Anda di halaman 1dari 33

RANGKUMAN TATA NEGARA BAHAN TKD CPNS

BAB IV KONSTITUSI DAN TATA PERUNDANG-UNDANGAN

A. Konstitusi Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distibusi maupun alokasi [1], Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi [2]

Dewasa ini, istilah konstitusi sering di identikkan dengan suatu kodifikasi atas dokumen yang tertulis dan di Inggris memiliki konstitusi tidak dalam bentuk kodifikasi akan tetapi berdasarkan pada yurisprudensi dalam ketatanegaraan negara Inggris dan mana pula juga Konstitusi Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio,constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang- undangan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakata negara

1. Pengertian Konstitusi Menurut Para Ahli

K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang mmbentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. Herman Heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada uud. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tettapi juga sosiologis dan politis Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang, partai politik dsb

L.j Van Apeldoorn, konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis 5) Koernimanto soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati

bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. Carl Schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu:

a. Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu;

Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di dalam negara.

Konstitusi sebagai bentuk negara

Konstitusi sebagai faktor integrasi

Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi di dalam negara

b.

Konstitusi dalam arti relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu:

Konstitusi sebagai tuntyutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa

Konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitrusi dapat berupa terttulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya)

c. Konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik yang tertinggi sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan kenegaraan

d. Konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya jaminan atas hak asasi serta

perlindungannya

2. Tujuan Konstitusi

a. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang wenang maksudnya tanpa

membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja

kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak

b. Melindungi Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak

memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.

c. Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh.

3. Nilai Konstitusi

a. Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi

mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku

dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen.

b. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetrapi tidak sempurna.

Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal

pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara.

c. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik.

4. Macam Macam Konstitusi

a. Menurut CF. Strong konstitusi terdiri

1. Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writendari: constitution) adalah aturan

aturan pokok dasar negara , bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara.

2. Konstitusi tidak tertulis / konvensi(nondokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan

ketatanegaraan yang sering timbul. Adapun syarat syarat konvensi adalah:

Diakui dan dipergunakan berulang ulang dalam praktik penyelenggaraan negara.

Tidak bertentangan dengan UUD 1945

Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945.

b.

Secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi:

1.

konstitusi politik adalah berisi tentang norma- norma dalam penyelenggaraan negara,

hubungan rakyat dengan pemerintah, hubuyngan antar lembaga negara.

2. Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita cita sosial bangsa, rumusan

filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem politik yang ingin dikembangkan

bangsa itu

c. Bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu:

1. Flexible / luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah

sesuai dengan perkembangan.

2.

Rigid / kaku apabila konstitusi / undang undang dasar jika sulit untuk diubah.

d.

Unsur /substansi sebuah konstitusi yaitu:

1.

Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu:

Jaminan terhadap Ham dan warga Negara

Susunan ketatanegaraan yang bersdifat fundamental

Pembagian dan poembatasan tugas ketatanegaraan

2.

Menurut Miriam budiarjo, konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur

penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi.

3.

Menurut koerniatmanto soetopawiro, konstitusi berisi tentang:

Pernyataan ideologis

Pembagian kekuasaan

Jaminan HAM (hak asasi manusia)

Perubahan konstitusi

Larangan perubahan konstitusi

5.

Syarat Terjadinya Konstitusi

Agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan

kepentingan rakyat. Melinmdungi asas demokrasi Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar negara Menentukan suatu hukum yang bersifat adil

6. Kedudukan konstitusi (UUD) Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan /

ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan . Sebagai hukum dasar Sebagai hukum

yang tertinggi

7. Perubahan konstitusi / UUD

Secara revolusi, pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang kadang membuat sesuatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan rakyat. Secara evolusi, UUD/konstitusi berubah secara berangsur angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD, secara otomatis UUD yang sama tidak berlaku lagi.

8. Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi

keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar, cita cita dan

tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara

9. Keterkaitan konstitusi dengan UUD

Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak ter tulis sedangkan UUD adalah hukum dasar

tertulis. Uud memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik, konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan

B. Tata Perundang-Undangan

Berdasarkan TAP MPR No. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan, tata urutan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia adalah:

1.

Undang-Undang Dasar 1945

2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia

3. Undang-Undang

4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)

5. Peraturan Pemerintah

6. Keputusan Presiden

7. Peraturan Daerah

HAKIKAT, FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA

A. HAKIKAT NEGARA

Menurut Max Weber, Negara adalah Suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. Sedangkan Karl Marx mengatakan Negara adalah suatu kekuasaan bagi manusia (penguasa) untuk menindas manusia lain. Prof. Mr. Soenarko, Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai suatu kedaulatan, sedangkan Prof. Miriam Budiardjo memberikan pengertian Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongankekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Jadi Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya mempunyai kedaulatan (keluar dan ke dalam).

Sifat-Sifat Negara

• Memaksa yaitu negara mempunyai kekuasaan untuk memaksa agar peraturan di taati

• Monopoli yaitu negara menetapkan tujuan bersama dari masyarakat

• Menyeluruh/mencakup semua (all embresing) yaitu peraturan perundang-undangan yang dibuat

negara berlaku untuk semua warga negara tanpa kecuali. Unsur-Unsur negara

• Wilayah, terdiri dari ; darat laut dan udara

• Rakyat yaitu sekelompok manusia yang menjadi penghuni negara dan taat pada peraturan yang

berlaku di negara tersebut.

• Pemerintah yang berdaulat. Kedaulatan kedalam yaitu kekuasaan untuk mengatur rumah

tangganegaranya tanpa campur tangan dari negara lain. Kedaulatan ke luar yaitu kekuasaan untuk mengadakan hubungan atau kerjasama dengan negara lain

• Pengakuan dari negara lain (Unsur deklaratif). Baik secara de facto (kenyataan) maupun secara de jure (secara hukum)

B. ASAL MULA TERJADINYA NEGARA

1. Berdasarkan kenyataan, negara terjadi karena sebab-sebab :

• Pendudukan yaitu suatu wilayah yang didudukioleh sekelompok manusia

• Pelepasan, yaitu suatu daerah yang semual menjadi wilayah daerah tertentu kemudaia melepaskan diri

• Peleburan, yaitu bebrapa negara meleburkan diri menjadi satu

• Pemecahan, yaitu lenyapnya suatu negara dan munculnya negara baru

2. Berdasarkan teori, negara terjadi karena :

• Teori Ketuhanan, yaitu negara ada karena adanya kehendak Tuhan

• Teori Perjanjian masyarakat, yaitu negara ada karena adanya perjanjian individu-individu (contrac social)

• Teori Kekuasaan, yaitu negara terbentuk karena adanya kekuasaan / kekuatan

• Teori Hukum Alam, yaitu negara ada karena adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bermacam-macam.

