Anda di halaman 1dari 6

Instalasi Pipa Pada Kapal

Pipa adalah suatu batang silindar berongga yang dapat berfungsi untuk dilalui atau mengalirkan zat cair,
uap, gas ataupun zat padat yang dapat dialirkan yang berjenis serbuk/tepung. Untuk pembuatan pipa
baja dapat dibuat dengan beberapa metoda antara lain seamless pipe, butt welded pipe dan spiral
welded pipe. Pembuatan pipa disesuaikan dengan kebutuhan dan dibedakan dari batas kekuatan
tekanan, ketebalan dinding pipa, temperatur zat yang mengalir, jenis material berkaitan dengan korosi
dan kekuatan pipa tersebut.


Penamaan pipa sering disebut dari jenis pipa dan ukuran pipa yaitu diameter pipa. Diameter pipa sendiri
dibagi dua : diameter luar dan diameter dalam, selain itu ada yang menamakan pipa dari ketebalan pipa
yaitu ketebalan antara diameter luar dan diameter dalam dan sekarang dikenal dengan istilah schedules.


Untuk instalasi pipa dikapal tentu pipa-pipa tersebut tidak hanya pipa lurus melainkan terdapat belokan ,
cabang, mengecil, naik dan turun. Panjang dari pipa pun beraneka ragam ada yang penjang ataupun
pendek. Berkaitan dengan hal ini maka kita akan mengenal beberpa jenis sambungan pipa seperti
sambungan ulir, sambungan shock , sambungan dengan las (butt welded) dan sambungan dengan
menggunakan flange. Selain itu dikenal juga istilah belokan atau ellbow, cabang T atau tee, cabang Y
dan ada juga pipa yang diameternya mengecil disebut reducer.


Pada setiap kapal yang memiliki perlengkapan permesinan yang terdiri dari Mesin Induk , Mesin Bantu
dan pompa-pompa atau kapal yang tidak dilengkapi Mesin Penggerak namun memiliki permesinan lain
dan pompa-pompa, selalu dilengkapi dengan instalasi perpipaan.


Instalasi pipa dikapal diganakan untuk mengalirkan fluida dari satu tanki/kompartment ke tanki lain, atau
dari satu tangki ke peralatan permesinan dikapal, atau mengalirkan fluida dari kapal keluar kapal atau
sebaliknya. Selain itu terdapat instalasi pipa yang lain berfungsi mengalirkan gas non cair seperti pipa
gas buang, pipa sistim CO2, atau instalasi pipa yang mengalirkan udara dan uap bertekanan.


Jenis pipa yang terdapat dikapal memiliki beragam senis ditinjau dari material pipa sesuai dengan
kegunaannya. Material pipa dikapal pada umumnya terbuat dari baja galvanis, baja hitam, baja
campuran, stainless steel, kuningan, tembaga ataupun alumunium. Pada kegunaan tertentu terdapat pula
pipa yang terbuat dari bahan non metal seperti rubber hose , gelas dan PVC.


Untuk kapal-kapal yang dibangun mengikuti peraturan klasifikasi maka instalasi pipa harus pula
mendapat persetujuan atau gambar instalasi pipa harus mendapat pengesahan dari badan klasifikasi.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sistim pemeliharaan atau sistim reparasi terhadap pipa-pipa
dikapal, untuk memudahkan hal tersebut maka sistim penyambungan pipa-pipa dikapal menggunakan
sistim baut dan flange.

SISTEM INSTALASI PIPA AIR LAUT / SEA WATER PIPING SYSTEM


Sesuai dengan fungsinya , istalasi pipa air laut digunakan untuk mengalirkan air laut dari satu tanki ke
tanki lain, dari luar ke dalam kapal, dari kapal ke laut dan lain sebagainya. Pengaliran air laut
menggunakan sarana pompa, dapat berupa pompa hisap atau pompa tekan, pompa ini disebut Pompa
air laut/Sea water pump. Selain pompa pengaturan aliran instalasi air laut dikontrol dengan menggunakan
sistim katub/valve.


