Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada ALLAH SWT yang mana telah memberikan Rahmat
dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Praktek Labor
Maintenance khususnya Laporan Praktek Sistem Mesin Fluida Blower ini dengan
sebaik-baiknya. Ucapan Terima Kasih kepada Dosen Pembimbing yang mana telah
membimbing saya dalam melaksanakan Praktek Labor Maintenance khususnya Praktek
Praktek Sistem Mesin Fluida Blower ini sampai selesai.
Dalam penyusunan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan
baik dalam bentuk kata maupun dalam penyususnan kalimat ini. Kritik dan saran yang
bersifat membangun yang mana untuk memperbaiki laporan yang akan mendatang.
Semoga laporan ini dapat berguna bagi yang membacanya.
Terima Kasih.....

Padang, 12 Juni 2016

BOBBY AINUL ROZAN


13010110006

DAFTAR ISI
Halaman Awal
Kata Pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Praktikum
Bab 2 Landasan Teori
2.1 Landasan Teori
2.2 Keselamatan Kerja
Bab 3 PENJELASAN TENTANG POMPA

Bab 4 Kendala dan Pemecahan Masalah


4.1 Kendala yang di hadapi
4.2 Pemecahan Masalah yang dilakukan
Bab 5 Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Daftra Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan akan pompa semakin lama semakin tinggi,mulai dari untuk
keperluan rumah tangga sampai ketingkat mega industry. Ada banyak ragam pompa
yang ada dipasaran merek, ukuran dan kegunaan.
Untuk penggunaan yang lebih efektif dan maka aplikasi pompa harus benarbenar sesuai dengan permintaan/kondisi di lapangan. Penggunaan akan lebih afektif dan
efisien jika kita mengetahui prestasi atau performa suatu pompa dengan jalan
menggadakan pengujian-pengujian.
Atas dasar itulah maka Praktek Labor Maintenance Mesin diadakan dan sebagai
bentuk pertanggung jawaban maka kami menyusun laporan ini.
1.2 Maksud dan Tujuan
Mahasiswa mampu mengetahui bentuk dan jenis2 pompa baik dari segi fungsi
maupun dari segi bentuk, mengetahui fungsi-fungsi dari masing-masing pompa.

BAB II

TEORI DASAR

2.1 Pengertian Pompa


Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan
cairan dari satu tempat ke tempat lain,melalui suatu media ( pipa ) dengancara
menambah/member enargi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung kontinyu.
Pompa beroprasi dengan mengadakan perbedaan tekanan antara bagian
pemasukan (suction) dan bagian pengeluaran (discharge). Dengan kata lain pompa
berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi
tenaga cairan dan mengatasi hambatan (gesekan) yang ada.
2.2 Klasifikasi Pompa
Berdasarkan cara pemindahan dan pemberian tenaga pada cairan,pompa
dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu :
1. Pompa positif
2. Pompa dinamik
1) Pompa positif
Adalah Pompa dengan ruangan kerja yang secara periodic berubah dari
besar ke kecil atau sebaliknya selama pompa bekeeja. Enargi yang diberikan
kepada cairan adalah energy potensial sehingga cairan berpindah volume per
volume,yang termasuk dalam kelompok pompa positif adalah :
Pompa gerak translasi ( Reciprocating pump), jenisnya :
Pompa torak, pompa plunyer.
Pompa gerak berputar ( rotary punp ), jenisnya :
Pompa roda gigi, pompa lobe, pompa vane, pompa ulir dan lain-lain
Pompa membrane/diafragma (diaphragm pump)
2) Pompa Dinamik
Pompa dinamik disebut juga pompa non positif, adalah pompa dengan
ruangan kerja yang tidak berubah pada waktu pompa bekerja. Enargi yang di
berikan pada cairan adalah energy kecepatan , sehingga cairan berpindah karena
adanya perubahan kecepatan.

