Anda di halaman 1dari 12

Imparsial: Penegakan HAM di Indonesia

Masih Buram
Selasa, 09 Desember 2003 | 20:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Lembaga Pemantau Hak Asas !anusa, Im"arsal, menla, makn
#ak$m$#asn%a tuntutan&tuntutan '(I #an BI( #alam "erumusan keb)akan keamanan #alam
neger mengakbatkan menngkatkan kembal "elanggaran *ak asas manusa se"an)ang ta*un
n+ Demkan sala* satu butr "ern%ataan %ang #ungka"kan Im"arsal #alam e,aluas k$n#s
HA! In#$nesa se"an)ang 2003, Selasa -9.12/ # kant$rn%a 0alan D"$neg$r$, 0akarta+
!enurut 1set !anager Im"arsal, Le$nar# Sman)utak, 2en$mena tu #a"at #amat #engan
mel*at keb)akan #an "raktek "emernta*an #alam satu ta*un terak*r+ Inla* %ang #3u)u#kan
#alam "eneta"an #an "er"an)angan #arurat mlter # A4e*, "enggusuran rak%at mskn k$ta
0akarta, #"r$#uksn%a 5n#ang&5n#ang ($ 16 #an 17 tentang Pemberantasan 'n#ak P#ana
'er$rsme, "enembakan "etan #alam kasus Bulukumba, serta #"er4e"atn%a eksekus ter*a#a"
ter"#ana mat+ 8Pa#a semua kasus #atas tela* ter)a# "elanggaran &"elanggaran *ak asas
manusa %ang serus+ Ba*kan # A4e* #an Bulukumba ter#a"at n#kas ter)a#n%a "elanggaran
HA! berat,8 u)ar Le$nar#+
Ak*r&ak*r n memang ter#a"at tuntutan&tuntutan #ar mas%arakat, k*ususn%a kelas menenga*,
agar "emernta* mengatas "ermasala*an keamanan %ang makn serus ak*r&ak*r n+ (amun
tuntutan tersebut, menurutn%a, t#ak men#$r$ng "emernta* untuk men%elesakan masala*
tersebut se4ara k$m"re*ens2, namun )ustru meman2aatkann%a sebaga legtmas ter*a#a"
keb)akan #an "raktek&"raktek keamanan re2res2 %ang menge#e"ankan 4ara&4ara mlterstk+
9ara&4ara n )uga #kut $le* *am"r seluru* akt$r "$ltk %ang tergabung #alam k$als
"m"nan !ega3at Sukarn$"utr, terutama men)elang "elaksanaan "eml*an umum 200:
men#atang+ Pen%elesaan keamanan #ke#e"ankan #alam ta3aran "$ltk mereka setela*
kegagalan "emernta*an n #alam me3u)u#kan re2$rmas "$ltk #an ek$n$m+ ;*ususn%a
ke"a#a mas%arakat kelas menenga*, %ang saat n se#ang mengalam keresa*an akbat an4aman
ter$rsme #an keamanan lann%a+
Ramidi - Tempo Nes Room
Kapanlagi.com - Pengungkapan berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia, masih sering belum
tuntas atau seperti "timbul-tenggelam", sehingga kehadiran Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
diharapkan menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM.
Memang ada beberapa kasus yang mendapat perhatian cukup intensi, seperti Kasus !an"ung Priok dan
!imtim. #amun kasus-kasus HAM lainnya masih remang-remang, bahkan seakan tenggelam dan tak
tersentuh karena aktor politik maupun aktor-aktor lainnya," kata $akil Ketua MPR A %at&a dalam
seminar Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang diselenggarakan %raksi PA# MPR di 'akarta, Kamis
()*+,-.
%at&a menyebutkan, se"umlah pelanggaran HAM yang belum tersentuh, seperti .erakan )* /eptember
01,2, kasus Komando 'ihad, Kasus !an"ung Priok, !imtim, Kasus Aceh, !alangsari 3ampung, kasus
Papua, Peristi&a 45 'uli 011,, kasus penculikan dan kerusuhan Mei 0116.
