Anda di halaman 1dari 3

Abstrak

bakteri baru yang resisten terhadap antibiotik adalah masalah sosial yang memerlukan
pengembangan terhadap pengobatan alternatif yang baru.
Penelitian ini menggunkan batang Aristolochia Cymbifera dan kombinasi dari ekstrak ini untuk
mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak Etanol ( EHI ), Dichloromethanic ( EDI ) dan Hexanic (
EHE )
Ekstrak EDI , EHE dan EHI diperoleh dengan maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda .
Metode yang digunakan untuk menentukan MIC adalah Uji MikroDilusi
Bakteri yang digunakan yaitu Staphylococcus aureus , Bacillus cereus , Klebsiella pneumoniae
dan Shigella flexneri .
Evaluasi menggunakan sel mamalia MA104 dan 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-
diphenyltetrazolium bromide (MTT) assay kolorimetri
Proporsi antibiotik / ekstrak dipengaruhi aktivitas antibakteri campuran, dan proporsi yang
mengoptimalkan aktivitas antibakteri streptomisin yang mengandung 75% ekstrak .
Background.

Pengobatan alternative biasanya
dilakukan dengan terapi Diteh, infuse
yang mudah dan biayanya murah .
genus Aristolochia untuk mengobati
penyakit kulit , keracunan , luka ,
cacingan, diare , dan juga sebagai
emmenagogues .
, ekstrak daun methanol A. cymbifera
menghambat pertumbuhan bakteri
mulut Prevotella intermedia ,
Porphyromonas gingivalis ,
Fusobacterium nucleatum ,
Lactobacillus casei dan Streptococcus
mutans karena adanya biofilm buatan
toksisitas tinggi terhadap bentuk
ekstraseluler parasit
toksisitas rendah terhadap mamalia
yang terinfeksi selnya.
Result & Discussion
Result
Extract absorption outlines

spectrum absorpsi dari ekstrak A.
cymbifera memiliki perbedaan
Dalam ekstrak EHE dan EDI ,
penyerapan yang paling intens diamati
masing masing pada 300 2 dan 303
3 nm.
Absorbansi EHE pada panjang
gelombang ini lebih rendah
dibandingkan dengan EDI.

Penentuan Konsentrasi Hambat
Minimum(MIC)

MIC kurang dari atau sama dengan 100
mg L-1 memiliki potensi untuk prospek
terapi baru
B. Cereus merupakan bakteri yang
paling sensitive

Evaluasi sitotoksisitas pada sel mamalia

Proporsi ekstrak hexanic adalah yang
paling beracun dengan CC50=40,75mgL-
1.
Figure 1 UV/Vis absorption spectra (200 to 900 nm) of
EDI, EHE and EHI. EHE showed the smallest absorption
band at 316 6 nm. EDI and EHI had similar profiles
and showed an absorption band at 400 nm that was not
observed in the EHE spectrum.

Discussion
Nilai MIC ekstrak terhadap B. cereus
rendah menunjukkan bahwa tiga
ekstrak harus dipelajari lebih lanjut
untuk menemukan senyawa aktif untuk
merancang obat baru .

Ekstrak EHE dan EDI mengandung
senyawa dengan pita penyerapan yang
sama di daerah UV , tetapi dengan
intensitas yang berbeda .
Dalam spektrum Ehi dan EDI, pita
absorpsi pada 400 nm diamati bahwa
tidak ditemukan di EHE spektrum
menunjukkan bahwa penggunaan
pelarut dengan polaritas yang berbeda
memungkinkan ekstraksi konstituen
yang berbeda dalam berbagai.
Efek toksik in vitrodari ekstrak
Aristolochia cymbifera pada sel MA104
bersifat toksisitas yang tinggi pada sel
ginjal manusia, yang
dikaitkan/dihubungkan dengana
samaristolochic
Konsentrasi ekstrak yang lebih rendah
meningkatkan aktivitas antibakteri dari
Campuran 75 % campuran EHE paling
efektif terhadap bakteri yang
mengandung konsentrasi streptomycin
dekat MIC dari antibiotik yang
campuran streptomycin ditambah
ekstrak hexanic dari Aristolochia
cymbifera memiliki potensi yang baik
untuk digunakan sebagai pengobatan
alternatif terhadap bakteri yang diteliti .
penggunaan ekstrak A. cymbifera dalam
penambahan ke obat antibiotik
mengurangi dosis streptomycin
diperlukan untuk pengobatan , yang
dapat menurunkan resistensi bakteri
terhadap antibiotik dan mengurangi
biaya terapi antibiotik.
Streptomycin adalah antibiotik
aminoglikosi da yang bekerja
padasubunit 30Sdariribosom bakteridan
menghambatsintesisprotein,menyebab
kan kematian bakteri
Senyawa yang terkandung
dalamekstrakmeningkatkanfluiditas
membranataupermeabilitas,
membantumolekulstreptomycinmelinta
simembranbakteriuntuk masuk
kesitoplasma.
METODE
Persiapan Ekstraktanaman









