Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I
PENDAHULUAN
Di dunia ini setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi
yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Dengan kata lain, 1.400 perempuan
meninggal setiap hari atau lebih dari 500.000 perempuan meninggal setiap tahun
karena kehamilan dan persalinan. (Survei Demografi Kesehatan ndonesia
!010"!011#. Sebagai perbandingan, angka kematian bayi di negara ma$u seperti di
nggris saat ini sekitar 5 per 1.000 kelahiran hidup (%&', !005#. Sebagian besar
kematian perempuan disebabkan komplikasi karena kehamilan dan persalinan,
termasuk perdarahan, infeksi, aborsi tidak aman, tekanan darah tinggi dan
persalinan lama.
(reeklampsia)eklampsia merupakan kesatuan penyakit yang masih
merupakan penyebab utama kematian ibu dan penyebab kematian perinatal
tertinggi di ndonesia. (enyebab langsung kematian terbanyak adalah
preeklampsia"eklampsia, perdarahan, infeksi dan penyebab tak langsung adalah
anemia, penyakit $antung. Sehingga diagnosis dini preeklampsia yang merupakan
pendahuluan eklampsia serta penatalaksanaannya harus diperhatikan dengan
seksama. Disamping itu, pemeriksaan antenatal yang teratur dan se*ara rutin
untuk men*ari tanda preeklampsia yaitu hipertensi dan proteinuria sangat penting
dalam usaha pen*egahan, disamping pengendalian faktor)faktor predisposisi lain.
nsiden preeklampsia sangat dipengaruhi oleh paritas, berkaitan dengan ras
dan etnis. Disamping itu $uga dipengaruhi oleh predisposisi genetik dan $uga
faktor lingkungan. Sebagai *ontoh, dilaporkan bah+a tempat yang tinggi di
,olorado meningkatkan insiden preeklampsia. -eberapa penelitian
menyimpulkan bah+a +anita dengan sosio ekonominya lebih ma$u $arang terkena
preeklampsia (,unningham, !00.#. (reeklampsia lebih sering ter$adi pada
primigravida dibandingkan multigravida. /aktor risiko lain yang men$adi
predisposisi ter$adinya preeklampsia meliputi hipertensi kronik, kelainan faktor
pembekuan, diabetes, penyakit gin$al, penyakit autoimun seperti 0upus, usia ibu
!
yang terlalu muda atau yang terlalu tua dan ri+ayat preeklampsia dalam keluarga
(1eorge, !00.#.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi Preeklampsia
(reeklampsia merupakan sindrom spesifik)kehamilan berupa berkurangnya
perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel, yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah dan proteinuria (,unningham et al, !00., 3atthe+
+arden, 3D, !005#. (reeklampsia ter$adi pada umur kehamilan diatas !0 minggu,
paling banyak terlihat pada umur kehamilan 2. minggu, tetapi dapat $uga timbul
kapan sa$a pada pertengahan kehamilan. (reeklampsia dapat berkembang dari
preeklampsia yang ringan sampai preeklampsia yang berat (1eorge, !00.#.
2.2. Epidemioloi Preeklampsia
2.2.1. Insiden Preeklampsia
/rekuensi preeklampsia untuk tiap negara berbeda)beda karena banyak
faktor yang mempengaruhinya4 $umlah primigravida, keadaan sosial ekonomi,
perbedaan kriteria dalam penentuan diagnosis dan lain)lain. Di ndonesia
frekuensi ke$adian preeklampsia sekitar 2 )105 (6riatmo$o, !002#, Sedangkan di
7merika Serikat dilaporkan bah+a ke$adian preeklampsia sebanyak 55 dari
semua kehamilan (!2,8 kasus per 1.000 kelahiran# (Da+n , 9ung, !00.#. (ada
primigravida frekuensi preeklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan
multigravida, terutama primigravida muda, Sudinaya (!000# mendapatkan angka
ke$adian preeklampsia dan eklamsia di :S; 6arakan Kalimantan 6imur sebesar
.4 kasus (5,15# dari 1421 persalinan selama periode 1 9anuari !000 sampai 21
Desember !000, dengan preeklampsia sebesar 81 kasus (4,!5# dan eklamsia 12
kasus (0,<5#. Dari kasus ini terutama di$umpai pada usia !0)!4 tahun dengan
primigravida (1.,55#. Diabetes melitus, mola hidatidosa, kehamilan ganda,
hidrops fetalis, umur lebih dari 25 tahun dan obesitas merupakan faktor
predisposisi untuk ter$adinya preeklampsia (6ri$atmo, !005#. (eningkatan
ke$adian preeklampsia pada usia = 25 tahun mungkin disebabkan karena adanya
4
hipertensi kronik yang tidak terdiagnosa dengan superimposed (& (Deborah >
,ampbell, !008#.
Di samping itu, preklamsia $uga dipengaruhi oleh paritas. Sur$adi, dkk
(1<<<# mendapatkan angka ke$adian dari 20 sampel pasien preeklampsia di :S;
Dr. &asan Sadikin -andung paling banyak ter$adi pada ibu dengan paritas 1)2
yaitu sebanyak 1< kasus dan $uga paling banyak ter$adi pada usia kehamilan diatas
2. minggu yaitu sebanyak 1? kasus.