%at&a mennambahkan pula, pengalaman negara lain yang telah mengambil langkah rekonsiliasi atas
kasus yang melanda negerinya, di antaranya Argentina, 7hili, 8l /al9ador dan Arika /elatan.
#egara-negara itu ada yang berhasil secara sempurna melangsungkan proses rekonsiliasi di antara anak
bangsa yang bertikai, namun tidak sedikit yang gagal.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pengungkapan kasus pelanggaran HAM,
untuk rekonsiliasi di Indonesia.
Pertama, perlu ada Komisi Rekonsiliasi yang melibatkan berbagai komponen masyarakat yang menaruh
perhatian terhadap masalah HAM. 'umlah keanggotaan komisi ini bersiat lu&es ,tergantung kebutuhan.
#amun bela"ar dari negara-negara yang sudah membentuk komisi se"enis maka nggotaan komisi ini tidak
perlu terlalu banyak, namun beker"a eekti dan berkualitas.
Kedua, adanya landasan hukum yang kuat yang memberi pi"akan ker"a bagi komisi tersebut untuk
mengungkap semua kasus pelanggaran HAM, tanpa terkecuali.
Ketiga, adanya batas &aktu yang "elas dan tegas bagi ker"a komisi dalam mengungkap kebenaran akta-
akta pelanggaran HAM
Keempat, adanya komitmen dan kesediaan semua pihak, baik korban, saksi maupun yang diduga
sebagai pelaku pelanggaran HAM untuk diinterogasi demi pengumpulan akta-akta dan siap menerima
segala konsekuensi dari ker"a komisi.
Kelima, adanya keberanian pemerintah untuk menindaklan"uti secara adil temuan-temuan komisi, baik
dengan cara memprosesnya secara hukum maupun melalui langkah rekonsiliasi .
"/emua ini tergantung pada tu"uan terbentuknya komisi tersebut, apakah sekadar mencari kebenaran
atas ke"ahatan di masa lalu atau mencari penyebab munculnya pelanggaran HAM, atau untuk
memberikan keadilan kepada para korban dengan menghukum pelanggar HAM," katanya.
%at&a menyatakan, beberapa syarat tersebut sekaligus bisa men"adi barometer se"auh mana proses
transisi menu"u demokrasi sudah ber"alan.
Ketika ker"a komisi kebenaran dan rekonsiliasi berlangsung tidak maksimal dan cenderung mendapatkan
hambatan dalam mengungkap kasus-kasus pelaggaran HAM, maka berarti transisi sedang mengalami
hambatan dan belum beran"ak mendekati reormasi.
:erarti pula, kekuatan status ;uo yang dikendalikan oleh orang-orang atau kelompok-kelompok yang
terlibat dalam tindak pelanggaran HAM masih begitu dominan dan tidak menghendaki pembuktian
kebenaran demi rekonsiliasi.
Hal ini berarti pula relasi dan ikatan kebangsaan di antara anak bangsa akan tetap berlangsung semu
yang pada akhirnya bisa mengancam <nation building< yang sedang dibangun bersama.
"Kalau kita kembali pada misi utama rekonsiliasi, maka pengungkapan kasus HAM dapat men"adi a&al
terbentuknya kedamaian se"ati di antara anak bangsa," katanya. (*/bun)
HAK ASASI MANUSIA

BAB I
PENDAHULUAN
1. U m u m
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dianugerahi hak-hak asasi dalam rangka
menjamin keberadaan harkat dan martabat kemuliaan dirinya serta keharmonisan lingkungannya.
Dalam perwujudannya manusia wajib menghormati hak-hak yang melekat pada dirinya dan orang lain
dengan penuh keta!waan dan tanggungjawab menuju keharmonisan kehidupan antar sesama
manusia dan manusia dengan lingkungannya.
"ak #sasi Manusia $"#M% sebagai hak dasar yang melekat pada diri manusia bersi&at uni'ersal dan
abadi sehingga harus dilindungi dihormati dipertahankan dan tidak boleh diabaikan dikurangi atau
dirampas oleh siapapun kecuali oleh Undang-undang atau (utusan (engadilan.
