Anda di halaman 1dari 44

Hand Out Fisika I (FI-1113

)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
1
KINEMATIKA
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
2
Kinematika adalah cabang ilmu Fisika yang membahas
gerak benda tanpa memperhatikan penyebab gerak
benda tersebut. Penyebab gerak yang sering ditinjau
adalah gaya atau momentum.

Pergerakan suatu benda itu dapat berupa translasi atau
perpindahan, rotasi, atau vibrasi. Dalam bab ini, dibahas
mengenai gerak translasi dan rotasi saja. Sedangkan
gerak vibrasi akan dibahas pada bab selanjutnya yang
berkaitan dengan gerak harmonik.

KINEMATIKA
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
3
Ada 3 besaran fisis yang digunakan untuk
mengetahui gerak sebuah partikel yaitu :
1. Posisi (r), satuannya meter
posisi relatif, perpindahan (Ar), jarak tempuh
2. Kecepatan ( v ), satuannya m/s
kecepatan rata-rata (v
rata-rata
) dan sesaat ( v )
3. Percepatan ( a ), satuannya m/s
2


percepatan rata-rata (a
rata-rata
) dan sesaat (a)

Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
4
GERAK TRANSLASI

POSISI
Contoh dari gerak translasi : menggeser meja dari suatu tempat ke
tempat yang lain, mobil bergerak dari kota A ke kota B, dan
sebagainya.
Contoh dari gerak rotasi : planet Merkurius mengelilingi Matahari,
elektron mengelilingi inti atom, putaran baling-baling helikopter, dan
lain-lain.
Suatu perpindahan benda dicirikan oleh perubahan
posisi dari benda tersebut. Perubahan posisi benda
selalu dinyatakan dalam parameter waktu. Sebagai
contoh, perjalanan sebuah bis dari Bandung ke
Jakarta. Oleh karena itu posisi benda adalah fungsi
dari waktu.
Posisi : X = f(t)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
5
Gambar di bawah ini menyatakan kordinat dari posisi bis
pada waktu tertentu. Dari gambar diperoleh pada jam
7.00 posisi bis masih di Bandung. Satu jam kemudian
posisinya berada di Ciranjang. Jam 9.00 berada di kota
Cianjur. Dan jam 10.00 sudah berada di Jakarta.
waktu
Jakarta
Cianjur
Ciranjang
Bandung
7.00 8.00
9.00
10.00
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
6
Contoh fungsi posisi terhadap waktu:
X(t) = 2t
2
+2t – 1
X(t) = ln(t
2
) untuk t > 1

Persamaan posisi sebagai fungsi waktu di atas adalah
dalam kerangka satu dimensi, karena benda hanya
bergerak dalam arah koordinat X saja.

Untuk kerangka dua dimensi atau tiga dimensi posisi
tersebut harus dinyatakan dalam bentuk vektor dalam
komponen arah sumbu koordinat X, komponen sumbu
koordinat Y, dan komponen sumbu koordinat Z.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
7
GERAK 2D DAN 3D
Dua dimensi :
R(t) = X(t) i + Y(t) j
Contoh :
R(t) = t i + (t + 1)j
R(t) = r(cos et i + sin et j)
Tiga dimensi :
R(t) = X(t) i + Y(t) j + Z(t) k
Contoh :
R(t) = t i + (t + 1)j ÷ k
R(t) = r(cos et i + sin et j) + k
x
y
0
1
2
3
4
5
t = 0 t = 2 t = 4
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
8
KECEPATAN
Besaran lain dalam gerak translasi yang menyatakan
perubahan posisi terhadap waktu adalah kecepatan.
Umumnya posisi dinyatakan dalam bentuk vektor
(kecuali untuk gerak satu dimensi), maka kecepatan
juga merupakan besaran vektor. Kecepatan sebuah
benda sama dengan turunan pertama dari posisi
terhadap waktu.
Kecepatan :
Contoh :
Posisi : r(t) = t i + (t – 1)
2
j – k
kecepatan : v(t) = i + (t ÷ 1) j
( )
( )
= v
dr t
t
dt
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
9
Kecepatan rata-rata :
( ) ( ) ( )
r r ÷
= =
÷
v
0
0
Δr t t t