Pompa air laut pada umumnya menggunakan jenis pompa centrifugal disesuaikan dengan
kebutuhannya . Air laut masuk kedalam kapal dengan melalui instalasi karangan laut/sea chest , yaitu
pipa yang menembus bagian kulit kapal didaerah bottom. Pipa di sea chest dilengkapi katub/valve type
non return valve yang terbuat dari bahan cast steel atau bronze. Setelah melalui katub sebagai pengatur
masuknya air laut , air laut melewati Saringan/Strainer untuk menyaring partikel / kotoran sebelum
dihisap oleh pompa Air laut/sea water pump yang mempunyai kapasitas mencukupi sesuai kebutuhan.
Pengaturan kebutuhan air laut diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk
penyalurannya yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa isometri terlampir).


Air laut antara lain dibutuhkan untuk sistim Pemadam Kebakaran/Fire Hydrant system, sistim Pendingin
Mesin Induk/Bantu/Sea Water cooling system, sistim Bilas sanitasi/Sewage flushing system, sistim Cuci
Geladak/Deck washing system, sistim pencuci rantai di Hawse pipe/Chain washing system dan sistim
Balas dikapal/Sea water ballast system.


SISTEM INSTALASI PIPA AIR TAWAR / FRESH WATER PIPING SYSTEM


Sesuai dengan fungsinya , istalasi pipa air Tawar/Fresh water digunakan untuk mengalirkan air Tawar
dari satu tanki ke sistim yang dibutuhkan, dari luar ke dalam kapal pada saat pengisian Air Tawar , dari
tanki ke katup2 didaerah ruang akomodasi untuk kebutuhan orang dikapal dan lain sebagainya.
Pengaliran air Tawar menggunakan sarana pompa, dapat berupa pompa hisap atau pompa tekan,
pompa ini disebut Pompa air Tawar/Fresh water pump. Selain pompa pengaturan aliran instalasi air
Tawar dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve.


Pompa air Tawar pada umumnya menggunakan jenis pompa centrifugal disesuaikan dengan
kebutuhannya dan dilengkapi sistim Hydrophore, sehingga air Tawar yang mengalir keluar mempunyai
tekanan untuk kebutuhan diseluruh ruangan di geladak.


Air Tawar masuk kedalam kapal dengan melalui sistim pengisian melewati instalasi pipa pengisian Air
Tawar dan masuk kedalam tanki Air Tawar/Fresh Water tank , pipa pengisian Air Tawar umumnya
terletak digeladak yang menembus bagian bagian geladak kapal dan masuk ke Tanki Air Tawar. Pipa-
pipa tersebut dilengkapi dengan katub/valve yang terbuat dari bahan stainless steel.


Pengaturan kebutuhan air Tawar diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk
penyalurannya yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram pipa isometri terlampir).


Air Tawar antara lain dibutuhkan untuk sistim instalasi ke kamar mandi dan washtafel, sistim ke Dapur ,
dan instalasi ke Kamar mesin.

SISTEM INSTALASI PIPA BAHAN BAKAR / FUEL OIL PIPING SYSTEM

Instalasi pipa Bahan Bakar/Fuel Oil digunakan untuk mengalirkan kebutuhan bahan bakar dari tanki
bahan bakar ke sistim di permesinan dan dari luar ke dalam kapal pada saat pengisian Bahan Bakar.
Pengaliran bahan bakar menggunakan sarana pompa, dapat berupa pompa Bahan bakar atau pompa
transfer bahan bakar, pompa ini disebut Pompa bahan bakar/Fuel Oil pump and Fuel Oil Transfer pump.
Selanjutnya dari pompa pengaturan aliran bahan bakar juga dikontrol dengan menggunakan sistim
katub/valve.