%anita dengan kehamilan kembar bila dibandingkan dengan kehamilan
tunggal, maka memperlihatkan insiden hipertensi gestasional (12 5 @ 8 5# dan
preeklampsia (12 5 @ 5 5# yang se*ara bermakna lebih tinggi. Selain itu, +anita
dengan kehamilan kembar memperlihatkan prognosis neonatus yang lebih buruk
daripada +anita dengan kehamilan tunggal (,unningham, !00.#.
2.2.2. !ak"or #isiko Preeklampsia
%alaupun belum ada teori yang pasti berkaitan dengan penyebab ter$adinya
preeklampsia, tetapi beberapa penelitian menyimpulkan se$umlah faktor yang
mempengaruhi ter$adinya preeklampsia. /aktor risiko tersebut meliputi4
1# :i+ayat preeklampsia. Seseorang yang mempunyai ri+ayat preeklampsia atau
ri+ayat keluarga dengan preeklampsia maka akan meningkatkan resiko
ter$adinya preeklampsia.
!# (rimigravida, karena pada primigravida pembentukan antibodi penghambat
(blocking antibodies) belum sempurna sehingga meningkatkan resiko
ter$adinya preeklampsia. (erkembangan preklamsia semakin meningkat pada
umur kehamilan pertama dan kehamilan dengan umur yang ekstrem, seperti
terlalu muda atau terlalu tua.
2# Kegemukan
4# Kehamilan ganda. (reeklampsia lebih sering ter$adi pada +anita yang
mempunyai bayi kembar atau lebih.
5# :i+ayat penyakit tertentu. %anita yang mempunyai ri+ayat penyakit tertentu
sebelumnya, memiliki risiko ter$adinya preeklampsia. (enyakit tersebut
5
meliputi hipertensi kronik, diabetes, penyakit gin$al atau penyakit degenerati
seperti reumatik arthritis atau lupus.
2.$. E"ioloi Preeklampsia
>tiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. -anyak
teori)teori yang dikemukakan oleh para ahli yang men*oba menerangkan
penyebabnya, oleh karena itu disebut Apenyakit teoriB4 namun belum ada yang
memberikan $a+aban yang memuaskan. 6eori sekarang yang dipakai sebagai
penyebab preeklampsia adalah teori Aiskemia plasentaB. Camun teori ini belum
dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini (:ustam,
1<<?#.
7dapun teori)teori tersebut adalah 4
1. (eran (rostasiklin dan 6romboksan
(ada preeklampsia dan eklampsia didapatkan kerusakan pada endotel
vaskuler, sehingga sekresi vasodilatator prostasiklin oleh sel)sel endotelial
plasenta berkurang, sedangkan pada kehamilan normal prostasiklin meningkat.
Sekresi tromboksan oleh trombosit bertambah sehingga timbul vasokonstrikso
generalisata dan sekresi aldosteron menurun. 7kibat perubahan ini menyebabkan
pengurangn perfusi plasenta sebanyak 505, hipertensi dan penurunan volume
plasma (D. 9oko, !00!#.
!. (eran /aktor munologis
(reeklampsia sering ter$adi pada kehamilan karena pada kehamilan
ter$adi pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak
sempurna. (ada preeklampsia ter$adi komplek imun humoral dan aktivasi
komplemen. &al ini dapat diikuti dengan ter$adinya pembentukan proteinuria.
2. (eran /aktor 1enetik
(reeklampsia hanya ter$adi pada manusia. (reeklampsia meningkat pada
anak dari ibu yang menderita preeklampsia.
4. skemik dari uterus. 6er$adi karena penurunan aliran darah di uterus
5. Defisiensi kalsium.
8
Diketahui bah+a kalsium berfungsi membantu mempertahankan
vasodilatasi dari pembuluh darah (9oanne, !008#.
8. Disfungsi dan aktivasi dari endotelial.
Kerusakan sel endotel vaskuler maternal memiliki peranan penting dalam
patogenesis ter$adinya preeklampsia. /ibronektin diketahui dilepaskan oleh sel
endotel yang mengalami kerusakan dan meningkat se*ara signifikan dalam darah
+anita hamil dengan preeklampsia. Kenaikan kadar fibronektin sudah dimulai
pada trimester pertama kehamilan dan kadar fibronektin akan meningkat sesuai
dengan kema$uan kehamilan.
2.%. Pa"ofisioloi Preeklampsia
(ada preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat ter$adi perburukan
patologis pada se$umlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh
vasospasme dan iskemia (,unningham, !00.#. %anita dengan hipertensi pada
kehamilan dapat mengalami peningkatan respon terhadap berbagai substansi
endogen (seperti prostaglandin, tromboEan# yang dapat menyebabkan vasospasme
dan agregasi platelet. (enumpukan trombus dan pendarahan dapat mempengaruhi
sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan defisit saraf lokal dan
ke$ang. Cekrosis gin$al dapat menyebabkan penurunan la$u filtrasi glomerulus dan
proteinuria. Kerusakan hepar dari nekrosis hepatoseluler menyebabkan nyeri
epigastrium dan peningkatan tes fungsi hati. 3anifestasi terhadap kardiovaskuler
meliputi penurunan volume intavaskular, meningkatnya cardiac output dan
peningkatan tahanan pembuluh perifer. (eningkatan hemolisis mi*roangiopati
menyebabkan anemia dan trombositopeni. nfark plasenta dan obstruksi plasenta
menyebabkan pertumbuhan $anin terhambat bahkan kematian $anin dalam rahim
(3i*hael, !005#.
