Anda di halaman 1dari 23

Isometri Bidang

Disusun Oleh :
NURYANA
10.221.110
VII.C
!NDIDI"AN #A$!#A$I"A

%A"U&$A' !NDIDI"AN #A$!#A$I"A DAN IA

IN$I$U$ "!(URUAN DAN I&#U !NDIDI"AN
I"I #A$!ARA#
201)*201+
"A$A !N(AN$AR
Saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-
Nya saya dapat menyelsaikan makalah ini dengan judul materi ,I'O#!$RI-.
Dengan terselsaikannya makalah ini, saya menyampaikan rasa terimakasih kepada
semua pihak yang telah banyak membantu dalam memberikan saran, dan imfrmasi.
Saya menyadari sepenuhnya bah!a makalah ini masih jauh dari harapan, baik dari
materi maupun tehnik penyusunannya. "ntuk itu, kami meminta kritik dan saran demi
kesempurnaan penyusunan yang akan datang. Dan semga makalah ini dapat bermanfaat
bagi siapa yang membacanya.
#$,%anuari #&'(
)enyusun
BAB I
!NDA.U&UAN
'.' *atar +elakang
Transfrmasi telah dikenal sejak lama, dimulai dari ,aman babilnia,
yunani, para ahli aljabar muslim abad ke-- sampai ke-'$ dan dilanjutkan
matematika!an erpa abad ke-'. sampai dua decade pertama abad ke-'-.
/eberaturan dan pengulangan pla member drngan untuk mempelajari bagaiman
dan apa yang tak berubah leh suatu transfrmasi. Transfrmasi gemetri adalah
suatu fungsi yang mengaitkan antar setiap titik di bidang dengan suatu aturan
tertentu. )engaitan ini dapat dipandang secara aljabar atau gemetri. Sebagai
ilustrasi, jika titik 01,y2 dicerminkan terhadap sumbu 1, maka diperleh titik 01,-y2.
secara aljabar transfrmasi ini ditulis T01,y2 301,-y2 atau dalam bentuk matriks
Masalah ini dapat diperluas untuk menentukan peta dari suatu knfigurasi
gemetri berbentuk daerah tertentu leh suatu transfrmasi. Transfrmasi gemetri
meliputi translasi (pergeseran), rotasi(perputaran), refleksi(pencerminan) dan
dilatasi(pembesaran). Namun, pada makalah ini penulis mengkhususkan pada
translasi 0pergeseran2. Dimana Suatu titik atau sistem mengalami pergeseran namun
tidak merubah bentuk, karena setiap titik penyusun sistem mengalami pergeseran
yang sama.
1.2 Rumusan #asalah
'.#.' +agaimana definisi dari ismetri4
'.#.# +agaimana peta ismetri dalam suatu bidang 4
'.#.5 +agaimana cnth masalah ismetri dan penyelesaiannya4
1.) $u/uan
'.5.' Mengetahui definisi dari suatu ismetri
'.5.# Mengetahui peta ismetri dalam suatu bidang
'.5.5 Mengetahui cnth masalah ismetri dan penyelesaian
1.+ #an0aat enelitian
)enulis mengharapkan makalah ini dapat memberi manfaat dalam mendalami
masalah ismetri baik definisi, penerapan maupun cnth masalah selain itu
makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas gemetri transfrmasi
BAB II
&andasan $eori
2.1 engertian Isometri
6smetri adalah suatu transfrmasi atas 7efleksi 0pencerminan2, Translasi
0pergeseran2, dan 7tasi 0perputaran2 pada sebuah garis yang mempertahankan jarak
Q
Q
P P
M
N
0panjang suatu ruas garis2. Transfrmasi " merupakan 6smetri bila dan hanya bila
pasangan titik ) dan 8 dipenuhi )989 3 )8 dengan )9 3 " 0)2 dan 89 3 " 082.
Contoh
Misalkan diketahui garis g pada bidang : dan transfrmas6 T di tetapkan
sebagai berikut;
i. %ika p g maka T 0p2 3 p
ii. %ika p g maka T 0p2 3 p ,sehingga g sumbu dari pp
<pakah trasrmasi T ini merupakan suatu ismetri4
Penyelesaian:
<mbil dua titik sebarang ) dan 8 anggta : misalkan T 0p2 3 p9 dan T 082 3
89, sehingga di perleh ;
'. g sumbu dari pp , misalkan g pp 3 , maka )N 3 Np
#. g sumbu dari 1 misalkan g 3
,maka 8M 3 M8
)erhatikan gambar berikut;
'. )erhatikan )NM dengan )9 NM. /arena )N 3 N)9, PNM ) NM 0siku-siku2,
maka = )NM = ) NM akibatnya ;
a. )M 3 ) M
b. PNM ) NM
#. )erhatikan = )8M dengan = ) 8 M.
/arena )M 3 ) M, )M8 ) 8 M dan 8M 3 8 M, maka = )8M = ) 8 M ,
akibatnya )8 3 ) 8
/arena ) dan 8 di ambil sembarang titik pada : dapat di simpulkan bah!a
untuk setiap pasangan titik ) dan 8 pada : ,di perleh ) 8 3 )8 sehingga
transfrmasi T yang ditetapkan di atas adalah suatu ismetri .
Contoh soal :
<sumsi bah!a sebuah sistem krdinat membangun sebuah budang 0datar2.
Da>n pemetaan T didefinisikan untuk suatu titik ) 01,y2 leh ;
T 0)2 3 )? 3 01,-y2
<pakah T suatu ismetric 4
Penyelesaian:
A
A
B
B
g
h
<kan dibuktikan bah!a T suatu transfrmasi menunjukkan T suatu ismetri,
ambil sepasang titik <? 0a
'
,-a
#
2 dan +? 0b
'
,-b
#
2, kemudian akan dibuktikan bah!a
<? +? 3 <+.
Y
< 0a',a#2

