Anda di halaman 1dari 27

REFERAT

Luka Bakar
Oleh
Nurul Wahidah Adeatma
102011101074

Pembimbing
Dr. Ulfa Elfiah, M.kes, Sp-BP-RE
PENDAHULUAN
Amerika serikat :
250.000 setiap tahunnya, 112.000
membutuhkan tindakan emergensi, 210
meninggal dunia.
Indonesia :
1. Penduduk
2. Industri
3. Tabung gas
Tinjauan Pustaka

merupakan trauma yang disebabkan oleh
termis, elektris, khemis dan radiasi yang
mengenai kulit, mukosa, dan jaringan yang lebih
dalam.


Etiologi
Panas
Listrik
Kimia
Radiasi
Kedalaman
Luka Bakar
Luas dan Berat
Luka Bakar
Derajat Luka Bakar

Luka bakar derajat I:
Kerusakan terbatas pada lapisan epidermis (surperfisial), kulit hiperemik
berupa eritema, tidak dijumpai bullae, terasa nyeri karena ujung-ujung saraf
sensorik teriritasi. Penyembuhan terjadi secara spontan tanpa pengobatan
khusus.

Luka bakar derajat II dibedakan atas 2 (dua) bagian:

Derajat II dangkal/superficial (IIA)
Kerusakan mengenai bagian epidermis dan lapisan atas dari corium/dermis.
Organ organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar sebecea masih banyak.
Semua ini merupakan benih-benih epitel. Penyembuhan terjadi secara spontan
dalam waktu 10-14 hari tanpa terbentuk sikatrik.
Derajat II dalam/deep (IIB)
Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis dan sisa sisa jaringan
epitel tinggal sedikit. Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar
keringat, kelenjar sebacea tinggal sedikit. Penyembuhan terjadi lebih lama dan
disertai parut hipertrofi. Biasanya penyembuhan terjadi dalam waktu lebih dari
satu bulan.




Luka bakar derajat II


Luka bakar derajat III
Kerusakan meliputi seluruh tebal kulit dan lapisan yang lebih dalam sampai
mencapai jaringan subkutan, otot dan tulang. Organ kulit mengalami
kerusakan, tidak ada lagi sisa elemen epitel. Tidak dijumpai bullae, kulit
yang terbakar berwarna abu-abu dan lebih pucat sampai berwarna hitam
kering.
Berdasarkan Luas dan berat

a. Derajat II-III > 20 % pada pasien berusia di bawah 10 tahun atau di atas usia 50 tahun
b. Derajat II-III > 25 % pada kelompok usia selain disebutkan pada butir pertama
c. Luka bakar pada muka, telinga, tangan, kaki, dan perineum
d. Adanya cedera pada jalan nafas (cedera inhalasi) tanpa memperhitungkan luas luka bakar
e. Luka bakar listrik tegangan tinggi
f. Disertai trauma lainnya
a.Luka bakar dengan luas 15 25 % pada dewasa, dengan luka bakar derajat III kurang dari 10 %
b .Luka bakar dengan luas 10 20 % pada anak usia < 10 tahun atau dewasa > 40 tahun, dengan
bakar derajat III kurang dari 10 %
c.Luka bakar dengan derajat III < 10 % pada anak maupun dewasa yang tidak mengenai muka,
tangan, kaki, dan perineum
a. Luka bakar dengan luas < 15 % pada dewasa
b. Luka bakar dengan luas < 10 % pada anak dan usia lanjut
c. Luka bakar dengan luas < 2 % pada segala usia (tidak mengenai muka, tangan,
kaki, dan perineum
Menentukan luas luka bakar
1. Metode Rule of nine
2. Metode Palmar surface
3. Metode Lund and Bowder

Metode Rule of nine
Luka bakar di bagi menjadi 3 fase
1. Fase akut
Menyebabkan gangguan keseimbangan sirkulasi
cairan dan elektrolit, sehingga dapat
menyebabkan:
a. Syok hipovolemik
b. Oedem laring

2. Fase Subakut
Pada fase ini dapat menyebabkan:
1. SIRS (Systemic Inflammation Response syndrome)

3. Fase Lanjut
Pada fase ini dapat menyebabkan:
1. Jaringan Parut hipertrofik
2. Keloid
3. Gangguan pigmentasi
4. kontraktur
Penatalaksanaan

Prinsip terapi pada luka bakar dibedakan menjadi dua:
a. Terapi fase akut
1. Hentikan dan hindarkan kontak langsung dengan penyebab luka bakar.
2. Menilai keadaan umum penderita: adanya sumbatan jalan nafas, nadi,
tekanan darah dan kesadaran (ABC)
3.Perawatan luka

b. Terapi fase pasca akut
- Perawatan luka
- Eschar escharectomi (Eschar : jaringan kulit yang nekrose, kuman
yang mati, serum, darah kering) atau fasciotomi
- Kultur dan sensitivity test antibiotika Antibiotika diberikan sesuai
hasil kultur



Resustasi Cairan




Metode Moncrief :
2 cc x kgBB x % luas luka +
kebutuhan faal.

Anak : Kristaloid : Koloid = 17 : 3
Kebutuhan faal
< 1 Tahun : berat badan x 100 cc
1 3 Tahun : berat badan x 75 cc
3 5 Tahun : berat badan x 50 cc



Metode BAXTER

4cc x kgBB x %luka bakar
Hari 1 : RL 50 % 8 jam pertama
RL 50 % 16 jam pertama

Hari 2 : cairan kristaloid dan koloid
dalam jumlah yang sama sesuai
kebutuhan

Hari 3: RL : D5 : KOL

Metode Evans :
1) Luas luka dalam % X BB dalam Kg menjadi ml Nacl/24 jam

2) Luas luka dalam % X BB dalam Kg menjadi ml plasma/24 jam

3) 2000 cc glukosa 5% per 24 jam
Hari 1 : 50% (jumlah 1, 2, dan 3) 8 jam pertama,
50% sisanya 16 jam berikut.
Hari 2 : 50% dari jumlah hari pertama
Hari 3: 50% dari jumlah pada hari ke dua.
Nutrisi
Luka bakar menyebabkan hipermetabolik
menyebabkan:
Perubahan lemak
Perubahan protein
Perubahan
karbohidrat
Karbohidrat 50-60%
Protein 23-25%
Lemak 5-15%
Tanya - Jawab
Bagaimana mekanisme terjadinya kontraktur
pada luka bakar?
Terjadi karena kurangnya/keterbatasan gerak
Pengurangan sarkomer pada ototnya
Apakah petir termasuk luka bakar, bagaimana
penanganannya?
Petir listrik
Petir dengan voltase besar menyebabkan reaksi
ionisasi
Penanganan sama dengan luka bakar yang lain,
khususkan pada jantung
Bagaimana perawatan luka pada luka bakar?
Bersihkan luka, lakukan debridement
Perawatan luka :
Terbuka : derajat rentan terhadap infeksi
Tertutup : derajat II mencegah infeksi jangan
terlalu ketat. Diganti 4-5 hari atau saat kasa kotor atau
basah harus ganti baru.
Kapan pemberian antibiotik diberikan dan
sampai kapan?
Derajat I tidak perlu
Derajat II, III diperlukan sampai lukanya
membaik, berupa salep antibiotik
Lebih parah yang mana luka asam
dibandingkan basa? Bagaimana
penanganannya?
Lebih parah luka bakar akibat bahan kimia basa
Penangannya sama