)etiap negara anggota (erserikatan *angsa-*angsa mengemban tugas dan tanggungjawab moral dan
hukum untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Uni'ersal tentang "#M dan instrumen-
instrumen "#M lainnya yang dikeluarkan oleh (erserikatan *angsa-*angsa. +ndonesia sebagai
anggota (erserikatan *angsa-*angsa wajib melindungi menegakkan dan memajukan "#M.
(ada era re&ocmasi dan atas desakan masyarakat yang kuat ketentuan tentang "#M
mendapatkan perhatian yang serius sebagaimana telah berhasil dikeluarkan ,etetapan M(- tentang
"ak #sasi Manusia $"#M% yakni T#( M(- .o./0++1M(-11223.
)etahun kemudian untuk menindak lanjuti T#( tersebut telah dikeluarkan Undang undang .omor 42
Tahun 1222 tentang "ak #sasi Manusia. Dengan keluamya UU tentang "#M ini maka untuk
memantapkan kedudukan "#M dalam UUD 1256 telah dilakukan perubahan UUD 1256 yang kedua
pada tanggal 13 #gustus 7888 dengan menambahkan satu bab khusus yakni *ab / tentang "#M
mulai (asal 73 # s1d 9.
Untuk memberi perlindungan kepastian keadilan dan perasaan aman kepada perorangan atau
masyarakat perlu dibentuk suatu (engadilan "#M. Dengan adanya Undang-undang .omor 7: Tahun
7888 tentang (engadilan "#M diharapkan dapat melindungi hak asasi manusia baik perseorangan
maupun masyarakat dan menjadi dasar dalam penegakan kepastian hukum keadilan dan perasaan
aman bagi perseorangan maupun masyarakat terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat
7. D a s a r
a. UUD 1256 dan perubahannya terutama #mandemen ke ++ tahun 7888 pada*ab / #
tentang "ak #sasi Manusia $"#M% (asal 73 # s1d 9.
b. T#( M(- .omor; /0++1M(-11223 tentang "ak #sasi Manusia $"#M%.
c. Undang-Undang .omor 42 Tahun 1222 tentang "ak #sasi Manusia $"#M%.
d. Undang-Undang .omor 7: Tahun 7888 tentang (engadilan "#M.
e. ,eputusan (residen .omor 172 Tahun 1223 tentang -encana #ksi .asional"ak #sasi
Manusia $-#."#M%.
4. Maksud dan Tujuan
Maksud diselenggarakannya penyuluhan hukum mengenai "#M adalah untuk memasyarakatkan
pengetahuan "#M dalam hal penerapan dan pelaksanaannya di +ndonesia dengan tujuan untuk
mencegah atau memperkecil terjadinya pelanggaran "#M oleh aparat dalam melaksanakan tugas dan
kewajibannya serta untuk menambah wawasan bagi kita semua tentang penerapan "#M dalam
kehidupan sehari-hari.
5. -uang <ingkup dan )istematika
-uang lingkup penyuluhan dibatasi pada pemahaman tentang "#M pelanggaran "#M
berat prosedur penyelesaian pelanggaran "#M berat menurut UU "#M dan (engadilan "#M. dengan
sistematika sebagai berikut;
*#* + (endahuluan
*#* ++ "ak #sasi Manusia $"#M% dan (engadilan "ak #sasi Manusia $"#M%
*#* +++ +mplementasi "ak #sasi Manusia $"#M% dalam kehidupan sehari-hari
*#* +0 (enutup.
6. (engertian-pengertian
a. "ak #sasi Manusia $"#M% adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-
.ya yang wajib dihormati dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara hukum
pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat
manusia.
b. (elanggaran "ak #sasi Manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang
termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang
secara melawan hukum mengurangi menghalangi membatasi dan atau mencabut "#M
seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang tentang "#M dan
tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum
yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
c. (elanggaran "ak #sasi Manusia yang berat adalah pelanggaran hak asasi manusia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang (engadilan "#M.
d. (engadilan "ak #sasi Manusia $"#M% adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran
"#M yang berat.
e. ,omisi .asional "ak #sasi Manusia yang selanjutnya disebut ,omnas "#M adalah
lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang
ber&ungsi melaksanakan pengkajian penelitian penyuluhan pemantauan dan mediasi
hak asasi manusia.