(erubahan pada organ)organ @
1. (erubahan kardiovaskuler.
1angguan fungsi kardiovaskuler yang parah sering ter$adi pada
preeklampsia dan eklampsia. -erbagai gangguan tersebut pada dasarnya berkaitan
dengan peningkatan afterload $antung akibat hipertensi, preload $antung yang
.
se*ara nyata dipengaruhi oleh berkurangnya se*ara patologis hipervolemia
kehamilan atau yang se*ara iatrogenik ditingkatkan oleh larutan onkotik atau
kristaloid intravena, dan aktivasi endotel disertai ekstravasasi ke dalam ruang
ektravaskular terutama paru (,unningham, !002#.
!. 3etabolisme air dan elektrolit
&emokonsentrasi yang menyerupai preeklampsia dan eklamsia tidak
diketahui penyebabnya. 9umlah air dan natrium dalam tubuh lebih banyak pada
penderita preeklampsia dan eklampsia daripada pada +anita hamil biasa atau
penderita dengan hipertensi kronik. (enderita preeklampsia tidak dapat
mengeluarkan dengan sempurna air dan garam yang diberikan. &al ini disebabkan
oleh filtrasi glomerulus menurun, sedangkan penyerapan kembali tubulus tidak
berubah. >lektrolit, kristaloid, dan protein tidak menun$ukkan perubahan yang
nyata pada preeklampsia. Konsentrasi kalium, natrium, dan klorida dalam serum
biasanya dalam batas normal (6ri$atmo, !005#.
2. 3ata
Dapat di$umpai adanya edema retina dan spasme pembuluh darah. Selain itu
dapat ter$adi ablasio retina yang disebabkan oleh edema intra)okuler dan
merupakan salah satu indikasi untuk melakukan terminasi kehamilan. 1e$ala lain
yang menun$ukan tanda preklamsia berat yang mengarah pada eklamsia adalah
adanya skotoma, diplopia, dan ambliopia. &al ini disebabkan oleh adanya
perubahan preedaran darah dalam pusat penglihatan dikorteks serebri atau
didalam retina (:ustam, 1<<?#.
4. 'tak
(ada penyakit yang belum berlan$ut hanya ditemukan edema dan anemia
pada korteks serebri, pada keadaan yang berlan$ut dapat ditemukan perdarahan
(6ri$atmo, !005#.
5. ;terus
7liran darah ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada
plasenta, sehingga ter$adi gangguan pertumbuhan $anin dan karena kekurangan
oksigen ter$adi ga+at $anin. (ada
?
preeklampsia dan eklamsia sering ter$adi peningkatan tonus rahim dan kepekaan
terhadap rangsangan, sehingga ter$adi partus prematur.
8. (aru)paru
Kematian ibu pada preeklampsia dan eklamsia biasanya disebabkan oleh
edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis. -isa $uga karena ter$adinya
aspirasi pneumonia, atau abses paru.
2.&. 'am(aran Klinis Preeklampsia
2.&.1. 'e)ala s*()ek"if
(ada preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal, skotoma,
diplopia, penglihatan kabur, nyeri di daerah epigastrium, mual atau muntah)
muntah. 1e$ala)ge$ala ini sering ditemukan pada preeklampsia yang meningkat
dan merupakan petun$uk bah+a eklamsia akan timbul. 6ekanan darahpun akan
meningkat lebih tinggi, edema dan proteinuria bertambah meningkat (6ri$atmo,
!005#.
Pemeriksaan fisik
(ada pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan meliputi4 peningkatan
tekanan sistolik 20 mm&g dan diastolik 15 mm&g atau tekanan darah meningkat
lebih dari 140"<0 mm&g. 6ekanan darah pada preklamsia berat meningkat lebih
dari 180"110 mm&g dan disertai kerusakan beberapa organ. Selain itu kita $uga
akan menemukan takikarda, takipnu, edema paru, perubahan kesadaran, hipertensi
ensefalopati, hiperefleksia, pendarahan otak (3i*hael, !005#.
2.+. Dianosis Preeklampsia
Diagnosis preeklampsia dapat ditegakkan dari gambaran klinik dan
pemeriksaan laboratorium. Dari hasil diagnosis, maka preeklampsia dapat
diklasifikasikan men$adi ! golongan yaitu4
1, Preeklampsia rinan- (ila diser"ai keadaan se(aai (erik*".
a# 6ekanan darah 140"<0 mm&g, atau kenaikan diastolik 15 mm&g atau lebih,
atau kenaikan sistolik 20 mm&g atau lebih setelah !0 minggu kehamilan dengan
ri+ayat tekanan darah normal.
<
b# (roteinuria kuantitatif F 0,2 gr perliter atau kualitatif 1G atau !G pada urine
kateter atau midstearm.
2, Preeklampsia (era"- (ila diser"ai keadaan se(aai (erik*".
a# 6ekanan darah 180"110 mm&g atau lebih.
b# (roteinuria 5 gr atau lebih perliter dalam !4 $am atau kualitatif 2G atau 4G
*# 'ligouri, yaitu $umlah urine kurang dari 500 ** per !4 $am.
d# 7danya gangguan serebral, gangguan penglihatan, dan rasa nyeri di
epigastrium.
e# 6erdapat edema paru dan sianosis
f# 6rombositopeni
g# 1angguan fungsi hati
h# (ertumbuhan $anin terhambat
i# 7danya sindroma &>00( (&@ &emolysis, >0@ >levated lever enHyme, 0(@ 0o+
(latelet ,ount# (0anak, !004#.
