Anda di halaman 1dari 28

Slide 1 Slide 2

Slide 3 Slide 4
Slide 5 Slide 6
Slide 7 Slide 8
Slide 9 Slide 10
Slide 11 Slide 12
Slide 13 Slide 14
Slide 15

Badan Keswadayaan Masyarakat dan Modal Sosial
Marnia Nes
Dalam proses pengorganisasian masyarakat untuk mengenali masalah (kebutuhan) dan melakukan upaya
pemecahan masalah, intervensi yang dilakukan PNPM Mandiri Perkotaan adalah dengan menyadarkan
masyarakat mengenai pentingnya membangun organisasi masyarakat warga.Organisasi masyarakat yang
dimaksud adalah organisasi dan lembaga yang dibangun (ataupun dimampukan) oleh masyarakat yang
didorong oleh kebutuhan untuk menanggulangi persoalan bersama yaitu kemiskinan secara terorganisasi
dengan melaksanakan kegiatankegiatan penanggulangan kemiskinan di wilayah mereka misalnya
!"M#$"M, "elompok "emitraan, %P", "&M, 'orum !"M #$"M dan lainlain.
Penggunaan istilah pembangunan dimaksudkan bahwa organisasi dan lembaga masyarakat dalam PNPM
Mandiri Perkotaan tersebut terbentuk melalui serangkaian proses kegiatan dan kesepakatan yang
dilandasi oleh kesadaran kritis masyarakat terhadap persoalan dan potensi mereka serta pemahaman
akan makna organisasi masyarakat warga.
Pada dasarnya pengorganisasian masyarakat dalam PNPM Mandiri Perkotaan menganut paham bahwa
pengorganisasian masyarakat merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran kritis masyarakat
akan kondisi yang dihadapi bersama termasuk persoalan, potensi dan peluangnya, sehingga kalau
kemudian masyarakat membangun suatu wadah, maka hal tersebut ter(adi akibat masyarakat yang
berorganisasi sehingga muncul kebutuhan wadah organisasi.
Membangun BKM /LKM
Persoalannya wadah organisasi yang bagaimana yang paling cocok dengan tu(uan PNPM Mandiri
Perkotaan) Organisasi dalam PNPM Mandiri Perkotaan adalah organisasi masyarakat warga yang dinamai
secara generik sebagai !"M (!adan "eswadayaan Masyarakat) atau $"M ($embaga "eswadayaan
Masyarakat). Organisasi masyarakat warga ini dibangun dan dibubarkan atas dasar kesepakatan warga
penduduk kelurahan yang bersangkutan sehingga mampu mempertahankan kemerdekaan dan
otonominya terhadap berbagai lembaga yang ada. *al ini penting karena merupakan si+at dasar suatu
organisasi masyarakat warga, oleh sebab itu benarbenar dimiliki oleh seluruh warga, dan bukan dimiliki
sekelompok unsur# perwakilan atau pihakpihak diluar masyarakat.
Pembangunan !"M#$"M haruslah didasarkan atas kebutuhan warga masyarakat. PNPM Mandiri Perkotaan
menga(ak masyarakat bela(ar menemukan kebutuhan akan organisasi masyarakat melalui re+leksi ,
re+leksi, yaitu -
.e+leksi "emiskinan, untuk menemukenali penyebab kemiskinan termasuk pola , pola
pengambilan keputusan dalam masyarakat, dan keterlibatan warga miskin di dalamnya.
.e+leksi "elembagaan, untuk mengka(i lembaga , lembaga masyarakat yang ada apakah sudah
sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat memahami substansi Organisasi Masyarakat
/arga sebelum organisasi tersebut dibentuk, dimana keputusan masyarakat untuk kebutuhan
pembangunan lembaga baru hanya bisa dilakukan apabila masyarakat memahami substansi dan
organisasi masyarakat warga termasuk peran strategis, a0as dan prinsip serta posisi, tugas dan
+ungsinya. 1ni berarti bahwa sebelum keputusan pembangunan organisasi masyarakat warga,
termasuk lembagalembaga yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi tersebut ditetapkan,
telah dilakukan kegiatan sosialisasi secara intensi+ mengenai makna subtansi+ Organisasi
Masyarakat /arga. "ebutuhan pembangunan organisasi dan lembaga masyarakat harus atas
dasar penilaian warga masyarakat sendiri, tidak diatasnamakan atau diwakilkan kepada
sekelompok orang atau sekelompok unsur# perwakilan masyarakat tertentu. 'okus utama
penggalian dan pen(agaan kebutuhan masyarakat terutama pada aspirasi dari masyarakat miskin
dan perempuan.
.e+leksi kepemimpinan, sebagai penyadaran kritis terhadap kriteria pemimpin yang akan dipilih
dan men(adi motor penggerak dalam !"M#$"M dan pembangunan masyarakat kelurahan.
"erangka aturan main disusun bersama oleh warga masyarakat. "onsekuensinya pembahasan
aturan main dan tata nilai organisasi masyarakat, misalnya 2D# 2.3, harus dibahas terlebih
dahulu oleh warga masyarakat, karena menyangkut kepentingan dan kebutuhan seluruh warga
sendiri. 2turan dasar organisasi masyarakat warga tidak dapat dibicarakan atau disepakati oleh
hanya sekelompok orang atau malah perwakilan unsur dengan mengatasnamakan seluruh
masyarakat
Melibatkan masyarakat seluas mungkin, khususnya masyarakat miskin dan termiskin, dalam
keseluruhan proses pembangunan organisasi dan kelembagaan, se(ak tahap penilaian lembaga
yang ada, pembahasan aturan dasar, pemilihan anggota dan lainlain.
Kriteria dan Pemilihan Pemimpin Kolektif BKM
Dalam menentukan kriteria pemimpin, masyarakat dia(ak berdiskusi melalui '4D , '4D kepemimpinan
dengan menggunakan beberapa tools yang sudah disiapkan berupa pertanyaan , pertanyaan kritis untuk
menemukan bahwa pemimpin dipilih bukan atas golongan, (abatan, (enis kelamin dan lainnya akan tetapi
berdasarkan kepada si+at , si+at baik.
Dari diskusi yang berkembang biasanya masyarakat menemukan bahwa kriteria pemimpin yang
diharapkan adalah yang (u(ur, adil, peduli dan ikhlas sedangkan kriteria yang menyangkut kemampuan
intelektual biasanya tidak men(adi prioritas. Orang , orang yang mempunyai si+at , si+at baik, biasanya
ditentukan atau bisa diidenti+ikasi dari 5rekam jejak sikap perilakunya sehari , hari. Oleh karena itu
dalam pemilihan anggota !"M#$"M sebagai pemimpin dari organisasi masyarakat warga dilakukan dari
mulai komunitas terkecil seperti .3, karena hanya orang , orang yang mengenal dari dekat yang tahu
sikap perilaku seseorang sehari , hari.