&. (enyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja sehingga
menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat baik jasmani maupun rokhani
pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dari seseorang atau
dari orang ketiga dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan
atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga atau mengancam atau
memaksa seseorang atau orang ketiga. atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada
setiap bentuk diskriminasi apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan
oleh atas hasutan dari dengan persetujuan atau sepengetahuan siapapun dan atau
pejabat publik.
g. (enghilangan orang secara paksa adalah tindakan yang dilakukan oleh siapapun yang
menyebabkan seseorang tidak diketahui keberadaannya dan keadaannya
BAB II
HAK ASASI MANUSIA (HAM) DAN
PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA (HAM)

:. "ak #sasi Manusia $"#M%
Dalam Undang-undang .omor 42 Tahun 1222 tentang "ak #sasi Manusia $"#M% antara
lain mengatur tentang hak kewajiban dasar tugas dan tanggungjawab pemerintah dalam
penegakan "#M pembentukan ,ornisi .asional "ak #sasi Manusia $,omnas "#M% dan
partisipasi masyarakat. #dapun pemahaman tentang "#M yang paling mendasar antara lain
meliputi;
a. "ak #sasi Manusia $"#M% dan ,ebebasan Dasar Manusia yakni;
1% "ak untuk hidup.
)etiap orang berhak untuk hidup mempertahankan hidup. meningkatkan tara&
kehidupannya hidup tentram aman damai bahagia sejahtera lahir dan batin
serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. "ak atas kehidupan
ini bahkan juga melekat pada bayi yang belum lahir atau orang yang terpidana
mati. Dalam hal atau keadaan yang sangat luar biasa yaitu demi kepentingan
hidup ibunya dalam kasus aborsi atau berdasarkan putusan pengadilan dalam
kasus pidana mati maka tindakan aborsi atau pidana mati dalam hal dan atau
kondisi tersebut masih dapat dii=inkan. "anya pada dua hal tersebut itulah
hak untuk hidup dapat dibatasi.
7% "ak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
)etiap orang berhak membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang
sah $perkawinan yang dilaksanakan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan% atas
kehendak bebas calon suami dan isteri yang bersangkutan yakni kehendak yang la=im dari niat suci
tanpa paksaan penipuan atau tekanan apapun dan dari siapapun terhadap calon suami dan atau
calon isteri.
4% "ak mengembangkan diri.
)etiap orang berhak untuk memperjuangkan hak pengembangan dirinya baik
secara pribadi maupun kolekti& untuk membangun masyarakat bangsadan
negaranya.
5% "ak memperoleh keadilan.
)etiap orang tanpa diskriminasi berhak untuk mem-peroleh keadilan
dengan mengajukan permohonan pengaduan dan gugatan baik dalam
perkara pidana perdata maupun administrasi serta diadili melalui proses
peradilan yang bebas dan tidak memihak sesuai dengan hukum acara yang
menjamin pemeriksaan secara obyekti& oleh hakim yang jujur dan adil untuk
memperoleh putusan adil dan benar.
6% "ak atas kebebasan pribadi.
)etiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politik
mengeluarkan pendapat di muka umum memeluk agama masing-masing
tidak boleh diperbudak memilih kewarganegaraan tanpa diskriminasi bebas
bergerak berpindah dan bertempat tinggal di wilayah -l.
:% "ak atas rasa aman.
)etiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi keluarga kehormatan
martabat hak milik rasa aman dan tentram serta perlindungan terhadap
ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
>% "ak atas kesejahteraan.
)etiap orang berhak mempunyai milik baik sendiri maupun bersama-sama
dengan orang lain demi pengembangan dirinya bangsa dan masyarakat
dengan cara tidak melanggar hukum serta mendapatkan jaminan sosial yang
dibutuhkan berhak atas pekerjaan kehidupan yang layak dan berhak
mendirikan serikat pekerja demi melindungi dan memperjuangkan
kehidupannya.