2./. Pena"alaksanaan Preeklampsia Bera"
Penananan *m*m.
a# 9ika tekanan diastolik = 110 mm&g, berikan antihipertensi, sampai tekanan
diastolik diantara <0)100 mm&g
b# (asang infus :0
*# ;kur keseimbangan *airan, $angan sampai ter$adi overload
d# Kateterisasi urin untuk pengeluaran volume dan proteinuria
e# 9ika $umlah urin I 20 ml per$am@
J nfus *airan dipertahankan 1 1"? $am
J (antau kemungkinan edema paru
f# 9angan tinggalkan pasien sendirian. Ke$ang disertai aspirasi dapat
mengakibatkan
kematian ibu dan $anin
g# 'bservasi tanda vital, refleks, dan denyut $antung $anin setiap $am
h# 7uskultasi paru untuk men*ari tanda edema paru.
10
Krepitasi merupakan tanda edema paru. 9ika ter$adi edema paru, stop
pemberian *airan dan berikan diuretik misalnya furosemide 40 mg intravena.
i# Cilai pembekuan darah dengan u$i pembekuan bedside. 9ika pembekuan tidak
ter$adi sesudah . menit, kemungkinan terdapat koagulapati (7bdul bari, !001#.
An"ikon0*lsan
(ada kasus preeklampsia yang berat dan eklampsia, magnesium sulfat
yang diberikan se*ara parenteral adalah obat anti ke$ang yang efektif tanpa
menimbulkan depresi susunan syaraf pusat baik bagi ibu maupun $aninnya. 'bat
ini dapat diberikan se*ara intravena melalui infus kuntinu atau intramuskular
dengan in$eksi intermiten. nfus intravena kontinu4
a# -erikan dosis bolus 4 K 8 gram 3gS'4 yang dien*erkan dalam 100 ml *airan
dan diberikan dalam 15)!0 menit
b# 3ulai infus rumatan dengan dosis ! g"$am dalam 100 ml *airan intravena
*# ;kur kadar 3gS'4 pada 4)8 $am setelah pemberian dan disesuaikan ke*epatan
infus untuk mempertahankan kadar antara 4 dan . m>g"l (4,?)?,4 mg"l#
d# 3gS'4 dihentikan !4 $am setelah bayi lahir.
n$eksi intamuskular intermiten@
a# -erikan 4 gram 3gS'4 sebagai larutan !05 se*ara intavena dengan
ke*epatan tidak melebihi 1 g"manit
b# 0an$utkan segera dengan 10 gram 3gS'4 505, sebagian (55# disuntikan
dalam)dalam di kuadran lateral atas bokong (penambahan 1 ml lidokain ! 5
dapat mengurangi nyeri#. 7pabila ke$ang menetap setelah 15 menit, berikan
3gS'4 sampai ! gram dalam bentuk larutan !05 se*ara intravena dengan
ke*epatan tidak melebihi 1 g"menit. 7pabila +anita tersebut bertubuh besar,
3gSo4 dapat diberikan samapi 4 gram perlahan.
*# Setiap 4 $am sesudahnya, berikan 5 gram larutan 3gS'4 505 yang
disuntikan dalamdalam ke kuadran lateral atas bokong bergantian kiri)kanan,
tetapi setelah dipastikan bah+a@
) :eflek patela (G#
) 6idak terdapat depresi pernapasan
11
) (engeluaran urin selama 4 $am sebelumnya melebihi 100 ml
d# 3gS'4 dihentikan !4 $am setelah bayi lahir.
e# Siapkan antidotum
9ika ter$adi henti napas @
) -erikan bantuan dengan ventilator
) -erikan kalsium glukonat ! g (!0 ml dalam larutan 105# se*ara intravena
perlahan)lahan sampai pernapasan mulai lagi.
An"i1iper"ensi
a# 'bat pilihan adalah hidralaHin, yang diberikan 5 mg intravena pelan)pelan
selama 5 menit sampai tekanan darah turun.
b# 9ika perlu, pemberian hidralaHin dapat diulang setiap $am, atau 1!,5
intamuskular setiap ! $am
*# 9ika hidralaHin tidak tersedia, dapat diberikan@
) Cifedipine dosis oral 10 mg yang diulang tiap 20 menit.
) 0abetalol 10 mg intravena sebagai dosis a+al, $ika tekanan darah tidak
membaik dalam 10 menit, maka dosis dapat ditingkatkan samapi !0 mg
intravena (,unningham, !002# .
Persalinan.
a# (ada preeklampsia berat, persalinan harus ter$adi dalam !4 $am.
b# 9ika seksio sesarea akan dilakukan, perhatikan bah+a@
) 6idak terdapat koagulapati
) 7nestesi yang aman" terpilih adalah anastesia umum. 9angan lakukan
anastesia lokal, sedangkan anestesia spinal berhubungan dengan hipotensi
*# 9ika anestesia yang umum tidak tersedia, atau $anin mati, aterm terlalu ke*il,
lakukan persalinan pervaginam.