+ 0b',b#2
1


+? 0b',-b#2


<? 0a',-a#2
Dengan rumus jarak, diperleh ;
<? +? 2
2
2
2
2 <+
%adi , T adalah ismetri.
$eorema 1 :
Setiap ismetric bersifat ;
1. Isometri adalah 3olineasi
Suatu Transfrmasi dikatakan klineasi bila hasil Transfrmasi sebuah
garis lurus akan tetap berupa garis lagi atau jika g sebuah garis dan T suatu
ismetri. /ita akan membuktikan bah!a T0g2 3 h adalah suatu garis juga.
+ukti ;
<ndaikan g sebuah garis dan T suatu ismetri. <kan dibuktikan bah!a
T0 g 2 3 h adalah suatu garis juga.
( ) ( )
#
# '
#
' '
2 0 b a b a +
( ) ( )
#
# #
#
' '
a b b a +
( ) ( )
#
# #
#
' '
b a b a +
( ) ( )
#
# #
#
' '
b a b a +

A
<mbil sembarang ! g dan " g . Maka ! 3 T 0 < 2 h , " # T
0 + 2 h @ melalui !$ dan "$ ada suatu garis, misalnya h$. <kan di buktikan
h9 # h .
"ntuk ini akan dibuktikan h4 h dan h h4
a5. +ukti h4 h
<mbil A9 B h9. leh karena bidang kita adalah +idang Euclides, maka kita
andaikan 0<9 A9 +92, artinya ; <9 A9C A9+9 3 <9 +9. leh karena T suatu
ismetri. %adi suatu transfrmasi maka ada A sedemikian sehingga T 0A2 3
A9 dan Dleh karena T suatu ismetric maka <A 3 <9A9 @ begitu pula A+ 3
A9+9. %adi pula <A C +A 3 <+ 6ni berarti bah!a <, A, + segaris pada g.
6ni berarti lagi bah!a A9 3 T0A2 B h. Sehingga h4 h sebab +ukti serupa
berlaku untuk psisi A9 dengan 0A9 <9 +92 atau 0<9 +9 A92
b2. +ukti h h4
<da lagi Y9 B h
Maka ada Y B g sehingga T0Y23Y9 dengan Y misalnya 0< Y +2, artinya Y
B g dan <Y C Y+ 3 <+. Dleh karena T sebuah 6smetri maka <9Y9 3 <Y,
Y9+93 <+. Sehingga <9Y9CY9+9 3 <9+9.6ni berarti bah!a <9, Y9, +9
segaris, yaitu garis yang melalui <9 dan +9.
Dleh karena h9 satu-satunya garis yang melalui <9 dan +9. Maka Y9 B h9,
%adi haruslah +ukti h h4
+ukti serupa berlaku untuk keadan 0Y < +2 atau 0< + Y2 sehingga h h4.
jadi kalau g sebuah garis maka h 3 T 0g2 adalah sebuah garis.
2. Isometri #enga6et3an 7esarn8a sudut antara dua garis
<mbil sebuah sudut <+E
)erhatikan =<+E dan =<9+9E9
/arena " ismetric berarti <9+93 <+
<9E93 <E
+9E93 +E
/arena sisi, sisi, sisi
berarti
<kibatnya
E? +? <? <+E
? ? ? " ! C m C!" m =
? ? ? C " ! m !"C m =
%adi ismetri mempertahankan besar sudut.
). Isometri #enga6et3an 3ese/a/aran dua garis