,husus mengenai;
a% "ak milik tersebut mempunyai &ungsi sosial yakni bahwa setiap
penggunaan hak milik harus memperhatikan kepentingan umum
bilamana menghendaki atau membutuhkan benar-benar maka hak
milik dapat dicabut menurut peraturan perundang-undangan.
b% )etiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh
dihambat untuk menjadi anggotanya demi melindungi dan
memperjuangkan kepentingannya serta menurut peraturan
perundang-undangan. Tidak boleh dihambat disini maksudnya adalah
bahwa setiap orang atau pekerja tidak dapat dipaksa untuk menjadi
anggota dari suatu serikat pekerja.
3% "ak turut serta dalam pemerintahan.
)etiap warga negara berhak turut serta dalam pemenntahan dengan langsung
atau perantaraan wakil yang dipilih secara bebas dan dapat diangkat dalam
setiap jabatan pemerintahan.
2% "ak wanita.
)etiap wanita berhak untuk memilih dipilih diangkat dalam jabatan pro&esi
dan pendidikan sesuai dengan persyaratan dan peraturan perundang-
undangan. Disamping itu berhak mendapat-kan perlindungan khusus dalam
pelaksanaan pekerjaan atau pro&esinya terhadap hal-hal yang dapat
mengancam keselamatan dan atau kesehatannya.
18% "ak anak.
)etiap anak berhak atas perlindungan oleh orang tua keluarga masyarakat
dan negara serta memperoleh pendidikan pengajaran dalam rangka
pengembangan diri dan tidak dirampas kebebasan-nya secara melawan
hukum.
b. ,ewajiban Dasar Manusia
)etiap orang atau setiap warga negara yang ada di wilayah negara -l ?ajib ;
1% (atuh pada peraturan perundang-undangan hukum tidak
tertulis dan hukum internasional mengenai "#M yang telah diterima +ndonesia.
7% +kut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
4% Menghormati "#M orang lain moral etika dan tata tertib kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
)etiap "#M seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab
untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas
pemerintah untuk menghormati melindungi menegakkan dan memajukannya.
Dalam menjalankan hak dan kewajibannya setiap orang wajib tunduk kepada
pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin
pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk
memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral keamanan dan
ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.
c. ,ewajiban dan Tanggung 9awan (emerintah
(emerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati melindungi menegakkan dan
memajukan "#M sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang "#M peraturan
perundang-undangan lain dan hukum internasional tentang "#M yang diterima oleh
+ndonesia. ,ewajiban dan tanggung jawab tersebut meliputi langkah implementasi
yang e&ekti& dalam bidang hukum politik ekonomi sosial budaya. pertahanan
keamanan negara dan bidang lain.
d. (artisipasi Masyarakat.
)etiap orang kelompok organisasi politik organisasi masyarakat lembaga swadaya
masyarakat atau lembaga kemasyarakatan lainnya berhak;
1% *erpartisipasi dalam perlindungan penegakan dan pemajuan "#M@
7% Menyampaikan laporan atas terjadinya pelanggaran "#M kepada ,omnas "#M
atau lembaga lain yang berwenang dalam rangkA perlindungan penegakan
dan pemajuan "#M@
4% Mengajukan usulan mengenai perumusan dan kebijakan yang berkaitan dengan
"#M kepada ,omnas "#M dan atau lembaga lainnya.
)etiap orang kelompok organisasi politik organisasi masyarakat. lembaga
swadaya masyarakat perguruan tinggi lembaga studi atau lembaga kemasyarakatan
lainnya baik sendiri-sendiri maupun bekerjasama dengan ,omnas "#M dapat
melakukan penelitian pendidikan dan penyebarluasan in&ormasi mengenai "#M.
>. (engadilan "#M
a. ,arakteristik
(engadilan "#M adalah (engadilan khusus terhadap pelanggaran "#M berat
sebagaimana diatur oleh Undang-Undang .omor 7: Tahun 7888 tentang (engadilan
"#M.