Proses pemilihan anggota !"M#$"M (uga tidak melalui pencalonan dan kampanye, karena biasanya orang
, orang yang mempunyai kriteria seperti disebutkan di atas tidak suka menyombongkan diri dan dengan
senga(a ingin dipilih. &elain itu kampanye dan pencalonan seringkali tidak memberikan kesempatan yang
luas kepada semua warga untuk 5muncul6 sebagai pemimpin. Orang yang dicalonkan oleh kelompok
tertentu, pada saat terpilih harus menyuarakan aspirasi kelompok yang diwakilinya sehingga
menyebabkan ketidakadilan dalam pengambilan keputusan. 2nggota kepemimpinan kolekti+ !"M#.$"M
bukanlah perwakilan golongan, akan tetapi merupakan perwakilan dari nilai , nilai (si+at , si+at baik).
Dengan demikian mereka bertanggung(awab untuk mengambil keputusan berdasarkan si+at , si+at baik
tadi,sehingga yang bisa me re!"all mereka adalah pengingkaran terhadap si+at , si+at baiknya.
%ntuk men(amin orang , orang baik yang muncul sebagai pemimpin kolekti+, proses pemilihan dilakukan
sebagai berikut -
Pemilihan di tingkat akar rumput , dilakukan di tingkat .3 atau komunitas terkecil. /arga
masyarakat yang mempunyai hak pilih (warga dewasa), diminta untuk menuliskan 7 , 8 nama
yang menurut mereka sesuai dengan kriteria yang telah disepakati bersama pada saat re+leksi
kepemimpinan. 2pabila sudah selesai maka dilakukan penghitungan suara di depan seluruh
pemilih dan ditentukan siapa yang akan masuk ke putaran pemilihan tingkat desa#kelurahan.
Penentuan (umlah yang akan masuk ke pemilihan tingkat kelurahan#desa sudah ditentukan
sebelumnya dalam proses penyusunan tata tertib pemilihan.
Pemilihan di tingkat kelurahan#desa. &emua orang yang sudah terpilih dalam komunitas terkecil
men(adi calon di tingkat kelurahan#desa dan mempunyai hak pilih dan dipilih. Masing , masing
calon diberi hak untuk menuliskan 7 , 8 nama yang dipilih dari da+tar semua calon yang masuk
ke tingkat kelurahan#desa.
Dengan pemimpin kolekti+ yang mempunyai kriteria si+at , si+at baik, diharapkan akan memunculkan
keputusan yang adil dan didasarkan pada keikhlasan dan ke(u(uran, sehingga menumbuhkan
kepercayaan masyarakat kepada lembaga dan pemimpin. "epercayaan merupakan modal yang sangat
berharga bagi !"M#$"M, dengan kepercayaan swadaya dan keterlibatan masyarakat bisa digalang
dengan lebih mudah, di pihak lain (uga akan menumbuhkan kepercayaan pihak luar untuk bermitra dan
ber(aringan dengan !"M#$"M dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Modal Sosial#
Modal BKM/LKM dan Masyarakat Menanggulangi Kemiskinan
$pa %katan Sosial dan Modal Sosial itu&
&ebuah komunitas terbangun karena adanya ikatan , ikatan sosial di antara anggotanya. "ita sering
mendengar komunitas petani, komunitas tukang becak, perkumpulan nelayan, asosiasi insinyur dan
sebagainya. "omunitas warga kelurahan merupakan ikatan sosial di antara semua warga kelurahan yang
terdiri dari individu,individu dan atau kelompok , kelompok yang berinteraksi dalam sebuah hubungan
sosial yang didasarkan kepada suatu tu(uan bersama.
"omunitas masyarakat kelurahan bisa digambarkan sebagai berikut -
&emua masyarakat kelurahan satu sama lain pasti saling berhubungan, hanya sa(a kualitas hubungan di
antara masing , masing warga akan sangat berlainan. "ualitas ikatan sosial akan terbangun apabila di
antara warga saling berinteraksi pada waktu yang relati+ lama dan mendalam. !iasanya kualitas ikatan
Kemampuan masyarakat untuk bekerjasama demi mencapai tujuan bersama di dalam berbagai kelompok dan organisasi disebut MODAL SOSIAL. Kemampuan bekerjasama muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau di bagian bagian paling kecil dalam masyarakat. Modal sosial bisa dilembagakan menjadi kebiasaan! dalam kelompok yang paling kecil ataupun dalam kelompok masyarakat yang besar seperti negara.
sosial tadi akan lebih baik apabila sesama warga tergabung untuk melakukan kegiatan , kegiatan
bersama dalam berbagai kelompok atau organisasi atau kegiatan kegiatan yang si+atnya sesaat.
Modal dasar dari adanya ikatan sosial yang kuat adalah adanya ker(asama di antara anggota kelompok
atau organisasi dalam hal komunitas kelurahan ikatan sosial akan terbanguan apabila ada ker(asama di
antara semua warga masyarakat. "er(asama akan terbangun dengan baik apabila berlandaskan
kepercayaan di antara para anggotanya.
Masyarakat yang mempunyai modal sosial yang kuat adalah masyarakat yang guyup (9awa) dan dinamis.
Di 1ndonesia modal sosial yang paling menon(ol adalah gotong royong yang dalam masa sekarang
terutama di daerah perkotaan sudah mulai luntur.
'ntuk apa menumbuhkan modal sosial&
"emampuan komunitas atau kelompok , kelompok untuk beker(asama dan menumbuhkan kepercayaan
baik di antara anggota , anggotanya maupun dengan pihak luar merupakan kekuatan yang besar untuk
beker(asama dan menumbuhkan kepercayaan pihak lain, karena itulah disebut 5modal sosial6. 9ika warga
masyarakat saling beker(asama dan saling percaya yang didasarkan kepada nilai , nilai universal yang
ada , maka tidak akan ada sikap saling curiga, saling (egal, saling menindas dan sebagainya sehingga
ketimpangan , ketimpangan antara kelompok yang miskin dengan yang kaya akan bisa diminimalkan. Di
pihak lain komunitas kelurahan yang kuat dan mempunyai modal yang layak dipercaya akan
memudahkan (aringan ker(asama dengan pihak luar.