/ita harus memperlihatkan bah!a a9 FF b9 . <ndaikan a9 memtng
b9 disebuah titik )9 jadi )9 B a9 dan )9 B b9. leh karena T sebuah transfrmasi
maka ada ) sehingga T0)2 3 )9 dengan ) B a dan ) B b. 6ni berarti bah!a a
memtng b di ) @ jadi bertentangan dengan yang diketahui bah!a a FF b
Maka )engandaian bah!a a9 memtng b9 S<*<G. %adi haruslah a9 FF b9.
Contoh soal:
Diketahui garis g 3 , dan garis h 3 . <pabila Mg adalah refleksi pada
garis g. Tentukanlah persamaan garis h? 3 Mg 0h2.

Penyelesaian :
Dleh karena Mg sebuah refleksi pada g jadi suatu ismetri, maka
menurut sifat ismetri h? adalah sebuah garis. Haris h? akan melalui titik
ptng antara h dan g.
)ersamaan y 3 #1 I 5
Misalkan, y 3 &
y 3 #1 I 5
& 3 #1 I 5
-#1 3 -5
1 3 0 , & 2
Misalkan, 1 3 &
y 3 #1 I 5
y 3 # 0&2 I 5
y 3 -5 0&, -5 2
kemudian di refleksikan menjadi 0&, -52 dan 0 5, &2
rumus persamaan garis ;
5 3
5y C 3 kedua ruas di kali #
Jy C - 3 51
-51 C Jy C - 3 & kedua ruas di kali -5
1 I #y -5 3 &
? ? ? " C ! m !C" m =
3
m
39
m9
dengan demikian persamaan h? adalah ; h? 3 seperti pada gambar berikut ;
$eorema 2 :
<pabila garis g dan h saling tegak lurus dan T suatu ismetri maka T0g2 dan
T0h2 juga saling tegak lurus .
+ukti;
<mbil garis k, l, m sehingga antara sudut k dan m adalah -& ke
<. Menurut terema ..' bagian #2 karena T kesebangunan, maka T
menga!etkan ukuran sudut. /arena T0k2 3 k9 dan T0m2 3 m9 dan sudut antara k
dan m adalah -& maka sudut antara k9 dan m9 adalah -& atau k9 m9. %adi
menga!etkan ketegaklurusan dua buah garis.
$eorema )
/mpsisi dua buah ismetri adalah sebuah ismetri .
< 7
)
)
7
7
<
)
+ukti ;
<mbil dua ismetri , %
&
dan %

terjadi kmpsisi dari , %


&
dan %

yaitu;
a. %
&
%

b. %


%
&
/arena %
&
%

3 %


%
&
adalah ismetric maka akan di buktikan %
&

%

adalah ismetric. <mbil dua titik sebarang <, + :, misalkan %



(!) 3
!
&
, %

(") 3 "
&
dan %
&
(!
&
) 3 !, %
&
("
&
) 3 " . Maka
%
&
%

0<2 3 %
&
K %
(!)
L 3 %
&
(!
&
) 3 !
%

%
&
0+23 %

K %
(")
L 3 %
&
("
&
) 3 "
/arena %

ismetri, maka !$"$3 <+, dan karena %


&
ismetri maka "$!$3
!
&
"
&
, karena !$"$ 3 !
&
"
&
,dan !
&
"
&
3 <+, maka ! " 3 <+. %adi %
&
%