Δt t t
Sehingga persamaan posisi dapat dinyatakan :
r(t) = r
0
+ v.At
Untuk persamaan posisi dalam satu dimensi :
X(t) = X
0
+ v.At
r(t
0
) dan X(t
0
) menyatakan posisi pada keadaan awal
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
10
GERAK LURUS BERATURAN (GLB)
t
X
Xo
Jika sebuah benda mengalami GLB,
maka grafik X – T berupa garis lurus.
Kemiringan fungsi x(t) dinyatakan oleh :
tan kons v
dt
dx(t)
= = (t)
Gerak lurus beraturan adalah gerak perpindahan benda
pada garis lurus dan mempunyai kecepatan konstan.
Persamaan gerak lurus beraturan dinyatakan oleh :
x(t) = x
o
+ vt x
o
: posisi awal
v : kecepatan
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
11
CONTOH
Sebuah benda bergerak dalam bidang XY yang
dinyatakan oleh :
x(t) = 2t
3
÷ t
2
; y(t) = 3t
2
– 2t + 1
Tentukan :
a. Komponen kecepatan untuk masing-masing arah
b. Besar kecepatan pada t = 1 detik
dt
dx
a. v
x
= = 6t
2
– 2t m/s
v
y
=
dt
dy
= 6t – 2 m/s
b. v
x
(1) = 6.12 – 2.1 = 4 m/s v
y
(1) = 6.1 – 2 = 4 m/s,
2 4 4 4
2 2
= + maka besar kecepatan : v =
m/s
Jawab :
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
12
PERCEPATAN
Percepatan adalah perubahan kecepatan terhadap waktu
dan merupakan besaran vektor. Percepatan sebuah
benda adalah turunan pertama dari kecepatan terhadap
waktu, atau turunan kedua dari posisi terhadap waktu.

Percepatan rata-rata :
( ) ( ) ( )
0
0
t t
t t
Δt
t Δ

÷
÷
= =
v v v
a
Percepatan:
( )
( )
r
( ) dv t
dt
= = a
2
2
d t
t
dt
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
13
GLBB
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak
translasi/perpindahan benda pada garis lurus dan
mempunyai percepatan konstan.
Persamaan gerak lurus berubah beraturan dinyatakan
oleh :
x(t) = x
o
+ v
o
t + ½at
2

x
o
: posisi awal
v
o
: kecepatan awal
a : percepatan
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
14
t
X
X
o