Bagaimana Membangun Keper"ayaan&
"epercayaan tidak akan tercapai dengan sendirinya, memerlukan proses untuk membangun kepercayaan
secara terus menerus. %ntuk menumbuhkan kepercayaan setiap kelompok (komunitas) paling tidak
membutuhkan : hal yang mendasar, yaitu -
Penerimaan
&e(ak awal hubungan, setiap orang membutuhkan (aminan bahwa mereka diterima sepenuhnya,
termasuk rasa aman untuk mengemukakan pendapat dan berkontribusi dalam kegiatan kelompoknya.
Membutuhkan suasana saling menghargai untuk tumbuhnya penerimaan dalam kelompok, sehingga
kelompok tersebut akan tumbuh men(adi komunitas yang kuat. Dalam perkembangan ikatan sosial
sebuah komunitas, saling mengenal dengan baik merupakan awal dari tumbuhnya komunitas tersebut,
kepercayaan tidak akan tumbuh terhadap orang baru dengan begitu sa(a, perlu pembuktian dalam sikap
dan perilaku masing,masing dalam waktu yang relati+ lama.
&ikap dan perilaku yang berdasarkan kepada nilai,nilai universal yang diyakini sebagai nilai yang berlaku
di seluruh tempat di dunia seperti (u(ur, adil, kesetiaan, saling melindungi di antara sesama semua warga
komunitas. 2pabila salah satu warga melakukan kecurangan, maka kepercayaan terhadap orang tersebut
otomatis akan luntur.
Berbagi %nformasi dan Kepedulian
&etiap orang yang berhubungan dalam satu komunitas, agar bisa memecahkan masalah bersama,
membutuhkan in+ormasi mengenai -
"ehidupan, pengalaman, gagasan, nilai masing,masing.
Masalah,masalah yang dianggap penting dalam kehidupan mereka.
%ntuk menumbuhkan kepercayaan,pertukaran in+ormasi yang diberikan di antara warga haruslah
in+ormasi yang (u(ur dan terbuka. 1n+ormasi yang diberikan tidak akan berarti apabila dalam hubungan,
hubungan tadi tidak didasari kepedulian. &etiap warga yang berhubungan dalam masyarakat akan
menggunakan dan terlibat untuk memecahkan masalah di lingkungannya apabila ada kepedulian di
antara mereka. 2pabila warga masyarakat mempunyai kemampuan dan kemauan saling berbagi, saling
peduli , maka kepentingan,kepentingan individu akan mengalah kepada kepentingan,kepentingan
komunitas kelompok.
Menentukan (ujuan
"ebutuhan yang ketiga adalah untuk menentukan tu(uan bersama. &etiap anggota (warga) tidak akan
tertarik dan memberikan komitmen yang dibutuhkan apabila tidak terlibat dalam perumusan tu(uan.
Proses pengambilan keputusan akan menentukan komitmen warga dalam pelaksanaan pemecahan
masalah bersama.
Pengorganisasian dan (indakan
Pada tahap awal dalam menentukan tu(uan yang hendak dicapai oleh seluruh anggota (warga
masyarakat), memastikan ada yang akan bertanggung (awab untuk menggerakan semua kegiatan untuk
mencapai tu(uan, untuk itu diperlukan seorang atau sekelompok pemimpin. Dalam organisasi, kelompok,
atau komunitas warga masyarakat peranan sikap dan perilaku pemimpin sangat dominan untuk
menumbuhkan kepercayaan anggotanya. Perilaku pemimpin yang (u(ur, adil, peduli dan melindungi
anggotanya (warga), akan menumbuhkan kepercayaan dari semua unsur komunitasnya.
&etelah tu(uan ditetapkan, harus ada perencanaan untuk
melaksanakan keputusan,keputusan yang sudah dibuat.
2dalah penting untuk mengetahui kebutuhan,kebutuhan apa
yang dirasakan oleh anggotanya untuk memecahkan
masalah.%ntuk itulah perlunya keterlibatan (partisipasi)
warga masyarakat dalam proses menemukenali masalah
(kebutuhan) mereka yang akan men(adi dasar
perencanaan."ebutuhan yang ditentukan oleh pemimpin
tanpa melibatkan warga masyarakat, sering tidak men(awab
masalah yang sebenarnya ada sehingga dapat
menghilangkan kepercayaan warga kepada niat baik
pemimpinnya.
%ntuk memastikan bahwa rencana yang sudah dibuat
e+ekti+ dalam pelaksanaannya, dan semua orang
melaksanakan yang men(adi tanggung (awabnya maka
harus dilakukan pemantauan dan evaluasi secara
terbuka dengan semua warga.
Bagaimana BKM/LKM membangun modal sosial&
!"M#$"M, sebagai dewan pimpinan kolekti+ , yang bertanggung (awab untuk menggerakan potensi warga
masyarakat kelurahan untuk menanggulangi kemiskinan, mempunyai tugas untuk membangun modal
sosial di wilayahnya. Modal sosial yang dibangun akan men(adi modal (potensi) yang sangat besar bagi
seluruh warga kelurahan untuk ber(aringan di antara sesama warga, maupun dengan pihak luar.
Modal sosial yang harus dibangun oleh
BKM/LKM#
Menumbuhkan ker(asama dan kepercayaan di antara
anggota !"M#$"M
Menumbuhkan ker(asama dan kepercayaan antara
!"M#$"M dengan warga masyarakat
Menumbuhkan ker(asama dan kepercayaan antar
kelompok masyarakat
Menumbuhkan ker(asama dan kepercayaan antara
!"M#$"M, warga masyarakat dan pihak luar.
Menumbuhkan Kerjasama dan Keper"ayaan
antar $nggota BKM/LKM "eterbukaan dan
ke(u(uran di antara anggota !"M#$"M, merupakan
unsur yang paling penting untuk beker(asama. Oleh karena itu !"M#$"M harus menerapkan pola , pola
hubungan yang (u(ur dan terbuka, dengan cara-
Merumukan semua keputusan dan tindakan
bersama, tidak ada anggota yang memutuskan
sendiri berdasarkan kepentingannya.
Men(alin dialog terbuka dengan diskusi , dikusi
secara berkala, saling memberikan in+ormasi dan
bertukar pengalaman. (transparansi in+ormasi)
Mencatat semua kegiatan yang dilakukan dan
in+ormasi yang diterima, agar semua anggota bisa
mengakses in+ormasi tersebut. (transparansi
in+ormasi)
Memberikan kesempatan yang sama kepada semua
anggota untuk berpendapat dan mengemukakan
perasaan , perasaannya dalam suasana saling
menghargai.
Menumbuhkan kerjasama dan keper"ayaan antara BKM/LKM dengan masyarakat
&ebagai pemimpin kolekti+ dari masyarakat warga, !"M#$"M harus mendapat kepercayaan warganya.