) 9ika servik matang, lakukan induksi dengan oksitosin !)5 ; dalam 500 ml
dekstrose 10 tetes"menit atau dengan prostaglandin.
1!
BAB III
LAP2#AN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Co. :ekam 3edik @ 10<4..
6anggal 3asuk @ 10 Desember !01!
Cama (asien @ Cy. DD
;mur @ !5 tahun
7gama @ slam
(endidikan @ S3(
(eker$aan @ :6
Cama Suami @ 6n. ;
;mur @ 24 tahun
7gama @ slam
(endidikan @ S067
(eker$aan @ -uruh
7lamat @ 9l. Kopral (aiman 0r. (embangunan Co. <4. :6 010" 004 Kel.
-agus Kuning, (alembang.
7namnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan pada 11 Desember !01! pukul 0?.00
%-.
ANA3NESIS
1. Kel*1an U"ama
ngin melahirkan dengan tekanan darah tinggi.
2. #i4a5a" Per)alanan Pen5aki"
's datang dengan keluhan sakit perut hilang timbul se$ak pukul 04.00 %- dan
keluar air dari $alan lahir se$ak pukul 0..00 %- keluar air tiba)tiba, ber+arna
$ernih dan berbau. (enderita tidak mengeluhkan nyeri perut, dan tidak ada
ri+ayat keluar darah dan lendir sebelumnya. (enderita tidak mengeluhkan
pusing, mual" muntah ()#, nyeri epigastrium ()#, pandangan kabur ()#, ke$ang()#.
1erakan anak masih dirasakan. &ari pertama haid terakhir @ ?)2)!01!. Selama
kehamilannya penderita memeriksa kehamilannya ke (uskesmas 4E.
12
(emeriksaan ;S1 belum pernah dilakukan. Selama pemeriksaan kehamilan
dikatakan keadaan $aninnya sehat dan tekanan darahnya meningkat.
$. #i4a5a" Pen5aki" Da1*l*
's mengaku tidak pernah mengalami penyakit $antung, paru, hati, gin$al,
diabetes melitus, alergi, maupun hipertensi.
%. #i4a5a" Pen5aki" Kel*ara
's mengaku tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular,
keturunan dan ke$i+aan.
&. #i4a5a" Haid
;sia menar*he @ 14 tahun
Siklus haid @ 20 hari
0ama haid @ . hari
Cyeri haid @ ()#
&(&6 @ ?)02)!01!
6( @ 15)1!)!01!
+. #i4a5a" Pernika1an
0ama pernikahan @ 5 tahun
;sia +aktu nikah @ !0 tahun
/. #i4a5a" AN6
a. Dilakukan 4 kali di (uskesmas
b. munisasi 66 dilakukan ! kali.
7. #i4a5a" Persalinan
No. Tempa"
Bersalin
Penolon Ta1*n A"erm 6ara
Persalinan
Jenis
Kelamin
Keadaan
1. :umah
Sakit
-idan !00? G Spontan 0aki)laki &idup,
--
2!00gram
!. ini
14
PE3E#IKSAAN !ISIK
1. S"a"*s 'eneralis
a. Keadaan ;mum @ baik
b. Kesadaran @ *ompos mentis
*. 6anda Lital @
) 6ekanan darah @ 1<0"1!0 mm&g
) Cadi @ ?4 E"menit
) (ernapasan @ !4 E"menit
) Suhu @ 2.
0
,
d. 6inggi -adan @ 150 *m
e. -erat -adan @ 5< kg
f. Kepala @
) 3ata @ kon$ungtiva tidak pu*at, sklera tidak ikterik
g. 0eher @ pembesaran tiroid ()#
h. 6horaks @ $antung dan paru dalam batas normal
i. 7bdomen @ status obstetrikus
$. 1enitalia @ status obstetrikus
k. >kstremitas @ edema ()")#, refleks patella (G"G#
2. S"a"*s 2(s"e"rik*s
a. (emeriksaan 0uar
) /undus teraba 2 $ari diba+ah pro*essus Eiphoideus
) 0etak kepala, 3asuk (7(, meman$ang, punggung kanan, presentasi
kepala.
) &is (G# 1)!E"10M N !5B, D99 (G# 144E"mnt
b. (emeriksaan Dalam (Laginal 6ou*her#
) Lulva"vagina tidak ada kelainan
) (ortio berada di posterior, teraba tebal dan lunak
) (endataran O !05
) (embukaan 2*m
15
) Ketuban (G#
) 6erba+ah kepala, teraba ;;K
) &odge , (enurunan 4"5
DIA'N2SIS
1!(170 hamil aterm dengan (>- inpartu kala fase laten $anin tunggal hidup
presentasi kepala.