Percepatan a
bernilai positif
t
X
X
o

Percepatan a
bernilai negatif
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
15
Secara umum ada 3 kasus kinematika yaitu :
1. Posisi diketahui, kecepatan dan percepatan
dicari dengan cara posisi diturunkan.
2. Kecepatan diketahui, ada informasi posisi
pada t tertentu. Percepatan dicari dengan
cara mendeferensialkan v dan posisi dicari
melalui integrasi v.
3. Percepatan diketahui, ada informasi posisi
dan kecepatan pada t tertentu. Kecepatan
dan posisi diperoleh melalui integrasi a.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
16
CONTOH
Sebuah partikel bergerak pada garis lurus (sumbu X).
Percepatan gerak berubah dengan waktu sebagai a(t) =
12 t
2
ms
-2
.
a. Hitung v pada t = 2 s, jika pada t = 0 benda diam.
b. Tentukan x(t) jika diketahui pada saat t = 2 s benda ada
pada posisi x = 1 m.
c. Tentukan laju benda ketika benda tepat menempuh
jarak 66 m.
Jawab :
a. Kecepatan v(t) =
o
3 2
v 4t dt 12t dt a(t) + = =
} }
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
17
b. Posisi x(t) =
o
4 3
x t dt 4t dt v(t) + = =
} }
Nilai x
o
dapat ditentukan dari syarat awal pada t = 2
detik posisi benda pada x = 1 m. Nilai x(2) = 2
4
+ x
o
=
1. Sehingga diperoleh x
o
= -15. Dengan demikian
diperoleh x(t) = t
4
– 15.
c. x(t) = 66 = t
4
– 15 t
4
– 81 = 0 atau t = 3 detik
Kecepatan pada t = 3 detik adalah v(3) = 4.3
3
= 108 m/s
Nilai v
o
dapat ditentukan dari syarat awal pada t = 0
kecepatan v = 0. v(0) = 4(0)
3
+ v
o
= 0. Sehingga
diperoleh v
o
= 0. Dengan demikian v(t) = 4t
3
m/s. Pada
t = 2 detik nilai kecepatan v(2) = 4.2
3
= 32 m/s
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
18
GERAK DUA DIMENSI
Contoh dari gerak dua dimensi adalah gerak peluru dan
gerak melingkar.
Gerak peluru adalah gerak benda pada bidang XY di
bawah pengaruh gravitasi (pada sumbu-y) dan gesekan
udara (sumbu-x).
Gerak pada sumbu X : x = x
o
+ v
ox
t
Gerak pada sumbu Y : y = y
o
+ v
oy
t - ½gt
2
v
ox
= v
o
cos u
v
oy
= v
o
sin u
Dengan (x
o
, y
o
) adalah posisi awal, (v
ox
, v
oy
) kecepatan
awal, dan g adalah percepatan gravitasi.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
19
GERAK PELURU
g
θ sin v
t
o
=
X
Y
Y
o

v
o

u
X
o

Titik tertinggi terjadi pada saat kecepatan v
y
(t) = v
o
sin u -
gt = 0. Dengan demikian titik tertinggi terjadi pada saat :
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
20
CONTOH
a. Tinggi maksimum yang dapat dialami bola golf tersebut
dari permukaan tanah
b. Lama waktu bola berada di udara
c. Jarak dari saat bola dipukul sampai kembali ke tanah
Sebuah bola golf dipukul sehingga memiliki kecepatan awal
150 m/s pada sudut 45
o
dengan horizontal. Tentukan :
Jawab :
a. Tinggi maksimum diperoleh pada saat v
y
(t) = 0, yaitu
pada :
75
2
÷ gt = 0. Diperoleh t
max
=
10
2 75
g
2 75
= 2
= 7,5
s
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
21
c. Jarak tempuh bola sampai ke tanah sama dengan x =
v
o
cosu.

t. Dengan t menyatakan selang waktu bola golf
sejak di lempar sampai kembali ke tanah.
Diperoleh x = 75
2 .15
2 = 2250 m
b. Lama waktu bola di udara adalah waktu t pada saat bola
jatuh ke tanah, yaitu pada y = 0. y = 75 t - ½gt
2
= 0.
Diperoleh t = 15 detik
2
2
Ketinggian y
max
= v
o
sin u.t
max
÷ ½ g t
max
2