Dua belas karateristik yang terkandung dalam UU (engadilan "ak #sasi
Manusia yakni;
1% Yurisdiksi (engadilan "#M mencakup luar batas teritorial wilayah negara -l@
7% Untuk hal-hal tertentu hukum &ormal yang diberlakukan tidak mengikuti
,U"#( tetapi diatur tersendiri dalam UU (engadilan "#M itu@
4% (enyelidikan dilakukan ,omnas "#M@
5% #danya ketentuan mengenai tim penyelidik ad.hoc yang keanggotannya terdiri
atas ,omnas "#M dan unsur masyarakat@
6% ,ewenangan penyidikan dan penuntutan berada pada 9aksa #gung. .amun
dalam melakukan penyidikan dan penuntutan tersebut 9aksa #gung
mengangkat penyidik ad.hoc dan penuntut ad.hoc yang terdiri dari unsur
pemerintah dan masyarakat@
:% (emeriksaan pada tingkat pengadilan "#M pengadilan tinggi "#M ataupun
Mahkamah #gung dilakukan Majelis "akim yang berjumlah lima orang. Mereka
terdiri atas dua hakim dari setiap tingkat pengadilan yang bersangkutan dan >%
(roses penyelesaiannya baik pada tahap penyelidikan penyidikan
penuntutan maupun pemeriksaan sidang pengadilan. diberi tenggang waktu
yang ketat@
3% #danya ketentuan mengenai perlindungan hukum bagi korban dan saksi dalam
penyelesaian pelanggaran "#M yang berat@
2% )istem pemidanaannya berbeda dengan yang ada dalam ,U"#( UU "#M
mematok pidana penjara paling lama 76 tahun.
18% Ditentukannya pengadilan "#M ad.hoc untuk memeriksa dan memutuskan
pelanggaran "#M berat yang terjadi sebelum diundangkannya UU (engadilan
"#M.
11% (eran 'ital D(- sebagaimana dimaksud pada (asal 54 ayat $7% yakni
(engadilan "#M ad.hoc dibentuk dengan ,eputusan (residen atas usul D(-.
17% #sas retroakti& dapat diberlakukan dalam rangka melindungi "#M itu sendiri
berdasarkan (asal 73 9 ayat $7% UUD 1256.
b. 9enis pelanggaran "#M berat
1% ,ejahatan genosida.
#dalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan
atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. ras kelompok
etnis kelompok agama. dengan cara;
a% Membunuh anggota kelompok@
b% Mengakibatkan penderitaan &isik atau mental yang berat
terhadap anggota-anggota kelompok@
c% Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan
mengakibatkan kemusnahan secara &isik baik seluruh atau
sebagiannya@
d% Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di
dalam kelompok@ atau
e% Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu
ke kelompok lain.
tiga orang hakim ad.hoc@
7% ,ejahatan terhadap kemanusiaan.
#dalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang
meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa Bserangan tersebut ditujukan
secara langsung terhadap penduduk sipilB $suatu rangkaian perbuatan yang
dilakukan terhadap penduduk sipil sebagai kelanjutan kebijakan yang
berhubungan dengan organisasi% berupa;
a% (embunuhan $sebagaimana tercantum dalam (s. 458 ,U"(%@
b% (emusnahan $meliputi perbuatan yang menimbulkan penderitaan yang
dilakukan dengan sengaja antara lain berupa perbuatan menghambat
pemasokan barang makanan dan obat-obatan yang dapat menimbulkan
pemusnahan pada sebagian penduduk%@
c% (erbudakan $dalam ketentuan ini termasuk perdagangan manusia
khususnya perdagangan wanita dan anak-anak%@
d% (engusiran atau pemindahan penduduk secara paksa $pemindahan
orang-orang secara paksa dengan cara pengusiran atau tindakan
pemaksaan yang lain dari daerah mana mereka bertempat tinggal
secara sah tanpa didasari alasan yang diijinkan oleh hukum
internasional%@
e% (erampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan &isik lain secara
sewenang-wenang yang melanggar $asas-asas% ketentuan pokok
hukum internasional@
&% (enyiksaan $dengan sengaja dan melawan hukum menimbulkan
kesakitan atau penderitaan yang berat baik &isik maupun mental
terhadap seorang tahanan atau seseorang yang berada di bawah