C. TUJUAN DAN FUNGSI NEGARA

Pada umumnya tujuan negara adalah untuk menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyatnya. Menurut Charles E. Merriam, tujuan negara dalah :

1. Menciptakan keamanan ekstern

2. Memelihara ketertiban intern

3. Mewujudkan keadilan

4. Mewujudkan kesejahteraan yang meliputi ; keamanan, ketertiban, keadilan dan kebebasan

5. Memberikan kebebasan kepada individu

Fungsi negara yaitu :

1.

Melaksanakan penertiban

2.

Mengusahakan kesejahrteraan dan kemakmuran rakyatnya

3.

Pertahanan

4.

Menegakkan keadilan

D.

BENTUK NEGARA DAN BENTUK PEMERINTAHAN

1.

Bentuk negara

• Negara Kesatuan

• Negara Serikat

• Perserikatan Negara (Konfederasi)

• Uni, dibagi menjadi 2 yaitu Uni Riil dan Uni Personil

• Dominion

• Koloni

• Protektorat

• Mandat

• Trust

• Bentuk Pemerintahan

2. Berdasarkan jumlah orang yang memegang kekuasaan

• Monarkhi yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang satu orang

• Oligarkhi yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang banyak orang

• Demokrasi yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang semua orang

3. Berdasarkan cara penunjukan kepala negara

• Kerajaan yaitu kepala negara (Raja) memperoleh kedudukannya berdasarkan hak waris turun temurun

• Republik yaitu kepala negara memperoleh kedudukannya melalui pemilu

E. HAKIKAT WARGA NEGARA

Penduduk dan Warga Negara

1. Penduduk yaitu mereka yang tinggal di wilayah suatu negara. Warga negara yaitu mereka

yang tinggal dalam wilayah suatu negara dan diakui secara hukum.

yaitu pewarganegaraan yang diperoleh warga negara asing setelah memenuhi sayarat dalam undang-undang.

• Asas Kewarganegaraan, yaitu penentuan kewarganegaraan seseorang yaitu melalui :

- Asas ius Sanguinis (keturunan) - Asas ius Soli (tempat kelahiran)

• Stetsel Kewarganegaraan yaitu :

1. Stelsel aktif, yaitu secara aktif melakukan tindakan-tindakan hukum untuk memperoleh

kewarganegaraan

2. Stelsel Pasif, yaitu seseorang langsung menjadi warga negara suatu negara tanpa melakukan

tindakan hukum tertentu.

• Sehubungan dengan stelsel ini muncul hak yaitu Hak Opsi yaitu, hak untuk memilih

kewarganegaraan (stelsel aktif), dan Hak Repodiasi yaitu, hak untuk menolak kewarganegaraan

(stelsel pasif)

• Warga Negara Indonesia, diatur dalam pasal 26 ayat (1) UUD 1945, UU No. 12 Tahun 2006, yang menjadi warga negara indonesia yaitu :

1. Orang bangsa indonesia asli

2. Orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang

F. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA

1. Hak dan Kewajiban dalam bidang Politik

• Diatur dalam pasal 27 ayat (1) dan pasal 28 yaitu tentang Hak yang sama dalam Hukum dan Hak yang sama Dalm Pemerintahan

2. Hak dan Kewajiban dalam bidang Ekonomi

• Diatur dalam pasal 33 ayat (1, 2, 3 dan 4)

3. Hak dan Kewajiban dalam bidang Sosial Budaya

• Diatur dalam pasal 31 dan pasal 32 ayat (1 dan 2) dan juga diatur dalam UU No.20 tahun2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional

4. Hak dan Kewajiban dalam bidang Pertahanan Keamanan

• Diatur dalam pasal 27 ayat (2) dan pasal 30 ayat (1 dan 2)

5. Hak dan Kewajiban dalam Upaya Bela Negara

• Diatur dalam pasal 27 ayat (3) dan UU No. 3 Tahun 2002 tentang "Pertahanan Negara", sistem

pertahanan negara indonesia adalah SISHANKAMRATA, dimana TNI dan POLRi sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung. Setelah dilakukannya amandemen (perubahan terhadap UUD) sebanyak 4 kali (1999-2002) maka aturan tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia dituangkan di dalam pasal 28A samapai dengan 28J

G. INSTRUMEN HUKUM PEMBELAAN NEGARA

1. UUD 1945, pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1 dan 2)

2. UU RI No. 3 tahun 2002 tentang Pertahan Negara

Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui empat hal yaitu:

• Pendidikan kewarganegaraan

• Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib

• Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela dan secara wajib

• Pengabdian sesuai dengan profesi

SISTEM PEMERINTAHAN 2.1. Sistem Pemerintahan Berbagai Negara 2.1.1. Sistem pemerintahan presidensial dan parlementer Berbicara tentang system pemrintahan berarti membicarakan tentang mekanisme pertanggung jawaban dalam pelaksanaan pemerintahan. Pada garis besarnya, system pemerintahan yang dilakukan pada Negara demokrasi diklasifikasikan ke dalam system pemrintahan parlementer dan system pemerintahan presidensial.