%ntuk kepentingan tersebut, !"M#$"M harus mengembangkan pola , pola hubungan yang timbal balik
antara !"M #$"M dengan masyarakat.
!eberapa cara menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang bisa dilakukan oleh !"M#$"M adalah-
Men(alankan tugas yang diamanahkan oleh masyarakat dengan pengelolaan yang (u(ur dan adil.
2dil bukan berarti bagi rata, akan tetapi menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan yang nyata,
bukan untuk kepentingan pribadi. ;ontohnya dalam menentukan penerima man+aat langsung, harus
berdasarkan data ""#9iwa miskin berdasarkan hasil P&, bukan atas dasar kekeluargaan atau kedekatan.
3idak mencari keuntungan pribadi, akan tetapi men(alankan tugas dan tanggung (awab semata ,
mata untuk kepentingan kese(ahteraan masyarakat.
Mampu melindungi masyarakatnya (terutama warga miskin), tidak memihak kepada kelompok
tertentu akan tetapi memberikan kesempatan kepada semua warga untuk terlibat dalam keseluruhan
kegiatan.
Memberikan kesempatan seluas , luasnya kepada warga mayarakat untuk berpartisipasi dalam
proses dari menemukenali masalah (re+leksi kemiskinan dan pemetaan swadaya,merencanakan
(menyusun P9M) dan monitoring evaluasi kegiatan, walaupun keputusan terakhir !"M#$"M yang
menentukan sebagai pengambil kebi(akan.
Memberikan in+ormasi mengenai kegiatan !"M#$"M, keuangan dan in+ormasi lain yang
dibutuhkan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan yang men(adi tanggung (awab !"M#$"M
(transparansi). 3ransparansi in+ormasi tersebut bisa melalui in+ormasi terbuka di kantor !"M#$"M,
papan pengumuman yang ditempatkan di tempat strategis, rapat tahunan atau rapat lain apabila
diperlukan, melalui media warga dan sebagainya.
Mempertanggung (awabkan pengelolaan keuangan dengan audit independen dan lainnya
,kegiatan , kegiatan yang dilakukan dalam rapat pertanggung(awaban dan kebi(akan yang dikeluarkan
(akuntabilitas).
Menumbuhkan kerjasama dan keper"ayaan antar warga masyarakat
Dalam mencapai tu(uan penanggulangan kemiskinan, masyarakat tidak bisa bergerak sendiri , sendiri,
akan tetapi perlu ker(asama di antara mereka. %ntuk dapat beker(asama diperlukan hubungan sosial
yang kuat dan guyup (9awa). Oleh karena itu !"M#$"M perlu menggerakan modal sosial di masyarakat
dengan menciptakan hubungan , hubungan tadi dengan berbagai cara di antaranya -
Menumbuhkan kepedulian warga dengan menggerakan kesadaran kritis masyarakat terhadap
permasalahan bersama terutama yang menyangkut kemiskinan dengan cara melakukan re+leksi kritis
dengan berbagai pihak, misal melalui "omunitas !ela(ar "elurahan< melibatkan seluruh unsur
masyarakat di dalam setiap tahapan program dari mulai identi+ikasi masalah, perencanaan,
pelaksanaan sampai monitoring evaluasi.
Menggalang kegiatan yang bisa menumbuhkan kebersamaan melalui kelompok , kelompok
seperti "&M, sehingga "&M dibentuk bukan hanya sekedar untuk kepentingan pencairan dana !$M
akan tetapi men(adi sarana kegiatan bersama. &aling menghargai, saling percaya di antara anggota
kelompok akan tumbuh apabila kelompok tersebut dibangun dalam suasana keterbukaan, ke(u(uran,
keikhlasan dan saling peduli di antara anggotanya. Dalam kelompok yang seperti ini yang men(adi hal
utama adalah tu(uan kelompok bukan tu(uan pribadi. "e(u(uran dalam pengelolaan "&M (uga akan
men(adi modal untuk dapat dipercaya oleh kelompok masyarakat yang lain baik warga kelurahan
setempat atau pihak lain, sehingga kemungkinan untuk bermitra dengan berbagai pihak men(adi
sangat terbuka. Misal- pengembalian dana bergulir dari "&M, akan menumbuhkan kepercayaan dari
warga lain, (uga !"M#$"M terhadap "&M tersebut.
Menumbuhkan kerjasama antara BKM/LKM dengan pihak luar
2pabila ker(asama dan kepercayaan dalam ketiga hal di atas dapat terwu(ud, hal tersebut merupakan
modal bagi !"M #$"Muntuk dapat dipercaya oleh pihak luar. 2pabila kepercayaan pihak luar sudah
tumbuh, merupakan keniscayaan bagi para pihak baik itu lembaga swasta, pemerintah maupun individu,
individu untuk mau bermitra denngan !"M#$"M.
!"M#$"M yang men(un(ung tinggi ke(u(uran, keterbukaan, keadilan, tidak mementingkan kepentingan
pribadi dan beker(a untuk kepentingan penanggulangan kemiskinan merupakan modal sosial yang
sangat besar untuk dapat memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak baik masyarakat kelurahan
maupun pihak luar. Dengan demikian modal sosial ini akan men(adi modal yang sangat penting untuk
mengembangkan (aringan dengan berbagai pihak, sehingga masyarakat dapat semakin ma(u dan
se(ahtera.
BKM S)B$*$% L)MB$*$ P%MP%N$N K+L)K(%, M$S-$.$K$( /$.*$
Parwoto
%0 P)N1$2'L'$N
=. &adar tidak sadar proses pembangunan yang dilaksanakan sampai saat ini telah membentuk polapola
kemasyarakatan yang cenderung terkotakkotak baik berdasarkan penghasilan, suku#ras, agama, politik,
dsb. &ituasi ini sebenarnya sangat tidak kondusi+ untuk pembangunan itu sendiri yang pada hakekatnya
menuntut adanya kesatuan dan persatuan berdasarkan kewargaan. $ebih lan(ut situasi ini (uga
memudarkan kepemimpinan yang berakar pada masyarakat, sehingga sulit sekali ditemukan pemimpin
masyarakat yang se(ati, yang banyak muncul adalah pemimpin golongan#kelompok yang (usteru secara
konseptional memperkuat polarisasi masyarakat dan menghasilkan keputusankeputusan yang tidak
dilandasi oleh nilainilai moral yang universal, hal ini terlihat dimana keputusan yang dihasilkan lebih
untuk kepentingan kelompok tertentu sa(a yang pada akhir menyebabkan ter(adinya bias pembangunan
dengan korbannya adalah rakyat kecil.