suau
ismetric.
Enth sal;
'. Misalkan M bidang Eucilid,< sebuah titik tertentu pada M.Transprmasi T
yang di tetapkan sebagai berikut;
a. T0<2 3 <
b. <pabila p M dan p N <, T0)2 3 8 dengan 8 merupakan titik
tengah ruas garis apakah transfrmasi T ini suatu ismetri 4
#. Di berikan suatu titik < dan transfrmasi T yang di tetapkan sebagai berikut ,
p M
a. <pabila p 3 < maka T 0p2 3 p
b. <pabila p N < maka T0p2 3 8 dengan < titik tengah )8 . <pakah
transfrmasi T ini merupakan ismetri 4
en8elesaian :
'.
<mbil ), 7 :, misalkan 8 3 T 0)2 dan 7 3 T O, maka <8 3
8) dan <7 3 7 7. <kibatnya 7 ) 3 7). %ada T bukan suatu ismetri.
#. )erhatikan gambar di ba!ah ini ),8 M
8
7
Misalkan T 0)2 3 8 dan T 072 3 7 ,sehingga 8< 3 <) dan ),<,8 klinear
, dan 7< 3 < 7 7,<, 7 klinear . = 7<) dan = 8< 7 , karena 8< 3 <),
)<7 8< 7 dan 7< 3 < 7 maka = 7<) = 8< 7 , akibatnya )7 3 7 8.
%adi T suatu ismetri.
$eorema +
Transfrmasi yang inMersnya adalah transfrmasi itu sendiri dinamakan
inMlusi. Suatu ismetri inMlusi langsung adalah setengah putaran ; suatu
ismetri inMlusi la!an adalah refleksi.
+ukti ;
Terdapat dua transfrmasi T dan 6 serta kmpsisi T*. +erdasarkan
pengetahuan yag lalu maka dapat dinyatakan
0T*2
-'
3 *
-'
T
-'
Maka 0T*2 3 0*
-'
T
-'
2 3 K0T*2*
-'
L T
-'
3 KT0*6
-'
2L T
-'
3 KT6L T
-'
3 TT
-'
3 6
Dengan cara yang sama diperleh 0*
-'
T
-'
2 0T*2 3 6
$eorema : :
%ika ) sebuah titik, m sebuah garis dan T ismetric maka TS
p
T
-'
3 S
T0)2
dan
TM
m
T
-'
3 M
T0m2.
+ukti ;
<kan dibuktikan TS
p
T
-'
3 S
T0)2
<mbil T ismetric langsung 0atau la!an2
TS
p
T
-'
ismetri langsung PPPP.. 0'2
0 TS
p
T
-'
2 . 0 TS
p
T
-'
2 3 TSp0 T
-'
.T 2 S
p
T
-'
3 T S
p
Q S
p
T
-'
3 T 0 S
p .
Sp 2 T
-'
3 T QT
-'
3 T.T
-'
3 'PPPPPP. 0#2
Dari 0'2 dan 0#2 didapat TS
p
T
-'
adalah ismetric inMlusi langsung, berarti
TS
p
T
-'
adalah setengah putaran atau TS
p
T
-'
3 S
1
untuk 1 :.
<mbil y 3 1 TS
p
T
-'
012 3 S
1
012
T
-'
. 3 T
-'
012
0 T
-'
. T 2 3 T
-'
012
3 T
-'
012
T
-'
3 )
T 3 T0)
'
2
0TT
-'
2 012 3 T0)2
1 3 T0)2
%adi, terbukti bah!a TS
p
T
-'
3 S
T0)2
T 0m2
<kan dibuktikan TM
m
T
-'
3 M
T0m2
<mbil T ismetric langsung 0atau la!an2
Maka TM
m
T
-'
adalah ismetric la!an PPPPP0'2
0TM
m
T
-'
2. 0TM
m
T
-'
2 3 TMm 0T
-'
T2 M
m
T
-'
3 TM
m
QM
m
T
-'
3 TM
m
. M
m
T
-'
3 T 0M
m
Mm2T
-'
3 T QT
-'
3 ' PPPPPPPPPP.0#2
Dari 0'2 dan 0#2 didapat TM
m
T
-'
adalah ismetric inMlusi la!an, berarti
TM
m
T
-'
adalah ismetric inMlusi la!an. +rarti TM
m
T
-'
adalah refleksi. <tau
TM
m
T
-'
3 M
k
untuk k sembarang garis :.
) : T M
m
T
-'
0)2 3 M
k
)
%ika ) k TM
m
T
-'
0p2 3 p
T
-'
R TM
m
T
-'
0p2S 3 T
-'
0p2
R0T
-'
T2 0M
m
T
-'
0p22S 3 T
-'
0p2
M
m
T
-'
0p2 3 T
-'
0p2
T
-'
0p2 m
T . T
-'
0p2 T0m2
) T0m2
) T0m2
) k
%adi, TM
m
T
-'
3 M
T0m2
2.2 ARI$Y
)arity adalah kesamaan suatu ismetri dalam bentuk kmpsit refleksi-refleksi.
Suatu ismetri yang merupakan kmpsisi sejumlah genap dari refleksi-refleksi