pengawasan%@
g% (erkosaan perbudakan seksual pelacuran secara paksa pemaksaan
kehamilan pemandulan atau strilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk
kekerasan seksual lain yang setara@
h% (enganiayaan terhadap suatu kelompok tentang perkumpulan yang
didasari persamaan paham politik ras. kebudayaan etnis budaya
agama jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara
uni'ersal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional@
i% (enghilangan orang secara paksa $yakni penangkapan penahanan
atau penculikan seseorang oleh atau dengan kuasa dukungan atau
persetujuan dari negara atau kebijakan organisasi diikuti oleh
penolakan untuk mengakui perampasan kemerdekaan tersebut atau
untuk memberikan in&ormasi tentang nasib atau keberadaan
h% (enganiayaan terhadap suatu kelompok tentang perkumpulan yang
didasari persamaan paham politik ras. kebudayaan etnis budaya
agama jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara
uni'ersal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional@
i% (enghilangan orang secara paksa $yakni penangkapan penahanan
atau penculikan seseorang oleh atau dengan kuasa dukungan atau
persetujuan dari negara atau kebijakan organisasi diikuti oleh
penolakan untuk mengakui perampasan kemerdekaan tersebut atau
untuk memberikan in&ormasi tentang nasib atau keberadaan orang
tersebut dengan maksud untuk melepaskan dari perlindungan hukum
dalam jangka waktu yang panjang@ atau
j% ,ejahatan aparheid $perbuatan tidak manusiawi dengan si&at yang
sama dengan si&at-si&at yang disebutkan dalam kejahatan genosida
yang dilakukan dalam konteks suatu re=im kelembagaan berupa
penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu
kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dilakukan dengan maksud
untuk mempertahankan re=im itu%.
c. )ebab-sebab pelanggaran "#M
(elanggaran "#M dapat disebabkan oleh 5 $empat% hal;
1% ,esewenangan $abuse o& power% yaitu tindakan penguasa atau aparatur
negara terhadap masyarakat di luar atau melebihi batas-batas kekuasaan dan
wewenangnya yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan.
7% (embiaran pelanggaran "#M $'iolation by ommission% yaitu tidak mengambil
tindakan atas suatu pelanggaran "#M.
4% )engaja melakukan pelanggaran "#M $'iolation by commission%.
5% (ertentangan antar kelompok masyarakat.
d. (rosedur penyelesaian pelanggaran "#M berat.
1% penyelidikan
a% Dilakukan oleh ,omnas "#M.
b% ,omnas "#M dalam melakukan penyelidikan dapat embentuk tim ad-
hoc yang terdiri atas ;
$1% ,omnas "#M@ dan
$7% Unsur masyarakat.
c% Dalam hal ,omnas "#M berpendapat bahwa terdapat bukti
permulaan yang cukup $bukti permulaan untuk menduga adanya
tindakan pidana bahwa seseorang yang karena perbuatannya atau
keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai
pelaku pelanggaran "ak #sasi Manusia yang berat% telah terjadi
peristiwa pelanggaran "#M berat maka kesimpulan hasil
penyelidikan disampaikan kepada penyelidik.
d% Tetap berlaku asas praduga tak bersalah.
e% (enyebarluasan keterangan atau bukti lain yang diperoleh ,omnas "#M
dapat ditetapkan untuk dirahasiakan atau dibatasi dengan
pertimbangan;
$1% membahayakan keamanan dan keselamatan negara@
$7% membahayakan keselamatan dan ketertiban umum@
$4% membahayakan keselamatan perorangan@
$5% mencemarkan nama baik perorangan@
$6% membocorkan rahasia negara atau hal-hal yang wajib
dirahasiakan dalam proses pengambilan keputusan
(emerintah@
$:% membocorkan hal-hal yang wajib dirahasiakan dalam proses
penyidikan penuntutan dan persidangan suatu perkara
pidana@
$>% menghambat terwujudnya penyelesaian terhadap masalah
yang ada@ atau
$3% membocorkan hal-hal yang termasuk dalam rahasia dagang.
