Anda di halaman 1dari 2

Distilasi Azeotrop digunakan dalam memisahkan campuran azeotrop

(campuran campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan),


biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan
azeotrop tsb, atau dengan menggunakan tekanan tinggi. Azeotrop merupakan
campuran 2 atau lebih komponen pada komposisi tertentu dimana komposisi
tersebut tidak bisa berubah hanya melalui distilasi biasa. Ketika campuran
azeotrop dididihkan, fasa uap yang dihasilkan memiliki komposisi yang sama
dengan fasa cairnya. Campuran azeotrop ini sering disebut juga constant boiling
mixture karena komposisinya yang senantiasa tetap jika campuran tersebut
dididihkan

Main article: Azeotropic distillation
Other methods of separation involve introducing an additional agent, called an entrainer,
that will affect the volatility of one of the azeotrope constituents more than another.
When an entrainer is added to a binary azeotrope to form a ternary azeotrope, and the
resulting mixture distilled, the method is called azeotropic distillation. The best known
example is adding benzene or cyclohexane to the water/ethanol azeotrope. With
cyclohexane as the entrainer, the ternary azeotrope is 7% water, 17% ethanol, and 76%
cyclohexane, and boils at 62.1 C.
[13]
Just enough cyclohexane is added to the
water/ethanol azeotrope to engage all of the water into the ternary azeotrope. When the
mixture is then boiled, the azeotrope vaporizes leaving a residue composed almost
entirely of the excess ethanol.
[2]


Artinya :
Distilasi azeotrope
Metode lain yang digunakan untuk pemisahan yang melibatkan tambahan
perantara yang disebut entrainer, yang akan mempengaruhi volatilitas
komponen azeotrop yang lain. Ketika entrainer ditambahkan ke azeotrope biner
ke bentuk ternary azeotrope, campuran distilasi yang dihasilkan dinamakan
azeotropic destilation
http://en.wikipedia.org/wiki/Azeotrope#Azeotropic_distillation