Yang termasuk dalam kelompok pompa dinamik :


Pompa sentrifugal : radial flow,mixed flow dan axial flow.
Pompa jet : educator,gas lift, hydraulic ram.
2.3 Dasar dasar Dalam Pemilihan Suatu pompa
Supaya penggunaan pompa lebih efektif dan efisien, maka ada hal-hal
yang harus di perhatikan, misalnya :
Penggerak mula yang paling ekonomis dan tersedia (listrik,motor dan lain
lain)
Bahan bakar yang paling ekonomis ( gas engine,listrik )
Kapasitas ( I/det,gallon / det )
Head atau tinggi tekan( m,ft)
Penggunaan/service (continue/intermittent).
Kondisi cairan ( corrosive, dan sebagainya).
Kondisi dan jarak lokasi cairan dengan tempat penampungan cairan
2.4 Pompa sentrifugal
Pompa sentrifugal adalah salah satu jenis pompa dinamik. Prinsip
kerjanya ialah merubah energy mekanis manjadi energy kinetis oleh impeller yang
berputar. Cairan yang berpindah akibat gerakan impeller ditampung dalam casing
dan kemudian menuju discharge flange untuk berubah menjadi energy potensial.
Kontruksi utama pompa sentrifugal terdiri atas 2 bagian :
Rotor element, terdiri dari impeller dan poros.
Stator element,terdiri dari casing (rumah),dan rumah bantalan.
2.5 Klasifikasi pompa sentrifugal
Pompa sentrifugal dapat diklasifikasikan berdasarkan atas:
a. Berdasarkan kapasitas :
Low capacity, kurang dari 20 m3 / jam
Medium capacity, antara 20 60 m3/jam
High capacity, lebih dari 60 m3/jam
b. Berdasarkan tinggi tekanan/head.

Low head, kurang dari 5 m


Medium head, antara 5 40 m.
High head, lebih dari 40 m.
c. Berdasarkan tekanan discharge :
Low pressure, kurang dari 5 kg/cm2.
Medium pressure, antara 5 50 kg/cm2.
High pressure, lebih dari 50 kg/cm2.
d. Berdasarkan kecepatan spesifik (ns) :
Low speed radial flow pump, ns = 40 80 rpm.
Medium speed radial pump, ns = 80 150 rpm.
Mixed flow pump, ns = 300 600 rpm.
Axial flow pump, ns = 600 1200 rpm.
e. Berdasarkan jumlah atau susunan impeller dan tingkat/stage:
Single stage,terdiri dari 1 impeller dalam satu casing.
Multi stage, terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu
casing.
Multi impeller multi stage, kombinasi anatara multi impeller dan multi
stage.
f. Berdasarkan cara pemasukan dalam impeller :
Single suction, dimana cairan masuk lewat satu sisi impeller.
Double suction, cairan masuk lewat kedua sisi impeller.
g. Berdasarkan rancang bangun casing ;
Single casing, terdiri dari satu casing dapat vertical split atau horizontal
split.
Saction casing, terdiri dari beberapa casing yang tersusun secara vertical
split (terutama untuk multi stage).
h. Berdasarkan posisi poros impeller :
Vertical shaft, poros pompategak lurus.
Horizontal shaft, poros pompa mendatar.

i. Berdasarkan jenis cairan yang dipompa :


Water pump.
Petroleum pump.
j. Berdasarkan kondisi suction lift :
Self priming pump, pompa dilengkapi dengan vacuum device (tidak perlu
di pancing, sudah menghisap sendiri).
Non priming pump, perlu di pancing pada saat starting.
2.6 pemasangan pompa
1) Pemasangan mendatar
Pemasangan pompa harus sedekat mungkin dengen tadah hisap.
Posisinya harus sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan terlalu banyak
balokan pada pipa hisap
2) Pemasangan Tegak
Cara pemasangan pompa tegak ( termasuk pompa motor benam )
pada dasarnya sama dengan pompa mendatar. Karena itu, di sini hanya akan
di singgung hal hal yang khusus saja.
Ada 2 jenis pompa tegak yang mengunakan motor d atas
tanah,yaitu : jenis sumuran basah dan jenis sumuran kering. Pompa sumuran
basah mempunyai badan yang tertekan di dalam air sedangkan jenis sumuran
kering terletak di atas permukaan air.
3) Pemasangan pompa sumur dalam dengan motor benam.
Pompa dengan motor benam semakin banyak di pakai akhir-akhir
ini untuk memompa air sumur dalam. Hal ini dimungkinkan oleh keandalan
yang tinggi dari motor benam. Namun, bila tidak ditangani dengan baik,tidak
akan di peroleh keuntungan seperti yang diharapkan.