a. Sistem pemerintahan parlementer Adalah system pemerintahan yang mana tugas-tugas pemerintahannya dipertanggung jawabkan oleh perdana menteri (pimpinan cabinet) . Dalam pemerintahan parlementer, eksekutif parlementer terikat pada legislative. Kabinet dibentuk merupakan cerminan kekuatan politik dalam badan legislative yang mendukungnya. Dalam system pemrintahan parlementer, apabila parlemen beranggapan cabinet telah melakukan penyelewengan terhadap berbagai kebijakan kebujakan yang telah disepakati bersama dan

tidak mampu dipertanggung jawabkan maka parlemen dapat membubar cabinet melalui mosi tidak percaya. Untuk mengimbangi hal itu pemerintah dapat membubarkan parlemen apabila

parlemen tidak mewakili kehendak rakyat. Untuk mengisi dan membentuk parlemen baru biasanya diikuti dengan pemilihan umum. b. Sistem pemerintahan presidensial Adalah system pemerintahan yang tugas eksekutifnya dijalankan dan dipertanggung jawabkan oleh presiden. Dalam system presidensial kelangsungan masa jabatan eksekutif tidak tergantung pada badan legislative. Presiden yang bertindak sebagai eksekutif mempunyai massa jabatan tertentu dan pasti. Legislatif tidak memiliki kewenangan untuk menjatuhkan presiden karena lemahnya dukunngan politik/karena ketidak efektifitas kinerja pemerintahan. Presiden hanya mungkin diberhentikan ditengah masa jabatannya jika dia terbukti melanggar konstitusi. 2.1.2. Ciri-Ciri system pemerintahan parlementer dan presidensial 1) Ciri-ciri pemerintahan parlementer

- Perdana mentri bersama kabinet bertanggung jawab kepada parlemen

- Pembentukan cabinet didasarkan pada kekuatan-kekuatan yang menguasai parlemen

- Para anggota cabinet mungkin seluruhnya atau sebagiannya merupakan anggota parlemen

- Kabinet dapat dijatuhkan setiap saat oleh parlemen dan sebaliknya kepala Negara dengan saran perdana mentri dapat membubarkan parlemen dan pemerintah mengadakan pemilihan umum.

- Lama masa jabatan kabinet tidak dapat ditetukan dengan pasti.

- Kedudukan kepala Negara tidak dapat diganggu gugat / diminta pertanggung jawaban atas jalannya pemerintahan 2) Ciri-ciri pemerintahan presidensil

- Presiden selain mempunyai kekuasaan sebagai kepala Negara juga berkedudukan sebagai kepala pemerintahan

- Presiden tidak dapat membubarkan pemengang kekuasaan legislative

- Masa jabatan presiden dan pemegang kekuasaan legislative dipilih untuk masa jabatan yang tetap

- Presiden dibantu oleh mentri-mentri Negara yang diangkat dan bertanggung jawab kepada presiden

- Presiden dan para mentri tidak bertanggung jawab pada parlemen (DPR)

2.1.3. Induk Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensil serta pengaruhnya terhadap Negara lain di Dunia Dalam dunia internasional Negara-negara saling berhubungan melalui berbagai bidang seperti ekonomi, pertahanan keamanan maupun budaya menjadi gelanggang untuk menjalin hubungan internasional. Dalam konteks tersebut Negara-negara besar membawa pengaruhnya baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap Negara-negara lain yang pernah menjadi daerah jajahannya atau pernah berada dibawah perlindungannya.

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi sistim pemerintahan suatu Negara adalah sebagai berikut;

1) Faktor sejarah Dari perjalanan sejarah dunia kita cermati bahwa terdapat beberapa sebab kemunculan suatu Negara baru. Terjadinya revolusi, invasi dan penaklukan. Contoh proses terbentuknya suatu Negara;

a. penyerahan (cessie)

b. pencaplokan / penguasan (anexatie)

c. pemisahan (separatise)

Contoh Negara merdeka baru yang memiliki keterkaitan sejarah dengan negara lain sehingga terpengaruh terhadap sistim pemerintahan yang digunakan.

NO Negara induk Negara merdeka baru Sistim pemerintahan

1 Perancis Kamerun, Chad, Kaledonia Baru,

Kamboja, Republik Afrika Tengah, Ajazair, dan Burundi Parlementer

2 Inggris Kanada, Afrika Selatan, Selandia Baru, Australia dan India Parlementer

3 Rusia / Uni Soviet Kuba, Korea Utara, Vietnam, RRC, Ukraina,Bulgaria Presidensial

Spanyol Argentina, Bolivia, Chili, Ekuador , Guaetemala Presidensial

5

2. Faktor Ideologi

Diantara ideologi yang berkembang didunia, tiga yang disebut besar yang dipraktekkan diberbagai Negara yaitu

a. fasisme

b. liberalisme

c. komunisme

Beberapa contoh Negara yang terpangaruh oleh persebaran ideologi yaitu

NO Negara Induk Negara dalam hubungan ideologi Sistim Pemerintahan

1 Amerika Serikat Inggris, Perancis, Italia , Kanada, Australia, Jerman, Korea Selatan dll Presidensial atau Parlementer dengan lebih dari satu partai

2 Uni Soviet Yugoslavia, Rumania, Cekoslowakia, Bulgaria, Cina, Kuba, Korea Utara, Vietnam dll Presidensial dengan partai tunggal yaitu partai Komunis

2.2. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Pelaksanaan pemerintahan diindonesia mengalami dinamika yang unik. Pada awal kemerdekaan Indonesia sempat menerapkan system pemerintahn parlementer namun perseteruan politik mengakibatkan kegagalan cabinet untuk dapat bekerja dengan baik. Setelah presiden Sukarno mengeluarkan dekrit yang antara lain menyatakan kembali ke UUD 1945, system pemerintahan Indonesia kembali ke presiden sialisme. Dalam prakteknya baik pada masa Sukarno ataupun

Suharto, presiden mendominasi panggung politik Indonesia.

2.2.1 Dinamika pelaksanaan system pemerintahan Negara Indonesia, kelebihan dan kelemahannya pada saat berlakunya UUD 1945

berdasarkan pada perkembangan dan pelaksanaan ketatanegaraan RI maka system pemerintahan Negara Indonesia pernah dipraktekkan system pemerintahan parlamenter. Sesuai dengan ketentauan yang tercantum Dalam UUD 1945 bahwa system pemerintahannya adalah presidensial.

a. Pasal 4 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “ presiden RI memegang kekuasaan pemerintahan

menurut UUD.hal ini mengandung arti bahwa presiden RI merupakan satu-satunya lembaga

Negara yang memegang kekuasaan pemerintah”.

b.

Pasal 17 UUD 1945 menyatakan bahwa :

1.

Presiden dibantu oleh menteri-menteri Negara

2.