>. PNPM Mandiri Perkotaan sebagai suatu program penanggulangan kemiskinan yang dalam
konsepsinya dilandasi oleh keyakinan bahwa -
kemiskinan adalah suatu produk atau hasil dari keputusankeputusan yang tidak dilandasi oleh nilai
nilai luhur (membela yg lemah, adil, (u(ur, kesetaraan, dsb).
perbaikan nasib kaum miskin hanya dapat dilakukan melalui perbuatan baik yang murni
manusia pada dasarnya baik dan suka memberi
Ditambah dengan kesadaran akan memudarnya kebersamaan dan kemampuan bertindak secara moral
(moral capability) di berbagai tataran, maka PNPM Mandiri Perkotaan telah mencoba memperkenalkan
pola kepemimpinan masyarakat melalui konsep !"M (!adan "eswadayaan Masyarakat)# $"M ($embaga
"eswadayaan Masyarakat) sebagai suatu pimpinan kolekti+ masyarakat warga.
%%0 M$S-$.$K$( /$.*$
2.1. $pakah Masyarakat /arga
30 -ang dimaksud dengan masyarakat warga dalam hal ini adalah terjemahan umum dari
"i4il so"iety yang se"ara konsepsional dapat diuraikan sebagai berikut di bawah ini0
50 6i4il so"iety adalah himpunan masyarakat warga yang diprakarsai dan dikelola se"ara
mandiri oleh warga7 yang se"ara damai berupaya memenuhi kebutuhan atau kepentingan
bersama7 meme"ahkan persoalan bersama dan atau menyatakan kepedulian bersama
dengan tetap menghargai hak orang lain untuk berbuat yang sama dan tetap
mempertahankan kemerdekaannya 8otonomi9 terhadap institusi negara7 keluarga7 agama
dan pasar0
;ivil &ociety is totally o+ sel+ initiating and sel+ regulating organi0ations, peace+ully pursuing a
common interest, advocating a common cause, or e?pressing a common passion< respecting the
right o+ others to do the same, and maintaining their relative autonomy vis@vis the state, the
+amily, the temple and the market
(&aad Addin 1brahim, Nurturing ;ivil &ociety at the /orld !ank, Dec =BBC)
:0 Se"ara singkat sering kali masyarakat warga dirumuskan sebagai ; +rganisasi!organisasi
warga yang diprakarsai dan dikelola oleh warga masyarakat yang posisinya berada diantara
keluarga dan negara
;ivil society is generally de+ined as the sel+ initiating and sel+ regulating organi0ations that are
situated between the household and the state
<0<0 6iri 'tama Masyarakat /arga
C. ;iri utama suatu masyarakat warga atau civil society adalah sebagai berikut.
2danya kesetaraan, dimana masyarakat terbentuk sebagai himpunan warga yang setara
3iap anggota atau warga berhimpun secara proakti+, yaitu telah mempertimbangkan berbagai
aspek sebelum bertindak, karena adanya ikatan kesamaan (common bond) seperti antara laDn
kepentingan, persoalan, tu(uan, dsb.
3iap anggota atau warga berhimpun secara suka rela dan bukan karena karena adanya paksaan
Membangun semangat saling percaya
!eker(a sama dalam kemitraan
&ecara damai memper(uangkan berbagai hal termasuk dalam hal ini menanggulangi kemiskinan
&elalu bersikap menghargai keragaman dan hak a0asi manusia sebagai dasar membangun sinergi
Men(un(ung nilainilai demokrasi, dalam konsep musyawarah, dalam setiap keputusan yang
diambil
&elalu mempertahankan otonomi atau kemerdekaan dari berbagai pengaruh kepentingan.
Mampu beker(a secara mandiri
<030 Posisi Masyarakat /arga
E. &ecara tegas dapat dikatakan bahwa masyarakat warga ini adalah himpunan warga yang posisinya -
di luar institusi pemerintah
di luar institusi militer
di luar institusi agama
di luar institusi peker(aan atau usaha
di luar institusi keluarga
F. 9adi tidak ada yang diwakili, dalam hal ini semua orang sebagai warga mewakili diri sendiri (adi semua
dalam kesetaraan, meskipun mungkin sa(a kedudukan seharihari seseorang adalah kepala sekolah, yang
lain tukang sapu dinas kebersihan, yang lain lagi tukang pos, guru, direktur suatu perusahaan, dokter,
komandan kodim, pendeta, dsb dalam himpunan masyarakat warga berkedudukan mereka setara yaitu
sesama warga. Oleh sebab itu masyarakat warga baik secara keseluruhan maupun dalam arti himpunan
atau paguyuban warga setempat selalu memiliki kemerdekaan sendiri.

%%%0 B$1$N K)S/$1$-$$N M$S-$.$K$(
3.1. Pengertian BKM/LKM
B. Pedoman %mum PNPM Mandiri Perkotaan menguraikan tentang !"M#$"M sebagai berikut -
%ntuk memimpin organisasi masyarakat warga ini dipilih pimpinan kolekti+ yang terdiri dari pribadipribadi
yang dipercaya warga berdasarkan kriteria kemanusiaan yang disepakati bersama dan dapat mewakili
warga dalam berbagai kepentingan. Pimpinan kolekti+ warga ini kemudian secara (enerik disebut
!"M#$"M. 3idak ada satupun anggota !"M#$"M yang memiliki hak istimewa dan semua keputusan
!"M#$"M dilaksanakan secara kolekti+ melalui mekanisme .apat 2nggota !"M#$"M . Musyawarah
men(adi norma utama yang mendasari semua pengambilan keputusan.
=G. &ebagai pimpinan kolekti+ dari suatu himpunan masyarakat warga setempat !"M#$"M merupakan
bagian organik dari himpunan masyarakat warga tersebut sehingga haruslah memiliki ciriciri yang sama
dan posisinya pun sama seperti layaknya masyarakat warga itu sendiri, yaitu -
di luar institusi pemerintah
di luar institusi militer
di luar institusi agama
di luar institusi peker(aan atau usaha
di luar institusi keluarga
==. 9adi (elaslah bahwa !"M#$"M adalah suatu lembaga pimpinan kolekti+ dari himpunan masyarakat
warga setempat (suatu kelurahan) yang anggotaanggotanya dipilih berdasarkan kriteria kemanusiaan
bukan perwakilan golongan sehingga memungkinkan berperan secara penuh sebagai pemimpin
masyarakat warga dan menghindarkan kecenderungan men(adi partisan.