Pompa Bahan Bakar pada umumnya menggunakan jenis pompa rotary disesuaikan dengan
kebutuhannya dan dilengkapi sistim penyaringan/filter, selain menggunakan pompa bahan bakar utama,
untuk kepentingan darurat sistim instalasi juga dilengkapi dengan pompa tangan bahan bakar jenis
rotari/FO Rotary Hand pump. Sehingga bahan bakar dapat dipompa yang mengalirdari tanki bahan bakar
ke Mesin Induk/Bantu/Main Engine/Aux.Engine sesuai kebutuhan. Untuk Mesin Induk ukuran tertentu
pada umumnya dilengkapi dengan pompa bahan bakar yang menyatu dengan mesin/Attached Fuel Oil
pump sehingga aliran bahan bakar diambil dari tanki bahan bakar/ tangki harian bahan bakar
menggunakan pompa tersebut. Pompa Transferbahan bakar/FO Transfer pump hanya berfungsi
memindah kan bahan bakar dari tanki utama ke tanki Harian/FO Daily Tank.


Untuk pengisian Bahan bakar masuk kedalam kapal dengan melalui sistim pengisian melewati instalasi
pipa pengisian Bahan Bakar dan masuk kedalam tanki Bahan Bakar/Fuel Oil tank , pipa pengisian bahan
bakar umumnya terletak digeladak utama dan pipa pengisian menembus bagian pelat geladak kapal dan
masuk ke Tanki bahan bakar dikenal dengan nama Bunker Station. Pipa-pipa tersebut dilengkapi dengan
katub/valve yang terbuat dari bahan pipa baja atau pipa stainless steel.


Pengaturan kebutuhan bahan bakar diatur dengan menggunakan manifold dan beberapa katub untuk
penyalurannya sesuai jumlah tanki dan jumlah mesin yang dapat dikontrol di kamar mesin (lihat diagram
pipa isometri terlampir).


Untuk pipa bahan bakar yang keluar dari tangki harian dan mengalir menuju mesin harus dilengkapi
dengan katup dengan sitim penutup otomatis dengan pegas dan dapat dioperasikan secara cepat/Quick
closing valve.


SISTEM INSTALASI PIPA AIR KOTOR/ SEWAGE PIPING SYSTEM


Instalasi pipa Air Kotor/sewage piping system digunakan untuk mengalirkan air kotor dan air limbah
dikapal dari dan ke tanki Sewage di dalam kapal. Pengaliran sewage menggunakan sarana pompa,
berupa pompa Sewage/Sewage Pump. Air kotor/Sewage berasal dari buangan water closet dari setiap
ruang akomodasi, yang mengalir ke tanki sewage secara gravity atau dengan tekanan air bilas/flushing ,
selanjutnya dari tanki sewage akan dipompa keluar kapal sesuai dengan peraturan pembuangan limbah.
Pengaturan aliran air kotor juga dikontrol dengan menggunakan sistim katub/valve (lihat diagram pipa
isometri terlampir).


Pompa Sewage pada umumnya menggunakan jenis pompa rotary atau pompa piston dengan putaran
rendah, disesuaikan dengan kebutuhannya dan dilengkapi sistim penghancur berupa baling-baling
didalam tangki sewage, selain menggunakan pompa sewage utama pada umumnya untuk kepentingan
darurat juga dilengkapi dengan pompa tangan. Sehingga sewage dapat dipompa keluar sebelum tanki
penuh.


Untuk pembersihan sistim instalasi sewage ini, dilengkapi dengan instalasi pembersih/ flushing system.
Sistim pembersih menggunakan air laut , dan pembuangan sewage menggunakan pipa yang umumnya
menembus kulit lambung kapal disebut overboard dan dilengkapi pula pipa pembuangan yang terletak
digeladak belakang utama untuk pembuangan ke sarana didarat atau tongkang pembuangan. Pipa-pipa
tersebut terbuat dari bahan pipa tahan karat atau pipa stainless steel dan dilengkapi dengan katub/valve.