Menteri-menteri Negara diangkat dan diberhentikan oleh presiden

3.

Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan

c.

Penjelasan umum UUD 1945 mengenai system pemerintahan Negara yang berbunyi “

menteri-menteri Negara adalah pembantu presiden, menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR.

d. Penjelasan umum UUD 1945 mengenai system pemerintahan Negara yang berbunyi “

presiden ialah penyelenggara pemerintahan Negara tertinggi dibawah MPR”.

Kelebihan system pemerintahan presidensil antara lain :

Pada saat ( 5 juli 1959 sampai dengan 1968 ) walaupun terjadi krisis politik situasi kehidupan masih dapat dikuasai dan terkendali. Keberanian pemerintah mengambil langkah-langkah politik untuk mempertahankan irian jaya menjadi bagian wilayah Negara kesatuan RI merupakan prestasi bagi Indonesia. Kelemahannya adalah :

Belum berhasil melaksanakan pembangunan ekonomi sehingga tingkat kehidupan ekonomi masyarakat rendah dan pemerintah telah melakukan langkah-langkah konstitusional dan pembangunan disegala bidang. Sebagaimana diuaraikan diatas bahwa Indonesia pernah menerapkan system pemerintahan

parlamenter yaitu ketika dikeluarkannya maklumat pemerintah tanggal 14 november 1945 yang dilanjutkan dengan berlakunya konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950. Beberapa kelebihan dari system pemerintahan parlamenter yang pernah diterapkan diindonesia antara lain kuatnya lembaga legislative dalam mengawasi ( mengontrol ) kebijakan pemerintah sehingga pemerintah tidak berani melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan yang telah diterapkan. System parlamenter mendorong timbulnya partai politik sebagai wadah penyalur aspirasi masyrakat yang dapat menumbuh kembangkanpolitik yang demokratis. Adapun kelemahan dari system pemerintahan par;lamenter yang berlaku diindonesia yaitu sering terjadi pergantian cabinet yang berakibat program pemerintah tidak dapat terselesaikan sehingga memicu ketidakpuasan rakyat, dari sinilah kemudian muncul eksesyang berwujud pergolakan atau pemberontakan yang kita kenal dengan pergerakan ataupun ekstrimis.

2.2.2 Sikap positif WNI yang baik terhadap pelaksanaan system pemerintahan Negara Dalam menetukan sikap terhadap pelaksanaan system pemerintahan yang berlaku di Indonesia, kita seharusnya mengembalikan pada landasan kehidupan bernegara yaitu pancasila sebagai landasan ideologi dan UUD Negara RI 1945 sebagai landasan konstitusional

1. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia

setiap bangsa dan Negara tentu memilki ideologi begitu pula dengan Indonesia memiliki ideologi

yaitu pancasila. Ideologi pancasila senantiasa menjadi landasan cita-cita untuk ,membangun kehidupan bermasyarakat dan bernegara menjadi lebih maju dan lebih baik

2. UUD Negara RI 1945 sebagai landasan konstitusional

UUD Negara RI 1945 sebagai landasan konstitusional mengandung artibahwa dalam segala

penyelenggaraan pemerintah Negara harus berlandaskan pada Negara RI 1945.

Sikap yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan pemerintah Negara :

a. Tetap menjaga tegaknya Negara kesatuan RI

b. Menjunjung tinggihukum dan pemerintahan

c. Pemerintahan yang demokratis

d. Pembagian kekuasaan

e. Kekeluargaan dan gotong royong

g. Mewujudkan kesejahteraan sosial

2.3 Pelaksanaan system pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan pelaksanaan system pemerintahan yang berlaku dinegara lain 2.3.1 Pelaksanaan system pemerintahan presidensil di Indonesia.

a. Kurun waktu berlakunya

Pada tanggal 18 agustus 1945 PPKI menetapkan dan mengesahkan UUD 1945. masa berlakunya UUD 1945 dengan menerapkan system pemerintahan presidensil mengalami beberapa kali kurun waktu:

- 18 agustus 1945 14 nopember 1945

- 5 juli 1959- sekarang

b. Kekuasaan Pemerintah Negara dan kementerian Negara

UUD negara RI 1945 telah mengatur kekuasaan pemerintah Negara dan kementerian Negara. Ketentuan tersebut tercantum didalam pasal 4 sampai dengan pasal 16 UUD Negara RI 1945 ( mengenai kekuasaan pemerintah Negara ) dan pasal 17 UUD negara RI 1945 ( meneganai kementerian Negara

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA 1. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka 1.1. Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideology terus beradaptasi dengan perkembangan masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia yang ditandai dengan sifatnya yang terbuka terhadap perkembangan, artinya selalu menyesuaikan diri dengan tuntutan jaman, mencerminkan sifat luwes dan fleksibel. Keluwesan dan fleksibelitas serta keterbukaan yang dimiliki oleh ideologi Pancasila menjadikan Pancasila tidak ketinggalan zaman dalam tatanan sosial, namun sifatnya yang terbuka bukan berarti nilai-nilai dasar Pancasila dapat dirubah /diganti dengan nilai dasar yang lain. Sebab jika nialai dasar tersebut dirubah berarti meniadakan Pancasila bahkan membubarkan Negara RI.

Yang dimaksud dengan ideologi Pancasila yang bersifat terbuka adalah nilai-nilai dasar dari Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan

zaman.

Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis.

Nilai dasar : nilai yang bersifat umum, abstrak, tidak terikat dengan tempat atau waktu, dengan kandungan kebenaran yang tinggi berupa cita-cita, tujuan dan tuntunan dasar kehidupan yang

dicita-citakan.

Nilai dasar terdiri dari;

a. Nilai Ketuhanan

b. Nilai Keadilan

c. Nilai Kemanusiaan

d. Nilai Kerakyatan

e. Nilai Persatuan

Nilai instrumental; penjabaran dari nilai dasar yang merupakan arahan dalam kurun waktu dan kondisi tertentu,nilai instrumental bersifat kontekstual dan disesuaikan dengan perkembangan

zaman.

Nilai instrumental dapat ditemukan :

a. UUD 1945

b. Ketetapan MPR

c. Undang-undang

d. Pertaturan pemerintah

e. Peraturan perundangan lainnya.