Uji coba pemompaan dan pembersihan sumur.


Bila sumur telah selesai dikerjakan, uji coba pemompaan harus
dilakukan untuk mengukur air yang dapat dipompa dan muka air di dalam sumur.
Dalam hal ini laju aliran air yang dapat dihasilkan harus ditentukan. Bila air dipompa
melebihi kapasitas sumur,maka kandungan pasir di dalam air akan bertambah besar
dan umur sumur dapat menjadi pendek. Jadi laju pemompaan yang sesuai dengan
kapasitas sumur harus ditentukan lebih dahulu sebelum ditentukan ukuran pompa
yang akan dipasang permanen.
2.7

Penempatan instalasi pompa


Pompa harus diletakkan sedigaknya 2 sampai 5 meterdi bawah muka air
mengelir terendah dari sumur. Jarak 2 meter adalah pompa berdiameter kecil.
Untuk pompa yang semakin besar diameternya, harus diambil kedalaman yang
semakin besar sampai 5 meter.
Letak nosel pompa tidak boleh bertepatan dengan saringan sumur, sebab
akan terlalu banyak pasir terisap. Letak nosel hisap pompa yang baik adalah di
atas dan agak jauh dari saringan sumur. Namun hal ini kadang kadang sukar
dipenuhi karena persyaratan kedalaman minimal 2 5 di bawah muka air
mengalir rendah

2.8

Pemipaan
Kesempurnaan pemipaan bias memepengaruhi peforma dan umur
pompa. Karena itu pemasangannya harus dilakukan dengan benar. Pipa
hisap,pipa keluar dan katup katup harus ditutup pada lantai dan dinding
bangunan. Selain itu bila diperkirakan aka nada pemuaian dan pengerutan pipa
atau penurunan tanah, dapat dipertimbangkan untuk melengkapi pemipaan
dengan sambungan khusus pada kedua sisi pompa.

Pipa hisap :
Hal hal yang sangat penting dalam pemasangan pipa hisap, antara lain :
a) Pencagahan kebocoran. Utamakan penyambungan pipa yang berflens dari pada
yang berulir
b) Pencagahan kantong udara. Pemasangan pipa hisap harus cendrung menurun
dari pompa ke tanah hisap dengan kemiringan 1/50 sampai 1/200. Hal ini
dimaksudkan untuk menghindari terbentuknya kantong udara.
c) Pemasangan saringan. Untuk mencegah benda-banda asing dan sampah terisap
kedalam pompa, tadah isap baru bolah di isi air setelah di bersihkan secara
sempurna. Saringandi pasang pada pintu masuk ke dalam tadah.
d) Kedalaman ujung pipa. Kedalaman pipa hisap harus cukup meskipun
permukaanzat cair di dalam tadah hisap turun sampai batas minimum.
e) Katup sorong, pipa hisap yang bekerja dengan isapan pada waktu memasukan
cairan tidak bolah dilengkapi dengan katup sorong. Katup ini akan menimbulkan
kebocoran udara atau menjadi kantong udara. Dalam hal pemasukan dengan
dorongan, katup sorongh di perlukan pada waktu pompa harus dilepas atau
diperiksa. Namun pemasangan katup ini harus dilakukan dengan cara yang benar
yaitu dengan menempatkan pemutarnya di bawah atau disamping. Hal ini untuk
menghindari kantong udara. Katup ini harus dalam keadaan terbuka penuh
kecuali pada waktu pompa diperiksa atau dilepas.
f) Reduser dan belokan. Untuk menyambung pipa hisap yang diameternya lebih
besar daripada diameter lubang hisap pompa, harus dipakai reduser. Bila
diperlukan belikan, jumlahnya harus di usahakan sesedikit mungkin dengan
sudaut belokan yang sehalus mungkin.
Pipa tekan:
Hal hal yang prlu diperhatikan dalam pemasangan pipa keluar.
a) Diameter pipa dan kecepatan aliran. Harus ditentukan berdasarkan kecepatan
aliran didalam pipa dan tidak perlu sama dengan diameter lubang keluar pompa.
Kecepatan aliran didalam pipa pada umumnya tidak lebih dari 3 meter / detik.