= 150. ½
2.7,5 2
÷ ½.10.(7,5 )
2
2
= 1125 – 562,5 = 562,5 m
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
22
CONTOH
a. Tinggi maksimum yang dapat dialami bola golf tersebut
dari permukaan tanah
b. Lama waktu bola berada di udara
c. Jarak dari saat bola dipukul sampai kembali ke tanah
Sebuah bola golf dipukul dari ketinggian 2 meter
sehingga memiliki kecepatan awal 150 m/s pada sudut
45
o
dengan horizontal. Tentukan :
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
23
 Peluru ditembakkan dengan kecepatan awal
v
o
= (3 i + 4 j )m/s dari ketinggian 10 m.
Tentukan :
a. Posisi tinggi maksimum
b. Lama peluru di udara
c. Posisi saat peluru sampai tanah
d. Kecepatan peluru saat sampai tanah
CONTOH
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
24
SOAL
1. Sebuah benda titik bergerak disumbu X. Kecepatan
sebagai fungsi dari waktu terlihat pada grafik di
bawah ini.
10
v(m/s)
-5
1 3 5
6 8
t(s)
Gambarkan grafik a(t) dalam selang t = 0 dan t =
8 detik !
Berapakah x
8
– x
0
?
Berapakah panjang lintasan yang ditempuh
selama selang t = 0 sampai t = 8 detik ?
a.
b.
c.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
25
Sebuah benda bergerak dalam bidang XY sebagai
fungsi t : x(t) = 2t
3
÷ t
2
m dan y(t) = 3t
2
– 2t + 1 m
Waktu t dalam detik. Tentukan :
a. Komponen kecepatan untuk masing-masing arah
b. Besar kecepatan pada t = 1 detik
c. Waktu ketika kecepatan nol
d. a(t)
e. Waktu ketika arah a sejajar dengan sumbu Y
2.
Sebuah bom dijatuhkan dari sebuah pesawat yang
bergerak horizontal dengan kecepatan 10
3
km/jam.
Pesawat berada pada ketinggian 180 m. Tentukan
jarak horizontal dari titik awal dijatuhkan bom dengan
posisi di mana bom mendarat !
3.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
26
SOLUSI
10
v(m/s)
-5
1 3 5
6 8
t(s)
Kecepatan : 1. a.
¦
¦
¹
¦
¦
´
¦
< < ÷
< < + ÷
< <
< <
=
8 t 6 5
6 t 3 25 t 5
3 t 1 10
1 t 0 t 10
v
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
27
Untuk selang 0 < t < 1, v(t) = 10t. Percepatan :
( ) 10 t 10
dt
d
dt
) t ( dv
) t ( a = = =
Untuk selang 1 < t < 3, v(t) = 10. Percepatan :
( ) 0 10
dt
d
dt
) t ( dv
) t ( a = = =
Untuk selang 3 < t < 6, v(t) = -5t + 25. Percepatan :
( ) 5 25 t 5
dt
d
dt
) t ( dv
) t ( a ÷ = + ÷ = =
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
28
Untuk selang 6 < t < 8, v(t) = -5. Percepatan :
( ) 0 5
dt
d
dt
) t ( dv
) t ( a = ÷ = =
Dengan demikian, grafik a(t) :
10
a(m/s)
-5
1 3
5
6 8
t(s)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
29
1. b. Untuk menentukan selisih jarak x
8
– x
0
dengan
menghitung luas dari daerah yang dibentuk oleh
fungsi v(t) dan sumbu t. Untuk daerah pada harga
v(t) positif, artinya terjadi pertambahan jarak.
Sedangkan untuk harga v(t) negatif, terjadi
pengurangan jarak. Dengan demikian selisih jarak x
8

– x
0
dapat ditentukan dengan mengurangi luas
daerah A dikurangi daerah B di bawah ini :
10
v(m/s)
-5
1 3 5
6 8
t(s)
A
B
Luas A = ½.(2 + 5).10 = 35
Luas B = ½.(2 + 3).5 = 12,5
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
30
Luas A – luas B = 22,5. Dengan demikian selisih
jarak x
8
– x
0
= 22,5 m
1. c.
Untuk menentukan panjang lintasan dari t = 0
sampai t = 8 detik dapat dicari dengan menghitung
luas total yang dibentuk fungsi v(t) dan sumbu t dari
t = 0 sampai dengan t = 8 yang besarnya sama
dengan Luas A + luas B = 47,5. Dengan demikian
panjang lintasan sama dengan 47,5 m.

Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
31
2. a. v
x
= = 6t
2
– 2t v
y
= = 6t – 2
dt
dx
dt
dy
2. b.
v
x
(1) = 6.1
2
– 2.1 = 4 m/s v
y
(1) = 6.1 – 2 = 4 m/s,
maka besar kecepatan :
2 4 v v
2
y
2
x
= +
v =
m/s
2. c. Waktu pada kecepatan sama dengan nol, berarti
waktu pada v
x
= v
y
= 0, yaitu pada t = detik
3
1
2. d. a(t) = j i
dt
dv
dt
dv
y
x
+ = (12t – 2)i + 6j m/s
2. e. Arah a sejajar sumbu Y berarti a
x
= 12t – 2 = 0,
yaitu pada t = detik
6
1
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
32
3.
Bom tersebut bergerak dengan kecepatan horizontal
konstan v
x
= 1000 km/jam, dan kecepatan vertikal v
y
=
-gt. Konstanta g menyatakan percepatan gravitasi
yang besarnya g = 10 m/s
2
= 12960 km/jam
2
.
Kecepatan vertikal v
y
= -12960t km/jam. Ketinggian
awal y
o
= 0,18 km. Diperoleh : y(t) = 0,18 – 6480t
2
km.
Benda jatuh ke tanah berarti y(t) = 0 yang terjadi pada
saat :
=
6480
0,18
t =
5,27.10
-3
jam
Maka jarak horizontal sampa bom jatuh ke tanah
adalah x = v
x
t = 1000. 5,27.10
-3
= 5,27 km.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
33
 Sebuah partikel bergerak sepanjang sumbu-x
dengan kecepatan v = 4t
2
m/s. Jika pada t =
1 s partikel berada di x = 2 m, maka cari :
a. Posisi saat t = 0 dan t = 2 s
b. Kecepatan rata-rata saat pindah dari t = 0
s ke t = 2 s
c. Kecepatan saat t = 0 dan t = 2 s
d. Percepatan rata-rata saat pindah dari t = 0
ke t = 2 s.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
34
Gerak Melingkar
Gerak melingkar adalah gerak pada bidang dengan
lintasan berupa lingkaran. Posisi benda dari gerak pada
bidang dapat dinyatakan dalam bentuk vektor :
r(t) = r [cos(et + u
o
)i + sin(et + u
o
)j]
r(t) = r r
Konstanta e menyatakan kecepatan sudut, u
o

menyatakan sudut awal, dan r menyatakan vektor
satuan dari r(t). r menyatakan jari-jari lintasan yang
besarnya konstan. Pada saat t = 0, berlaku :
r
o
(t) = r [cos u
o
i + sin u
o
j]
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
35
Koordinat Polar
Berlaku : x
o
= r cos u
o

y
o
= r sin u
o

Dengan (x
o
, y
o
) adalah posisi awal.
Arah putaran berlawanan arah jarum jam.
r
x
o

y
o

u
o
Untuk memudahkan perhitungan
dalam mencari persamaan gerak
rotasi, suatu posisi dapat dinyatakan
dalam koordinat polar.
Berbeda dengan koordinat Kartesius, posisi dari suatu
titik dinyatakan oleh jarak dari titik tersebut dengan titik
pusat dan sudut yang dibentuk dengan sumbu x positif.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
36
Vektor posisi dalam koordinat polar dinyatakan dalam :
r(t) = r(t) r
r

Dengan r(t) menyatakan jarak titik pusat ke titik posisi
sebagai fungsi waktu dan vektor satuan r
r
menyatakan
arah dari vektor r(t) yang arahnya berubah terhadap
waktu.
r
r
r

x
o

y
o

u
o
Untuk gerak melingkar, jarak
r(t) besarnya konstan yang
dinyatakan sebagai jari-jari
lintasan r.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
37
Kecepatan dari gerak melingkar dinyatakan oleh :
( )
( )
dt
d
R
dt
t d
t
r
e R
v = =
Karena R konstan, maka yang berubah terhadap waktu
adalah arah vektor/vektor satuan. Diketahui dari slide
sebelumnya :
e
r
= cos(et + u
o
)i + sin(et + u
o
)j
Jika u
o
= 0, diperoleh :
e
r
= cos et i + sin et j
Maka :
dt
d
r
e
= e(-sin et i + cos et j)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
38
dt
d
r
e
= e[cos(et + 90
o
)i + sin(et + 90
o
)j] = ee
u