Nilai praktis : interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan situasi tertentu, nilai ini sangat dinamis karena berusaha mewujudkan nilai instrumental dalam

kenyataan.

Nilai praktis dari pancasila dapat dilihat dan ditemukan pada berbagai wujud kongkrit pengamalan nilai-nilai pancasila oleh lembaga Negara, organisasi sosial politik, lembaga ekonomi, tokoh masyarakat, dan anggota warga Negara. 1.2 Hakekat Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi merupakan ide atau gagasan yang merupakan falsafah hidup yang harus dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai

ideologi nasional pancasila telah tumbuh dan berkembang dari sosial budaya yang terkristalisasi menjadi nilai filosofis-ideologis yang konstitusional ( dikukuhkan berdasarkan UUD 1945)

1.3 Pancasila sebagai ideologi yang refomatif, dinamis dan terbuka

1.4 Tiga dimensi yang sebagai ideologi terbuka

Dalam pandangan Dr Alvian, kekuatan ideologi tergantung pada tiga dimensi yang terkandung didalam dirinya :

a. Dimensi realitas

Bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi secara reel berakar dan hidup dalam

masyarakat/bangsanya, terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya.

b. Dimensi idealisme

Bahwa nilai-nilai dasar ideologis tersebut mengandung idealisme, bukan angan-angan yang memberi hambatan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengalamannya dalam praktek kehidupan bersama mereka sehari-hari dengan berbagai dimensinya.

c. Dimensi fleksibelitas

Bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan Merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya,tanpa menghilangkan hakikat (jati diri) yang terkandung dalam nilai dasar.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai Dan Para Digma Pembangunan

2.1 Pancasila Sebagai Sumber Nilai

Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan pancasila,segala yang ada dan terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia baik dalam kehidupan berbangsa,bernegara maupun dalam kehidupan masyarakat dan dinilai berdasarkan pancasila,dengan sendirinya panca sila sumber nilai bagi kehidupan bangsa Indonesia 2.1.1 Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Pancasila sebagai pandangan hidup sering disebut dengan istilah way of life, pancasila sebagai pandangan hidup digunakan sebagai pegangan atau petunjuk dalam menghadapi dan mengatasi persoalan dalam kehidupan sehari-hari dari setiap warga Negara Indonesia.

2.1.2 Pancasila sebagai Dasar Negara RI

Pancasila sebagai dasar Negara disebut sebagai philosofische grondslag Negara Indonesia yang dijadikan sebagai dasar dalam mengatur penyelenggaraan pemerintahan Negara. Dalam kedudukannya sebagai dasar Negara pancasila merupakan norma hokum yang mengikat seluruh aparatur penyelenggara Negara dan warga Negara. 2.2 Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

2.2.1. Pengertian Paradigma

Paradigma adalah kerangka berpikir atau pola berpikir dalam ilmu pengetahuan.

2.2.2. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional

Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung maksud bahwa pelaksanaan pembangunan di Indonesia harus berdasarkan kepribadian Indonesia dan menghasilkan manusia

dan menghasilkan manusia dan masyarakat maju yang tetap kepribadian Indonesia yang dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai luhur pancasila.

2.2.3. Pancasila sebagai paradigma

Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik

Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi

Pancasila sebagai paradigma pembangunan social budaya

Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan dan keamanan.

3. Sikap Positif Terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Sikap dapat diartikan suatu bentuk evaluasi / reaksi seseorang terhadap sesuatu keadaan atau peristiwa. Sikap meliputi sikap positif dan sikap negative. Sikap positif terhadap pancasila sebagai ideology terbuka berarti reaksi / evaluasi terhadap suatu keadaan atau peristiwa dengan menggunakan niulai-nilai pancasila. 3.1. Makna nilai-nilai setiap sila pancasila Nilai-nilai pancasila terdiri dari seperangkat prinsip yang merupakan sikap kepribadian bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut antara lain 1) Nilai ketuhanan yang Maha Esa berisi prinsip hidup sesuai dengan hakekat tuhan meliputi;

Causa prima, sebab yang pertama dari segala sesuatu

Pengatur tentang kehidupan alam

Asal mula terjadinya sesuatu

Maha kuasa, maha sempurna, maha baik

Kekal selama-lamanya

Wajib disembah dan wajib ditaati serta dihormati, kewajiban menyembah, mentaati dan

menghormati sesuai dengan cara agama masing-masing. 2) Nilai Kemanusiaan yang adil dan beradap bahwa kita berprinsip hidup sesuai dengan hakekat manusia sebagai mahluk individu yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain. Hakekat manusia sebagi mahluk social selalu hidup berkelompok sangat bergantung pada manusia lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nilai yang harus dikembangkan ;

Saling menghormati

Saling menghargai

Suka tolong menolong

Peduli kepada sesama

3) Nilai Persatuan Indonesia Prinsip hidup mengandung makna bahwa ; bangsa Indonesia adalah bangsa yang :

Memiliki persatuan dan kesatuan

Selalu utuh, tidak mau pecah belah

Hidup dalam wadah Negara kesatuan RI

Memiliki Negara yang mandiri, tidak tergantung pada bangsa lain

Selalu ikut mewujudkan perdamaian dunia lewat hubungan kerja sama dengan bangsa lain

4) Nilai Kerakratan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Ciri kehidupan berdemokrasi Indonesia;

Menyelesaikan permasalahan dan perbedaan melalui musyawarah

Setiap keputusan yang diambil melalui musyawarah mufakat

Memiliki wakil rakyat untuk melaksanakan kehendak rakyat melalui pemilu

Presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat melalui pemilu secara berkala dan teratur.

5) Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Prinsip hidup sesuai dengan hakekat adil yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan

maksud harus mendahulukan kewajiban. Kewajiban bergandengan dengan hak bila yang satu terpenuhi maka yang lain harus dilaksanakan. Wujud pelaksanaan nilai keadilan antara lain;

Dalam memenuhi hak rakyat atas kepentingan jalan raya mohon pemerintah membangun jalan

tol, membuat jembatan, memperbanyak alat transportasi

Dalam memenuhi hokum, pemerintahan Negara, pemilik kendaraan harus membayar pajak

dan menaati peraturan lalu lintas. 3.2. Pengamalan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara Pengamalan pancasila berarti pelaksanaan pancasila dalam bentuk tingkah laku dan tindakan atau perbuatan yang nyata sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Negara Indonesia. Pengamalan pancasila sebagai dasar Negara mengandung keharusan yang harus dilaksnakan atau larangan-larangan yang harus dijauhi oleh stiap warga Negara, setiap penyelnggara Negara, serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah.