Namun kebanyakan orang mengambil 1 sampai 2 meter/detik. Perbedaan antara


diameter pipa dan diameter lubang keluar pompa harus disesuaikan dengan
menggunakan reduser atau difuser.
b) Pencegahan kantong udara. Kantong udara juga merugikan sisi keluar karena
dapat menimbulkan benturan air. Untuk mencagahnya dapat digunakan katup
laluan udara yang di pasang pada bagian pipa yang melengkung ke atas. Katup
ini akan mengeluarkan udara yang terjebak di bagian atas lengkungan pipa
tersebut.
c) Pengaman tekanan perapat. Beberapa sistem pompa mengeluarkan cairan
diujang pipa keluar pada ketinggian permukaan yang lebih rendah dari pada
ketinggian sumbu pompa. Hal yang demikiandapat menimbulkan tekanan
negatif didalam pompa sehingga udara dapat terisap masuk melalui paking tekan
pada poros. Namun jika ujung pipa keluar dapat dijaga agar tingginya tidak
kurang dari 500 mm diatas sudut pompa, maka tekanan di dalam pompa dapat di
jaga tetap positif sehingga memungkinkan pemberian air kepada paking tekan
tanpa manggunakan pompa lain.
d) Tinggi pipa sifon. Bila pipa berbentuk sifon, maka titik tertinggi sifon tersebut di
ukur dari permukaan zat cair di tadah isap tidak melebihi head tertutup pompa.
Jika head tertutup ini dilebihi, maka pompa tidak akan dapat mengalir zat cair
pada awal kerjanya.
2.9 Operasi parallel dan operasi seri
Jika head atau kapasitas yang diperlukan tidak dapat dicapai dengan satu
pompa saja, maka dapat digunakan dua pompa atau lebih yang disusun secara
parallel atau seri

Gb.14. menunjukkan kurva head-kapasitas dari pompa-pompa yang


mempunyai karakteristik yang sama,yang dipasang secara seri atau parallel.
Dalam gambar ini kurva untuk satu pompa tunggal di beri tanda (1) dan untuk
susunan seri terdiri-dari dua buah pompa diberi tanda (2). Harga head pompa

kurva (2) diperoleh dari harga head kurva (1) dikalikan dua untuk kapasitas Q
yang sama. Kurva untuk susunan parallel yang terdiri dari dua buah pompa ,
diberi tanda (3). Harga kapasitas Q kurva (3) ini diperoleh dari harga kapasitas
pada kurva (1) dikalikan dua untuk head yang sama.
Dalam gambar ditunjukkan pula tiga buah kurva head-kapasitas sistem,
yaitu R1,R2,dan R3. Kurva R3 menunjukkan tahanan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan R2 dan R1.
Jika sistem mempunyai kurva head-kapasitas R3, maka titik kerja pompa
(1) akan terletak di (D). jika pompa ini disusun seri senghingga menghasilkan
kurva (2) maka titik kerja akan dipindahkan ke (E). disini terlihat bahwa head
dititik (E) tidak sama dengan dua kali lipat head di (D), karena ada perubahan
( berupa kanaikan ) kapasitas.
Sekarang jika sistem mempinyai kurva head-kapasitas R1 maka titik kerja
pompa (1) akan terletak di (A). jika ini disusun parallel sehingga menghasilkan
kurva (3) maka titik kerjanya akan berpindah ke (B). disini terlihat bahwa
dikapasitas di titik (B) tidak sama dua kali lipat kapasitas di titik (A),karena ada
perubahan (kenaikan) head system.
Jika system mempunyai karakterristik seperti R2 maka laju aliran akan
sama untuk susunan seri maupun parallel. Namun jika karakteristik system
adalah seperti R1 dan R3 maka akan diperlukan pompa dalam susunan seri atau
parallel. Susunan parallel pada umumnya diperlukan untuk laju aliranbesr, dan
susunan seri untuk head yang tinggi pada titik operasi. Untuk susunan seri,
Karena pompakedua menhisap zat cair bertekanan dari pompa pertama, maka
perlu perhatian khusus dala hal kekuatan kontruksi dan kerapatan kabocoran dari
rumah pompa