disebut isometri langsung, sedangkan ismetri yang merupakan kmpsisi sejumlah
ganjil dari refleksi-refleksi disebut isometri la6an.
De0inisi :
Misalkan 0 ), 8, 7 2 adalah ganda tiga titik yang tidak kliniear 0tidak segaris2.
<pabila urutan perputaran ), 8, 7 sesuai dengan perputaran jarum jam maka ), 8, 7
di sebut memiliki rientasi negatif. Sedangkan apabila urutan perputaran ), 8, 7
berla!anan dengan arah perputaran jarum jam maka ), 8, 7 memilki rientasi psitif.
De0inisi :
Suatu Transfrmasi T disebut langsung jika dan hanya jika transfrmasi itu
mempertahankan rientasi. Sedangakan Transfrmasi T disebut transfrmasi la!an
jika dan hanya jika transfrmasi itu mengubah arah rientasi.
De0inisi :
Misalkan T suatu transfrmasi. T disebut mempertahankan rientasi apabila
untuk setiap Handa tiga titik <, +, E yang tidak kliner0tak segaris2 rientasinya sama
dengan rientasi dari petanya. Sedangakan lainnya disebut mengubah rientasi.
6smetri la!an
misalnya sebuah refleksi 0pencerminan2
) 7 )? 8?
8 7?
= )87 berla!anan dengan jarum jam 0C2 sedangkan = )?8?7? searah dengan
jarum jam 0-2.
6smetri langsung
misalnya suatu rtasi 0perputaran2
) 7?
8 7 )? 8?
= )87 berla!anan dengan jarum jam 0C2 sedangkan = )?8?7? tetap
berla!anan dengan jarum jam 0C2.
Sifat yang penting dalam gemetri transfrmasi ialah ;
a. Setiap refleksi 0pencerminan2 pada garis adalah suatu ismetri la!an.
b. <kan tetapi tidak setiap ismetri adalah ismetric la!an, ini dapat dilihat pada
gambar di atas yaitu rtasi 0perputaran2 adalah ismetri langsung.
c. Setiap ismetri adalah sebuah ismetri langsung atau sedbuah ismetri la!an.
Contoh 'oal:
)erhatikan transfrmasi yang ditetapkan dalam gambar di ba!ah ini, sudah
ditentukan bah!a transfrmasi T ini merupakan suatu ismetri. <pakah T ini
merupakan ismetric langsung atau ismetric la!an4
Penyelesaian:
Misalkan ambil tiga titik kliner sebarang, <,+,dan E.
/emudian kita cari T0<2, T0+2, dan T0E2.
Misalkan ; T0<2 3 < , T0+2 3 + , dan T0E2 3 E .
/erena 0<,+,E2 berrientasi psitif,sedangkan 0< , + , E 2 berrieantasi negatiMe,
maka transfrmasi T merupakan transfrmasi la!an.<kibatnya T suatu ismetri
la!an .
2.) ersamaan isometri;
$eorema 1:
)ersamaan ismetric dari H
<+
dengan <0 a
'
, a
#
2 dan +0 b
'
, b
#
2 adalah ;
1 3 1 C 0 b
'
- a
'
2
y 3 y C 0 b
#
- a
#
2
$eorema 2:
)ersamaan umum untuk ismetric pada bidang Eartesius adalah ;
1 3 a1 C by C c
y 3 b1 ay C d
dengan; a
#
C b
#
3 '
)ersamaan umum ismetric
1 3 a1 C by C c
y 3 b1 ay C d
dapat dinyatakan dengan bentuk matriks ;
3 C
)ersamaan matriks ismetric ;
3 <
"ntuk ismetric langsung, det 0<2 3 a
#
C b
#
3 '
"ntuk ismetric la!an, det 0<2 3 a
#
- b
#
3 -'
2.+ Isometri &angsung dan Isometri &a6an
De0inisi :
Misalkan 0),8,72 adalah ganda tiga titik yang tidak klinier 0taksegaris2.
<pabila urutan perputaran ),8,7 sesuai dengan perputaran jarum jam, maka
),8,7 disebut memiliki rientasi negatif. Sedangkan apabila urutan perputaran