OTONOMI DAERAH

A. HAKIKAT OTONOMI DAERAH Menurut UU No. 32 tahun 2004 (sebagai pengganti UU No. 22 tahun 1999) tentang Pemerintah Daerah, menyebutkan "Otonomi Daerah" adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada hakikatnya otonomi daerah memberikan ruang gerak secukupnya bagi pemerintah daerah untuk mengelola daerahnya sendiri agar lebih berdaya mampu bersaing dalam kerjasama, dan

profesional terutama dalam menjalankan pemerintah daerah dan mengelola sumber daya serta potensi yang dimiliki daerah tersebut. 1. Tujuan Otonomi Daerah

• Meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di daerah agar semakin baik

• Memberi kesempatan daerah untuk mengatur dan mengurus daerahnya sendiri

• Meringankan beban pemerintah pusat

• Memberdayakan dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan masyarakt daerah

• Mengembangkan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan di daerah

• Memelihara hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan daerah maupun antardaerah untuk menjaga keutuhan NKRI

• Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan

• Mewujudkan kemandirian daerah dalam pembangunan.

2. Dasar Hukum Otonomi Daerah

• UUD 1945, Pasal 18, 18A, dan 18B

• Tap MPR No. XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pengaturan,

Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan, serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangaka NKRI

• Tap MPR No. IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan

Otonomi Daerah

• UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

• UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Pemerintah Daerah

3. Pelaksanaan Otonomi Daerah Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004

• Hak Dan Kewajiban Daerah dalam Otonomi Daerah

Berdasarkan pasal 21 dalam otonomi daerah, setiap daerah memiliki hak :

1. mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya

2. memilih pemimpin daerah

3. mengeloloa aparatur daerah

4. mengelola kekayaan daerah

5. memungut pajak daerah dan retribusi daerah

6. mendapatkan bagi hasil pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada

di daerah

7. mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah

8. mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan

Dalam pasal 22, kewajiban daerah yaitu :

2.

meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat

3. mengembangkan kehidupan demokrasi

4. mewujudakan keadilan dan pemerataan

5. meningkatkanfasilitas dasar pendidikan

6. meningkatkan pelayanan kesehatan

7. menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak

8. mengembangkan sistem jaminan sosial

9. menyususn perencanaan dan tata ruang daerah

10. mengembangkan sumber daya produktif di daerah

11. melestarikan lingkungan hidup

12. mengelola administrasi kependudukan

13. melestarikan nilai sosial budaya

14. membentuk dan menerapakan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya

15. kewajiban lain yang diatur di dalam perturan perundang-undangan

• Asas-Asas Otonomi Daerah

1. Desentralisasi yaitu penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada

daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI

2. Dekosentrasi yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada

gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan/ atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu

3. Tugas pembantuan yaitu penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan/atau desa, dari

pemerintah provensi kepada kabupaten/kota dan/atau desa, serta dari pemerintah kabupaten /

kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.

• Prinsip-Prinsip Otonomi Daerah

1. Otonomi seluas-luasnya artinya daerah diberikan kewenangan untuk mengurus dan mengatur

semua urusan di luar yang menjadi urusan pemerintah pusat yang ditetapkan dalam undang- undang tersebut.

2. Otonomi yang nyata, artinya bahwa untuk menangani urusan pemerintahan dilaksanakan

berdasarkan tugas, wewenang dan kewajiban yang senyatanya telah ada dan berpotensi untuk

tumbuh, hidup dan berkembang sesuai dengan kekhasan daerah

3.

Otonomi yang bertanggung jawab, artinya otonomi yang dalam penyelenggaraaanya harus

benar-benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi, yang pada dasarnya untuk

memberdayakan daerahtermasuk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan bagian utama dari tujuan nasional.

• Pembagian urusan Pemerintahan dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah

1. Yang menjadi urusan pemerintah Pusat

• Politik luar negeri

• Pertahanan

• Keamanan

• Yustisi (peradilan)

• Moneter dan fiskal nasional

• agama

2. Urusan yang menjadi kewenangan pemwerintah Provinsi

• Perencanaan dan pengendalian pembangunan

• Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang

• Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

• Penyediaan sarana dan prasarana umum

• Penanganan bidang kesehatan

• Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial

• g. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota

• Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota

• Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota

• Pengendalian lingkungan hidup

• Pelayanan pertahanan termasuk lintas kabupaten/kota

• Pelayanan kependudukan dan catatan sipil

• Pelayanan administrasi umum pemerintahan

• n. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lints kabupaten/kota

• o. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota

• p. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. 3) Urusan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota

a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan

b. Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang

c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

d. Penyediaan sarana dan prasarana umum

e. Penanganan bidang kesehaan

f. Penyelenggaraan pendidikan

g. Penanggulangan masalah sosial

h. Pelayanan bidang keteagakerjaan

i. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah

j. Pengendalian lingkungan hidup

k. Pelayanan pertanahan

l. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil

m. Pelayanan administrasi umum pemerintahan

n.

Pelayanan administrasi penanaman modal

o.

Penyelenggaraan dasar lainnya

p.

Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan

e.