Pompa-pompa yang berbedakarakteristiknya dapat pula bekerja sama


secara parallel. Hal ini ditujukkan dalam Gb. 15. Di mana pompa (1)
mempunyai kapasitas ecil dan pompa (2) mempunyai kapasitas besar. Jika
keduanya dipasang secara parallel maka akan menghasilkan kurva karakteristik

(3). Disini, untuk kurva head-kapasitas system R1 akan dicapai titik operasi
parallel di dengan laju aliran total sebesar Q. Dalam keadaaan ini pompa (1)
beroperasi dititik (D) dengan kapsitas Q1 dan pompa (2) beroperasi di titik (E)
dengan kapasitas aliran Q2 Laju aliran total Q = Q1 + Q2.
Apabila kurva head-kapasitas system naik lebih curam dari pada R2,
maka pompa (1) tidak dapat lagi menghasilkan aliran keluar karena head yang
dimiliki tidak cukup tinngi untuk melawan head system. Bahkan jika head
system lebih tinggi dari pada head pompa, aliran akan membalik masuk kedalam
pompa (1). Untuk mencegah aliran balik ini pompa perlu diperlengkapi dengan
katup cegah ( check valve ) pada pipa keluarnya. Kondisi operasi seperti ini pada
umumnya tidak dikehendaki. Jika untuk operasi parallel sebaliknya dipakai
pompa-pompa dengan head tertutup (shut-off head) yang tidak terlalu berbeda.
Gb. 16. Memperlihatkan karakteristik susunan seri dari dua buah pompa
yang mempunyai karakteristik berbeda. Kurva (1) adalah pompa kapasitas kecil,
kurva (2) dari pompa kapasitas besar, dan kurva (3) merupakan karakteristik
operasi kedua pompa dalam susunan seri

2.2 Keselamatan Kerja


Ada pun keselamatan kerja yang harus di perhatikan selama pratikum adalah sebagai
berikut
-

Gunakan pakaian praktek dan sepatu sefti sebelum memulai pratikum


Berdoa sebelum memulai pratikum
Baca buku panduan sebelum memulai pratikum
Harus fokus pada saat partikum
Pada saat memasang distributor pastikan teman tidak ada yang memutar

kunci kontak
Bertanya pada instruktur apa bila tidak mengetahui langkah2 dari partikum.
Jangan bersenda gurau selama pratikum

BAB III
PENJELASAN TENTANG POMPA
A.

Positive Displacement Pump


A.1 Gear Pump
Pompa ini terdiri dari 2 buah roda gigi yang di pasang saling merapat. Perputaran
roda gigi yang saling berlawanan arah akan mengakibatkan tekanan vakum pada sisi
hisap, akibatnya fluida akan terisap masuk ke dalam ruang pompa. Kemudian fluida di
kompresikan ke luar pompa hingga tekanan tertentu. Pompa roda gigi terdiri dari roda
gigi penggerak dan roda gigi yang digerakkan. Pada pompa roda gigi terdiri dua macam
yaitu pompa roda gigi external dan internal.
A.1.1 External Gear Pump

Gambar 1.1 External Gear Pump


Cara Kerja :
Ketika roda gigi berputar, terjadi penurunan tekanan pada rumah pompa sehingga
cairan mengalir dan mengisi rongga gigi. Cairan yang terperangkap dalam rongga gigi
terbawa berputar. Kemudian dikempakan dalam saluran pengeluaran, karena pada
bagian ini terjadi pengecilan rongga gigi.
Jika jumlah gigi semakin sedikit maka volume fluida yang dialirkan semakin besar
karena rongga antara roda gigi dengan dinding semakin besar pula. Sedangkan untuk
meningkatkan flowrate dapat dilakukan juga dengan meningkatkan rpm dari roda gigi

tersebut. Pompa jenis ini tidak memerlukan valve seperti pada reciprocating pump
sehingga loss dapat berkurang.
Aplikasi :
1.