),8,7 berla!anan dengan perputaran jarum jam maka, ),8,7 disebut memiliki
rientasi psitif.
De0inisi :
Suatu transfrmasi T disebut langsung jika dan hanya jika transfrmasi itu
mempertahankan rientasi.sedangkan transfrmasi T disebut transfrmasi la!an
jika dan hanya jika transfrmasi itu mengubah rientasi.
De0inisi :
Misalkan T suatu transfrmasi.T disebut mempertahankan rientasiapabila
untuk setiap ganda tiga titik ),8,7 yang tidak klinear 0taksegaris2 rientasinya
sama dengan rientasi dari petanya.sedangkan lainnya disebut mengubah
rientasi.
2.4 Proyeksi isometri
Proyeksi isometri (k) dapat digolongkan sebagai gambar piktorial, dimana ketiga
bidang obyek 3D digambar dan tampak jelas. Dimensi obyek gambar pun dapat
diukur langsung pada gambar proyeksi ini.
Perhatikan kubus ABCDE!" yang diletakkan pada bidang hori#ontal dan
bertumpu pada salah satu sudut, ", dengan diagonal D tegak lurus titik pandang
(view point, $P), seperti tampak pada gambar potongan melintang yang disajikan
pada !ambar %. Perhatikan gambar tersebut dengan seksama.
&emua bidang bujur'sangkar sisi kubus tampak sebagai bidang miring
dengan sudut kemiringan yang sama terhadap $P sehingga bidang'bidang
tersebut tampak sebagai bidang jajaran'genjang yang sama dan sebangun.
(etiga rusuk DA, DC, dan D" bertemu di titik sudut D) ketiganya merupakan
sisi bidang'bidang kubus yang tampak (terlihat). &udut siku'siku ketiga rusuk
tersebut tampak sebagai sudut miring terhadap $P dan ketiga rusuk mengalami
perpendekan dengan skala yang sama. (etiga rusuk saling membentuk sudut
%*+,) rusuk D" -ertikal, sedang kedua rusuk yang lain membentuk sudut 3+,
terhadap bidang hori#ontal.
7usuk-rusuk kubus yang lain digambarkan sejajar terhadap salah satu dari ketiga
rusuk D<, DE, atau DG dan juga diperpendek dengan skala yang sama.
Diagnal bidang atas, <E, sejajar dengan :) sehingga digambarkan dengan
dimensi yang sama dengan dimensi sesungguhnya.
)ryeksi kubus <+EDETHG dapat pula dilakukan dengan cara perletakan yang
berbeda dengan cara di atas. )erhatikan Hambar #. Di sini, titik sudut T sebagai titik
tumpu dan diagnal G+ tegak lurus titik pandang 0(ie) point, :)2 )erhatikan gambar
tersebut dengan seksama. Dengan cara ini, bidang kubus yang tampak adalah sisi kiri,
<DGE, sisi kanan, EHGD, dan sisi ba!ah, ETHG.
)enggambaran pryeksi ismetri dilakukan dengan pengukuran panjang
sesungguhnya.
a5. ro8e3si Isometri 'egiem<at
gambar pryeksi ismetri sebuah segiempat bujur-sangkar <+ED berukuran
$& satuan panjang U $& satuan panjang ditampilkan pada Hambar (. Dari
sembarang titik D, buatlah garis sepanjang $& 0satuan panjang2 ke < dan $& ke E,
masing-masing sejajar dengan sumbu ismetri, yaitu menyudut 5&V terhadap
hri,ntal. *engkapi dengan garis <+ sejajar dengan DE dan garis E+ sejajar D<
untuk membentuk segiempat <+ED.
Garus diingat bah!a panjang diagnal <E tetap sama dengan panjang
sesungguhnya, <E 3 ac. "ntuk memenuhi syarat ini, maka ukuran atau skala