#EN6ANA TE#API
1. (ro 3:S
!. 'bservasi K; dan LS
2. 'bservasi &S dan D99
4. :en*ana partus spontan
5. 3gS'
4
405 ? gr (!0ml# 3 @ 4gr bokong kanan dan 4gr bokong kiri
8. Cifedipine 1E10mg sublingual
.. L/D :0 gtt PP"menit
?. Kateter menetap
<. (eriksa 0aboratorium
HASIL LAB2#AT2#IU3
Darah lengkap
1. &b @ 11, 5 g"dl Cilai Cormal @ ( @ 1!)14 g"dl
!. 0eukosit @ ?.4000" ul Cilai Cormal @ 5.000)10.000" ul
2. 0>D @ ?5 Cilai Cormal @ ( @ I 15 mm"$am
4. 6rombosit @ !<!.000" ul Cilai Cormal @ 150.000)400.000" ul
5. >ritrosit @ 2,8 Cilai Cormal @ ( @ 2,? K 5,! $uta"mm
2
8. &t @ !!5 Cilai Cormal @ ( @ 2.)425
.. &itung 9enis @ 1"0"0"8<"!2". Cilai Cormal @ -asofil @ 0)15
>usinofil @ 1)25
-atang @ !)85
Segmen @ 50).05
18
0imfosit @ !0)405
3onosit @ !)?5
?. 1olongan darah@ -
<. :hesus @ (G#
10. 3,L @ 81
11. 3,& @ 15
1!. 3,&, @ !?
;rine lengkap
1. %arna @ Kuning 6ua Cilai Cormal @ Kuning 3uda
!. Ke$ernihan @ 9ernih Cilai Cormal @ 9ernih
2. p& ;rine @ 8,5 Cilai Cormal @ (4,8)?,0#
4. -erat 9enis @ 1,015 Cilai Cormal @ 1,001)1,022
5. (rotein ;rine @ G Cilai Cormal @ Cegatif
8. :eduksi ;rine @ ) Cilai Cormal @ Cegatif
.. ;robilin ;rine @ G Cilai Cormal @ Cegatif
?. -ilirubin ;rine @ ) Cilai Cormal @ Cegatif
<. Keton ;rine @ ) Cilai Cormal @ Cegatif
10. Citrit ;rine @ ) Cilai Cormal @ Cegatif
11. 0eukosit ;rine @ !)2 Cilai Cormal @ I 5"0(-
1!. >ritrosit ;rine @ !)2 Cilai Cormal @ I !"0(-
12. >pitel ;rine @ G Cilai Cormal @ (ositif
!2LL28 UP
Senin- 19 Des 2912
Pk. 1$.99 8IB
S @ 3au melahirkan dengan darah tinggi
' @ K; @ Sedang
LS @
) 6D 150"<0 mm&g
) Cadi <! E"menit
) :: !4 E"menit
) Suhu 28,.
0
,
(0 @
) 6/; 2 $ari ba+ah pro*essus Eiphoideus
) 0etak kepala, 3asuk (7( Q 4"5, meman$ang,
1.
punggung kanan, presentasi kepala.
) &is (G# 2E"10M N !5B, D99 (G# 148E"mnt
(D @
) (ortio lunak, pendataran O ?05, pembukaan ?*m,
ketuban (G#, terba+ah kepala teraba ;;K, &odge
, (enurunan !"5
7 @ 1!(170 &amil 7term dengan (>- npartu Kala
fase aktif $anin tunggal hidup presentasi kepala.
( @ ) 'bservasi K; dan LS
) 'bservasi &S dan D99
) Kateter menetap
) L/D :0 G 1 amp (itogin gtt PP"menit
) n$. 3gS'4 405 ?gr (!0ml# dilan$utkan n$.
3gS'4 405 4gr (10ml# bokong kanan atau
bokong kiri" 8 $am
) Cifedipin tab 2E10mg sublingual
Senin- 19 Des 2912
Pk. 1+.$9 8IB
S @ 's melahirkan se*ara spontan neonatus laki)laki. --@
2000gram, (-@ 4. *m, a"s @ ."?. 5 menit kemudian
plasenta lahir lengkap. (erineum utuh.
' @ K; @ -aik
LS @
) 6D 140"100 mm&g
) Cadi ?4 E"menit
) :: !1 E"menit
) Suhu 28,?
0
,
(0 @
) 6/; ! $ari ba+ah pusat
) Cyeri tekan (G#
) Kontraksi uterus (G# baik
) 0o*hea rubra
) -; (G# C
7 @ (!70 (ost (artum Spontan hari
( @ ) 'bservasi K; dan LS
) 'bservasi perdarahan
) Kateter menetap s"d !4 $am post partum
) Diet tinggi protein, rendah garam, rendah
kerbohidrat dan rendah lemak
) L/D :0 gtt PP"menit
) n$. 3gS'4 405 4gr (10ml# bokong kanan atau
bokong kiri s"d !4 $am post partum.
) Cifedipin stop diganti Dopamet 2E!50mg tab
) 7moEi*illin 2E500mg tab
) 7sam 3efenamat 2E500mg tab
) Cula*ta 1E1 tab
) ,ek &b post partum
1?
Selasa- 11 Des 2912
Pk. 9/.99 8IB
S @ &abis melahirkan
' @ K; @ -aik
LS @
) 6D 140"100 mm&g
) Cadi ?4 E"menit
) :: !! E"menit
) Suhu 28,.
0
,
(0 @
) 6/; ! $ari ba+ah pusat
) Cyeri tekan (G#
) Kontraksi uterus (G# baik
) 0o*hea rubra
) -; (G# C
7 @ (!70 (ost (artum Spontan hari
( @ ) 'bservasi K; dan LS
) 'bservasi perdarahan
) Kateter aff
) Diet tinggi protein, rendah garam, rendah
karbohidrat dan rendah lemak.
) L/D :0 gtt PP"menit
) Dopamet 2E!50mg
) 7moEi*illin 2E500mg tab
) 7sam 3efenamat 2E500mg tab
) Cula*ta 1E1 tab
) &b post partum 5,8 transfusi (:, ! kolf. ,ek
&b post transfusi.