Mengalirkan berbagai macam oli bahan bakar

2.

Mengalirkan minyak pelumas

3.

Mengukur jumlah aditif yang dicampurkan pada bahan kimia

4.

Mencampur dan mengaduk bahan kimia

5.

Sistem hidrolik pada industri dan mobil


A.1.2 Internal Gear Pump

Gambar 1.2 Internal Gear Pump


Cara Kerja
Internal gear pump bekerja dengan memanfaatkan roda gigi dalam yang biasanya
dihubungkan dengan penggerak dan roda gigi luar yang biasanya bertindak sebagai
idler. Awalnya fluida masuk lewat suction port antara rotor (roda gigi besar) dan idler
(roda gigi kecil). Fluida kemudian masuk melalui celah-celah roda gigi. Bagian yang
berbentuk seperti bulan sabit membagi fluida dan bertindak sebagai seal antara suction

dan discharge port. Fluida yang membanjiri discharge port akan terus didorong oleh
fluida dibelakangnya sehingga fluida terus mengalir
Aplikasi
1.

Berbagai macam oli bahan bakar dan pelumas

2.

Food product seperti sirup, coklat atau peanut butter

3.

Alkohol dan solvent

4.

Aspal, bitumen dan tar

5.

Polyurethane foam

6.

Cat, tinta dan pigmen


A.2 Lobe Pump
Pompa lobe mempunyai dua rotor setiap lobe, baik untuk lobe dua, tiga maupun
empat masing-masing lobenya tetap mempunyai dua rotor. Pompa tiga lobe mempunyai
efisiensi lebih baik dibanding dengan dua lobe, begitu seterusnya. Namun dari segi
pembuatannya lebih sulit

Gambar 1.3 Lobe pump dan bagiannya

Cara kerja :
Pompa Lobe pada prinsipnya sama dengan cara kerja dengan pompa roda gigi
eksternal. Kedua rotor berputar serempak dengan arah saling berlawanan. Kemudian
sumbu gigi dari rotor selalu membentuk sudut 90o terhadap sumbu gigi rotor yang lain.
Jika rotor diputar dalam arah panah, seperti ditunjukkan pada gambar diatas, maka
fluida yang terkurung antara casing dengan lobe akan dipindahkan dari inlet menuju
outlet.
Aplikasi :
1.

Industri makanan : Coklat, sirup, saos, selai, kue, agar-agar

2.

Produk harian : Susu, yoghurt, margarine, minyak, krim, keju

3.

Industri minuman : Bir, anggur, alcohol, jus, air mineral, ragi

4.

Industri kimia dan kertas : Asam, alkali, sabun, cat, resin, pelumas, solvent, lem, latek

5.

Industri Farmasi : Serum, pasta gigi, vaksin, antibiotic, lotion, sampo, sabun
A.3 Screw Pump
Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa yang
diam. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah
stator atau lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup atau 3 sekrup
masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas (idler)

Gambar 1.4 Screw pump

Cara kerja
Oleh gerak putar poros ulir zat cair mengalir dalam arah aksial. Pada keadaan
kering pompa ini tidak dapat mengisap sendiri, sehingga sebelum digunakan pompa ini
harus terisi cairan yang akan dipompa (dipancing)
Aplikasi
1.

Mengalirkan minyak pelumas

2.

Mengalirkan gas

3.

Pabrik Kimia
A.4 Vane Pump
Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang
rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2
baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.

Gambar 1.5 Vane pump

Cara kerja
Rotor asimetris di dalam rumah memilik sudu-sudu yang bebas bergerak secara
radial. Karena gaya sentrifugal sudu-sudu akan selalu menempel pada dinding pompa.

