bagian apeks dan
aksilar, mahkota dan kelopak tidak dapat dibedakan, memilki
rumus bunga *P
5+5
(
+5
, A
5
), G
1,
berwarna ungu.. Buah
berwarna ungu tua, memiliki operkulum yang akan terlepas
ketika biji keluar, putik masih melekat. Biji terletak dalam
buah, setiap buah menghasilkan biji sekitar 8-10 biji,
berwarna hitam, bulat, kecil, dan keras.

(e)
(d)
(c)
(b)
(a)
(f)
Tanaman kembang kancing (Gomphrena
globosa) merupakan tanaman perdu dengan tinggi
40 cm, terrestrial, annual. Mempunyai sistem
perakaran tunggang (radix primaria). Percabangan
batang simpodial, cabang tumbuh dari daerah
aksilar, percabangan ada yang menyerupai pola
dikotom, batang keras, kaku, bulat, permukaan
berambut, berwarna hijau kemerahan. Daun berupa
daun tunggal terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan
helaian daun (lamina), pertulangan daun menyirip
(penninervis), berbentuk bulat telur, ujung dan
pangkal daun runcing (acutus), tepi daun rata
(integer), duduk daun berhadapan bersilang,
berwarna hijau namun pada daun tua tampak corak
kemerahan pada bagian tepinya, permukaan daun
kasar dan berambut. Bunga terletak di bagian apeks
dan aksilar, tipe perbungaan bongkol, mahkota dan
kelopak tidak dapat dibedakan, memilki rumus
bunga *P
5+5
(
+5
, A
5
), G
1,
berwarna ungu. Biji
berwarna hitam atau kecokelatan, kecil, dan keras.










Gambar 5. Gomphrena globosa.(a) Habitus (b) Sistem perakaran
tunggang (c) Percabangan batang simpodial (d)
bangun daun bulat telur (e) Bunga (Photo by Yusnira
& Putu Devi Cahyani, 2014. Bontoduri).

























(e)
(c)
(b)
(a)
(d)
Kesimpulan
Species dari Amaranthaceae merupakan tanaman perdu, terrestrial,
annual. Daun tunggal, pertulangan menyirip. Memiliki bunga majemuk dengan
rumus bunga *P5+5(+5, A5), G1.. Biji hitam, kecil, bulat dan keras.