Penyelenggaraan Pemerintahan dalam Otonomi Daerah

1) Penyelenggara pemerintahan pusat yaitu presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dan para menteri 2) Penyelenggara pemerintahan daerah yaitu pemerintah daerah dan DPRD

f. DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)

1) Kedudukan DPRD. DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan

sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah

2) Fungsi DPRD, yaitu

a. Fungsi Legislasi, yaitu membentuk peraturan daerah bersama pemerintah daerah

b. Fungsi Anggaran, yaitu menyusun dan menetapkan APBD bersama pemerintah daerah

c. Fungsi Pengawasan, yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan

pemerintah daerah

3)

Tugas dan Wewenang DPRD, yaitu

a. Membentuk perda yang dibahas dengan kepala pemerintah daerah/pemerintah daerah untuk

mendapat persetuajuan bersama

b. Membahas dan menyetujui rancangan perda tentang APBD bersama pemerintah daerah

c. Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan perdadan peraturan perundang-undangan lainnya

d. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah/wakil kepala daerah kepada

presiden melalui Menteri Dalam Negeri bagi DPRD provinsi, dan kepada Menteri Dalam Negeri

memalui guernur bagi DPRD kabupaten/kota

e. Memilih wakil kepala daerah jika terjadi kekosongan jabatan kepala daerah

f. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemda terhadap perjanjian internasional di daerah

g. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama internasionala yang dilakukan oleh

pemda

h. Meminta laporan keterangan pertanggung jawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan

pemda

i. Membentuk panitia pemilihan kepada daerah

j. Melakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah

k. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama antar daerah dan dengan pihak ketiga

yang membebani masyarakat dan daerah

l.

Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan

4)

Hak DPRD, yaitu

a)

Hak Interpelasi, yaitu hak untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai suatu

kebijakan yang dikeluarkan

b) Hak Angket, yaitu hak untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan tertentu yang

dikeluarkan kepala daerah

c) Hak Menyatakan Pendapat, yaitu hak untuk meyatakan pendapat terhadap kebijakan kepala

daerah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di daearah disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya, atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket.

a)

pimpinan

b)

komisi

c)

panitian musayawarah

d)

panitia anggaran

e)

badan kehormatan

f)

alat kelengkapan l;ain yang diperlukan (misalnya panitia legislasi)

g.

Sumber Pendapatan Daerah

Menurut UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, menyebutkan pendapatan daerah berasal dari ;

1) Pendapatan Asli Daerah (PAD)

a. hasil pajak daerah

b. hasil retribusi daerah

c. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

d. lain-lain PAD yang sah (antara lain jasa giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar

rupiah terhadap mata uang asing, komisi, potongan harga, dsb)

2) Dana Perimbangan

a. Dana bagi Hasil

(1) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) (2) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

(3) Pajak Penghasilan (PPh) (4) Dari sumber daya alam ; kehutanan, pertambangan umum, perikanan, pertambangan minyak bumi, pertambangan gas bumi dan, pertambangan panas bumi.

b. Dana Alokasi Umum, yaitu dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan

pemerataan kemampuan keuanagan antar daerah untuk mendanani kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi

c. Dana Alokasi Khusus, yaitu dana yang berasal dari APBN yang dipergunakan untuk

membantu mendanai kegiatan khusus pada daerah tertentu sesuai dengan prioritas nasional

3) Lain-lain pendapatan daerah yang sah

a. Hibah adalah bantuan berupa uang, barang atau jasa berasal dari pemerintah pusat,

masyarakat, dan badan usaha dalam negeri atau luar negeri

b. Pendapatan dana darurat yaitu bantuan pemerintah pusat dari APBN kepada pemerintah

daerah untuk mendanai keperluan mendesak yang diakibatkan oleh bencana alam atau peristiwa tertentu yang luar biasa yang tidak dapat ditanggulangi oleh pemerintah daerah melalui dana APBD

h. Desa

Desa merupakan wilayah terkecil yang mempunyai kewenangan mengatur urusan rumah tangganya sendiri. Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004, Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui

dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI. Pemerintahan desa terdiri dari :

a) Pemerintah Desa

b) Badan Permusyawaratan Desa atau Badan Perwakilan Desa (BPD)

BPD, menurut UU No. 22 Tahun 1999, merupakan lembaga perwakilan rakyat desa yang berfungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta bersama kepala desa menetapkan peraturan desa.

KEBIJAKAN PUBLIK DAN PEMERINTAH

Kebijakan Publik adalah kebijakan yang diperuntukkan bagi seluruh anggota masyarakat dalam hal penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tujuan Kebijakan Publik Mewujudkan ketertiban dalam masyarakat Melindungi hak-hak masyarakat Mewujudkan ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat Mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Contoh Kebijakan Publik ;

Kebijakan publik dapat berbentuk peraturan, undang-undang, tindakan-tindakan pemerintah dan program pemerintah. Beberapa contoh kebijakan publik :

Penetapan pajak daerah, meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir dll Penetapan retribusi ; retribusi jalan umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu Penetapan larangan pedagang kaki lima berdagang di trotoar Penetapan jalur bus dalam kota atau antar kota

Tahap-tahap penyusunan dan perumusan kebijakan publik ; Pengidentifikasian masalah dan penyusunan agenda Penyusunan skala prioritas Perumusan (Formulasi) Rancangan Kebijakan Penetapan dan Pengesahan Kebijakan Pelaksanaan Kebijakan Evaluasi Kebijakan Publik

Bentuk-bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik ; Penyampaian kebutuhan dan masalah melalui media massa atau pada pejabat pemerintah Memberikan opini, masukan, maupun kritik terhadap rancangan kebijakan Mendukung dan melaksanakan kebijakan dengan konsekuen dan sepenuh hati

BAB 3

GLOBALISASI

A. PENGERTIAN GLOBALISASI Menurut A.G. MacGrew, Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat belahan dunia yang lain. Menurut Internasional Monetary Fund (IMF), Globalisasi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara di duia yang ditandai oleh meningkat dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa lintas negara dan penyebaran teknologi yang

meluas dan cepat. Menurut Bank Dunia, Globalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara lain. Jadi Globalisasi adalah suatu proses dimana antar individu, antar kelompok dan antar negara saling berintraksi, bergantung, terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi di tujukkkan dengan beberapa tanda-tanda yaitu :

Meningkatnya perdagangan global Meningkatnya aliran modal internasional (investasi langsung dari luar negeri) Meningkatnya lairan data lintas atas (; penggunaan internet, satelit komunikasi dan telepon) Adanya desakan berbagai pihak untuk mengaddili penjahat perang di Mahkamah Kejahatan Internasional (internastional Criminal Court)dan adanya gerakan untuk menyerukan keadilan internasional Meningkatnya pertukaran budaya (cultural exchange) internasional Menyebar luasnya paham multikulturalisme dan semakin besarnya akses individu terhadap berbagai macam budaya Meningkatnya perjalanan dan turisme tingkat negara Meningkatnya imigrasi, termasuk imigrasi ilegal Berkembngnya infrastuktur telekomunikasi global Berkembangnya sistem keuangan global Meningkatnya aktivitas perekonomian dunia yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multinasional Meningkatnya peran organisasi-organisasi internasional (WTO,IMF) yang berhubungan dengan transaksi-transaksi internasional.