Cairan masuk pada bagian hisap, mengisi ruang antar sudu, terjebak dan terbawa
putaran kemudian di keluarkan dibagian kempa karena adanya pengecilan sudu
Aplikasi
1.

Sering digunakan sebagai pompa vakum

2.

Aerosol dan propelan

3.

Penerbangan layanan - Transfer bahan bakar

4.

Alkohol

5.

Pelarut

6.

Pendinginan Freon, Amonia


A.5 Reciprocating Pump
Pada pompa jenis ini, sejumlah volume fluida masuk ke dalam silinder melalui
valve inlet pada saat langkah masuk dan selanjutnya dipompa keluar dibawah tekanan
positif melalui valve outlet pada langkah maju. Fluida yang keluar dari
pompa reciprocating,berdenyut dan hanya bisa berubah apabila kecepatan pompanya
berubah. Ini karena volume sisi inlet yang konstan. Pompa jenis ini banyak digunakan
untuk memompa endapan dan lumpur. Salah satu contohnya adalah pompa piston dan
pompa plunger

Gambar 1.6 Piston pump

Gambar 1.7 Plunger pump


Cara Kerja
Piston atau plunger bergerak ke kanan

Katup tekan kanan tertutup rapat, katup tekan kiri terbuka sehingga fluida bagian kiri
piston masuk ke ruang outlet dan keluar melalui pipa penyalur.

Katup isap kiri tertutup rapat, tekanan ruang silinder kanan menurun sehingga terjadi
isapan membuat katup isap terbuka dan fluida masuk ke ruang silinder bagian kanan
piston.
Piston atau plunger bergerak ke kiri,

Katup tekan kiri tertutup rapat, tekanan ruang kanan meningkat membuat katup tekan
kanan terbuka sehingga fluida mengalir ke ruang outlet dan keluar pompa melalui pipa
penyalur

Katup isap kanan tertutup rapat, tekanan ruang silinder kiri menurun sehingga terjadi
isapan membuat katup isap kiri terbuka dan fluida masuk ke ruang silinder bagian kiri
piston, dan selanjutnya kembali piston bergerak ke kanan ke kiri secara berkelanjutan
Aplikasi
1.

Pabrik minyak dan gas

2.

Perkapalan, dock, dan lepas pantai

3.

Water Supply

4.

Industri Proses

5.

Boiler feed pump


B. Rotodynamic
B.1 Axial Pump
Berputarnya impeler akan menghisap fluida yang dipompa dan menekannya kesisi
tekan dalam arah aksial karena tolakan impeler. Pompa aksial biasanya diproduksi untuk
memenuhi kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar

Gambar 2.1 Axial pump

Cara Kerja
Pertama-tama fluida cair masuk, pompa akan dijalankan oleh motor sebagai
penggerak utama. Motor akan memutar poros yang akan menyebabkan sudu-sudu
berputar. Lalu fluida akan dihisap oleh sudu-sudu pompa (impeller) dan menekannya ke
sisi tekan dalam arah aksial.Pompa aksial biasanya diproduksi untuk memenuhi
kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar.
Aplikasi
1.

Keperluan irigasi

2.

Sirkulasi terus-menerus dari solusi korosif/abrasif, lumpur air laut, limbah pengolahan

3.

Proses kristalisasi dan evaporasi (air garam, air laut)

4.

Pabrik garam

5.

Berbagai pabrik kimia

6.

Pabrik regenerasi

7.

Pengelolaan air limbah

8.

Pabrik kalium karbonat


B.2 Mixed Pump
Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh gaya
sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeler. Aliran buangnya sebagian radial dan
sebagian lagi aksial, inilah sebabnya jenis pompa ini disebut pompa aliran campur

Gambar 2.2 Mixed pump

Cara Kerja
Pompa ini merupakan peralihan antara pompa radial flow dan pompa axial flow.
Cara kerja pompa ini hampir sama dengan cara kerja dengan pompa sentrifugal. Casing
pompa menuntun aliran suatu cairan dari saluran suction menuju impeller
eye. Vanes daripada impeller yang berputar meneruskan dan memberikan gaya putar
sentrifugal kepada cairan ini sehingga cairan bergerak menuju keluar impeller dengan
kecepatan tinggi. Cairan tersebut kemudian sampai dan mengumpul pada bagian terluar
casing yaitu volute. Volute ini merupakan area atau saluran melengkung yang semakin
lama semakin membesar ukurannya, dan seperti halnya diffusor, volute berperan besar
dalam hal peningkatan tekanan cairan saat keluar dari pompa, merubah energi kecepatan
menjadi tekanan. Setelah itu liquid keluar dari pompa melalui saluran discharge
Aplikasi
1.