Mikroorganisme
strain bakteri yang
dipilihsesuaidengankemampuanmereka
untukmenyebabkangangguanenterikata
uasosiasidengangangguanpencernaanat
au
Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (MIC)
MIC ditentukan dengan metode uji
mikrodilusi di 96 lempeng ,
Konsentrasi awal ekstrak adalah 500 mg
L-1, yang menurun 50 persen untuk
masing-masing kolom berikutnya
lempeng itu.
streptomisin (Estreptomax , Eurofarma
Laboratories, So Paulo, Brazil) dan
dimetil sulfoksida (DMSO) adalah
kontrol positif dan negatif.
Warna biru menunjukkan bahwa ada
sel-sel hidup (metabolisme aktif), dan
warna kuning menunjukkan tidak
adanya sel-sel hidup.
Uji dilusi Checkerboard
Aktivitas ekstrak A. cymbifera dinilai
dengan uji dilusi checkerboard ,
Pertumbuhan sama sekali (sama
dengan kontrol media) .
Nilai dari FICL yang kurang atau
sama dengan 0,50 dapat
dipertimbangkan menjadi synergic
effect.
Nilai yang berkisar antara 0,51
sampai 1,01 dapat diindikasikan
sebagai additive effect,
nilai dari 1,01 ke 2,00 dapat
dipertimbangkan sebagai efek
normal atau biasa dan nilai diatas
2,00 mengindikasikan sebagai
antagonist effect.
Indeks intraksi (II) digunakan untuk
menjelaskan kadar dari
penambahan ekstrak yang dapat
mengimbas kepada aktivitas
streptomycin dan untuk
menyamakan efek yang berbeda
antara ekstrak. II

KESIMPULAN
Penggunaan tanaman obat yang sudah popular
kadang-kadang bisa menjadi indikator yang baik
dari sumber produk baru, sebagai tanaman
memiliki beberapa zat dengan kandungan yang
berbeda yang dapat menimbulkan efek biologis
tertentu. Dalam studi ini, aktivitas antibakteri
etanol, hexanic dan diklorometana dalam
bentuk ekstrak A. cymbifera batang dipelajari
dalam penambahan untuk aktivitas antibakteri
campuran streptomisin / ekstrak . Sitotoksisitas
ekstrak pada sel mamalia juga dipelajari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
A.cymbifera memiliki senyawa dengan potensi
sebagai obat antibakteri terhadap S.aureus,
K.pneumoniae, B.cereus dan S.flexneri. Proporsi
antibiotik/ekstrak mempengaruhi campuran
dan proporsi antibakteri yang dioptimalkan
antibakteri streptomisin terkandung ekstrak 75
persen. Pada persentase ini, aktivitas
streptomisin itu meningkat empat kali lipat.
Meskipun tiga ekstrak ini beracun bagi sel-sel
mamalia, pada konsentrasi yang digunakan
dalam ekstrak 75 persen mereka kurang
beracun. Dengan demikian, untuk menunjukkan
keamanan penggunaan campuran ekstrak
streptomisin/A.cymbifera dan cara kerja ekstrak
bila dikombinasikan dengan streptomisin, tes
toksisitas in vitro dan in vivo harus dilakukan
selain studi mekanistik.