=>. "olekti+itas kepemimpinan ini penting dalam rangka memperkuat kemampuan individu untuk dapat
menghasilkan dan mengambil keputusan yang lebih adil dan bi(aksana oleh sebab ter(adinya proses
saling asuh, saling asah dan saling asih antar anggota kepemimpinan yang pada akhirnya akan men(amin
ter(adinya demokrasi, tanggung gugat dan transparansi. Disamping itu pola kepemimpinan kolekti+ ini
(uga merupakan disinsenti+ bagi para pemimpin yang (usteru ingin mendapatkan kekuataan absolut di
satu tangan yang pada gilirannnya akan melahirkan anarki dan tirani yang mementingkan diri sendiri
sehingga memperkuat ketidakadilan.
=7. !"M#$"M ini men(adi unsur strategik dalam himpunan masyarakat warga setempat yang selalu peka
terhadap berbagai perubahan khususnya yang terkait dengan kemiskinan dan merumuskan (awaban
(awabannya dalam bentuk kebi(akankebi(akan yang dilandasi oleh nilainilai luhur dan merencanakan
perbuatanperbuatan baik yang murni untuk dilaksanakan oleh %P , %P (unit pengelola)
=:. &ebagai lembaga pimpinan !"M#$"M (uga men(adi sumber energi dan inspirasi untuk membangun
prakarsa dan kemandirian warga, yang secara damai berupaya memenuhi kebutuhan atau kepentingan
warga bersama, memecahkan persoalan bersama dan atau menyatakan kepedulian bersama khususnya
dikaitkan dengan kemiskinan dengan tetap menghargai hak pihak lain untuk berbuat yang sama dan
tetap mempertahankan kemerdekaannya (otonomi) terhadap berbagai dominansi pengaruh.
=8. !"M#$"M dalam posisinya sebagai pimpinan kolekti+ himpunan warga yang (uga merupakan
representasi warga yang sah dapat men(alin hubungan ker(asama dengan berbagai organisasi dan
lembaga lain baik setempat atau di tingkat yang lebih tinggi untuk mencapai tu(uan yang diharapkan oleh
himpunan masyarakat warga setempat dengan lebih mudah dan e+ekti+.
=C. !erdasarkan keyakinan bahwa kemiskinan adalah suatu produk atau hasil dari keputusankeputusan
yang tidak dilandasi oleh nilainilai luhur (membela yg lemah, adil, (u(ur, kesetaraan, dsb). perbaikan
nasib kaum miskin hanya dapat dilakukan melalui perbuatan baik yang murni dan benar yang
dimungkinkan karena manusia pada dasarnya baik dan suka memberi. Oleh sebab itu anggota !"M#$"M
haruslah pe(uangpe(uang nilai untuk memulihkan nilainilai luhur kemanusia yang sempat luntur dan
membangun kembali kapital sosial di masyarakat sehingga tidak mungkin terdiri dari orang!orang
bayaran (yang menerima honor untuk melakukan sesuatu) yang dalam hidupnya seharihari di
lingkungan masyarakat tidak menerapkan nilai!nilai luhur tersebut. %mumnya bayaran (ustru akan
melemahkan kekuatan pribadi mereka dalam upaya membangun nilainilai dan mempengaruhi
masyarakat. Pengorbanan waktu dan pikiran (ustru Hdalah kekuatan andalan. Oleh sebab itu anggota
!"M#$"M adalah relawan!relawan sejati yang akan tetap konsisten memper(uangkan nilainilai luhur
tersebut, ada atau tidak ada PNPM Mandiri Perkotaan, karena masingmasing anggota !"M#$"M adalah
tauladan pelaku nilai. Mereka bukanlah wakil dari kelompok tetapi (ustru mereka adalah wakil dari nilai
nilai luhur dan bertanggung (awab kepada nilainilai luhur yang diyakini dan dipegangnya. Dengan kata
lain untuk itulah mereka dipilih, (adi mereka dipilih karena mereka reprensentasi dari nilainilai luhur
tersebut ((u(ur, dapat dipercaya, rendah hati, penuh dedikasi, adil, dsb), sehingga kalau pada saatnya
mereka tidak lagi mewakili si+atsi+at#nilainilai luhur tersebut maka mereka sudah seharusnya turun dan
diganti. !"M#$"M dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan bagi siapapun untuk terpilih dan
memilih asal mau berkorban untuk sesamanya serta menerapkan nilai nilai luhur dalam kehidupan sehari
hari. Men(adi anggota !"M#$"M bukan suatu pro+esi peker(aan, tetapi (ustru merupakan aktualisasi diri
untuk pengabdian yang tulus dari seorang manusia se(ati kepada sesamanya yang kurang beruntung.
"egagalan mendapatkan orangorang dengan perbuatan relati+ paling baik dan murni di kelurahan sudah
pasti akan membuat program ini gagal.
3.2. Bagaimana $nggota BKM/LKM 1ipilih
=E. 2nggota !"M#$"M dipilih dari dan oleh warga masyarakat di kelurahan bersangkutan yang memenuhi
kriteria kemanusiaan yang disepakati bersama ((u(ur, rendah hati, tanpa pamrih, misalnya) yang
ditun(ukkannya dalam hidupnya seharihari. "riteria dasar ini harus disepakati terlebih dahulu oleh para
calon pemilih (warga) dan ditetapkan sebagai aturan main dalam membentukan !"M#$"M. "onsep dasar
yang dianut dalam memilih pemimpin adalah # =Lebih baik mendapat pilihan pemimpin yang
paling buruk dari kumpulan orang!orang baik dari pada mendapat pilihan pemimpin yang
terbaik dari dari kumpulan orang!orang buruk>0 Dengan dasar pemikiran ini maka pemilihan
anggota !"M#$"M se(ak awal dilakukan melalui proses pen(aringan (menyaring) orangorang baik atau
orangorang yang memiliki ciriciri atau si+atsi+at kemanusiaan, yang biasanya orang tersebut rendah
hati, tidak suka menyombongkan diri dan tidak suka mengumbar (an(i(an(i. &ehingga menyaring orang
orang seperti ini tentu sa(a tidak dapat dilakukan dengan cara K$MP$N-), tetapi harus dilakukan
melalui proses kon+irmasi namanama orang yang dapat diper"ayai memiliki ciriciri kemanusiaan
semacam itu langsung dari masyarakat. Oleh sebab itu proses pemilihan dilakukan secara khusus sebagai
diuraikan di bawah.
=F. Pemilihan dilakukan tanpa pencalonan dan tiap pemilih harus menulis 7 s#d 8 nama (sesuai
kesepakatan warga) yang dianggap memenuhi kriteria tersebut di atas secara rahasia, dikumpulkan dan
dihitung. "emudian dipilih B s#d =7 nama yang mendapat perolehan suara terbanyak sebagai anggota
!"M$"M#. Para anggota !"M#$"M tersebut kemudian memilih siapa diantara mereka yang akan
men(abat koordinator, wakil, sekretaris. &esuai dengan kemampuan mereka dsb.