Water Supply

2.

Pengelolaan pada Irigasi

3.

Pengelolaan pada Drainase

B.3 Centrifugal Pump


Pompa sentrifugal adalah suatu mesin kinetis yang mengubah energi mekanik ke
dalam energi hidrolik melalui aktivitas sentrifugal, yaitu tekanan fluida yang sedang di
pompa. Pompa sentrifugal merupakan salah satu alat industri yang simple tetapi sangat
diperlukan

Gambar 2.3 Centrifugal pump


Cara kerja
Fluida yang akan di pompa masuk ke dalam suction menuju titik tengah impeler
dan fluida tersebut terjebak diantara sudu-sudu dari impeler. Impeler tersebut berputar
dan fluida mengalir karena gaya sentrifugal melalui impeler yang menyebabkan
terjadinya peningkatan kecepatan fluida tersebut. Sesuai hukum Bernoulli jika
kecepatan meningkat maka tekanan akan menurun, hal ini menyebabkan terjadinya zona
tekanan rendah (vakum) pada sisi suction pompa. Selanjutnya fluida yang telah terisap
terlempar keluar impeler akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh fluida itu sendiri.

Dan selanjutnya ditampung oleh casing (rumah pompa) sebelum dibuang kesisi buang.
Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energi yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros
pompa diteruskan kesudu-sudu impeller, kemudian sudu tersebut memberikan gaya
kinetik pada fluida.
Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah pompa
dan didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagian besar diubah menjadi
energi tekan. Arah fluida masuk kedalam pompa sentrifugal dalam arah aksial dan
keluar pompa dalam arah radial. Pompa sentrifugal biasanya diproduksi untuk
memenuhi kebutuhan head medium sampai tinggi dengan kapasitas aliran yang medium
Aplikasi
1.

Pompa rumah tangga

2.

Industri perkapalan

3.

Condensate pump

4.

Boiler feed pump

5.

Ash-handling pump

6.

Chemical pump

7.

Food Processing and handling

8.

Water Supply

BAB 4
KENDALA DAN PEMECAHAN MASALAH

4.1 Kendala
Adapun kendala yang penulis temui selama melakukan praktek di bengkel
maintenance adalah :
1.

Banyaknya komponen Pompa yang di bongkar tidak dalam keadaan baik.

2. Kekurangan komponen pompa.


4.2 Pemecahan Masalah
Dari kendala yang penulis dapati di atas maka penulis mendapati cara
pemecahanya adalah :
1. Memahami dan menganggap seluruh komponen pompa yang di bongkar
dalam keadaan baik, sehingga dengan begitu dapat bekerja sesuai prosedur
2. Pahami fungsi dan cara kerja komponen pompa yang kurang, dengan cara
menanyakan ke dosen pengajar

BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pada hasil praktek bengkel yang telah penulis lakukan, penulis mengambil
kesimpulan sebagai berikut:
a. Para praktikum dapat mengetahui bagian-bagian pompa dan cara-cara overhaul.
b.

Mampu merawat pompa.

c. Mampu menganalisa kerusakan pada suatu pompa.

5.2 Saran
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh praktikan dalam praktikum adalah sebagai
berikut:
a. Meningkatkan kedisiplinan, supaya lebih serius dalam melaksanakan praktikum.
b.

Jangan bercanda saat praktikum.

C. Lebih memahami praktikan yang sedang dikerjakan.

Daftar Pustaka

Course note Labor Maintenance semesterVI Politeknik Negeri Padang


2015/2016

http.//google.com