gambar pryeksi ismetrik adalah &..'J$ kali skala gambar pryeksi rthgnal.
<pabila memakai prgram aplikasi <utE<D, hal ini dilakukan pada saat
mengatur Wayut Hambar pryeksi rthgnal dan pryeksi ismetri dimasukkan
kedalam Mie!prt yang berbeda. Skala Mie!prt gambar pryeksi ismetrik adalah
&..'J$ kali skala Mie!prt gambar pryeksi rthgnal.
75. ro8e3si Isometri 'egilima
Enth gambar pryeksi ismetri sebuah segilima <+EDE dengan panjang
sisi 5& satuan panjang ditunjukkan pada Hambar (. Segilima tersebut berada pada
bidang Mertikal dan salah satu sisinya (am7ar $e3ni3 J )ryeksi 6smetri
hri,ntal. Mengingat tidak adanya sudut siku-siku, maka penggambaran segilima
dilakukan dengan bantuan segiempat '#5( yang keempat sisinya menyinggung
titik sudut segilima. Titik-titik bantu ', #, 5, dan ( berada pada garis ismetri.
+era!al dari titik ', titik < dapat dicari dengan mengukur jarak 'a@ dari titik <
ditarik garis <+ dengan jarak 5& satuan panjang mengikuti sumbu ismetri@
selanjutnya dicari titik # dengan mengukur jarak b#. *angkah serupa dilakukan
untuk melengkapi segilima <+EDE.
;5. ro8e3si Isometri iramid
Enth gambar pryeksi piramid dengan dasar segilima )<+EDE, panjang
sisi dasar 5& satuan panjang dan tinggi J& satuan panjang, ditampilkan pada
Hambar $. Enth ini menunjukkan cara penggambaran pryeksi ismetri byek
yang mimiliki sejumlah garis nn-ismetri. )enggambaran pryeksi ismetri
garis-garis semacam ini dilakukan dengan dua cara, yaitu; bo* method dan offset
method.
15. "o* method. Eara ini sangat efektif apabila garis-garis nn-ismetrik atau
ujung-ujungnya berada pada bidang ismetri. Dalam cara ini, byek gambar
dianggap dibatasi 0dilingkupi2 leh sebuah segiempat. )enggambaran
dia!ali dengan penggambaran pryeksi ismetri segiempat tersebut@ setelah
itu, tempat kedudukan ujung-ujung garis ismetri dapat ditemukan dengan
mengukur jaraknya terhadap garis keliling segiempat tersebut. )ryeksi
ismetri segilima dasar piramid, dan juga pada cnth sebelumnya,
dilakukan dengan bo* method ini.
25. +ffset method. Eara ini dipilih apabila garis-garis nn-ismetri maupun
ujung-ujungnya tidak berada pada bidang ismetri. )enggambaran
dilakukan dengan menarik garis tegak lurus dari setiap ujung garis nn
ismetri yang titik ptng garis tegak lurus tersebut dengan bidang
referensi, selanjutnya, dapat digambarkan dari krdinatnya atau ffsetnya
terhadap tepi bidang referensi. )ryeksi ismetri sisi-sisi piramid dilakukan
dengan mencari lkasi puncak piramid memakai offset method ini.
*angkah pertama penggambaran piramid adalah penggambaran bidang
dasarnya. *ingkupi segilima dengan segiempat seperti pada cnth sebelumnya.
)ada gambar tampak atas, tariklah ffset titik pusat segilima > ke garis '-#, >.
Hambarlah pryeksi ismetri segiempat, cari tempat kedudukan titik-titik sudut
segilima dasar piramid. Tandailah tempat kedudukan 8 pada gambar
ismetri, sedemikian hingga jarak 8X-# sama dengan jarak >X-# pada gambar