=B. Pemilihan atau pen(aringan utusan dilakukan ber(en(ang dari mulai tingkat .3, ./, Dusun,
dst. Iang penting pemilihan utusan harus dilakukan di tingkat dimana antar warga saling mengenal
(komunitas terkecil seperti .3 misalnya) karena pemilihan didasarkan atas rekam (e(ak (track record). !ila
(umlah .3 sedikit maka semua utusan yang terpilih di tingkat .3, yang (umlahnya telah disepakati
sebelumnya misalnya 7 s#d 8 orang, kemudian pada hari yang telah ditentukan langsung berkumpul di
kelurahan#desa untuk memilih anggota !"M#$"M yang (umlahnya B s#d =7 orang dari antara utusan. 9adi
para utusan memiliki hak untuk memilih dan dipilih. !ila (umlah .3nya terlalu banyak maka para utusan
.3 dapat melakukan pemilihan di tingkat ./ untuk menetapkan utusan ./ yang (umlahnya (uga telah
disepakati sebelumnya di tingkat kelurahan#desa, baru kemudian utusan ./, pada hari yang telah
ditetapkan berkumpul di kelurahan#desa untuk memilih anggota !"M#$"M dari antara mereka.
>G. 3idak adanya pencalonan memungkinkan anggota masyarakat memilih tanpa paksaan
siapapun yang mereka anggap bisa mewakili si+atsi+at baik kemanusiaan tersebut, sesuai pengalaman
interaksi mereka dalam kehidupan seharihari. 3idak adanya kampanye< karena yang dipilih adalah orang
yang perbuatan sehariharinya saat ini sesuai dengan kriteria tersebut di atas (rekam (e(ak), bukan
perkataan ((an(i) tentang masa depan yang belum pasti. 9adi konsepnya adalah membandingkan dan
mengkon+irmasikan perbuatan#perilaku seharihari orang yang akan dipilih (rekam (e(ak) dan bukan
perkataan ((an(i).

1) !agaimana proses pengambilan keputusan dalam !"M#$"M dilakukan )
9awab
Sebagai pimpinan kolektif maka BKM/LKM bepean !ebagai de"an dimana ket#a lebi$ bepean !ebagai
koodinato% &adi !em#a kep#t#!an dilak#kan !e'aa kolektif melal#i m#!(a"aa$) *an(a dalam kondi!i (ang
!angat memak!a dapat dilak#kan dengan 'aa !#aa teban(ak +,oting-) .le$ !ebab it# #nt#k tiap petem#an
#taman(a (ang memba$a! pekaa (g men(angk#t kepentingan oang ban(ak $a#! ditetapkan /#o#m (ait#
500 1 1 +!at#- dai &#mla$ anggota BKM/LKM !e$ingga bila te&adi pengambilan !#aa ma!i$ '#k#p
epe!entatif dan &#mla$ anggota (ang $adi &#ga gan&il
2) !agaimana !"M#$"M men(alankan tugas, pokok dan +ungsinya )
9awab -
!"M#$"M harus mempunyai program ker(a (di luar P9M Pronangkis)yang (elas, untuk men(alankan
kegiatan , kegiatannya. Progam ini memuat antara lain -
!agaimana monitoring dan evaluasi kegiatan %P , %P
.ancangan rapat , rapat secara berkala.
!agaimana membangun transparansi, harus di(amin bahwa in+ormasi kegiatan dan pengelolaan
keuangan bisa diakses oleh semua warga.
!agaimana membangun mekanisme pertanggung(awaban - audit, laporan berkala, laporan
tahunan.
!agaimana memperkenalkan program kepada pihak lain dan men(alin kemitraan (chanelling)
!agaimana evaluasi P9M Pronangkis.
!agaimana men(amin pelaksanaan daur program (pengulangan siklus).
!agaimana men(amin kepedulian dan kebersamaan di antara warga masyarakat.
!agaimana membangun mekanisme keterlibatan warga dalam proses pengambilan keputusan,
Dan sebagainya.
3) Dalam ker(a sebagai !"M#$"M tersebut bolehkah anggota !"M#$"M menerima ga(i#honor tetap)
Mengapa demikian )
9awab -
3idak boleh karena -
!"M#$"M adalah wahana yang memberi peluang orangorang baik dan tulus (ikhlas)
mengaktualisasikan dirinya.
!"M#$"M (uga merupakan wahana konsolidasi si+atsi+at baik yang dituangkan dalam
kebi(akan !"M#$"M.
2nggota !"M#$"M bukan orang bayaran (yang tunduk pada yang membayar) melainkan
orangorang merdeka yang secara sadar memberikan sebagian waktunya untuk orang lain.
!"M#$"M bukanlah tempat untuk beker(a sebagai pengganti peker(aan seharihari,
melainkan wahana pengadian bagi para anggotanya. Pengabdian adalah motivasi dan insenti+
terbesar. Dibayar dalam hal ini (usteru dapat menurunkan otoritas dan pengaruh dari anggota
!"M#$"M sebagai manusia se(ati
Dibayar hanya akan menimbulkan kon+lik kepentingan bagi anggota !"M#$"M
&enga(a dibuat tidak dibayar supaya mereka yang punya niat lain (kepentingan pribadi)
selamanya tak tertarik (adi anggota !"M#$"M . Dengan kata lain ini adalah anti virusnya
(Disinsenti+) bagi orangorang yang bermaksud kurang baik
4) !"M#$"M ingin sekali menambah modalnya dengan membuka usaha yang menguntungkan dan
untuk men(amin agar usaha tersebut ber(alan dengan baik maka usaha tersebut akan langsung
dikelola oleh !"M#$"M sebagai lembaga. !agaimana pendapat 2nda )
9awab -
3idak dapat dibenarkan karena !"M#$"M akan terperangkap dalam kegiatan praktis sehingga
membahayakan semangatnya untuk membela di miskin melalui pemikiran dan advokasi, (uga pada
gilirannya akan men(adi pesaing "&M
5) !olehkah !"M#$"M menanam modal di suatu perusahaan swasta dengan menggunakan dana !$M.
9awab -
3idak boleh karena !"M#$"M akhirnya akan men(adi pengusaha, tidak sesuai dengan tupoksinya
dan makna dana !$M sebagai sumber dana untuk menglaksanakan rencana bersama P9M#.enta
Pronangkis tidak mungkin dilaksanakan disamping itu man+aat !$M harus langsung dapat dinikmati
oleh kaum miskin
6) !olehkah !"M#$"M mendepositkan dana !$M ke bank.