#a(*- 12 Des 2912
Pk. 9/.99 8IB
S @ &abis melahirkan
' @ K; @ -aik
LS @
) 6D 1!0"?0 mm&g
) Cadi ?0 E"menit
) :: !1 E"menit
) Suhu 28,.
0
,
(0 @
) 6/; ! $ari ba+ah pusat
) Cyeri tekan (G#
) Kontraksi uterus (G# baik
) 0o*hea rubra
) -; (G# C
7 @ (!70 (ost (artum Spontan hari
( @ ) 'bservasi K; dan LS
) 'bservasi perdarahan
) Diet bebas
) Dopamet 2E!50 mg tab
1<
) 7moEi*illin 2E500 mg tab
) 7sam 3efenamat 2E500 mg tab
) Cula*ta 1E1 tab
) &b post transfusi .,2 g"d0 :en*ana transfusi
(:, 1 kolf keluarga menolak dengan alasan
tidak ada darah lagi diperbolehkan pulang.
!0
BAB I:
PE3BAHASAN
Diagnosis pasien ini saat datang ke :umah Sakit adalah 1!(170 hamil
aterm dengan (>- inpartu kala fase laten $anin tunggal hidup presentasi kepala.
(enulisan status paritas yaitu 1!(170 sudah tepat karena telah sesuai
dengan kaidah penulisan status obstetri.
Diagnosis usia kehamilan pasien ini sudah tepat karena berdasarkan
penghitungan dengan rumus Caegele tanggal ditambah ., bulan dikurangi 2 dan
tahun ditambah 1. Dimana &(&6 pasien ini ? 3aret !01! dan 6( pasien ini 15
Desember !01!. (asien datang ke :umah Sakit pada tanggal 10 Desember !01!
dengan keluhan ingin melahirkan dengan tekanan darah tinggi. ;sia kehamilan
pasien saat datang ke :umah Sakit aterm yaitu 2< minggu. Dari pemeriksaan
didapatkan pembukaan 2*m dari data dapat diinterpretasikan dalam kala yaitu
fase laten. Didapatkan dari pemeriksaan fisik obstetri dengan 3anuver 0eopold
$anin tunggal dengan presentasi kepala dan hasil D99 144E"menit menandakan
bah+a $anin dalam keadaan hidup dan presentasi kepala. (asien datang dengan
6D@ 1<0"1!0 mm&g dan mengeluh keluar air)air ber+arna bening dan berbau,
saat dilakukan pemeriksaan dalam, pembukaan 2 *m (fase laten#. 3enurut teori,
ketuban pe*ah sebelum +aktunya (K(S%# adalah suatu keadaan pe*ahnya selaput
ketuban baik dalam kehamilan maupun dalam persalinan sebelum pembukaan 2
*m. 9adi pada keadaan ini pasien tidak mengalami K(S%. 'leh sebab itu,
penulisan status obstetri saat pasien datang sudah tepat.
2 $am setelah masuk :umah Sakit dilakukan pemeriksaan dalam,
didapatkan pembukaan ?*m dari data dapat diinterpretasikan dalam kala yaitu
fase aktif. D99 148E"menit menandakan bah+a $anin masih hidup. Status obstetri
berubah men$adi 1!(170 hamil aterm dengan (>- inpartu kala fase aktif $anin
tunggal hidup presentasi kepala.
!1
2 $am kemudian pasien melahirkan bayi laki)laki dengan --4 2000gram
dan (-@ 4.*m, 7"SR ."?. Status obstetri berubah men$adi bu (!70 (ost (artum
Spontan dengan (>-.
(reeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi F 180"110 mm&g disertai
proteinuria dan atau edema pada kehamilan setelah !0 minggu. (ada kasus ini ibu
dikatakan mengalami preeklampsia berat karena mengalami hipertensi, yaitu
tekanan darahnya sebesar 1<0"1!0 mm&g tanpa disertai proteinuria G2. bu tidak
mengalami edema. Saat ini edema memang bukan lagi men$adi kriteria untuk
mendiagnosis preeklampsia berat. Dalam kasus ini ibu telah hamil *ukup bulan.
(ada pasien ini diagnosa sudah tepat yaitu preeklampsia berat.
6anda lain dari preeklampsia berat yang tidak di$umpai pada kasus ini adalah
S 'liguria, $umlah produksi urine I 500 ** " !4 $am yang disertai kenaikan
kadar kreatinin darah. &al ini ter$adi karena pada preeklampsia filtrasi
glomerulus dapat turun sampai 505 dari normal sehingga menyebabkan
diuresis menurun4 pada keadaan lan$ut dapat ter$adi oliguria atau anuria.
S 1angguan visus @ mata berkunang)kunang karena ter$adi vasospasme, edema"
ablatio retina. &al ini dapat diketahui dengan oftalmoskop.
S 1angguan Serebral @ kepala pusing dan sakit kepala karena vasospasme "
edema otak dan adanya resistensi pembuluh darah dalam otak.
S Cyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena
regangan selaput hati oleh perdarahan" edema atau sakit akibat perubahan
pada lambung.
S >dema paru dan sianosis. >dema paru merupakan penyebab utama kematian
pada penderita preeklampsia dan eklampsia. Komplikasi ini ter$adi sebagai
akibat dekompensasio kordis kiri.