Ada tiga (3) faktor penyebab meningkatnya globalisasi yaitu ; adanya perubahan politik dunia, aliran informasi yang cepat dan luas, dan berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan internasional / traansnasional Adanya Perubahan Politik Dunia Menurut Anthony Giddens pengaruh politik yang mempengaruhi meningkatnya globalisasi yaitu

:

Bubarnya Uni Soviet Tahun 1991dan jatuhnya Komunisme Model uni Soviet Munculnya Mekanisme Pemerintahan Internasioal dan Regional

Munculnya Organisasi Antarpemerintah (Intergovermental Organizations/IGOs) dan Organisasi Non-pemerintahInternasional (International Non-govermental Organizations/INGOs Adanya Aliran Informasi yang cepat dan luas, hal ini dipengaruhi oleh semakin pesatnya kemajuan dibidang teknologi Berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan internasional / transnasioal (Transnasional Corporation TNCs) yaitu perusahaan yang memproduksi barang atau jasa di lebih dari satu negara Faktor Pendukung Globalisasi yaitu :

Berkembang pesatnya teknologi komunikasi Adanya integrasi ekonomi dunia

B. ARTI PENTING GLOBALISASI BAGI INDONESIA

Globalisasi adalah sebuah realita, artinya globalisasi tidak bisa dihindari, dan setiap bangsa atau

negara mau tidak mau akan masuk ke dunia yang global yang disebut globalisasi. Salah satu cara negara mempersiapkan diri untuk menghadapi globalisasi adalah dengan membangun sistem pendidikan yang baik yang bertujuan untuk menciptakan SDM-SDM yang berprestasi, tekun, jujur, ulet dan mau belajar terus-menerus demi kemajuan diri, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negaranya. Hukum globalisasi bagi bangsa indonesia yaitu (1) apappun yang terjadi di indonesia bisa menimbulkan reaksi di dunia internasional, (2) apapun yang terjadi di dunia internasional bisa memmengaruhi indonesia.

C. POLITIK LUAR NEGERI DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ERA

GLOBALISASI Sejak bangsa indonesia menyatakan kemerdekaannya, bangsa indonesia mulai menjalin hubungan kerjasama dengan bangsa/negara lain. Dalam menjalin hubungan kerjasama terseut bangsa indonesia menggunakan polotik luar negeri "BEBAS AKTIF". Tujuan-tujuan politik luar negeri indonesia yaitu :

1. Membentuk negara indonesia yang demokratis, bersatu dan berdaulat dari Sabang sampai Merauke

2.

Membentuk masyarakat indonesia yang sejahtera, adil dan makmur lahir dan batin dalam

wadah NKRI

3. Membentuk persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara di dunia terutama dengan

negara-negara Asia dan Afrika dalam membentuk tatanan dunia baru yang bebas dari

imprialisme dan kolonialisme Prinsip-prinsip pokok yang menjadi dasar politik luar negeri indonesia yaitu :

a. Negara indonesia menjalankan politik damai

b. Negara indonesia bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling menghargai dan tidak

saling mencampuri urusan negeri masing-masing negara.

c. Negara indonesia memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan organisasi internasional

untuk menjamin perdamaian dunia yang abadi

d. Negara indonesia berusaha mempermudah jalannyapertukran pembayaran internasional

e. Negara indonesia membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional dengan berpedoman pada pigam PBB

f. Negara indonesia dalam lingkunga PBB berusaha menyokong perjuangan kemerdekaan

bangsa-bangsa yang masih terjajah. Sebab tanpa kemerdekaan, persaudaraan dan perdamaian

internasional tidak akan terwujud Politik Bebas Aktif bangsa indonesia bertujuan mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. Politik Bebas Aktif artinya ;

Ø Bebas artinya indonesia bebas menentukan sikap dan pandngannya terhadap masalah-masalah

internasional. Selain itu, bebas juga berarti bangsa indonesia tidak memihak kepada salah satu kekuatan dunia (blok Barat (liberalis) atau blok Timur (komunis))

Ø Aktif artinya indonesia aktif memperjuangankan perdamaian dan ketertiban dunia. Selain itu,

indonesia juga aktif memperjuangkan terwujudnya keadilan, kebebasan dan kemerdekaan bagi

bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Contoh peranan indonesia dalam dunia internasional dengan politik bebas aktifnya :

Indonesia menyelenggarakan Konfrensi Asia Afrika (KAA), tanggal 24 April 1955 di Bandung dan tanggal 22-23 April 2005 di Jakarta Indonesia memprakarsai berdirinya Gerakan Non-Blok (GNB)tahun 1961. gerakan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan perang dingin antar Blok Barat dengan Blok Timur guna

mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia memprakarsai berdirinya perhimpunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) Indonesai aktif membantu menyelesaikan konflik di Bosnia, Filipina, Kampuchea dan negara- negara lain yang mengalami konflik dan perang saudara

Hubungan Internasional di Era Globalisasi Menurut Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra), Hubungan Internsional adalah hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut. Konsep hubungan internasional berkaitan erat dengan subjek-subjek seperti ; organisasi internasional, diplomasi, hukum internasional, dan politik internasional. Asas-asas Hubungan Internasional Asas Teritorial, yaitu asas yang di dasarkan pada kekuasaan negara atas wilayahnya Asas Kebangsaan, yaitu asas yang di dasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya Asas Kepentingan Umum, yaitu asas yang di dasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor yang menentukan dalam proses hubungan internasional, baik secara bilateral mapun multilateral yaitu kekuatan nasional, jumlah penduduk, sumber daya (alam dan manusia) serta letak geografis. Hubungngan internasional diperlukan oleh setiap negara karena :

Faktor Internal, yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta atau intervensi dari negara lain Faktor eksternal, yaitu ketentuan hukum alam yaitu suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dengan negara lain