9awab -
Di larang keras mendeposikan !$M ke !ank karena -
kaum miskin masih sangat membutuhkan
dana !$M sebagai sarana untuk masyarakat berlatih mengembangkan program
penanggulangan kemiskinan dari, oleh dan untuk masyarakat men(adi tak ber+ungsi
melanggar aturan proyek
7) !olehkah salah satu anggota !"M#$"M sebagai anggota !"M#$"M mengelola langsung kegiatan
usaha yang dibiayai !"M#$"M dengan dana !$M )
9awab -
3idak boleh karena ini kon+lik kepentingan
8) 2pakah yang nomor satu harus dihindarkan dalam ker(a !"M#$"M dan mengapa demikian )
9awab
&emua hal yang memungkinkan ter(adinya kon+lik kepentingan karena hal ini akan menyebabkan
!"M#$"M tidak lagi dapat mengambil keputusan secara adil dan demokratis serta kehilangan
otoritasnya
9) !olehkah seseorang atau suatu lembaga menanam modal dengan imbalan di !"M#$"M atau %P" )
9awab
3idak boleh karena !"M#%P" pada dasarnya beker(a hanya untuk anggota yaitu penduduk kelurahan
yang bersangkutan dan (uga tidak ber+ungsi sebagai bank. !ila !"M#$"M melakukan hal tersebut
maka !"M#$"M dapat dituduh melakukan praktek bank gelap
"KM#LKM
$%L $%S $%K
KSM#%anita KSM#%anitia KSM
LKMKoperasi& %'&()!
Garis Perintah
Garis Fasilitasi
Garis Kemitraan
Sekretariat
(ulislah dalam kertas plano hal ? hal di bawah ini sebelum pelatihan dimulai sebagai
Media Bantu untuk menjelaskan dan memberikan pen"erahan kepada peserta
Perangkat +rganisasi BKM/LKM
'nit Pengelola Keuangan 8'PK9
Dipimpin oleh seorang mana(er yang dipilih melalui rapat anggota !"M#$"M
2nggota sesuai kebutuhan
3idak diperbolehkan dirangkap oleh !"M#$"M
Pengawasan pelaksanaan %P oleh !"M#$"M
Pelayanan %P berorientasi pada masyarakat miskin
2pabila diperlukan !"M#$"M bisa mengangkat dewan pengawas keuangan untuk membantu
men(alankan tugas !"M#$"M yang si+atnya tidak permanen
'nit Pengelola 8'P9
Masing , masing %nit Pengelola berkedudukan mandiri dalam melaksanakan kegiatan dan
pengelolaan dana
!ertanggung (awab kepada !"M#$"M
!erkewa(iban memberikan in+ormasi dan laporan perkembangan masing , masing kegiatan
Memberikan pertanggung (awaban berkala dan pertanggung (awaban akhir
Memberi masukkan bagi pertimbangan keputusan !"M#$"M
Sekretariat
Pelaksana operasional dan administrasi kegiatan sehari , hari
Maksimum 7 orang, beker(a purna waktu
3idak diperkenankan dirangkap oleh !"M#$"M atau %P
2ubungan kerja antara BKM/LKM dan 'P ? 'P diatur di dalam $1/$.( BKM/LKM kelurahan
bersangkutan dan se"ara rin"i dalam keputusan ? keputusan yang dikeluarkan BKM/LKM
Mekanisme PengambilanKeputusan
1. .embug /arga Kelurahan/1esa 8./K/./19
Dilakukan di tingkat kelurahan#Desa
&ebagai mekanisme pertanggung(awaban dan tanggung gugat !"M#$"M kepada seluruh
warga
Mekanisme pergantian anggota !"M#$"M apabila masa (abatannya berakhir
Mekanisme apabila ada indikasi penyimpangan
"eputusan ./"#./D si+atnya mengikat
Mengundang segenap lapisan masyarakat dan perangkat kelurahan
Mekanisme diatur dalam 2D !"M#$"M
2. .apat $nggota BKM/LKM
.apat 2nggota 3ahunan (.23)
Dilakukan setiap tahun
&ebagai evaluasi dan penilaian kiner(a %P
3erbuka untuk semua masyarakat
Mekanisme diatur dalam 2D#2.3 !"M#$"M
.apat "oordinasi 2nggota .utin (."2)
Dilakukan sekurangnya satu kali dalam sebulan
Mebahas perkembangan program dan kegiatan
Menetapkan rencana kegiatan lan(utan dari !"M#$"M dan %P
.apat Prioritas %sulan "egiatan (.P%")
%ntuk menetapkan prioritas (perangkingan) usulan , usulan kegiatan hasil penilaian %P
.apat "eputusan "husus (."")
Dilakukan sesuai kebutuhan
Pengambilan keputusan yang berkenaan dengan kegiatan !"M#$"M dan penaggulangan
kemiskinan
Pengelolaan Keuangan BKM/LKM
1. Penyaluran 1ana Bantuan
!"M#$"M akan mengelola dana bantuan dari PNPM Mandiri Perkotaan
Dana ini adalah dana publik
*anya dapat digunakan untuk kepentingan penanggulangan kemiskinan
Disalurkan melalui "&M atau Panitia
Dana disalurkan melalui rekening !"M#$"M (berbentuk 4iro) atas nama !"M#$"M, bukan
perorangan
&pesimen rekening !ank ditandatangani oleh minimal 7 orang anggota !"M#$"M
Nama , nama penandatangan spesimen diputuskan melalui rapat anggota
2. Sumber 1ana Lain
&elain dari dana bantuan PNPM Mandiri Perkotaan, keuangan !"M#$"M dapat pula bersumber dari
uang iuran, uang sumbangan, hibah dan atau penerimaan lain yang sah,dan tidak bertentangan
dengan maksud dan tu(uan !"M#$"M.
3. Biaya +perasional
sumber keuangan diperoleh dari biaya administrasi dan opersional alokasi dana PNPM Mandiri
Perkotaan
!esarnya - =) .P 8 (uta untuk pagu !$M =8G (uta >) .P E,8 (uta untuk pagu !$M >GG (t 7) .p
=G (uta untuk pagu !$M 78G (t
Pencairan dilakukan bertahap (dihitung dari seluruh kegiatan yang telah disetu(ui !"M#$"M)
&umber lain - dibiayai dari keuntungan hasil usaha unit , unit pengelola yang besarnya harus
disepakati dalam rapat anggota !"M#$"M dan kemampuan keuangan yang ada