Atau :
R
e
r

x
o

y
o

u
o
e
u

Vektor satuan e
u
menyatakan
arah tegak lurus dengan vektor
satuan e
r
seperti pada gambar
samping.
Dengan demikian kecepatan
dalam gerak melingkar sama
dengan :
v(t) = eR e
u

Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
39
Dengan demikian besar kecepatan v = er dengan arah
tegak lurus vektor posisi. Arah dari kecepatan
merupakan garis singgung dari lintasan lingkaran.
r
a
r

x
o

y
o

u
o
a
u

Vektor satuan a
u
menyatakan
arah tegak lurus dengan vektor
satuan a
r
seperti pada gambar
samping.
Percepatan dari gerak melingkar
dinyatakan oleh :
( )
( ) (ωa ) d
r
dt
u
= =
v
a
d t
t
dt
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
40
Gerak Melingkar Beraturan
Gerak melingkar beraturan terjadi jika e yang
menyatakan kecepatan sudut konstan. Kecepatan
sudut adalah turunan sudut terhadap waktu.
( )
( ) ω θ ωt
dt
d
dt
t θ d
o
= + =
Jika e konstan maka percepatan :
( )
( )
ωr
da
dt
u
= =
v
a
d t
t
dt
da
dt
u
= -e(cos et i + sin et j) = -ea
r

Dengan demikian besar percepatan a = e
2
r dengan
arah berlawanan vektor posisi (-a
r
).
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
41
Percepatan yang demikian disebut percepatan
sentripetal, yang dicirikan arahnya menuju titik pusat.
Jika e tidak konstan, maka percepatan menjadi :
( )
( )
2
ω
ωr ω αa
dt
de d
r
dt
u
u u
= = + = ÷ +
r
v
a ra ra
d t
t
dt
Dengan o menyatakan percepatan sudut yang
merupakan turunan pertama dari kecepatan sudut
terhadap waktu.
Percepatan yang searah dengan arah kecepatan (a
u
)
disebut percepatan tangensial.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
42
CONTOH
Sebuah roda berotasi murni mengelilingi porosnya.
Sebuah titik P yang berjarak 0,2 m dari sumbu rotasi
menempuh sudut (dalam radian) sebagai berikut :
u = (tt
3
)/3 – (tt
2
)/2 ÷ 2tt (t dalam sekon)
Tentukan :
Kecepatan dan percepatan sudut titik P pada t = 2 s
Laju titik P pada t = 2 s
Percepatan tangensial dan sentripetal titik P pada t =
2 s
a.
b.
c.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
43
Laju titik P pada t = 2 s adalah v = = 0.0,2 = 0
Percepatan tangensial dan sentripetal titik P pada t =
2 s adalah :
a
s
= e
2
(2).r = 0
a
t
= or
Dengan o menyatakan percepatan sudut yang
besarnya adalah o = = 2tt - t. Saat t = 2 s
diperoleh o = 3t. Dan a
t
= 0,6t m/s
2

b.
c.
Jawab :
a. Kecepatan sudut : e =
( )
dt
t θ d
= tt
2
- tt - 2t.
Pada t = 2 s diperoleh e = 0.
( )
dt
t ω d
Hand Out Fisika I (FI-1113)
9/28/2014 10:38 AM
Departemen Sains
44
1. Sebuah bola yang terikatbergerak dalam lingkaran
horisontal yang berjari-jari 2 m. Bola membuat satu
putaran dalam 3 sekon. Berapa percepatannya?
2. Sebuah mobil mengelilingi lingkaran berjari-jari 30 m.
Jika percepatan sentripetal maksimum yang dapat
diberikan oleh gaya gesekan adalah 5 m/s
2
, berapakan
kelajuan maksimum mobil ini ?