7% (enyidikan
a% Dilakukan oleh 9aksa #gung@
b% 9aksa #gung dapat mengangkat penyidik ad-hoc yang terdiri atas;
$1% Unsur pemerintah@ dan atau
$7% Masyarakat.
4% (enuntutan
a% penuntutan perkara pelanggaran "#M berat dilakukan oleh 9aksa
#gung.
b% 9aksa #gung dapat mengangkat penuntut umum #d "oc yang terdiri
atas;
$1% Unsur pemerintah@ dan atau
$7% Masyarakat $diutamakan diambil dari mantan penuntut umum
di (eradilan Umum atau (eradilan Militer%.
5% (engadilan
a% (engadilan "#M berkedudukan di daerah ,abupaten atau daerah kota
yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum (engadilan .egeri
yang bersangkutan.
b% (engadilan "#M berwenang Bmemeriksa dan memutusB $termasuk
menyelesaikan perkara yang menyangkut kompensasi restitusi dan
rehabilitasi% pelanggaran "#M berat berwenang juga memeriksa dan
memutus perkara pelanggaran "#M berat yang dilakukan diluar batas
teritorial wilayah negara -l oleh warga negara +ndonesia $ketentuan ini
dimaksudkan untuk melindungi warga negara +ndonesia yang
melakukan pelanggaran "#M berat yang dilakukan di luar batas
teritorial dalam arti tetap dihukum sesuai dengan Undang-Undang
(engadilan "#M%. .amun demikian tidak berwenang memeriksa dan
memutus perkara pelanggaran "#M berat yang dilakukan oleh
seseorang yang berumur di bawah 13 tahun pada saat kejahatan
dilakukan $diperiksa dan diputus oleh (engadilan .egeri%.
c% (elanggaran "#M berat yang terjadi sebelum diundangkan-nya UU
(engadilan "#M $UU .o.7:17888% diperiksa dan diputus oleh
(engadilan "#M ad1hoc. yang dibentuk atas usul D(- berdasarakan
peristiwa tertentu dengan ,eputusan (residen $dalam hal D(-
mengusulkan dibentuknya (engadilan "#M ad1hoc D(- mendasarkan
pada dugaan telah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia berat
yang dibatasi pada locus dan tempos delicti tertentu yang terjadi
sebelum diundangkannya UU (engadilan "#M%.
d% (elanggaran "#M berat yang terjadi sebelum berlakunya UU
(engadilan "#M tidak menutup kemungkinaci penyelesaian-nya
dilakukan oleh ,omisi ,ebenaran dan -ekonsiliasi yang dibentuk
dengan UU $ketentuan ini untuk memberikan alternati& penyelesaian
pelanggaran "#M berat dilakukan di luar (engadilan "#M%.
e% (engadilan "#M untuk saat ini;
$1% 9akarta (usat meliputi;
$a% (. daerah ,husus +bukota 9akarta
$b% (. (ropinsi 9abar *anten )umatera )elatan
<ampung *engkulu ,alimantan *arat dan ,alimantan
Tengah.
$7% )urabaya meliputi (ropinsi 9awa Timur 9awa Tengah Daerah
+stimewa Yogyakarta. *ali. ,alimantan )elatan ,alimantan
Timur .usa Tenggara *arat dan .usa Tenggara Timur.
$4% Makasar. meliputi (ropinsi )ulawesi )elatan. )ulawesi
Tenggara )ulawesi Tengah )ulawesi Utara Maluku Utara dan
+rian 9aya.
$5% Medan meliputi (ropinsi )umatera Utara Daerah +stimewa
#ceh -iau 9ambi dan )umatera *arat.
e. (enyelesaian (elanggaran "#M selain pelanggaran "#M berat
$,riminal biasa%
Dalam hubungan ini semua kejahatan yang bukan kejahatan genosida dan kejahatan
terhadap kemanusiaan diselesaikan melalui pengadilan umum sesuai dengan hukum
acara yang berlaku diperadilan umum.
http://www.dephan.go.id/modules.php?
name=Content&pa=showpage&pid=21&page=2