(ada pasien ini diberikan terapi preeklampsia berat menggunakan 3gS'4
405 ?gr (10** pada bokong kanan dan bokong kiri# dalam kasus ini terbukti
efektif dalam men*egah ter$adinya ke$ang pada penderita. (emberian Cifedipin 2E
10 mg peroral $uga efektif pada pasien ini. Setelah bayi lahir keadaan tekanan
darah pasien turun men$adi 140"100 mm&g, $adi pemberian 3gS'4 405 4gr
bokong kanan atau bokong kiri masih dilan$utkan sampai dengan !4 $am post
!!
partum. (emberian Cifedipin dihentikan dan diganti dengan Dopamet 2E!50mg
tab.
6atalaksana pada pasien ini dilakukan se*ara aktif atas indikasi kehamilan =
2. minggu. 2 $am kemudian dilakukan pemeriksaan dalam pasien pembukaan ?
*m (fase aktif# dengan 6D@ 150"<0 mm&g. Dilakukan induksi pada pasien dengan
drip (itogin 1 amp dalam 1 kolf :0 tetesan !0E"menit. 4 $am kemudian pasien
mengalami kema$uan persalin dan partus se*ara spontan. 6atalaksana yang
diberikan sudah sesuai dengan Standar 6atalaksana pada pasien (reeklamsi -erat.
(enatalaksanaan medikamentosa post partum diberikan 7moEi*illin 2E500
mg tab sebagai antibiotik. ;ntuk menghilangkan rasa nyeri post partum, pasien ini
diberikan 7sam 3efenamat 2E500 mg tab dan pemberian Cula*ta 1E1 tab sebagai
vitamin untuk daya tahan tubuh. (emberian obat oral ini diberikan paling tidak
selama ! hari pas*a melahirkan. (emberian 3gS'4 405 4gr bokong kanan atau
bokong kiri masih dilan$utkan sampai dengan !4 $am post partum. Kateter dilepas
setelah pemberian 3gS'4 405 dihentikan, kateter tetap terpasang guna untuk
memantau $umlah urine pasien. Karena salah satu efek pemberian 3gS'4 adalah
'ligouri. Kemudian diberikan Dopamet 2E!50 mg untuk menurunkan tekanan
darah pasien. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan &b pasien 5,8
gr"d0, dilakukan transfusi (:, ! kolf. Setelah dilakukan transfuse didapatkan &b
pasien ., 2 gr" d0. Disarankan untuk transfusi (:, lagi 1 kolf, tetapi keluarga
pasien menolak. L/D di aff dan pasien diperkenankan untuk pulang.
Setelah pulang, pasien disarankan untuk kontrol ulang minimal 1 kali pada .
hari post partum untuk menilai keadaan pasien dan adakah perdarahan yang
abnormal. 7pabila terdapat keluhan)keluhan yang mengganggu disarankan untuk
segera menghubungi dokter.
!2
DA!TA# PUSTAKA
1. -rooks, -.3., (!005, 9anuary 05 K 0ast update#, Pregnancy, Preeclampsia,
7vailable from@ http://www.emedicine.com/emerg/topic48.htm (7**esed@
!01!, 9uli !.#
!. ,unningham, /.1. et all, !00., !illiams "bstetrics, !1st ed, 3*1ra+)&ill
,ompanies.
3usalli,1. T 0inden, 7. (!00.#, Preeclampsia, 7vailable from@
http://www.babycenter.com/refcap/pregnancy/pregcomplications/#$%.html&$.
(7**esed@ !00?, 9uli !.#.
2. :a*himhadhi, 6., !005, pereklamsia dan >klamsia, dalam@ buku lmu
Kebidanan, Dayasan -ina (ustaka Sar+ono (ra+irohar$o, 9akarta.
4. Saifuddin, -. 7., !001, 'uku (cuan )asional Pelayanan *esehatan
+aternal ,an )eonatal, 9CC(KK:)('1 beker$asama dengan Dayasan
bina pustaka sar+ono pra+irohard$o, 9akarta.
5. Survei Demografi Kesehatan ndonesia !010"!011.
6. 3usalli,1. T 0inden, 7. (!00.#, Preeclampsia, 7vailable from@
http://www.babycenter.com/refcap/pregnancy/pregcomplications/#$%.html&$.
(7**esed@ !01!, 9uli !8#.
.. Suyono, D.9., !00., ,asar-,asar "bstetri . /inekologi, edisi 8, &ipokrates,
9akarta.
?. 7ngsar, !00?. &ipertensi dalam Kehamilan dalam -uku lmu Kebidanan
>disi keempat halaman 524)55<, editor@ Saifudin, 7bdul -ari, 9akarta@ (6
-ina (ustaka Sar+ono (ra+irohard$o.
<. (rasetyorini, C, !00<. Penanganan Preeklampsia dan 0klampsia. Seminar
('1 ,abang 3alang. ,ivisi *edokteran 1eto +aternal - 1*2'/344(
+alang.
10. 'bgyn 1ui*k, Departemen 'bstetri dan 1inekologi Dr. 3ohammad &oesin
/K ;CS: (alembang.
11. (rotap unsri. -agian 'bstetri dan 1inekologi :umah Sakit 3ohammad
!4
&usein (alembang /K ;nsri. &al 2.