tampak atas. Tarik garis 8 yang sama panjang dengan >?> dan yang sejajar dengan
#-5. Dari 8, tarik garis Mertikal 8) yang sama panjang dengan >p, J& satuan
panjang. Gubungkan ) dengan setiap titik sudut untuk melengkapi sisi-sisi piramid.
)ada Hambar $ ditunjukkan pula pryeksi ismetri piramid tersebut dengan dasar
piramid berada pada bidang Mertikal.
%angan dilupakan untuk mengatur skala gambar pryeksi ismetri menjadi
&..'J$ kali skala gambar pryeksi rthgnal untuk mendapatkan prprsi gambar
yang benar.
d5. ro8e3si Isometri &ing3aran
Enth gambar pryeksi ismetri sebuah lingkaran berdiameter $& satuan
panjang ditunjukkan pada Hambar J. Sebuah lingkaran dapat digambarkan dalam
pryeksi ismetri dengan bantuan sebuah segiempat bujur-sangkar yang
mengitarinya. Dengan offset method, dari sejumlah titik pada lingkaran dicari titik-
titik bantu pada bujur-sangkar yang mengelilinginya.
Dengan pryeksi ismetri, sebuah lingkaran tampak sebagai sebuah ellips.
)enggambaran ellips, apabila dilakukan dengan prgram aplikasi kmputer
semisal <utE<D, bukan merupakan tugas yang sulit. Namun apabila dilakukan
secara manual, penggambaran ellips tidak mudah dilakukan sehingga memerlukan
suatu pendekatan. Eara pendekatan ini akan diuraikan terlebih dulu di ba!ah ini,
disusul dengan penggambaran ellips langsung.
15. Cara ,. +entuk ellips didekati dengan empat busur lingkaran. )ertama,
dibuat sebuah bujur-sangkar abcd yang melingkupi lingkaran pada gambar
tampak atas. Selanjutnya, pryeksi ismetri bujur-sangkar ini dengan mudah
dapat dibuat. Dari titik sudut <, ditarik garis lurus ke titik 5 0titik
tengah+E2@ garis ini memtng diagnal +D di titik +X. %arak +X5 akan
sama dengan jarak + '. Dengan cara yang sama, dapat ditarik garis <$
yang memtng +D di titik D, sehingga ditemukan D $ yang jaraknya
sama dengan jarak D Y. Dengan titik pusat <, dibuat busur lingkaran 5($
dengan radius <5 3 <( 3 <$. Selanjutnya, dengan titik pusat +X, dibuat
busur lingkaran '#5 dengan radius +X' 3 +X# 3 +X5. /edua
busur lingkaran tersebut membentuk separuh ellips. )aruh ellips yang
lain dapat dibuat dengan mudah mengikuti langkah-langkah yang
sama.
25. Cara ,,. )rgram aplikasi kmputer, semisal <utE<D, memiliki fasilitas
perintah pembuatan ellips ataupun busur ellips yang dapat dipakai untuk
menggambar ellips dengan mudah, cepat, dan akurat. *angkah pertam
adalah menemukan tempat kedudukan titik J dan . yang dapat dilakukan
dengan offset method. Dari titik <, dicari titik . dan . imana jarak <. 3
jarak a.X dan <.X 3 a.X. Dari titik . dan ., ditarik garis sejajar sumbu
ismetri@ kedua garis berptngan di titik .. Titik J dapat ditemukan dengan
cara yang sama. )ryeksi ismetri lingkaran yang dicari adalah ellips
dengan pusat di ), radius panjang )J, dan radius pendek ).. Ellips ini
mele!ati titik-titik ', #, 5, (, $, dan Y, seperti halnya lingkaran pada gambar
tampak atas.