SISTEM PIPA LAIN


Selain sistim Instalasi pipa yang utama tersebut diatas masih ada beberapa instalasi piap yang lain,
diantaranya inatalasi pipa Minyak lumas, instalasi pipa Cargo (khusus untuk Tanker), Instalasi pipa
pendingin mesin, instalasi pipa Udara, instalasi pipa Uap, dan instalasi pipa Bilga.


Instalasi pipa bilga untuk pembuangan air kotor dari got kamar mesin telah dibahas sebelumya pada
perihal MARPOL, termasuk untuk kapal barang dan kapal Tanker.


Pipa Udara adalah pipa peranginan yang harus dipasang disetiap tanki yang ada dikapal, dengan
kegunaan supaya didalam tanki tidak terjadi tekanan yang membahayakan. Pipa udara harus dipasang
ditanki dan keluar menembus geladak sehingga udara keluar ditempat udara bebas. Pipa udara
mempunyai ketinggian digeladak diatur oleh ketentuan Load Line Convention. Ukuran diameter pipa
udara harus lebih besar dari ukuran diameter pipa isi. Dibagian ujung pipa udara harus dibuat bengkok
atau dipasang strainer sehingga air tidak mesuk kedalam tanki.


Pipa Gas buang/Exhaust gas pipe merupakan pipa untuk mengalirkan gas hasil pembakaran Mesin
Induk/Main Engine atau mesin Bantu/Aux. Engine . Pipa gas buang terpasang dari manifold gas buang
Mesin Induk/Bantu didalam kamar mesin dan terus menuju cerobong kapal/funnel . Karena pipa ini akan
dialiri gas yang cukup panas maka pipa pada umumnya dibalut dengan bahan insulation.

http://www.maritimeworld.web.id/2011/03/pipa-adalah-suatu-batang-silindar.html
Diagram Pipa Kapal | Piping Diagram |
Piping diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan tentang penataan pipa-pipa, valve, suction,
overboard, educator dan pompa yang ada diatas kapal. Piping diagram ini sangat membantu dalam
melaksanakan ballasting dan unballasting maupun loading dan discharging muatan diatas kapal tanker.
Dibawah ini terdapat symbol-simbol yang lazim digunakan diatas kapal.
GAMBAR
GAMBAR

Berikut ini terdapat contoh Bilges piping diagram dan ballast piping diagram yang
terdapat diatas kapal :
GAMBAR
GAMBAR

Dengan penjelasan gambar diatas diharapkan taruna dapat mengoperasikan ballast sistem dan bilges
sistem dengan baik . Pada kapal-kapal modern ballast sistem dan bilges sistem pengoperasiannya
melalui cargo control room.


Dari gambar diatas, terdapat perbedaan antara penataan ballast dan penataan bilges :

Penataan ballast :


1. Digunakan untuk mengatur stabilitas kapal


2. Dapat mengisi ( loading ) dan membuang ( discharging )


3. Tidak terdapat non return valve


4. Tidak dilengkapi bilge strainer / bilge strum box

Penataan bilges :


1. Digunakan untuk menampung keringat yang dihasilkan muatan ataupun kondensasi pada cargo hold
sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan muatan


2. Hanya dapat menghisap ( discharging )


3. Mempunyai non return valve

4. Dilengkapi dengan bilge strainer / bilge strum box

GAMBAR
Bilge Strainer dan bilge strum box berfungsi untuk menyaring air got pada saat akan dibuang melalui
pompa bilge


Pada ballast sistem dilengkapi dengan pompa ballast yang digunakan untuk mengisi atau membuang
ballast yang berada pada tiap-tiap tangki ballast


Untuk bilge sistem juga dilengkapi dengan pompa khusus yaitu bilges pump yang digunakan untuk
membuang air kotor didalam bige

Namun Ballast sistem dan bilge sistem juga dapat dioperasikan dengan menggunakan G.S
Pump(General service pump)
Dibawah ini simbol dan warna pipa pada kapal
GAMBAR